oleh

Mekanisme Tata Kelola dan Kinerja Perusahaan pada Perbankan Syariah

Perbankan di Indonesia pada masa kini makin diramaikan dengan adanya bank syariah, yang menawarkan produk keuangan dan investasi dengan cara berbeda dibandingkan dengan bank konvensional yang sudah lama ada. Peraturan tentang bank syariah bahwa perbankan syariah dalam melakukan kegiataan usahanya harus sesuai dengan prinsip syariah, demokrasi ekonomi, dan kehati-hatian.

Perkembangan bank syariah yang terus meningkat, satu hal yang perlu dicermati adalah aspek Good Corporate Governance (GCG) yang merupakan unsur penting di dalam perindustrian perbankan syariah. Karena berkaitan dengan risiko dan tantangan yang dihadapi oleh indsutri perbankan syariah yang semakin lama semakin meningkat atau berkembang. Penilaian GCG sebagaimana juga diatur dalam Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pasal 6 ayat (1) huruf b merupakan penilaian terhadap manajemen bank umum syariah terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.

Untuk penerapan GCG yang efektif dalam perbankan syariah sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dengan Nomor 11/33/PBI/2009 tanggal 07 Desember 2009 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi bank umum syariah dan unit usaha syariah. PBI ini sudah berlaku sejak 1 Januari 2010. Peraturan GCG bank syariah mengatur penerapan GCG bagi dewan komisaris yang bertugas sebagai kontroling dan memberikan masukan kepada pihak direktur sebagai organ penting dan memiliki wewenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan untuk kepentingan bank.

BACA JUGA:  Strategi Optimalisasi Bank Syariah

Dalam teori keagenan yang merupakan dasar yang digunakan untuk memahami konsep Good Corporate Governane. Teori agensi adalah sebuah kontrak antara manajer (agent) dengan pemilik (principal). Supaya hubungan kontraktual ini berjalan dengan lancer, pemilik mendelegasikan otoritas pembuatan keputusan kepada manajer.

Bank syariah yaitu bank yang kegiatan usahanya tidak mencari keuntungan pada bunga. Bank syariah adalah lembaga keuangan perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. berdasarkan prinsip syariah dan tidak mencari keuntungan dari bunga dalam memberikan pembiayaan dan jasa lainnya dalam pembayaran. Dasar dalam pengoperasian bank syariah seluruh hubungan transaksinya memiliki tiga prinsip yaitu efisiensi, keadilan, dan kebersamaan.

Tata kelola atau biasa disebut juga dengan GCG adalah suatu sistem yang dianut oleh perusahaan untuk mengimplementasikan suatu sistem pengelolaan yang baik dalam perusahaan. Sebenarnya banyak definisi yang muncul mengenai GCG dari berbaga para ahli, namun pada dasarnya makna dari Good Corporate Governance dari berbagai definisi adalah tata kelola perusahaan suatu sistem yang dirancang untuk membuat kinerja dan opera.

BACA JUGA:  COVID-19 dan Urgensi Ekonomi Syariah

Dewan komisaris independen merupakan sebuah badan dalam perusahaan yang beranggotakan dewan komisaris independen yang berasal dari luar perusahaan yang berfungsi untuk menilai kinerja perusahaan secara luas dan keseluruhan. Jika semakin besar persentase anggota luar perusahaan akan menjadikan peranan dewan komisaris semakin efektif dalam melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan, karena dianggap semakin independen. Dewan komisaris ini diangkat pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Proporsi dewan komisaris dalam perusahaan mempengaruhi fungsi dalam pengawasan dalam pengambilan kebijakan dalam perusahaan. Dan pengawasan ini termasuk dalam kaitannya dengan sikap stakeholder dalam menangani risiko yang ada di bank.

Direksi diketuai oleh presiden direktur yang bertugas bertanggung jawab atas pelaksanaan fungsi kepengurusan bank secara efektif dan efisien. Presiden direktur diwajibkan untuk membuat sebuah tim untuk menjalankan kegiatan perusahaan sesuai dengan bidang tugas yang disepakati. Dewan direksi merupakan pelaku yang bertanggu jawab atas seluruh fungsi manajerial, yang meliputi pengenmbangan dan eksekusi strategi korporasi, pengamanan sumber daya, penilaian kinerja financial, penyajian laporan keuangan yang wajar, dan peningkatan nilai jangka panjang.

BACA JUGA:  Pengukuran Fungsi Audit Internal Syariah yang Efektif di Lembaga Keuangan Syariah

Dengan perkembangan perbankan di Indonesia di masa sekarang yang dimana adanya bank syariah yang mempunyai produk yang berbeda dengan bank konvensial. Penerapan bank syariah itu sendiri dilandaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Maka, pelaksanaan aktivitas bank syariah berdasarkan prinsip syariah dan tidak mencari keuntungan dari sebuah bunga (riba). Tata kelola atau biasa dijemput GCG perusahaan merupakan sebuah sistem dalam mengelola sebuah perusahaan dengan baik, dengan membuat kinerja dan opera.

Didalam sebuah perusahaan terdapat dewan komisaris yang bertugas untuk menilai kinerja perusahaan secara luas dan menyeluruh. Dan juga terdapat dewan direksi yakni pelaku yang bertanggung jawab atas seluruh fungsi manajerial perusahaan, di dalam dewan direksi memiliki ketua atau orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan fungsi kepengurusan bank yakni presiden direktur.

*Penulis: Musa Al Ikhbat
STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya