DEPOKPOS – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024 semakin mendekati masa akhir, dan persaingan antara dua pasangan calon gubernur, Pramono Anung-Rano Karno dan Ridwan Kamil-Suswono, semakin memanas. Kedua paslon menunjukkan persaingan yang sangat ketat, mencerminkan dinamika politik yang menarik pasca pemungutan suara pada 27 November 2024.
Tren Elektabilitas
Sebelumnya, hasil survei dari beberapa lembaga menunjukkan bahwa Pramono Anung dan Rano Karno (pasangan nomor urut 3) unggul dalam beberapa survei, seperti yang dipublikasikan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), di mana mereka meraih elektabilitas sebesar 46%.
Di sisi lain, pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (nomor urut 1) memperoleh dukungan sebesar 39,1% dalam survei yang sama. Survei lain dari Litbang Kompas juga menunjukkan Pramono-Rano dengan elektabilitas 38,3%, sementara Ridwan-Suswono di angka 34,6%.
Namun, hasil survei tidak selalu konsisten. Misalnya, Poltracking mencatat Ridwan Kamil-Suswono unggul dengan 51,6%, sementara Pramono-Rano hanya mendapatkan 36,4%. Hal ini menunjukkan adanya variasi dalam preferensi pemilih yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kampanye yang dilakukan oleh masing-masing pasangan.
Dukungan Tokoh dan Organisasi
Dukungan dari tokoh politik berpengaruh juga menjadi faktor penting dalam pertarungan ini. Ridwan Kamil didukung oleh Presiden Joko Widodo dan beberapa partai besar seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Golkar, dan Gerindra. Sementara itu, Pramono Anung mendapatkan dukungan dari Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), serta partai pengusungnya, PDIP.
Kedua pasangan calon juga berusaha menarik perhatian pemilih muda dengan pendekatan yang berbeda. Ridwan Kamil unggul di kalangan Gen Z dan Gen Y muda, sedangkan Pramono Anung lebih kuat di kalangan Gen Y Madya.
Strategi Kampanye
Menjelang hari pemungutan suara, kedua pasangan calon menggelar kampanye akbar sebagai strategi terakhir untuk meraih simpati pemilih. Ridwan Kamil berharap kehadiran Presiden Jokowi dalam kampanye akbarnya di Lapangan Banteng dapat meningkatkan elektabilitasnya. Di sisi lain, Pramono Anung juga mempersiapkan kejutan dalam kampanye akbarnya di Stadion Madya GBK.
Persaingan antara Pramono Anung dan Ridwan Kamil dalam Pilkada Jakarta 2024 menunjukkan dinamika politik yang sangat menarik. Dengan dukungan tokoh-tokoh penting dan strategi kampanye yang agresif, kedua pasangan calon berusaha merebut hati pemilih menjelang hari pencoblosan. Hasil akhir dari pertarungan ini akan sangat bergantung pada bagaimana masing-masing paslon dapat memanfaatkan sisa waktu kampanye untuk memperkuat dukungan mereka di mata publik.
Miftahul Janah
Mahasiswa Universitas Pamulang.
