Menjadi Cerdas

Oleh: Dewi Purnasari

Banyak orang yang berilmu dan bertitel di dunia ini. Tidak hanya laki-laki, tetapi para perempuan juga banyak yang menyandang titel, bahkan lebih dari satu. Semakin banyak orang mempunyai kesempatan menuntut ilmu setinggi-tingginya saat ini. Tidak hanya ilmu pengetahuan, kesempatan untuk menuntut ilmu agama juga terbuka lebar belakangan ini. Tak heran, kini banyak orang yang semakin piawai di berbagai disiplin ilmu.

Bacaan Lainnya

Sahabat, jika kita melihat orang tanpa mengetahui titelnya, seringkali kita terkecoh, ya. Hal ini karena, biasanya terlihat sama saja antara orang yang bertitel dengan yang tidak. Kita baru bisa menilai kecerdasan seseorang jika orang tersebut mengeluarkan pendapatnya. Pendapat yang disampaikan ini bisa berupa kalimat pemaparan, penilaian, pertanyaan, ataupun jawaban. Intinya adalah narasi yang dapat dinilai bobotnya. Hal ini berlaku juga dalam narasi tulisan, walaupun pada banyak orang, menulis lebih sulit dari pada berbicara.

Apapun bentuk narasinya, baik lisan ataupun tulisan, sejatinya dapat menunjukkan kadar kecerdasan seseorang. Walaupun setiap orang berasal dari latar belakang kehidupan yang berbeda-beda, tetapi kecerdasan pemikiran seseorang tetap akan terpancar dari lisan ataupun tulisannya. Kecerdasan yang dimaksud di sini adalah kecerdasan yang menyeluruh, bukan parsial. Karena memiliki kecerdasan yang menyeluruh berarti dapat menjawab semua permasalahan kehidupan dengan tuntas dan mendasar.

Sahabat, pernahkah sahabat berjumpa dengan orang yang bisa menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang memuaskan? Rasanya sosok yang demikian hanya Rasulullah SAW, ya. Namun di masa sekarang, banyak pula para pewaris Nabi dalam hal keilmuan bisa kita temukan. Para ulama (orang yang berilmu) adalah orang yang bisa menjawab berbagai hal terkait kehidupan. Para ulama ini tidak harus bertitel, ya sahabat. Bahkan banyak dari kalangan ulama yang namanya tidak tersohor, namun memiliki ilmu yang tidak diragukan lagi luasnya.

Sahabat, kecerdasan yang hakiki sesungguhnya ada pada orang yang selalu mengaitkan kehidupan dunia dengan kehidupan sesudah dunia. Orang yang memiliki kecerdasan hakiki ini bahkan selalu mampu mengaitkan segala hal dengan Al-Khalik (Sang Pencipta). Ilmu pengetahuan (sains), Ilmu Kemasyarakatan, Ilmu Ekonomi, dan lain-lain ketika dikaitkan dengan kekuasaan Al-Khalik (Allah SWT), maka akan melahirkan kesempurnaan ilmu. Ketika hal ini dikuasai oleh seseorang, maka jadilah ia seseorang yang memiliki kecerdasan hakiki.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait