<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UBN &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/ubn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 22:24:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>UBN Ajak Masyarakat jadi Bagian dari Misi Kemanusiaan ke Gaza</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/ubn-ajak-masyarakat-jadi-bagian-dari-misi-kemanusiaan-ke-gaza/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 22:24:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[SAJID]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104588</guid>

					<description><![CDATA[Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan dalam misi kemanusiaan tersebut]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Ketua Umum DPP Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) Ustaz Bachtiar Nasir atau karib disapa UBN mengajak para jurnalis, pimpinan organisasi nonpemerintah (NGO), relawan, dan masyarakat luas untuk terlibat dalam program kemanusiaan menuju Gaza dan Tepi Barat.</p>
<p>Ajakan tersebut disampaikan UBN sebagai bagian dari upaya kemanusiaan untuk menembus blokade Gaza dan membangun koridor kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.</p>
<p>“Izinkan saya mengajak seluruh teman-teman jurnalis untuk menjadi bagian dari perjalanan kemanusiaan menembus blokade Gaza dan Tepi Barat,” kata UBN, Rabu (7/10/2026) di Jakarta.</p>
<p>Ia juga mengajak para pimpinan NGO untuk turut bergabung dalam program tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan dalam misi kemanusiaan tersebut.</p>
<p>“Juga saya mengajak teman-teman pimpinan-pimpinan NGO untuk bergabung dalam program ini,” ujar UBN yang juga Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).</p>
<p>UBN juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan meski tidak tergabung dalam organisasi nonpemerintah.</p>
<p>“Dan saya juga mengajak teman-teman yang siap menjadi relawan, yang tidak tergabung di dalam NGO mana pun, saya mengajak ayo bergabung,” katanya.</p>
<p>Selain jurnalis, NGO, dan relawan, UBN mengajak masyarakat luas memberikan dukungan terhadap program kemanusiaan tersebut.</p>
<p>“Kepada masyarakat luas, mari menjadi bagian yang mendukung program ini,” tutur dia.</p>
<p>UBN mengatakan misi tersebut diarahkan untuk menembus blokade Gaza, membangun koridor kemanusiaan, serta membantu masyarakat yang berada dalam kondisi terancam.</p>
<p>“Kita akan menembus blokade Gaza. Kita akan membangun koridor kemanusiaan. Kita akan menyelamatkan nyawa-nyawa yang terancam kematian. Kita akan menyelamatkan anak-anak yang hampir kehilangan masa depannya bersama Global Peace Convoy Indonesia,” kata UBN. []</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/c_scale,w_625,h_351,dpr_2/f_webp,q_auto:low/v1791497821/IMG-20261009-WA0001/IMG-20261009-WA0001.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi UNIDA Gontor Kunjungi AQL Islamic Center, Belajar Tadabur Al-Qur’an</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/mahasiswi-unida-gontor-kunjungi-aql-islamic-center-belajar-tadabur-al-quran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 07:52:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[AQL]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[UNIDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104374</guid>

					<description><![CDATA[Sebanyak 27 mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melakukan kunjungan studi ke AQL Islamic Center]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Sebanyak 27 mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melakukan kunjungan studi ke AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan studi lapangan sekaligus sarana silaturahim dan pendalaman ilmu Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Rombongan mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur&#8217;an dan Tafsir semester VI tersebut didampingi dosen pembimbing. Mereka diterima langsung Pembina AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN).</p>
<p>Perwakilan UNIDA Gontor, Ustaz Mahmud, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswi untuk melakukan studi di AQL Islamic Center. Ia juga menyampaikan salam dari pimpinan Pondok Modern Gontor, Rektor UNIDA Gontor KH Prof Hamid Fahmy Zarkasyi, serta Dekan Fakultas Ushuluddin Ustaz Syamsul Hadi Untung.</p>
<p>&#8220;Yang kedua, kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Al-Ustadz, pengelola, dan juga pimpinan yayasan Pusat Peradaban Islam, Al-Ustadz K.H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M., atas waktu yang sudah diberikan untuk menerima kami,&#8221; ujar Ustaz Mahmud.</p>
<p>Ia menjelaskan, rombongan tersebut terdiri atas 27 mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur&#8217;an dan Tafsir kelas C1 kampus putri UNIDA Gontor. Mereka didampingi Ustaz Taufik Akhyar, M.Ag., dan Ustazah Dr. Nindiya Ayomi Dirahara, M.Pd.</p>
<p>&#8220;Tujuan utama kami ke sini kemari adalah pertama ingin silaturahim, kemudian dilanjutkan oleh menuntut ilmu bersama Al-Ustadz Bachtiar Nasir tentang tadabur Al-Qur&#8217;an,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, UBN memberikan kuliah umum mengenai tadabur Al-Qur&#8217;an. Ia menekankan bahwa mempelajari tafsir merupakan bagian penting dalam proses memahami Al-Qur&#8217;an, tetapi tidak berhenti pada pemahaman akademik. Al-Qur&#8217;an juga perlu ditadaburi agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan.</p>
<p>&#8220;Kalian di jurusan khusus dan tafsir sudah bagus, karena kan untuk bertadabur harus pakai tafsir. Enggak mungkin bertadabur enggak pakai tafsir. Tapi, harus mentadaburinya,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Menurut UBN, salah satu tujuan utama diturunkannya Al-Qur&#8217;an adalah agar manusia merenungkan ayat-ayatnya. Karena itu, umat Islam perlu membangun pola interaksi yang benar dengan Al-Qur&#8217;an, bukan hanya membacanya ketika menghadapi persoalan tertentu.</p>
<p>&#8220;Pesannya tentu: jangan sampai berinteraksi dengan cara yang salah. Yang benar bagaimana? Yang benar adalah berinteraksi dengan cara yang disukai oleh Al-Qur&#8217;an,&#8221; katanya.</p>
<p>UBN menjelaskan, tadabur berarti melihat sesuatu hingga kepada akibat atau dampak yang ditimbulkannya. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan makna secara mendalam dan berulang sehingga seseorang dapat mengambil pelajaran dari ayat-ayat Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>&#8220;Bertadabur adalah memandang sesuatu di balik sesuatu dan memahami akibat yang akan ditimbulkannya,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Ia kemudian mengutip sejumlah pandangan ulama mengenai tadabur Al-Qur&#8217;an. Imam At-Thabari, misalnya, menjelaskan tadabur sebagai perenungan terhadap hujah-hujah Allah dan syariat yang terdapat dalam Al-Qur&#8217;an sehingga seseorang memperoleh nasihat dan mengamalkannya.</p>
<p>Sementara itu, Ibnu Katsir memaknai tadabur sebagai proses memahami makna lafaz sekaligus memikirkan pesan yang terkandung di dalam Al-Qur&#8217;an. Adapun Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah melihat tadabur sebagai upaya menajamkan mata hati terhadap makna-makna Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>UBN juga mengajak para mahasiswi untuk tidak berhenti pada kajian Al-Qur&#8217;an secara akademik. Menurut dia, interaksi dengan Al-Qur&#8217;an semestinya turut membentuk manusia dan memengaruhi karakter dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Saya tidak fokus pada isitunya, saya fokus kepada pembinaan manusianya lewat tadabur. Walaupun kita punya karya-karya akademik,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam kuliah tersebut, UBN juga menjelaskan pentingnya memahami nama, sifat, dan fungsi Al-Qur&#8217;an. Menurut dia, pemahaman tersebut dapat menjadi dasar dalam membangun pola interaksi yang lebih mendalam dengan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Ia mencontohkan beberapa nama Al-Qur&#8217;an yang menunjukkan hakikatnya, antara lain Al-Qur&#8217;an, Al-Kitab, At-Tanzil, dan Al-Furqan.</p>
<p>&#8220;Begitu juga saat berinteraksi dengan Al-Qur&#8217;an. Jadi, ketika kita pegang Al-Qur&#8217;an, mulai membacanya, ingat tuh nama-Nya dan sifat-sifat-Nya,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik para mahasiswi, tetapi juga memperkuat tradisi tadabur dan interaksi dengan Al-Qur&#8217;an sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kehidupan sehari-hari.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/c_scale,w_625,h_470,dpr_2/f_webp,q_auto:low/v1790927230/IMG-20261002-WA0008_copy_1020x765/IMG-20261002-WA0008_copy_1020x765.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UBN Ungkap Pengalamannya Mondok di Gontor</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/09/ubn-ungkap-pengalamannya-mondok-di-gontor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 11:36:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[SAJID]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=103514</guid>

					<description><![CDATA[UBN: 75 Persen Karakter Saya Dibentuk Pendidikan Gontor]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) KH Bachtiar Nasir mengungkapkan pengalaman personalnya selama menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.</p>
<p>Ia menyebut pendidikan Kulliyatul Mu&#8217;allimin Al-Islamiyah (KMI) memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan karakternya hingga saat ini.</p>
<p>&#8220;Saya sebagai host tegas mengatakan di mana-mana, 75 persen karakter saya, saya peroleh dari Kulliyatul Mu&#8217;allimin Al-Islamiyah di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur,&#8221; kata KH Bachtiar Nasir atau karib disapa UBN dalam SAJID Friday Morning Talk bertema &#8220;Tantangan Abad Kedua Gontor&#8221; di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (4/9/2026).</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan UBN ketika berbicara mengenai perjalanan Gontor yang akan memasuki usia 100 tahun pada 2026.</p>
<p>Menurut dia, pengaruh Gontor terhadap alumninya tidak hanya terlihat dari pengetahuan yang diperoleh selama berada di pesantren, tetapi juga dari pembentukan karakter dan cara menjalani kehidupan.</p>
<p>UBN menilai pengalaman yang ia rasakan menjadi salah satu gambaran mengenai kekuatan sistem pendidikan Gontor.</p>
<p>Menurut dia, Gontor berhasil membangun sistem pendidikan yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian santri.</p>
<p>Ia kemudian menyoroti perkembangan pendidikan tinggi Gontor yang dinilainya semakin memperluas warisan sistem tersebut.</p>
<p>Menurut UBN, penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam lingkungan pendidikan menjadi salah satu karakter yang membedakan pendidikan Gontor.</p>
<p>&#8220;Di mana penyampaian dalam bahasa Arab dan Inggris berjalan di sana, dan mahasiswa-mahasiswa juga tetap mewarisi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut UBN, kekuatan tersebut juga dirasakan mahasiswa yang tidak seluruhnya berasal dari KMI. Mereka tetap dapat menikmati lingkungan pendidikan yang berada dalam naungan nilai dan ruh yang diwariskan Gontor.</p>
<p>UBN menilai perjalanan Gontor selama hampir satu abad menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang didirikan para tokoh tidak selalu berakhir bersama wafatnya pendiri.</p>
<p>Sebaliknya, Gontor mampu terus berkembang karena memiliki sistem dan nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya.</p>
<p>&#8220;Di dunia ini ada dua jenis lembaga pendidikan yang didirikan oleh tokoh. Yang pertama, ketika tokohnya mati, lembaganya pun mati. Yang satu, ketika tokohnya wafat, tetapi lembaganya terus ada dan berkembang,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dalam konteks memasuki abad kedua, UBN mempertanyakan bagaimana pengalaman dan warisan pendidikan tersebut akan diteruskan Gontor kepada generasi mendatang.</p>
<p>Menurut dia, Gontor memiliki tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai fundamental yang telah membentuk para alumninya, sekaligus memperluas kontribusinya di tengah perubahan zaman.</p>
<p>&#8220;Pertanyaannya adalah: Abad kedua Gontor, apa yang akan terjadi?&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Ia berharap Gontor tidak hanya mempertahankan warisan yang telah dibangun selama satu abad, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia dan dunia.</p>
<p>&#8220;Ada sesuatu yang besar yang Gontor pertahankan, tetapi ada sesuatu yang besar juga yang akan diberikan bukan cuma untuk Indonesia tetapi untuk dunia,&#8221; ujarnya.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://parahyangan-post.com/asset/foto_berita/sajid-33.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisuda V STIQ Ar-Rahman, Bachtiar Nasir Gagas Al-Qur’an sebagai Operating System Kehidupan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/08/wisuda-v-stiq-ar-rahman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 07:16:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[STIQ Ar-Rahman]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=103233</guid>

					<description><![CDATA[BOGOR &#8211; Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOGOR</strong> &#8211; Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman menggelar Wisuda Sarjana Ke-V dan Kuliah Kehormatan di Aula Kampus STIQ Ar-Rahman, Jonggol, Bogor, Rabu (26/8/2026).</p>
<p>Wisuda yang bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1448 H itu mengusung tema “The Qur’an as the Operating System for Life: Dari Pengetahuan Qur’ani Menuju Kontribusi yang Bermakna.”</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para wisudawan untuk melanjutkan perjalanan akademik menuju pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.</p>
<p>Salah satu agenda utama ialah Kuliah Kehormatan yang disampaikan Pimpinan YPPI AQL dan STIQ Ar-Rahman, Dr. (H.C.) K.H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M. Kuliah tersebut mengangkat tema “Al-Qur’an sebagai Operating System Peradaban: Dari Tadabbur Menuju Transformasi.”</p>
<p>Bachtiar mengatakan, tingginya interaksi umat Islam dengan Al-Qur’an belum selalu berbanding lurus dengan perubahan karakter, pengambilan keputusan, dan tatanan sosial.</p>
<p>Menurut dia, tantangannya bukan semata akses terhadap Al-Qur’an, melainkan bagaimana pemahaman terhadap ayat dapat melahirkan hidayah dan diterjemahkan menjadi amal yang konsisten.</p>
<p>“Al-Qur’an sebagai operating system kehidupan” ditawarkan sebagai kerangka untuk menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sistem kendali dalam mengambil keputusan, melakukan evaluasi diri, dan membangun kebiasaan seorang Muslim.</p>
<p>Bachtiar juga memperkenalkan konsep Predictive Tadabbur. Konsep ini merupakan upaya membaca ayat Al-Qur’an untuk menakar konsekuensi dari pilihan hidup berdasarkan pola sebab-akibat yang dijelaskan wahyu, tanpa mengklaim mengetahui perkara gaib.</p>
<p>Ia menegaskan, gagasan tersebut masih terbuka untuk dikaji, dikoreksi, dan diuji secara akademik. Karena itu, ia mengundang para akademisi untuk menelaah metodologi Tadabbur dan Hidayah Al-Qur’an agar dapat dikembangkan secara ilmiah.</p>
<h3>Didin Dorong Doctor by Research</h3>
<p>Guru Besar Universitas Ibn Khaldun Bogor, Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.S., turut memberikan perhatian terhadap pengembangan pemikiran Bachtiar Nasir.</p>
<p>Didin mendorong Bachtiar melanjutkan pengembangan gagasannya melalui program doktor berbasis riset (Doctor by Research) di Universitas Ibn Khaldun Bogor.</p>
<p>Menurutnya, pengalaman Bachtiar dalam dakwah, pengembangan pemikiran, dan gerakan Tadabbur Al-Qur’an dapat menjadi modal untuk dikembangkan melalui penelitian akademik yang sistematis.</p>
<p>Sementara itu, Guru Besar Universitas Darussalam Gontor, Prof. Syamsuddin Arif, M.A., mendorong pengembangan gagasan Tadabbur dan Hidayah Al-Qur’an melalui pembentukan Laboratorium Tadabbur dan Hidayah Al-Qur’an.</p>
<p>Laboratorium tersebut diharapkan menjadi ruang kajian, penelitian, dan pengembangan metodologi Tadabbur Al-Qur’an.</p>
<p>Syamsuddin juga mengusulkan agar kajian tersebut ke depan dapat dikembangkan menjadi program studi, jurusan, konsentrasi, atau bidang keilmuan khusus.</p>
<p>Dengan demikian, Tadabbur Al-Qur’an tidak hanya berkembang sebagai gerakan dakwah, tetapi juga memiliki tradisi akademik dan penelitian yang lebih kuat.</p>
<h4>Pesan untuk Wisudawan</h4>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Bachtiar berpesan kepada para wisudawan agar tidak menjadikan ijazah sebagai tujuan akhir pendidikan.</p>
<p>Ia mengingatkan pentingnya memperpendek jarak antara membaca Al-Qur’an dan mengalami perubahan karena Al-Qur’an.</p>
<p>Para lulusan didorong menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi amal nyata dan kontribusi bagi masyarakat.</p>
<p>Wisuda V STIQ Ar-Rahman turut dihadiri Ketua STIQ Ar-Rahman Dr. Haris Renaldi, M.Pd., Ketua Yayasan YPPI Iswahyudi Mukhlis, M.A., serta Dr. Deden Sumpena, M.Ag., dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat.</p>
<p>Hadir pula sejumlah akademisi, antara lain Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.S., Prof. Syamsuddin Arif, M.A., dan Dr. Rabi’ Muhammad Muhammad Hafni, dosen Universitas Karabük, Türkiye.</p>
<p style="text-align: left;">Wisuda tersebut sekaligus meneguhkan STIQ Ar-Rahman sebagai Kampus Tadabbur Qur’an, dengan harapan para lulusan mampu membawa Al-Qur’an dari pengetahuan menuju hidayah, dari tadabbur menuju transformasi, serta dari ilmu menuju kontribusi nyata bagi masyarakat. []</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Global Sumud Flotilla Dorong Solidaritas Gaza Berlanjut ke Rekonstruksi</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/08/global-sumud-flotilla-dorong-solidaritas-gaza-berlanjut-ke-rekonstruksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 00:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Global Sumud Flotilla]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=102692</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Dukungan terhadap Palestina dinilai perlu memasuki...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Dukungan terhadap Palestina dinilai perlu memasuki tahap baru dengan membangun hubungan langsung antara masyarakat Indonesia dan warga Gaza. Solidaritas tersebut tidak cukup berhenti pada pengiriman bantuan kemanusiaan, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan jangka panjang hingga rekonstruksi Gaza.</p>
<p>Gagasan itu mengemuka dalam diskusi strategis bertajuk “What’s Next?” yang membahas keberlanjutan gerakan solidaritas dan kemanusiaan melalui Global Sumud Flotilla. Diskusi digelar di Maqdisi AQL, Tebet, Jakarta, Senin (10/8/2026).</p>
<p>Forum tersebut menghadirkan Dewan Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) KH Bachtiar Nasir dan salah satu penggagas Sumud Flotilla, Syaikh Dr Marwan Abu Ros. Keduanya bersama peserta forum membahas langkah lanjutan gerakan kemanusiaan untuk Gaza, mulai dari penguatan jejaring masyarakat hingga persiapan rekonstruksi.</p>
<p>Salah satu gagasan yang mengemuka adalah membangun model persaudaraan langsung antara masyarakat Indonesia dan Gaza. Hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antarkeluarga, universitas, masjid, maupun lembaga sosial.</p>
<p>Model tersebut dinilai penting agar dukungan terhadap Gaza tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyaluran bantuan logistik. Hubungan langsung antarmasyarakat diharapkan dapat menghadirkan dukungan psikologis bagi warga Gaza sekaligus membangun solidaritas yang lebih berkelanjutan.</p>
<p>Dengan pola tersebut, masyarakat Indonesia tidak hanya hadir ketika terjadi krisis, tetapi dapat terus mendampingi masyarakat Gaza dalam proses pemulihan.</p>
<p>Diskusi juga menyoroti arti strategis keberadaan armada kemanusiaan yang berupaya mencapai Gaza melalui jalur laut.</p>
<p>Global Sumud Flotilla dinilai memiliki dampak yang melampaui jumlah kapal maupun bantuan yang dibawa. Keberadaan armada tersebut dipandang sebagai simbol penolakan terhadap pembatasan akses menuju Gaza sekaligus pesan bahwa perhatian masyarakat internasional terhadap Palestina terus bergerak.</p>
<p>Dalam forum tersebut, armada kemanusiaan itu bahkan digambarkan sebagai “paku yang ditancapkan ke jantung” Israel. Ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan tekanan psikologis dan politik yang ditimbulkan gerakan tersebut.</p>
<p>Perkembangan Global Sumud Flotilla juga dinilai telah ikut mengubah percakapan publik internasional mengenai Palestina.</p>
<h3>Solidaritas Lintas Agama</h3>
<p>Keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang agama dan kebangsaan turut menjadi perhatian dalam diskusi.</p>
<p>Kehadiran warga negara Barat, termasuk mereka yang bukan Muslim dan bukan berasal dari negara-negara Arab, dinilai penting untuk memperluas perspektif masyarakat internasional mengenai kondisi Gaza.</p>
<p>Solidaritas tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak semata-mata merupakan persoalan agama atau identitas kelompok tertentu, tetapi juga persoalan kemanusiaan.</p>
<p>Keterlibatan tokoh non-Muslim dari Eropa di posisi terdepan gerakan juga dinilai dapat memperkuat karakter kemanusiaan Global Sumud Flotilla sekaligus menghadapi upaya pelabelan negatif terhadap gerakan solidaritas Palestina.</p>
<p>Meski membawa semangat solidaritas yang luas, peserta diskusi menekankan pentingnya menjaga fokus gerakan pada Gaza.</p>
<p>Misi Global Sumud Flotilla dinilai perlu diarahkan secara spesifik pada persoalan kemanusiaan di Gaza dan tidak dicampur dengan berbagai persoalan politik regional yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.</p>
<p>Sejumlah isu regional, termasuk persoalan Kurdi dan Sahara di Maroko, disebut sebagai contoh isu yang sebaiknya tidak dicampuradukkan dengan agenda utama gerakan.</p>
<p>Fokus tersebut dinilai penting untuk mempertahankan integritas Global Sumud Flotilla sebagai gerakan kemanusiaan dan solidaritas untuk Gaza.</p>
<h4>Dari Blokade ke Rekonstruksi</h4>
<p>Perjuangan untuk Gaza, menurut pembahasan forum, tidak berhenti pada upaya menembus blokade. Agenda berikutnya adalah mempersiapkan rekonstruksi Gaza.</p>
<p>Kedua agenda tersebut dinilai perlu berjalan secara paralel, yakni memperjuangkan akses kemanusiaan sekaligus menyiapkan pembangunan kembali wilayah yang mengalami kehancuran akibat perang.</p>
<p>Salah satu perhatian utama adalah kondisi anak-anak yang kehilangan orang tua. Dalam diskusi disebutkan terdapat lebih dari 60 ribu anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan jangka panjang.</p>
<p>Rekonstruksi juga mencakup pembangunan kembali rumah, masjid, dan berbagai fasilitas masyarakat yang rusak. Untuk itu, diperlukan koordinasi kuat di antara lembaga filantropi dan organisasi kemanusiaan.</p>
<p>Dengan demikian, solidaritas terhadap Palestina diarahkan dari respons terhadap krisis menuju program pemulihan masyarakat dalam jangka panjang.</p>
<p>Dukungan Indonesia terhadap Palestina dalam forum tersebut juga ditempatkan dalam konteks konstitusi dan sejarah hubungan kedua bangsa.</p>
<p>Peserta mengaitkan dukungan terhadap Palestina dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan. Dukungan tersebut juga memiliki dimensi historis karena Palestina menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Karena itu, dukungan terhadap Palestina dinilai bukan sekadar solidaritas internasional. Dukungan tersebut juga dipandang sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap prinsip kemerdekaan dan penolakan terhadap penjajahan.</p>
<p>Di sisi lain, forum menyoroti pentingnya evaluasi internal dalam gerakan solidaritas Palestina.</p>
<p>Gerakan yang berkembang secara organik dinilai tetap membutuhkan pembenahan manajemen, evaluasi terhadap kelemahan, serta mekanisme untuk meminimalkan konflik kepentingan dan persoalan internal.</p>
<p>Keterlibatan dalam gerakan tersebut juga membutuhkan komitmen yang kuat. Dalam diskusi disebutkan, mereka yang ingin terlibat secara serius perlu mengalokasikan waktu sedikitnya tiga jam setiap hari.</p>
<p>Komitmen tersebut tidak hanya menyangkut waktu, tetapi juga kesiapan mengesampingkan kepentingan pribadi dan menempatkan tujuan kemanusiaan sebagai prioritas.</p>
<h5>Menjawab “What&#8217;s Next?”</h5>
<p>Pertanyaan “What’s Next?” pada akhirnya diarahkan pada bagaimana mengubah solidaritas menjadi kerja nyata yang berkelanjutan.</p>
<p>Global Sumud Flotilla dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari rangkaian perjuangan kemanusiaan untuk Gaza. Setelah upaya membuka akses melalui jalur laut, agenda berikutnya mencakup penguatan hubungan masyarakat Indonesia dengan Gaza, perluasan solidaritas lintas agama dan negara, serta persiapan rekonstruksi.</p>
<p>Bagi Indonesia, agenda tersebut juga ditempatkan dalam konteks hubungan historis dengan Palestina dan amanat konstitusi mengenai penolakan terhadap penjajahan.</p>
<p>Diskusi di Maqdisi AQL itu menegaskan bahwa solidaritas terhadap Gaza perlu bergerak dari simpati menuju keterlibatan nyata, terorganisasi, dan berkelanjutan.</p>
<p>Jika Global Sumud Flotilla menjadi simbol upaya membuka jalan bagi bantuan dan solidaritas, maka rekonstruksi serta hubungan langsung antarmasyarakat menjadi bagian dari agenda jangka panjang untuk memastikan Gaza tidak hanya dibela ketika krisis terjadi, tetapi juga didampingi dalam proses pemulihannya.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>73 Santri SHQ Diwisuda, UBN: Al-Qur&#8217;an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/73-santri-shq-diwisuda-ubn-al-quran-harus-diamalkan-sepanjang-hayat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 11:35:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=101974</guid>

					<description><![CDATA[Para wisudawan berasal dari SHQ Tebet Jakarta, SHQ Zamrud Bekasi, SHQ Galaxy Bekasi, SHQ Ciputat, SHQ Bintaro, dan SHQ Bandung. SHQ merupakan unit pendidikan Al-Qur'an di bawah AQL Islamic Center.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Sebanyak 73 santri dan santriwati Sekolah Hafizh Quran (SHQ) mengikuti Wisuda dan Haflah SHQ 1448 H yang digelar di Ballroom Nyi Ageng Serang, Jakarta, Kamis (16/7/2026).</p>
<p>Para wisudawan berasal dari SHQ Tebet Jakarta, SHQ Zamrud Bekasi, SHQ Galaxy Bekasi, SHQ Ciputat, SHQ Bintaro, dan SHQ Bandung. SHQ merupakan unit pendidikan Al-Qur&#8217;an di bawah AQL Islamic Center.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri Pendiri sekaligus Pembina SHQ Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), Syekh Dr. Muhammad Al-Dasuqi Amin Muhammad Kahila, pakar tafsir dan ilmu Al-Qur&#8217;an dari Al-Azhar Mesir sekaligus Direktur Markaz Kahila li-Dirasati Qur&#8217;aniyyah, para orang tua santri, serta tamu undangan.</p>
<p>Dalam sambutannya, UBN menegaskan perjalanan SHQ selama 11 tahun dibangun dengan visi menghadirkan pendidikan tahfiz Al-Qur&#8217;an yang dapat diakses keluarga tanpa harus memondokkan anak sejak usia dini.</p>
<p>&#8220;Sejak saya memulai membuat SHQ, ada satu visi besar. Banyak orang tua yang ingin punya anak hafizh Al-Qur&#8217;an, tetapi tidak ingin ke pesantren. Karena itu kami berusaha menghadirkan pendidikan Al-Qur&#8217;an yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Menurutnya, berbagai dinamika dan ujian yang pernah dihadapi lembaga justru menjadi bukti bahwa kekuatan utama SHQ bukan semata pada pengelolanya, melainkan pada keberkahan Al-Qur&#8217;an itu sendiri.</p>
<p>&#8220;Al-Qur&#8217;an yang bekerja. Hari ini anak-anak kita telah dididik oleh Allah melalui Al-Qur&#8217;an. Al-Qur&#8217;an-lah sesungguhnya yang bekerja, walaupun ada sedikit kontribusi kami dan para guru,&#8221; katanya.</p>
<p>UBN menyebut wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan buah dari doa panjang para orang tua, guru, dan keluarga yang menginginkan lahirnya generasi Qurani berakhlak mulia.</p>
<p>Sementara itu, Syekh Dr. Muhammad Al-Dasuqi Amin Muhammad Kahila mengingatkan bahwa tujuan utama menghafal Al-Qur&#8217;an bukan hanya menjaga hafalan, tetapi juga mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Permasalahan utamanya bukanlah melupakan hafalan, tetapi melupakan untuk mengamalkan Al-Qur&#8217;an. Hakikat Al-Qur&#8217;an diturunkan adalah untuk dipahami lalu diamalkan,&#8221; ujar ulama Al-Azhar tersebut.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah perintah membaca (Iqra&#8217;), yang menjadi dasar pentingnya menuntut ilmu dan terus berinteraksi dengan Al-Qur&#8217;an sepanjang hayat.</p>
<p>Suasana haru mewarnai prosesi wisuda ketika sejumlah orang tua menyampaikan kesan dan pengalaman mereka mendampingi anak belajar di SHQ.</p>
<p>Wali santri asal Jakarta, Revi Sulistiorini, mengaku bersyukur kedua putrinya memperoleh pendidikan di SHQ. Putri sulungnya telah belajar selama 10 tahun sejak usia tiga tahun dan kini melanjutkan pendidikan di pesantren berasrama.</p>
<p>&#8220;SHQ bukan hanya mengajarkan hafalan Al-Qur&#8217;an, tetapi mengajarkan anak-anak mengamalkan Al-Qur&#8217;an dalam kehidupan sehari-hari. Itu yang saya lihat menjadi nilai lebih SHQ,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Revi, kebiasaan salat tepat waktu, kedisiplinan, serta adab yang ditanamkan kepada para santri menjadi pencapaian yang tidak kalah penting dibanding jumlah hafalan yang dimiliki.</p>
<p>Kesaksian serupa disampaikan Gufron Baehaki, ayahanda Haifa Fakhrani, santri SHQ Bandung penyandang Down syndrome. Ia mengaku sempat ragu ketika mendaftarkan putrinya hampir tujuh tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, hari demi hari dan tahun demi tahun anak saya menjadi lebih santun, mandiri, dan mencintai Al-Qur&#8217;an. Saya bangga bukan karena kehebatan saya sebagai orang tua, tetapi karena bimbingan para ustaz dan ustazah di SHQ,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap seluruh wisudawan tidak berhenti menghafal setelah menyelesaikan pendidikan di SHQ.</p>
<p>&#8220;Keberhasilan hari ini hanyalah awal. Mahkota kemuliaan yang sesungguhnya adalah ketika anak-anak mampu menjaga dan mengamalkan Al-Qur&#8217;an sepanjang hidupnya,&#8221; ujar Gufron.</p>
<p>Wisuda dan Haflah SHQ 1448 H menjadi momentum apresiasi atas perjuangan para santri, guru, dan orang tua dalam membangun generasi penghafal Al-Qur&#8217;an yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur&#8217;an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UBN Hadiri Shalat Gaib Mantan Emir Qatar di Istiqlal, Kenang Warisan Kepemimpinan Syekh Hamad</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/ubn-hadiri-shalat-gaib-mantan-emir-qatar-di-istiqlal-kenang-warisan-kepemimpinan-syekh-hamad/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 11:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=101874</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) yang juga Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid), Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menghadiri shalat gaib untuk mendoakan mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Shalat gaib tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya tokoh yang dinilai berjasa mengantarkan Qatar menjadi salah satu negara berpengaruh di kawasan Timur Tengah dan dunia.</p>
<p>Shalat gaib dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, para ulama, serta tokoh masyarakat.</p>
<p>Usai pelaksanaan shalat gaib, UBN menyampaikan duka cita sekaligus mengenang kepemimpinan Syekh Hamad yang menurutnya telah membawa perubahan besar bagi Qatar. Di bawah kepemimpinannya, Qatar tumbuh menjadi negara yang memiliki posisi strategis dalam diplomasi internasional, pengembangan pendidikan, hingga penguatan media.</p>
<p>&#8220;Beliau telah meletakkan fondasi penting yang menjadikan Qatar memiliki peran strategis di tingkat internasional. Warisan kepemimpinannya tidak hanya dirasakan rakyat Qatar, tetapi juga memberi pengaruh bagi dunia Islam,&#8221; kata UBN.</p>
<p>Menurut UBN, salah satu warisan paling menonjol dari Syekh Hamad adalah keberhasilannya membangun kekuatan lunak (soft power) Qatar melalui diplomasi dan media. Kebijakan-kebijakan yang ditempuhnya membuat negara kecil di Teluk itu mampu memainkan peran penting dalam berbagai isu regional maupun internasional.</p>
<p>Nama Syekh Hamad juga tidak dapat dipisahkan dari lahirnya jaringan televisi Al Jazeera. Pada pertengahan 1990-an, setelah layanan siaran berbahasa Arab BBC dihentikan akibat persoalan sensor pemberitaan, ia merekrut sejumlah jurnalis Arab dan mendukung pendirian Al Jazeera dengan investasi awal sekitar 150 juta dolar AS. Kepemimpinan media tersebut kemudian dipercayakan kepada sepupunya, Syekh Hamad bin Thamer Al Thani.</p>
<p>Dalam perkembangannya, Al Jazeera menjadi salah satu jaringan berita paling berpengaruh di dunia Arab dengan pendekatan pemberitaan yang relatif lebih independen dibandingkan banyak media regional pada masanya. Popularitasnya semakin meningkat setelah serangan 11 September 2001 ketika menjadi salah satu media yang menayangkan rekaman Osama bin Laden. Di sisi lain, pemberitaan Al Jazeera juga kerap menuai kritik, terutama dari Amerika Serikat, karena dinilai menghadirkan sudut pandang yang berbeda dalam peliputan perang Irak maupun konflik Palestina.</p>
<p>Meski demikian, UBN menilai berbagai dinamika yang menyertai perjalanan Al Jazeera tidak menghapus kontribusi besar Syekh Hamad dalam membangun Qatar sebagai negara yang memiliki pengaruh global.</p>
<p>&#8220;Beliau meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat dalam memperkuat diplomasi, pendidikan, dan media. Semoga segala amal baiknya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi para pemimpin Muslim untuk terus membangun kemaslahatan umat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia. Ia mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.</p>
<p>&#8220;Atas nama pemerintah dan segenap warga masyarakat bangsa Indonesia, kami mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,&#8221; ujar Nasaruddin.</p>
<p>Menag mengatakan kepemimpinan Syekh Hamad tidak hanya membawa kemajuan bagi Qatar, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap perdamaian dan kerja sama internasional.</p>
<p>&#8220;Almarhum telah memimpin Qatar dengan meninggalkan begitu banyak kesan positif. Bukan saja memakmurkan dan membahagiakan rakyatnya, tetapi juga menjadi faktor penting bagi kerja sama di kawasan Timur Tengah, dunia Islam, hingga tingkat internasional. Hubungan Indonesia dan Qatar saat ini berkembang sangat baik dan melahirkan banyak kerja sama yang positif bagi kedua negara,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas penyelenggaraan shalat gaib di Masjid Istiqlal. Menurutnya, pelaksanaan shalat gaib di masjid terbesar di Asia Tenggara itu merupakan bentuk penghormatan yang sangat berarti bagi rakyat Qatar.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir di Masjid Istiqlal dan mendoakan almarhum Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani. Ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi kami. Terlaksananya salat gaib di Masjid Istiqlal memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga dan rakyat Qatar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, para tokoh nasional, ulama, dan seluruh masyarakat yang telah menunjukkan simpati dan doa bagi almarhum. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bukti eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Qatar yang telah terjalin selama ini.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bachtiar Nasir: Jurnalis Muslim Harus Jadi Jembatan Indonesia dengan Dunia Islam</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/bachtiar-nasir-jurnalis-muslim-harus-jadi-jembatan-indonesia-dengan-dunia-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 04:36:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[SAJID]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=101752</guid>

					<description><![CDATA[Bachtiar Nasir menegaskan pentingnya peran jurnalis Muslim dalam membangun pemahaman yang utuh mengenai dinamika geopolitik dunia Islam]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) Bachtiar Nasir menegaskan pentingnya peran jurnalis Muslim dalam membangun pemahaman yang utuh mengenai dinamika geopolitik dunia Islam. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menghubungkan perspektif Indonesia dengan perkembangan yang terjadi di Timur Tengah.</p>
<p>Hal itu disampaikan Bachtiar saat membuka Sajid Friday Morning Talk yang menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026).</p>
<p>Bachtiar mengatakan Indonesia memang berada jauh dari Timur Tengah secara geografis. Namun, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak boleh keliru dalam membaca dinamika kawasan tersebut.</p>
<p>&#8220;Indonesia memang jauh secara geografi, tetapi sebagai negara dengan umat Islam terbesar sangat dekat dengan lingkaran persoalan itu semua. Karena itu, kita tidak boleh salah, terutama masyarakatnya,&#8221; ujar Bachtiar.</p>
<p>Ia menilai kehadiran Anis Matta dalam forum tersebut menjadi jembatan penting antara Timur Tengah dan Indonesia. Menurutnya, kawasan Timur Tengah memiliki posisi strategis karena menjadi titik temu Asia, Eropa, dan Afrika sehingga setiap perubahan di kawasan itu membawa dampak global.</p>
<p>Bachtiar menyebut Anis Matta memiliki kapasitas untuk menjelaskan persoalan Timur Tengah secara komprehensif. Selain memiliki pengalaman di bidang politik, Anis juga dinilai mampu membaca perubahan geopolitik dari perspektif strategis dan kebijakan luar negeri.</p>
<p>Ia juga menggambarkan Anis sebagai tokoh yang berupaya membawa gagasan politik Islam ke dalam konteks modern tanpa melepaskan pijakan pada khazanah pemikiran para ulama. Menurut Bachtiar, cara pandang tersebut penting untuk memahami konflik dan dinamika internasional secara proporsional.</p>
<p>Melalui forum itu, Bachtiar berharap para jurnalis Muslim memperoleh pemahaman yang utuh mengenai peta geopolitik Timur Tengah sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan demikian, pemberitaan yang dihasilkan tidak sekadar mengikuti arus narasi, tetapi dibangun di atas pemahaman yang mendalam.</p>
<p>Ia menambahkan, diplomasi media Islam perlu diperkuat agar masyarakat Indonesia maupun publik global memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai berbagai persoalan yang berkembang di dunia Islam.</p>
<p>Bachtiar berharap Sajid dapat menjadi wadah yang mengintegrasikan Indonesia dengan dunia Islam melalui jejaring media Islam. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat kontribusi media Indonesia dalam menyampaikan perspektif yang berimbang kepada dunia.</p>
<p>&#8220;Semoga kita sebagai pilar keempat demokrasi menjadi bagian yang mencerahkan, bukan yang kemudian menghancurkan tatanan yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan,&#8221; kata Bachtiar.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diskusi SAJID: Posisi Israel di Dunia Internasional Makin Tertekan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/06/diskusi-sajid-posisi-israel-di-dunia-internasional-makin-tertekan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 09:43:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[SAJID]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100884</guid>

					<description><![CDATA[Sejumlah negara Barat yang selama ini dikenal dekat dengan Israel mulai menunjukkan dukungan yang lebih terbuka terhadap Palestina]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong> </a>— Pengamat Timur Tengah sekaligus mantan wartawan Harian Kompas untuk desk Timur Tengah, Musthafa Abdul Rahman, menilai dukungan internasional terhadap berdirinya negara Palestina semakin kuat dan sulit dibendung. Menurutnya, cepat atau lambat Palestina akan memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat global maupun regional.</p>
<p>Hal itu disampaikan Musthafa dalam Diskusi Serikat Jurnalis Islam Indonesia (Sajid) yang digelar di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). Acara dipandu Ketua Sajid, Bachtiar Nasir, dan dihadiri para jurnalis Muslim dari berbagai media.</p>
<p>Dalam paparannya, Musthafa menyoroti dinamika geopolitik Timur Tengah pascaperang yang menurutnya akan sangat dipengaruhi oleh pertarungan kekuatan regional, khususnya antara Iran, Turki, dan Israel.</p>
<p>Menurut dia, apabila dalam lima tahun ke depan Iran berhasil memperkuat ekonomi, teknologi, dan kapasitas strategisnya hingga mampu menyaingi Israel dan Turki, maka negara itu berpotensi menjadi faktor penekan bagi Israel untuk menerima implementasi berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 242 dan 338 yang menuntut penarikan Israel dari wilayah-wilayah Arab yang diduduki sejak Perang 1967.</p>
<p>&#8220;Kalau Iran sukses membangun ekonominya, teknologinya, dan mampu bersaing dengan Israel dan Turki, maka akan muncul kekuatan baru yang bisa memaksa Israel menerima resolusi-resolusi internasional tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Musthafa menambahkan, posisi Israel saat ini semakin tertekan di tingkat internasional. Menurutnya, sejumlah negara Barat yang selama ini dikenal dekat dengan Israel mulai menunjukkan dukungan yang lebih terbuka terhadap Palestina.</p>
<p>&#8220;Secara internasional Israel sudah terpojok. Dukungan terhadap negara Palestina sangat kuat, terutama di Eropa. Palestina kini telah diakui oleh banyak negara besar dunia. Tinggal menunggu bagaimana pertarungan di tingkat regional setelah perang ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga berharap proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung dapat menghasilkan kesepakatan yang berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas kawasan akan membuka jalan bagi lahirnya &#8220;Iran baru&#8221; yang lebih kuat dalam bidang ekonomi dan teknologi.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Musthafa turut berbagi pengalaman selama hampir tiga dekade menggeluti dunia jurnalistik internasional, termasuk pengabdiannya sebagai wartawan Kompas di Timur Tengah.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa pendiri Kompas, Jakob Oetama, sejak awal memiliki visi agar Kompas memiliki wartawan tetap di Timur Tengah sehingga pemberitaan kawasan tersebut dapat diperoleh langsung dari sumber utama tanpa bergantung pada kantor berita internasional.</p>
<p>&#8220;Saya bersyukur pernah diberi kesempatan hampir 20 tahun bersama Kompas dan ikut mewarnai pemberitaan internasional, khususnya Timur Tengah,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bachtiar Nasir Soroti Penurunan Minat Nyantri di Pesantren</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/06/bachtiar-nasir-soroti-penurunan-minat-nyantri-di-pesantren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:05:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100621</guid>

					<description><![CDATA[Krisis Kepercayaan Jadi Tantangan Paling Serius]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8212; Gejala penurunan minat masyarakat untuk memasukkan anak ke pesantren dinilai menjadi salah satu tantangan baru yang perlu mendapat perhatian serius. Di tengah perubahan karakter generasi muda, meningkatnya tuntutan transparansi publik, serta perubahan pola pikir orang tua dalam memilih pendidikan, pesantren menghadapi dinamika yang berbeda dibandingkan dekade sebelumnya.</p>
<p>Cendekiawan Muslim Bachtiar Nasir menilai, perdebatan mengenai validitas data jumlah santri yang belakangan menjadi perhatian publik tidak boleh mengaburkan persoalan yang lebih mendasar, yakni adanya indikasi menurunnya minat pendaftaran santri baru di sejumlah daerah.</p>
<p>Data Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama yang dihimpun dan diolah Tim Riset &amp; Data UBN Newsroom menunjukkan jumlah santri tercatat menurun dari 4,37 juta pada Tahun Ajaran 2020/2021 menjadi 1,38 juta pada laporan sementara Tahun Ajaran 2025/2026.</p>
<p>Meski demikian, data tersebut masih bersifat sementara. Kementerian Agama sebelumnya menjelaskan bahwa proses sinkronisasi dan pembaruan administrasi di sejumlah daerah belum sepenuhnya selesai sehingga angka tersebut belum dapat dijadikan gambaran final mengenai jumlah santri nasional.</p>
<p>Menurut Bachtiar, terlepas dari persoalan validitas data, terdapat fenomena yang tidak bisa diabaikan.</p>
<p>&#8220;Berbagai laporan daerah menunjukkan adanya penurunan minat pendaftaran santri baru, terutama di pesantren tradisional. Itu yang perlu dicermati lebih jauh,&#8221; kata Bachtiar dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Perubahan Generasi dan Ekspektasi Orang Tua</p>
<p>Bachtiar melihat fenomena tersebut tidak dapat dilepaskan dari perubahan sosial yang sedang berlangsung.</p>
<p>Generasi Alfa tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Akses terhadap teknologi digital, pola komunikasi yang lebih terbuka, serta kemudahan memperoleh informasi membentuk karakter dan ekspektasi baru terhadap dunia pendidikan.</p>
<p>Di sisi lain, sebagian pesantren masih mempertahankan model pendidikan yang relatif hierarkis dan belum sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan tersebut.</p>
<p>Selain faktor generasi, perubahan juga terjadi pada kalangan orang tua.</p>
<p>Jika pada masa lalu keputusan menyekolahkan anak ke pesantren banyak bertumpu pada kepercayaan terhadap figur kiai, kini orang tua cenderung menempatkan diri sebagai pengguna layanan pendidikan yang lebih kritis.</p>
<p>Mereka mempertimbangkan aspek keamanan, kesehatan, kualitas pendidikan, hingga transparansi tata kelola lembaga sebelum menentukan pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka.</p>
<p>Persoalan ekonomi juga disebut menjadi faktor yang turut memengaruhi keputusan tersebut. Kenaikan biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir membuat sebagian keluarga harus menyesuaikan prioritas pengeluaran pendidikan.</p>
<p>Dalam kondisi tertentu, sekolah umum dinilai lebih terjangkau, sementara pendidikan agama diperoleh melalui madrasah diniyah, pengajian, atau lembaga pendidikan nonasrama.</p>
<p>Krisis Kepercayaan dan Tantangan Reformasi</p>
<p>Meski terdapat beragam faktor yang memengaruhi, Bachtiar menilai persoalan paling mendasar yang dihadapi pesantren saat ini berkaitan dengan kepercayaan publik.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum pengelola lembaga pendidikan berasrama menjadi perhatian masyarakat. Kasus-kasus tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Bachtiar menegaskan bahwa tidak tepat menggeneralisasi seluruh pesantren berdasarkan tindakan segelintir pelaku. Namun, ia mengakui setiap kasus yang muncul memiliki dampak terhadap persepsi publik.</p>
<p>&#8220;Mayoritas pesantren tetap menjalankan fungsi pendidikan dan dakwah dengan baik. Tetapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa setiap kasus yang muncul memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Bachtiar, tantangan utama pesantren saat ini bukan sekadar persoalan adaptasi teknologi atau tekanan ekonomi, melainkan bagaimana mempertahankan otoritas moral di tengah tuntutan akuntabilitas yang semakin tinggi.</p>
<p>Karena itu, ia mendorong penguatan sistem perlindungan santri melalui mekanisme pengawasan yang lebih baik, saluran pengaduan yang independen, audit pengelolaan asrama secara berkala, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam proses pengawasan.</p>
<p>Ia juga menilai Kementerian Agama bersama organisasi-organisasi Islam perlu mendorong lahirnya standar perlindungan santri yang lebih kuat secara nasional.</p>
<p>Bagi Bachtiar, sejarah panjang pesantren menunjukkan lembaga ini mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan sosial dan politik. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini berkaitan dengan kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama keberlangsungan pesantren.</p>
<p>&#8220;Pesantren tidak akan kehilangan masa depannya karena perubahan zaman. Pesantren akan kehilangan masa depannya ketika kehilangan kepercayaan umat yang selama ini menjadi fondasi utama keberadaannya,&#8221; kata Bachtiar.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khotbah Idul Adha di Labuan Bajo, UBN Tekankan Pentingnya Dialog Iman Orang Tua dan Anak</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/khotbah-idul-adha-di-labuan-bajo-ubn-tekankan-pentingnya-dialog-iman-orang-tua-dan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 01:51:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100498</guid>

					<description><![CDATA[LABUAN BAJO &#8211; Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengingatkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO</strong> &#8211; Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengingatkan pentingnya peran seorang ayah sebagai nakhoda spiritual yang mengarahkan keluarga menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan khotbah Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah di hadapan ribuan jamaah di Waterfront Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Dalam khotbah bertajuk “Komunikasi Iman Anak dan Orang Tua”, UBN membedah nilai-nilai luhur dan hikmah yang terkandung dalam Alquran Surah As-Saffat ayat 100 hingga 111. Ayat-ayat tersebut mengisahkan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membangun komunikasi berbasis keimanan.</p>
<p>UBN menegaskan, komunikasi antara orang tua dan anak tidak cukup hanya dibangun dengan perintah dan larangan, melainkan harus disertai penjelasan yang menyentuh hati dan menanamkan keimanan.</p>
<p>“Berbicara dari hati ke hati tentang shalat anaknya, tentang akhlak anaknya, dan cinta anaknya kepada Allah. Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa ayah harus menjadi guru iman bagi anaknya, ibu menjadi madrasah hati bagi anaknya, dan rumah menjadi tempat pertama anak mendengar nama Allah dengan cinta,” tutur Pimpinan Perkumpulan AQL itu.</p>
<p>UBN kemudian menyoroti dialog Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail saat menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya.</p>
<p>“Ibrahim berkata, ‘Fanzhur maza tara,’ maka pikirkanlah wahai anakku, apa pendapatmu? Padahal beliau seorang nabi dan perintah itu datang dari Allah, tetapi beliau tetap mengajak anaknya berdialog,” kata UBN.</p>
<p>Menurut dia, Nabi Ibrahim tidak memaksa dengan kasar, tidak mematikan akal maupun menghancurkan perasaan anaknya, melainkan mengajak Ismail masuk ke dalam ketaatan dengan kesadaran dan cinta kepada Allah.</p>
<p>“Inilah pelajaran besar untuk orang tua. Anak yang taat karena takut dimarahi belum tentu kuat ketika jauh dari orang tuanya. Tetapi anak yang taat karena paham, karena cinta, dan karena iman, akan tetap kuat walaupun orang tuanya tidak melihatnya,” ujarnya.</p>
<p>UBN juga mengingatkan para orang tua agar membesarkan anak dengan penjelasan, bukan sekadar larangan.</p>
<p>“Jangan hanya berkata ‘tidak boleh’, tetapi jelaskan, ‘Nak, Allah tidak suka ini.’ Jangan hanya berkata ‘harus shalat’, tapi jelaskan bahwa shalat adalah cara kita pulang kepada Allah,” kata Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu.</p>
<p>Di hadapan lebih dari 6.000 jamaah yang memadati lokasi, UBN turut mengulas jawaban Nabi Ismail kepada ayahnya. “Qala ya abatif‘al ma tu’mar, satajiduni insya Allahu minas shabirin. Ismail menjawab, ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’,” ucapnya.</p>
<p>UBN menilai jawaban itu menunjukkan adab seorang anak kepada orang tua. Menurutnya, Nabi Ismail memahami bahwa ayahnya tidak sedang mengikuti hawa nafsu, melainkan menjalankan perintah Allah.</p>
<p>“Ismail tidak berkata, ‘Lakukan apa yang ayah mau,’ tetapi ‘Lakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu.’ Artinya, Ismail tahu ayahnya sedang taat kepada Allah,” ujarnya.</p>
<p>Ia pun berpesan kepada para orang tua agar menjadi sosok yang menghadirkan nilai-nilai ilahiah dalam setiap nasihat dan keputusan kepada anak-anaknya.</p>
<p>“Maka wahai para ayah, jadilah ayah yang ketika memberi perintah, anak merasakan bahwa itu bukan ego ayah, tetapi amanah Allah. Wahai para ibu, jadilah ibu yang ketika memberi nasihat, anak merasakan itu bukan ledakan emosi, tetapi kasih sayang karena Allah,” katanya.</p>
<p>Kepada para generasi muda, khususnya di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, UBN mengingatkan pentingnya menghormati orang tua serta menjaga akhlak kepada keluarga.</p>
<p>“Jangan malu menjadi anak yang shalih, jangan malu mencium tangan ayah dan ibu, jangan malu meminta maaf, jangan malu berkata, ‘Mama, Bapak, doakan saya,’” tutur ulama alumnus Universitas Islam Madinah, Arab Saudi itu.</p>
<p>Pelaksanaan salat Id yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WITA berjalan khidmat dan lancar. Antusiasme jamaah untuk mendengarkan khotbah UBN terlihat sangat tinggi. Jika biasanya sebagian jamaah mulai berangsur pulang saat khotbah kedua, kali ini mereka memilih bertahan di lokasi hingga seluruh rangkaian acara selesai.</p>
<p>Agenda syiar di salah satu kawasan wisata premium Indonesia itu diselenggarakan atas kerja sama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Labuan Bajo dengan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai lembaga masyarakat setempat.</p>
<p>Rangkaian perayaan Iduladha di wilayah Manggarai Barat kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan 100 ekor sapi kurban. Program tebar kurban yang menyasar masyarakat di wilayah daratan hingga kepulauan itu merupakan hasil kolaborasi internasional antara AQL Qurban Care dan Hayrat Yardim Turkiye.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rusia Ancam Serangan Sistematis ke Kyiv</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/rusia-ancam-serangan-sistematis-ke-kyiv/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 10:20:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100479</guid>

					<description><![CDATA[Apakah Perang Ukraina Memasuki Babak Baru?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> — Ketika perhatian dunia banyak tertuju pada konflik Timur Tengah, perang Rusia–Ukraina kembali menunjukkan tanda-tanda eskalasi yang serius.</p>
<p>Mengutip laporan Al Jazeera pada 25 Mei 2026, Rusia memperingatkan bahwa mereka akan melancarkan “serangkaian serangan sistematis” terhadap fasilitas industri pertahanan di ibu kota Ukraina, Kyiv. Pemerintah Rusia bahkan mengimbau warga negara asing untuk meninggalkan Kyiv karena adanya potensi operasi militer yang lebih besar dalam waktu dekat.</p>
<p>Dalam pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, ancaman tersebut disebut sebagai respons atas serangan drone Ukraina pekan lalu yang menghantam sebuah asrama mahasiswa di Starobilsk, wilayah Luhansk yang saat ini dikuasai Rusia. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang.</p>
<p>Pernyataan Rusia ini memunculkan kekhawatiran baru bahwa konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tersebut dapat memasuki fase eskalasi yang lebih berbahaya.</p>
<p>Berbeda dengan serangan-serangan sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada garis depan pertempuran, istilah “serangan sistematis terhadap fasilitas industri pertahanan” menunjukkan kemungkinan adanya operasi militer yang lebih luas terhadap infrastruktur strategis Ukraina.</p>
<p>Apabila ancaman tersebut benar-benar direalisasikan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Ukraina, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas kawasan Eropa dan ekonomi global yang hingga kini masih berusaha pulih dari berbagai konflik internasional yang berlangsung secara bersamaan.</p>
<h3>Perspektif UBN</h3>
<p>Ada satu pertanyaan yang mungkin muncul di benak banyak orang Indonesia:</p>
<p>Bukankah perang Rusia dan Ukraina sudah berlangsung lama? Mengapa kembali memanas sekarang?</p>
<p>Jawabannya sederhana.</p>
<p>Karena perang ini sebenarnya tidak pernah benar-benar selesai.</p>
<p>Selama beberapa tahun terakhir, konflik Rusia–Ukraina mengalami fase naik dan turun. Kadang menjadi sorotan utama dunia, kadang tenggelam oleh isu lain seperti Gaza, Iran, Hormuz, atau rivalitas Amerika–China.</p>
<p>Tetapi di lapangan, pertempuran tetap berlangsung.</p>
<p>Serangan drone terus terjadi.</p>
<p>Serangan rudal terus terjadi.</p>
<p>Korban jiwa terus berjatuhan.</p>
<p>Dan kedua pihak sama-sama belum menunjukkan tanda-tanda siap mengalah secara penuh.</p>
<p>Bagi Rusia, perang ini bukan sekadar soal wilayah Ukraina.</p>
<p>Moskwa melihat konflik ini sebagai persoalan keamanan nasional dan keseimbangan kekuatan di Eropa Timur.</p>
<p>Sementara bagi Ukraina, perang ini dipandang sebagai perjuangan mempertahankan kedaulatan negara dan wilayahnya.</p>
<p>Akibatnya, ruang kompromi menjadi sangat sempit.</p>
<p>Itulah sebabnya perang ini terus berlarut-larut.</p>
<p>Kedua, dunia perlu memahami bahwa setiap kali perang besar memanas kembali, dampaknya tidak pernah berhenti di lokasi perang itu sendiri.</p>
<p>Perang Rusia–Ukraina telah memberi pelajaran bahwa konflik regional dapat berubah menjadi masalah global.</p>
<p>Pada awal perang, dunia mengalami:</p>
<ul>
<li>lonjakan harga energi,</li>
<li>kenaikan harga gandum,</li>
<li>gangguan rantai pasok,</li>
<li>inflasi global,</li>
<li>hingga krisis pangan di berbagai negara berkembang.</li>
</ul>
<p>Karena Rusia dan Ukraina merupakan pemain penting dalam perdagangan energi, pupuk, gandum, dan berbagai komoditas strategis dunia.</p>
<p>Apabila eskalasi militer kembali meningkat, bukan tidak mungkin tekanan terhadap pasar global kembali muncul.</p>
<p>Ketiga, Indonesia mungkin berada ribuan kilometer dari Kyiv, tetapi bukan berarti kebal terhadap dampaknya.</p>
<p>Ketika perang mengganggu perdagangan global:</p>
<ul>
<li>harga energi dapat naik,</li>
<li>biaya logistik meningkat,</li>
<li>harga bahan baku industri bertambah mahal,</li>
<li>dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah bisa kembali muncul.</li>
</ul>
<p>Masyarakat Indonesia sudah merasakan bagaimana perang AS–Iran memengaruhi harga BBM dan biaya distribusi.</p>
<p>Hal yang sama dapat terjadi jika perang Rusia–Ukraina kembali meningkat secara signifikan.</p>
<p>Karena ekonomi dunia hari ini saling terhubung.</p>
<p>Gangguan di satu kawasan dapat memengaruhi harga barang di kawasan lain.</p>
<p>Keempat, yang paling mengkhawatirkan bukan hanya perang itu sendiri, tetapi kemungkinan bertemunya berbagai konflik besar dalam waktu bersamaan.</p>
<p>Hari ini dunia menghadapi:</p>
<ul>
<li>perang Rusia–Ukraina,</li>
<li>konflik Gaza,</li>
<li>ketegangan Israel–Lebanon,</li>
<li>rivalitas Amerika–China,<br />
persoalan Taiwan,</li>
<li>serta ketegangan di Timur Tengah.</li>
</ul>
<p>Masing-masing mungkin berdiri sendiri.</p>
<p>Tetapi ketika beberapa konflik besar meningkat secara bersamaan, risiko terhadap ekonomi global dan stabilitas internasional menjadi jauh lebih besar.</p>
<p>Karena itulah banyak analis internasional mulai berbicara tentang dunia yang semakin tidak stabil dibanding satu dekade lalu.</p>
<p>Kelima, bagi Indonesia, pelajaran terbesarnya bukan sekadar mengikuti siapa menang atau kalah.</p>
<p>Pelajaran terbesarnya adalah memperkuat daya tahan nasional.</p>
<p>Ketika dunia semakin tidak pasti, negara yang mampu bertahan adalah negara yang:</p>
<ul>
<li>memiliki ketahanan pangan,</li>
<li>memiliki ketahanan energi,</li>
<li>memiliki industri yang kuat,</li>
<li>serta mampu menjaga stabilitas ekonominya sendiri.</li>
</ul>
<p>Karena konflik global mungkin tidak bisa kita kendalikan.</p>
<p>Tetapi dampaknya bisa kita antisipasi.</p>
<p>Penutup Editorial</p>
<p>Ancaman Rusia untuk melancarkan serangan sistematis terhadap Kyiv menunjukkan bahwa perang Ukraina masih jauh dari kata selesai.</p>
<p>Dunia mungkin sedang sibuk memperhatikan konflik lain.</p>
<p>Namun perang ini tetap memiliki potensi besar untuk memengaruhi ekonomi global, stabilitas kawasan Eropa, dan berbagai negara yang bergantung pada perdagangan internasional.</p>
<p>Bagi Indonesia, kabar dari Kyiv bukan sekadar berita luar negeri.</p>
<p>Ia adalah pengingat bahwa dunia masih berada dalam fase ketidakpastian yang panjang.</p>
<p>Dan di tengah dunia yang semakin bergejolak, kemampuan sebuah bangsa untuk bertahan sering kali lebih penting daripada kemampuannya untuk memprediksi kapan perang akan berakhir.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tebar Ribuan Hewan Kurban, UBN Safari Dakwah Iduladha dari NTT hingga Aceh</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/tebar-ribuan-hewan-kurban-ubn-safari-dakwah-iduladha-dari-ntt-hingga-aceh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 09:51:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Labuan Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[Safari Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100475</guid>

					<description><![CDATA[LABUAN BAJO &#8211; Ulama nasional sekaligus Ketua Umum...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO</strong> &#8211; Ulama nasional sekaligus Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), melakukan rangkaian safari dakwah Iduladha 1447 Hijriah ke berbagai wilayah di Indonesia.</p>
<p>Mengawali rangkaian tersebut, UBN saat ini berada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengawal langsung program tebar kurban dan penguatan dakwah di wilayah Indonesia Timur.</p>
<p>Dalam keterangannya, UBN menyampaikan bahwa kunjungan ke NTT membawa misi multisektoral, mulai dari keagamaan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. &#8220;Hari ini saya sudah di Labuan Bajo dalam rangka mempersiapkan kurban 100 ekor sapi bekerja sama dengan Lembaga Hayrat dari Turki. Penyebarannya akan difokuskan ke wilayah NTT, sekaligus memperkuat dakwah di sini, baik di bidang kemasyarakatan maupun pendidikan dan ekonomi,&#8221; ujar UBN, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Rangkaian agenda dakwah di Labuan Bajo akan dimulai malam ini melalui tabligh akbar bersama masyarakat setempat. UBN dijadwalkan memberikan ceramah guna mempertebal keimanan umat menyambut hari-hari agung di bulan Zulhijah.</p>
<p>&#8220;Nanti malam saya akan ceramah di sebuah masjid bersama masyarakat, menguatkan keimanan mereka terhadap keagungan Hari Arafah dan Hari Nahar, serta mengingatkan umat agar total dalam berserah diri dan berkorban sebagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail,&#8221; ungkap pimpinan Perkumpulan AQL tersebut.</p>
<p>Sementara pada keesokan harinya, UBN dijadwalkan menjadi khatib salat Iduladha yang akan dipusatkan di Masjid Waterfront, Labuan Bajo. Dalam khutbahnya, ia akan menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dan komunikasi antargenerasi sebagai benteng moral masyarakat.</p>
<p>UBN menilai krisis moral yang marak terjadi saat ini dapat diantisipasi jika komunikasi antara orang tua, khususnya ayah, dan anak berjalan dengan baik, mencontoh teladan dari kisah Nabi Ibrahim AS.</p>
<p>&#8220;Saya akan menyampaikan tentang pentingnya komunikasi anak dan orang tua, khususnya dengan ayah, terkait persoalan-persoalan moral yang terjadi di tengah masyarakat. Hikmah Ibrahim dan Ismail dalam berserah diri dan berkorban secara total inilah sebetulnya solusi yang paling tepat dalam mengantisipasi dan menyelesaikan persoalan moral tersebut,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain agenda syiar, UBN juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan konsolidasi strategis dengan lembaga internasional. Pihaknya tengah mematangkan program jangka panjang bersama utusan dari Turki untuk pengembangan sektor umat di NTT.</p>
<p>&#8220;Saya berada di sini sampai besok, juga berkomunikasi dengan utusan dari Turki untuk program kerja sama ke depan seputar pendidikan, dakwah, dan wakaf,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Setelah menuntaskan agenda di NTT, UBN dijadwalkan kembali ke Jakarta sebelum melanjutkan safari kemanusiaan ke Sumatra Utara dan Aceh. Fokus kegiatan di Sumatra akan diarahkan pada penanganan pascabencana melalui program kurban.</p>
<p>UBN menyebutkan, pemotongan hewan kurban yang dihimpun AQL Qurban Care di wilayah tersebut akan didistribusikan khusus bagi para penyintas banjir yang melanda sejumlah titik di Sumatra dan Aceh akhir tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Besok malam saya kembali ke Jakarta dan subuh langsung berangkat ke Medan, lalu ke Aceh, untuk meninjau berbagai situasi kurban yang sudah kami kumpulkan. Saat ini sudah terkumpul hampir 2.000 ekor setara kambing yang diperuntukkan bagi penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh,&#8221; pungkasnya.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UBN: Hari Arafah Momentum Terbesar Pembebasan dari Api Neraka</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/ubn-hari-arafah-momentum-terbesar-pembebasan-dari-api-neraka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 06:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arafah]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100472</guid>

					<description><![CDATA[Hari Arafah merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan pembebasan dari api neraka]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ulama nasional yang dikenal fokus pada kajian tadabbur Alquran, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengajak umat Islam agar memaksimalkan ibadah pada Hari Arafah yang dinilai sebagai salah satu hari paling agung dalam Islam. Momentum tersebut bertepatan dengan mulai bergesernya jamaah haji menuju Padang Arafah untuk menjalani puncak ibadah haji.</p>
<p>Dalam penjelasannya, UBN menekankan bahwa Hari Arafah merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan pembebasan dari api neraka. Ia mengutip hadis riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa pada Hari Arafah Allah Subhanahu wa Ta’ala paling banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka.</p>
<p>“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” demikian hadis riwayat Muslim yang disampaikan UBN, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Menurut alumnus Universitas Islam Madinah, Arab Saudi itu, keutamaan Hari Arafah bahkan melampaui malam-malam pembebasan dari api neraka pada bulan Ramadhan. Sebab, pada hari tersebut Allah tidak hanya mengampuni dosa hamba-Nya, tetapi juga membanggakan mereka di hadapan para malaikat.</p>
<p>UBN menjelaskan, bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah menjadi amalan utama yang sangat dianjurkan. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.</p>
<p>“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang,” bunyi hadis riwayat Muslim yang turut disampaikan UBN.</p>
<p>Selain berpuasa, UBN juga mengajak umat Islam memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan takbir sejak setelah shalat Subuh pada Hari Arafah hingga hari-hari Tasyrik. Menurutnya, doa terpenting yang perlu dipanjatkan adalah permohonan ampun atas dosa serta perlindungan agar dapat terus taat dan menjauhi maksiat.</p>
<p>Bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, UBN menganjurkan memperbanyak bacaan tauhid, “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodir.”</p>
<p>UBN menilai Hari Arafah merupakan peluang besar bagi setiap Muslim untuk menjadi hamba yang dipilih Allah SWT mendapatkan rahmat dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, ia meminta umat Islam tidak menyia-nyiakan momentum tersebut di tengah kesibukan urusan dunia.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai kita kehilangan kesempatan besar yang Allah berikan di Hari Arafah,” kata Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UBN: Dukungan untuk Palestina Tak Akan Pernah Berhenti</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/ubn-dukungan-untuk-palestina-tak-akan-pernah-berhenti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 03:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Global Sumud Flotilla]]></category>
		<category><![CDATA[KH Bachtiar Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestina]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100384</guid>

					<description><![CDATA[“Kepulangan sembilan relawan ini harus dilanjutkan lagi dengan perjuangan-perjuangan berikutnya"]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebut dukungan untukwarga Gaza  demgan menyalurkan bantuan kemanusiaan tidak akan pernah berhenti setelah sembilan relawan delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) yang sebelumnya sempat diculik otoritas Israel di perairan internasional telah dibebaskan.</p>
<p>Hal tersebut ditegaskan Pembina GPCI, Ustad Bachtiar Nasir (UBN) dalam agenda bertajuk &#8220;Malam Solidaritas dan Doa untuk Gaza&#8221; yang dihelat di Jakarta, Jumat (22/5).</p>
<p>UBN menegaskan, kepulangan sembilan relawan tersebut bukan berarti perjuangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza selesai.</p>
<p>“Walau mereka belum bisa menembus sampai ke Gaza dan membawa bantuan sudah di-intercept, kita tidak akan berhenti,” tegas UBN di sela kegiatan.</p>
<p>Lebih lanjut, UBN mengatakan pentingnya untuk terus memompa semangat solidaritas untuk warga Palestina yang hingga detik ini masih terus meregang nyawa walau dalam kondisi gencatan senjata.</p>
<p>“Kepulangan sembilan relawan ini harus dilanjutkan lagi dengan perjuangan-perjuangan berikutnya karena kita masih belum berhasil. Untuk solidaritas dan doa untuk Gaza tidak boleh berhenti,” tuturnya.</p>
<p>UBN juga menekankan pentingnya mendorong peran Indonesia yang lebih besar dalam misi kemanusiaan untuk Gaza.</p>
<p>“Ke depan kita ingin peran Indonesia harus lebih besar lagi. Dan yang akan berangkat harusnya lebih besar-besar lagi. Saya berharap tidak cuma satu jalur laut. Saya berharap ada banyak jalur laut, banyak jalur darat, dan banyak jalur udara,” tuturnya.</p>
<p>Diketahui, sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla yang sebelumnya ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, dan dijadwalkan pulang ke Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
