<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UKM &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/ukm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2026 07:13:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>UKM &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bisnis Ramai Belum Tentu Untung, Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengusaha Pemula</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/bisnis-ramai-belum-tentu-untung-ini-kesalahan-yang-sering-dilakukan-pengusaha-pemula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 07:13:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Usah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104790</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Indira Ardalifahni, Mahasiswa Universitas Pamulang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pernah melihat usaha yang kelihatannya ramai pembeli, tetapi tiba-tiba tutup setelah beberapa bulan? Sekilas memang terlihat aneh. Setiap hari ada pesanan, produk laku, bahkan promosi dilakukan hampir setiap waktu. Namun, ternyata usaha yang ramai belum tentu menghasilkan keuntungan.</p>
<p>Hal seperti ini cukup sering terjadi, terutama pada orang yang baru memulai bisnis. Banyak yang berpikir bahwa selama barang laku terjual, berarti usaha mereka berjalan dengan baik. Padahal, ada banyak hal yang perlu diperhatikan selain penjualan, mulai dari modal, biaya operasional, sampai cara mengatur uang hasil penjualan.</p>
<p>Menjalankan bisnis memang tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekarang semakin banyak orang yang tertarik membuka usaha sendiri, baik berjualan makanan, pakaian, maupun produk yang dipasarkan melalui media sosial. Sayangnya, semangat untuk mendapatkan banyak pelanggan terkadang membuat sebagian pengusaha lupa memperhatikan hal-hal penting dalam mengelola bisnisnya.</p>
<p><strong>Terlalu Fokus pada Penjualan</strong></p>
<p>Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu fokus mengejar penjualan. Ketika produk mulai laku, pemilik usaha biasanya merasa bisnisnya sudah berkembang. Mereka kemudian menambah stok barang, memperluas promosi, atau bahkan membuka cabang baru. Padahal, sebelum mengambil keputusan tersebut, ada baiknya melihat kondisi keuangan terlebih dahulu. Misalnya, seseorang menjual makanan dengan harga Rp15.000 per porsi. Dalam sehari, ia berhasil menjual 50 porsi dan mendapatkan omzet Rp750.000. Angka tersebut mungkin terlihat cukup besar. Namun, uang itu belum sepenuhnya menjadi keuntungan karena masih harus digunakan untuk membeli bahan baku, membayar kemasan, transportasi, dan kebutuhan lainnya.</p>
<p>Kalau semua pengeluaran tidak dicatat dengan baik, pemilik usaha bisa merasa mendapatkan banyak uang, padahal keuntungan yang tersisa ternyata sedikit.</p>
<p>Karena itu, mencatat pemasukan dan pengeluaran merupakan hal sederhana yang tidak boleh diabaikan. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mengetahui apakah bisnisnya benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya terlihat ramai.</p>
<p><strong>Uang Bisnis Jangan Dicampur dengan Uang Pribadi</strong></p>
<p>Masalah lainnya adalah kebiasaan mencampur uang bisnis dengan uang pribadi. Hal ini sering dianggap sepele, terutama ketika usaha masih berskala kecil.</p>
<p>Contohnya, uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tanpa menghitung berapa modal yang harus disimpan untuk membeli stok berikutnya. Awalnya mungkin tidak terasa, tetapi lama-kelamaan pemilik usaha bisa kesulitan memutar modal.</p>
<p>Ketika harus membeli bahan baku atau menambah barang dagangan, uangnya justru sudah terpakai untuk kebutuhan lain.</p>
<p>Sebenarnya, memisahkan uang bisnis dan uang pribadi tidak harus menggunakan sistem yang rumit. Pengusaha bisa mulai dengan menyediakan rekening atau tempat penyimpanan uang yang berbeda, kemudian mencatat setiap transaksi yang dilakukan.</p>
<p>Cara sederhana ini dapat membantu pemilik usaha mengetahui kondisi keuangannya dan menghindari pengeluaran yang tidak direncanakan.</p>
<p><strong>Promosi Boleh, tetapi Harus Diperhitungkan</strong></p>
<p>Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, promosi memang menjadi salah satu cara untuk menarik pelanggan. Banyak pengusaha memberikan diskon, mengadakan gratis ongkir, atau menawarkan berbagai paket hemat agar produknya lebih diminati. Namun, terlalu sering memberikan potongan harga juga bisa menjadi masalah jika tidak dihitung dengan baik.Misalnya, sebuah toko memberikan diskon besar hanya karena melihat pesaingnya melakukan hal yang sama. Penjualan mungkin meningkat, tetapi keuntungan per produk justru semakin kecil. Jika biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh, promosi tersebut malah bisa merugikan usaha.</p>
<p>Padahal, menarik pelanggan tidak harus selalu dengan harga murah. Pengusaha juga bisa meningkatkan kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik, atau membuat kemasan yang lebih menarik. Pelanggan yang merasa puas biasanya memiliki alasan untuk kembali membeli. Jadi, daripada terus-menerus bersaing memberikan harga termurah, akan lebih baik jika bisnis memiliki keunggulan yang membuat pelanggan tertarik.</p>
<p><strong>Mengelola Bisnis Itu Perlu Belajar</strong></p>
<p>Tidak semua orang yang memulai bisnis langsung memahami cara mengelolanya. Ada yang belajar dari pengalaman, mencoba berbagai strategi, bahkan melakukan kesalahan sebelum akhirnya menemukan cara yang tepat. Hal tersebut sebenarnya wajar. Namun, kesalahan yang sama sebaiknya tidak terus diulang karena bisa berdampak pada perkembangan usaha.</p>
<p>Dalam manajemen bisnis, pemilik usaha perlu belajar membuat perencanaan, mengatur keuangan, menentukan strategi pemasaran, dan mengevaluasi hasil penjualan. Semua itu tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Hal terpenting adalah memahami kondisi usaha sendiri dan mengetahui apa yang perlu diperbaiki.</p>
<p>Selain itu, pengusaha juga perlu mengikuti perubahan pasar. Keinginan konsumen bisa berubah, tren bisa berganti, dan persaingan bisa semakin ketat. Karena itu, menjalankan bisnis tidak cukup hanya mengandalkan modal dan keberanian, tetapi juga membutuhkan pengetahuan serta kemampuan mengambil keputusan.</p>
<p><strong>Jangan Hanya Mengejar Ramai</strong></p>
<p>Pada akhirnya, bisnis yang berhasil bukan hanya bisnis yang memiliki banyak pelanggan. Bisnis juga harus mampu mengatur keuangan, menjaga kualitas, dan memastikan pendapatannya cukup untuk menutupi biaya operasional. Ramai pembeli tentu menjadi hal yang menyenangkan bagi setiap pengusaha. Namun, akan lebih baik jika penjualan yang tinggi juga diikuti dengan pengelolaan yang baik.</p>
<p>Bagi siapa pun yang ingin memulai usaha, tidak ada salahnya memulai dari hal sederhana, seperti mencatat pengeluaran, memisahkan uang pribadi dengan uang bisnis, dan menghitung keuntungan secara rutin. Sebab, membangun bisnis bukan hanya soal bagaimana mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya, tetapi juga bagaimana mempertahankan usaha agar tetap berjalan dalam jangka panjang.</p>
<p><em>Indira Ardalifahni</em><br />
<em>Mahasiswa Universitas Pamulang</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib134F8DflhP3VSybot6m4prN3UqvTMLnoKFKifmzBuoZ3boH06KM2eKsjrMPv8btiIOIAXbJlpniCgrOikxxEjvzVjxc8qygG1cWKAgU57XZRup7fs2L3YHP4Cd_NqMfCco_lnetbMwOZ/s640/Usaha-Jualan-Yang-Laris-di-Bulan-Puasa.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BRI KC Cikarang Dukung Grand Opening Green Market Jababeka lewat Sponsorship dan Fasilitas Transaksi Digital</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/12/bri-kc-cikarang-dukung-grand-opening-green-market-jababeka-lewat-sponsorship-dan-fasilitas-transaksi-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 05:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=94810</guid>

					<description><![CDATA[Dukungan BRI diberikan melalui program sponsorship, termasuk penyediaan materi komunikasi serta fasilitas kemudahan transaksi digital bagi para pedagang UMKM]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>BEKASI</strong></a> &#8211; Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Cikarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan berperan aktif pada pembukaan Green Market Jababeka yang berlokasi di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No.7, Simpangan, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.</p>
<p>Dukungan BRI diberikan melalui program sponsorship, termasuk penyediaan materi komunikasi serta fasilitas kemudahan transaksi digital bagi para pedagang UMKM dengan menghadirkan layanan QRIS BRI. Selain itu, BRI juga telah menghadirkan Kantor Cabang Pembantu (KCP) di area Green Market sebagai bentuk pelayanan yang lebih dekat bagi pelaku usaha.</p>
<p>Pemimpin Cabang BRI BO Cikarang, H. Omang Solehudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang dijalankan PT Jababeka Tbk dalam mendorong pertumbuhan UMKM.</p>
<p>“BRI selalu support terus pengembangan yang dilakukan oleh Jababeka. Kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif pada transaksi digital para pedagang di Green Market ini,” ujarnya pada Jumat (28 November 2025).</p>
<p>Tidak hanya memfasilitasi transaksi digital, BRI juga menyiapkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang yang membutuhkan pendanaan untuk pengembangan usaha. Omang menegaskan, BRI siap menjadi mitra perbankan utama bagi para pelaku UMKM di Green Market, baik dari sisi layanan keuangan maupun kemudahan transaksi harian.</p>
<p>Grand Opening Green Market Jababeka berlangsung lancar dan meriah, dihadiri oleh Direktur PT Jababeka Tbk, Hyanto Wihadhi, jajaran direksi Jababeka, pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kapolsek Cikarang Timur, Ketua Koperasi Niaga Madani Makmur selaku pengelola pedagang Green Market, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi, komunitas pegiat UMKM, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta karyawan Jababeka.</p>
<p>Dengan dukungan penuh dari BRI, kehadiran Green Market Jababeka diharapkan menjadi pusat ekonomi baru, yang mampu menggerakkan roda UMKM di Cikarang dan sekitarnya, menuju sistem perdagangan modern yang lebih inklusif dan digital, mudah dan murah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyelami Paket Ekonomi 2025 &#8211; Pintu Harapan Baru untuk UMKM</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/menyelami-paket-ekonomi-2025-pintu-harapan-baru-untuk-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 05:14:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92129</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Faiz Akhsan Shauqy, Fungsional PTPN Mahir, KPPN Jakarta VI]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Faiz Akhsan Shauqy, Fungsional PTPN Mahir, KPPN Jakarta VI</strong></em></p>
<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pemerintah Indonesia telah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp16,23 triliun melalui formula 8+4+5 yang dirancang khusus untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional pada semester kedua tahun 2025. Paket stimulus ekonomi terdiri dari 8 program akselerasi tahun 2025, 4 program yang akan dilanjutkan pada tahun 2026, dan 5 program prioritas penyerapan tenaga kerja.</p>
<p>Bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), paket ini bukan sekadar rangkaian stimulus jangka pendek — melainkan bagian dari strategi keberlanjutan pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan, memperkuat ekosistem usaha lokal, dan menumbuhkan daya saing.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa paket ekonomi ini merupakan respons konkret pemerintah terhadap dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Dengan 99 persen struktur ekonomi Indonesia didominasi UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja nasional, penguatan sektor ini menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi.</p>
<h3>Program Akselerasi untuk UMKM</h3>
<p>Dari delapan program utama yang diluncurkan, lima diantaranya memberikan dampak langsung kepada pelaku UMKM. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa paket stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi stabilitas dan kinerja UMKM.</p>
<p>Pertama, pemerintah memberikan kepastian jangka panjang melalui perpanjangan masa pemanfaatan tarif PPh final sebesar 0,5% hingga tahun 2029. Kedua, fasilitas PPh Pasal 21 untuk karyawan ditanggung pemerintah (DTP) yang awalnya hanya dinikmati oleh sektor industri padat karya, kini diperluas ke sektor pariwisata. Perluasan ini bertujuan untuk meringankan beban biaya gaji di sektor-sektor yang paling membutuhkan dukungan.</p>
<p>Selain itu, stimulus ini juga menyentuh aspek perlindungan sosial. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) pada BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan langkah signifikan yang memungkinkan UMKM memiliki asuransi keselamatan kerja dan jiwa, yang dapat memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan jika terjadi musibah.</p>
<p>Dari sisi pengembangan bisnis, stimulus ini mencakup penyediaan platform pemasaran bagi UMKM melalui program perkotaan untuk membantu memperluas jangkauan produk mereka.<br />
Di sektor regulasi, implementasi PP No. 28 Tahun 2025 melalui program deregulasi mempermudah UMKM dalam memenuhi legalitas usaha, sehingga daya saing mereka di pasar pun meningkat. Terakhir, program bantuan pangan dan padat karya tunai (cash for work) turut dimasukkan. Program ini berfungsi menjaga daya beli masyarakat sebagai konsumen, yang pada akhirnya diharapkan berdampak positif pada peningkatan penjualan produk-produk UMKM.</p>
<p>Secara keseluruhan, beragam manfaat dari paket stimulus ekonomi ini dirancang sebagai upaya komprehensif untuk mendorong UMKM agar mampu tumbuh, berkembang, dan beroperasi secara berkelanjutan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menambahkan bahwa paket kebijakan ekonomi ini tidak akan meningkatkan defisit APBN pada tahun 2025. Menurutnya, anggaran yang sudah ada di masing-masing kementerian dan lembaga akan dimaksimalkan untuk menjalankan berbagai program.</p>
<h2>Pajak UMKM Tetap Ringan hingga 2029</h2>
<p>Pergantian tongkat estafet kepemimpinan ekonomi kepada Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan menandai era baru kebijakan fiskal Indonesia. Sejumlah gebrakan baru langsung diumumkan, sebagai contohnya Kementerian Keuangan melengkapi paket stimulus dengan perluasan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (PPh Pasal 21 DTP). Pembebasan PPh Pasal 21 sebesar 100 persen untuk karyawan di sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe selama tiga bulan terakhir tahun 2025 juga nantinya akan dilanjutkan di tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mempertahankan 552.000 lapangan kerja di sektor yang banyak melibatkan UMKM. Selain itu, Pemerintah memperpanjang tarif PPh Final 0,5% untuk UMKM hingga tahun 2029. Artinya, UMKM punya lebih banyak waktu untuk mengatur keuangan tanpa terbebani pajak tinggi. Dampaknya, pelaku usaha kecil bisa lebih fokus menambah modal, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk.</p>
<p>Dorongan Perlindungan UMKM</p>
<p>Keputusan Pemerintah memberikan diskon 50% iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor transportasi daring seperti ojek online, sopir, dan kurir paket merupakan langkah strategis yang secara langsung mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p>
<p>Bagi ekosistem UMKM di era digital, para kurir adalah jantung logistik yang memastikan kelangsungan bisnis e-commerce. Stabilitas operasional UMKM sangat bergantung pada kelancaran pengiriman barang, mulai dari makanan hingga produk kerajinan.</p>
<p>Pemberian diskon ini membuat perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) menjadi lebih terjangkau. Efeknya, para kurir akan merasa lebih aman dan terlindungi dari risiko kerja. Rasa aman ini berujung pada peningkatan produktivitas dan loyalitas mereka, yang secara tidak langsung menjamin efisiensi dan kualitas layanan pengiriman produk-produk UMKM.</p>
<h3>PP 28/2025: Mencabut Akar Biokrasi, Menuju Kemudahan Bisnis</h3>
<p>Terobosan regulasi yang sangat dinantikan pelaku UMKM adalah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Regulasi ini menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021 dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis teknologi.</p>
<p>PP baru ini menyederhanakan proses perizinan melalui integrasi penuh sistem Online Single Submission (OSS) dengan database antar kementerian dan lembaga. Pelaku UMKM diharapkan cukup mengurus izin dalam satu pintu digital tanpa perlu bolak-balik ke berbagai instansi.</p>
<p>Inovasi lain dalam PP 28/2025 adalah penerapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang terintegrasi dalam sistem OSS. Pemerintah mengalokasikan dana Rp3,5 miliar per RDTR dengan target implementasi di 50 daerah pada 2025 dan meluas hingga 300 daerah pada 2026. Hal ini akan memberikan kepastian lokasi usaha bagi UMKM, terutama di sektor manufaktur dan perdagangan.</p>
<h5>Menjaga daya beli masyarakat</h5>
<p>Program Pemerintah berupa bantuan pangan dan padat karya tunai (cash for work) diharapkan memberikan dampak jauh meluas hingga ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hubungan keduanya adalah siklus ekonomi yang sederhana namun vital, yaitu menjaga daya beli masyarakat adalah kunci untuk menjamin permintaan produk UMKM. Pemerintah tak hanya memfokuskan kebijakan kepada UMKM sebagai “supply”, namun juga kepada masyarakat sebagai “demand”.</p>
<p>Ketika rumah tangga menerima bantuan pangan atau upah dari program padat karya tunai, mendapatkan dua manfaat. Pertama, kebutuhan makanan dasar mereka terpenuhi. Kedua, uang tunai yang mereka peroleh dari upah kerja atau bantuan dapat digunakan untuk hal-hal lain selain makanan. Ini secara langsung meningkatkan daya beli konsumen.</p>
<p>Dana yang disuntikkan ini tidak lantas menguap. Sebaliknya, uang tersebut segera berputar di tingkat ekonomi mikro. Masyarakat akan membelanjakannya di warung, pasar tradisional, atau penyedia jasa kecil di sekitar mereka yang notabene adalah pelaku UMKM.</p>
<p>Peningkatan daya beli ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mendorong peningkatan omzet dan penjualan bagi UMKM. Dengan permintaan yang stabil, UMKM dapat terus berproduksi, mempertahankan tenaga kerja, dan bahkan mulai berinvestasi kecil. Dengan demikian, program bantuan sosial bukan hanya menopang kesejahteraan individu, tetapi juga bertindak sebagai stimulator permintaan yang efektif, memastikan bahwa roda ekonomi UMKM terus berputar dan bertahan, bahkan di tengah tantangan ekonomi.</p>
<h4>Kesimpulan dan Tantangan Mengamankan Masa Depan</h4>
<p>Paket ekonomi 2025, yang terdiri dari 8+4+5, menandai era baru di mana pemerintah akan mendukung usaha kecil dan menengah (UMKM). Dengan menggabungkan insentif fiskal, reformasi regulasi, dan program pemberdayaan, ekosistem ini menjadi ideal untuk pertumbuhan UMKM berkelanjutan. Misalnya, perpanjangan insentif PPh final 0,5% hingga tahun 2029 memberikan kepastian fiskal yang sangat dinantikan oleh pengusaha kecil. Dengan beban pajak yang lebih ringan dan kepastian jangka panjang, para pelaku UMKM sekarang dapat membuat strategi bisnis yang lebih matang, berinvestasi pada peralatan baru, dan memperluas lini produk mereka tanpa terganggu oleh ketidakpastian kebijakan tahunan.</p>
<p>Selain itu, percepatan deregulasi perizinan melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 mempermudah para pelaku UMKM masuk ke pasar formal. Proses perizinan yang sebelumnya berbelit kini berangsur sederhana, lebih cepat, dan terintegrasi secara digital. Keuntungan ini bukan hanya mengurangi biaya dan waktu, tetapi juga membuka jalan bagi UMKM untuk mengakses pasar yang lebih luas, memperoleh kepercayaan konsumen, hingga memanfaatkan pembiayaan formal dari lembaga keuangan.</p>
<p>Meski penuh peluang, Paket Ekonomi 2025 juga menyimpan tantangan yang tidak ringan. Keberhasilan implementasi kebijakan bergantung pada kesiapan regulasi yang mendetail dan konsistensi eksekusi di lapangan. Tanpa payung hukum yang jelas dan mekanisme pelaksanaan yang tepat waktu, manfaat kebijakan berpotensi tertunda atau tidak dirasakan merata oleh pelaku UMKM. Akses modal juga masih menjadi tantangan tersendiri, walaupun pemerintah mendorong inklusi keuangan, banyak UMKM terutama usaha mikro belum memiliki agunan atau riwayat kredit yang memadai untuk mendapatkan pembiayaan formal. Jika tidak ada inovasi pembiayaan berbasis mikro atau fintech inklusif, stimulus fiskal yang ada bisa kurang optimal menggerakkan sektor riil. Selain itu, transformasi digital yang digencarkan pemerintah juga menghadirkan tantangan tersendiri. Banyak UMKM belum memiliki kapasitas literasi digital memadai untuk memanfaatkan sistem OSS. Tanpa pendampingan intensif, kesenjangan digital justru bisa memperlebar jarak antara UMKM yang sudah maju dengan yang tertinggal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Minimnya Pekerjaan Ditengah Tekanan Hidup Modern</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/06/minimnya-pekerjaan-ditengah-tekanan-hidup-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 03:27:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=88529</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Di era kehidupan yang semakin modern...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di era kehidupan yang semakin modern ini segala gemerlap dengan berbagai kemajuannya, yang membuat pengangguran yang semakin meningkat pada saat ini yang mencapai 3,09 juta orang yang terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan di tengah tekanan hidup yang semakin mencekik. Sehingga generasi muda, khususnya saat ini merasakan beban ini dengan sangat nyata. Yang dimana Persaingan yang ketat, tuntutan kualifikasi yang tinggi, dan biaya hidup yang terus merangkak naik sehingga menciptakan siklus sulit yang membuat banyak orang merasa terjebak di era kehidupan modern saat ini.</p>
<p>Salah satu faktor utamanya yaitu karena kesenjangan sosial atau pendidikan dan <a href="https://www.depokpos.com/2024/04/sudahkah-merata-dan-berkualitas-upaya-pemerintah-kota-depok-dalam-menciptakan-lapangan-kerja/">lapangan kerja</a>. Banyak lulusan perguruan tinggi sekarang yang mengalami berbagai kesulitan dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi mereka, Keterampilan yang diajarkan di kampus dan skill yang mereka miliki yang terkadang tidak selaras dengan kebutuhan industri itu sendiri, sehingga dapat menciptakan kesenjangan yang menghambat penyerapan tenaga kerja. Hal ini diperparah oleh otomatisasi dan digitalisasi yang semakin pesat, yang menggantikan peran manusia dalam beberapa sektor pekerjaan.</p>
<p>Yang dimana tekanan <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/kesenjangan-ekonomi-pengangguran-dan-tantangan-sosial-ekonomi-indonesia/">ekonomi</a> juga dapat menjadi pemicu utama. Tingginya biaya hidup saat ini, mulai dari perumahan, transportasi, hingga pendidikan,yang memaksa banyak orang untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minimnya pekerjaan berkualitas memaksa mereka untuk menerima pekerjaan dengan gaji rendah dan kondisi kerja yang kurang ideal, yang menciptakan lingkaran sendiri yang sulit diputuskan.</p>
<p>Mungkin Kondisi ini semakin diperburuk oleh karena kurangnya akses terhadap program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang terjangkau dan relevan. Dampaknya pun terasa luas. Minimnya pekerjaan dapat menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran semakin tinggi, kemiskinan, dan bahkan kriminalitas. Yang dapat terjadinya stres dan kecemasan yang ditimbulkan oleh tekanan ekonomi dan persaingan kerja dapat berdampak negatif yang dapat menganggu kesehatan mental baik individu maupun dalam keluarga. Karena hal ini juga dapat menghambat kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Upaya yang kita lakukan untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Pemerintah juga perlu berperan aktif dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan melalui kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, serta membuat berbagai program pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Sektor swasta juga perlu berperan dalam menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan bermartabat. Selain itu, peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas dan program pengembangan keterampilan sangat penting untuk dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja.Penting juga untuk menumbuhkan budaya kewirausahaan di kalangan masyarakat.</p>
<p>Membangun bisnis sendiri dapat menjadi solusi alternatif bagi mereka yang kesulitan mencari pekerjaan formal agar dapat mengurangi tingkat pengangguran saat ini, dan dengan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait dalam bentuk akses permodalan, pelatihan, dan mentoring sangat krusial yang mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (<a href="https://www.depokpos.com/2024/12/mui-dki-jakarta-ungkap-outlook-industri-syariah-dan-ukm-pada-2025/">UKM</a>). Minimnya pekerjaan di tengah tekanan hidup yang modern pada saat ini merupakan masalah kompleks yang membutuhkan solusi terpadu dan berkelanjutan. Hanya dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan berkesempatan bagi semua orang dalam meraih kehidupan yang lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Titi Purnama Sari Giawa</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi UMKM Kuasai Pasar, dari Jualan Online di Atas Ranjang Sampai Ekspor</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/05/strategi-umkm-kuasai-pasar-dari-jualan-online-di-atas-ranjang-sampai-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 05:34:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87341</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Bermula dari perjalanan dinas ke Bandung,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bermula dari perjalanan dinas ke Bandung, Robi Tanumiharja (30) tak menyangka akan jatuh cinta pada kaktus dan sukulen. Saat itu ia masih bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan es krim asal China, membawahi wilayah dari Serang hingga Cirebon.</p>
<p>Namun semangat berwirausaha sudah tumbuh sejak lama. Sambil bekerja, ia terus mencoba berbagai bisnis.</p>
<p>“Saya sempat buka usaha ramen dan gelato—dua-duanya offline. Tapi karena saya masieh kerja, usahanya enggak jalan. Akhirnya gagal. Saya juga sempat dibohongi karyawan,” kenangnya saat ditemui Republika beberapa waktu lalu.</p>
<p>Di masa pandemi, ia menjual bungkus makanan secara daring. Penjualannya sempat meroket hingga ribuan pieces per hari. Namun ketika pabrik mulai menjual langsung ke konsumen, bisnisnya perlahan surut.</p>
<p>Pintu peluang terbuka saat ia mampir ke kebun-kebun sukulen di Bandung. Ia membeli satu kardus berisi 200 tanaman, membawanya ke Jakarta, lalu menjualnya lewat Shopee.</p>
<p>“Saya coba jual, langsung laku. Tanpa diapa-apain,” ujarnya.</p>
<p>Tak disangka, permintaan berdatangan. Tak hanya tanaman, para pembeli mulai menanyakan potnya. Ia pun berburu pot ke Purwakarta dan menjualnya kembali. Laku juga.</p>
<p>Namun di tengah geliat bisnisnya, Robi jatuh sakit. Ia didiagnosis mengalami fistula, penyakit langka yang membuatnya harus bed rest selama berbulan-bulan. Saat itu ia baru menikah dan kehilangan pekerjaan karena tak bisa lagi turun ke lapangan. Dari atas ranjang, bersama sang istri, ia mulai memikirkan cara bertahan.</p>
<p>“Istri usul, ‘Kalau ambil dari Bandung dan Purwakarta terus, enggak bisa. Mending kita produksi sendiri aja.’ Saya setuju,” katanya.</p>
<p>Dari sanalah lahir Rocl.id—usaha pot dan produk dekorasi berbahan dasar semen lokal. Ia mulai riset kompetitor, menetapkan target pasar, dan memulai produksi kecil-kecilan, hanya satu jenis pot pada awalnya.</p>
<p>“Kami pakai semen putih, dicairkan, dibentuk, lalu ditambah penguat semen. Sekali produksi butuh 3–4 jam. Sehari bisa habis 600 kg bahan, 12 kali produksi,” jelasnya.</p>
<p>Bahan bakunya dari merek Tiga Roda, cetakan ia ambil dari Jogja, dan desainnya banyak terinspirasi dari Pinterest. Kini Rocl.id memproduksi 5.000 unit per hari dengan sistem tiga shift. Produknya beragam: tatakan gelas, vas bunga, base botol, pump sabun, hingga lilin aromaterapi—semuanya diproduksi sendiri, termasuk wadah lilinnya. Harga jualnya berkisar Rp2.000–Rp14.000.</p>
<p>Usahanya berkembang pesat dan kini menjadi market leader di Shopee. Mereka menempati ruko tiga lantai: lantai 1 untuk produksi, lantai 2 gudang, lantai 3 finishing, dan lantai 4 khusus pesanan besar serta souvenir. Dari awalnya hanya 1–2 orang, kini timnya berjumlah 60 orang.</p>
<p>“Saya tanya satu-satu, ‘Kamu bisa apa selain packing?’ Ada yang ternyata bisa konten, ya saya ajak bikin konten untuk Rocl, brand kami,” kenangnya.</p>
<p>Untuk Shopee saja, mereka mengirim 500 resi per hari, dan bisa tembus 1.000 saat Lebaran. Estimasi omzet per resi sekitar Rp30.000. Ekspor pun mereka jalani—rutin 10 ribu vas ke Jepang setiap tiga bulan, serta pengiriman ke Malaysia lewat Shopee.</p>
<p>“Kami bukan jual makanan. Jadi harus bisa pasarin. Kalau enggak, barang enggak akan laku,” ujarnya.</p>
<p>Ia menargetkan penjualan tahunan naik 30 persen. “Kalau target Rp1 miliar per tahun, ya dibagi per hari. Kalau kurang, minggu depan harus dikejar. Naikin iklan, evaluasi kompetitor, dan riset produk lagi,” jelasnya.</p>
<p>Soal kompetitor yang meniru desainnya, ia mengaku santai. “Saya anggap itu motivasi buat terus riset dan cari produk baru. Yang penting bisa produksi sendiri supaya harga bisa ditekan dan tetap jadi yang termurah di Shopee.”</p>
<p>Shopee Indonesia pun turut berperan dalam mendukung perjalanan UMKM seperti Rocl.id. “Lingkungan yang inklusif dan mendukung sejak awal berbisnis merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan,” ujar Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita.</p>
<p>“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari banyak kisah kesuksesan UMKM dan brand lokal. Menyaksikan mereka terus berkembang dan berinovasi&#8230; memotivasi kami untuk terus memberikan dukungan terbaik,” lanjutnya.</p>
<p>Pengamat ekonomi Ryan Kiryanto menambahkan, potensi e-commerce di Indonesia sangat besar, terutama dengan datangnya bonus demografi. “Prospek e-commerce ke depan sangat menjanjikan karena kita menyongsong booming bonus demografi,” ujarnya.</p>
<p>Namun, ia menekankan pentingnya infrastruktur dan literasi digital. “E-commerce ini kita enggak kenal batas wilayah, bisa jual ke China, Vietnam, bahkan Eropa. Tapi mekanisme tata layanan harus disiapkan,” kata Ryan.</p>
<p>Ia juga menegaskan perlunya peran aktif pemerintah. “Ini tugas Kementerian UMKM dan Kementerian Kominfo untuk mengedukasi mayoritas UMKM yang belum onboarding. Mereka belum terlibat karena belum dirangkul dan didampingi,” tegasnya.</p>
<p>Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan, pemerintah siap memberi subsidi bunga hingga 5 persen bagi UMKM padat karya. Sementara Menteri UMKM Mamam Abdurrahman menekankan pentingnya adaptasi digital di kalangan pedagang.</p>
<p>“Arus globalisasi dan digitalisasi tidak bisa kita elak lagi. Supaya pedagang tidak sekadar menggunakan cara tradisional, tapi juga secara digital,” ujarnya.</p>
<p>Kisah Robi dan Rocl.id adalah bukti bahwa transformasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan kreativitas, konsistensi, dan keberanian, seorang pemuda yang dulu menjual tanaman dari kardus kini memimpin bisnis dekorasi rumah berbasis platform digital.</p>
<p>“UMKM bisa naik asal kreatif, punya target, dan konsisten,” tutur Robi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMKM Asal Depok ini Sukses Jadi Primadona Kuliner di Vokhumfest 2025</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/05/umkm-asal-depok-ini-sukses-jadi-primadona-kuliner-di-vokhumfest-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87335</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK – Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood berhasil meramaikan Vokhumfest...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> – Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood berhasil meramaikan Vokhumfest 2025 yang berlangsung meriah pada 23 Mei di Ruang Terbuka Hijau Vokasi UI. UMKM kuliner asal Depok ini menjadi salah satu tenant yang paling ramai dikunjungi dan mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung sepanjang acara.</p>
<p>Produk-produk yang dijual seperti Jagung Cheese Tarik, Gohyong, dan Pisang Kembung menjadi favorit banyak orang dan langsung diserbu dari awal buka. Bahkan, sebelum acara berakhir ketersediaan Jagung Cheese Tarik telah habis namun pengunjung masih banyak yang menanyakan ketersediaan.</p>
<p>Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood meluncurkan inovasi produk perdananya di acara Vokhumfest 2025 berupa RanjeeTray, paket makanan dan minuman dalam satu kemasan praktis. Inovasi ini berhasil menarik perhatian pengunjung karena kemasan praktis yang diisi makanan dan minuman sekaligus dengan harga Rp 25.000.</p>
<p>Selain kemasan yang praktis, porsi pas, dan harganya yang bersahabat membuat RanjeeTray laku keras melebihi ekspektasi. Beberapa pembeli mengaku bahwa RanjeeTray menjadi salah satu alasan  mereka tertarik untuk mengunjungi booth Ranjeeta.</p>
<p>Tak hanya menyajikan jajanan viral, Ranjeeta juga menghadirkan pengalaman interaktif di booth melalui games cabutan berhadiah. Permainan ini menjadi daya tarik tersendiri, karena mengingatkan pada suasana warung jadul yang penuh kejutan.</p>
<p>Para pembeli terlihat antusias mengikuti permainan setelah melakukan pembelian produk. Antusiasme pun semakin terasa saat pengunjung ikut tantangan membuat konten impersonate ibu-ibu.</p>
<p>Testimoni positif pun datang dari berbagai kalangan. Nayla, salah satu mahasiswa yang menjadi pengunjung booth Ranjeeta, mengatakan bahwa branding dari Ranjeeta Khatulistiwa Streetfood sangat menarik dengan nuansa pink-pink yang estetik dan langsung membuatnya ingin mampir.</p>
<p>&#8220;Harganya juga masuk kantong anak kos, jadi nggak mikir dua kali buat jajan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Para siswi dari As-Syifa Boarding School menyebut bahwa mereka datang ke booth Ranjeeta karena “FOMO”, teman-teman mereka sudah duluan membeli. Pengemasan RanjeeTray yang unik serta harga yang ramah jadi alasan mereka ikut mencoba.</p>
<p>Pengunjung dari SMA 77 juga mengapresiasi desain poster booth yang mencolok dan menyebut branding Ranjeeta sebagai “unik, warna-warni, dan eye-catching banget.”</p>
<p>Keberhasilan Ranjeeta di Vokhumfest 2025 membuktikan bahwa kekuatan inovasi produk dan pendekatan kreatif dapat membawa UMKM lokal naik kelas. Dengan memadukan pengalaman kuliner yang otentik, konsep visual yang menarik, dan keterlibatan langsung dengan pengunjung, Ranjeeta berhasil meninggalkan kesan mendalam.</p>
<p>Partisipasi dalam acara ini juga memperkuat posisi Ranjeeta sebagai brand yang dekat dengan komunitas muda. UMKM ini bukan hanya viral di media sosial, tapi juga benar-benar dicintai di lapangan.</p>
<p><em><strong>Divia Ghina Anjani</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Digitalisasi Akuntansi: Solusi Strategis untuk UMKM di Era Digital</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/12/digitalisasi-akuntansi-solusi-strategis-untuk-umkm-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 05:58:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=81457</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS&#8211; Di era digital yang serba cepat ini,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a>&#8211; Di era digital yang serba cepat ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan besar dalam mengelola bisnis mereka. Persaingan yang semakin ketat memaksa UMKM untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar yang dinamis. Tidak hanya itu, adaptasi terhadap teknologi juga menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu aspek yang sering menjadi batu sandungan adalah pengelolaan keuangan.</p>
<p>Banyak UMKM masih menggunakan metode manual yang tidak hanya memakan waktu, tetapi juga rentan terhadap kesalahan dalam pencatatan data. Dengan pengelolaan manual, kesalahan kecil saja dapat berdampak besar, mulai dari laporan keuangan yang tidak akurat hingga pengambilan keputusan bisnis yang keliru. Namun, semua tantangan ini sebenarnya dapat diatasi dengan adopsi teknologi, khususnya melalui digitalisasi akuntansi.</p>
<h3>Digitalisasi Akuntansi: Transformasi Penting untuk UMKM</h3>
<p>Digitalisasi akuntansi merujuk pada proses mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan keuangan, mulai dari pencatatan transaksi hingga pembuatan laporan keuangan secara otomatis. UMKM saat ini memiliki banyak pilihan software dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mempermudah manajemen keuangan mereka.</p>
<p>Ada berbagai macam software terkait yang bisa anda temukan dengan mudah lewat internet. Alat-alat tersebut memungkinkan UMKM mencatat transaksi, mengelola pengeluaran, dan membuat laporan keuangan dengan cepat dan akurat, bahkan tanpa memerlukan pemahaman akuntansi yang mendalam.</p>
<p>Manfaat dari digitalisasi ini sangat jelas. Dengan menggunakan software akuntansi, proses pencatatan dan pengelolaan keuangan menjadi lebih praktis dan efisien. Hal ini secara langsung membantu mengurangi ketergantungan UMKM pada metode manual yang memakan waktu. Tidak hanya itu, teknologi ini juga memungkinkan pelaku usaha untuk mengakses data secara real-time, kapan saja dan di mana saja.</p>
<p>Sebagai contoh, seorang pemilik UMKM dapat memantau arus kas bisnisnya melalui ponsel saat sedang berada di luar kantor, memberikan fleksibilitas yang tak tergantikan. Selain itu, akses data yang mudah dan real-time mempermudah kolaborasi dengan tim, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Bahkan, kecerdasan buatan dalam teknologi akuntansi dapat memberikan analisis data yang membantu pelaku usaha mengidentifikasi masalah keuangan dan menawarkan solusi, sehingga mereka bisa fokus pada masalah strategis lainnya.</p>
<h3>Tantangan dan Peluang Digitalisasi Akuntansi</h3>
<p>Meski manfaatnya sangat besar, adopsi digitalisasi akuntansi di kalangan UMKM tidak terlepas dari tantangan. Banyak pelaku usaha yang masih ragu untuk menggunakan teknologi karena kurangnya pemahaman, keterbatasan anggaran, atau ketakutan terhadap risiko keamanan data. Namun, tantangan ini bukanlah hambatan yang tidak bisa diatasi.</p>
<p>Saat ini, banyak software akuntansi yang dirancang dengan antarmuka sederhana sehingga mudah digunakan bahkan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang teknis. Selain itu, sebagian besar aplikasi menawarkan paket berlangganan yang fleksibel, memungkinkan UMKM untuk memilih layanan sesuai dengan anggaran mereka. Dari segi keamanan, perusahaan pengembang software terus meningkatkan proteksi data, memberikan rasa aman kepada penggunanya.</p>
<p>Manfaat besar dari digitalisasi akuntansi seharusnya menjadi alasan kuat bagi UMKM untuk mulai bertransformasi. Dengan langkah kecil, seperti mulai mencatat transaksi harian menggunakan aplikasi, pelaku usaha dapat secara bertahap beradaptasi dengan teknologi. Dengan pendekatan ini, tantangan yang sebelumnya terlihat besar bisa diatasi secara bertahap, dan UMKM dapat menikmati manfaat besar dari digitalisasi ini.</p>
<h3>Kesimpulan: Digitalisasi Adalah Investasi Masa Depan</h3>
<p>Digitalisasi akuntansi bukan sekadar alat untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga merupakan investasi strategis bagi kelangsungan bisnis UMKM di masa depan. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, penggunaan teknologi akuntansi memungkinkan pelaku usaha tidak hanya mengelola keuangan dengan lebih baik, tetapi juga mengambil keputusan strategis berdasarkan data yang akurat. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan software akuntansi, UMKM dapat menyelesaikan masalah keuangan lebih cepat dan berfokus pada pengembangan bisnis.</p>
<p>Meskipun tantangan dalam adopsi teknologi tidak bisa diabaikan, langkah kecil seperti digitalisasi akuntansi dapat memberikan dampak besar. Kini saatnya bagi UMKM untuk berani berubah, memanfaatkan teknologi, dan bersiap menghadapi persaingan yang semakin ketat. Masa depan bisnis ada di tangan mereka yang siap beradaptasi, dan digitalisasi akuntansi adalah salah satu langkah nyata menuju keberhasilan.</p>
<p><em>Muhammad Faiz Zuhdi Supandi,</em><br />
<em>Mahasiswa S1 Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Literasi Keuangan Syariah bagi Pelaku UMKM</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/02/pentingnya-literasi-keuangan-syariah-bagi-pelaku-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2024 02:17:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=65896</guid>

					<description><![CDATA[Pengusaha UMKM merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara, salah satunya di Indonesia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Seringkali pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal mengatur dan mengelola investasi dan resiko. Padahal, pengusaha UMKM merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara, salah satunya di Indonesia.</p>
<p>Dalam menghadapi permasalahan ini, literasi keuangan syariah menjadi sangat penting. Artikel ini akan menjabarkan pentingnya literasi keuangan syariah bagi pengusaha UMKM, serta bagaimana hal ini dapat membantu pengusaha UMKM dalam mengelola resiko dan investasi secara lebih baik.</p>
<p><strong>1. Pengertian Literasi Keuangan Syariah</strong></p>
<p>Literasi keuangan syariah mengarah pada pemahaman dan pengetahuan tentang prinsip-prinsip keuangan Islam dalam konteks bisnis. Ini termasuk pemahaman tentang prinsip-prinsip seperti keadilan, transparansi, keberkah, dan larangan riba. Pengusaha UMKM harus mengetahui konsep-konsep ini supaya dapat mengelola keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.</p>
<p><strong>2. Mengelola Resiko dengan Prinsip Syariah</strong></p>
<p>Salah satu aspek penting dalam bisnis adalah mengelola resiko dengan benar. Literasi keuangan syariah menolong pengusaha UMKM untuk mengelola resiko dengan mentaati prinsip-prinsip Islam. Misalnya, dalam pembiayaan, pengusaha UMKM dapat mencari alternatif yang sesuai dengan prinsip syariah seperti murabahah, mudharabah, atau musyarakah, yang dapat membantu mengurangi resiko riba dan memperkuat prinsip keadilan dalam transaksi bisnis.</p>
<p><strong>3. Investasi yang Sesuai dengan Prinsip Syariah</strong></p>
<p>Pengelolaan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah juga menjadi aspek penting bagi pengusaha UMKM. Literasi keuangan syariah dapat membantu pengusaha UMKM memahami instrumen investasi yang halal menurut syariah, seperti saham syariah, obligasi syariah, dan reksa dana syariah. Dengan memilih investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, pengusaha UMKM dapat menjaga keberkahan dan keadilan dalam portofolio investasi mereka.</p>
<p><strong>4. Memahami Prinsip Keadilan dalam Bisnis</strong></p>
<p>Salah satu prinsip penting dalam keuangan syariah adalah keadilan. Literasi keuangan syariah membantu pengusaha UMKM untuk mengetahui pentingnya keadilan di setiap transaksi bisnis. Hal ini termasuk melayani pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis dengan adil, serta memastikan bahwa keuntungan dan resiko dibagikan secara seimbang sesuai dengan peran dan kontribusi masing-masing pihak.</p>
<p><strong>5. Transparansi dan Akuntabilitas</strong></p>
<p>Prinsip transparansi dan akuntabilitas juga menjadi fokus penting dalam literasi keuangan syariah. Pengusaha UMKM perlu mengetahui pentingnya menjaga transparansi dalam pelaporan keuangan dan operasional mereka, serta memastikan bahwa setiap transaksi bisnis berjalan secara jujur dan terbuka. Hal ini membantu membangun kepercayaan dengan pelanggan, investor, dan mitra bisnis.</p>
<p><strong>6. Menghindari Riba dan Praktik Tidak Etis Lainnya</strong></p>
<p>Salah satu aspek yang menjadi fokus penting dalam literasi keuangan syariah adalah menghindari riba dan praktik tidak sesuai lainnya. Riba dianggap sebagai dosa besar dalam Islam, dan pengusaha UMKM perlu memahami akibat dari terlibat dalam transaksi yang melibatkan bunga atau riba. Literasi keuangan syariah membantu mereka memahami cara yang sesuai dengan prinsip syariah, sehingga pengusaha UMKM dapat menjauhi riba dan mempraktikkan bisnis yang lebih baik.</p>
<p><strong>7. Meningkatkan Akses ke Pembiayaan Syariah</strong></p>
<p>Dengan memiliki literasi keuangan syariah yang baik, pengusaha UMKM juga dapat meningkatkan jaringan mereka ke pembiayaan syariah. Bank dan lembaga keuangan syariah cenderung lebih bersedia untuk membiayai bisnis yang mentaati prinsip-prinsip syariah, dan pengusaha UMKM yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam bisnis mereka akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pembiayaan yang di butuhkan untuk mengembangkan usaha mereka.</p>
<p><strong>8. Meningkatkan Keberkahan dalam Bisnis</strong></p>
<p>Pentingnya literasi keuangan syariah juga terdapat pada kemampuannya untuk meningkatkan keberkahan dalam bisnis. Dengan mematuhi prinsip-prinsip syariah, pengusaha UMKM dapat yakin bahwa usaha mereka diberkahi oleh Allah SWT, dan bahwa keberhasilan bisnis mereka adalah hasil dari usaha yang jujur dan adil. Ini tidak hanya memberikan kepuasan spiritual, tetapi juga dapat meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.</p>
<p><strong>9. Mendukung Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan</strong></p>
<p>Peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan pengusaha UMKM juga dapat mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mempraktikkan bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, pengusaha UMKM membantu membangun fondasi ekonomi yang lebih stabil dan adil, yang pada waktunya dapat membawa manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Dalam mengelola resiko dan investasi, pengusaha UMKM perlu memiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip keuangan syariah. Literasi keuangan syariah membantu mereka memahami konsep-konsep ini, sehingga mereka dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan dalam Islam. Dengan demikian, penting bagi pengusaha UMKM untuk terus meningkatkan literasi keuangan syariah mereka agar dapat memperkuat bisnis mereka dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p><em>Husna Dzakirotul Afifah</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga UKM Bogasari Raih Penghargaan UKM Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/02/tiga-ukm-bogasari-raih-penghargaan-ukm-ramah-lingkungan-dan-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2024 01:50:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bogasari]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=64753</guid>

					<description><![CDATA[Ada 167 UKM anggota BMC yang mendaftar untuk mengikuti seleksi penghargaan Bogasari tingkat nasional ini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Ada 167 UKM anggota BMC yang mendaftar untuk mengikuti seleksi penghargaan Bogasari tingkat nasional ini</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>SURABAYA</strong></a> &#8211; Sektor usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia. Berdasarkan data dari pemerintah, lebih dari 60 persen pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia berasal dari sektor UKM, dan mayoritas lapangan kerja disediakan oleh pelaku UKM. Dominasi yang sama juga ditemukan pada data pelanggan Bogasari yang 70 persen adalah UKM.</p>
<p>Mengacu pada data-data tersebut, khususnya Bogasari, maka sektor UKM harus terus mendapat perhatian serius termasuk di dalam menjaga keberlanjutan usahanya. Dengan menjaga keberlanjutan usahanya, maka UKM mampu bersaing di pasar, tidak hanya lokal dan nasional tapi juga pasar global. Caranya harus mau dan mampu mengikuti berbagai kebijakan di sektor dunia usaha yang menjadi fokus dan tuntutan pasar, diantaranya penerapan konsep ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam menjalankan usahanya.</p>
<p>“Karena itulah penghargaan Bogasari SME Award 2023 mengusung tema “UKM Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan”. Ini merupakan langkah awal Bogasari mendorong UKM menerapkan ESG. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi yang lebih gencar, khususnya edukasi tentang apa itu ESG, mulai dari cakupan hingga tujuan dan manfaat untuk pengembangan usaha UKM ke depan,” papar Yulius Ronadi, Vice President (VP) Sales Bogasari Area 3 dalam siaran pers Bogasari SME Award 2023 yang berlangsung di Royal Plaza, Surabaya, Sabtu sore (3/4/2024).</p>
<p>Ada 167 UKM anggota BMC yang mendaftar untuk mengikuti seleksi penghargaan Bogasari tingkat nasional ini diperoleh 9 nominator. UKM yang berhasil lolos menjadi 9 nominator adalah UKM CV Cerita Bahagia Food (Balikpapan); UD Shabrina (Lumajang); Safir Indo Raya (Mataram); Rido Cake (Jambi); Dynamic Natural Damai (Jakarta), Bakmi Karya Abadi (Jakarta); Adila Snack (Jambi); Mawar Bakery dan Bake Shop (Deli Serdang); Kanung (Bogor).</p>
<p>Yang berhasil menjadi 9 nominator ini merupakan hasil penilaian dari dewan juri yang terdiri dari Akademisi (Ambara Purusottama), Praktisi UKM (Zainal Abidin), dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM (Riza Damanik). Kesembilan nominator ini didatangkan khusus ke Surabaya untuk menerima penghargaan sebagai nominator dan 3 Terbaik UKM Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan.</p>
<p>“Tiga Terbaik UKM Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan dalam Bogasari SME Award 2023 ini adalah CV Cerita Bahagia Food (Balikpapan), UD Shabrina (Lumajang), dan Dynamic Natural Damai (Jakarta). Mereka dinilai dari 3 aspek oleh dewan juri, dengan bobot terbanyak dari aspek kontribusi sosial, ramah lingkungan dan berkelanjutan (60%). Selebihnya dari aspek finansial (20%) dan Manajerial (20%),” ucap Julius.<br />
ESG adalah konsep yang mengedepankan kegiatan pembangunan, investasi maupun bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan tiga kriteria tersebut yaitu lingkungan, sosial serta tata kelola. ESG juga termasuk dengan bagaimana standar yang digunakan untuk mengelola investasi berdasarkan kebijakan perusahaan dengan penuh tanggung jawab.</p>
<p>Edukasi ESG yang akan dijalankan Bogasari kepada ribuan UKM mitra binaan yang tergabung dalam keanggotaan Bogasari Mitra Card adalah melalui semacam seminar yang selama ini dikenal dengan KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi) yang tahun 2023 digelar secara hybrid di 4 kota yakni Medan, Solo, Bandung, dan Malang. Edukasi melalui terbitan majalah khusus UKM Bogasari bernama Wacana Mitra yang didistribusikan dalam bentuk cetak dan digital secara nasional.</p>
<p>Saat seleksi di tingkat dewan juri, ditemukan ternyata tidak sedikit UKM mitra binaan Bogasari yang sudah menjalankan konsep dasar ESG. Mulai dari pengelolaan sampah, penggunaan daur ulang, pengolahan limbah, pemanfaatan energi terbarukan, hingga tata kelola usaha dan kontribusi sosial terhadap masyarakat.</p>
<h3>10 UKM Dapat Umroh</h3>
<p>Sebagai apresiasi kepada UKM, di Festival Bogasari 2024 yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 3-4 Februari 2024, juga dilakukan pengundian Gelegar Hadiah BMC dan festival kuliner yang dijajakan 20 UKM makanan berbasis terigu Bogasari.</p>
<p>Hadiah yang diundi dalam Gelegar Hadiah BMC berupa 10 paket Umroh atau wisata rohani, 6 sepeda motor niaga, 12 sepeda motor listrik, 80 handmixer, 30 tabungan total senilai Rp 30 juta, dan 200 saldo e-wallet otto cash senilai total Rp 40 juta.</p>
<p>Kesepuluh UKM yang beruntung dapat paket Umroh dari Bogasari berasal dari 7 provinsi. Mereka adalah UKM Roti Gepeng Morinaga (Sumatera Selatan), UKM CV Krenchise Chiken Bandung (Jawa Barat), UKM Stik Balado Panca Surya Tangerang (Banten), UKM Quality Fried Chicken (Sumatera Utara), UKM Sari Rasa Solo (Jawa Tengah), UKM Dharma Putera Lestari Mie Jakarta (DKI Jakarta), dan 3 UKM dari Provinsi Jawa Timur yakni UD Bersama Malang, UKM Jos Roti Gepeng Sidoarjo, dan Morinaga Roti Surabaya.</p>
<p>Yang tak kalah menariknya lagi 6 UKM beruntung mendapat hadiah sepeda motor niaga yang bisa dipakai untuk kendaraan operasional usaha. Mereka adalah UKM Mami Pia (Malang), UKM Sabila Mie (Solo), UKM Mie Bole Min Fui (Kalimantan Barat), UKM Mie Ayam Rusmanto (Bekasi), dan UKM Soko Adji Kulit Pangsit (Sidoarjo).</p>
<p>“Berbagai hadiah umroh dan ratusan hadiah lainnya merupakan apresiasi Bogasari atas kesetiaan UKM untuk tumbuh bersama Bogasari. Dan di tahun ini Bogasari sudah menyiapkan berbagai program edukasi untuk mendorong pertumbuhan usaha UKM,” ujar Vice President Sales Area 3 Bogasari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Reseller Jadi Solusi Ekspansi Bisnis UKM, Ninja Xpress Hadirkan Program Aksilerasi</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/01/reseller-jadi-solusi-ekspansi-bisnis-ukm-ninja-xpress-hadirkan-program-aksilerasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2024 01:54:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ninja Xpress]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=64282</guid>

					<description><![CDATA[Ninja Xpress sebagai Sahabat UKM menghadirkan program Aksilerasi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Memahami kebutuhan UKM di era digital dalam membangun eksistensi brand dan ekspansi bisnis ke market yang baru, Ninja Xpress sebagai Sahabat UKM menghadirkan program Aksilerasi, yaitu program yang memberikan akses untuk menghubungkan Pemilik Brand dengan calon reseller yang telah dikurasi, guna menumbuhkan relasi yang memberikan dampak positif terhadap bisnis. Baik pemilik brand maupun calon reseller adalah shipper dari Ninja Xpress.</p>
<p>Reseller merupakan salah satu skema pemasaran yang membantu para pelaku UKM untuk mempromosikan dan menjual produk UKM kepada konsumen. Dengan adanya skema penjualan kerja sama reseller, para pelaku UKM dapat mempromosikan dan menjual produknya di berbagai wilayah tanpa perlu melakukan ekspansi bisnis dengan membuka cabang di berbagai kota.</p>
<p>Hanya saja, ditengah perkembangan tren pemasaran produk menggunakan skema reseller ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM khususnya dalam menentukan program reseller yang menguntungkan sampai dengan menemukan reseller yang sesuai dengan karakteristik konsumen.</p>
<p>Menyadari tantangan tersebut, Ninja Xpress mendukung UKM dengan membuat program Aksilerasi yang membantu UKM untuk menemukan reseller yang tepat dan mudah.</p>
<p>Andi Djoewarsa, Chief Marketing Officer (CMO) Ninja Xpress mengatakan,&#8221;Kami menyadari bahwa menemukan reseller yang tepat dan menguntungkan bisnis merupakan salah satu tantangan para pelaku UKM, sehingga Ninja Xpress hadir dengan solusi yang end-to-end dengan program Aksilerasi untuk menemukan reseller yang tepat sampai dengan mendukung para pelaku UKM dengan fasilitas promosi foto/video produk juga pengiriman produk sampai tujuan.”</p>
<p>Program Aksilerasi dari Ninja Xpress memberikan fasilitas bagi UKM untuk meningkatkan penjualan melalui strategi ekspansi bisnis dan meningkatkan eksistensi brand yang diantaranya adalah dengan perluasan jangkauan distribusi UKM dapat terhubung dengan calon reseller yang telah dikurasi oleh Ninja Xpress sehingga para pelaku UKM dapat bekerja sama dengan reseller yang tepat dan terpercaya.</p>
<p>Program ini dijalankan secara rutin oleh Ninja Xpress dan yang terbaru diadakan pada 9 Januari lalu, dengan 3 pemilik brand berpartisipasi yaitu: Pempek Cuko Sayangan (Makanan), TB Baneska (Fashion), dan Deca group (Beauty).</p>
<p>Ninja Xpress juga memberikan dukungan dalam distribusi produk melalui ekosistem logistik Ninja Xpress yang terintegrasi dari penyediaan layanan pergudangan dan inventori produk, pengiriman didalam negeri, sampai dengan membuka peluang baru ke pasar internasional, khususnya Singapura dan Malaysia.</p>
<p>Selain itu, program Aksilerasi juga memberikan dukungan kepada para pelaku UKM untuk meningkatkan eksistensi brand mereka melalui 360 Marketing Support dengan menyediakan berbagai alat promosi untuk meningkatkan visibilitas produk seperti fasilitas foto/video produk dari Ninja Studio yang dapat dimanfaatkan sebagai materi promosi bagi para pelaku UKM dan reseller mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Sajian Bersama Bogasari Berdayakan Para Ibu Kembangkan Industri UKM</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/12/program-sajian-bersama-bogasari-berdayakan-para-ibu-kembangkan-industri-ukm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 03:27:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62049</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Bogasari kembali mendukung para pelaku usaha...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bogasari kembali mendukung para pelaku usaha kecil menengah (UKM) tanah air dengan melakukan pendampingan yang dilakukan secara tatap muka melalui program Kunci Informasi dan Teknologi (KIAT) dan pemberian edukasi kepada para ibu rumah tangga melalui program melalui program unggulan yang disebut Sajian Bersama Bogasari (SBB).</p>
<p>Program Sajian Bersama Bogasari (SBB) merupakan program tahunan yang rutin dijalankan oleh Bogasari berupa pelatihan baking demo kepada para ibu rumah tangga anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK mengenai cara membuat beragam kue dari bahan berbasis terigu.</p>
<p>Setelah sempat terhenti 3 tahun karena pandemi Covid-19, pada tahun 2023 ini gelaran SBB berlangsung di 50 titik kecamatan yang tersebar di 10 Kota di seluruh Indonesia. Kesepuluh kota tersebut ada Jabodebek, Malang, Yogyakarta, Medan, Jember, Palembang, Situbondo, Tarakan, Serang, dan Tangerang.</p>
<p>Para peserta dengan antusias mengikuti program edukasi mengenai cara pemanfaatan, pengolahan, dan penyimpanan tepung terigu secara benar agar nantinya mereka dapat memproduksi makanan berbasis terigu.</p>
<p>Kegiatan SBB yang selalu berlangsung dari pukul 08.30 hingga pukul 12.00 waktu setempat ini kembali digiatkan pasca pandemi untuk mendorong lebih dari sekadar keberlangsungan, melainkan produktivitas para ibu-ibu dalam membuka usaha makanan.</p>
<p>Beatrix Soedibyo, Product Group Manager Bogasari mengatakan “Melalui kegiatan SBB ini, Bogasari mengajak ibu-ibu untuk lebih produktif sehingga bisa meningkatkan pendapatan dengan membuka usaha makanan berbasis tepung terigu.”</p>
<p>Total jumlah ibu-ibu yang mendapatkan edukasi SBB tahun 2023 ini adalah sebanyak lebih dari 5 (lima) ribu orang dan mendapatkan apresiasi khusus dari para ibu camat di kecamatan masing-masing.</p>
<p>Ueis, ibu Camat Mancak dari Kabupaten Serang mengatakan “Kami selalu berharap adanya partisipasi aktif dari perusahaan-perusahaan besar seperti Bogasari untuk turut serta meningkatkan perekonomian di daerah, terutama bagi para ibu-ibu di Kecamatan Mancak. Kami sampaikan terima kasih kepada Bogasari atas adanya edukasi ini.”</p>
<p>Selain pemberian materi seputar produk dan program kemitraan dari Bogasari, ada juga sesi baking demo resep-resep pilihan Bogasari, yaitu Sate Ayam Crispy, Watermelon Comic Cake atau Pastel Panggang Tape Keju.</p>
<p>Ketiga resep ini dipilih karena proses pembuatannya yang mudah bagi pemula. Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak, sehingga ibu-ibu yang baru mau mencoba buka usaha bisa memproduksinya dalam skala kecil alias skala rumahan.</p>
<p>“Selain resep yang didemokan menyesuaikan dengan produk Bogasari dan lokasi, kami juga memilih resep yang Harga Pokok Penjualan (HPP)-nya masih bisa dijual dengan harga dibawah Rp.2.000 per potong, sehingga para ibu dapat memproduksi cukup banyak dan bisa dijadikan bekal anak sekolah atau jualan di tempat anaknya bersekolah. Kami berkolaborasi dengan pemerintah setempat dalam pelaksanaannya dan SBB tahun ini diadakan di kecamatan-kecamatan yang belum pernah diadakan sebelumnya.”</p>
<p>Tidak hanya melalui kegiatan SBB saja, namun Bogasari berharap untuk dapat selalu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia dalam setiap kegiatan yang dilakukannya.</p>
<p>Dari 50 titik kecamatan yang sudah ditentukan, dalam periode 12 Oktober – 17 November 2023 sudah terlaksana 45 titik dengan rata-rata partisipan setiap kota sebanyak 110 orang. Untuk informasi seputar 5 titik penyelenggaraan SBB yang belum dilaksanakan, bisa dilihat di website atau media sosial milik Bogasari @KreasiBogasari (IG, Twitter, Youtube, Tiktok).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amartha Salurkan Modal untuk UMKM Penyandang Disabilitas</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/amartha-salurkan-modal-untuk-umkm-penyandang-disabilitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 10:18:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60092</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), prosperity...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), prosperity platform yang menghadirkan layanan keuangan inklusif untuk ekonomi akar rumput melalui teknologi dan prinsip keberlanjutan, berkomitmen untuk menyalurkan permodalan bagi UMKM penyandang disabilitas sebagai langkah mengakselerasi layanan keuangan inklusif di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan dengan menjalin kolaborasi bersama Menembus Batas, yakni organisasi yang mewadahi penyandang disabilitas untuk dihubungkan dengan berbagai peluang ekonomi.</p>
<p>Peresmian kerja sama dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan &#8211; Financial Expo (Finexpo) 2023, di Yogyakarta pada tanggal 26-29 Oktober 2023. Pada kegiatan tersebut, Amartha hadir mendukung inisiatif OJK sebagai PUJK yang memfasilitasi penyaluran modal kerja bagi UMKM penyandang disabilitas.</p>
<p>Aria Widyanto, Chief Risk &amp; Sustainability Officer Amartha menyampaikan, “Sebagai penyedia layanan keuangan digital inklusif, Amartha senantiasa hadir mendukung UMKM akar rumput untuk terus bertumbuh dengan menyediakan akses modal kerja, termasuk UMKM penyandang disabilitas. Saat ini, Amartha sendiri memiliki mitra UMKM binaan yang merupakan penyandang disabilitas, namun jumlahnya masih terbatas.</p>
<p>Oleh sebab itu, di tahun mendatang kami akan memperluas akses keuangan inklusif bagi UMKM penyandang disabilitas melalui kerja sama dengan Menembus Batas. Ini sejalan dengan misi Amartha dalam memberikan peluang yang setara khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas”.</p>
<p>Dalam kerja sama ini, Menembus Batas akan bertindak sebagai rekanan yang mereferensikan UMKM penyandang disabilitas untuk diberikan modal kerja. Selain penyaluran modal kerja, Amartha juga memfasilitasi UMKM penyandang disabilitas dengan edukasi literasi keuangan dan digital serta pendampingan usaha.</p>
<p>Rangga, COO Menembus Batas menjelaskan, “Kita sama-sama mengetahui, bahwa segmen UMKM akar rumput sering kali menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan keuangan untuk mendukung usahanya. Kondisi ini semakin sulit apabila calon debitur adalah penyandang disabilitas.</p>
<p>Mereka yang masuk kelompok rentan membutuhkan layanan keuangan inklusif karena pada dasarnya, UMKM penyandang disabilitas juga memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan berdaya. Menembus Batas sangat mendukung penuh kolaborasi dengan Amartha dan optimis inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut mendukung UMKM penyandang disabilitas”.</p>
<p>Inisiatif ini juga sejalan dengan arahan dari OJK yang akan memprioritaskan sejumlah segmen masyarakat untuk terus diperluas inklusinya, seperti pada penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah terpencil.</p>
<p>Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam sambutannya menyampaikan, “Peningkatan akses keuangan masyarakat khususnya bagi difabel dan masyarakat yang berada di daerah terpencil penting untuk terus dilakukan. Seluruh masyarakat berhak untuk mendapat perlakuan dalam mengakses produk dan layanan jasa keuangan,”.</p>
<p>Pada tahap permulaan, Amartha menyalurkan permodalan kepada UMKM penyandang disabilitas yang bergerak di sektor kriya, fesyen, olahan pangan skala industri rumah tangga, serta jasa.</p>
<p>Seremonial penyerahan modal kerja dilaksanakan di acara puncak Finexpo tanggal 28 Oktober 2023. Pemilik UMKM penyandang disabilitas, Ibu Aslimah, adalah salah satu penerima manfaat dari Amartha. Beliau mendirikan usaha dengan merk Aswa Craft yang menjual berbagai kerajinan khas Yogyakarta. Ibu Aslimah turut hadir untuk menerima simbolisasi pemberian modal kerja.</p>
<p>“Saya merasa bersyukur dapat terpilih untuk menjadi penerima modal dari Amartha. Modal ini akan saya gunakan untuk membeli bahan baku agar produksi akar wangi dan kerajinan yang saya jual, bisa meningkat.</p>
<p>Akses modal seperti ini sangat membantu, saya jadi bisa membeli bahan baku dalam jumlah grosir dengan harga lebih murah, sehingga keuntungan semakin besar. Saya berharap, semakin banyak penyandang disabilitas yang juga mendapatkan modal”, ucap Aslimah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Platform P2P Lending sebagai Peluang Peningkatan UMKM Indonesia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2018/01/platform-p2p-lending-sebagai-peluang-peningkatan-umkm-indonesia/</link>
					<comments>https://www.depokpos.com/2018/01/platform-p2p-lending-sebagai-peluang-peningkatan-umkm-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2018 04:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16799</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Annisa Rizkiyah, Staff KSEI IsEF SEBI...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-post-16799 wp-image-16801" src="https://res.cloudinary.com/dexapr9a3/image/upload/v1517201580/p2p_xoq0r6.jpg" width="830" height="300" />Oleh : Annisa Rizkiyah, Staff KSEI IsEF SEBI</p>
<p>Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Dibuktikan pada krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 dimana UKM mampu bertahan dibandingkan perusahan – perusahaan besar yang justru mengalami kebangkrutan. UMKM memiliki peran penting terhadap pembangunan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Pasca krisis moneter 1997 BPS menunjukan bahwa jumlah UMKM Indonesia meningkat dan mampu menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja.</p>
<p>Dilansir dari Goukm.id peran UMKM dalam meningkatkan pendapatan nasional sangatlah besar. Menurut data BPS 2014 kontribusi UMKM dalam memberikan lapangan pekerjaan sebesar 96,99 % terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34%. Dan UKM mampu bekontribusi dalam penambahan devisa Negara dalam bentuk penerimaan ekspor sebesar 27.700 miliyar dan menciptakan peranan 4,86% terhadap total ekspor.</p>
<p>Namun, meskipun UMKM telah memiliki sumbangsih yang baik bagi perekonomian nasional, UMKM masih memiliki kendala – kendala yang cukup krusial bagi perkembangannya. Salah satu kendala yang dihadapi oleh UMKM adalah sulitnya akses permodalan. Mengingat UMKM adalah usaha yang memiliki asset antara 50 juta sampai 10 miliar, dengan omset 300 juta sampai 50 miliar. Kualifikasi tersebut sulit untuk mendapatkan akses permodalan dari bank terutama dari sisi pemenuhan persyaratan yang diberikan oleh bank dan lamanya proses dan pencairan dana. Kondisi tersebut terlebih akan menyulitkan masyarakat yang ingin memiliki usaha dan mengembangkan usahanya.</p>
<p>Memasuki era digitalisasi ekonomi, pemerintah berupaya memanfaatkan perkembangan teknologi yang pesat untuk mengembangkan ekonomi rakyat berbasis online. Salah satunya adalah memberi kemudahan akses permodalan bagi UMKM, yaitu melalui penerbitan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).</p>
<p>Peer-to-Peer (P2P) Lending merupakan perusahan yang menyediakan akses sekaligus tempat bertemunya para investor atau pemberi pinjaman dengan para pihak yang membutuhkan pinjaman. Pemberi dana dan peminjam dana merupakan masyarakat luas yang memiliki dana berlebih, atau UMKM yang membutuhkan dana untuk menjalankan usahanya.</p>
<p>Perusahaan ini memberikan peluang bagi kemajuan UMKM Indonesia. Skema atau prosedur dalam proses mendapatkan dana atau permodalan yang cepat, mudah, akurat, dan aman. Skema pengajuan pinjaman dana melalui platform ini adalah dengan mengakses website perusahaan P2P Lending dan memilih perusahaan yang cocok dengan usaha yang dimiliki. Kemudian pengusaha melakukan profiling bisnis untuk mempermudan aplikasi sehingga investor dapat melihat profil bisnis yang akan dipinjamkan dananya. Jika investor menyetujui untuk meminjamkan dana, proses pencairan dana hanya akan memakan waktu sekitar 3 hari.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan sistem pendanaan yang disediakan oleh bank, P2P Lending jauh lebih mudah. Bila melakukan pengajuan dana ke bank, pengusaha diharuskan mengikuti perosedur yang telah diatur dan proses pencairan dana mebutuhkan waktu yang lama.</p>
<p>Pada saat ini perusahaan P2P Lending sudah mulai memberikan kontribusi yang baik untuk memajukan UMKM Indonesia. Salah satu perusahaan P2P Lending telah menyalurkan pembiayaan Rp 240.27 miliyar, dan 82,860 pengusaha mikro telah diberdayakan dengan tingkat ketepatan waktu pembayarann 99.74%. Usaha yang mendapatkan dana melalui P2P Lending tidak hanya difasilitasi pendanaan namun juga diberikan pembinaan dan pengawasan dalam perjalanan kesuksesan usaha peminjam.</p>
<p>Harapannya sosialisasi platform P2P Lending sebagai peluang bagi pendanaan UMKM ini dapat dilakukan secara massif dan menjamah seluruh lapisan masyarakat sehingga akan banyak usaha – usaha yang akan tumbuh dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.depokpos.com/2018/01/platform-p2p-lending-sebagai-peluang-peningkatan-umkm-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran BMT dalam Pemberdayaan UMKM</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2016/12/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/</link>
					<comments>https://www.depokpos.com/2016/12/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2016 04:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BMT Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Depokpos]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kredit umkm]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9866</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Reni Marlina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10551" aria-describedby="caption-attachment-10551" style="width: 889px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-post-9866 wp-image-10551" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1487485312/sejarah-Baitul-Maal_shekyk.jpg" width="889" height="371" /><figcaption id="caption-attachment-10551" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p><em><strong>Oleh: Reni Marlina</strong></em></p>
<p>Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting bagi perkembangan suatu negara karena salah satu upaya dalam percepatan pertumbuhan ekonomi adalah dengan perbaikan di sektor keuangan melalui perluasan akses dalam penyediaan pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tak bisa kita pungkiri bila pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diberbagai penjuru nusantara, kini telah memberikan peranan yang cukup besar dalam membangun perekonomian nasional. Pertumbuhannya yang semakin pesat dan besarnya hasil usaha yang disumbangkan ke tiap-tiap daerah, menjadikan UMKM sebagai salah satu tiang penyangga kestabilan ekonomi daerah maupun perekonomian nasional.</p>
<p>Sehingga tidak heran bila belakangan ini pemerintah mulai gencar melakukan pembinaan dan pemberdayaan khusus guna mendukung perkembangan UMKM di seluruh Indonesia. Tercatat, 96% UMKM di Indonesia tetap bertahan dari goncangan krisis. Hal yang sama juga terjadi di tahun 2008-2009. Ketika krisis datang dan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, UMKM lagi-lagi menjadi juru selamat ekonomi Indonesia.</p>
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga berperan dalam memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Berdasarkan data BPS (2003), populasi usaha kecil dan menengah (UKM) jumlahnya mencapai 42,5 juta unit atau 99,9 % dari keseluruhan pelaku bisnis di tanah air. UKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 99,6 persen. Sementara itu, kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 56,7 persen. Angka tersebut terus meningkat seiring dengan pertumbuhan UMKM dari tahun ke tahun.</p>
<p>Salah satunya seperti pemberdayaan UMKM yaitu diwujudkan dengan kehadiran Baitul Maal wa-Tamwil (BMT). BMT atau baitul maal wa tamwil merupakan padanan kata dari Balai Usaha Mandiri Terpadu. Baitul mall berfungsi menampung dan menyalurkan dana berupa zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) dan mentasrufkan sesuai amanah. Sedangkan baitul tamwil adalah pengembangan usaha-usaha produktif investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil serta mendorong kegiatan menabung dalam menunjang ekonomi. dalam suatu wilayah pada dasarnya merupakan jawaban atas belum “terjamah” dan terjangkaunya masyarakat lapis bawah (wong cilik atau masyarakat miskin) oleh berbagai lembaga keuangan perbankan. Keberadaan BMT merupakan tantangan tersendiri bagi umat Islam terutama bagi para pemimpin umat dan praktisi perbankan Islam, untuk mampu menunjukan kualitas dan profesionalisme BMT dalam memenuhi aspirasi dan tuntutan umat yang berhubungan dengan aktivitas perekonomian, sehingga keberhasilan BMT dalam merealisasikan tuntutan umat, pada gilirannya akan memposisikan BMT sebagai sebuah lembaga keuangan Islam yang capable dan credible.Untuk itu, upaya dan peran BMT dalam meningkatkan posisi ekonomi rakyat harus menunjukan performancenya dalam kapasitasnya sebagai sebuah lembaga keuangan yang memiliki kemampuan untuk berperan dan sebagai alternatif bagi masyarakat dalam kerjasama usaha dan bermitra bisnis.</p>
<p>Oleh karena itu BMT sebagai lembaga keuangan non bank yang beroperasi pada level paling bawah berperan aktif dan maksimal untuk ikut menggerakan dan memberdayakan ekonomi rakyat. Ada tiga peran yang dimainkan BMT dalam membantu memberdayakan ekonomi rakyat dan sosialisasi sistem syariah secara bersama yaitu;</p>
<p>1. Sektor finansial, yaitu dengan cara memberikan fasilitas pembiayaan kepada para pengusaha kecil dengan konsep syariah, serta mengaktifkan nasabah yang surplus dana untuk menabung.</p>
<p>2. Sektor riil, dengan pola binaan terhadap para pengusaha kecil manajemen, teknis pemasaran dan lainnya untuk meningkatkan profesionalisme dan produktivitas, sehingga para pelaku ekonomi tersebut mampu memberikan konstribusi laba yang proporsional untuk ukuran bisnis.</p>
<p>3. Sektor religious, dengan bentuk ajakan dan himbauan terhadap umat Islam untuk aktif membayar zakat dan mengamalkan infaq dan sadaqah, kemudian BMT menyalurkan ZIS pada yang berhak serta memberi fasilitas pembiayaan Qardul Hasan (pinjaman lunak tampa beban biaya).</p>
<p>Dengan demikian, Peran strategis yang ditunjukan BMT sebagai alternatif wadah simpan pinjam dan bermitra kerja, telah mampu menumbuhkan respon positif baik secara moril maupun material. Kepercayaan yang telah ada, dinyatakan dengan realitas dana yang telah dipercayakan BMT kepada para pengusaha kecil seperti UMKM untuk dikelola dalam rangka membantu dan meningkatkan produktivitas para usaha mikro tersebut. Berpijak dari berbagai peran dan keberhasilan BMT dalam pemberdayaan perekonomian umat bahwa secara ekonomi dan keuangan, BMT layak diperhitungkan dan signifikan dalam meningkatkan ekonomi rakyat. Alternatif (pilihan) menjadikan BMT sebagai sebuah lembaga keuangan terpercaya, dalam arus perekonomian modern, makin terbuka bagi umat Islam. (Reni Marlina)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.depokpos.com/2016/12/peran-bmt-dalam-pemberdayaan-umkm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKM Belimbing: Saatnya Pelaku UKM Go Online!</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2016/05/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/</link>
					<comments>https://www.depokpos.com/2016/05/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 May 2016 02:44:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[KTF]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[UKM Belimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5554</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_5199.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-5554 wp-image-5555" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/IMG_5199.jpg" alt="IMG_5199" width="600" height="400" /></a></p>
<p>DEPOK &#8211; Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dunia bisnis menjadi tanpa batasan, siapapun bisa membeli dan menjual produk dari dan negara negara manapun di wilayah ASEAN. Sudah saatnya pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Depok memasarkan lewat cara online sehingga produknya semakin mudah dijangkau, tak sebatas lokal tapi juga diharapkan bisa mendunia.</p>
<p>Demikian ditegaskan Harijanto, pendiri Kampung Teknologi Foundation (KTF) kepada depokpos, Rabu (4/5). Ditegaskan salah satu program utama KTF adalah pelatihan-pelatihan dengan sasaran pelaku UKM di Kota Depok khususnya, dari situlah kemudian lahir komunitas UKM Belimbing yang berada dibawah naungan KTF ini.</p>
<p>“Kami mempunyai program kerja mengangkat UKM di Depok untuk go online. Mereka harus mempunyai target market global, berjualan tak hanya manual atau offline,” kata pria yang akrab disapa Adjie ini.</p>
<p>Adjie mengatakan, ide pertama kali memang awalnya dari program pelatihan untuk UKM yang diselenggarakan oleh KTF, dari situlah kemudian para peserta yang mengikuti pelattihan tersebut bergabung dan mendirikan wadah UKM Belimbing ini.</p>
<figure id="attachment_5556" aria-describedby="caption-attachment-5556" style="width: 533px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/13162201_1616016008718546_1607427774_n.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-post-5554 wp-image-5556" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/13162201_1616016008718546_1607427774_n.jpg" alt="Suasana pelatihan di UKM Belimbing." width="533" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-5556" class="wp-caption-text">Suasana pelatihan di UKM Belimbing.</figcaption></figure>
<p>Selanjutnya Adjie mendaftarkan UKM Belimbing ke program UKM Digital milik telkom dan lalu disetujui dengan KTF sebagai pusat pelatihan untuk angggota UKM Belimbing ini. Pelatihan yang dilakukan di KTF sendiri lebih menitik beratkan kepada digital marketing atau pemasaran secara online.</p>
<p>Diakuinya, beberapa pelaku UKM memang sudah sepuh dan biasanya tak mengerti teknologi digital bahkan ketika diundang melakukan pelatihan mereka menolak dengan alasan gaptek.</p>
<p>&#8220;Padahal walaupun kita<em> nggak</em> menuntut bisa, paling <em>nggak bussiness owner</em> itu tahu dasar-dasarnya, yang melakukan marketing online nanti bisa anak atau kerabatnya,&#8221; ujar Adjie.</p>
<p>Kendala lainnya adalah pada masalah waktu, dikatakan kebanyakan pelaku UKM sudah terkuras waktunya dibagian produksi sehingga sangat perlu penyesuaian waktu yang efisien untuk para pelaku UKM ini.</p>
<p>&#8220;Biasanya kita menyesuaikan waktunya, jika minggu ini ada yang tak bisa (hadir) diharapkan minggu berikutnya bisa,&#8221; tambahnya</p>
<p>Adjie menambahkan, untuk peserta pelatihan tak tertutup hanya untuk UKM Belimbing saja, namun juga untuk pelaku UKM dari kelompok komunitas lainnnya.</p>
<p>&#8220;Justru peserta training marketing online ini lebih banyak dari komunitas UKM lain, kita juga banyak menerima undangan dari luar Depok untuk mengisi pelatihan. Terakhir itu kemarin kita di undang Pemprov Banten,&#8221; pungkasnya. (san)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.depokpos.com/2016/05/ukm-belimbing-saatnya-pelaku-ukm-go-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
