Opini  

Harga Beras Naik Lagi di Tengah Perekonomian yang Sulit

Oleh: Eva Ummu Naira, Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

Apa kabar harga beras hari ini? Gaduhnya pemberitaan kenaikan harga beras seperti pil pahit yang membuat rakyat semakin menjerit di tengah perekonomian yang sulit. Seperti dilansir CNBC Indonesia, (22/8/2023), harga beras kembali cetak rekor tertinggi. Panel Badan Pangan mencatat, harga beras medium hari ini naik menjadi Rp12.110 per kg, rata-rata nasional harian di tingkat pedagang eceran.

Disampaikan juga oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, naiknya harga beras saat ini sebab dipicu oleh kenaikan harga gabah. Kepala DKPP Bojonegoro, Helmy Elisabeth, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Mochammad Rudianto mengatakan, naiknya harga gabah saat ini merupakan pemicu pada kenaikan harga beras. Diketahui harga terkini mencapai Rp12.000-Rp13.000 per kilogram untuk beras medium (Banyuurip.com, 31/8/2023).

BACA JUGA:  Miskonsepsi tentang Feminisme dalam Pendidikan

Beberapa faktor penyebab naiknya harga beras menimbulkan spekulasi dan pandangan di masyarakat. Naiknya harga beras dipicu juga oleh kondisi cuaca kemarau dan gagal panen. Petani yang biasa mendapatkan 1 ton beras dari panen saat ini hanya setengah saja, selain itu juga ditutupnya pintu ekspor beras ke India serta banyaknya pengalihan lahan pertanian menjadi lahan industri dan pemukiman.

Terus berulang dan tak tuntas penyelesaian berbagai kenaikan kebutuhan pokok di tanah air seperti kenaikan harga beras ini, berbagai kebijakan dan regulasi diterbitkan, operasi pasar bahkan pemberian bantuan sosial berupa beras pun telah dilakukan pemerintah, tapi tetap saja tak dapat menyelesaikan masalah dengan tuntas.

BACA JUGA:  Miskonsepsi tentang Feminisme dalam Pendidikan

Seperti itulah yang terjadi di negeri ini yang terkenal akan kekayaan alam yang subur dan lahan yang sangat luas. Beras yang merupakan makanan pokok rakyat Indonesia semestinya menjadi perhatian besar bagi pemerintah untuk memenuhi ketersediaan kebutuhan pokok ini yang bisa menjangkau masyarakat khususnya masyarakat kecil dan menengah.

Dalam Islam pemenuhan kebutuhan pokok oleh negara dilandasi atas dalil syara bahwa tugas negara adalah meriayah (mengurusi urusan umat). Negara sudah seharusnya menjalankan tugasnya termasuk dalam menyediakan kebutuhan pokok rakyatnya dengan berupaya mengantisipasi kekurangan bahan pangan karena faktor alam dan lainnya.

Negara juga akan melakukan langkah dan kebijakan sesuai hukum syara dalam seluruh aspek kehidupan rakyatnya. Termasuk dalam sektor pertanian, misalnya dengan ektensifikasi pertanian yaitu menghidupkan tanah yang mati, menjadi lahan yang berguna. Negara akan memberikan lahan pertanian pada siapapun yang mampu mengolahnya.

BACA JUGA:  Miskonsepsi tentang Feminisme dalam Pendidikan

Selain itu ada juga intensifikasi pertanian yaitu penggunakan alat-alat pertanian dengan berteknologi canggih sehingga hasil pertanian lebih baik lagi, serta berlepas ketergantungan dari negara lain. Dan masih banyak cara lain yang bisa dilakukan negara untuk meningkatkan hasil pertanian sehingga terpenuhi kebutuhan pokok rakyatnya, maka niscaya ketahanan pangan negara akan terwujud. Tentu Saja hal itu hanya bisa terwujud dalam sistem yang memiliki aturan dari al-Khalik (Pencipta) yaitu Allah SWT.[]