Profesor UGM: TIK Memengaruhi Pengembangan Kota Cerdas

DEPOKPOS – Isu-isu perkotaan dan pengembangan kota cerdas menjadi bagian yang perlu untuk didiskusikan dalam membahas trend pengembangan perkotaan. Konsep kota cerdas menjadi penting dewasa ini dan banyak diadopsi oleh kota-kota di dunia terutama dalam perencanaan dan pengelolaan kota yang sarat akan inovasi.

Maraknya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diantaranya teknologi digital telah membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Menguatnya pemanfaatan TIK menjadikan transformasi ruang menuju ruang virtual yang membawa konsekuensi reorientasi dan masa depan Bidang Geografi, Geografi Perkotaan, dan Pengembangan Perkotaan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  UI Raih Posisi 5 Besar Dunia, Implementasi Dua Agenda SDGS di THE Impact Rankings 2023

“Tentang ruang virtual ini tentunya akan menjadi fokus utama dalam kaitannya dengan transformasi ruang yang banyak dipengaruhi oleh adanya kemajuan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,” ujar Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T, di Balai Senat UGM, Selasa (16/5) saat dikukuhkan dalam jabatan Guru Besar Bidang Ilmu Geografi Perkotaan pada Fakultas Geografi UGM.

Rachmawati menuturkan perubahan konsep ruang, pergerakan, dan desentralisasi lokasi akibat pemanfaatan TIK telah menggoyahkan konsep ruang dan pergerakan yang selama ini didominasi oleh ruang fisik dan bergeser ke pemanfaatan ruang virtual. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan pergerakan penduduk baik dari pusat kota ke pinggiran maupun sebaliknya.

BACA JUGA:  FTUI Bangun Fasilitas Baru

Menyampaikan pidato pengukuhan Ruang Kota Masa Depan: Implementasi Konsep Smart City untuk Smart Sustainable Urban Development, ia menyebut momentum pandemi Covid-19 telah banyak membawa perubahan pada masyarakat dalam mengakses layanan publik perkotaan melalui inovasi berupa aplikasi berbasis TIK. Bahkan, hasil pemetaan menggunakan data Laporan Mobilitas Komunitas Google (Google Community Mobility Report Data) memperlihatkan adanya perubahan tempat kerja selama pandemi Covid-19 karena pola kerja dari rumah yang diistilahkan dengan Work from Home System (WfH).

BACA JUGA:  Pendaftaran SIMAK UI Program Sarjana dan Vokasi Dibuka Hingga 6 Juli 2023

Situasi ini tentunya mempercepat meningkatnya pemanfaatan TIK serta literasi digital masyarakat. Meski begitu, sistem WfH selama pandemi Covid-19 yang diprediksi akan berlanjut hingga masa Post Covid-19 menunjukkan gejala sebaliknya yaitu kegiatan Work from Office (WfO) yang kembali menguat sebagaimana sebelum pandemi.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait