Scroll untuk baca artikel
Oase

Pandangan Islam dalam Menyikapi Kasus Bunuh Diri

×

Pandangan Islam dalam Menyikapi Kasus Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Angka kematian akibat bunuh diri yang semakin meningkat menjadi perhatian di seluruh dunia. Dengan demikian Indonesia memiliki rata-rata sekitar 900 kematian yang diakibatkan oleh bunuh diri. Seperti yang kita ketahui, bahwa di dalam islam hidup dan kematian itu hal yang hanya diketahui oleh Allah SWT dan yang berwenang atas itu hanyalah Allah SWT.

Agama Islam melarang kita menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan perbuatan bunuh diri. Dalam surat Al-Baqarah ayat 195 :

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Bunuh diri adalah suatu perbuatan yang sangat zalim dan tidak diperbolehkan dalam islam karena islam melarang dan mengharamkan bunuh diri. Kenapa bunuh diri dalam islam dilarang dan diharamkan? Rasulullah SAW menjelaskan dalam beberapa hadist di Al-Qur’an yang membahas tentang hukum, larangan dan dosa mengakhiri hidup.

Hukum Bunuh Diri dalam Islam

Dalam Surah An-Nisa ayat 29, Allah SWT dengan tegas sangat melarang hamba-Nya untuk menyakiti diri sendiri. Umat muslim diperintahkan untuk tidak berputus asa atas Rahmat-rahmat Allah SWT selama hidup di dunia.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.”

Rasulullah SAW menyebutkan dalam sebuah hadits Riwayat Abu Hurairah :

”Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri, dengan menggunakan besi, maka besi tersebut akan ditempelkan pada perutnya di neraka jahanam selamanya”

”Dan barang siapa yang membunuh dirinya meggunakan racun, maka racun yang berada di tangannya akan ia rasakan selamanya di neraka Jahannam. Dan barang siapa menjatuhkan diri dari puncak gunung sehingga ia meninggal dunia ia akan dijatuhkan di neraka Jahannam selamanya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Orang yang mengakhiri hidupnya sendiri akan mendapatkan siksa yang sangat pedih di akhirat nanti dan mereka akan di siksa dengan cara yang sama seperti mereka mengakhiri hidupnya di dunia.

“Barang siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, makai ia akan menusukkan senjata itu ke tubuhnya sendiri di neraka untuk selamanya, dan siapa yang bunuh diri sengan racun, maka dia akan meminumnya di neraka untuk selamanya. Dan barang siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan menjatuhkan dirinya dari tebing, maka dia akan mentajuhkan dirinya berulang-ulang ke neraka selamayanya.”

Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyatakan bahwa Tuhan yang memberikan anugerah dan menentukan kematian. Di jelaskan dalam (Q.s An-Nahl; 70)

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفّٰىكُمْ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌࣖ
“\
“Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudia mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”

Perspektif Ilmu Psikologi Dalam Kasus Bunuh Diri

Teori Psikoanalisis Freud
Freud mengungkapkan bahwa bunuh diri itu adalah pembunuhan, suatu perluasan atas teorinya mengenai depresi. Ketika seseorang kehilangan orang yang dia cintai sekaligus orang yang dibencinya, dan meleburkan orang tersebut dengan sendirinya. Agresi di alihkan ke dalam. Jika perasannya cukup kuat, orang tersebut akan bunuh diri.

Teori Sosiologis Dukheim
Bunuh diri egostik dilakukan oleh orang yang sedikit keterikatan dengan keluarga, Masyarakat, sahabat, atau komunitas, orang asing dan tidak memiliki dukungan unutk dapat berfungsi adaptif dalam lingkungan sosial.

Neurokmia dan bunuh diri memeiliki hubungan antara serotonin dan impulsivitas.

Pencegahan Bunuh Diri dalam Psikologi

Bunuh diri disebabkan oleh ekspektasi yang tinggi atau tidak realistis, kesenjangan antar ekspektasi dan kenyataan diperlukannya penerimaan terhadap kenyataan yang terjadi dalam proses kehidupan.

Membuka pandangan pelaku yang berniat untuk bunuh diri dengan membantunya melihat bahwa bunuh diri bukan cara yang benar untuk menyelesaikan masalah, serta meminta pelaku untuk tidak melakukan Tindakan bunuh diri dan membantu pelaku dengan cara mengajak dia berbicara untuk menemukan Solusi atas masalah yang ia miliki.

Jangan meninggalkan orang yang berniat bunuh diri sendirian dengan alat senjata tajam, obat-obatan, tali tambang dan sebagainya

Setiap orang dapat membantu mencegah bunuh diri dengan mempelajari tanda-tanda peringatan, mempromosikan pencegahan dan ketahanan, serta komitmen terhadap perubahan sosial.

Pencegahan Bunuh Diri dalam Islam

Menggantungkan Hidup Kepada Allah SWT
Jika manusia beriman dan masih mempunyai keyakinan akan rukun Iman, rukun Islam, dan fungsi iman kepada Allah SWT pasti dia tidak akan merasakan hidupnya sendiri. Orang yang selalu mengingat Allah tidak akan merasa masalah yang dia hadapi itu berat karena yakin Allah SWT tidak akan menguji kita melebihi batas kemampuan kita, dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya yang kesulitan.

Dunia Bukan Sebagai Tujuan Hidup
Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Termasuk kehidupan kita yang akan selalu ada masalah-masalah yang menimpa manusia. Dikarenakan dunia dalam pandangan islam adalah tempat sementara, singgahan dan hanya untuk mempersiapkan bekal akhirat. Orang yang memeiliki keinginan untuk bunuh diri biasanya menempatkan dunia di atas segalanya. Ketika ada masalah yang mengganggunya dia berputus asa dan memilih untuk bunuh diri. Padahal di semua kesulitan pasti ada kemudahan bagi kita untuk membereskan semua permasalahan tersebut.

Melihat Banyak Orang di Luar Sana yang Kesusahan
Jika kita mengalami kesusahan atau pun kesulitan, lihatlah orang-orang diluar sana yang berada di bawah kita yang mengalami kesulitan lebih. Dengan melihat ke bawah kita akan lebih banyak merasa. bersyukur dan merasa beruntung karena masih ada nikmat lain yang bisa kita syukuri.

Selalu Merasa Bersyukur dan Mengoptimalkan Perintah Allah SWT
“Dan (ingatlah) Ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” (Q.S Ibrahim : 7)

Allah SWT akan menambahkan nikmatnya berkali-kali kepada orang-orang yang selalu bersyukur dan mencari celah nikmat lainnya yang Allah berikan.

Mempunyai Teman yang Shaleh/Shalehah
Orang-orang yang shaleh/shalehah akan mengkondisikan diri agar hidup dengan nilai-nilai islam dan Allah SWT. Maka dari itu, memiliki teman yang shaleh/shalehah akan membuat kita jauh dari permasalahan bunuh diri, karena bisa saling mengingatkan, bersabar akan masalah yang menimpa diri kita, dan yang merugikan kita di dunia maupun di akhirat.

Najlaa Shafira Az-Zahra Panggabean dan Safira Anaya Putri
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamk