Membangun Rasa Percaya Diri dalam Public Speaking

Tampil Berbicara di depan umum atau yang biasa di sebut public speaking sering membuat orang gugup jika tidak punya pengalaman atau pun kepercayaan diri yang kuat dalam dirinya. Hal ini tidak saja terjadi buat Anda yang baru pertama kali tampil berbicara di depan umum, namun juga di rasakan orang-orang/mahasiswa yang sudah terbiasa tampil melakukan presentasi atau public speaking.

Bagi kalangan mahasiswa memiliki kepercayaan diri dalam public speaking atau menyampaikan gagasan dari diri mereka sendiri merupakan hal yang seharusnya, dan hal yang utama mahasiswa harus kuasai karena untuk menunjang berbagai kegiatan dan kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas akademika seperti presentasi makalah, presentasi laporan akhir, seminar, dan berpidato. Sehingga rasa kepercayaan diri mahasiswa dalam public speaking sudah seharusnya memasuki kategori yang tinggi. Sebagai mahasiswa yang sudah terbiasa berbicara di depan publik maka akan memiliki kepercayaan diri yang kuat dan tinggi tanpa ada keraguan dalam berbicara.

BACA JUGA:  5 Tips untuk Menenangkan Pikiran

Rasa percaya diri itu bisa muncul karena keyakinan dalam diri sendiri akan kemampuan yang dimilikinya, kepercayaan diri pun secara psikologi menurut para ahli, seperti Hambly ( 1992 ) berpendapat bahwa kepercayaan diri diartikan sebagai keyakinan terhadap diri sendiri sehingga mampu menagani segala situasi dengan tenang, kepercayaan diri lebih banyak berkaitan dengan hubungan seseorang dengan orang lain. Tidak merasa inferior di hadapan siapapun dan tidak merasa canggung apabila berhadapan dengan banyak orang.

Namun, apakah dapat di yakini semua mahasiswa bisa tampil percaya diri ketika berbicara di hadapan banyak orang?.

Sesekali, kita selayaknya manusia pasti pernah dihadapkan pada kondisi dimana kita harus berbicara di hadapan banyak orang, entah itu telah dipersiapkan terlebih dahulu ataupun tidak. Rasa grogi atau tidak percaya diri itu tiba-tiba muncul dalam pikiran, perasaan dan suasana yang kita rasakan. Perasaan tersebut semakin lama mebuat perasaan kita semakin panik, tidak tenang, berfikir yang negative akan sudut pandang orang lain dan kehilangan fokus saat mempersiapkan diri sebelum melakukan public speaking.

BACA JUGA:  Jangan Terjebak Hubungan Toxic, Lakukan Ini!

berada di perguruan tinggi, sebagai mahasiswa tentunya akan melaksanakan yang namanya diskusi dalam beberapa mata kuliah untuk melatih kesiapan mental dalam menyampaikan gagasan dan mengelola ruangan kelas. Dalam diskusi akan di ketahui mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri dan tidak memiliki kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan kondisi yang seharusnya, pada kenyataanya sebagian besar mahasiswa belum memiliki kepercayaan diri berbicara didepan publik.

Tidak semua mahasiswa bisa memiliki kemampuan public speaking dengan baik. Banyak di antara mereka yang justru tampil di depan publik tampak terlihat gugup, takut, cemas, berkeringat, gemetar, panik, dingin, pucat, dan bingung di mata para audiensnya. Hal ini disebabkan karena banyak diantara para pembicara terburu buru tanpa melakukan ketenangan terlebih dahulu yang membuat pernapasan yang mereka lakukan secara pendek atau setengah-setengah dengan pernapsan dada sebagai bentuk refleks dari rasa takut itu sendiri. Maka dari itu fakta yang di alami beberapa mahasiswa yang melakukan publick speaking tanpa menanamkan rasa percaya diri .

BACA JUGA:  Mengatasi Rasa Malas, Gampang Koq!

Berikut adalah beberapa tips yang ingin saya bagi buat Anda terutama untuk mahasiswa meningkatkan percaya diri dalam presentasi dan juga dapat Anda terapkan dalam bentuk public speaking lainnya.

Kuasai materi

Kepercayaan diri dapat didukung dengan adanya persiapan bahan materi ketika ingin tampil dan pahami hingga kita mengusai materi itu dengan baik, sehingga kepercayaan diri semakin meningkat.

Keyakinan kemampuan diri

adalah sikap postif seseorang tentang dirinya. Ia mampu secara sungguh-sungguh akan apa yang dilakukannya.

Optimis

adalah sikap positif yang dimiliki seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri dan kemampuannya.

Objektif

adalah orang yang memandang permasalahan atau sesuatu sesuai dengan kebenarannya yang semestinya, bukan menurut kebenaran pribadi ataupun menurutnya sendiri.