Oleh Suci Ramhadani, mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Setiap manusia lahir dengan keunikan masing-masing, ada yang tinggi, ada yang pendek, ada yang mudah bergaul, ada yang pemalu, ada yang cepat menangkap pelajaran, ada yang butuh waktu lebih lama.
Perbedaan-perbedaan ini muncul bukan secara kebetulan, tetapi merupakan hasil dari perpaduan antara hereditas (faktor keturunan) dan lingkungan.
Dalam proses perkembangan, kedua faktor ini tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi dan memengaruhi.
Memahami hubungan keduanya penting agar kita dapat menyadari potensi diri dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan secara optimal.
Hereditas adalah pewarisan sifat dari orang tua kepada anak melalui genetik (gen) yang terdapat dalam kromosom.
Gen inilah yang membawa informasi mengenai berbagai sifat fisik maupun potensi tertentu seperti, warna kulit, rambut, mata, bentuk tubuh, tinggi badan, serta bakat tertentu misalnya musikal, olahraga, atau matematika.
Penting untuk ditekankan bahwa hereditas umumnya memberikan potensi dasar, bukan hasil akhir.
Misalnya, seseorang bisa saja mewarisi potensi tinggi badan dari orang tuanya, tetapi apakah ia benar-benar tumbuh tinggi atau tidak, ini tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti gizi dan kesehatan.
Lingkungan adalah segala hal di luar diri individu yang memengaruhi proses perkembangan, mulai sejak dalam kandungan hingga sepanjang hidupnya.
Faktor-faktor seperti cara mendidik orang tua, lingkungan sosial termasuk teman dan guru, keyakinan agama orang tua, serta kondisi sosial dan fisik sangat memengaruhi arah perkembangan pribadi seseorang.
Hereditas menjadi fondasi biologis perkembangan individu. Beberapa peran pentingnya antara lain: pertama, menentukan ciri fisik dasar seperti warna mata, tinggi badan potensial, bentuk wajah, dan tekstur rambut.
Kedua, membawa potensi kecerdasan dan bakat dari orang tua yang memiliki kemampuan akademik atau seni tertentu sering kali mewarisi potensi serupa.
Namun, tanpa latihan dan lingkungan yang mendukung, potensi tersebut bisa saja tidak berkembang maksimal.
Ketiga, Kerentanan terhadap penyakit tertentu, beberapa penyakit memiliki kecenderungan diturunkan, misalnya diabetes, hipertensi, atau kelainan genetik.
Hal ini mempengaruhi kondisi fisik dan perkembangan secara keseluruhan. Jika hereditas adalah modal dasar, maka lingkungan adalah tempat modal itu tumbuh.
Peran penting lingkungan antara lain: pertama, membentuk kepribadian dan karakter seperti, nilai-nilai yang diajarkan orang tua, kebiasaan sehari-hari, dan contoh yang diberikan lingkungan sekitar akan membentuk sikap seperti disiplin, jujur, kerja keras, atau sebaliknya.
Kedua, Mempengaruhi pola pikir dan perilaku sosial contohnya, lingkungan yang demokratis dan terbuka melatih anak untuk berani berpendapat sedangkan, lingkungan yang penuh kekerasan dapat membuat anak agresif, cemas, atau menarik diri.
Ketiga, Menjaga kesehatan fisik dan mental karena gizi yang baik, tempat tinggal yang sehat, dan dukungan sosial membantu perkembangan fisik dan mental yang optimal.
Dalam kenyataannya, hereditas dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Keduanya bekerja bersama-sama dalam proses perkembangan.
Beberapa contoh interaksi keduanya:
- Tinggi badan, hereditas memberikan potensi tinggi badan tertentu. Jika lingkungan mendukung gizi cukup, olahraga teratur, istirahat cukup, tinggi badan anak dapat mendekati potensi maksimalnya. Tetapi, jika gizinya buruk atau sering sakit, tinggi badan bisa jauh di bawah potensi.
- Kecerdasan dan prestasi belajar, anak mungkin mewarisi potensi kecerdasan tinggi. Prestasi belajarnya akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan seperti ada tidaknya dukungan orang tua, fasilitas belajar, kualitas pengajaran, dan motivasi dari lingkungan sekitar.
- Sifat kepribadian, anak yang secara bawaan cenderung pemalu bisa menjadi lebih percaya diri jika dibiasakan berinteraksi dalam lingkungan yang suportif.
- Sebaliknya, anak yang bawaan dasarnya aktif bisa menjadi sangat agresif jika berada di lingkungan penuh kekerasan.
Proses perkembangan manusia merupakan hasil kerja sama antara hereditas dan lingkungan. Hereditas menyediakan potensi dan landasan biologis, sementara lingkungan memberikan pengalaman, kesempatan, dan bentuk nyata dari potensi tersebut.
Memahami hubungan keduanya membantu kita untuk lebih sadar akan potensi dan keterbatasan diri, lebih serius menciptakan lingkungan yang positif, dan lebih bijak dalam menghargai perbedaan individu.
Dengan kata lain, kita memang tidak bisa memilih gen apa yang kita warisi, tetapi kita dapat berperan dalam membentuk lingkungan yang mendukung agar potensi yang ada dapat berkembang secara optimal.
