<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UI &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/ui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 08:31:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>UI Innovation Festival 2026 Digelar di Gandaria City, Ada Pameran Riset hingga Kolaborasi Internasional</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/ui-innovation-festival-2026-digelar-di-gandaria-city-ada-pameran-riset-hingga-kolaborasi-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 08:30:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI Innovation Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104444</guid>

					<description><![CDATA[Pemaparan program Gemini Academy Master Trainers dalam rangkaian UI Innovation Festival 2026 yang digelar di Gandaria City, Jakarta, Jumat (2/10/2026).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Universitas Indonesia melalui Science Techno Park (STP UI) menggelar UI Innovation Festival 2026 di Main Atrium Gandaria City, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Mengusung tema “Acceleration of Technology Innovation for National Self-reliance”, festival ini mempertemukan lingkungan akademik dengan industri, pemerintah, perusahaan rintisan (startup), mahasiswa, dan masyarakat untuk memperkenalkan perkembangan riset serta mendorong pemanfaatannya secara lebih luas.</p>
<p>Pada hari pertama, sebanyak 238 orang tercatat mendaftar untuk mengikuti rangkaian UI Innovation Festival 2026. Festival yang berlangsung pada 2–3 Oktober tersebut juga menghadirkan 19 peserta pameran yang berasal dari mitra serta startup seperti DIRBT &#8211; STP UI, UI STORE, MAKA, HUBA, COCOVA Sugar &amp; Dairy-Free Ice Cream, Madu NP, AITOMA &#8211; PT Hayago Robotika Indonesia, Terumbu, Kidlabox, Kibicare, Inventing, DKST ITB, Kementerian UMKM, Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB, UGM Science Techno Park, ROHTO, ATM SEHAT, Luwes Inovasi Mandiri, dan IMERI FKUI.</p>
<p>Melalui area pameran, pengunjung dapat melihat berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus mengenal peluang penerapannya dalam kehidupan dan dunia usaha.</p>
<figure id="attachment_104447" aria-describedby="caption-attachment-104447" style="width: 960px" class="wp-caption aligncenter"><img width="960" height="640" fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-post-104444 wp-image-104447 size-full" src="data:image/svg+xml;base64,PHN2ZyB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciIHdpZHRoPSI5NjAiIGhlaWdodD0iNjQwIj48cmVjdCB3aWR0aD0iMTAwJSIgaGVpZ2h0PSIxMDAlIj48YW5pbWF0ZSBhdHRyaWJ1dGVOYW1lPSJmaWxsIiB2YWx1ZXM9InJnYmEoMTUzLDE1MywxNTMsMC41KTtyZ2JhKDE1MywxNTMsMTUzLDAuMSk7cmdiYSgxNTMsMTUzLDE1MywwLjUpIiBkdXI9IjJzIiByZXBlYXRDb3VudD0iaW5kZWZpbml0ZSIgLz48L3JlY3Q+PC9zdmc+" alt="Pengunjung berdiskusi di area pameran UI Innovation Festival 2026 yang menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi di Gandaria City, Jakarta, Jumat (2/10/2026)" data-public-id="PM03258-2_copy_1500x1000/PM03258-2_copy_1500x1000.jpg" data-format="jpg" data-transformations="" data-version="1" data-seo="1" data-responsive="1" data-size="960 640" data-delivery="upload" onload=";window.CLDBind?CLDBind(this):null;" data-cloudinary="lazy" /><figcaption id="caption-attachment-104447" class="wp-caption-text">Pengunjung berdiskusi di area pameran UI Innovation Festival 2026 yang menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi di Gandaria City, Jakarta, Jumat (2/10/2026)</figcaption></figure>
<p>Rangkaian kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan perjalanan inovasi setelah tahap penelitian. Inovasi yang lahir dari perguruan tinggi didorong untuk berkembang melalui hilirisasi, transfer teknologi, komersialisasi, pengembangan usaha, serta kemitraan dengan industri sehingga dapat menghasilkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat dan bangsa.</p>
<p>Penguatan ekosistem transfer teknologi juga dibahas melalui international talkshow “Strengthening Indonesia Technology Transfer Profession and Global Alignment”. Sesi tersebut menghadirkan Dr. Alwin Wong selaku Chair of the Alliance of Technology Transfer Professionals (ATTP), Chalermpol Tuchinda selaku ATTP Advisor for the ASEAN Region, Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M. selaku Acting Director for Commercialization and Partnerships at the Ministry of Higher Education, Science, and Technology of the Republic of Indonesia, serta Prof. Ahmad Gamal, Ph.D. selaku Ketua Perkumpulan Transfer Teknologi Indonesia.</p>
<p>Guna mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi ke dunia industri, diskusi menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan profesional transfer teknologi dalam mengatasi tantangan komersialisasi riset. Melalui sinergi tersebut, inovasi diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan ekonomi dan masyarakat.</p>
<p>Pembahasan mengenai hilirisasi riset juga hadir dalam talkshow “Dari Riset ke Industri: Akselerasi untuk Mempercepat Hilirisasi Riset dan Inovasi Indonesia Berbasis Kekayaan Intelektual”. Forum tersebut menghadirkan Wisnu Sardjono Soenarso selaku Ketua Divisi Transfer Teknologi STP UI, Ahmad Zulkifli Taning, Ph.D. selaku Kasubdit Kekayaan Intelektual &amp; Promosi, Hermansyah Siregar, S.H., M.H. selaku Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, serta Fermi Hasenda selaku Direktur Manufaktur &amp; Riset PT Rohto Laboratories Indonesia.</p>
<p>Para narasumber menekankan bahwa kekayaan intelektual, transfer teknologi, dukungan regulasi, serta kolaborasi antara kampus dan industri merupakan kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak dan bernilai ekonomi yang bisa dirasakan oleh masyarakat.</p>
<p>“Penguasaan teknologi adalah bagian dari kemampuan sebuah bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri. Negara yang hanya menjadi pasar akan selalu tertinggal,” kata Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M., Kepala Tim Hilirisasi dan Industri sekaligus Pelaksana Tugas Direktur di Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.</p>
<p>Menurut Adhi, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam melahirkan pengetahuan, talenta, teknologi, perusahaan berbasis inovasi, dan solusi bagi masyarakat. Karena itu, pengembangan riset perlu diarahkan agar sebagian hasil penelitian memiliki jalur menuju pemanfaatan melalui proses hilirisasi dan inovasi.</p>
<p>Pada hari pertama, festival juga berkolaborasi dengan Google Gemini AI Academy melalui seminar dan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan yang disampaikan oleh Steven, S.Pd. B.Sc. selaku Principal Consultant Google Certified Trained, REFO dan ditujukan khusus bagi mahasiswa UI. Kegiatan tersebut terpenuhi pendaftar dan menjadi salah satu agenda yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi Gemini AI dalam mendukung pengembangan inovasi dan ide mahasiswa secara cerdas.</p>
<p>Selain agenda pameran dan pelatihan, festival menghadirkan ruang interaksi melalui sesi bincang-bincang dan seminar. Berbagai kegiatan tersebut mempertemukan peneliti, pelaku industri, pemerintah, startup, mahasiswa, serta masyarakat dalam satu rangkaian yang membahas perkembangan teknologi dan peluang pemanfaatannya.</p>
<p>Pembukaan UI Innovation Festival 2026 disahkan oleh Prof. Ahmad Gamal, S.Ars., M.U.P., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya UI bersama Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, Ir. Chairul Hudaya, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. selaku Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, serta Laela Sifa, S.IP., MPA selaku Manajer Proyek PRIME STeP. Pada sesi exhibition, para narasumber tersebut turut berkeliling ke booth dan memperkenalkan benda-benda inovasi yang dipamerkan.</p>
<p>Dengan mempertemukan hasil riset, perkembangan teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan, UI Innovation Festival 2026 membuka ruang bagi inovasi perguruan tinggi untuk dikenal dan dikembangkan lebih lanjut.</p>
<p>Rangkaian kegiatan hingga 3 Oktober tersebut sekaligus memperlihatkan upaya membangun hubungan yang berkelanjutan antara riset, industri, dan kebutuhan masyarakat dalam mendorong kemandirian nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Dekade Perjalanan Studi Korea di Universitas Indonesia: Memperkuat Kolaborasi Akademik, Budaya, dan Industri Menuju Masa Depan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/09/dua-dekade-perjalanan-studi-korea-di-universitas-indonesia-memperkuat-kolaborasi-akademik-budaya-dan-industri-menuju-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 01:33:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIB UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=103410</guid>

					<description><![CDATA[Perayaan 20 Tahun Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI Menghadirkan Seminar Nasional, Sesi Berbagi Alumni, dan Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Hubungan Indonesia–Korea.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Perayaan 20 Tahun Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI Menghadirkan Seminar Nasional, Sesi Berbagi Alumni, dan Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Hubungan Indonesia–Korea.</em></p></blockquote>
<p><strong>DEPOK</strong> – Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (FIB UI) merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik dan kebudayaan di Auditorium Gedung 1, FIB UI, Depok. Mengusung tema besar &#8220;함께한 20년, 함께할 미래&#8221; (20 Tahun Bersama, Masa Depan Bersama) atau &#8220;20 Years of Korean Studies in Indonesia: Reflection and Future Collaboration&#8221;, acara ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, puluhan generasi alumni, serta mitra strategis nasional maupun internasional untuk berefleksi sekaligus menyusun langkah inovatif ke depan.</p>
<p>Sejak didirikan pada 16 Agustus 2006, program studi ini telah menjadi salah satu pelopor pendidikan dan pengembangan kajian bahasa, sastra, dan budaya Korea di Indonesia. Dalam pidato kuncinya, Dekan FIB UI, Bapak Dr. Untung Yuwono, S.S., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap perkembangan pesat studi Korea di lingkungan kampus. Beliau menekankan bahwa perayaan ini merupakan perayaan atas sebuah perjalanan bersama yang melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra.</p>
<p>&#8220;Ketika prodi ini didirikan pada 2006, konteks hubungan bilateral Indonesia dan Korea sangat dipengaruhi oleh transformasi ekonomi dan industri Korea Selatan yang luar biasa. Dua puluh tahun kemudian, hari ini kita menyaksikan Korea Selatan telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya global. Keputusan FIB UI dua dekade lalu untuk mengembangkan studi Korea terbukti sebagai investasi akademik jangka panjang yang sangat tepat. Kami tidak sekadar mengantisipasi Korean Wave, melainkan membangun kapasitas akademik yang kritis, akademis, dan kontekstual.&#8221;</p>
<p>Hubungan erat antara dunia akademis dan dunia usaha juga tercermin dalam sambutan hangat para mitra internasional. Bapak Lee Kang Hyun, President of Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (KOCHAM Indonesia), menyatakan bahwa kerja sama pendidikan dan industri sangat penting karena lulusan yang memiliki pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya Korea merupakan aset berharga bagi ratusan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Sementara itu, Director of Korea Foundation Jakarta Office, Bapak Lee Sang Hoon, menggarisbawahi peran alumni dan mahasiswa sebagai jembatan hidup (living bridges) yang mempererat rasa saling pengertian dan persahabatan antarmasyarakat kedua negara.</p>
<p>Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI, Ibu Euis Sulastri, S.Hum., M.A., Ph.D., merefleksikan bagaimana prodi ini dirintis dengan keterbatasan pengajar lokal hingga akhirnya berkembang pesat seperti sekarang. Beliau memaparkan bahwa prodi saat ini telah diperkuat by 9 dosen tetap, dengan 8 di antaranya telah bergelar doktor, serta didukung oleh 4 dosen kontrak (PKWT). Kemajuan kelembagaan ini menjadi modal utama prodi untuk bertumbuh semakin solid, unggul, dan relevan dengan dinamika global.</p>
<p><strong>Menghadirkan Perspektif Baru: Seminar Akademik Nasional</strong></p>
<p>Perayaan dua dekade ini tidak hanya diisi dengan seremoni pemotongan tumpeng, tetapi juga diisi dengan Seminar Akademik yang menghadirkan pembicara dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Seminar dibagi menjadi dua sesi utama:</p>
<p>Sesi 1 (Linguistik, Pengajaran, dan Penerjemahan): Menghadirkan Achmad Rio Dessiar, Ph.D. (UGM) yang membahas perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam teknologi penerjemahan; Fitri Meutia, Ph.D. (UNAS) yang mengenalkan model integrasi AI (seperti ChatGPT dan Gemini) pada pembelajaran bahasa Korea menengah; serta Risa Triarisanti, S.Pd., M.Pd. (UPI) yang membagikan capaian dan kolaborasi kelembagaan selama sebelas tahun pendidikan bahasa Korea di UPI. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Fadhila Hasby, M.A.</p>
<p>Sesi 2 (Kajian Studi Korea): Menampilkan Getar Hati, Ph.D. (FISIP UI) yang membagikan pengalamannya dalam membangun platform Korea-Indonesia Connection (KIC); Dian Novikrisna, S.Sos., M.I.S. (BINUS University) yang mengulas posisi diplomatik Korea Selatan sebagai kekuatan menengah (middle power); serta Euis Sulastri, Ph.D. (UI) yang memaparkan langkah strategis pengembangan jejaring kemitraan akademik nasional dan internasional. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Rostineu, M.A.</p>
<p><strong>Inspirasi dari Alumni: Menjembatani Kampus dan Dunia Kerja</strong></p>
<p>Sesi siang diisi dengan Talkshow Alumni bertema &#8220;Jejak Lulusan Studi Korea: Dari Kampus ke Dunia Profesional&#8221; yang dimoderatori oleh Eva Latifah, Ph.D. Sesi interaktif ini menghadirkan tiga alumni sukses dari latar belakang industri yang berbeda, yaitu Silvi Fitri Ayu (Angkatan 2006, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI &amp; Analis Kebijakan Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan), Tania Triputri (Angkatan 2009, Pendiri dan Direktur TNT Translation), serta Vania Istamitra (Angkatan 2019, Head of Business Support di VIUUM Eyewear). Para alumni berbagi kisah perjalanan karier, tantangan profesional, serta bagaimana pemahaman bahasa dan budaya yang mereka dapatkan di FIB UI terbukti membuka peluang luar biasa di berbagai sektor strategis.</p>
<p>Dengan terselenggaranya perayaan 20 tahun ini, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pengembangan studi Korea terkemuka di Indonesia, menguatkan jejaring alumni lintas 20 angkatan, serta membuka seluas-luasnya kolaborasi inovatif baru demi kemajuan bangsa dan eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan. [Red]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/c_scale,w_625,h_417,dpr_2/f_webp,q_auto:low/v1788312325/IMG-20260902-WA0002/IMG-20260902-WA0002.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FIB UI Dorong Kemitraan Strategis Universitas dan Media Melalui C-Hub</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/08/fib-ui-dorong-kemitraan-strategis-universitas-dan-media-melalui-c-hub/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:40:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIB UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=103265</guid>

					<description><![CDATA[FIB UI mendorong penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan media melalui pengembangan Connectivity Hub (C-Hub).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>DEPOK</b> &#8211; Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) mendorong penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan media melalui pengembangan Connectivity Hub (C-Hub).</p>
<p>Upaya tersebut menjadi salah satu fokus The 8th University, Government, Industry, and Community (UGIC) Forum bertajuk “Strengthening University-Media Partnerships for the C-Hub Initiative” yang digelar Kamis (27/8) di Gedung ITTC UI, Depok.</p>
<p>Forum UGIC merupakan wadah kolaborasi antara universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat yang dikembangkan untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam menjawab kebutuhan publik.</p>
<p>Pada penyelenggaraan kedelapan ini, perhatian secara khusus diarahkan pada penguatan keterlibatan sektor industri dan komunitas, terutama pers dan jejaring media sebagai mitra strategis FIB UI dan Universitas Indonesia.</p>
<p>Pembahasan tersebut menjadi semakin relevan seiring pengembangan Connectivity Hub (C-Hub), sebuah infrastruktur inovatif yang dirancang untuk menjembatani kepakaran akademik dengan kebutuhan masyarakat dan industri.</p>
<p>Melalui C-Hub, pengetahuan dan hasil riset perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan publik yang lebih mudah diakses dan memberikan dampak lebih luas.</p>
<p>Eva Latifah, Ph.D., PIC UGIC C-Hub FIB UI sekaligus penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa keterlibatan media menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem C-Hub.</p>
<p>“Kami ingin C-Hub menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dalam proses itu, media bukan hanya menjadi saluran untuk menyampaikan informasi, tetapi mitra strategis yang membantu pengetahuan dari universitas menjadi lebih relevan, mudah dipahami, dan dapat menjangkau publik yang lebih luas,” ujar Eva.</p>
<p>Melalui forum ini, FIB UI juga membuka ruang untuk mendapatkan masukan langsung dari praktisi media, baik dari media cetak, daring, maupun penyiaran.</p>
<p>Dialog tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi model kemitraan universitas-media yang bersifat timbal balik: perguruan tinggi menyediakan kepakaran dan sumber pengetahuan yang kredibel, sementara media membantu menerjemahkan serta memperluas jangkauan pengetahuan tersebut kepada publik.</p>
<p><strong>Memahami Cara Kerja Media di Era Digital</strong></p>
<p>Dalam paparannya mengenai “How to Engaged with Media”, M. Syakur Usman, S.S. mengangkat perubahan lanskap media dan pola konsumsi informasi masyarakat di era digital. Syakur, yang saat ini menjabat sebagai Chief Editor Getpost.id dan memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di berbagai media, menekankan pentingnya institusi memahami kebutuhan dan dinamika kerja media sebelum membangun kemitraan.</p>
<p>Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan disrupsi digital dan semakin besarnya pengaruh media sosial terhadap distribusi informasi. Perspektif tersebut sejalan dengan arah pengembangan C-Hub yang tidak menempatkan media semata-mata sebagai kanal publikasi, tetapi sebagai mitra dalam ekosistem produksi dan distribusi pengetahuan.</p>
<p>Kolaborasi yang dibangun diharapkan memungkinkan akademisi memahami kebutuhan publik melalui perspektif media, sekaligus memberikan akses yang lebih baik bagi media terhadap pengetahuan, penelitian, dan kepakaran yang dimiliki universitas.</p>
<p>Syakur juga menekankan bahwa membangun hubungan dengan media membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan. Institusi perlu memahami kebutuhan jurnalis dan kebijakan redaksi, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan memiliki nilai berita.</p>
<p>Relasi yang positif dengan jurnalis, dukungan press release dan press kit yang memadai, serta media gathering dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan tersebut.</p>
<p><strong>Dari Publikasi Menuju Kemitraan Strategis</strong></p>
<p>Sementara itu, Emir Chairullah, Ph.D., dalam paparannya “How Universities Engage with Media and Corporations”, membawa diskusi lebih jauh dengan melihat keterlibatan media dan korporasi sebagai bagian dari kemitraan strategis universitas untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan inovasi.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan media, universitas memiliki berbagai bentuk keterlibatan yang dapat dikembangkan, tidak terbatas pada siaran pers.</p>
<p>Kolaborasi dapat mencakup media briefing, penyediaan komentar ahli untuk pemberitaan, komunikasi melalui media sosial, diseminasi hasil penelitian, hingga kampanye edukasi publik.</p>
<p>Menurut Emir, keterlibatan eksternal dapat memperluas visibilitas dan dampak penelitian universitas sekaligus membuka peluang pendanaan, inovasi, serta meningkatkan daya serap lulusan.</p>
<p>Pada saat yang sama, media dan perusahaan memperoleh akses terhadap kepakaran akademik, dukungan inovasi, dan talenta dari lingkungan universitas.</p>
<p>Karena itu, kemitraan yang kuat membutuhkan perjanjian yang transparan, strategi komunikasi yang jelas, penciptaan nilai bersama, tata kelola dan kepatuhan yang etis, serta evaluasi dampak secara berkala.</p>
<p>Prinsip-prinsip tersebut menjadi penting agar hubungan universitas, media, dan industri tidak bersifat transaksional, tetapi mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.</p>
<p>Melalui The 8th UGIC Forum, FIB UI berharap dapat merumuskan langkah-langkah kolaboratif yang lebih konkret bersama jejaring media untuk mendukung pengembangan C-Hub.</p>
<p>Ke depan, kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi universitas sebagai sumber pengetahuan yang kredibel sekaligus memastikan hasil penelitian dan kepakaran akademik dapat menjangkau masyarakat dalam bentuk yang relevan, mudah dipahami, dan memiliki dampak nyata.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/c_scale,w_625,h_466,dpr_2/f_webp,q_auto:low/v1787892717/IMG-20260828-WA0005_copy_3328x2495_copy_832x623/IMG-20260828-WA0005_copy_3328x2495_copy_832x623.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Perlindungan Warga, Tim Pengabdian Masyarakat FH UI Dorong Pencegahan Kekerasan Domestik di Panmas</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/perkuat-perlindungan-warga-tim-pengabdian-masyarakat-fh-ui-dorong-pencegahan-kekerasan-domestik-di-panmas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 01:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FH UI]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=102257</guid>

					<description><![CDATA[Selama tahun 2026 telah tercatat sebanyak 483 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi setiap orang. Di dalam keluarga, seseorang seharusnya mendapatkan kasih sayang, rasa aman, serta rasa nyaman. Sayangnya, bagi sebagian orang, rumah justru menjadi tempat terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Merujuk pada UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Depok, selama tahun 2026 telah tercatat sebanyak 483 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam hal ini, KDRT merupakan permasalahan sosial dan hukum yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan dari berbagai pihak untuk mencegah serta menanggulanginya.</p>
<p>Menyadari pentingnya permasalahan tersebut, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada hari Kamis, 7 Juli 2026 di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Antarin Prasanthi Sigit mengusung tema “Advokasi Hukum dan Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Domestik di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat”. Kegiatan ini berfokus pada pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta penanganan terbaik jika terjadi KDRT di lingkungan sekitar. Selain itu, pengabdian masyarakat ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Kecamatan Pancoran Mas, memperkuat kapasitas keluarga dalam menerapkan pola pengasuhan yang positif dan terbaik, serta membangun kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan konflik secara mufakat.</p>
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh sekitar 40 (empat puluh) orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Pancoran Mas, seperti anggota pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), karang taruna, kepala rumah tangga, serta tokoh masyarakat lainnya. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat ini menjadi penting karena pencegahan dan penanganan KDRT tidak hanya dibebankan kepada korban, keluarga, atau aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang aman bagi korban serta mencegah terjadinya kekerasan yang berulang.</p>
<p>Camat Pancoran Mas, H. Mustakim, menyampaikan bahwa isu KDRT merupakan permasalahan yang sangat penting untuk ditangani. Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan ini, Kecamatan Pancoran Mas juga telah membentuk komunitas yang bertujuan memberikan advokasi terkait isu KDRT sekaligus mendampingi korban yang mengalami kekerasan. Dalam hal ini, adanya komunitas tingkat lokal ini menjadi salah satu upaya pencegahan serta penanganan KDRT yang lebih dekat dengan masyarakat Kecamatan Pancoran Mas.</p>
<p>Kegiatan dimulai dengan seminar mengenai advokasi hukum dan pelatihan mediasi bagi kader masyarakat yang dibawakan oleh Heru Susetyo. “Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi terjadinya KDRT, yaitu adanya ketidakstabilan ekonomi, budaya patriarki, relasi kuasa yang timpang, rendahnya regulasi emosi, dan trauma masa lalu,” ujarnya. Dijelaskan pula bahwa pula bahwa budaya KDRT ini dapat dipatahkan melalui ekosistem pemulihan, dimulai dari perlindungan hukum, pemulihan medis dan psikis, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan sosial dan keluarga.</p>
<p>Persoalan KDRT dalam kenyataannya berdampak sangat besar terhadap anak, baik secara langsung maupun tidak langsung yaitu ketika menyaksikan kekerasan yang terjadi di dalam keluarganya. Hal ini menjadi perhatian dalam sesi berikutnya, yang dipaparkan oleh Antarin Prasanthi Sigit, tentang edukasi hukum dan pola pengasuhan dalam mencegah kekerasan domestik. “Anak memiliki berbagai hak yang wajib dihormati dan dilindungi, seperti hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan pengasuhan, memperoleh pendidikan, serta menikmati hak-hak dasar lainnya. Orang tua wajib untuk mengasuh, memelihara, mendidik, memenuhi kebutuhan dasar, dan melindungi anak dari segala macam bentuk kekerasan serta diskriminasi,” ujarnya. Untuk itu direkomendasikan pola pengasuhan positif bagi para orang tua, yaitu dengan cara orang tua membimbing, mendidik, dan mendisiplinkan anak dengan kasih sayang, komunikasi, penghormatan terhadap martabat anak, serta tanpa menggunakan kekerasan.</p>
<p>Kemudian, dengan didampingi oleh anggota tim pengabdi mahasiswa, setiap peserta mengikuti workshop penanganan dan mediasi konflik berbasis komunitas. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diberi kasus yang berbeda mengenai KDRT. Setiap peserta saling berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing dan membuat jawaban atas beberapa pertanyaan yang diajukan terkait kasus yang diberikan. Melalui diskusi kelompok, para peserta menganalisis permasalahan dalam kasus tersebut dan selanjutnya menentukan langkah penanganan yang tepat. Dilakukannya workshop ini bertujuan agar masyarakat mengerti langkah pencegahan dan penanganan KDRT yang tepat. Oleh karena dalam kasus KDRT, masyarakatlah yang sering menjadi pihak yang paling dekat dengan korban. Tetangga dan tokoh masyarakat merupakan orang-orang pertama yang mengetahui terjadinya KDRT. Karena itu, kemampuan masyarakat untuk mengenali KDRT dan mengetahui cara penanganan yang tepat menjadi sangat penting untuk dipelajari. Namun demikian keterlibatan masyarakat juga harus dilakukan secara hati-hati. Konflik dalam keluarga tidak selalu dapat diselesaikan melalui mediasi. Dalam situasi tertentu, khususnya ketika terdapat kekerasan dan relasi kuasa yang tidak seimbang, keselamatan dan keamanan korban harus menjadi prioritas utama. Dengan demikian, penanganan KDRT berbasis komunitas harus tetap memperhatikan hak-hak korban, aspek perlindungan hukum, serta kondisi faktual.</p>
<p>Masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan ruang aman. Kesadaran untuk tidak membiarkan kekerasan, keberanian untuk membantu korban, serta pengetahuan mengenai penanganan yang tepat untuk kasus KDRT merupakan bagian dari upaya membangun sistem perlindungan yang lebih kuat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti UI Kembangkan Metode Perkuat Keselamatan Reaktor Nuklir</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/peneliti-ui-kembangkan-metode-perkuat-keselamatan-reaktor-nuklir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 03:39:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=101792</guid>

					<description><![CDATA[Dr Ratih Luhuring Tyas berhasil mengembangkan sebuah metode analisis keselamatan yang lebih komprehensif terhadap reaktor nuklir]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Doktor Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Dr Ratih Luhuring Tyas berhasil mengembangkan sebuah metode analisis keselamatan yang lebih komprehensif terhadap reaktor nuklir.</p>
<p>Inovasi tersebut dipaparkannya melalui disertasi yang berjudul &#8220;Pengembangan Metode Identifikasi Initiating Event (IE) untuk Analisis Keselamatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)&#8221;, yang berhasil memperkenalkan sebuah metode bernama ILDFM (Integrated Logic Deviation Failure Method).</p>
<p>Dekan FTUI, Kemas M. Ridwan Kurniawan dalam keterangannya, Sabtu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi ilmiah ini.</p>
<p>&#8220;Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode analisis keselamatan nuklir, khususnya pada aspek identifikasi risiko sejak tahap awal desain dan operasi sistem reaktor,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kehadiran metode ILDFM menunjukkan bahwa riset di FTUI tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan teknologi strategis dan peningkatan standar keselamatan.</p>
<p>Metode ini dirancang secara khusus untuk mengidentifikasi initiating event, yaitu peristiwa atau gangguan awal yang berpotensi memicu kecelakaan pada sistem reaktor nuklir, sejak sistem tersebut baru mulai dirancang.</p>
<p>Berbeda dengan pendekatan konvensional yang umumnya hanya berfokus pada masalah teknis mesin, metode ILDFM ini menggabungkan tiga elemen penting: analisis logika sistem, penyimpangan operasi, dan potensi kegagalan alat.</p>
<p>Melalui penggabungan ini, ILDFM mampu memetakan lebih banyak skenario risiko, termasuk mengantisipasi faktor kelalaian manusia (human error) serta bahaya internal seperti kebakaran. Pendekatan menyeluruh ini selaras dengan rekomendasi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).</p>
<p>Keandalan metode ini telah diuji menggunakan data reaktor rujukan internasional (HTR-10) dan diterapkan pada desain reaktor nasional PeLUIt-40 yang berbasis teknologi reaktor gas suhu tinggi (High Temperature Gas-cooled Reactor/HTGR).</p>
<p>Hasil pengujian membuktikan bahwa ILDFM mampu mengidentifikasi risiko secara lebih luas, sehingga memberikan dasar yang lebih kuat bagi keselamatan reaktor.</p>
<p>Atas pencapaian ini, penelitian tersebut telah menghasilkan pengajuan paten sederhana serta hak cipta untuk perangkat lunak visualisasi bernama ILDFM-Viz.</p>
<p>Bagi masyarakat luas, isu mengenai energi nuklir sering kali memicu kekhawatiran, terutama mengenai risiko kebocoran atau kecelakaan fatal.</p>
<p>Di sinilah temuan Dr Ratih menjadi sangat krusial, karena metode ILDFM ini berfungsi sebagai &#8220;sistem pelindung berlapis&#8221; yang memastikan PLTN di masa depan dirancang tanpa celah bahaya, baik dari malfungsi teknologi maupun kelalaian manusia.</p>
<p>Dengan kemampuan mendeteksi dan mencegah risiko kecelakaan sejak tahap rancangan awal, metode ini menjadi wujud ikhtiar dalam memberikan jaminan keamanan yang riil bagi publik.</p>
<p>Lebih lanjut apabila ditelaah dari segi manfaat jangka panjangnya, masyarakat dapat menikmati pasokan listrik dan energi yang bersih, murah, dan efisien tanpa harus merasa was-was akan keselamatan jiwa dan lingkungan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>H2O Jewels Hadirkan Booth Interaktif dan Kampanye #H2OwnYourStyle di VOKHUMFEST 2026</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/h2o-jewels-hadirkan-booth-interaktif-dan-kampanye-h2ownyourstyle-di-vokhumfest-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 03:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[H2O Jewels]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[VOKHUMFEST 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100390</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; H2O Jewels menghadirkan berbagai aktivitas interaktif...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; H2O Jewels menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung dalam acara VOKHUMFEST 2026 “Elevate to Earn” di Parkiran VC Vokasi Universitas Indonesia. Melalui pengalaman yang lebih personal dan kreatif, pengunjung diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari kampanye #H2OwnYourStyle.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, H2O Jewels menghadirkan konsep booth activation yang dirancang untuk membangun interaksi langsung dengan pengunjung. Pengunjung dapat mengikuti permainan spin wheel dengan syarat melakukan pembelian minimal Rp30.000 dan mengikuti media sosial H2O Jewels.</p>
<p>Untuk mendukung interaksi dengan pengunjung, H2O Jewels turut menghadirkan area foto khusus yang dapat digunakan untuk mengabadikan momen selama berada di booth. Melalui template desain yang telah disiapkan, pengunjung juga diajak mengunggah pengalaman dan keseruan mereka selama berada di booth menggunakan fitur Add Yours di Instagram. Pengunjung yang berpartisipasi dalam aktivitas tersebut juga berkesempatan mendapatkan gantungan kunci gratis dari H2O Jewels.</p>
<p>Tidak hanya menghadirkan koleksi aksesoris handmade, H2O Jewels juga menyediakan aktivitas DIY bag charm yang memungkinkan pengunjung merangkai aksesoris sesuai gaya dan preferensi mereka sendiri. Aktivitas ini menjadi salah satu daya tarik di booth karena memberikan pengalaman kreatif dan interaktif bagi pengunjung.</p>
<p>Booth H2O Jewels ramai dikunjungi oleh pengunjung yang tertarik melihat koleksi aksesoris handmade sekaligus mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang tersedia, mulai dari spin wheel hingga DIY bag charm. Suasana booth yang interaktif dan personal turut menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi para pengunjung.</p>
<p>Kehadiran H2O Jewels dalam VOKHUMFEST 2026 juga menjadi bagian dari kampanye #H2OwnYourStyle, sebuah kampanye berbasis engagement yang mengajak audiens tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terlibat sebagai bagian dari brand. Melalui kampanye ini, H2O Jewels ingin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan gaya dan identitas diri mereka dengan lebih percaya diri melalui aksesoris yang personal dan berkarakter.</p>
<p>“Melalui VOKHUMFEST 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan personal bagi pengunjung. Tidak hanya memperkenalkan produk handmade dari H2O Jewels, tetapi juga mengajak setiap perempuan untuk lebih percaya diri mengekspresikan gaya dan identitas dirinya melalui kampanye #H2OwnYourStyle,” ujar Fahdina Hadi, pemilik H2O Jewels.</p>
<p>Kampanye #H2OwnYourStyle merupakan bagian dari program pengaplikasian digital kehumasan dalam rangkaian VOKHUMFEST 2026, program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa turut mendampingi H2O Jewels dalam pengembangan strategi komunikasi, pengelolaan media sosial, pengembangan visual komunikasi, serta pelaksanaan berbagai kegiatan, seperti workshop bersama Crafter Depok, digitalisasi UMKM, dan bazar UMKM.</p>
<p>Melalui partisipasinya dalam VOKHUMFEST 2026, H2O Jewels berharap kampanye #H2OwnYourStyle dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk lebih bebas mengekspresikan gaya dan identitas diri melalui aksesoris yang personal.</p>
<p>H2O Jewels adalah brand aksesoris handmade yang menghadirkan berbagai koleksi perhiasan perempuan dengan desain sederhana, elegan, dan berkarakter. Menggunakan material seperti batu alam, mutiara air tawar, dan kristal pilihan, H2O Jewels berkomitmen menghadirkan produk dengan sentuhan personal dan nilai estetika di setiap karya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Workshop Management Event UI 2026: Hadirkan Praktik Industri Event Profesional bagi Mahasiswa dan Masyarakat Umum</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/workshop-management-event-ui-2026-hadirkan-praktik-industri-event-profesional-bagi-mahasiswa-dan-masyarakat-umum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 08:41:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Isndonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100120</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia sukses menyelenggarakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia sukses menyelenggarakan Workshop Management Event pada tanggal 12–13 Mei 2026 dengan menghadirkan puluhan peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i, karyawan Universitas Indonesia, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia event dan industri kreatif.</p>
<p>Workshop ini menghadirkan Reno Sarah sebagai narasumber utama, seorang profesional yang telah lama berkecimpung dalam berbagai event organizer berskala nasional maupun internasional. Dalam perjalanan kariernya, Reno Sarah telah berpengalaman sebagai Show Director, Project Manager, hingga Production Manager di berbagai penyelenggaraan acara besar.</p>
<p>Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pembahasan mendalam mengenai manajemen event, mulai dari perencanaan konsep, pengelolaan tim, teknis produksi, budgeting, hingga strategi menghadapi tantangan di lapangan. Tidak hanya berbagi teori, narasumber juga membagikan pengalaman nyata dari berbagai event yang pernah ditangani.</p>
<p>Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi interaktif, studi kasus, hingga tanya jawab berjalan aktif dan dinamis. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali wawasan industri secara langsung dari praktisi yang telah berpengalaman.</p>
<p>&#8220;Workshop ini membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah event besar dibangun dengan detail, kerja tim, dan manajemen yang matang. Materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif,&#8221; ujar salah satu peserta.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Kebudayaan UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, menegaskan workshop management event ini adalah salah satu ruang belajar yang memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas pemahaman peserta mengenai industri event profesional.</p>
<p>“Keterampilan, kemampuan untuk manajemen event sangat diperlukan untuk perkembangan industri saat ini. Pemahaman mengenai manajemen event sangat penting dan bermanfaat bagi setiap pekerja kreatif,” tutur Direktur Kebudayaan UI.</p>
<p>Dalam paparannya, Reno Sarah menekankan bahwa kesuksesan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh konsep yang menarik atau ide yang besar, tetapi juga oleh kekuatan kerja sama dalam tim.</p>
<p>“Dalam sebuah event, koordinasi yang baik, komunikasi yang efektif, serta rasa tanggung jawab antar anggota tim menjadi fondasi utama agar sebuah acara dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Bukan hanya kreativitas melainkan kolaborasi juga sangat penting,” ujar Reno Sarah</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Direktorat Kebudayaan UI berharap workshop dapat menjadi wadah pengembangan kapasitas dan keterampilan bagi generasi muda maupun masyarakat umum yang ingin terjun dan berkembang di industri event serta sektor kreatif.</p>
<p>Para peserta workshop ini akan mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, salah satunya pada rangkaian acara peringatan Hari Anak.</p>
<p>Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Direktorat Kebudayaan UI dalam menghadirkan ruang pembelajaran kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/gelar-meilawan-2026-iluni-ui-fib-ajak-masyarakat-merawat-ingatan-tragedi-mei-1998/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 04:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ILUNI UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100093</guid>

					<description><![CDATA[Reformasi 1998 tidak hanya menjadi tonggak perubahan Indonesia menuju era demokrasi, tetapi juga menyisakan luka sejarah berupa berbagai tindak kekerasan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> — Reformasi 1998 tidak hanya menjadi tonggak perubahan Indonesia menuju era demokrasi, tetapi juga menyisakan luka sejarah berupa berbagai tindak kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan. Berdasarkan laporan resmi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), tercatat sedikitnya 85 kasus kekerasan seksual, termasuk 52 kasus perkosaan, dalam rangkaian kerusuhan Mei 1998.</p>
<p>Sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya merawat ingatan sejarah dan memperjuangkan nilai kemanusiaan, Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB), FIB UI, Badan Eksekutif Mahasiswa FIB UI 2026, dan Keluarga Besar UI (KB UI) menggelar rangkaian kegiatan MeiLawan Merawat Ingatan pada 11–13 Mei 2026 di FIB UI, Kampus UI Depok.</p>
<p>Dekan FIB UI, Dr. Untung Yuwono, S.S. menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MeiLawan Merawat Ingatan. Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari ini merupakan bentuk nyata keberanian generasi muda dalam menjaga memori kolektif bangsa melalui ruang-ruang kreatif, reflektif, dan partisipatif.</p>
<p>Sebagai institusi humaniora, Untung mengatakan FIB UI memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk merawat ingatan kolektif bangsa. Humaniora tidak hanya mengajarkan bahasa, sastra, sejarah, dan budaya, tetapi juga mengajarkan keberanian untuk memahami manusia secara utuh, termasuk penderitaan, ketidakadilan, dan suara-suara yang selama ini dibungkam.</p>
<p>&#8220;Saya berharap diskusi ini tidak berhenti sebagai diskusi seremonial semata, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk membangun kesadaran bahwa perjuangan menghadirkan keadilan gender, perlindungan terhadap korban, dan penghormatan terhadap martabat manusia adalah tanggung jawab kita bersama.&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ketua ILUNI UI FIB, Visna Vulovik menjelaskan rangkaian kegiatan MeiLawan menjadi bagian dari upaya bersama upaya kolaboratif dalam merawat ingatan akan tragedi Mei ‘98, serta sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, hingga menyuarakan kembali kemanusiaan yang sering dilupakan.</p>
<p>“Sejarah bukan sekadar deretan angka di kalender, ia adalah luka yang harus dirawat ingatannya agar kita tidak. kehilangan arah. Melalui kolaborasi ILUNI UI FIB, FIB UI, BEM FIB UI 2026, dan KA-KBUI, kami kembali membuka lembaran arsip Tragedi Mei ‘98. Bukan hanya tentang pergerakan massa, tapi juga tentang sisi gelap yang seringkali dipinggirkan: isu kekerasan seksual terhadap perempuan yang hingga kini masih menuntut keadilan,” ungkap Visna.</p>
<p>Lebih lanjut, Visna menambahkan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kritis terhadap isu kekerasan berbasis gender, diskriminasi, dan marginalisasi yang masih relevan hingga saat ini.</p>
<p>“Kekerasan seksual yang menimpa perempuan sayangnya masih terus berulang sejak peristiwa Tragedi Mei 1998. Hal ini terjadi bahkan di lingkungan terdekat kita, seperti institusi pendidikan. Melalui kegiatan MeiLawan, kami mengajak mahasiswa, alumni, dan segenap elemen masyarakat, khususnya generasi muda untuk bersuara untuk menghentikan kekerasan seksual itu sendiri dan menindak pelaku dengan tegas melalui mekanisme hukum. Untuk itu kami mendukung penuh adanya Perpres Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan ,” tukasnya.</p>
<p>Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti lonjakan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan akibat penyalahgunaan relasi kuasa lintas jenjang. Penanganan saat ini masih bersifat sektoral, ketiadaaan standar nasional, dan regulasi yang ada belum mengatur tata kelola perlindungan terintegrasi. Pada 2024 tercatat 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, meningkat menjadi 641 kasus pada 2025, dengan 370 kasus atau 57,65 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual. Bahkan, pada awal 2026, puncak kedaruratan, 91 persen kasus kekerasan di institusi pendidikan yang tercatat didominasi kekerasan seksual, termasuk di perguruan tinggi. Menurut Rieke, kondisi ini menunjukkan bahwa kekerasan bukan hanya kekerasan seksual.</p>
<p>“Berdasarkan anatomi dan spektrum bentuk kekerasannya ada seksual, fisik, psikis, verbal, perundungan, ekonomi, diskriminasi, eksploitasi berbasis relasi kuasa, berbasis elektronik atau digital. Kekerasan artinya sudah menembus seluruh jenjang dan wujud pendidikan, mengindikasikan kegagalan perlindungan bersifat universal,” tegasnya.</p>
<p>Lebih jauh, Rieke mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengesahkan Perpres Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan di Lembaga Pendidikan. Rieke menegaskan kondisi darurat perlindungan di lembaga pendidikan tidak dapat lagi diselesaikan secara sektoral dan parsial.</p>
<p>“Pembentukan Peraturan Presiden tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lembaga Pendidikan adalah imperatif mutlak. Ini adalah rekonstruksi tata kelola yang terintegrasi, responsif gender, berpusat pada korban, diperkuat oleh satu data Indonesia dan ketegasan hukum terpusat. Perpres ini bukan sekadar regulasi administratif, ini adalah pelindung strategis nasional bagi keselamatan dan masa depan generasi bangsa dan dunia pendidikan Indonesia,” tukasnya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan MeiLawan menghadirkan berbagai agenda reflektif dan edukatif selama 11–13 Mei 2026 di FIB UI, Kampus UI Depok, mulai dari live mural, pemutaran film dokumenter, pameran instalasi, panggung penampilan, hingga aksi simbolik menyalakan lilin dan tabur bunga untuk merawat ingatan kolektif atas Tragedi Mei 1998 serta menyuarakan kembali nilai kemanusiaan dan keadilan gender. Pada acara puncak, digelar talkshow bertajuk “Belajar dari Luka Bangsa: Kekerasan Seksual di Era Reformasi dan Kebangkitan Generasi Muda” yang membahas kekerasan seksual terhadap perempuan dalam Tragedi Mei 1998 serta relevansinya terhadap isu kekerasan berbasis gender di masa kini.</p>
<p>Turut hadir dan memberikan sambutannya, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, S.Kom., M.T. dan Dekan FIB UI Dr. Untung Yuwono, S.S., dengan pengarah tema besar Ketua ILUNI UI FIB Visna Vulovik, M.A. Hadir sebagai narasumber yakni Komisi XIII DPR RI Dr. Rieke Diah Pitaloka, M.Hum., Ketua Komnas Perempuan periode 2025-2029 Dr. Maria Ulfah Anshor, M.Si., Komisioner Komnas HAM Dr. Amiruddin al Rahab, M.Si., Dosen Filsafat UI Ikhaputri Widiantini, S.Hum., M.Si. (Dosen Filsafat UI), dan Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.</p>
<p>Sementara penanggap dalam diskusi ini adalah Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Sri Nurherwati, S.H. dan Davina Najwa Armaela Hoja dari Departemen Kajian dan Aksi Strategis, BEM FIB UI Periode 2026. Melalui diskusi ini, ILUNI UI FIB bersama FIB UI mendorong pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa atas tragedi kekerasan seksual Mei 1998 sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun ruang sosial yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan khususnya di institusi pendidikan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal Mahasiswa di FHUI</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/04/ui-investigasi-dugaan-pelecehan-verbal-mahasiswa-di-fhui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 05:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99053</guid>

					<description><![CDATA[FHUI telah melakukan langkah-langkah awal berupa penelusuran internal dan pemanggilan terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Universitas Indonesia (UI) memandang serius dan menyatakan sikap tegas terhadap laporan dugaan pelecehan seksual secara verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum UI (FHUI), sebagaimana berkembang di ruang publik.</p>
<p>&#8220;UI menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan seksual, termasuk yang bersifat verbal dan terjadi dalam interaksi digital maupun luring, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas, kode etik sivitas akademika, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,&#8221; kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro di Kampus UI Depok, Selasa.</p>
<p>Ia mengatakan saat ini proses penanganan tengah berlangsung melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI dengan pendekatan yang berperspektif korban (victim-centered), menjunjung tinggi asas keadilan, kerahasiaan, serta prinsip kehati-hatian.</p>
<p>Proses ini mencakup verifikasi laporan, pemanggilan para pihak, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan unit terkait di tingkat fakultas dan universitas.</p>
<p>Sejalan dengan proses tersebut FHUI telah melakukan langkah-langkah awal berupa penelusuran internal dan pemanggilan terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.</p>
<p>Selain itu Badan Perwakilan Mahasiswa FHUI telah menjatuhkan sanksi organisasi berupa pencabutan status keanggotaan aktif terhadap sejumlah mahasiswa, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 007/SK/BPMFHUI/IV/2026.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari respons awal di tingkat organisasi kemahasiswaan. Apabila dalam proses investigasi terbukti terjadi pelanggaran, universitas akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk sanksi akademik hingga pemberhentian sebagai mahasiswa, serta tidak menutup kemungkinan koordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pidana.</p>
<p>UI memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan.</p>
<p>Ia mengatakan UI menyediakan pendampingan komprehensif bagi pihak yang terdampak, mencakup aspek psikologis, hukum, dan akademik, guna memastikan pemulihan yang menyeluruh, serta menjamin perlindungan penuh terhadap kerahasiaan identitas korban.</p>
<p>Selama proses penanganan ini, UI mengajak seluruh pihak untuk bersikap bijak dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta menghormati proses penanganan yang sedang berjalan guna menjaga integritas proses dan melindungi seluruh pihak yang terlibat.</p>
<p>Atas kasus ini UI menegaskan komitmennya untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual melalui kebijakan yang lebih tegas, edukasi berkelanjutan, serta penguatan sistem yang responsif dan berperspektif korban, guna memastikan lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan.</p>
<p>Perkembangan penanganan kasus ini, kata dia, akan disampaikan secara berkala dan transparan sesuai proses yang berjalan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rayakan Hari Warisan Dunia, ILUNI UI FIB Gelar Grand Launching Kepengurusan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/04/rayakan-hari-warisan-dunia-iluni-ui-fib-gelar-grand-launching-kepengurusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 22:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIB UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98966</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB) menggelar kampanye kebudayaan Indonesia dalam acara Grand Launching dengan tema “Merayakan Budaya” bertempat di Auditorium Gedung I FIB, Kampus UI Depok pada Sabtu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Grand Launching Kepengurusan ILUNI UI FIB UI periode 2025-2028.</p>
<p>Grand launching ini juga merupakan perayaan World Heritage Day atau Hari Warisan Dunia 2026 yang diperingati setiap 18 April sebagai inisiasi UNESCO untuk meningkatkan kesadaran pentingnya melindungi dan merawat warisan budaya.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A melihat peran alumni FIB menjadi semakin strategis di tengah arus globalisasi dan transformasi digital. Menurutnya, kebudayaan tidak lagi sekadar warisan tapi juga menjadi kekuatan identitas, kekuatan ekonomi, dan kekuatan diplomasi bangsa.</p>
<p>“Oleh karena itu saya berharap ILUNI UI FIB dapat terus menjadi simpul penggerak yang menghubungkan pengetahuan, jejaring, dan kontribusi nyata bagi penguatan kebudayaan Indonesia baik di tingkat nasional maupun globa. Saya juga mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan kolaborasi,” ucapnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Dekan FIB UI Dr. Untung Yuwono, S.S. menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus ILUNI UI FIB UI periode 2025-2028. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan peran FIB UI dalam menjaga makna, merawat nilai, dan sebagai penerjemah zaman. Ia juga mengapresiasi tema dan semangat “Merayakan Budaya” yang diusung ILUNI UI FIB sebagai upaya relevan dan visioner dalam menghidupkan budaya di kehidupan sehari-hari dan mewariskan nilai secara berkelanjutan. Ia pun berharap agar ILUNI UI FIB dapat menjadi penghubung antara dunia akademik dan masyarakat, penggerak kolaborasi lintas sektor, serta rujukan dalam pemikiran kebudayaan yang berbasis data dan nilai.</p>
<p>“Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI akan selalu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kami percaya bahwa hubungan antara kampus dan alumni bukan hubungan administratif, melainkan hubungan kultural dan intelektual yang harus terus hidup,” pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI FIB, Visna Vulovik, menjelaskan, Grand Launching ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan penegasan komitmen ILUNI UI FIB sebagai organisasi yang hidup, relevan, dan berdampak.</p>
<p>“Alumni FIB UI memiliki keunggulan dalam cara pandang reflektif serta kepekaan sosial yang tinggi. Ini menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang bekerja secara sistematis dan berkelanjutan. Ke depan, kami menegaskan visi ILUNI UI FIB sebagai rumah gagasan dan jejaring budaya yang merayakan, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai humaniora secara berkelanjutan,” ujar Visna.</p>
<p>Ia menambahkan, roadmap ILUNI UI FIB akan dijalankan dalam tiga fase. Tahun pertama merupakan fase Merangkai Budaya yang berfokus pada konsolidasi, penguatan basis data, serta membangun kembali keterhubungan antaralumni. Tahun kedua memasuki fase Rekognisi Budaya dengan mendorong lahirnya karya, kolaborasi, dan kontribusi yang lebih luas. Sementara tahun ketiga adalah fase Mewarisi Budaya, yang menitikberatkan pada keberlanjutan melalui sistem dokumentasi serta regenerasi yang kuat.<br />
Salah satu inisiatif strategis yang diusung adalah Abiwara, sebagai ekosistem budaya yang menghubungkan pengetahuan humaniora dengan ruang publik.</p>
<p>“Melalui Abiwara, kami ingin memastikan bahwa gagasan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir dalam bentuk karya, konten, dan kontribusi nyata yang dapat diakses masyarakat luas. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan alumni lintas fakultas, institusi, pemerintah, dunia industri, maupun komunitas,” tambahnya.</p>
<p>Grand Launching ILUNI UI FIB melantik kepengurusan periode 2025–2028, dengan susunan di antaranya Ketua Visna Vulovik, Sekretaris Umum Raihan Abiyan Fattah, dan Bendahara Umum Ken Paramita, serta jajaran tim Kesekretariatan. Pada kepengurusan ILUNI UI FIB 2025-2028 ada enam center yakni Policy &amp; Culture Lab Center, Social and Humanity Center, Sport, Art and Community Center, Business and Entrepreneurship Center, Mental Health Humaniora Center, serta Alumni Networking and Career Center. Dewan Pertimbangan dan Dewan Penasihat ILUNI UI FIB periode 2025–2028 turut dilantik dalam kesempatan yang sama. Turut hadir dan menyampaikan sambutannya Ketua Dewan Pertimbangan ILUNI UI, Ketsia Ximena Sihotang, dan hadir juga Ketua Umum ILUNI UI, Pramudya A. Oktavinanda.</p>
<p>Sejalan dengan semangat Hari Warisan Dunia 2026, acara Grand Launching juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan sastra yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia. Di antaranya penampilan Tari Bhawi dari Kalimantan Barat oleh komunitas seni budaya FIB UI, Bakul Budaya, serta pembacaan puisi oleh Idham Lentera Kata. Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam tiga stanza. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenag Perkuat Edukasi dan Literasi Halal Melalui UI Halal Expo 2025</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/11/kemenag-perkuat-edukasi-dan-literasi-halal-melalui-ui-halal-expo-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 13:32:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI Halal Expo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=93799</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Kemenag melalui Direktorat Jaminan Produk Halal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kemenag melalui Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) berpartisipasi dalam UI Halal Expo 2025 yang digelar oleh UI Halal Center pada 25–27 November 2025 di Balairung UI, Depok.</p>
<p>Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi publik, literasi halal, serta kolaborasi lintas lembaga dalam penguatan ekosistem halal nasional.</p>
<p>Direktur JPH, Fuad Nasar, mengatakan bahwa kehadiran booth JPH pada expo ini merupakan bentuk komitmen Kemenag dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperluas akses informasi mengenai layanan halal.</p>
<p>“Kami membuka booth halal Direktorat JPH berdampingan dengan BPJPH. Tema sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia sangat relevan dengan apa yang kami kerjakan di Kementerian Agama,” ujar Fuad di Depok, dalam laman Kemenag Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Fuad menjelaskan bahwa kesadaran halal kini telah meluas dari isu keagamaan menjadi nilai etik global yang dihargai berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, negara-negara Eropa, hingga Amerika Serikat.</p>
<p>“Halal kini bergerak dari sekadar label menuju nilai etik. Masyarakat ingin memastikan bukan hanya bahan yang halal, tetapi juga proses, dampak lingkungan, serta nilai kemanusiaannya. Inilah yang kita sebut halal lifestyle,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan dan menegaskan bahwa konsep halalan thayyiban halal mencakup kualitas, kebersihan, keamanan, keberlanjutan, serta kemaslahatan universal sehingga relevan bagi semua kalangan.</p>
<p>Selama tiga hari pelaksanaan UI Halal Expo 2025, booth Direktorat JPH menghadirkan layanan informasi sertifikasi halal, edukasi literasi halal, game seru, serta doorprize menarik bagi para pengunjung. Booth ini menjadi ruang interaksi publik yang aktif dan edukatif dalam mendukung penguatan ekosistem halal di Indonesia. (B. Karmila)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi FIK UI Raih Prestasi Internasional: Publikasi Q1 dan Penghargaan Editor’s Choice di Jurnal “International Journal of Medical Informatics”</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/11/mahasiswi-fik-ui-raih-prestasi-internasional-publikasi-q1-dan-penghargaan-editors-choice-di-jurnal-international-journal-of-medical-informatics/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 02:29:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIK UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=93155</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melalui Eka Putri Yulianti, mahasiswa Magister Keperawatan Jiwa angkatan 2024 , berhasil menorehkan prestasi akademik luar biasa di tingkat internasional. Eka menjadi penulis utama (first author) dalam publikasi ilmiah berjudul “Feelings Behind Words: A Systematic Review on How Effective is NLP-Based Assessment for Mental Health Diagnosis in Human Studies” yang terbit di International Journal of Medical Informatics (Elsevier, Volume 205, Januari 2026) jurnal bereputasi Q1 dengan Impact Factor 4.1.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan bersama Yossie Susanti Eka Putri, S.Kp., M.N., Ph.D., Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc., dan Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, S.Kom., M.Kom. ini tidak hanya berhasil menembus jurnal bergengsi, tetapi juga mendapat pengakuan spesial “Editor’s Choice” dari dewan editor Elsevier pada 16 Oktober 2025. Penghargaan ini hanya diberikan kepada publikasi yang dinilai memiliki significant scientific contribution serta relevansi tinggi terhadap isu global di bidang kesehatan digital dan kesehatan mental.</p>
<p>Artikel tersebut merupakan systematic review yang mengkaji efektivitas penggunaan Natural Language Processing (NLP) teknologi kecerdasan buatan yang menganalisis bahasa manusia dalam membantu diagnosis gangguan kesehatan mental. Kajian ini menilai berbagai studi internasional menggunakan pendekatan PICO dan panduan PRISMA framework, untuk memastikan kualitas dan transparansi hasil telaah.</p>
<p>Hasilnya menunjukkan bahwa model NLP memiliki tingkat akurasi diagnostik yang tinggi dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan mental, termasuk depresi. Selain itu, Large Language Models (LLM) terbukti unggul dalam mendeteksi gejala depresi melalui analisis teks, seperti tulisan dan percakapan. Namun, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan antara lain keterbatasan teks non-Inggris dan ketidaksinkronan data yang masih perlu diatasi dalam penerapan global teknologi ini.</p>
<p>Dalam artikelnya, para penulis menekankan pentingnya penggunaan AI yang etis dan berkelanjutan, dengan dukungan kebijakan regulatif dan evaluasi berkelanjutan. Editor jurnal pun menulis, “Ethical and sustainable implementation will depend on regulatory support for rigorous trials, continuous monitoring, and frameworks that ensure AI tools are accessible and responsive to global mental health needs.”</p>
<p>Keberhasilan Eka Putri Yulianti menembus jurnal bereputasi internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi FIK UI dalam mendorong riset lintas disiplin antara keperawatan, psikologi, dan teknologi informasi kesehatan. Prestasi ini memperkuat posisi FIK UI sebagai salah satu fakultas keperawatan terkemuka di Asia Tenggara yang aktif melahirkan inovasi berbasis riset dan teknologi digital untuk peningkatan pelayanan kesehatan mental.</p>
<p>Pihak fakultas menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Sebagai alumni dan mahasiswa aktif program magister, Eka dianggap berhasil menunjukkan semangat “Nurse as Scientist” yang menjadi ciri khas lulusan FIK UI perawat yang tak hanya peduli pada praktik klinik, tetapi juga menggerakkan perubahan melalui penelitian dan inovasi. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FIK UI lainnya untuk terus mengembangkan riset yang berdampak global dan berkontribusi pada sustainable healthcare transformation.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI GreenCityMetric Award 2025 Tetapkan Surabaya sebagai Kota Paling Bekelanjutan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/10/ui-greencitymetric-award-2025-tetapkan-surabaya-sebagai-kota-paling-bekelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 11:50:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI GreenCityMetric Award 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92391</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Universitas Indonesia melalui inisiatif UI GreenCityMetric...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Universitas Indonesia melalui inisiatif UI GreenCityMetric mengadakan acara “UI GreenCityMetric Award 2025”, di Hotel Mercure, Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), Kamis (02/10/2025).</p>
<p>Pemeringkatan tahun ini mencatat peningkatan signifikan, yaitu 71 kabupaten/kota yang turut berpartisipasi, naik dari 64 peserta pada 2024. Ini menunjukkan komitmen yang semakin kuat dari pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Tahun ini, Kota Surabaya ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan.</p>
<p>Posisi teratas tersebut diikuti oleh kota/kabupaten lainnya yang menduduki posisi sepuluh besar, yakni (2) Kota Madiun, (3) Kota Semarang, (4) Kota Medan, (5) Kota Kediri, (6) Kota Salatiga, (7) Kota Banjarbaru, (8) Kabupaten Trenggalek, (9) Kabupaten Wonogiri, (10) Kota Magelang.</p>
<p>Penilaian dalam pemeringkatan ini didasarkan pada enam kriteria utama, yakni Penataan Ruang dan Infrastruktur, Energi dan Perubahan Iklim, Tata Kelola Sampah dan Limbah, Tata Kelola Air, Akses dan Mobilitas, serta Tata Pamong (Governance).</p>
<p>Metodologi ini tidak hanya memotret kondisi keberlanjutan, tetapi juga mendorong transformasi nyata menuju kota yang hijau, inklusif, dan tangguh.</p>
<p>Selain Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan, UI GreenCityMetric juga memberikan penghargaan untuk kota/kabupaten paling unggul pada setiap indikator penilaian.</p>
<p>Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Bidang Penataan Ruang dan Infrastruktur, yaitu (1) Kota Bontang, (2) Kota Semarang, (3) Kota Padang Panjang.</p>
<p>Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Bidang Energi dan Perubahan Iklim diraih oleh (1) Kota Medan, (2) Kota Semarang, (3) Kota Madiun.</p>
<p>Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Bidang Tata Kelola Sampah, yakni (1) Kota Surabaya, (2) Kota Madiun, (3) Kota Medan. Kabupaten/Kota Paling</p>
<p>Berkelanjutan Bidang Tata Kelola Air, yaitu (1) Kota Medan, (2) Kota Surabaya, (3) Kota Parepare.</p>
<p>Adapun Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Bidang Tata Kelola Akses dan Mobilitas, yaitu (1) KotaMadiun, (2) Kota Bandung, (3) Kota Pariaman. Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan Bidang Tata Pamong (Governance), yakni (1) Kota Semarang, (2) Kota Medan, (3) Kota Salatiga.</p>
<p>Selain penghargaan tersebut, UI GreenCityMetric juga memberikan penghargaan khusus kepada</p>
<p>Kabupaten/Kota dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Terbaik, yakni Kota Banjarmasin; dan Kabupaten/Kota Peserta Baru Terbaik, yaitu Kota Malang.</p>
<p>Menurut Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, UI GreenCityMetric lebih dari sekadar pemeringkatan, juga enjadi wadah kolaborasi dan ruang berbagi praktik baik antar daerah.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan visi UI, yakni menjaga masa depan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, termasuk pemeringkatan universitas global dan kabupaten/kota di Indonesia.</p>
<p>Inisiatif ini menjadi sarana untuk memperkuat komitmen daerah dalam menerapkan prinsip keberlanjutan sekaligus mengapresiasi praktik baik yang telah dijalankan.</p>
<p>&#8220;Kami mengapresiasi semangat Kota Madiun beserta Bapak Wali Kota dan jajarannya yang menyambut hangat penyelenggaraan UI GreenCityMetric Awards 2025. Madiun adalah kota dengan komitmen konsisten, terbukti dengan capaian baik pada 2024 dan pencapaian unggul tahun ini. Dengan menjadikan Madiun sebagai tuan rumah, diharapkan ini dapat memantik semangat pemimpin daerah lain untuk meneladani kesuksesan ini,” ungkap Dr. Vishnu. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ibu-Ibu Balita Kampung Lio Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Stunting dari UI</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/ibu-ibu-balita-kampung-lio-antusias-ikuti-sosialisasi-pencegahan-stunting-dari-ui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 06:33:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91646</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Satu per satu ibu-ibu bergegas memasuki...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Satu per satu ibu-ibu bergegas memasuki ruangan Kantor RW yang biasa digunakan untuk pertemuan warga di Kampung Lio. Ada Ibu yang menggendong bayi sambil menuntun anak balita lainnya, ada pula yang ibu yang sedang menenangkan sang bayi dari tangisnya. Para ibu balita itu memang sedang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan stunting oleh Universitas Indonesia (UI) pada Sabtu, 13 September 2025.</p>
<p>Tim Pengabdi UI yang terdiri dari Dr. Sri Murni, M.Kes, Irhamni Rahman, M.Kessos hadir untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan ibu balita tentang stunting dan harapan mereka terhadap pertumbuhan anak kedepannya. Semua ibu yang hadir mengetahui dengan baik definisi stunting dan dampaknya terhadap kecerdasan anak.</p>
<p>“Ibu-Ibu balita Kampung Lio sudah memiliki pengetahuan tentang stunting karena mereka rajin ke posyandu“ jelas Murni, Dosen Antropologi Universitas Indonesia. Hal ini juga dikuatkan oleh Ketua RW 013, Suhanda, dan Ketua Posyandu Lili Shalihat yang menyatakan bahwa kegiatan rutin posyandu pada setiap hari Kamis minggu pertama setiap bulan. Harapan para ibu balita terhadap pertumbuhan anak mereka adalah agar anak tumbuh sehat, tidak sakit dan mendapat makanan bergizi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI Ajak Lansia di Kampung Lio Jalani Hidup Sehat, Ceria, dan Bahagia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/ui-ajak-lansia-di-kampung-lio-jalani-hidup-sehat-ceria-dan-bahagia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 06:29:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91643</guid>

					<description><![CDATA[“Ya kadang kesepian kalau anak cucu tidak datang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Ya kadang kesepian kalau anak cucu tidak datang menengok. Tapi kalau kita lagi pengen sendiri ya bahagia juga” jelas seorang nenek ketika ditanya apakah di hari tuanya ia kesepian.</p>
<p>“Jadi nenek juga perlu waktu sendiri ya, me time gitu Nek?” pertanyaan lanjutan yang menegaskan.<br />
“iya me time” kata si nenek sambil tertawa lepas.</p>
<p>Sekelumit percakapan pendek di atas merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi tentang kesehatan dan aktivitas keseharian lansia yang dilakukan oleh Universitas Indonesia di Kampung Lio, Depok pada Sabtu, 13 September 2025.</p>
<p>Berdasarkan bincang Ketua Pengabdi Universitas Indonesia (UI), Dr. Sri Murni, M.Kes., dengan para lansia di Kampung Lio, nampaknya mereka terbiasa dengan kegiatan jalan pagi, senam lansia, kegiatan marawis, pengajian, pemeriksaan kesehatan di Posbindu, ataupun rekreasi bersama dengan sesama lansia. Ketua Posbindu, Mimin, juga mengiyakan tentang kerajinan para lansia mengikuti aktivitas di Kampung Lio.</p>
<p>“Semua kegiatan tersebut menjadikan lansia lebih sehat, ceria, dan bahagia” tutur Murni yang juga dosen Antropologi FISIP UI.</p>
<p>Diharapkan pula para lansia tetap beraktivitas dengan memperhatikan pola makan dan pola hidup yang sehat.</p>
<p>Para lansia yang hadir dalam kegiatan sosialisasi menyatakan kenyamanan hidup mereka adalah jika mereka sehat, tidak sakit-sakitan dan berkumpul bersama anak cucu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
