BLITAR – De Karanganjar Koffieplantage kembali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak dibicarakan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Blitar. Kawasan wisata yang memadukan sejarah, edukasi kopi, dan keindahan bangunan kolonial ini terus menarik perhatian karena menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebanyakan tempat wisata modern.
Terletak di Desa Karanganjar, Kecamatan Nglegok, De Karanganjar Koffieplantage berdiri di tengah kawasan perkebunan kopi yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Usianya yang mencapai lebih dari 100 tahun menjadikan tempat ini sebagai salah satu saksi perkembangan industri kopi di Blitar, khususnya kopi jenis robusta dan arabika yang tumbuh subur di lereng Gunung Kelud.
Awalnya, perkebunan ini dikelola oleh keluarga bangsawan Belanda yang menata kawasan Karanganjar sebagai pusat produksi kopi. Sisa-sisa kejayaan itu masih tampak melalui bangunan kuno, rumah induk, furnitur antik, hingga berbagai arsip dan dokumentasi masa lalu. Semuanya kemudian dirawat dan dihadirkan kembali kepada publik dalam bentuk museum dan wisata heritage.
Pengunjung dapat menjelajahi rumah tua yang masih mempertahankan arsitektur kolonial, lengkap dengan galeri foto yang memperlihatkan kehidupan perkebunan di masa lalu. Banyak wisatawan mengaku atmosfer bangunan kuno inilah yang membuat De Karanganjar begitu istimewa.
Selain sisi sejarahnya, De Karanganjar Koffieplantage juga dikenal sebagai tempat favorit bagi pecinta kopi. Di sini, pengunjung juga dapat mengikuti tur edukasi yang memperlihatkan perjalanan kopi dari kebun hingga menjadi secangkir minuman siap saji.
Mulai dari proses penanaman, pemetikan, penjemuran, roasting, sampai cupping test, semua disajikan dengan penjelasan lengkap oleh pemandu yang berpengalaman. Pengunjung juga diberi kesempatan mencicipi kopi khas Karanganjar yang dikenal memiliki aroma earthy dan sedikit nutty, ciri khas kopi dari tanah Blitar.
Tidak hanya menawarkan edukasi, kawasan ini juga dipenuhi spot foto instagramable yang memadukan bangunan heritage dengan elemen modern. Taman yang ditata rapi, kursi-kursi bergaya Eropa hingga sudut-sudut rumah kolonial menjadi favorit pengunjung muda yang datang untuk berfoto.
De Karanganjar juga menyediakan area café outdoor yang nyaman dan sejuk. Dengan latar hijaunya kebun kopi, suasana ini menawarkan pengalaman bersantai yang jarang ditemukan di pusat kota.
Dalam beberapa tahun terakhir, kunjungan wisata ke tempat ini terus meningkat terutama pada akhir pekan dan musim liburan sekolah. Banyak wisatawan keluarga menjadikan De Karanganjar sebagai tujuan rekreasi karena suasananya yang tenang dan edukatif. Sementara itu, komunitas pecinta kopi dari berbagai daerah juga sering menyelenggarakan kegiatan seperti workshop atau diskusi kopi di lokasi ini.
Pengunjung luar daerah yang datang ke Candi Penataran atau kawasan wisata Nglegok pun biasanya menyempatkan mampir ke De Karanganjar karena jaraknya sangat dekat dan aksesnya mudah dijangkau.
Keberhasilan De Karanganjar Koffieplantage menghidupkan kembali kawasan perkebunan tua hingga menjadi destinasi populer tidak lepas dari kemampuannya menggabungkan wisata sejarah, edukasi, dan rekreasi secara harmonis. Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto atau bersantai, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang tradisi perkebunan kopi di masa kolonial.
Dengan terus meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata heritage dan kopi lokal, De Karanganjar Koffieplantage diprediksi akan tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Blitar dalam beberapa tahun ke depan.
