Perlunya Mengenali Potensi Diri

Ilustrasi.

Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Allah lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.

Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Allah pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Tidak ada yang Allah ciptakan itu sia-sia. Maka dari itulah Allah membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi yang akan menjadi arahan dan tolak ukur kemampuan seseorang dalam mengemban kemampuan yang mereka miliki.

Setiap manusia yang terlahir memiliki sebongkah berlian yang akan membimbing jiwa-jiwa kepada jendela dunia. Sebongkah berlian yang menghantar kepada kesuksesan. Apabila bongkahan itu diasah, memberikan pantulan cahaya yang sinarannya keseluruh sisi. Namun apa bila bongkahan itu dibubuhi debu, ia menjadi usang bahkan bisa lapuk dan musnah. Ceritanya kini adalah, sebongkah berlian yang siap dipungut dan diesakan denagn kekuatan jiwa kita.
Bongkahan berlian yang membawa kita kepada pribadi yang luar biasa. Setiap orang memiliki peluang untuk menjadi bibit unggul, dalam porsi yang berbeda sesuai dengan usaha yang kita berikan. Namun hanya sebagian yang mau mengenali dan mengembangkan kemampuan diri.

Perlunya kita mengenali diri untuk mengetahui sejauh apa kemampuan kita, apa saja minat dan bakat yang bisa kita kembangkan. Potensi itu harus digali, ibarat minyak bumi, tidak ada minyak yang berada diatas tanah, kita harus mencari tempat yang tepat , kedalamannyapun tidak selalu sama, Semakin dalam galian tanah, maka semakin ditemukan minyak yang kita butuhkan.

Begitulah hakikatnya dengan kemampuan yang kita miliki, semakin kita gali kemampuan itu, kita kan menemukan titik terang berlian yang kita cari. Namun sbaliknya bila tidak digali ia akan terbenam dan tidak akan muncul. Setiap orang punya kemampuan, tentunya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Banyak sekali orang yang salah dalam mengartikan kesuksesan. Bagi mereka adalah kaya adalah sukses dan sukses adalah kaya. Padahal kekayaan tidak diukur dari skala rupiah yang kita miliki tapi bagaimana kita bisa mencapai target kita yang miliki. Target kecil yang kita wujudkan tentu akan menjadi peluang yang besar untuk mewujudkan target yang lebih besar lagi.

Potensi setiap orang itu meliputi: potensi jasmani (fisik), rohani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.

Potensi secara jasmani adalah bagaimana setiap individu diberikan kekuatan secara fisik, seperti kemampuan fisik yang mampu dalam bela diri. Ada pula individu lain yang tidak memiliki kemampuan dalam ilmu bela diri, segala hal yang dapat diberdayakan sesuai dengan fungsinya.

Potensi Raohani adalah bagaimana kita terus memuhasabah kerohanian kita, ruhiyah kita yang senantiasa terjaga, spiritual antara kita dengan Nya, Merupakan potensi kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan jiwa sadar atau kearifan di luar ego. Secara umum Spiritual Quotient merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan keimanan dan akhlak mulia.

Manusia diberikan potensi akal oleh Sang Pencipta untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Serta untuk melakukan sesuatu hal yang positif dan mampu membuat hal yang lebih baik. Maka dari itu Allah bersumpah pada akal manusia, karena dari akal manusia mampu menciptakan banyak hal. Akal yang menjadikan zaman beralih ke masa modern dengan segala kecanggihan sebagai penunjang hidup manusia kedepannya.

Seseorang pasti memiliki potensi diri. Potensi mencangkup sesuatuyang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam berprestasi.

Banyak orang yang mengeluh ketika dikaruniai fisik yang kurang sempurna. Mereka merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal dan spiritual yang dikaruniakan Allah. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fisik, tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk meraih prestasi tinggi. Karena sejatinya prestasi bukan diukur dari nilai fisik yang kita miliki tapi dari sebagaimana kita mampu memanfaatkan situasi untuk terus mengembangkan ide dan bakat yang kita miliki.

Ketika kita berbicara tentang potensi. Acap kali orang-orang bingung. Terkadang menilai orang lain kita bisa cepat menilai, dan lebih sulit lagi adalah ketika kita menilai diri kita sendiri. Cobalah untuk mengenali diri kita sendiri, hal ini perlu. Mengapa? Agar kita tau sejauh apa potensi yang kita miliki. Untuk mengenali diri tentu kita harus memiliki tujuan hidup, tujuan dalam jangka pendek ataupun panjang secara realistis sesuai dengan kemmapuan dan kompetensi yang kita miliki. Jangan sampai berbeda jalur, karena itu nantinya akan menyusahkan anda.

Perlunya kita memiliki motivasi hidup. Setiap orang memiliki caranya untuk mengembangkan potensi yang ia miliki. Setiap motivasi yang datang kepadakita adalah bagian dari pertimbangan kita untuk melangkah kedepannya, motivasi dijadikan pembangkit emosional kita. Motivasi bisa kita peroleh dari penilaian orang lain terhadap kemampuan kita, cita cita yang ingin kita wujudkan. Banyak hal yang bisa menjadi motivasi untuk kita. Tergantung bagaimana hati kita mampu membuka untuk itu semua. Semua akan terasa berat kita lalui jika tiada terbesit dihati kita keikhlasan.

Perlunya menghilangkan pemikiran negatif tentang diri kita dan sekitar. Percayalah bahwa anda memiliki kemampuan yang telah Allah anugerahi kepada anda, anda adalah seorang pemenang. Kuatkn dalam hati, bahwa anda tidak hanya ingin menjadi orang yang mengenal dunia tetapi orang-orang yang akan berbalik mengenali anda. Mengukir sejarah untuk kehidupan sendiri itu penting. Orang hebat tidak pernah tidak merasakan masa masa sulit. Jadi apapun kesulitan yang menghadangi anda kini, itu adalah bagain dari titian kesuksesan yang akan anda tempuh,

Ketika anda berusaha namun mendapati kegagalan, jangan pernah sekalipun menyalahkan diri yang tidak mampu, bisa jadi anda diberi peluang oleh Allah untuk belajar lebih giat lagi, husnudzhon kepada diri sendiri itu tidak semua orang mampu mengamalkannya. jadilah satu dari banyaknya orang yang mampu mengamalkan ini. Karena prioritas tertinggi kita adalah Allah bukan hanya kasat mata manusia. Kualitas kita tidak hanya dihadapan manusia, tetapi juga dihadapan Allah. Percaya bahwa Allah akan menempatkan hamba Nya, pada kemampuan hamba Nya. Allah jauh lebih tau tentang diri kita berbanding diri kita sendiri.

Jika kita telah mengenali potensi yang ada dalam diri kita, maka kita bisa dengan mudah mengembangkannya. Untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita, kita bisa melakukan hal-hal positif dari yang paling mudah. Yaitu melakukan hobby yang kita sukai

Apapun adanya diri kita sekarang, selama kita masih mempunyai impian yang kuat, semangat membara, kebiasaan bertindak, dan ketekunan, kita pasti akan memperoleh apa yang kita inginkan. Jadikan hal-hal positif yang terlihat jelas diluar sana sebagai motivasi bagi kita untuk menjalani hidup ini ke tingkat yang lebih baik lagi. Karena manusia diciptakan memang untuk berusaha dan berdoa.

Setiap manusia dijadikan pemennag untuk dirinya sendiri. Yang akan ia bawa untuk dimanfaatkan didalam keluarga, masyarakat dan negara. Jadilah pribadi yang langka bukan pribadi kebanyakan dalam masa yang penuh dengan kedzaliman yang tak terhingga jumlahnya. Raih potensi yang anda miliki. Genggam dunia ditangan kita dan simpan akhirat didalam hati kita. Insya Allah kesuksesan menanti kita didepan sana. (Afra Nadilla/STEI SEBI)

Komentar

komentar