GAZA, PALESTINA – Israel telah menggempur Jalur Gaza selama 45 hari berturut-turut ketika wilayah Palestina yang terkepung menghadapi bencana kemanusiaan yang semakin besar.
Menyusul terhentinya layanan medis dan komunikasi di Kota Gaza pada 10 November, Kementerian Kesehatan di Gaza belum dapat memberikan jumlah korban secara rutin dan akurat.
Namun, menurut kantor media pemerintah di Gaza, pada 19 November, menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Israel adalah sebagai berikut:
Gaza
Terbunuh: Setidaknya 13.000
Termasuk:
5.500 anak
3.500 wanita
Terluka: Setidaknya 30.000
Dengan sekitar 75 persen diantaranya adalah anak-anak dan perempuan
Hilang: Setidaknya 6.000
Tepi Barat
Terbunuh: Setidaknya 215
Termasuk 50 anak
Terluka: Lebih dari 2.750
Israel
Di Israel, pada 10 November, para pejabat merevisi jumlah korban tewas dari 1.405 menjadi ‘sekitar 1.200’.
Terbunuh: Sekitar 1.200
Terluka: Setidaknya 5.600
Warga di Gaza berbondong-bondong ke rumah sakit dan sekolah PBB demi keselamatan, berharap Israel akan mematuhi hukum internasional dan tidak menyerang koordinat tersebut.
Namun, tempat penampungan dan perawatan medis juga belum lepas dari serangan Israel.
Lebih dari separuh rumah di Gaza – 222.000 unit tempat tinggal rusak dan lebih dari 54.000 hancur total
dan 300 sekolah rusak.
