Scroll untuk baca artikel
Dunia

Serangan Iran Bikin Pasar Keuangan Israel Terpukul

×

Serangan Iran Bikin Pasar Keuangan Israel Terpukul

Sebarkan artikel ini

Investor yang panik melakukan aksi jual besar-besaran dan menimbulkan gejolak di pasar, sehingga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi Israel

DEPOKPOS – Serangan Iran dilaporkan menargetkan infrastruktur penting di Tel Aviv dan Haifa. Salah satunya adalah kilang minyak terbesar di Israel, Bazan, yang menyebabkan kerugian sekitar 3 juta dolar (sekitar Rp48,9 miliar) per hari, menurut Financial Times.

Bandara Ben Gurion sempat ditutup akibat serangan balasan Iran. Bandara itu, yang biasanya melayani 300 penerbangan dan 35 ribu penumpang per hari, hanya dibuka sebagian pada Minggu untuk evakuasi warga. Gangguan ini diperkirakan akan menambah kerugian ekonomi.

Penutupan bandara tersebut berbarengan dengan penghentian penerbangan oleh maskapai nasional Israel, El Al, yang mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari risiko.

Penerbangan ke Paris terpaksa mendarat di Siprus, sementara penerbangan ke Bangkok dialihkan ke Roma. Biaya operasional dari gangguan ini saja diperkirakan mencapai 6 juta dolar.

Pasar keuangan Israel juga terpukul. Serangan rudal Iran sempat menghantam Bursa Berlian Israel —sektor yang menyumbang sekitar 8 persen dari total ekspor negara itu. Menurut Israel Diamond Institute, serangan itu memicu kekhawatiran di Bursa Efek Tel Aviv.

Investor yang panik melakukan aksi jual besar-besaran dan menimbulkan gejolak di pasar, sehingga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi Israel.

Para pakar memperingatkan bahwa jika konflik terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi Israel bisa melambat, tingkat pengangguran meningkat, dan angka kemiskinan bertambah.

Kesepakatan gencatan senjata

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (23/6/2025) mengumumkan bahwa Israel dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata “total dan menyeluruh” di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Gencatan senjata itu mulai berlaku pada Selasa (24/6/2025) pukul 04.00 GMT (11:00 WIB). Trump menyerukan agar kedua pihak tidak melanggarnya.

Namun pada Selasa pagi, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan serangan besar-besaran ke Iran dengan dalih Iran telah melanggar kesepakatan. Iran membantah tuduhan itu dan berjanji akan membalas jika diserang lagi.

Pada Senin, Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar, menyusul serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu.

Serangan AS itu seperti siraman bensin ke api yang telah berkobar sejak Israel menyerang Iran pada 13 Juni, yang memicu serangan balasan dari Teheran.