DEPOKPOS – Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan pola penyakit dengan penyakit tidak menular semakin mendominasi masalah kesehatan. Penyakit tidak menular tersebut di antaranya adalah diabetes. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes pada penduduk berusia ≥15 tahun sebesar 11,7%. Angka tersebut mengalami peningkatan dari prevalensi sebesar 10,9% pada tahun 2018. Masalah tersebut juga terjadi di kalangan anak dan remaja. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak di Indonesia (IDAI), angka diabetes anak pada tahun 2023 meningkat sebanyak 70 kali lipat dibandingkan pada tahun 2010. Mayoritas diabetes pada anak terjadi pada kelompok usia 10–14 tahun (46,23%).
Healthy-Vention FKM UI hadir untuk berkontribusi pada terbentuknya generasi muda yang lebih sehat. Tahun ini, melalui kolaborasi antara Episentrum FKM UI dan KPK Sehat FKM UI, kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi dan ekshibisi terkait diabetes serta pola hidup sehat pada remaja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan bagi remaja dan masyarakat setempat.
Pulau Pramuka menjadi fokus kegiatan Healthy-Vention FKM UI karena cukup tingginya kasus diabetes. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, Kepulauan Seribu menjadi kota/kabupaten dengan persentase diabetes tertinggi ke-2 di DKI Jakarta. Sebagai pusat pemerintahan dan pulau terpadat di Kepulauan Seribu, risiko diabetes di Pulau Pramuka sangat penting untuk diperhatikan. Faktor seperti pola makan berisiko, minimnya pengetahuan, dan riwayat keluarga turut memicu tingginya angka diabetes di wilayah ini. Dengan edukasi dan dukungan kesehatan, Pulau Pramuka diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan produktif.
Healthy-Vention FKM UI dilaksanakan selama 6 hari pada 13–18 Agustus dengan membawa serangkaian kegiatan yang sangat menarik. Kegiatan dibuka dengan melakukan edukasi diabetes kepada ibu-ibu setempat di RPTRA Pulau Pramuka. Kegiatan inti adalah Deliver yang merupakan edukasi kesehatan kepada SMPN 133 Jakarta dan SMAN 69 Jakarta. Selain edukasi, dilakukan juga kegiatan jalan sehat bersama dan pemeriksaan kesehatan. Healthy-Vention FKM UI juga melakukan penempelan poster kesehatan melalui kegiatan Healthy-Poster. Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan Advokasi sebagai forum diskusi kepada pihak puskesmas dan sekolah terkait isu diabetes dan minuman berpemanis di lingkungan sekolah. Acara ditutup bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia melalui Grand Closing. Acara tersebut diisi dengan berbagai permainan dan perlombaan yang mendukung promosi gaya hidup sehat.
Melalui kegiatan Healthy-Vention FKM UI, kurang lebih sebanyak 400 warga Pulau Pramuka telah menerima edukasi mengenai diabetes, mulai dari ibu-ibu, anak-anak, hingga siswa SMP dan SMA. Selain itu, sebanyak 46,69% masyarakat yang diedukasi juga mengalami peningkatan pengetahuan. Pihak sekolah juga terbuka dengan rekomendasi kebijakan yang dibuat mahasiswa. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, salah satu rekomendasi yang diterapkan adalah mulai dijualnya air mineral di kantin sekolah sebagai alternatif minuman manis.
Kegiatan Healthy-Vention FKM UI diharapkan dapat memberikan manfaat dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat (terutama remaja) di Pulau Pramuka mengenai diabetes. Namun, upaya Healthy-Vention FKM UI ini hanyalah langkah awal sehingga diperlukan aksi lanjutan dari berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan dampaknya. Di sisi lain, diharapkan akan ada gerakan lainnya untuk menciptakan komunitas yang lebih sadar kesehatan. Gerakan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, seperti mulai menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Tim Healthy-Vention FKM UI 2024
