Scroll untuk baca artikel
Dunia

Ini Nama-nama Orang Indonesia yang Masuk Epstein Files

×

Ini Nama-nama Orang Indonesia yang Masuk Epstein Files

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen Jeffrey Epstein, yang berisi foto, video, riwayat percakapan melalui email, dan lainnya sehingga bisa diakses publik.

Dokumen ini menjadi topik pembicaraan selama beberapa hari terakhir sejak dirilis akhir pekan lalu.

Dokumen tersebut memuat nama beberapa tokoh, termasuk dari Indonesia.

Dokumen Epstein memuat nama beberapa pengusaha Indonesia, salah satunya Hary Tanoesoedibjo.

Pria yang dikenal sebagai Hary Tanoe tersebut adalah pengusaha, politikus, sekaligus pemilik perusahaan Media Nusantara Citra (MNC) Group.

Hary merupakan pendiri dan Ketua Umum Partai Perindo, serta pernah bergabung dalam Partai NasDem dan Partai Hanura.

Nama Hary muncul dalam sebuah dokumen yang mencatat percakapan antara ‘Confidential Human Source’, atau Sumber Rahasia, dengan FBI mengenai statusnya sebagai miliarder dan keterlibatannya dalam pengembangan hotel-hotel Trump.

Dokumen tersebut menyebut bahwa Hary “membeli rumah Trump di Beverly Hills” dengan harga ‘inflated’, atau lebih tinggi dari harga pasaran.

Dilansir detikcom, ABC Indonesia sudah menghubungi Hary Tanoesoedibjo untuk meminta tanggapan mengenai tuduhan ini, namun tidak menerima jawaban.

Selain Hary, laporan yang sama juga menyebut nama warga Indonesia lainnya Eka Widjaja, yang tercatat membeli rumah mewah Trump di Beverly Hills seharga 9,5 juta USD secara tunai.

Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri Sinar Mas Group dan salah satu konglomerat Indonesia yang meninggal dunia pada tahun 2019.

Orang Indonesia lain yang tercatat dalam dokumen Epstein adalah Kafrawi Yuliantono.

Dalam salah satu dokumen riwayat email yang ditujukan kepada Jeffrey Epstein, Kafrawi menulis keinginannya untuk melamar pekerjaan di salah satu properti Epstein.

“Sejujurnya, saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Anda dan untuk Anda di salah satu properti Anda, baik di New York maupun Florida,” bunyi email tersebut.

“Saya sangat berharap mendapat kesempatan untuk bergabung dengan tim Anda untuk menjaga kediaman Anda dan ikut bepergian bersama Anda.”

ABC Indonesia menghubungi Kafrawi untuk menanyakan alasannya ingin melamar pekerjaan di kediaman Epstein.

“Kejadian itu sudah lama sekali, dan saya tidak lolos seleksi,” katanya kepada ABC Indonesia.

“Banyak orang memiliki kesempatan yang sama untuk melamar pekerjaan itu [tapi] saya kurang beruntung, karena saya gagal.”

Di dalam email tersebut, tercatat bahwa Kafrawi bekerja sebagai ‘Banquet Operation Manager’ di JW Marriott Hotel Medan.

JW Marriott Hotel Medan mengatakan kepada ABC Indonesia bahwa Kafrawi tidak bekerja di sana saat ini, namun tidak mengonfirmasi apakah ia sempat bekerja di sana.

Apa implikasi bagi mereka yang disebut dalam dokumen Epstein?

Ketika nama seseorang muncul dalam email atau dokumen lain dalam “Epstein files” tidak berarti pihak tersebut telah melakukan kesalahan atau memiliki hubungan apa pun dengan Epstein.

Hubungan bisnis antara Trump dan Hary swndiri bukan berita baru.

Pada tahun 2017, Hary mengatakan kepada ABC keduanya sedang membangun dua proyek Trump, satu di Bali dan yang lainnya di Jakarta, lebih tepatnya di Bogor, Jawa Barat.

Trump International Golf Club Lido di Bogor, Jawa Barat, dibuka pada Maret tahun lalu.