<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Brawijaya &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/universitas-brawijaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Aug 2025 06:23:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>Universitas Brawijaya &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kelompok 69 FISIP Bakti Desa Universitas Brawijaya Terapkan Edukasi Kepada Kelompok Ibu-ibu PKK Melalui Sosialisasi Tumbuh Kembang Anak Lewat Kalender Informatif</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/kelompok-69-fisip-bakti-desa-universitas-brawijaya-terapkan-edukasi-kepada-kelompok-ibu-ibu-pkk-melalui-sosialisasi-tumbuh-kembang-anak-lewat-kalender-informatif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 06:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90960</guid>

					<description><![CDATA[Desa Kebobang, 10 Juli 2025 – Kelompok FISIP...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Desa Kebobang, 10 Juli 2025</strong> – Kelompok FISIP Bakti Desa (FBD) 69 Universitas Brawijaya telah melaksanakan pengabdian terhadap Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam rangka meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, Ibu-Ibu PKK Desa Kebobang kini didukung dengan hadirnya kalender informatif hari anak. Kalender ini menjadi alat edukasi penting yang memberikan informasi terkait hak-hak anak, perkembangan anak, dan kegiatan positif yang dapat mendukung masa depan buah hati.</p>
<p>Kalender informatif hari anak ini mengandung panduan lengkap untuk para ibu, mulai dari tahap kehamilan, masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Melalui kalender ini, para Ibu PKK dapat lebih mudah memantau dan memastikan tumbuh kembang anak secara optimal, serta mengisi kegiatan yang mendukung kesehatan dan edukasi anak. Dilengkapi dengan jadwal harian yang mendukung kegiatan anak bersama Ibu. Ketua PKK, Ibu Rini, juga mendukung adanya kalender informatif yang dapat diakses oleh ibu-ibu PKK ini secara mudah.</p>
<p>Selain memberikan informasi yang mudah dipahami, kalender ini juga mengandung pesan-pesan motivasi dan anjuran untuk menjaga hak anak serta mengoptimalkan peran ibu dalam pengasuhan. Hal ini sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2025, yaitu “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, yang mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya kelompok Ibu-Ibu PKK sebagai pilar keluarga untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak demi masa depan bangsa.</p>
<p>Sebagai bagian dari sinergi pemberdayaan keluarga, Ibu-Ibu PKK Desa Kebobang menggelar pertemuan rutin yang sekaligus menyosialisasikan penggunaan kalender ini agar menjadi panduan nyata dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak desa. Melalui langkah ini, diharapkan peringatan Hari Anak tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sebagai pengingat komitmen bersama dalam memastikan setiap anak di Desa Kebobang tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lomba Mewarnai di TK Dharma Wanita Balesari Berlangsung Meriah dan Penuh Warna</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/lomba-mewarnai-di-tk-dharma-wanita-balesari-berlangsung-meriah-dan-penuh-warna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 12:21:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90210</guid>

					<description><![CDATA[Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung perkembangan kreativitas dan motorik halus anak usia dini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung perkembangan kreativitas dan motorik halus anak usia dini</em></h3>
</blockquote>
<p><strong>Balesari, Malang</strong> – Suasana riang terpancar dari wajah-wajah kecil para murid TK Dharma Wanita Balesari, Dusun Gendogo, pada Jumat pagi, 18 Juli 2025. Hari itu, mereka mengikuti kegiatan lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya kelompok 67. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung perkembangan kreativitas dan motorik halus anak usia dini.</p>
<p>Anak-anak duduk rapi di atas tikar dan meja belajar mini yang disediakan, masing-masing memegang krayon mereka. Satu per satu mulai mengisi gambar yang telah dibagikan dengan warna-warna cerah sesuai imajinasi masing-masing. Meski suasana ramai, mereka tetap tampak fokus dan menikmati prosesnya, menciptakan momen belajar yang menyenangkan tanpa tekanan. Mahasiswa KKN yang bertugas pun turut mendampingi dan memberikan semangat, sambil sesekali membantu anak-anak yang mengalami kesulitan teknis seperti krayon yang patah. Suasana menjadi hidup dan akrab, memperlihatkan interaksi positif antara mahasiswa dan anak-anak desa.</p>
<p>Setelah seluruh gambar terkumpul, tim KKN melakukan penilaian untuk menentukan tiga karya terbaik. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kerapian pewarnaan, keselarasan warna, dan keberanian anak dalam mengeksplorasi ruang gambar. Meskipun banyak karya yang menarik, akhirnya dipilih tiga pemenang yang dianggap paling menonjol dari segi kreativitas dan kerapihan.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima hadiah sederhana berupa snack ringan dan alat tulis. Walau tidak mewah, hadiah tersebut disambut dengan antusias dan senyuman bangga dari para juara. Anak-anak yang belum menang pun tetap tampak senang, karena bagi mereka, pengalaman berpartisipasi jauh lebih berharga.</p>
<p>Selain mengasah kreativitas, lomba ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar bersosialisasi, bekerja mandiri, dan menghargai karya teman-temannya. Di usia yang masih dini, pengalaman seperti ini bisa menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang positif. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian hadiah, diiringi tepuk tangan dari seluruh peserta dan pendamping. Meski sederhana, acara ini meninggalkan kesan yang menyenangkan, baik bagi anak-anak maupun para mahasiswa yang terlibat. Sebuah kegiatan kecil yang memberi warna dalam perjalanan belajar mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Membangun Potensi Ekonomi Kreatif Berbasis Digital di Desa Balesari</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/mahasiswa-kkn-universitas-brawijaya-membangun-potensi-ekonomi-kreatif-berbasis-digital-di-desa-balesari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 09:39:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90152</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS, MALANG – Kelompok KKN FBD KOMPAK 67...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://www.depokpos.com/">DEPOKPOS</a>, MALANG</strong> – Kelompok KKN FBD KOMPAK 67 Universitas Brawijaya menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi kreatif berbasis digital yang diselenggarakan di Desa Balesari. Kegiatan tersebut ditujukan kepada kelompok PKK Induk Dasawisma Mawar, Dusun Gendogo, Desa Balesari.</p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 8 Juli 2025, menghadirkan tiga rangkaian utama, yaitu sosialisasi digital marketing melalui WhatsApp Business, workshop pembuatan lilin aromaterapi, serta pelatihan fotografi. Seluruh kegiatan dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas ekonomi kreatif ibu-ibu PKK, sekaligus mendukung pengembangan usaha kecil di desa.</p>
<p>Dalam rangkaian kegiatan pertama, yaitu digital marketing melalui WhatsApp Business, Muhammad Raffi Prayoga dari Ilmu Pemerintahan FISIP UB angkatan 2023, yang merupakan pemateri di dalam sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa pemanfaatan WhatsApp Business dapat menjadi solusi praktis dan gratis bagi pelaku UMKM.</p>
<p>Dengan fitur inovatif yang dihadirkan oleh WhatsApp Business, yaitu katalog produk dan broadcast message, dapat dimanfaatkan dalam memasarkan produk kreatif mereka secara lebih luas tanpa harus bergantung pada promosi manual. Selain memaparkan fitur-fitur inovatif dari aplikasi WhatsApp Business, peserta juga diberikan tips etika pemasaran digital, seperti pentingnya fast respon, penggunaan bahasa yang ramah, serta menjaga konsistensi promosi di jam kerja.</p>
<p>Sebagai hasil dari program kerja sosialisasi digital marketing melalui aplikasi WhatsApp Business, mahasiswa KKN FBD KOMPAK 67 Universitas Brawijaya menghasilkan sebuah infografis edukatif mengenai pemanfaatan WhatsApp Business untuk mendukung pemasaran produk lokal. Infografis ini dirancang sederhana, menarik, dan mudah dipahami, sehingga dapat digunakan sebagai media panduan bagi peserta sosialisasi maupun masyarakat Desa Balesari secara luas.</p>
<p>Pada rangkaian kedua salah satu karya yang dihasilkan adalah lilin aromaterapi berbahan kopi, yang dijelaskan oleh Angela Christy Kusumaputri Nalle mahasiswi Hubungan Internasional FISIP UB. Desa Balesari mempunyai kekayaan alam berupa kopi yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai komoditas konsumsi.</p>
<p>Selama pelaksanaan program kerja kami melibatkan ibu-ibu PKK Dusun Gendogo dalam tahap dasar pembuatan lilin, pencetakan, hingga pengemasan produk. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan wawasan, tetapi juga membangun keterampilan baru yang dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin menciptakan produk yang tidak hanya cantik secara visual, tapi juga punya cerita di baliknya cerita tentang kopi Balesari, tentang tangan-tangan warga yang membuatnya, dan tentang semangat ekonomi kreatif desa”<br />
Di rangkaian terakhir tentang pelatihan fotografi dimana pemateri adalah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB bernama Anandayu Pavita Bayuaji. Pelatihan fotografi ini tidak hanya mengajarkan teknik dasar fotografi produk, tetapi juga menghasilkan katalog visual digital yang menampilkan lilin aromaterapi yang telah dibuat oleh ibu-ibu PKK dusun Gendogo.</p>
<p>Katalog tersebut dirancang sebagai media promosi yang dapat digunakan di platform digital seperti instagram, shoppe, atau e-commerce yang lain. Dengan Visual yang menarik serta informatif, katalog tersebut dapat memperkuat branding untuk UMKM yang di jalankan di Dusun Gendogo.</p>
<p>Melalui 3 rangkaian program kerja yang saling terintegrasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN FBD KOMPAK 67, mahasiswa KKN FBD Universitas Brawijaya telah berhasil menghasilkan karya nyata yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif serta berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara kreativitas, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat mampu membangun pondasi ekonomi kreatif desa. Desa Balesari kini tidak hanya memiliki produk unggulan, tetapi juga kapasitas digital untuk memasarkan dan mengembangkan potensi lokal desa Balesari secara luas.</p>
<p>Muhammad Raffi Prayoga</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKN FBD KOMPAK Universitas Brawijaya dan SDN 3 Balesari Gelar Market Day Bertema Kewirausahaan Anak</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/kkn-fbd-kompak-universitas-brawijaya-dan-sdn-3-balesari-gelar-market-day-bertema-kewirausahaan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 00:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90111</guid>

					<description><![CDATA[KKN FBD KOMPAK Kelompok 67 Universitas Brawijaya bekerja sama dengan SDN 3 Balesari menggelar kegiatan edukatif bertajuk Market Day]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; KKN FBD KOMPAK Kelompok 67 Universitas Brawijaya bekerja sama dengan SDN 3 Balesari menggelar kegiatan edukatif bertajuk Market Day, yaitu bazaar makanan yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 sebagai pelaku langsung kegiatan wirausaha. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan anak sejak dini sekaligus melatih tanggung jawab, kerja sama, dan keterampilan komunikasi melalui pengalaman berjualan secara langsung.</p>
<p>Market Day dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juli 2025, dan diawali dengan pembukaan oleh MC, penampilan tarian daerah Misoyomino, sambutan Koordinator Desa KKN FBD UB Kelompok 67, serta sambutan hangat dari Kepala Sekolah SDN 3 Balesari, Bapak Bambang Sudibyo, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga terhadap inisiatif mahasiswa KKN, yang disebutnya belum pernah dilakukan oleh kelompok manapun sebelumnya. Ia bahkan menyebut bahwa “Kelompok 67 mudah diingat, karena sama dengan tahun kelahiran saya,” ungkapnya disambut tawa hangat audiens. Beliau juga memberikan doa dan harapan agar KKN FBD KOMPAK 67 dapat terus membawa dampak positif bagi sekolah dan desa.</p>
<p>Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan infografis edukatif hasil program kerja mahasiswa, yaitu Indonesian Culture Games dan Pelatihan Canva: Desain Label Produk. Peresmian pembukaan Market Day oleh MC, lalu penutupan diiringi penampilan Tari Nusantara dari siswa kelas 5 SDN 3 Balesari.</p>
<p>Dalam Market Day tersebut, setiap kelas membuka stand makanan dengan menu yang berbeda-beda. Anak-anak bertanggung jawab penuh mulai dari proses perencanaan, pembuatan produk, hingga menjajakan makanan ke pengunjung. Para orang tua turut membantu di stand masing-masing kelas, menciptakan kolaborasi yang hangat dan semarak antar warga sekolah.</p>
<p>Berikut adalah beberapa contoh produk yang dijual oleh tiap kelas:</p>
<p>Kelas 6: Es teler, es kacang hijau, roti selai, donat, klepon, agar-agar jelly, puding, lemper, ongol-ongol, bola ubi, tahu, sosis gulung, marshmallow rainbow, dll.<br />
Kelas 5: Gethuk talas, singkong lipat, rujak manis, keripik talas, es kacang hijau, perkedel talas.<br />
Kelas 4: Sosis solo, lupis, bola jelly, burger, stick singkong, es jeruk purut, arem-arem.<br />
Kelas 3: Kue jadul, pisang coklat, jemblem, ongol-ongol, perkedel, mochi, rujak.<br />
Kelas 2: Es Manado, onde-onde telo, tela-tela, pilus ubi.<br />
Kelas 1: Nutrijell kelapa, es kelapa muda, rujak legi, pilus ubi, sawut singkong, risol mayo.</p>
<p>Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah antusiasme siswa dan cepatnya produk yang dijual habis bahkan sebelum acara resmi dibuka. Hal ini membuktikan semangat dan kesiapan siswa dalam menjalankan peran sebagai “pengusaha cilik”.</p>
<p>Tak hanya itu, KKN FBD KOMPAK kelompok 67 juga menghadirkan photobooth berukuran besar yang dirancang secara mandiri dari triplek dan dicat menarik menyerupai tampilan feed Instagram. Photobooth ini menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto bersama, sekaligus menjadi bentuk karya visual kelompok yang ditinggalkan sebagai kenang-kenangan.</p>
<p>Kegiatan Market Day ini menjadi penutup manis dari serangkaian program edukatif yang dilaksanakan di SDN 3 Balesari selama masa KKN. Harapannya, pengalaman langsung ini mampu membekas dalam ingatan anak-anak dan menjadi fondasi awal tumbuhnya jiwa kewirausahaan dan kerja sama yang kuat sejak dini.</p>
<p><em><strong>Cinka Andili Rosa</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa FISIP UB Serahkan 10 Karya Edukasi untuk MI Anbaul Ulum Pakiskembar</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/mahasiswa-fisip-ub-serahkan-10-karya-edukasi-untuk-mi-anbaul-ulum-pakiskembar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 01:43:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP UB]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90046</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Kelompok 10 FBD Kompak melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Juni hingga 30 Juli 2025.</p>
<p>Desa Pakiskembar sendiri dikenal sebagai desa perbukitan berhawa sejuk dengan pemandangan alam hijau yang asri. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian dengan gaya hidup sederhana dan guyub. Belakangan, desa ini juga mulai terkenal dengan inovasi pertanian modern, seperti budidaya anggur secara hidroponik.</p>
<p>Selama KKN, Kelompok 10 melaksanakan total 15 program kerja, dengan 4 program diantaranya difokuskan untuk MI Anbaul Ulum Pakiskembar. Empat materi yang diberikan kepada siswa kelas 2 dan kelas 3 MI Anbaul Ulum tersebut meliputi internet safety, literasi informasi pada kemasan makanan, hemat air, dan menjaga kebersihan tubuh.</p>
<p>Sebagai bagian dari kontribusi nyata kepada sekolah, Kelompok 10 menyerahkan sebanyak 10 karya yang bersifat edukatif yang telah mereka kreasikan. Karya-karya tersebut berupa poster materi, booklet, pre-test, dan post-test yang digunakan selama kegiatan program kerja berlangsung.</p>
<p>Penyerahan karya dilakukan secara simbolis pada 23 Juli 2025 di ruang Kepala MI Anbaul Ulum, Bapak Ahmad Samsudin, S.Pd.I. Kegiatan dimulai dengan sesi dokumentasi bersama Kepala Sekolah dan mahasiswa kreator karya, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pengakuan karya dari pihak sekolah kepada mahasiswa Kelompok 10 FBD Kompak.</p>
<p>Dengan adanya penyerahan karya tersebut, diharapkan materi edukasi yang telah diberikan dapat terus digunakan oleh pihak sekolah untuk mendukung pembelajaran siswa di MI Anbaul Ulum kedepannya.</p>
<p><em>Kezia Loreth Attaturk</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Gelar Edukasi Sosial dan Literasi Digital di SDN 3 Balesari</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/mahasiswa-kkn-universitas-brawijaya-gelar-edukasi-sosial-dan-literasi-digital-di-sdn-3-balesari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 23:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90022</guid>

					<description><![CDATA[KKN FBD KOMPAK 67 berharap dapat menanamkan nilai-nilai empati, literasi digital, dan kreativitas sejak dini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>KKN FBD KOMPAK 67 berharap dapat menanamkan nilai-nilai empati, literasi digital, dan kreativitas sejak dini</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a>, <strong><a href="https://www.depokpos.com/tag/malang">MALANG</a> </strong>&#8211; Dalam upaya membangun kesadaran sosial dan keterampilan digital sejak dini, Kelompok <a href="https://www.depokpos.com/2025/02/gelar-kkn-di-purwakarta-staipi-jakarta-fokus-pemberdayaan-masyarakat-dan-implementasi-keilmuan/">KKN</a> FBD KOMPAK 67 Universitas <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/membangun-kreativitas-siswa-sdn-04-kebobang-melalui-warna-kelompok-69-fisip-bakti-desa-universitas-brawijaya-mengadakan-lomba-mewarnai-di-hari-anak-nasional/">Brawijaya</a> menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif di SDN 3 Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.</p>
<p>Tiga kegiatan utama dilaksanakan sepanjang pertengahan Juli 2025, yaitu sosialisasi anti-bullying, edukasi bahaya penggunaan gadget, serta pelatihan desain menggunakan Canva. Masing-masing kegiatan menghasilkan infografis edukatif yang ditempelkan di seluruh ruang kelas 1 hingga 6 SDN 3 Balesari sebagai media pembelajaran berkelanjutan.</p>
<p>Kegiatan pertama bertajuk “Sosialisasi Stop Bullying: Kita Semua Teman”, dilaksanakan pada Selasa, 16 Juli 2025, dan dipimpin oleh Cinka Andili Rosa, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/fbd-fisip-69-universitas-brawijaya-berkolaborasi-dengan-pkk-desa-kebobang-gelar-sosialisasi-pengaruh-lingkungan-terhadap-tumbuh-kembang-anak/">FISIP</a> UB angkatan 2023. Dalam sosialisasi ini, siswa dikenalkan pada berbagai bentuk bullying—fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying—beserta dampak psikologisnya.</p>
<p>Materi disampaikan melalui media visual, diskusi santai, serta permainan “Tebak Situasi: Bullying atau Bukan?” yang dirancang untuk menumbuhkan empati dan pemahaman kritis. Sebagai hasil, tim KKN membuat infografis “Stop Bullying” yang mencantumkan poin-poin penting tentang definisi, contoh, dan langkah mencegah bullying. Infografis ini kemudian ditempel di semua kelas agar siswa dapat terus diingatkan akan pentingnya sikap saling menghormati.</p>
<p>Masih pada hari yang sama, dilaksanakan pula Sosialisasi Bahaya Gadget dengan Faith Yasar Arafah dari Ilmu Komunikasi FISIP UB angkatan 2023 sebagai penanggung jawab kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai penggunaan gadget secara sehat dan bertanggung jawab. Siswa diajak memahami manfaat gadget untuk belajar, tetapi juga dikenalkan pada dampak negatif jika digunakan berlebihan, seperti kelelahan mata, sulit fokus, hingga gangguan pola tidur.</p>
<p>Diskusi dua arah antara siswa dan pemateri membuka ruang refleksi kritis tentang keseharian mereka dengan gadget. Sebagai bagian dari hasil kegiatan, tim KKN memproduksi infografis “Bahaya Gadget” yang ditempel di tiap kelas sebagai pengingat visual agar siswa lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital.</p>
<p>Kegiatan ketiga adalah Pelatihan Desain Label Produk dengan Canva, yang berlangsung pada Senin, 21 Juli 2025, dengan Vitka Nadila Kartika dari Ilmu Komunikasi FISIP UB angkatan 2023 sebagai penanggung jawab. Pelatihan ini menyasar siswa kelas 3 SDN 3 Balesari dan memperkenalkan keterampilan dasar desain grafis menggunakan aplikasi Canva.</p>
<p>Peserta diajarkan membuat label produk mulai dari mendaftar akun hingga menyusun elemen desain. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dengan pendampingan intensif dari tim KKN. Untuk memperkuat hasil pelatihan, dibuatlah infografis “Cara Membuat Desain Label Produk dengan Canva” yang berisi panduan langkah-langkah dasar dan juga dipasang di tiap kelas sebagai bahan ajar tambahan.</p>
<p>Ketiga kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari guru serta siswa. Dengan menghadirkan pendekatan yang komunikatif, visual, dan aplikatif, kelompok KKN FBD KOMPAK 67 berharap bahwa infografis yang ditempelkan di setiap kelas dapat menjadi pengingat dan sumber belajar jangka panjang bagi siswa SDN 3 Balesari.</p>
<p>Sebagai bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan pendidikan dasar di wilayah pedesaan, rangkaian kegiatan ini bukan hanya ditujukan untuk memperluas pengetahuan siswa dalam satu waktu, melainkan juga untuk meninggalkan jejak edukatif yang bisa terus dimanfaatkan bahkan setelah program KKN berakhir.</p>
<p>Melalui materi yang sederhana namun bermakna, serta media visual yang mudah dipahami oleh anak-anak, KKN FBD KOMPAK 67 berharap dapat menanamkan nilai-nilai empati, literasi digital, dan kreativitas sejak dini. Diharapkan, upaya kecil ini dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya generasi muda yang lebih peduli, cerdas dalam bersikap, dan terampil menghadapi tantangan zaman. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat, pendidikan yang bermakna dapat tumbuh dari mana saja—termasuk dari ruang kelas sederhana di desa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FBD FISIP 69 Universitas Brawijaya Berkolaborasi dengan PKK Desa Kebobang Gelar Sosialisasi Pengaruh Lingkungan terhadap Tumbuh Kembang Anak</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/fbd-fisip-69-universitas-brawijaya-berkolaborasi-dengan-pkk-desa-kebobang-gelar-sosialisasi-pengaruh-lingkungan-terhadap-tumbuh-kembang-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 03:21:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89596</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya yang tengah menjalankan program Fisip Bakti Desa (FBD) di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, pada Jumat (11/7/2025) Kami merasakan langsung betapa pentingnya peran masyarakat, terutama para ibu dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan mendukung perkembangan anak-anak.</p>
<p>Berangkat dari semangat pengabdian dan kepekaan terhadap dinamika lokal yang kami amati sejak awal penempatan, kami dari FBD FISIP UB kelompok 69 merancang program edukatif bertajuk “Anak Tumbuh dalam Lingkungan, Ibu Mekar dalam Pengetahuan.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK di Desa Kebobang akan pentingnya lingkungan fisik dan sosial dalam membentuk karakter serta pertumbuhan anak.</p>
<p>Sosialisasi ini kami laksanakan di Balai Desa Kebobang dengan menggandeng Tim Penggerak PKK setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 45 peserta yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu PKK dari berbagai dusun. Dari awal, terlihat antusiasme tinggi dari para peserta, yang menjadi semangat tambahan bagi kami untuk menyampaikan materi dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Penanggung jawab kegiatan, Icasia Lulua Salsalbila, menyampaikan bahwa peran ibu sangat krusial dalam membentuk generasi yang sehat dan tangguh. “Kami ingin menekankan bahwa menjadi seorang ibu bukanlah peran yang bisa dianggap sepele. Tidak ada yang bisa menggantikan peran seorang ibu dalam melahirkan, membesarkan, mendidik, dan menciptakan lingkungan terbaik bagi anak-anaknya,” ujar Icasia.</p>
<p>Kegiatan kami bagi menjadi dua sesi utama. Pada sesi pertama, kami menyampaikan materi tentang pentingnya lingkungan dalam membentuk kualitas tumbuh kembang anak. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif agar lebih mudah dipahami. Para ibu juga diajak berdiskusi langsung mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendidik anak, serta bagaimana menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan suportif di rumah maupun masyarakat.</p>
<p>Pada sesi kedua, kami mengadakan workshop pembuatan buket bunga artificial. Kegiatan ini kami pilih bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai sarana relaksasi psikologis dan pengembangan keterampilan kreatif ibu-ibu. Kami tidak menyangka, responnya luar biasa positif. Banyak yang menyatakan ingin mencoba membuat buket serupa di rumah bahkan mengembangkannya dengan mengubah dari bunga artificial diganti dengan snack atau camilan bungkus sebagai peluang untuk usaha kecil. Ini membuktikan bahwa ruang kreativitas yang sederhana pun bisa membangkitkan semangat baru bagi para perempuan desa.</p>
<p>“Makasih ya mba… Ternyata bikin kayak gini mudah, bisa jadi ide untuk usaha kecil-kecilan atau bisa juga diganti bunganya dengan snack,” kata salah satu peserta dari ibu-ibu PKK Desa Kebobang.</p>
<p>Kerja sama dengan Tim PKK Desa Kebobang juga menjadi bagian penting dari keberhasilan acara ini. Selama persiapan hingga pelaksanaan, kami banyak dibantu dalam penyebaran informasi, teknis acara, hingga logistik. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat lokal inilah yang menjadi semangat utama program FBD FISIP UB yang mencakup membangun, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat.</p>
<p>Sebagai penutup kegiatan, kami memberikan sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta dan menyerahkan luaran kegiatan berupa kalender informatif kepada pihak PKK sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus arsip yang bisa digunakan kembali di masa mendatang.</p>
<p>“Harapan kami, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu sekalian dan kami para perempuan yang nantinya juga akan menjadi seorang ibu,” tutup Icasia.</p>
<p>Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa pengabdian tidak melulu soal memberikan, tetapi juga mendengarkan, memahami, dan berjalan bersama. Kami belajar bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari percakapan-percakapan kecil, dari ruang komunitas seperti PKK dan dari para ibu yang setiap hari berjuang membentuk generasi penerus bangsa.</p>
<p><em>Icasia Lulua Salsalbila</em><br />
<em>Mahasiswa Universitas Brawijaya</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Politik 4.0: Transformasi Media Sosial dalam Pesta Demokrasi</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/12/politik-4-0-transformasi-media-sosial-dalam-pesta-demokrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2023 03:40:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62365</guid>

					<description><![CDATA[Dalam era digital ini, teknologi menjadi pendorong utama dalam mengembangkan akses dan partisipasi dalam proses politik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Dalam era digital ini, teknologi menjadi pendorong utama dalam mengembangkan akses dan partisipasi dalam proses politik</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pesta demokrasi di Indonesia telah menjadi sorotan utama saat ini, terutama karena mengalami perubahan fundamental dengan terintegrasinya teknologi sebagai faktor kunci dalam politik modern. Transformasi teknologi ini membawa perubahan mendalam dalam partisipasi, interaksi, dan perolehan informasi politik. Selain memengaruhi cara politisi berkomunikasi dan berkampanye, transformasi ini juga memperluas partisipasi dan keterlibatan pemilih dalam proses politik.</p>
<p>Dalam era digital ini, teknologi menjadi pendorong utama dalam mengembangkan akses dan partisipasi dalam proses politik. Penggunaan media sosial, aplikasi, dan berbagai platform digital telah memungkinkan akses yang lebih luas bagi pemilih untuk terlibat dan terinformasi tentang isu-isu politik dan kandidat. Ini bukan hanya sekadar adopsi teknologi, melainkan mencerminkan kemajuan signifikan dalam proses politik Indonesia. Dengan teknologi sebagai katalisator, terlihat perubahan dalam cara politisi berkomunikasi, pemilih memperoleh informasi, dan bagaimana opini publik terbentuk.</p>
<p>Media sosial telah menjadi jembatan penting dalam komunikasi politik. Platform-platform seperti Twitter hingga Instagram bukan hanya sebagai tempat bagi politisi untuk berbagi ide, tetapi juga wadah di mana pemilih dapat berinteraksi langsung dengan kandidat. Politisi aktif menggunakan platform ini untuk menyampaikan visi mereka, menjelaskan rencana kerja, dan bahkan merespons pertanyaan langsung dari masyarakat. Ini menciptakan akses yang lebih personal antara para pemimpin dan rakyatnya.</p>
<p>Kemudahan akses informasi dalam pemilihan umum di Indonesia semakin berkembang dengan adanya aplikasi resmi. Melalui aplikasi ini, pemilih dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang calon, visi mereka, dan bahkan lokasi tempat pemungutan suara. Lebih menarik lagi, aplikasi ini memungkinkan pemantauan hasil pemilihan secara real-time, memperkuat keterlibatan masyarakat dengan pemilihan secara langsung melalui perangkat mereka.</p>
<p>Dulu, kita harus pergi ke tempat acara untuk mendengarkan debat atau melihat kampanye politik secara langsung. Namun, kini live streaming telah menjadi sahabat baru kita. Dari rumah atau kafe favorit, kita bisa menyaksikan debat capres, cawapres, atau kampanye langsung dari smartphone kita. Live streaming bukan hanya memberikan akses pada acara politik, tetapi juga memungkinkan pemilih untuk lebih memahami visi dan argumen dari masing-masing kandidat. Ini menjadi cara yang efektif bagi pemilih untuk membuat keputusan yang lebih informasional dalam proses pemilihan.</p>
<p>Pengaruh media sosial dan teknologi terbaru tidak hanya sebatas komunikasi. Mereka juga membentuk persepsi politik masyarakat. Penggunaan teknologi terbaru telah mengubah interaksi antara pemilih dan politisi, menciptakan ruang untuk dialog langsung, dan mendukung partisipasi yang lebih aktif dalam politik. Di samping itu, pendapat masyarakat terhadap kandidat dan agenda politik dapat terbentuk, bahkan berubah, berdasarkan informasi yang mereka terima dari media sosial.</p>
<p>Algoritma media sosial merupakan salah satu pilar yang kuat dalam membentuk apa yang kita saksikan di platform-platform tersebut. Mereka bertindak sebagai penyaring informasi, menampilkan konten berdasarkan minat dan aktivitas online kita. Namun, dalam upaya memberikan pengalaman yang disesuaikan, algoritma ini menciptakan &#8220;gelembung informasi&#8221;, di mana kita cenderung terpapar pada sudut pandang yang sejalan dengan kepercayaan kita, membatasi keragaman pemahaman terhadap isu-isu politik yang lebih luas.</p>
<p>Dalam gelombang informasi yang terus mengalir, desinformasi dan hoaks telah menjadi ancaman serius di dunia politik, terutama dengan bantuan teknologi. Media sosial, yang begitu cepat dan luas dalam menyebar informasi, menjadi panggung utama bagi penyebaran informasi yang salah dan tidak terverifikasi. Dalam peran teknologi yang semakin signifikan, hoaks dan desinformasi sering kali disamarkan sebagai berita sah atau informasi resmi, menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat yang cenderung mempercayai apa yang mereka lihat.</p>
<p>Dampak dari penyebaran hoaks dan desinformasi jauh melampaui sekadar kebingungan. Masyarakat yang terpengaruh oleh informasi yang salah cenderung membentuk persepsi yang tidak akurat terhadap isu politik. Mereka mungkin merespons kebijakan atau peristiwa berdasarkan informasi yang tidak benar, yang pada akhirnya dapat merusak diskusi publik yang sehat. Dalam beberapa kasus, penyebaran hoaks dan desinformasi juga dapat mengganggu proses pemilihan umum dengan menyebarkan informasi palsu tentang calon atau hasil pemilihan.</p>
<p>Dalam upaya menghadapi gelombang informasi yang tak kenal batas, regulasi yang tepat sangat penting dalam mengatur informasi politik di platform teknologi. Regulasi yang jelas akan memberikan kerangka kerja yang diperlukan untuk menanggulangi penyebaran desinformasi dan hoaks. Perlunya peraturan yang mengatur keaslian informasi politik di platform-platform tersebut akan membantu memastikan bahwa apa yang disajikan kepada masyarakat adalah informasi yang akurat dan terverifikasi.</p>
<p>Namun, selain peran regulasi, literasi digital juga menjadi elemen penting dalam membantu masyarakat memilah informasi yang benar. Dengan tingkat literasi digital yang tinggi, masyarakat akan lebih terampil dalam membedakan informasi yang valid dari yang tidak, serta lebih kritis dalam mengevaluasi informasi yang mereka terima. Literasi digital mengajarkan keterampilan penting dalam memahami bagaimana informasi dibuat, disebarluaskan, dan dievaluasi di era teknologi ini, memberikan kemampuan kepada masyarakat untuk menjadi konsumen informasi yang lebih cerdas dan terinformasi secara benar.</p>
<p>Peran teknologi dalam pesta demokrasi Indonesia telah membuka jalan menuju proses politik yang lebih terbuka, inklusif, dan terhubung. Namun, tantangan seperti penyebaran desinformasi, perlunya regulasi yang tepat, serta peningkatan literasi digital menjadi fokus utama dalam menjaga integritas proses politik yang sehat. Menyadari potensi dan risiko teknologi dalam politik adalah langkah krusial dalam memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan dengan baik di era digital ini.</p>
<p>Teknologi telah menjadi pilar utama dalam pesta demokrasi di Indonesia, mengubah cara politisi berinteraksi dengan pemilih dan memperluas partisipasi publik. Namun, adopsi teknologi ini juga membawa tantangan baru, terutama terkait dengan penyebaran informasi palsu dan perlunya regulasi yang tepat. Meskipun demikian, pemahaman yang baik terhadap peran teknologi memungkinkan kita untuk memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan, menjaga demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p><em>Aprillia Tri Wulanda Citra</em><br />
<em>Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
