Muhammadiyah dan Grand Syekh Al Azhar Bertemu Bahas Moderasi hingga Kemanusiaan

Muhammadiyah dan Grand Syekh Al Azhar Bertemu Bahas Moderasi hingga Kemanusiaan

JAKARTA – Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar pertemuan di Gedung Dakwah Muhammadiyah dan membahas sejumlah isu mulai dari moderasi, keagamaan, pendidikan, hingga kemanusiaan.

“Poin pentingnya Al Azhar menjadi pusat lahirnya ulama besar di Indonesia dan kemajuan peradaban Islam sejak dahulu,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Jakarta, Kamis.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kamala Harris Pede Maju di Pilpres AS

Haedar mengatakan Grand Syekh menekankan pentingnya prinsip wasathiyah (moderasi beragama) yang berakar pada ajaran agama masing-masing.

Bagi Islam, kata Grand Syekh, prinsip beragama itu merujuk pada Al Quran dan As Sunnah, dan tidak boleh ingkar dari sunnah.

“Banyak hal substansial dari Al Quran yang memerlukan penjelasan dari As Sunnah,” kata dia.

Haedar mengatakan bahwa Grand Syekh juga menyoroti pentingnya ilmu dirasah Islamiyah yang sangat mendalam dan kompleks. Ia menyebutkan bahwa umat Islam memiliki perangkat ilmu yang sangat kokoh dan teruji dalam sejarah, termasuk ilmu hadis.

BACA JUGA:  Biografi Singkat Kamala Harris yang Ditunjuk Biden jadi Penggantinya

“Untuk mencapai kebenaran satu hadis saja, penelitian sanad dan periwayatannya sangat detail. Tidak ada sub ilmu yang begitu kompleks, selain ilmu hadis,” katanya.

Muhammadiyah dan Al Azhar juga bersepakat untuk memperkuat nilai-nilai Islam berkemajuan, tidak hanya soal penyebaran nilai-nilai wasathiyah.

“Al Azhar dan Muhammadiyah itu perlu terus meningkatkan kerja sama, bukan hanya dalam hal wasatiyah, tetapi membawa kemajuan umat Islam,” kata dia.

Islam harus menjadi pemecah masalah bukan menjadi bagian dari masalah, baik secara internal maupun eksternal. Perbedaan mahzab, paham, dan lainnya bukan untuk saling terpecah, justru harus menjadi kekuatan dalam membangun persatuan peradaban.

BACA JUGA:  Israel Serang 5 Sekolah dalam Seminggu Pembantaian di Gaza

Umat Islam juga harus menjadi pemecah dari sikap ketertinggalan, keterbelakangan, dan kebodohan. Pemecah masalah inilah yang disebut Haedar dan Grand Syekh sebagai Islam yang membawa kemajuan peradaban.

“Beliau mengatakan bahwa, selain kita berbeda, tapi kedepankan persatuan, kedepankan kebersamaan, karena dengan bersatu dan bersama kita akan bisa lebih maju,” kata dia.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait