Oase  

Pentingnya Menyambung Tali Silaturahmi

DEPOKPOS – Silaturahmi, atau hubungan baik antar individu, merupakan nilai yang ditekankan dalam agama Islam. Hadis-hadis Rasulullah SAW memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya menyambung tali silaturahmi dan konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Salah satu hadis yang menekankan pentingnya silaturahmi adalah sebagai berikut,

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلَاثَةٌ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : وَاصِلُ الرَّحِمِ وَامْرَأَةٌ مَاتَ زَوْجُهَا وَتَرَكَ أَيْتَامًا فَتَقُومُ عَلَيْهِمْ حَتَّى يُغْنِيَهُمْ اللَّهُ أَوْ يَمُوتُوا وَرَجُلٌ اتَّخَذَ طَعَامًا وَدَعَا إلَيْهِ الْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ

Artinya: Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada tiga orang yang mendapat naungan Arasy pada hari kiamat: orang yang menjaga silaturahim, seorang istri yang ditinggal mati suaminya kemudian membesarkan anak-anak yatimnya sampai Allah mencukupi mereka atau sampai mereka wafat, dan orang yang membuat makanan kemudian mengajak anak yatim dan orang miskin untuk makan.

BACA JUGA:  Tips Mudah Menghafal Al-Qur'an

Hadis ini menunjukkan bahwa tindakan menyambung tali silaturahmi memiliki balasan yang sangat mulia dari Allah SWT, dengan menyambung tali silaturahmi maka Allah akan memberikan balasan atau imbalan yang berupa naungan Arasy pada hari kiamat kelak.

Dalam konteks sosial, Rasulullah SAW juga menunjukkan bahwa menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu tanda keimanan dan ketakwaan. Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah menyatakan, “Orang yang sempurna imannya adalah yang baik budi pekertinya, dan yang tidak baik adalah yang tidak disenangi tetangganya” (HR. Muslim). Dengan mempertahankan hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat sekitarnya, seseorang menunjukkan kesempurnaan iman dan ketakwaannya.

BACA JUGA:  Tips Mudah Menghafal Al-Qur'an

Silaturahmi juga bisa membukakan pintu rezeki, keyakinan bahwa silaturahmi dapat membuka pintu rezeki merupakan salah satu ajaran yang ditekankan dalam Islam. Terdapat beberapa hadis yang menggambarkan hubungan antara menyambung tali silaturahmi dengan mendapatkan berkah dan rezeki dari Allah SWT. Salah satu hadis yang relevan adalah hadis riwayat Imam Ahmad, An-Nasa’i, dan Al-Hakim dari Abu Hurairah. Dalam hadis ini, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan memanjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan Al-Hakim)

Dalam konteks ini, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa dengan memelihara hubungan baik dengan keluarga dan sesama, seseorang dapat berharap atas kelapangan rezeki dan umur yang panjang dari Allah SWT.

BACA JUGA:  Tips Mudah Menghafal Al-Qur'an

Melalui hadis-hadis ini, Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada umat Islam bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi atau norma sosial semata, melainkan merupakan bagian integral dari ajaran agama Islam. Menyambung tali silaturahmi dianggap sebagai amalan yang membawa berkah, keberkahan, dan kesempurnaan iman.

Sebagai kesimpulan, hadis-hadis tentang silaturahmi mengajarkan umat Islam untuk menjaga dan memelihara hubungan baik dengan sesama manusia, keluarga, dan tetangga. Dengan melakukan hal ini, seseorang tidak hanya memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia, tetapi juga mendapatkan pahala dari Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk menjadikan silaturahmi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengamalan ajaran agama Islam secara utuh.

Luki Muhammad Alfrido