Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Banyak Pencari Kerja, tetapi Perusahaan Kesulitan Mencari Karyawan yang Sesuai: Apa yang Salah dengan Perencanaan SDM?

×

Banyak Pencari Kerja, tetapi Perusahaan Kesulitan Mencari Karyawan yang Sesuai: Apa yang Salah dengan Perencanaan SDM?

Sebarkan artikel ini

Oleh Dewi Kumalasari

Banyak Pencari Kerja, tetapi Perusahaan Kesulitan Mencari Karyawan yang Sesuai: Apa yang Salah dengan Perencanaan SDM?

DEPOKPOS – Masalah mencari pekerjaan masih menjadi perhatian di Indonesia. Setiap tahun, banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Namun, mendapatkan pekerjaan tidak selalu mudah. Di sisi lain, perusahaan juga membutuhkan karyawan yang memiliki keterampilan sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengapa banyak orang membutuhkan pekerjaan, tetapi perusahaan masih kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2026 mencapai 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta orang. Angka tersebut memang menurun dibandingkan Februari 2025, tetapi jumlah pengangguran masih menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan perlu mendapat perhatian.

Menurut saya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah perencanaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan. Perencanaan SDM bukan hanya tentang menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan, tetapi juga memperkirakan kemampuan dan keterampilan yang diperlukan pada masa mendatang. Apabila perusahaan tidak merencanakan kebutuhan tenaga kerja dengan baik, proses rekrutmen bisa menjadi kurang efektif. Perusahaan mungkin menerima banyak pelamar, tetapi hanya sedikit yang sesuai dengan kualifikasi pekerjaan.

Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat kebutuhan tenaga kerja terus berubah. Perusahaan membutuhkan karyawan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mampu menggunakan teknologi, berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dalam tim, dan beradaptasi dengan perubahan. Menurut saya, perusahaan sebaiknya tidak hanya berfokus mencari karyawan baru, tetapi juga memberikan pelatihan kepada karyawan yang sudah ada agar kemampuan mereka sesuai dengan perkembangan pekerjaan.

Permasalahan ini juga perlu menjadi perhatian lembaga pendidikan dan pemerintah. Lembaga pendidikan perlu membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, sedangkan perusahaan dapat memberikan kesempatan magang dan pelatihan kerja. Dengan adanya kerja sama tersebut, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Perusahaan pun dapat memperoleh calon karyawan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pada akhirnya, perencanaan SDM harus menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan. Perusahaan perlu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja, memahami keterampilan yang dibutuhkan, serta menyiapkan program pengembangan karyawan. Menurut saya, jika perencanaan SDM dilakukan dengan tepat, kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan dapat dikurangi. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan pencari kerja memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesulitan perusahaan dalam mencari karyawan yang sesuai tidak hanya berkaitan dengan keterampilan pencari kerja, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh perencanaan SDM yang belum optimal. Oleh karena itu, perusahaan perlu merencanakan kebutuhan tenaga kerja dengan baik, meningkatkan pelatihan, serta menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan. Dengan perencanaan SDM yang tepat, kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan dapat dikurangi sehingga tercipta tenaga kerja yang lebih kompeten dan produktif.

Penulis: Dewi Kumalasari