oleh

Tren Kopi Susu, Aman gak sih?

Mengkonsumsi kopi awalnya dikenal sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua, namun seiring berjalannya waktu para generasi muda juga menjadi terbiasa mengkonsumsi kopi. Jenis kopi yang sering dikonsumsi oleh generasi muda saat ini disebut dengan kopi susu yang sekarang juga sedang menjadi tren masa kini. Kopi susu merupakan hal yang sedang populer dan berperan penting bagi para konsumennya untuk mengkonsumsi kopi ini. Saat ini, banyak orang yang sudah tidak asing dengan sajian kopi susu. Kopi ini bukan hanya sekedar kopi dicampur susu, tapi juga ditambahkan dengan varian gula jawa maupun caramel sauce. “Kopi susu ini bisa ngetren mungkin juga pengaruh dari coffee shop nya yang menarik juga…” jelas Patrick, salah satu penikmat kopi susu di daerah Jakarta Barat. Menurutnya, generasi muda saat ini banyak yang mengkonsumsi kopi susu dikarenakan kedai kopi nya yang menarik perhatian mereka sehingga mereka memutuskan untuk menjelajahi beberapa kedai kopi yang otomatis membuat mereka menjadi lebih sering mengkonsumsi kopi susu. Kemudian, fasilitas kedai kopi yang memadai dan nyaman juga menjadi perhatian generasi muda saat ini. Selain itu, berbagai kedai kopi saat ini memiliki spot foto yang bagus sehingga hal ini menjadi tren masa kini yang kemudian menjadi gaya hidup para generasi muda untuk menjelajahi berbagai kedai kopi yang menarik.

Bukan hanya tempat nya yang nyaman dan menarik, tetapi berbagai kedai kopi ini juga menyediakan berbagai jenis kopi susu yang menarik perhatian generasi ini. Jenis-jenis kopi susu ini antara lain kopi susu gula aren, espresso, cafe latte, frappucino, dan cappucino. Kisaran harga yang ditawarkan untuk secangkir kopi susu pada berbagai kedai kopi di Indonesia berkisar dari harga Rp 15.000 – Rp 40.000. Bahkan sekarang banyak kedai kopi yang menawarkan kopi dengan ukuran 1 Liter per botol dengan harga yang terbilang cukup terjangkau. Semenjak tren kopi susu meningkat, banyak kedai kopi yang mengusung inovasi baru dalam menyajikan kopi susu. Para penjual berlomba-lomba untuk memberikan harga murah serta cita rasa yang berbeda dan tempat yang nyaman untuk para penikmat kopi agar bisa bersantai maupun berkumpul dengan teman-teman.

BACA JUGA:  Kapan Kita Harus Bersabar?

Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO) didapat data bahwa pada tahun 2015 jumlah penikmat kopi di Indonesia mencapai angka 8% dibanding jumlah di dunia hanya sebesar 6%. Menurut survei yang dilakukan oleh IDN Times pada kalangan pecinta kopi susu di enam kota besar di Indonesia khususnya pada kalangan kaum milenial didapat data jumlah orang yang mengonsumsi kopi susu di daerah Jakarta sebanyak 22,7% , sedangkan persentase tertinggi berada di daerah Jawa Timur yakni sebanyak 44,3%. Jumlah kalangan yang paling banyak menikmati kopi susu adalah di usia 23 hingga 28 tahun, dan jumlah kalangan yang paling sedikit menikmati kopi susu adalah usia dibawah 18 tahun. Hal ini memberi gambaran bahwa trend kopi susu di Indonesia akan berlangsung secara terus menerus karena cukup banyak yang menikmati kopi susu dari segala kalangan.

Konsumsi kopi susu memiliki berbagai manfaat yang baik bagi tubuh yakni dapat menstimulasi sistem saraf sehingga memperbaiki mood dan membuat konsentrasi menjadi tinggi. Manfaat lain yang dimiliki oleh kopi adalah kandungan kafein yang dapat mengatasi rasa kantuk serta sebagai antioksidan bagi tubuh. Antioksidan yang terkandung didalam kopi baik untuk kesehatan hati dan mencegah kerusakan sel-sel didalam otak. Kopi memiliki berbagai manfaat bagi tubuh asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Selain manfaat yang dimiliki oleh kopi, terdapat dampak negatif pada kandungan kafein yang berada didalam kopi bila dikonsumsi lebih dari 400 mg per hari akan menimbulkan beberapa efek samping yakni gangguan tidur, rasa cemas, dan anxiety. Beberapa efek samping tersebut pun bisa saja mempengaruhi bahkan sampai sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Seseorang yang kekurangan jam tidur dan disertakan dengan rasa cemas berlebih dapat mengganggu konsentrasi mereka dalam melakukan kewajiban mereka. Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa mengkonsumsi kopi susu dapat memicu timbulnya jerawat yang mempengaruhi kepercayaan diri para generasi muda ini.

BACA JUGA:  Haruskah Perempuan Berperan?

Kemudian, banyak dari generasi muda saat ini yang belum tahu bahkan tidak tahu mengenai dampak dari kopi susu ini khususnya dampaknya terhadap kesehatan mereka sendiri. Dari salah satu penelitian, kopi yang dicampur dengan susu serta gula ini meningkatkan faktor resiko terkenanya diabetes melitus. Hal ini dikarenakan banyak dari mereka yang tidak tahu persis seberapa banyak kandungan gula di dalam satu gelas kopi susu tersebut dan juga kopi susu ini cenderung memberikan banyak gula di dalam kopi nya ditambah lagi dengan kandungan gula pada susu nya. Selain itu, kopi susu ini juga menyebabkan asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan tidak sedikit bagi mereka yang asam lambungnya menjadi lebih parah akibat mengkonsumsi kopi susu secara berlebihan. Hal ini disebabkan oleh kandungan asam klorogenik dan kafein pada kopi yang merangsang meningkatnya produksi asam lambung seseorang. Namun, bukan berarti bagi mereka yang menderita asam lambung atau GERD ini tidak dapat mengkonsumsi kopi. Kandungan kopi di dalam kopi susu juga menyebabkan gangguan pada mata dan gangguan buang air besar. Gangguan pada mata akibat terlalu sering mengkonsumsi kopi susu ini tidak mempengaruhi penglihatan, hanya saja menambah tekanan pada mata. Kemudian, mengkonsumsi kopi susu yang berlebihan dapat membuat kita susah buang air besar. Kandungan kafein dalam kopi yang berlebihan dapat membuat proses detoksifikasi pada hati menjadi lebih lambat sekaligus membuat kinerja sistem pencernaan menurun.

BACA JUGA:  Kapan Kita Harus Bersabar?

Dari dampak-dampak tersebut, perlu bagi mereka yang sering mengkonsumsi kopi susu untuk lebih mengontrol kadar konsumsi nya untuk mengurangi resiko yang sudah tertera. Selain itu juga para pengkonsumsi kopi hendaknya dapat merubah gaya hidup konsumsi kopi terlalu banyak dengan mengganti konsumsi minuman yang lebih menyehatkan seperti air mineral, hal ini dapat mengurangi tingkat risiko tinggi terkena penyakit serius seperti penjelasan diatas.

Oleh Nabila Putri Vinadi dan Sarah Cornelia Abigail, Mahasiswa FKM UI

 

Refrensi:
Kurniasih, E., 2015. Gambaran Peminum Kopi Pada Pasien Penderita Diabetes Mellitus Di Ruang Vi Penyakit Dalam Rsud Dr. Soekardjo Tasikmalaya. [online] Available at: https://www.ejurnal.stikes-bth.ac.id/index.php/P3M_JKBTH/article/view/8 [Accessed 18 December 2020].
Kota, W., 2019. Benarkah Kopi Bisa Menyebabkan Glaukoma dan Kebutaan? [online] TribunnewaLIVE.com. Available at: https://wartakota.tribunnews.com/2019/04/04/benarkah-minum-kopi-bisa-menyebabkan-glaukoma-dan-kebutaan [Accessed 18 December 2020].
Media, K., 2020. 5 Cara Penderita Asam Lambung Bisa Tetap Aman Minum Kopi – Kompas.Com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2020/02/03/060300568/5-cara-penderita-asam-lambung-bisa-tetap-aman-minum-kopi?page=all [Accessed 18 December 2020].
Pramelani. 2020. Faktor Ketertarikan Minuman Kopi Kekinian Terhadap Minat Beli Konsumen Kalangan Muda. Management Insight: Jurnal Ilmah Manajemen 15 (1), 121-129.
Putriana Cahya. 2019. Meramal Usia Kopi Susu Kekinian: Hanya Tren atau Panjang Umur Betulan? [online] idntimes.com Available at: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/putriana-cahya/tren-kopi-susu-kekinian/11 [Accessed 4 Desember 2020].
Solikatun, S., Kartono, D.T. and Demartoto, A., 2018. Perilaku Konsumsi Kopi Sebagai Budaya Masyarakat Konsumsi: Studi Fenomenologi Pada Peminum Kopi Di Kedai Kopi Kota Semarang. [online] Available at: https://www.semanticscholar.org/paper/Solikatun%2C-Drajat-Tri-Kartono%2C-Argyo-Demartoto-yang-Demartoto/369760e2d3898b64b86e750816b4674dee1f9ea1?p2df [Accessed 18 December 2020].

Komentar

Berita lainnya