<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SAR &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/sar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Oct 2025 03:13:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>BNPB: Seluruh Korban Tewas di Ponpes Al Khoziny Telah Ditemukan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/10/bnpb-seluruh-korban-tewas-di-ponpes-al-khoziny-telah-ditemukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 03:13:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Al Khoziny]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92400</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh jenazah korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah ditemukan oleh tim SAR gabungan.</p>
<p>Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Selasa, mengatakan total ada sebanyak 63 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.</p>
<p>“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, 61 dalam kondisi utuh dan ada tujuh berupa potongan tubuh,” kata Budi di hadapan para pewarta di posko tanggap darurat di halaman Ponpes Al Khoziny.</p>
<p>Ia menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi sementara, seluruh jenazah diperkirakan berasal dari dalam kompleks ponpes yang kini telah rata dengan tanah.</p>
<p>Area tersebut saat ini sudah bersih dari material runtuhan bangunan sehingga sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah yang tertinggal di sana.</p>
<p>Kendati demikian, kata dia, kejelasan jumlah akhir korban masih menunggu hasil identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terutama untuk memastikan tujuh bagian tubuh yang ditemukan apakah merupakan dua korban yang dilaporkan hilang.</p>
<p>“Dari sisi teknis, operasi Basarnas telah dianggap selesai karena tidak ada lagi tanda-tanda korban di bawah reruntuhan. Namun kepastian jumlah korban secara resmi baru dapat dipastikan setelah proses DVI selesai,” kata Budi menegaskan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketegangan Tim SAR Evakuasi Pendaki Perempuan di Gunung Rinjani asal Brasil</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/ketegangan-tim-sar-evakuasi-pendaki-perempuan-di-gunung-rinjani-asal-brasil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 01:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[RINJANI]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89266</guid>

					<description><![CDATA[Ini bukan hanya masalah cuaca buruk atau medan sulit meski keduanya faktual melainkan juga kesiapan operasional yang tidak memadai]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Ini bukan hanya masalah cuaca buruk atau medan sulit meski keduanya faktual melainkan juga kesiapan operasional yang tidak memadai</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/">DEPOKPOS</a> &#8211; Tragedi pendaki yang terjadi pada tanggal 26 Juni 2025 menyisakan banyak pertanyaan serius terkait reaksi tim SAR di lapangan.</p>
<p>Juliana Marins pendaki wanita asal Brasil yang terjatuh ke jurang terjal Gunung Rinjani setinggi sekitar 500 - 600 m sempat terlihat hidup lewat rekaman drone menangis dan mengirim sinyal bantuan namun tim SAR tidak segera menyelamatkannya.</p>
<p>Keluarga pendaki tersebut menuduh adanya “negotiator negligence” yakni komunikasi lambat, respon tertunda, bahkan video uji coba yang kuat terasa manipulatif.</p>
<p>Tim SAR yang ditemukan di tebing dilaporkan sempat tertidur karena kelelahan dan minimnya cadangan tim bergantian menunjukkan struktur penanganan darurat yang lemah.</p>
<p>Ini bukan hanya masalah cuaca buruk atau medan sulit meski keduanya faktual melainkan juga kesiapan operasional yang tidak memadai.</p>
<p>Dari segi etika profesional, jalur ekstrem seperti Gunung Rinjan ini bisa memperlambat evakuasi, profesionalisme tim SAR harus tetap terjaga bergantian menjaga korban, menjaga komunikasi yang jelas ke keluarga dan transparansi penuh soal kemajuan pencarian.</p>
<p>Mengizinkan tim tertidur bahkan untuk beberapa jam menjadi sinyal darurat bahwa SOP vertikal perlu dievaluasi ulang secara radikal.</p>
<p>Dari tragedi Juliana ini juga membuka ruang refleksi yang lebih luas dengan pentingnya regulasi lebih ketat soal rasio pemandu terhadap grup, pelatihan SAR khusus untuk kondisi yang sangat ekstre dan .kesiapan fisik peserta pendakian.</p>
<p>Lalu, tambahan tim cadangan, penyediaan peralatan pendukung (seperti shelter portabel), serta koordinasi helikopter sejak awal bisa mempercepat respon bilapun cuaca menjadi tantangan.</p>
<p>Namun, dukungan diplomatik dari Brasil harus lebih proaktif agar keluarga merasa dipenuhi informasi dan mendapat jaminan bahwa keamanan warga negaranya adalah prioritas global, bukan sekadar tanggapan ritual.</p>
<p>Juliana Marins, dikenal sebagai publicist dan solo traveller berkarakter pemberani, mengingatkan kita bahwa di balik viralitas kisah heroiknya, ada keinginan dasar manusia untuk bebas, mengeksplorasi, dan hidup dalam harmoni dengan alam.</p>
<p>Keindahan itu harus diimbangi oleh nilai kemanusiaan dan tanggung jawab profesi.</p>
<p><em>Widi Budiatmoko</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisatawan Hilang di Pangandaran, SAR Bentuk 2 Tim Pencarian</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/04/wisatawan-hilang-di-pangandaran-sar-bentuk-2-tim-pencarian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 02:57:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85111</guid>

					<description><![CDATA[PANGANDARAN &#8211; Tim Search And Rescue (SAR) gabungan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>PANGANDARAN</strong></a> &#8211; Tim Search And Rescue (SAR) gabungan membentuk dua tim untuk mencari satu <a href="https://www.depokpos.com/2025/06/long-week-end-di-depok-aja-ini-11-tempat-wisata-anak-di-depok/">wisatawan</a> lagi yang masih hilang di perairan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.</p>
<p>Komandan Tim Rescue Kantor SAR Bandung Edwin Purnama mengatakan, dua tim Search and Rescue Unit (SRU) melakukan pencarian ke tengah lautan, dan pencarian di pesisir pantai terhadap korban bernama Dede Sulaiman (15) asal Garut yang terseret di Pos 4 Pantai Barat, Pangandaran, Rabu (2/4).</p>
<p>&#8220;Hari ini tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban terseret arus atas nama Dede Sulaiman,&#8221; kata Edwin.</p>
<p>Ia mengatakan operasi pencarian hari ketiga ini, tim SRU 1 melakukan pencarian ke tengah lautan menggunakan jet ski Satpolairud Polres Pangandaran, dan perahu jukung SAR Barakuda dengan radius 3 km dari lokasi awal korban hilang.</p>
<p>Selanjutnya tim SRU 2, kata dia, melakukan pencarian dengan menyusuri pesisir pantai menggunakan mobil Satpolairud Polres Pangandaran sepanjang 3 km dari titik pantai korban dilaporkan tenggelam.</p>
<p>&#8220;Pencarian dibagi menjadi dua SRU, SRU satu pencarian perairan, SRU dua pencarian pesisir di pesisir pantai,&#8221; katanya.</p>
<p>Kecelakaan laut di Pantai Pangandaran selama libur Lebaran dilaporkan ada dua wisatawan yang terseret ombak saat berenang di pantai.</p>
<p>Satu wisatawan asal Bandung, Suhendar (19) yang terseret ombak, Selasa (1/4) telah ditemukan oleh tim SAR gabungan, Kamis (3/4) dengan kondisi meninggal dunia selanjutnya dibawa ke rumah sakit sebelum diserahkan ke keluarganya.</p>
<p>Sebelumnya, insiden kecelakaan laut pertama menimpa Suhendar yang terbawa arus ombak di Pos 4 Pantai Barat Pangandaran tepatnya depan Hotel Sandaan, Selasa (1/4) sekitar pukul 14.40 WIB.</p>
<p>Selanjutnya korban kedua Dede Sulaiman dilaporkan tenggelam pada Rabu (2/4) di sekitar pos 5 Pantai Barat Pangandaran yang berenang bersama lima temannya, namun terlalu ke tengah lautan sehingga terbawa arus ombak.</p>
<p>Petugas pengamanan pantai sudah memasang rambu-rambu bahaya dan peringatan di sepanjang pantai untuk diperhatikan wisatawan seperti tidak berenang di zona bahaya dan berenang terlalu jauh ke tengah lautan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
