180 Degrees Consulting Universitas Indonesia Global Business Environment Case Challenge 2023: Mendorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Indonesia Melalui Pengurangan Karbon Bisnis Hijau

180 Degrees Consulting Universitas Indonesia Global Business Environment Case Challenge 2023: Mendorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Indonesia Melalui Pengurangan Karbon Bisnis Hijau

DEPOKPOS – Pada tanggal 16 Juli 2023, acara bergengsi yang dinanti-nantikan, 180 Degrees Consulting Universitas Indonesia Global Business Environment Case Challenge, sukses digelar. Acara ini tak hanya menghadirkan para mahasiswa dari berbagai universitas, tetapi juga menggandeng sejumlah tokoh berpengaruh dalam berbagai bidang sebagai mentor dan juri acara final. Dengan tema “Supporting Indonesia’s Sustainable Economic Development through Carbon Reduction Green Business”, acara ini memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan pemahaman tentang keberlanjutan bisnis dari perspektif lingkungan, mengintegrasikan mahasiswa, masyarakat, dan pelaku bisnis dalam sebuah platform edukasi yang inovatif.

Sebagai latar belakang, 180 Degrees Consulting Universitas Indonesia adalah cabang dari salah satu perusahaan konsultan mahasiswa terbaik di dunia, 180 Degrees Consulting. Organisasi ini didirikan pada tahun 2007 di Australia dan telah berkembang menjadi jaringan yang menghubungkan lebih dari 90 universitas di seluruh dunia. Salah satu fokus utama dari organisasi ini adalah memberikan layanan konsultasi pro-bono kepada organisasi nirlaba dan sosial, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan mereka sambil memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan menjadi bagian dari 180 Degrees Consulting, mahasiswa Universitas Indonesia memiliki akses ke jaringan global yang luas dan kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai proyek yang relevan secara sosial.

Bacaan Lainnya

Mengapa Tema “Supporting Indonesia’s Sustainable Economic Development through Carbon Reduction Green Business” Penting?

Indonesia adalah salah satu negara dengan keanekaragaman alam yang luar biasa, tetapi juga memiliki tantangan besar dalam mengelola sumber daya alamnya dengan berkelanjutan. Tema acara ini, yaitu pengurangan karbon melalui bisnis hijau, sangat relevan dengan situasi saat ini. Perubahan iklim dan degradasi lingkungan menjadi isu global yang semakin mendesak, dan Indonesia harus berperan dalam upaya global untuk mengurangi dampak negatifnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa UI Raih Juara Pertama Tingkat Internasional Berkat Inovasi Penguatan Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Geowisata Ujung Kulon

Pengembangan ekonomi yang berkelanjutan adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini. Bisnis yang berfokus pada pengurangan emisi karbon dan praktik bisnis yang ramah lingkungan adalah langkah penting menuju pembangunan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, 180 Degrees Consulting Universitas Indonesia Global Business Environment Case Challenge berperan penting dalam mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang bagaimana bisnis dapat menjadi agen perubahan positif dalam upaya melawan perubahan iklim.

Mentor dan Juri Berpengalaman

180 Degrees Consulting Universitas Indonesia Global Business Environment Case Challenge 2023 menghadirkan sejumlah mentor dan juri yang sangat berpengalaman dalam berbagai bidang, termasuk konsultan, organisasi non-pemerintah (NGO), influencer, dan akademisi. Mentor-mentor seperti Kak Diaz Ryzka Salsabila dan Kak Ananda Pasha dari Bain & Company, Kak Erica Carolina dan Kak Nisrina Kahfi dari Boston Consulting Group, serta Kak Imam Sefriyadi dari PwC Indonesia telah berhasil membantu mahasiswa finalis mengembangkan solusi inovatif untuk tantangan yang diberikan.

Sementara itu, juri-juri seperti Pak Tamjianto – Senior Manager Transformation Office at PT Wijaya Karya Persero Tbk (WIKA), Kak Fenny Desriani dari Skha Consulting, Kak Puteri Modiyanti – 4th Runner-Up of Puteri Indonesia 2023 & Puteri Indonesia DKI Jakarta 2, Kak Rais Salsa Muhammad – Master’s student at Stanford & UC Berkeley, serta Kak Brurce Mecca – Senior Analyst at Climateworks Centre & Yale Climate Fellow 2022 memainkan peran penting dalam menilai presentasi finalis. Dengan beragam latar belakang dan pengalaman, mereka memastikan bahwa solusi yang diajukan tidak hanya berkelanjutan dari segi lingkungan, tetapi juga dapat diterapkan dalam dunia bisnis nyata.

Partisipasi Internasional yang Luas

Acara ini juga mencapai tingkat partisipasi yang luar biasa dengan lebih dari 200 peserta dari 3 negara dan 10 universitas yang berbeda. Hal ini menunjukkan minat yang kuat dalam isu-isu keberlanjutan dan pengurangan karbon, serta keinginan mahasiswa untuk berkontribusi dalam mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Adapun tiga tim yang memenangkan kompetisi ini adalah Tim Crumble Crew dari Universitas Indonesia yang terdiri dari Shanaya Nasywa Ramadi, Timothy Keanu Putra Sinaga, dan Aisyarini Vanesha Aji sebagai Juara Pertama. Lalu ada Tim 360 Fahrenheit dari Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Hariando Hardi, Johanes Krisna Arianta, Jasmine Iliyya, dan Martinus Kurnia sebagai Juara Kedua. Kemudian Tim Momentum dari Institut Teknologi Bandung yang terdiri dari Lucia Jovita Jusni, Muhammad Soni Kesuma Anom, dan Maria Dominica Wendy sebagai Juara Ketiga.

BACA JUGA:  Program Kolaboratif Indonesia-Malaysia, “SustainaBlue” Ditujukan Untuk Percepat Pengembangan Blue Economy dan Green Transition

Acara ini tidak hanya memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan peserta, tetapi juga memiliki dampak positif yang signifikan pada lingkungan. Berikut adalah beberapa cara acara ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya pelestarian lingkungan:

⦁ Pengurangan Emisi Karbon:
Tema utama acara ini adalah “Supporting Indonesia’s Sustainable Economic Development through Carbon Reduction Green Business”. Dengan berfokus pada pengurangan emisi karbon, acara ini mendorong mahasiswa dan peserta untuk mengembangkan solusi yang berkelanjutan dalam bisnis mereka. Solusi-solusi ini dapat membantu perusahaan mengurangi jejak karbon mereka yang akan membantu mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim.

⦁ Penggunaan Energi Terbarukan:
Salah satu aspek penting dari bisnis hijau adalah pemanfaatan sumber daya energi terbarukan. Dalam acara ini, mahasiswa mengusulkan ide-ide yang mendukung beralih ke sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, atau energi air. Ini adalah langkah positif dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

⦁ Pengelolaan Limbah yang Lebih Baik:
Bisnis hijau juga melibatkan pengelolaan limbah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Mahasiswa mengusulkan solusi untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan daur ulang, yang pada gilirannya akan mengurangi pencemaran lingkungan dan penggunaan sumber daya alam yang berlebihan.

BACA JUGA:  Society of Petroleum Engineers UI Raih Penghargaan Internasional

⦁ Peningkatan Kesadaran Lingkungan:
Acara ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Dengan berfokus pada keberlanjutan bisnis, acara ini membantu mengedukasi peserta tentang pentingnya mengintegrasikan pertimbangan lingkungan dalam setiap aspek bisnis. Hal ini dapat mempengaruhi mereka untuk mengambil tindakan yang lebih berkelanjutan dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.

⦁ Penggerak Bisnis Berkelanjutan:
Dengan melibatkan GEYO, Skha Consulting, dan WIKA sebagai partner kasus, acara ini menciptakan kesempatan bagi perusahaan untuk mendengarkan ide-ide inovatif dari generasi muda. Ini bisa menginspirasi perusahaan-perusahaan ini untuk mengadopsi praktik bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan dalam operasi mereka, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pengurangan dampak lingkungan mereka.

⦁ Model Pengembangan Berkelanjutan:
Acara ini juga dapat berfungsi sebagai model pengembangan berkelanjutan bagi acara-acara serupa di masa depan. Dengan mengintegrasikan praktik-praktik berkelanjutan dalam perencanaan dan pelaksanaan acara, 180 Degrees Consulting Universitas Indonesia dapat menjadi contoh bagaimana acara-acara besar dapat dijalankan dengan dampak lingkungan yang minimal.

⦁ Kesinambungan Perubahan Positif:
Melalui edukasi dan implementasi praktik bisnis yang berkelanjutan, acara ini tidak hanya memberikan manfaat segera, tetapi juga memiliki potensi untuk menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dalam jangka panjang dalam cara perusahaan dan individu berinteraksi dengan lingkungan.

Dengan demikian, 180 Degrees Consulting Universitas Indonesia Global Business Environment Case Challenge 2023 tidak hanya merupakan sebuah acara kompetisi, tetapi juga sebuah wadah untuk mendorong kesadaran dan tindakan positif terhadap perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan di seluruh dunia.

180 Degrees Consulting Universitas Indonesia

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait