DEPOKPOS – Apakah kamu pernah merasa sulit untuk menyampaikan pendapat karena merasa takut akan menyakiti perasaan orang lain? komunikasi merupakan jembatan yang menghubungkan kita dengan orang lain, tetapi tidak semua orang bisa membangun hubungan dengan bijak. Komunikasi asertif adalah seni keterampilan berbicara yang dilakukan dengan jelas, jujur, terbuka dan tegas, akan tetapi tetap menghormati perasaan serta batasan lawan bicara.
Apabila dikaitkan dengan Hubungan Interpersonal, kemampuan ini sangat penting untuk dimiliki seseorang agar dapat membangun hubungan yang positif, penuh empati dan saling mendukung satu sama lain. Dalam artikel ini, kami akan mengulas terkait pentingnya komunikasi asertif, serta tips mengimplementasikan komunikasi asertif yang dapat membantu kita dalam bersosialisasi dalam kehidupan sehari hari.
Mengapa Komunikasi Asertif Itu Penting Bagi Kita?
1. Membantu Mengendalikan Masalah atau Konflik
Komunikasi asertif dapat membantu kita dalam mencegah terjadinya konflik, dengan komunikasi asertif memungkinkan seseorang berpendapat dengan sikap yang tidak kasar maupun pasif. Menurut Ames, dkk., (2014) dengan kita memahami bahwa perkataan yang kita ucapkan dapat berdampak serta mempengaruhi perasaan orang lain, maka kita akan lebih sadar dan dapat memilah perkataan dengan menyampaikan ucapan yang berisi kalimat positif, sehingga dapat mengurangi kemungkinan munculnya konflik dalam hubungan sosial.
2. Memperkuat Hubungan Emosional
Dengan memberikan tanggapan yang positif terhadap kebahagiaan orang lain dapat meningkatkan hubungan emosional (Gable, dkk., 2006). Contohnya yaitu ketika teman kita menceritakan kabar baik bahwa ia diterima di perusahaan impiannya, apabila kita merespons dengan antusias, terbuka dan positif tanpa merendahkannya maka dapat meningkatkan rasa keterikatan satu sama lain secara emosional.
3. Membantu Self-Development
Keterampilan kita dalam berkomunikasi sangat berpengaruh dalam menjalin hubungan sosial dengan orang lain. Komunikasi asertif tidak hanya kemampuan yang dimiliki oleh orang orang tertentu saja, tetapi semua orang dapat melakukannya apabila ia mau berlatih. Menurut Ünal (2012) latihan komunikasi dapat membantu seseorang mendapatkan rasa kepercayaan diri dalam menyampaikan kebutuhan dan pendapat mereka serta tetap mempertimbangkan batasan orang lain. Oleh karena itu, apabila kemampuan komunikasi kita meningkat maka kita akan lebih percaya diri dan lebih mudah bersosialisasi dengan orang lain serta mampu membuat orang lain nyaman saat berkomunikasi dengan kita.
Tips Mengimplementasikan Komunikasi Asertif
Komunikasi asertif bukanlah bakat bawaan dari lahir, tetapi keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Berikut adalah beberapa strategi dan teknik dasar yang dapat kamu terapkan :
1. Menunjukan Empati dalam perkataan
Hindari segala sesuatu yang mungkin terdengar menuduh atau menyalahkan seperti “Kamu selalu ..” atau “Kamu tidak pernah…”. Sebagai gantinya, cobalah mengatakan “Saya merasa sedih ketika….” menjadikannya pernyataan ‘Saya’ yang akan menggambarkan emosimu dan tidak akan menempatkan seseorang dalam posisi tertekan (Ames & Wazlawek, 2014). Oleh karena itu, kamu perlu berempati terhadap perasaan orang lain yang akan menerima perkataanmu yaitu dengan memilah perkataan yang akan diucapkan kepada orang tersebut sehingga mengurangi kemungkinan lawan bicara tersakiti dengan perkataan kita.
2. Mendengarkan Aktif
Salah satu aspek penting dari komunikasi yang efektif adalah mendengarkan, bukan hanya menyampaikan sudut pandang kamu tetapi juga fokus pada lawan bicara, jangan menginterupsi dan berikan tanggapan yang tepat terhadap komentar mereka (Ünal, 2012). Karena dengan kita mendengarkan aktif apa yang disampaikan lawan bicara akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita. komunikasi asertif bukan sedar mengenai berbicara namun juga mendengerkan, hal tersebut bisa kamu lakukan dengan hal-hal dasar seperti kontak mata, menganggukkan kepala jika mengerti, tidak memotong pembicaraan hingga memvalidasi kembali apa yang kita dengar.
3. Tunjukkan Antusiasme dalam Percakapan yang Positif
Ketika orang lain menceritakan sesuatu yang baik atau kabar bahagia, kamu dapat mendukungnya dengan merespon seperti “Wah itu keren! Aku sangat bangga padamu,” untuk menunjukkan antusiasme dan kegembiraan serta dukungan untuk mereka. Komunikasi seperti ini dapat terbukti berguna dalam meningkatkan hubungan sosial (Gable et al., 2006). Dengan memberikan afirmasi positif kepada lawan bicara, dapat membuat mereka merasa didukung dan lebih menikmati momen bahagianya.
4. Jaga Nada Bicara dan Bahasa Tubuh
Bicaralah dengan tenang dan dengan percakapan yang ramah, seperti tubuh yang lebih terbuka, tersenyum atau mengangkat kepala dan mengangguk sebagai tanda kamu mendengarkan percakapan tersebut. Dengan menyesuaikan nada bicara, gesture dan ekspresi dapat meningkatkan minat lawan bicara kita dalam suatu percakapan, hal ini juga dapat meningkatkan rasa keterikatan dalam hubungan interpersonal.
5. Tentukan Batasan Secara Tegas
Dalam berkomunikasi kita tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan lawan bicara, tetapi kita juga perlu merasakan kenyamanan sehingga dapat menyampaikan pendapat dengan lebih terbuka dan tidak merasa tertekan. Jika kamu merasa tidak nyaman, kamu dapat mengatakannya dengan tegas tetapi sopan. Misalnya ada rekan kerja yang meminta bantuanmu melakukan pekerjaannya tetapi pekerjaanmu belum selesai, kamu dapat menyampaikannya seperti “Saya tidak bisa melakukannya sekarang, tetapi saya bisa membantu setelah pekerjaan saya selesai”. Ini akan membantu kamu dalam menetapkan batasan pribadi tanpa menyakiti orang lain. Karena komunikasi asertif itu dilakukan secara jujur dan terbuka terhadap orang lain.
Komunikasi Asertif dalam Hubungan Interpersonal
Dalam hubungan interpersonal tentunya komunikasi asertif memberikan dampak positif yang cukup besar karena mampu meningkatkan rasa saling memahami dan menghargai satu sama lain. Berikut merupakan dampak positif komunikasi asertif dalam hubungan interpersonal:
1. Meningkatkan Kepercayaan: Saat seseorang berbicara dengan jujur dan terbuka, maka orang lain akan lebih mempercayai dan menghargai perkataanya.
2. Mencegah Konflik yang Tidak Perlu: Tidak menyalahkan orang lain dengan memilih bahasa yang lebih sesuai saat mengingatkan dan mampu mengungkapkan kebutuhan kita dapat membuat percakapan menjadi lebih masuk nyaman dan tidak membuat orang lain merasa tertekan. Dengan Komunikasi asertif kita akan memahami posisi serta perasaan orang lain dalam percakapan untuk itu dapat memilah perkataan yang akan mencegah konflik atau menyakiti perasaan orang lain.
3. Memperkuat Ikatan Emosional: Dengan memberikan respon yang positif saat menceritakan kisah atau pencapaian seseorang seperti memuji orang lain, dapat memperkuat hubungan interpersonal.
Komunikasi asertif bukan hanya soal menyampaikan isi pikiran, tetapi juga soal memahami diri kita sendiri dan orang lain serta menjaga hubungan yang harmonis dan penuh empati. Selain itu, komunikasi asertif juga memungkinkan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan mereka dan kebutuhan orang Dengan menerapkan tips di atas, kamu dapat meningkatkan kualitas hubungan interpersonal, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pertemanan. Oleh karena itu, komunikasi asertif memerlukan latihan dan kesabaran jadi coba mulailah di hari ini dengan orang terdekat anda.
Rina Febrianti
Muhammad Dzikri Fuadi
