<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rupiah &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/rupiah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 13:22:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>Rupiah &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menabung Saja Tidak Cukup, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Uang</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/11/menabung-saja-tidak-cukup-ini-faktor-yang-memengaruhi-nilai-uang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 13:22:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Uang]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=105797</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Uang dikenal luas sebagai alat tukar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Uang dikenal luas sebagai alat tukar untuk membeli barang dan jasa. Padahal, uang punya empat fungsi utama: alat tukar, satuan hitung, penyimpan nilai, dan alat pembayaran tertunda.</p>
<p>Fungsi sebagai penyimpan nilai inilah yang sering luput diperhatikan. Nilai uang tidak tetap, dan perubahannya bisa membuat simpanan jangka panjang kehilangan daya belinya. Berikut empat faktor yang memengaruhinya.</p>
<p>1. Inflasi</p>
<p>Inflasi, yaitu kenaikan harga barang dan jasa secara umum, adalah penyebab paling nyata. Uang Rp50 ribu yang hari ini cukup untuk tiga kali makan bisa saja hanya cukup untuk dua kali makan beberapa tahun lagi. Nominalnya tetap, tetapi daya belinya turun.</p>
<p>2. Suku Bunga Bank Sentral</p>
<p>Di Indonesia, suku bunga acuan ditetapkan oleh Bank Indonesia. Ketika suku bunga naik, investor cenderung tertarik menanamkan dana di dalam negeri karena potensi imbal hasilnya lebih tinggi. Permintaan terhadap rupiah meningkat, sehingga nilai tukarnya berpeluang menguat.</p>
<p>Namun, suku bunga yang terlalu tinggi juga membuat biaya pinjaman mahal, sehingga pelaku usaha berpikir ulang untuk berekspansi.</p>
<p>3. Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi</p>
<p>Kepercayaan dunia terhadap suatu negara tercermin pada nilai mata uangnya. Pertumbuhan ekonomi yang baik, ekspor yang kuat, dan situasi politik yang stabil menjaga mata uang tetap dihargai. Sebaliknya, ketidakpastian politik dan ekonomi yang stagnan dapat mendorong investor menarik modal, sehingga mata uang melemah.</p>
<p>4. Jumlah Uang yang Beredar</p>
<p>Jika uang yang beredar bertambah jauh lebih cepat daripada produksi barang dan jasa, nilai uang cenderung menurun. Prinsipnya sederhana: sesuatu yang terlalu melimpah biasanya kehilangan nilainya.</p>
<p>Menabung Tetap Penting, tetapi Perlu Strategi</p>
<p>Bukan berarti menabung tidak perlu. Tabungan tetap penting sebagai dana darurat karena mudah diakses dan relatif aman. Masalah muncul ketika dana besar hanya diam di rekening dalam waktu lama, sementara bunga tabungan sering kali lebih rendah daripada laju inflasi.</p>
<p>Karena itu, sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan alternatif lain, seperti emas, deposito, atau surat berharga negara. Ada pula yang memilih aset produktif, misalnya lahan untuk berkebun atau bangunan untuk usaha, agar uang tidak hanya tersimpan tetapi juga menghasilkan nilai tambah.</p>
<p>Setiap pilihan punya risiko dan tingkat likuiditas berbeda. Sebaiknya masyarakat menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan kondisi masing-masing, serta berkonsultasi dengan pihak yang kompeten sebelum berinvestasi.</p>
<p>NAILA ZHAFIRAH<br />
UNIVERSITAS TAZKIA</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://storage.googleapis.com/sahabat-pegadaian-asset-prd/20250817-032242_penyebab-rupiah-menguatwebp.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jastip Merchandise Rugi Ketika Rupiah Melemah: Apakah Bisnis Grup Order (GO) Masih Prospektif?</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/jastip-merchandise-rugi-ketika-rupiah-melemah-apakah-bisnis-grup-order-go-masih-prospektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 11:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dolar]]></category>
		<category><![CDATA[Jastip]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104380</guid>

					<description><![CDATA[oleh Sarah Mushlihah, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Tazkia University]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Maraknya popularitas K-pop dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong pertumbuhan komunitas fandom di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut survei Hallyu tahun 2026, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat penerimaan tinggi terhadap konten budaya Korea, dengan 82,7% responden mengaku memiliki pandangan positif. Kegiatan penggemar saat ini tidak lagi hanya sebatas mendengarkan music atau mengikuti konten idol, tetapi juga turut antusias terhadap berbagai merchandise resmi yang dirilis agensi. Mulai dari album, lighstick, pakaian, PC, sampai berbagai barang lainnya.</p>
<p>Berdasarkan penelitian Zulianty dan Fikry (2025) terhadap K-popers di Indonesia menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signfikan antara fanatisme penggemar dengan perilaku konsumtif dalam membeli merchandise resmi. Besarny minat terhadap merch resmi membuat Sebagian penggemar memilih sistem Group Order (GO) untuk membeli produk dari luar negeri. Fenomena ini sejalan dengan penelitian Qadri dkk. (2024) yang mengkaji tentang penggunaan GO oleh penggemar K-pop di Indonesia dalam pembelian merchandise.</p>
<p>Bagi konsumen, sistem belanja melalui GO mempermudah pembelian sebab mereka tidak perlu melakukan proses pembelian hingga pengiriman internasional secara mandiri. Akan tetapi, di balik kemudahannya, bisnis GO menyimpan risiko yang cukup besar, salah satunya adalah perubahan kurs atau nilai tukar rupiah.</p>
<p>Saat rupiah melemah terhadap mata uang asing, biaya yang harus dikeluarkan admin GO untuk membeli merch dari luar negeri bisa meningkat. Situasi ini menjadi tantangan bagi admin GO karena biasanya harga yang ditawarkan kepada konsumen sudah ditetapkan sejak awal masa pre-order. Maka apabila nilai tukar berubah sebelum transaksi dilakukan kepada seller atau pemasok, selisih biaya itu bisa mengurangi keuntungan bahkan bisa menimbulkan kerugian bagi admin GO.</p>
<p><strong>Ketika Rupiah Melemah, Admin GO Bisa Tekor/ Rugi</strong></p>
<p>Secara sederhana, GO adalah sistem pembelian bersama yang dikelola oleh seorang admin. Admin mengumpulkan pesanan dan pembayaran dari pembeli, lalu melakukan pembelian kepada penjual atau pemasok. Setelah barang tiba, admin akan mendistribusikan merchandise kepada setiap pembeli sesuai pesanan.</p>
<p>Namun, biaya yang dikeluarkan admin bukan hanya berupa harga merchandise saja, melainkan ada biaya pengiriman, pembayaran, pajak (tax), serta biaya lainnya. Ketika merch dibeli dengan menggunakan mata uang asing, perubahan kurs juga bisa mempengaruhi nilai rupiah yang harus dikeluarkan.</p>
<p>Bank Indonesia menyediakan informasi mengenai nilai tukar, termasuk kurs acuan bagi sejumlah mata uang non-USD seperti KRW/IDR, JPY/IDR, dan CNY/IDR (Bank Indonesia, 2026). Perubahan nilai mata uang asing terhadap rupiah perlu diperhatikan ketika akan melakukan transaksi dengan pihak luar negeri.</p>
<p>Misalnya harga sebuah lighstick adalah US$50. Jika niali tukar adalah Rp15.000 per US$1, biaya menjadi Rp750.000. Namun, jika kurs naik atau berubah menjadi Rp16.000, maka nilai lighstick yang sama akan naik menjadi Rp800.000. Artinya, terdapat selisih Rp50.000 meskipun harga lighstick dalam dolar tidak berubah.</p>
<p>Jika jumlah pesanan mencapai puluhan atau bahkan ratusan item, selisih tersebut bisa menjadi cukup besar. Belum lagi jika admin telah menetapkan fixed price kepada pembeli sebelum melakukan transaksi kepada seller. Saat rupiah melemah, biaya yang harus dikeluarkan bisa saja lebih besar dari perkiraan awal. Akibatnya, keuntungan admin dapat menyusut atau bahkan bisa saja rugi.</p>
<p><strong>Bukan Hanya Kurs</strong></p>
<p>Risiko bisnis GO sebenarnya tidak hanya berasal dari perubahan nilai tukar. Biaya pengiriman internasional, pajak, perubahan harga dari seller, keterlambatan pengiriman, hingga barang rusak atau hilang juga bisa mempengaruhi biaya akhir.</p>
<p>Dari sudut pandang pembeli masalah tersebut bisa muncul karena perubahan harga setelah pesanan diproses. Pembeli tentunya juga bisa merasa keberatan/ tidak setuju jika tiba-tiba harus membayar biaya tambahan yang sebelumnya tidak diinformasikan.</p>
<p>Oleh karena itu, kepercayaan menjadi salah satu hal penting dalam bisnis GO ini. Penelitian Maulidia dan Aransyah (2023) menunjukkan bahwa kepercayaan dan harga memiliki kaitan dengan keputusan pembelian serta loyalitas pelanggan merchandise K-pop melalui Group Order. Artinya, keberlangsungan bisnis GO bukan hanya persoalan terkait harga yang murah, tetapi juga dengan kepercayaan yang dibangun antara admin dan pembeli.</p>
<p><strong>Bagaimana Agar Tidak Mudah Tekor/ Rugi</strong></p>
<p>Admin dapat mengurangi risiko dengan menjelaskan kemungkinan perubahan nilai tukar sejak awal masa list pre-order. Harga yang ditetapkan juga sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga merch saja, tetapi memperhitungkan ongkos kirim, biaya tambahan, serta cadangan untuk menghadapi perubahan biaya.</p>
<p>Ketentuan terkait transkasi juga harus disampaikan dengan jelas sebelum pembeli melakukan transaksi. Jika perubahan kurs bisa saja berubah sebelum pembayaran kepada seller dilakukan, maka hal ini sebaiknya diinformasikan sejak awal. Dengan demikian, pembeli mengetahui risiko yang mungkin akan terjadi dan tidak merasa dirugikan saat terjadinya kenaikan harga yang disebabkan oleh perubahan kurs.</p>
<p>Pencatatan pesanan, pembayaran, dan seluruh biaya juga harus dilakukan dengan rapi dan tertata. Hal ini penting supaya admin dapat melihat apakah setiap pesanan benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru menimbulkan kerugian Jadi menjalankan GO bukan hanya soal mendapatkan banyak pesanan. Admin juga perlu memastikan bahwa harga dan selutuh biaya sudah dihitung dengan baik dan benar.</p>
<p><strong>Lalu, Bagaimana dalam Fikih Muamalah?</strong></p>
<p>Sebagai bisnis yang melibatkan transaksi antara admin dan pembeli, GO juga menarik untuk dilihat dari perspektif fikih muamalah. Dalam transaksi syariah, kejelasan dan kerelaan kedua belah pihak merupakan hal yang krusial. DSN-MUI melalui Fatwa No. 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli menyatakan bahwa transaksi jual beli dilakukan atas dasar kesepakatan dan kerelaan para pihak.</p>
<p>Oleh karena itu dalam praktik GO, pembeli harus mengetahui barang yang mereka pesan, harga, biaya tambahan, mekanisme pembayaran, serta ketentuan jika terjadi perubahan harga. Kejelasan tersebut penting untuk menghindari gharar, yaitu ketidakjelasan dalam transaksi yang dapat menimbulkan perselisihan. Otoritas Jasa Keuangan juga menjelaskan bahwa kegiatan ekonomi syariah menekankan prinsip keadilan, transparansi, dan kerelaan serta menghindari unsur-unsur seperti gharar.</p>
<p>Contohnya, jika sejak awal admin telah menjelaskan bahwa harga dapat menyesuaikan perubahan kurs sebelum pembayaran kepada penjual/ seller, pembeli sudah mengetahui risiko tersebut sebelum bertransaksi. Sebaliknya, menaikkan harga secara sepihak setelah pembayaran tanpa adanya ketentuan yang jelas dapat menimbulkan masalah dari sisi transparansi dan kesepakatan.</p>
<p>Prinsip amanah (kepercayaan) dan kejujurna juga tidak kalah penting. Uang yang sudah diserahkan pembeli harus dikelola seusai dengan kesepakatan. Informasi mengenai harga, biaya, dan kondisi pesanan juga harus disampaikan dengan jujur. Dengan begitu, risiko bisnis tetap dapat dikelola tanpa mengabaikan hak pembeli.</p>
<p><strong>Masihkah Bisnis GO Prospektif?</strong></p>
<p>Melemahnya rupiah memang menjadi salah satu tantangan bagi bisnis GO yang membeli merchandise dari luar negeri. Namun, adanya risiko tersebut bukan berarti permintaan terhadap merchandise K-pop ikut hilang. Penelitian tentang perilaku K-popers menunjukkan adanya hubungan antara fanatisme dan perilaku konsumtif terhadap official merchandise, sedangkan penelitian mengenai Group Order menunjukkan bahwa sistem tersebut digunakan penggemar untuk memperoleh produk/ merch resmi K-pop.</p>
<p>Tantangannya adalah bagaimana admin mengelola bisnis tersebut dengan lebih berhati-hati. Perhitungan kurs, tarif pengiriman, pencatatan keuangan, dan komunikasi dengan pembeli harus diperhatikan sejak awal. Hal-hal yang keliatannya sepele, seperti selisih kurs atau biaya tambahan, bisa menjadi besar ketika jumlah pesanan semakin banyak.</p>
<p>Pada akhirnya, bisnis Group Order memiliki peluang sekaligus risiko. Melemahnya rupiah dapat memperbesar biaya pembelian dan mempersempit margin keuntungan, namun risiko itu dapat diantisipasi melalui perencanaan harga, pengelolaan biaya, dan komunikasi yang jelas dengan pembeli.</p>
<p>Dalam bisnis yang melibatkan uang dan kepercayaan orang lain, keuntungan memang penting. Namun, amanah yang diberikan pembeli, keterbukaan informasi, kesepakatan yang telah dibuat, serta hak masing-masing pihak juga perlu dijaga. Dengan pengelolaan yang tepat tidak hanya menghindari kerugian tetapi juga membangun kepercayaan yang dapat membuat bisnis GO bertahan dalam jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.prod.website-files.com/67a055c37336afac5a2e481f/69254c54d48b552c2c8c7afd_bisnis-jastip.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goncangan Rupiah di Pusaran Krisis</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/goncangan-rupiah-di-pusaran-krisis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 09:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=102107</guid>

					<description><![CDATA[Mengkritik Rapuhnya Fondasi Ekonomi dari Kacamata Etika Bisnis Syariah]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><em>Mengkritik Rapuhnya Fondasi Ekonomi dari Kacamata Etika Bisnis Syariah</em></h2>
<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level kritis di kisaran Rp18.000 per dolar AS. Ini bukan sekadar angka di papan bursa efek, melainkan alarm keras bagi stabilitas domestik. Akibatnya terasa nyata: harga barang pokok merangkak naik, beban utang luar negeri membengkak, dan biaya bahan baku industri yang bergantung pada impor melonjak tajam.</p>
<p>Sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, melihat fenomena ini semata-mata dari analisis moneter konvensional tentu tidaklah cukup. Kita harus berani membedah situasi ini menggunakan kacamata Etika Bisnis Syariah untuk melihat apa yang keliru, apa yang patut diapresiasi, serta bagaimana solusi berbasis syariat Islam dalam merespons rapuhnya nilai mata uang kita.</p>
<h3>Apa yang Salah? Ilusi Sektor Keuangan dan Ketergantungan Impor</h3>
<p>Dari perspektif etika bisnis syariah, pelemahan rupiah yang kronis ini menyingkap dua kesalahan fundamental dalam tata kelola ekonomi kita:</p>
<p><strong>Dominasi Riba dan Spekulasi dalam Sistem Moneter</strong></p>
<p>Sistem keuangan konvensional saat ini menempatkan uang sebagai komoditas yang diperjualbelikan demi keuntungan, bukan sekadar alat tukar. Ketika Bank Indonesia harus terus mengerek suku bunga acuan demi menahan arus modal keluar, ekonomi riil justru menjadi korbannya. Biaya modal bagi pelaku usaha kecil menengah menjadi sangat mahal.</p>
<p>Dalam Islam, mencari keuntungan dari pergerakan kurs tanpa adanya transaksi sektor riil adalah tindakan batil yang menjauhkan keberkahan. Akibatnya, nilai mata uang kita rapuh karena tidak ditopang oleh aset riil, melainkan sekadar spekulasi pasar global terhadap kebijakan bank sentral asing.</p>
<p><strong>Pengabaian Prinsip Kemandirian</strong></p>
<p>Hal yang sangat dikritik dalam etika Islam adalah ketidakadilan ekonomi akibat ketergantungan yang berlebih pada pihak luar. Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan karena pertumbuhan impor yang jauh mengungguli ekspor. Sungguh ironis bahwa negara agraris dan sekaya Indonesia masih bergantung pada impor komoditas mendasar seperti kedelai untuk tempe, jagung untuk pakan ternak, hingga sapi potong. Kelemahan ini mencerminkan kegagalan dalam mengelola amanah sumber daya alam secara mandiri dan berkeadilan.</p>
<h4>Apa yang Bagus? Resiliensi Sektor Riil dan Komitmen Investasi</h4>
<p>Meski dihantam sentimen negatif, ada titik terang yang selaras dengan nilai-nilai syariah:</p>
<p><strong>Ketahanan Sektor Swasta Terhadap Utang</strong></p>
<p>Langkah korporasi swasta di Indonesia yang cenderung menahan diri untuk tidak menarik Utang Luar Negeri baru dalam bentuk valas di tengah volatilitas ini patut diapresiasi. Sikap hati-hati ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam Islam untuk menghindari jebakan utang yang dapat membawa pada kebangkrutan.</p>
<p><strong>Tangguhnya Realisasi Investasi Langsung</strong></p>
<p>Di tengah goyahnya pasar modal, investasi langsung asing di Indonesia justru melonjak signifikan hingga 27,4% secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap kapasitas produksi riil Indonesia masih kuat. Dalam pandangan syariah, arus modal yang masuk ke sektor manufaktur dan infrastruktur jauh lebih berkah dan produktif dibandingkan “uang panas” di pasar saham yang bisa ditarik kapan saja secara egois.</p>
<h5>Solusi Berbasis Syariah: Kembali ke Sektor Riil dan Keadilan Sistem</h5>
<p>Etika Bisnis Syariah tidak hanya mengkritik, tetapi memberikan jalan keluar yang sistemis dan berjangka panjang:</p>
<p><strong>Penyelarasan Nilai Mata Uang dengan Sektor Riil</strong></p>
<p>Islam melarang keras penciptaan uang dari uang. Pemerintah harus mendorong transformasi ekonomi di mana setiap transaksi keuangan wajib diikat dengan underlying asset di sektor riil.</p>
<p><strong>Substitusi Impor Berbasis Maslahah Ammah</strong></p>
<p>Mengurangi ketergantungan pangan dan bahan baku impor harus dipandang sebagai kewajiban kolektif. Pemerintah wajib mengalokasikan insentif dan pembiayaan syariah bagi petani, peternak, dan industri lokal agar tercipta ketahanan pangan nasional.</p>
<p><strong>Restrukturisasi Pembiayaan Berbasis Kerjasama</strong></p>
<p>Mengurangi ketergantungan terhadap utang luar negeri berbasis bunga yang mencekik anggaran negara. Alternatifnya, pembiayaan pembangunan harus dialihkan pada instrumen berbasis bagi hasil seperti Sukuk yang berbasis proyek produktif, bukan utang komersial konvensional.</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>Pelemahan rupiah adalah cerminan dari rapuhnya sistem ekonomi yang terlalu bertumpu pada ilusi sektor finansial konvensional dan ketergantungan impor. Momentum ini harus dijadikan titik balik bagi pengambil kebijakan dan pelaku bisnis di Indonesia untuk beralih pada sistem ekonomi yang lebih beretika, berkeadilan, dan membumi pada kekuatan sektor riil domestik. Hanya dengan pondasi yang jujur dan mandiri, ekonomi bangsa dapat tegak berdiri tanpa harus terus-menerus mendiktekan nasibnya pada fluktuasi mata uang asing.</p>
<p><em>Oleh: Juliandra Ali Ibrahim, mahasiswa IAI SEBI</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jum&#8217;at Pagi Rupiah Kembali Tembus 18 Ribu</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/06/jumat-pagi-rupiah-kembali-tembus-18-ribu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 02:15:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Dolar]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=101211</guid>

					<description><![CDATA[Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp18 ribu per dolar AS di perdagangan pasar valuta asing pagi ini, Jumat (26/6).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp18 ribu per dolar AS di perdagangan pasar valuta asing pagi ini, Jumat (26/6).</p>
<p>Berdasarkan data Investing.com pukul 06.50 WIB, kurs rupiah berada di posisi Rp18.009 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 02 poin atau 0,52 persen dibandingkan sebelumnya.</p>
<p>Investing.com merupakan penyedia data foreign exchange (forex), yaitu pasar atau aktivitas perdagangan mata uang asing (valuta asing/valas). Situs ini menampilkan data real-time untuk perdagangan mata uang asing.</p>
<p>Kemarin (25/6), nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp17.943 per dolar AS pada perdagangan Kamis sore. Mata uang Garuda melemah 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.</p>
<p>Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan indeks dolar AS terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global setelah arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali pulih pasca-kesepakatan penghentian konflik antara Iran dan Israel.</p>
<p>Ia mencatat Menteri Energi AS Chris Wright menyebut sedikitnya 20 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Menurut Ibrahim, kondisi itu turut menekan harga minyak dunia dan mengurangi premi risiko geopolitik di pasar.</p>
<p>&#8220;Kesepakatan tersebut menetapkan periode negosiasi selama 60 hari untuk menangani isu-isu yang lebih sulit, termasuk program nuklir Iran. Minyak diperkirakan tetap mengalir melalui Selat Hormuz meski kesepakatan tersebut nantinya tidak berlanjut,&#8221; ujar Ibrahim kepada dalam keterangannya.</p>
<p>Dari dalam negeri, Ibrahim menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat di tengah ketidakpastian global. Ketergantungan impor minyak Indonesia dari Timur Tengah kini disebut hanya sekitar 20 persen setelah pemerintah melakukan diversifikasi pasokan dari sejumlah negara lain.</p>
<p>Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026, posisi cadangan devisa yang mencapai US$144,9 miliar pada akhir Mei, serta realisasi investasi Rp498,8 triliun yang dinilai menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.</p>
<p>Meski demikian, Ibrahim mengingatkan tren surplus neraca perdagangan yang terus menyusut perlu menjadi perhatian pemerintah.</p>
<p>&#8220;Meski berhasil mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut, tren surplus tersebut kian menipis sehingga pemerintah perlu terus mendorong sektor-sektor penghasil devisa, salah satunya pariwisata,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat (26/6) akan bergerak fluktuatif namun berpeluang menguat dalam rentang Rp17.940 hingga Rp17.990 per dolar AS.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Penurunan Nilai Rupiah dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/06/krisis-penurunan-nilai-rupiah-dan-dampaknya-terhadap-perekonomian-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 04:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100864</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Raffi Ramadhani, Program Studi Manajemen S1 / Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Universitas Pamulang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh : Raffi Ramadhani, Program Studi Manajemen S1 / Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Universitas Pamulang</strong></em></p>
<p>Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, rupiah mengalami tekanan terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat. Penurunan nilai rupiah menjadi isu yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan internasional hingga daya beli masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, dampak, dan solusi yang dapat dilakukan agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.</p>
<p>Penurunan nilai rupiah merupakan masalah ekonomi yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian Indonesia. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyebabkan kenaikan harga barang impor, meningkatnya biaya produksi, serta menurunnya daya beli masyarakat. Kondisi ini juga dapat memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Penurunan nilai rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingginya permintaan dolar AS untuk impor dan pembayaran utang luar negeri, keluarnya modal asing dari Indonesia, serta ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, tingginya utang luar negeri dan lemahnya kondisi ekonomi domestik turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah sehingga menyebabkan pelemahan yang berkelanjutan.</p>
<p>Penurunan nilai rupiah memberikan dampak yang luas terhadap perekonomian Indonesia. Harga barang impor dan bahan baku meningkat sehingga biaya produksi perusahaan menjadi lebih tinggi. Kondisi ini mendorong kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu, perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang asing harus menanggung beban pembayaran yang lebih besar sehingga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan investasi.</p>
<p>Menurut teori nilai tukar, pelemahan rupiah terjadi ketika permintaan terhadap mata uang asing lebih besar dibandingkan permintaan terhadap rupiah. Penulis berpendapat bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor dan utang luar negeri menjadi faktor yang membuat rupiah rentan terhadap gejolak ekonomi global. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan ekspor, penguatan industri dalam negeri, serta pengelolaan kebijakan moneter yang efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat perekonomian nasional.</p>
<p>Untuk mengatasi penurunan nilai rupiah, pemerintah perlu memperkuat fundamental ekonomi melalui peningkatan ekspor, pengendalian inflasi, dan pengurangan ketergantungan terhadap impor. Selain itu, Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas nilai tukar dengan kebijakan moneter yang tepat serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Pengelolaan utang luar negeri yang lebih hati-hati dan peningkatan investasi pada sektor produktif juga penting untuk memperkuat nilai rupiah. Dengan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, stabilitas nilai tukar dapat terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih berkelanjutan.</p>
<p>Penurunan nilai rupiah merupakan tantangan ekonomi yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Melemahnya rupiah dapat meningkatkan biaya impor, memicu inflasi, dan menurunkan daya beli masyarakat. Faktor penyebabnya berasal dari kondisi ekonomi global maupun domestik, seperti tingginya kebutuhan dolar AS, arus modal keluar, dan tingginya utang luar negeri. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi. Melalui peningkatan ekspor, penguatan investasi, pengendalian inflasi, dan kebijakan ekonomi yang tepat, nilai tukar rupiah dapat lebih stabil sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rupiah Melemah, Purbaya: Penjual Tahu Tempe Sudah Tergerus Keuntungannya</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/06/rupiah-melemah-purbaya-penjual-tahu-tempe-sudah-tergerus-keuntungannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 04:41:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Dolar]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100707</guid>

					<description><![CDATA[Pelaku usaha tahu dan tempe saat ini menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya bahan baku impor.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut mendapat informasi kesulitan yang dihadapi para pedagang tahu dan tempe di dalam negeri yang sudah tergerus keuntungannya karena nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS.</p>
<p>Ia mengungkap pelaku usaha tahu dan tempe saat ini menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya bahan baku impor.</p>
<p>&#8220;Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan baku masih impor,&#8221; ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).</p>
<p>Menurut dia, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi yang masih bergantung pada bahan baku impor.</p>
<p>&#8220;Yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka,&#8221; ujar Purbaya.</p>
<p>Oleh karena itu, ia memastikan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu fokus pemerintah karena berdampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat dan pelaku usaha kecil.</p>
<p>Menurut Purbaya, pemerintah akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dengan Bank Indonesia demi menjaga nilai tukar rupiah.</p>
<p>&#8220;Kita akan meningkatkan koordinasi dengan bank sentral,&#8221; ujar Purbaya.</p>
<p>Dengan koordinasi yang lebih erat, Purbaya yakin itu mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.</p>
<p>&#8220;Kita akan mendukung bank sentral untuk memperkuat koordinasi supaya kebijakan makin sinkron. Supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal juga lebih signifikan ke perekonomian,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Tentu kalau kebijakan sudah menyatu sinergi penuh, itu harusnya rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi, yang penting adalah kita melihat dampak ke masyarakat yang positif,&#8221; kata Purbaya.</p>
<p>Ia berharap stabilitas nilai tukar rupiah dapat mengurangi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik,&#8221; ujar Purbaya.</p>
<p>&#8220;Dan juga tidak terbebani, beban hidupnya tidak lagi terbebani beban hidup yang terlalu signifikan,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rupiah Melemah, Pabrik di Depok Gulung Tikar</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/rupiah-melemah-pabrik-di-depok-gulung-tikar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 13:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100492</guid>

					<description><![CDATA[PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, tutup operasional dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 350 orang karyawan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Menteri Ketenegakerjaan (Menaker) Yassierli buka suara soal kabar PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, tutup operasional dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 350 orang karyawan. Kabar tersebut disampaikan oleh Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers.</p>
<p>Yassierli mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil laporan terbaru dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah yang tengah menindaklanjuti adanya laporan tersebut.</p>
<p>&#8220;Ya sama juga, nanti saya dengar, saya belum ini&#8230; saya tunggu dari pak Wamen dulu deh,&#8221; ujarnya saat dimintai komentar soal telah terjadi PHK di perusahaan yang berlokasi di Depok, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Adapun ketika ditanya soal langkah pemerintah mengantisipasi adanya PHK karena kondisi nilai tukar Rupiah yang terus melemah, Yassierli menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan kordinasi dengan Kemenko Perekonomian terkait hal tersebut. Dia juga menyebutkan pemerintah telah mengambil sejumlah kebijakan yang diharapkan mampu mengatasi persoalan yang ada.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau teman-teman lihat kan sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan ya. Kemarin ada isu terkait dengan keterbatasan gas, keterbatasan apa lupa saya, maka kemudian solusinya adalah relaksasi terkait dengan pajak dan seterusnya,&#8221; ujar Yassierli.</p>
<p>&#8220;Jadi kita lintas kementerian kita satu tim, termasuk ada isu apakah itu di tambang dan macam-macam, kita satu tim kita terus monitor ya,&#8221; sambungnya menutup.</p>
<p>Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) membenarkan telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 350 orang karyawan PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Perusahaan tersebut juga dinyatakan tutup akibat tidak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan lesunya pasar global.</p>
<p>Said Iqbal mengatakan kasus PT Xacti Indonesia menjadi bukti nyata bahwa ancaman gelombang PHK yang sebelumnya disampaikan KSPI benar-benar terjadi.</p>
<p>&#8220;Benar, telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xacti di Depok dan perusahaan tersebut tutup. Ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan KSPI sebelumnya bukan ngarang atau menakut-nakuti. Informasi ini berasal dari bawah, dari perusahaan-perusahaan sendiri, dan sekarang mulai terjadi,&#8221; kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>&#8220;Para pekerja yang terkena PHK mendapatkan nilai pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan. Selain itu juga ada penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang telah disepakati bersama,&#8221; ujarnya menambahkan.</p>
<p>KSPI menegaskan penyebab utama PHK dan penutupan perusahaan tersebut adalah tekanan ekonomi global akibat perang yang berkepanjangan, yang menyebabkan harga bahan baku industri melambung tinggi dan ongkos produksi meningkat tajam.</p>
<p>&#8220;Perang membuat harga bahan baku impor yang dibeli dengan dolar naik drastis. Ongkos produksi meningkat, sementara pasar ekspor lesu. PT Xacti adalah perusahaan orientasi ekspor, sehingga ketika pasar global melemah, mereka tidak mampu bersaing dan akhirnya tutup,&#8221; jelas Said Iqbal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lampaui Krisis 1998, Rupiah Tembus Level Terendah Sepanjang Sejarah</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/04/lampaui-krisis-1998-rupiah-tembus-level-terendah-sepanjang-sejarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Dolar]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98840</guid>

					<description><![CDATA[Pelemahan ini melampaui rekor krisis moneter Juni 1998 yang saat itu mencapai sekitar Rp16.800 per dolar AS]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bank Indonesia (BI) buka suara soal nilai tukar <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/nilai-rupiah-di-titik-nadir-tanda-bahaya-atau-gejolak-sementara/">rupiah</a> yang tembus rekor terlemah sepanjang <a href="https://www.depokpos.com/2026/01/alami-angka-kelahiran-terendah-sepanjang-sejarah-china-naikkan-pajak-kondom/">sejarah</a> pada Selasa (7/4), hingga menyentuh level Rp17.105 per <a href="https://www.depokpos.com/2025/04/rupiah-melemah-ke-level-rp-16-827-per-dolar-as/">dolar</a> AS.</p>
<p>Pelemahan ini melampaui rekor krisis moneter Juni 1998 yang saat itu mencapai sekitar Rp16.800 per dolar AS.</p>
<p>Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Sentral.</p>
<p>Destry menyampaikan BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar.</p>
<p>&#8220;⁠BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF maupun NDF di-offshore market,&#8221; ujar Destry dalam keterangan resmi tertulis, Selasa (7/4).</p>
<p>Menurutnya, ⁠dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, yakni kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita.</p>
<p>Dengan demikian, Indonesia tetap dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut.</p>
<p>&#8220;⁠Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita, sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Diketahui, nilai tukar rupiah mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah pada Selasa (7/4) dengan nilai sebesar Rp17.105 per dolar AS.</p>
<p>Mata uang Garuda melemah 70 poin atau 0,41 persen dari perdagangan sebelumnya. Level tersebut sekaligus menandai level terendah baru sepanjang sejarah pergerakan rupiah.</p>
<p>Mata uang Garuda melemah 70 poin atau 0,41 persen dari perdagangan sebelumnya. Level tersebut sekaligus menandai level terendah baru sepanjang sejarah pergerakan rupiah.</p>
<p>Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level terendah pada krisis moneter 1998 dan berada di level Rp16.800 per dolar AS.</p>
<p>Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp17.092 per dolar AS.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rupiah Hari Ini Jadi Mata Uang Terburuk di Asia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/04/rupiah-hari-ini-jadi-mata-uang-terburuk-di-asia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2024 02:45:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Dolar AS]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67476</guid>

					<description><![CDATA[Rupiah pada Selasa pukul 09.15 WIB ada di posisi Rp 16.110 per US$1]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Rupiah pada Selasa pukul 09.15 WIB ada di posisi Rp 16.110 per US$1</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Nilai tukar rupiah ambruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini, Selasa (16/4/2024). Rupiah bahkan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada hari ini.</p>
<p>Merujuk pada Refinitiv, rupiah pada Selasa pukul 09.15 WIB ada di posisi Rp 16.110/US$1. Rupiah ambruk 1,68%.</p>
<p>Jebloknya rupiah bisa dipahami mengingat pasar keuangan domestik baru dibuka pada hari ini. Selama liburan, pasar keuangan global juga dihantam sejumlah sentimen negatif mulai dari kenaikan inflasi AS, serangan drone Iran ke Israel, serta lonjakan harga minyak.</p>
<p>Artinya, dampak negatif rupiah baru bisa diabsorb pasar pada hari ini sementara mata uang lain sudah terkena dampaknya sebelum Selasa.</p>
<p>Seperti diketahui, Inflasi AS di luar dugaan menanjak hingga 3,5% (year on year/yoy) pada Maret 2024 dari 3,2% pada Februari.</p>
<p>Sejumlah data AS juga menunjukkan ekonomi AS masih panas.</p>
<p>Data tenaga kerja AS juga menunjukkan adanya penambahan 303.000 pada non-farm payrolls, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar di angka 200.000.</p>
<p>Terbaru, data penjualan ritel AS untuk bulan Maret melampaui ekspektasi para analis, yang merupakan bukti terbaru mengenai ketahanan konsumen Amerika.</p>
<p>Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Senin (15/4/2024), penjualan ritel meningkat 0,7% pada periode Maret 2024, jauh lebih cepat dari perkiraan konsensus Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 0,3%.</p>
<p>Kondisi ini membuat pasar semakin pesimis terhadap pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).<br />
Perangkah CME Fedwatch Tool menunjukkan pelaku pasar kini hanya bertaruh 21,7% jika The Fed akan memangkas suku bunga di Juni. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pada dua pekan lalu yang mencapai 60-70%.</p>
<p>Pesimisme pasar membuat dolar AS kembali diburu. Pada penutupan perdagangan Senin (15/4/2024). indeks dolar terbang ke 106,208. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak awal November atau lima bulan terakhir.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selasa Pagi, Rupiah Turun 31 Poin jadi Rp15.430</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/01/selasa-pagi-rupiah-turun-31-poin-jadi-rp15-430/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2024 02:33:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62849</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi tergelincir 31 poin atau 0,20 persen menjadi Rp15.430 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.399 per dolar A</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Libur Akhir Tahun, Rupiah Melemah ke Rp15.435</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/12/libur-akhir-tahun-rupiah-melemah-ke-rp15-435/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Dec 2023 06:36:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62722</guid>

					<description><![CDATA[Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh aksi profit taking dalam sesi perdagangan yang tipis di tengah suasana liburan akhir tahun]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Analis mata uang Lukman Leong mengatakan rupiah di awal perdagangan Jumat pagi, melemah ke posisi Rp15.435 di tengah suasana libur akhir tahun.</p>
<p>&#8220;Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh aksi profit taking dalam sesi perdagangan yang tipis di tengah suasana liburan akhir tahun,&#8221; kata Lukman di Jakarta, Jumat.</p>
<p>Ia menuturkan aksi profit taking (ambil untung) disebabkan oleh pelemahan yang besar pada dolar AS. Selain itu, investor cenderung menutup posisi di tengah liburan akhir tahun.</p>
<p>Pelemahan indeks dolar AS sebelumnya didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan secara agresif oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pada 2024. Indeks dolar AS sempat turun ke level 100,95.</p>
<p>Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di kisaran Rp15.400 per dolar AS hingga Rp15.500 per dolar AS pada perdagangan Jumat ini.</p>
<p>Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi tergelincir 17 poin atau 0,11 persen menjadi Rp15.435 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.418 per dolar AS.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
