Opini  

Tentang Hobi Cosplay di Kalangan Remaja

 

Popularitas budaya pop Jepang semakin berkembang di era sekarang ini. Bercosplay menjadi ajang kompetisi hobi yang semakin populer di kalangan remaja. Cosplay, singkatan dari “Costum Play” atau berpakaian seperti karakter adalah kegiatan di mana seseorang mengenakan kostum dan aksesori yang menggambarkan karakter fiksi dari manga, anime, film atau video game.

Saya suka melihat orang-orang yang bercosplay, karena saya merasa mereka yang bercosplay sedang mengekspresikan kreativitas mereka dengan cara yang unik dan menarik. Mereka dapat merancang dan membuat kostum sendiri, menciptakan tampilan yang akurat sesuai karakter yang mereka pilih.

Hal ini, memungkinkan mereka para remaja untuk belajar dan mengasah keterampilan dalam bidang desain, menjahit, ataupun seni tata rias. Selain itu, bercosplay juga memungkinkan mereka untuk menghayati peran karakter, mengasah kemampuan akting, dan mengekspresikan kepribadian mereka dengan cara yang kreatif.

Selain itu, bercosplay membawa banyak manfaat sosial bagi mereka sendiri. Mereka dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan membentuk komunitas yang solid. Mereka dapat berbagi pengalaman, tips, dan trik pembuatan kostum, tata rias, dan peran karakter. Saya sendiri mendapatkan pengetahuan tentang kehidupan cosplay dari mereka yang sudah berpengalaman.

Acara-acara cosplay seperti festival jejepangan yang sering diadakan mengundang mereka untuk tampil di depan umum. Ajang itu juga dijadikan sebagai kesempatan mereka untuk menunjukkan karya mereka kepada orang lain. Saya sangat menyukai karya dan kreativitas mereka masing-masing. Hal itu dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memberikan dorongan positif untuk terus berkarya.

Tidak hanya itu, bercosplay juga merupakan bentuk hiburan yang menyenangkan. Mereka, para remaja dapat menikmati menjadi bagian dari dunia yang mereka sukai dan menghidupkan karakter favorit mereka. Mereka dapat merasakan kegembiraan dan kepuasaan saat orang lain mengakui dan menghargai kostum dan penampilan mereka.

“Kak, kostumnya cantik sekali sangat mirip dengan karakter kesukaanku, umakeup nya sangat in character, aku suka penampilan kaka” kalimat-kalimat pujian itulah yang membuat mereka merasa bangga dengan hasil karyanya.

Namun, ternyata bercosplay memiliki tantangan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan. Mulai dari pembuatan kostum yang rumit dan detail membutuhkan waktu, usaha, dan keterampilan. Selain itu, biaya untuk membeli bahan dan aksesori menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.

Walaupun hanya sekadar hobi, mereka harus mengenali batasan diri untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental selama melakukan aktivitas cosplay. Karena saya sering melihat mereka yang terlalu lelah dalam menjalankannya bahkan sampai jatuh sakit.

“Memang sangat melelahkan, apalagi saat datang ke event besar. Tapi aku senang sekali karena orang-orang memujiku dengan baik” ucap salah seorang temanku yang bercosplay.

Intinya, hobi bercosplay bagi mereka para remaja sangat menyenangkan, mereka dapat mengekspresikan diri dengan cara yang kreatif. Selain itu, dapat mengasah keterampilan dan menikmati budaya pop Jepang secara bebas. Mendapatkan pengalaman yang berharga dan mengembangkan diri dalam berbagai bidang.

Penulis: Meliana Tesa