Fakultas Filsafat UGM Gelar Festival Karawitan

Festival karawitan berlangsung selama satu hari penuh dari pagi hingga malam hari

Selain festival karawitan, turut diselenggarakan pameran batik dan makanan tradisional

DEPOKPOS – Fakultas Filsafat UGM menggelar festival karawitan yang berlangsung pada Rabu (25/10) di kampus setempat. Penyelenggaran festival karawitan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari peringatan puncak dies natalis Fakultas Filsafat UGM ke-56.

Ketua Pantia Festival Karawitan UGM, Dr. Sartini, mengatakan festival ini diikuti oleh 25 kelompok karawitan di DIY. Selain dari kelompok karawitan internal UGM, festival ini juga diikuti sejumlah kelompok karawitan dari luar UGM seperti UNY, Kejaksaan Tinggi DIY, dan kelompok karawitan dari Pedukuhan Blotan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan

“Festival ini diadakan untuk melestarikan budaya Jawa dan mewadahi serta mengapresiasi kelompok-kelompok gamelan untuk tampil,” terangnya, Rabu (25/10).

Festival karawitan berlangsung selama satu hari penuh dari pagi hingga malam hari. Selain festival karawitan, dalam kesempatan itu turut diselenggarakan pameran batik dan makanan tradisional.

Sementara Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian, Kerja Sama & Alumni Fakultas Filsafat UGM, Dr. Iva Ariani, menyampaikan bahwa festival karawitan merupakan kegiatan yang rutin digelar Fakultas Filsafat UGM setiap tahunnya. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat yang ditunjukkan dengan semakin tingginya animo kelompok karawitan di Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan ini.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Congot

“Fakultas Filsafat tahun ini bisa menggelar kembali festival karawitan dengan acara yang lebih besar dan diikuti lebih banyak peserta serta dimeriakan dengan pameran batik dan bazar kuliner nusantara,”tuturnya.

Lebih lanjut Iva mengatakan bahwa budaya di Indonesia menjadi pilar bagi pengembangan dan pendidikan budi pekerti serta memantapkan nilai-nilai kearifan lokal. Pengaruh teknologi dan arus globalisasi yang begitu kuat semakin mengikis nilai kearifan lokal masyarakat. Hal tersebut mendorong Fakultas Filsafat UGM yang memiliki visi mengembangkan filsafat nusantara untuk menghangatkan kembali dan melestarikan budaya Indonesia salah satunya gamelan, batik, dan lainnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan

“Beragam kegiatan dalam rangkaian dies natalis ini kita selenggarakan dalam upaya menguatkan nilai budaya dan kultural,” ucapnya.

Penulis: Ika