<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yogyakarta &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/yogyakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jun 2025 08:09:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>Yogyakarta &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gudeg Yogyakarta: Bukan Sekedar Kuliner, Tapi Warisan Budaya</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/06/gudeg-jogja-bukan-sekedar-kuliner-tapi-warisan-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 08:07:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Gudeg]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=88949</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Gudeg adalah salah satu makanan tradisional...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Gudeg adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang berasal dari <a href="https://www.depokpos.com/2024/12/uji-coba-ka-non-stop-butuh-berapa-jam-jakarta-yogyakarta/">Yogyakarta</a>. Hidangan ini dikenal dengan cita rasanya yang manis dan unik, karena dimasak dengan santan dan gula jawa dalam waktu yang lama.</p>
<h3>Bahan dan Cara Penyajian</h3>
<p>Gudeg terbuat dari nangka muda (gori) yang dimasak bersama santan, daun jati, gula merah, bawang, dan rempah lainnya.</p>
<p>Memasaknya pun butuh waktu berjam-jam hingga berwarna coklat kemerahan. Biasanya, gudeg disajikan dengan:</p>
<p>• Nasi putih<br />
• Opor ayam<br />
• Telur pindang<br />
• Sambal krecek (kulit sapi pedas)<br />
• Tahu atau tempe bacem.</p>
<p>Gudeg biasanya dibungkus daun pisang untuk menambah aroma khas saat disajikan.</p>
<h3>Makna Budaya</h3>
<p>Gudeg tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/warisan-nusantara-mengenal-lebih-dekat-budaya-dan-tradisi-di-indonesia/">budaya</a> Yogyakarta. Karena itulah Yogyakarta juga dikenal sebagai “Kota Gudeg”. Makanan ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Jawa yang lembut, sabar, dan penuh kesabaran. Terlihat dari proses memasaknya yang lambat namun penuh perhatian.</p>
<h4>Varian Gudeg</h4>
<p>Ada beberapa jenis gudeg yang dikenal luas, di antaranya:</p>
<p>• Gudeg kering: tidak terlalu banyak kuah, cocok untuk oleh-oleh.<br />
• Gudeg basah: berkuah lebih banyak, lebih gurih dan segar saat disantap langsung.</p>
<p>Gudeg adalah contoh nyata bagaimana makanan tradisional di Indonesia mengandung nilai-nilai budaya yang mendalam. Dengan rasa manis, tampilan khas, dan proses pembuatan yang rumit, gudeg menjadi salah satu ikon kuliner <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/warisan-nusantara-mengenal-lebih-dekat-budaya-dan-tradisi-di-indonesia/">Nusantara</a> yang patut dibanggakan kepada khalayak luas.</p>
<p>Gudeg juga bisa menjadi referensi makanan yang wajib dicoba oleh WNA yang sedang berkunjung ke Indonesia khususnya di daerah Yogyakarta.</p>
<p>Sebagai warga negara kita patut membanggakan dan juga memperkenalkan makanan makanan khas yang berasal dari Indonesia kepada negara negara lain agar banyak dapat dikenal oleh dunia.</p>
<p><em><strong>Ery Mutiara</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Praktik Jual Beli Bayi Terungkap di Yogyakarta</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/12/praktik-jual-beli-bayi-terungkap-di-yogyakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 03:09:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=80367</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS, YOGYAKARTA &#8211; Perdagangan atau jual beli bayi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a>, <strong>YOGYAKARTA</strong> &#8211; Perdagangan atau jual beli bayi yang terjadi sejak 2010 di Yogyakarta terbongkar. Polda DI Yogyakarta menangkap dua oknum bidan berinisial JE (44 tahun) dan DM (77) tersangka pelaku jual beli bayi melalui sebuah rumah bersalin di Kota Yogyakarta.</p>
<p>Kedua tersangka menjual bayi Rp 55 juta hingga Rp 65 juta untuk bayi perempuan. Sedangkan untuk bayi laki-laki, dijual di kisaran Rp 65 juta sampai Rp 85 juta. Harga tersebut dipatok sebagai modus untuk biaya persalinan.</p>
<p>&#8220;Para tersangka ini telah melakukan penjualan atau pun berkegiatan sejak tahun 2010,&#8221; kata Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi saat konferensi pers di Mapolda DIY, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (13/12/2024).</p>
<p>Terungkapnya kasus itu, kata dia, bermula dari sebuah informasi mengenai adanya dugaan penjualan atau perdagangan bayi di wilayah Kota Yogyakarta.</p>
<p>Setelah diselidiki, polisi menemukan indikasi kesepakatan pembelian bayi perempuan pada 2 Desember 2024 senilai Rp 55 juta dengan DP senilai Rp 3 juta berdasarkan penelusuran dari nomor rekening tersangka.</p>
<p>Selanjutnya, pada Rabu (4/12/2024), sekitar pukul 13.00 WIB, Tim Polda DIY meringkus dua pelaku penjualan bayi tersebut di salah satu rumah bersalin di Demakan Baru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.</p>
<p>&#8220;Setelah dilakukan penangkapan, kami menemukan seorang bayi perempuan dengan ciri-ciri jenis kelamin perempuan, panjangnya 52 cm, beratnya 3,7 kg, berkisar umur 1,5 bulan, dalam kondisi baik dan sehat,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Bayi beserta dua tersangka kemudian diamankan untuk pemeriksaan di Ditreskrimum Polda DIY. Berdasarkan pemeriksaan, ujar Endriadi, JE diketahui pernah menjadi residivis pada 2020 dan telah divonis kurungan selama 10 bulan di Lapas Wirogunan, Yogyakarta.</p>
<p>Pada 2024, tersangka kembali melakukan aksinya dengan beberapa kali menjual anak, di antaranya menjual seorang anak laki-laki di kawasan Bandung dan menjual anak perempuan di daerah Kota Yogyakarta.</p>
<p>Dua tersangka itu melakukan aksinya dengan modus menerima penyerahan atau perawatan bayi lewat rumah bersalin tempat mereka praktik. &#8220;Rumah sakit atau pun tempat praktik mereka ini sudah tersebar, dan sudah terinformasi menerima dan merawat serta memelihara bayi,&#8221; kata dia.</p>
<p>Setiap pasangan yang tidak berkenan atau tidak mampu merawat bayinya, diminta mendatangi tempat praktik mereka tersebut untuk dititipkan dan dirawat oleh para tersangka. Keduanya kemudian mencari orang yang ingin mengadopsi bayi tersebut termasuk membantu calon pengadopsi mendapatkan akta kelahiran untuk bayi yang diadopsi secara ilegal.</p>
<p>&#8220;Apabila ada pasangan atau pun orang yang akan merawat bayi tersebut, dilakukan transaksi penjualan,&#8221; ucap FX Endriadi.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh Polda DIY kurun 2015 hingga saat tertangkap tangan pada 4 Desember 2024, dari praktik kedua tersangka tercatat sebanyak 66 bayi dijual terdiri atas 28 bayi laki-laki dan 36 bayi perempuan serta 2 bayi tanpa keterangan jenis kelaminnya.</p>
<p>Dari dokumen serah terima atas bayi-bayi dari rumah bersalin tersebut diketahui bahwa bayi tersebut diadopsi oleh pihak-pihak dalam dan luar Kota Yogyakarta termasuk Surabaya, NTT, Bali, hingga Papua.</p>
<p>&#8220;Terhadap dua tersangka ini, masih kami lakukan pemeriksaan, penyelidikan, untuk selanjutnya nanti kami selesaikan dan kami kirim ke kejaksaan untuk proses penegakan hukum lebih lanjut,&#8221; ucap Endriadi.</p>
<p>Atas perbuatannya, JE dan DM dijerat dengan Pasal 83 Unduang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak serta pasal 76F UU Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahfud Singgung Banyaknya Investor Caplok Tanah Adat</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/02/mahfud-singgung-banyaknya-investor-caplok-tanah-adat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2024 07:07:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Sleman]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=64871</guid>

					<description><![CDATA["Tanah adat itu bukan hanya Papua, yang sering dicaplok oleh investor-investor enggak jelas"]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>&#8220;Tanah adat itu bukan hanya Papua, yang sering dicaplok oleh investor-investor enggak jelas; tetapi juga di Riau, di Kepulauan Riau, di Sumatera, di Kalimantan, sama banyak&#8221;</em></h3>
</blockquote>
<p><strong><a href="https://www.depokpos.com/tag/sleman">Sleman</a>, <a href="https://www.depokpos.com/tag/yogyakarta">Yogyakarta</a></strong> &#8211; Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD menyebur penyelesaian RUU Masyarakat Adat telah menjadi salah satu program prioritasnya.</p>
<p>&#8220;Saudara, sekarang di dalam program yang dijabarkan dari visi dan misi Ganjar-Mahfud ada satu program, yaitu segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat. Ini yang nanti akan melindungi secara lebih tegas hak-hak atas tanah,&#8221; kata Mahfud saat acara &#8220;Tabrak, Prof!&#8221; di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin malam (5/2).</p>
<p>Mahfud menegakan bahwa dirinya bersama calon presiden Ganjar Pranowo berjanji akan menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat.</p>
<p>Mahfud juga mengatakan RUU tersebut menjadi penting karena tidak sebatas mengatur masyarakat adat di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Papua.</p>
<p>&#8220;Tanah adat itu bukan hanya Papua, yang sering dicaplok oleh investor-investor enggak jelas; tetapi juga di Riau, di Kepulauan Riau, di Sumatera, di Kalimantan, sama banyak, dan itu salah satu kunci utamanya adalah Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat,&#8221; ujar Mahfud.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
