- Oleh: Indah Ayu, Pelajar
DERITA Gaza sesungguhnya belum sirna. Akan tetapi, karena berbagai persoalan yang melanda kaum Muslim, persoalan Gaza seperti tenggelam dan dilupakan. Padahal genosida yang Yahudi Lakukan terhadap penduduk Gaza masih berlanjut.
Tak ada tindakan nyata untuk menyelamatkan Gaza. Seperti biasa pula, zionis Yahudi mengabaikan segala kecaman dari para pemimpin Dunia Islam. Operasi militer pemusnahan penduduk Gaza pun terus berlanjut hingga kini.
Sejak perlawanan yang dilancarkan Hamas ke wilayah jajahan Israel pada 7 Oktober 2023, zionis Yahudi terus melakukan serangkaian serangan brutal ke kawasan Gaza. Hingga tulisan ini dibuat, korban di kalangan penduduk Gaza terus meningkat.
Situs berita Al-Jazeera pada awal Agustus ini melaporkan jumlah korban di Gaza sudah mencapai lebih dari 73 ribu orang dengan lebih dari 174 ribu lainnya mengalami luka-luka.
Militer Yahudi secara sengaja menyasar penduduk sipil termasuk anak-anak, perempuan, lansia bahkan warga disabilitas. Menurut PBB rata-rata 47 perempuan dan anak perempuan tewas setiap hari di Gaza. Tindakan ini pun direstui oleh para pejabat pemerintahan Israel dan para rabi atau tokoh agamanya.
Militer Yahudi juga melakukan tindakan kekerasan seksual dan pemerkosaan terhadap tahanan Palestina. Pada bulan Juni lalu Al Jazeera merilis laporan investigatif dan film dokumenter terbaru berjudul ”Bodies of Evidence: Israel’s Darkest Weapon”. Isinya berupa kesaksian adanya praktik pemerkosaan, kekerasan seksual, dan penyiksaan sistematis di pusat-pusat penahanan Israel.
Para tahanan yang menjadi korban bukan saja perempuan, tetapi juga kaum pria.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍۢ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۭا مُّبِينًۭ
Tidaklah patut bagi laki-laki dan perempuan Mukmin, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata (TQS al-Ahzab [33]: 36).
Terkait genosida di Gaza, sungguh telah jelas perintah Allah SWT sebagai satu-satunya solusi, yakni jihad untuk memerangi zionis Yahudi dan mengusir mereka dari tanah Palestina.
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُم
Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (TQS al-Baqarah [2]: 191).
Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh, dalam Kitab Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid 2, menyatakan bahwa jihad adalah fardu ’ain saat kaum Muslim diserang oleh musuh. Dalam konteks Palestina, fardu ’ain ini bukan hanya berlaku untuk Muslim di sana, tetapi juga berlaku untuk kaum Muslim di sekitar wilayah Palestina saat agresi musuh tidak bisa dihadang oleh warga setempat.
Karena itu sungguh telah berdosa kaum Muslim, terutama para penguasa mereka, yang berdiam diri dan tidak menggerakkan jihad untuk memerangi dan mengusir entitas Yahudi dari tanah Palestina.
Haram pula membuka hubungan diplomatik dengan zionis Yahudi, termasuk bergabung dengan BOP, yang menjadi sarana mengokohkan Israel.
Wahai kaum Muslim!
Serulah para pemimpin Anda agar mengerahkan pasukan untuk berjihad fi sabilillah mengusir Israel! Wajib bagi para pemimpin Dunia Islam untuk membebaskan tanah Palestina dengan kekuatan militer. Sungguh mereka akan menghadap Allah SWT dengan hisab yang amat berat atas sikap diam atau membatasi diri hanya dengan retorika kosong.
Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap darah Muslim yang tumpah di sana. Padahal mereka mempunyai kekuasaan dan kekuatan untuk menghentikan genosida di Gaza.
wallahu alam.
