Bullying Masih Marak, Butuh Solusi Komprehensif

Oleh: Luthfiyah Raima Hayyan, Mahasiswi UI

Bullying merupakan suatu fenomena yang semakin marak terjadi di instansi pendidikan. Akhir-akhir ini di media sosial ramai dengan berita FFA, yaitu seorang siswa sekolah dasar di Bekasi yang kakinya diamputasi karena diduga menjadi korban bullying.

Awalnya FFA mengalami cedera pada bagian kakinya dan mengalami infeksi di bagian dalam. Akibat pembullyan yang dialaminya oleh kelima temannya, FFA terancam kehilangan kaki kirinya karena harus dilakukan amputasi.

Menurut kronologi, FFA awalnya sedang berada di kelas yang kemudian diajak oleh kelima temannya untuk jajan di luar sekolah. Saat itu FFA yang sedang berjalan diselengkat dan ditendang oleh temanya dari arah belakang hingga terjatuh, kemudian FFA mengalami luka dibagian tangan dan juga memar pada dengkul kaki.

Teman-temannya bukan menolong FFA tapi malah menertawakan dan mengolok-oloknya sambil mengancam agar tidak memberitahukan hal tersebut kepada orangtua ataupun guru. [Tribun Trends.com, 31/10/2023]

BACA JUGA:  Merasa Kurang Pede? Lakukan 7 Hal Ini!

Pada faktanya, Bullying masih menjadi masalah serius di lingkungan sekolah di Indonesia dan membutuhkan solusi yang komprehensif untuk mengatasinya. Selain itu, kesadaran dan pendidikan tentang bullying harus ditingkatkan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat agar dapat mencegah terjadinya tindakan bullying dan mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.

Pencegahan bullying di sekolah dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang bullying, memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku bullying, menyediakan dukungan dan konseling bagi korban bullying, dan meningkatkan pengawasan dan perhatian pihak sekolah terhadap bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.

Bullying adalah problem sistemik, butuh kerjasama dan upaya serius dari semua pihak untuk menyelesaikan hal tersebut. Sistem pendidikan dan kehidupan sekuler yang diterapkan di negeri ini terbukti gagal melahirkan pelajar dan individu yang saleh dan bertakwa.

Bullying adalah suatu perbuatan seseorang yang suka menggertak, mengganggu, mengusik atau bahkan mengintimidasi. Bullying dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

BACA JUGA:  Hindari Cat Calling dengan 7 Cara Ini!

Bullying tidak hanya memiliki dampak psikologis yang signifikan, tetapi juga membawa implikasi sosial yang dapat memengaruhi dinamika kelompok, lingkungan sekolah, dan bahkan struktur sosial yang lebih besar.

Oleh karena itu, solusi yang komprehensif diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Bullying masih menjadi masalah serius di lingkungan sekolah di Indonesia dan membutuhkan solusi yang komprehensif untuk mengatasinya.

Selain itu, kesadaran dan pendidikan tentang bullying harus ditingkatkan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat agar dapat mencegah terjadinya tindakan bullying dan mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.

Adapun enam bentuk bullying menurut kementrian PPPA adalah: Kontak fisik langsung dengan memukul atau menendang, Kontak verbal langsung dengan mengejek atau mencela, Perilaku non verbal langsung dengan mengancam atau melihat dengan sinis, Non verbal tidak langsung dengan mengucilkan atau mengabaikan, Cyber bullying dengan menghina atau mencemarkan nama baik, Pelecehan seksual dengan fisik ataupun verbal.

BACA JUGA:  Definisi, Jenis dan Dalil Tentang Riba

Bullying masih saja terjadi, padahal sudah ada banyak aturan yang ditetapkan oleh negara, Diantaranya pada peraturan undang-undang no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak pasal 80 bahwa pelaku dapat dipidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan atau denda paling banyak tujuh puluh dua juta rupiah, jika korban mengalami luka berat maka pelaku dipidana dengan penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak seratus juta rupiah, dan jika korban mati maka pelaku dipidana penjara sepuluh tahun atau denda paling banyak dua ratus juta rupiah. Adapun penyebab terjadinya bullying terjadi dikarenakan dua faktor, Pertama yaitu faktor internal seperti pola asuh dan tidak bahagianya pelaku, Kedua faktor eksternal seperti pengaruh teman dan lingkungan yang buruk.