<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ramadan &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/ramadan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2026 05:40:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Berbuka Puasa dengan Kurma dan Air</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/berbuka-puasa-dengan-kurma-dan-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 05:40:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98102</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Ibadah puasa merupakan salah satu ibadah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Ibadah puasa merupakan salah satu ibadah wajib yang memiliki kedudukan utama dalam ajaran Islam. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan mengajarkan umat Islam untuk melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaan. Dalam menjalankan ibadah puasa, terdapat berbagai tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, termasuk adab ketika berbuka puasa.</p>
<p>Salah satu hadis yang menjelaskan tentang anjuran berbuka puasa diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>“Apabila salah seorang dari kalian berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Namun sekiranya ia tidak mendapatkannya, maka hendaknya ia berbuka dengan air, karena air itu suci.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)</p>
<p>Hadis tersebut memberikan petunjuk kepada umat Islam tentang cara yang dianjurkan ketika berbuka puasa. Dimana kurma menjadi pilihan utama karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh usai seharian menahan lapar dan dahaga. Buah kurma mengandung banyak manfaat, yaitu kaya akan kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin B6. Kandungan utamanya adalah karbohidrat (60-70% gula alami) yang memberikan energi instan, serta antioksidan tinggi (felonik/flavonoid), serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat. Oleh karena itu, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa tidak hanya mengikuti sunnah Nabi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.</p>
<p>Apabila seseorang tidak mendapatkan kurma, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka dengan air. Selain menghilangkan rasa haus, air juga membantu menyeimbangkan kembali cairan tubuh yang berkurang selama berpuasa. Dalam hadis tersebut juga disebutkan bahwa air bersifat suci, yang menunjukkan bahwa air merupakan pilihan yang baik dan sederhana untuk mengawali berbuka puasa.</p>
<p>Anjuran ini menunjukkan bahwa Islam memberikan tuntunan yang mudah dan tidak memberatkan umatnya. Berbuka puasa tidak harus dengan makanan yang mewah atau berlebihan. Hal yang terpenting adalah mengikuti sunnah Rasulullah SAW serta menjaga kesederhanaan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.</p>
<p>Hikmah dari hadis ini adalah umat Islam diharapkan dapat meneladani kebiasaan Rasulullah SAW dalam berbuka puasa. Selain memperoleh manfaat kesehatan, mengikuti sunnah Nabi juga menjadi bentuk kecintaan dan ketaatan kepada beliau. Melalui amalan-amalan sederhana seperti ini, ibadah puasa yang dijalankan akan jauh lebih sempurna dan penuh berkah.</p>
<p>&#8211; Muhammad Zaidan Musyaffa</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ramadhan dan Konsumerisme: Mengapa Pengeluaran Semakin Meningkat?</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/ramadhan-dan-konsumerisme-mengapa-pengeluaran-semakin-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 03:31:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98040</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Anisa Bella Fathia S.Si., Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Anisa Bella Fathia S.Si., Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok</strong></em></p>
<p>Sahabat Muslimah, Ramadhan adalah bulan latihan menahan diri. Menahan dari lapar, haus, marah, juga urusan harta. Namun faktanya justru pengeluaran di bulan Ramadhan semakin meningkat. Pasar dan tempat jajanan semakin ramai, masyarakat berburu takjil dari selepas ashar sampai menjelang Maghrib. Hidangan berbuka melimpah tak jarang menumpukkan sampah. Meski waktu makan lebih sedikit dibanding hari biasa, namun food waste justru meningkat.</p>
<p>Menurut Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Poppy Diana Sari STP MP, peningkatan food waste saat Ramadhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan belanja hingga budaya dalam menyajikan makanan. Mendekati waktu berbuka puasa, orang-orang lapar mata, mereka juga berbelanja bahan makanan segar tanpa perencanaan yang matang. Selain itu, promo Ramadhan yang ditawarkan hotel dan restoran semakin menjamur. Pada akhirnya perut tak cukup menghabiskan semua makanan tersebut, makanan basi dan berakhir di tempat sampah. Miris, di saat saudara kita di Palestina kesulitan makanan untuk berbuka.</p>
<p>Fenomena konsumtif seperti ini pun terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, pusat perbelanjaan penuh dengan orang-orang yang ingin membeli baju lebaran. Seolah stigma &#8220;baju baru dipakai di hari Raya&#8221; seperti barang wajib tak bisa ditawar. Padahal dalam Islam tidak ada perintah memakai baju baru, pakaian lama namun masih bagus dan baik tetap sah untuk dipakai shalat di hari raya. Sampai-sampai masjid yang asalnya penuh jamaah shalat tarawih semakin hari semakin sepi, karena jamaahnya sibuk mempersiapkan perintilan-perintilan Idul Fitri (mendekor rumah, membuat kue, masak dan lain-lain). Padahal mendekati hari raya atau 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah hari-hari penuh berkah dan istimewa. Malam-malam penuh kemuliaan, malam-malam yang dicintai Rasulullah SAW dan umat Islam dianjurkan untuk mencari malam Lailatul Qadar tersebut.</p>
<p>Sayang, umat Muslim malah terlena dengan kesibukan duniawinya. Hingga akhirnya berpisah dengan bulan Ramadhan begitu saja dan menyesal melewatkannya. Bila diamati, fenomena seperti ini tidak terjadi begitu saja. Walaupun masyarakat Indonesia mayoritas Muslim, nampaknya ini hanya bicara soal rasa keislamannya saja. Perasaannya adalah perasaan Islam, namun peraturan yang dijalankan bukanlah Islam. Melainkan sekuler atau memisahkan agama dengan kehidupan.</p>
<p>Wajar saja, kita hanya merasakan Ramadhan hanya sahur dan berbuka bersama. Kenyataannya, pola sikap kita masih kental dengan sekularisme. hedonisme, konsumerisme menghiasi bulan puasa kita. Karena, di hari-hari biasa pun keseharian kita sudah akrab dengan budaya tersebut. Akhirnya saat berbuka puasa malah menjadi ajang festival kuliner dan pelampiasan dari menahan haus dan lapar.</p>
<p>Bulan Ramadhan seharusnya melatih kita untuk sederhana, secukupnya dalam masalah makanan. Bukankah salah satu hikmah berpuasa supaya kita simpati pada orang-orang miskin yang menahan lapar?. Di zaman sekarang juga informasi mudah didapat, berbuka dengan cukup dan tepat justru menjaga tubuh dari lonjakan gula darah. Menyehatkan tubuh. Yang seharusnya kita kejar adalah masalah ibadah bukan hanya masalah perut. Yakinkah ibadah kita di bulan puasa ini diterima oleh Allah? Yakinkah Allah masih beri kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan tahun depan?</p>
<p>Sahabat Muslimah, saatnya kita berubah menjadi pribadi yang tidak terbawa budaya konsumtif, cerdas membelanjakan harta dan fokus berlomba dalam kebaikan. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita semua. Aamiin []</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Momentum jadikan Takwa Paripurna</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/ramadhan-momentum-jadikan-takwa-paripurna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 04:38:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98003</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Di hadapan sekitar 88 peserta, Mubalighah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Di hadapan sekitar 88 peserta, Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Rizka Ummu Sayyidah menegaskan Ramadhan sebagai momentum jadikan takwa paripurna.</p>
<p>“Ramadhan momentum jadikan takwa paripurna,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Shalihah, Ramadhan dan Jalan Menuju Takwa Paripurna (Sebuah Refleksi Menuju Kemenangan Hakiki), Sabtu, (7/3/2026) di Cipayung, Depok.</p>
<p>‎Agar Ramadhan dapat menjadikan kaum Muslim bertakwa secara paripurna, lanjutnya, maka jadikan standar kerinduan para salaf. “6 bulan berdoa agar dipertemukan Ramadhan, dan 6 bulan berdoa agar amal diterima,” jelasnya.</p>
<p>Ia pun menegaskan, kaum Muslim harus rindu bertemu lagi dengan Ramadhan. “Kita harus rindu bertemu Ramadhan, karena pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” sebutnya.</p>
<p>Apalagi menurutnya, tujuan utama Ramadhan adalah takwa paripurna, bukan takwa musiman. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.</p>
<p>Begitu juga lanjutnya, dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 102 yang artinya,“Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.”</p>
<p>Adapun menurutnya, definisi takwa menurut Imam Ali bin Abi Thalib ra mempunyai empat pilar yakni al khaufu minal jalil (rasa takut kepada zat yang Mahaagung), al-‘amalu bit tanzil (mengamalkan apa yang Allah turunkan yakni Al-Qur’an), ar-ridha bil qalil (merasa cukup dengan harta yang sedikit), danal-isti’dadu li yaumir rahil (mempersiapkan bekal untuk hari akhirat).</p>
<p>“Oleh karena itu, puasa hakikatnya bukan secara fisik yakni menahan lapar dan dahaga, tapi secara hakiki atau total yakni menahan lisan dari ghibah dan dusta, menahan tangan dari merugikan orang lain, menahan hati dari riya dan hasad, menahan transaksi haram, menahan kekuasaan atau kezaliman,” pungkasnya.[]Siti Aisyah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Langkah Konkret, Al-Qur’an sebagai Jalan Menuju Keberkahan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/02/lima-langkah-konkret-al-quran-sebagai-jalan-menuju-keberkahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 13:22:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=97849</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Setidaknya ada lima langkah konkret, Al-Qur’an...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Setidaknya ada lima langkah konkret, Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW sebagai jalan menuju keberkahan.</p>
<p>Hal tersebut diungkap Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Nurjanah Zeyn dalam Forum Tokoh Muslimah Depok #31 Spesial Tarhib Ramadhan, Ramadhan Bulan Al-Qur’an, Petunjuk dan Solusi Kehidupan, Sabtu, (14/2/ 2026) di Depok.</p>
<p>Adapun kelima langkah konkretnya yaitu: Pertama, semangat tilawah dengan khatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan.</p>
<p>“Ramadhan adalah bulan panen pahala melalui Al-Qur’an. “Oleh karena itu, kita bisa lihat totalitas interaksi dengan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan yang dilakukan para sahabat dan ulama salaf, seperti generasi sahabat, sekali sebulan, seminggu hingga setiap hari khatam, Imam Malik menutup majelis hadits fokus 100% pada Al-Qur’an, Imam Syafi’i 60 kali khatam, dua kali sehari siang dan malam serta Amr bin Qais tutup toko atau bisnis, sibuk tilawah sejak Sya’ban,” bebernya di hadapan 94 tokoh Muslimah.</p>
<p>Kedua, amalkan pribadi dengan perbaiki akhlak sesuai tuntunan. “Pasalnya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan (lisan membaca), melainkan petunjuk (hati dan fisik mengamalkan). Para sahabat memahami bahwa Al-Qur’an bukan sekadar dibaca lisan, tetapi dijadikan petunjuk hidup, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah al-Isra ayat 9, ” jelasnya sambil membacakan ayat tersebut.</p>
<p>Ketiga, amar makruf. “Jangan diam melihat kemungkaran penguasa,” tegasnya.</p>
<p>Apalagi, ujarnya, dalam Al-Qur’an surah Ali-Imran ayat 104 ada kewajiban kontrol sosial melakukan amar makruf, yakni kewajiban adanya kelompok yang mengoreksi penguasa dan masyarakat.</p>
<p>Keempat, tegakkan institusi dengan dukung penerapan aspek siyasah agar hukum Allah tegak,” sebutnya.</p>
<p>Karena, lanjutnya, syariah Islam bisa tegak dengan adanya institusi (nedanara/kekuasaan). Bahkan, tanpa institusi ini, banyak ayat Al-Qur’an terbengkalai dan tak bertuan.</p>
<p>Kelima, rujukan tunggal. “Jadikan Al-Qur’an satu-satunya standar kebenaran,” pungkasnya.[]Siti Aisyah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pekan Pertama Ramadan, Semua Sekolah di Depok Diliburkan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/02/pekan-pertama-ramadan-semua-sekolah-di-depok-diliburkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2025 12:21:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=83457</guid>

					<description><![CDATA[Tanggal 27 dan 28 Februari serta tanggal 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tanggal 27 dan 28 Februari serta tanggal 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Pemerintah Kota Depok melalui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Siti Chaerijah Aurijah menyebut, pekan pertama Ramadan 1446 Hijriah (H) / 2025 Masehi sekolah di Kota Depok akan diliburkan.</p>
<p>Baik itu SMP Negeri/Swasta, SD Negeri /Swasta, PAUD dan TK Negeri/Swasta maupun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) se- Kota Depok</p>
<p>Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 451.13/2264/Sekr.PEP/2025 tentang Surat Pemberitahuan Kegiatan di Bulan Ramadan 1446H/2025M, yang dikeluarkan Disdik Kota Depok pada 18 Februari 2025.</p>
<p>&#8220;Ya benar, tanggal 27 dan 28 Februari serta tanggal 3, 4, dan 5 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/ madrasah/ satuan pendidikan keagamaan,&#8221; ujarnya, Senin (24/02/25).</p>
<p>Dikatakannya, aturan ini merupakan tindak lanjut dari SE bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 2 Tahun 2025, perihal Pembelajaran di Bulan Ramadhan Tahun 1446 Hijriah / 2025 Masehi.</p>
<p>&#8220;Untuk tanggal 6 sampai dengan tanggal 25 Maret 2025, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di Sekolah/ Madrasah/ Satuan pendidikan keagamaan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selama bulan Ramadhan diharapkan siswa melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama.</p>
<p>&#8220;Lalu, tanggal 26, 27, dan 28 Maret serta tanggal 2, 3, 4, 7 dan 8 April 2025, merupakan libur bersama Idulfitri bagi sekolah/madrasah/ satuan pendidikan keagamaan,&#8221; katanya.</p>
<p>Siti menyebut, selama libur ldulfitri, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan dilaksanakan kembali pada tanggal 9 April 2025,&#8221; tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Halal bi Halal: Tradisi Genuine Khas Muslim Indonesia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/halal-bi-halal-tradisi-genuine-khas-muslim-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 01:33:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[halal bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67046</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Murodi al-Batawi Bagi Muslim Indonesia, Idul Fitri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi al-Batawi</strong></em></p>
<p>Bagi Muslim Indonesia, Idul Fitri merupakan hari raya besar. Karena, mereka baru merayakannya selepas sebulan penuh berpuasa. Hal ini berbeda dengan negara di Timur Tengah, terutama Saudi Arabia. Muslim di sana baru menganggap Idul Adha adalah hari raya besar, karena ada mu’tamarbterbesar Muslim se dunia, yaitu ibadah haji.</p>
<p>Setelah sebulan penuh Muslim Indonesia berpuasa, mereka lalu merayakan kemenangan dengan beridul fitri. Ada beberapa rangkaian acara sebelum mereka berlebaran, semisal persiapan pulang kampung atau mudik bagi para perantau.</p>
<p>Ada acara selamatan dengan mengundang muslim lainnya untuk datang ke rumah mereka, takbiran yang mereka lakukan hingga larut malam dan lain sebagainya. Dan biasanya pada setiap lembaga dan masjid menyelenggarakan kegiatan penerimaan dan penyakuran zakat fitrah, zakat mal, zakat profesi dan lain sebagainya.</p>
<p>Mereka menampung zakat dari masyarakat dan mendistribusikannya ke masyarakat, sesuai anjuran al- Qur’an 8 ashnaf, yang berhak menerimanya. Kegiatan ini dilakukan hingga menjelang shalat Idul Fitri. Selesai itu semua,</p>
<p>Muslim Indonesia, laki-laki, perempuan dan anak-anak datang ke masjid atau lapangan untuk melaksanakan kegiatan ibadah shakat Idul Fitri.</p>
<p>Kemudian, selesai melaksanakan shalat Idul Fitri, mereka bersalaman untuk saling meminta maaf stas kekeliruan dan kesalahan yang pernah mereka lakukan, sengaja atau tidak sengaja. Setelah itu, mereka semua pulang dengan perasaan senang gembira, karena kesalahan mereka sudah termaafkan.</p>
<p>Sesampainya di rumah, mereka sudah ditunggu dan disambut sanak keluarga dan handai tolan. Mereka bersalaman dan bersungkem ke orang tua atau yang dituakan. Lalu kemudian, mereka semua menyantap kuliner yang sudah disajikan yang dibuat sebelumnya.</p>
<p>Kemudian, bagi mereka yang tidak berkesempatan bertemu dan bermaafan pada saat itu, mereka merencanakan kegiatan halal bi halal keluarga besar. Dan biasanya kegiatan ini dilakukan beberapa hari setelah lebaran.</p>
<h3>Sejarah Halal bi Halal</h3>
<p>Ada beberapa versi mengenai sejarah pelaksanaan halal bi halal. Ada yang mengatakan bahwa kegiatan sejenis halal bi halal pernah dilakukan oleh Amangkurat I Pangeran Samber Nyawa. Ketimbang berkeliling dengan para punggawa dan prajurit, ia meminta panglima untuk mengundang para pejabat kerajaan Mataram datang ke istana.</p>
<p>Hak itu dilakukan untuk menghemat waktu dan tenaga. Ajhirnya seluruh punggawa dan prajutit datang ke istana raja untuk memohon ampun dan rajapun mau memaafkan kesalahan mereka.</p>
<p>Kemudian versi lain mengatakan sekira 1948, krisis politik di Indonesia kian meruncing. Antara satu pimpinan dengan pimpinan partai politik saling bertikai dan membuat presiden Soekarno pusing.</p>
<p>Karena usia Republik Indonesia baru seumur jagung, kabinet pemerintahan madih belum stabil. Akhirnya, ia berkonsultasi dengan ulama besar NU, KH. Wahab Hasbullah. Beliau menyarankan ke presiden Soekarno agar mengundang semua pimpinan patai politik datang ke istana.</p>
<p>Setelah pimpinan partai berkumpul semuanya di istana, mereka berkumpul sambil menyantap hidangan yang tersedia. Kemudian mendiskusikan keadaan Indonesia yang pada akhirnya, mereka bersedia saling memaafkan, dan bersedia bersatu kembali untuk membangun Negara Indonesia yang masih berusia muda.</p>
<p>Mereka kemudian menyebutnya kegiatan halal dengan cara halal, jadi Halal bi halal. Ini merupakan kegiatan halal bi halal untuk pertama kali yang dilaksanakan di istana negara. Sejak saat hingga kini, istana negara selalu mengadakan kegiatan halal bi halal setiap tahunnya. Kemudian diikuti oleh kementerian dan lembaga, organisasi dan masyarakat dengan keluarga besarnya.</p>
<p>Jadi, kita wajib merawat dan menjaga kegiatan halal bi halal ini untuk merajut benang kusut politik, terlebih setelah Pemilu Februari 2024, yang sedikit banyak telah menganggu sistem sosial politik kita.</p>
<p>Karena ia sebagai genuine produk Indonesia, sepatutnya kita jaga dengan baik, untuk menjaga kesatuan dan persatuan Republik Indinesia. Demi generasi anaj cucu kita selabjutnya.[odie].</p>
<p>Pamulang, 31 Maret 2024<br />
Pukul 8.05</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Ini 14 Abad yang Lalu: Perang Badar dan Kemenangan Pertama Kaum Muslimin</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/hari-ini-14-abad-yang-lalu-perang-badar-dan-kemenangan-pertama-kaum-muslimin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2024 02:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[17 Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Badar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66948</guid>

					<description><![CDATA[Perang Badar menjadi bukti bahwa jumlah tak berarti dibandingkan iman]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Perang Badar adalah perang besar pertama umat Islam melawan musuh selama kehidupan Rasulullah SAW</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Perang Badar menjadi bukti penting bahwa kekuatan pasukan dan jumlah petempur tidak berarti apa-apa dibandingkan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT.</p>
<p>Pertempuran ajaib yang berlangsung di bulan suci Ramadhan itu menjadi sejarah penting umat Islam.</p>
<p>Perang Badar memiliki keutamaan yang cukup tinggi dalam sejarah Islam. Perang Badar terjadi sesuai dengan namanya di wilayah Badar. Pasukan umat muslim berjumlah sekitar 313 – 317 orang termasuk Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berperang melawan pasukan kaum kafir Quraisy yang berjumlah ribuan.</p>
<p>Perang Badar merupakan pertempuran yang cukup besar, karena pasukan umat Islam dan kafir Quraisy saling bertempur dengan kegigihan mereka yang secara nyata.</p>
<p>Kedua belah pihak sama – sama berjuang menggunakan persenjataan serta tubuh seperti perang pada umumnya. Akibat perang yang besar antara kedua belah pihak, tidak sedikit yang menyebabkan luka hingga menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Kesulitan yang terjadi dialami oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, membuat kedudukan yang tinggi bagi mereka oleh Allah SWT. Seperti yang dijelaskan pada surat Ali Imran ayat 123 yang berbunyi,</p>
<p>وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْتُمْ اَذِلَّةٌ ۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ</p>
<p>Artinya : <em>“Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu (pada saat itu) adalah orang-orang lemah. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur.”</em></p>
<p>Menurut tafsir tahlili Kemenag, pada ayat tersebut dijelaskan bahwa sebagai penambah kekuatan jiwa dan ketabahan hati dalam menghadapi segala bahaya dan kesulitan, Allah SWT mengingatkan mereka kepada perang Badar ketika mereka berada dalam keadaan lemah dan jumlah yang amat sedikit dibanding, dengan kekuatan dan jumlah musuh.</p>
<p>Berkat pertolongan Allah SWT, mereka berhasil memporak-porandakan musuh hingga banyak di antara pembesar Quraisy yang jatuh menjadi korban dan banyak pula yang ditawan dan tidak sedikit harta rampasan yang diperoleh kaum Muslimin.</p>
<p>Karena mereka ingat pada perintah Allah SWT agar mereka bersabar dan bertakwa kepada-Nya dan dengan sabar dan takwa itu mereka akan mendapat pertolongan daripada-Nya dan akan mendapatkan kemenangan.</p>
<h3>Berikut kami rangkum 10 fakta penting Perang Badar:</h3>
<p><strong>1. Terjadi di Bulan Ramadhan</strong></p>
<p>Perang Badar menjadi salah satu peristiwa penting umat Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Pertempuran tersebut terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah atau 624 Masehi dan terjadi 2 tahun setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.</p>
<p><strong>2. Perang Pertama umat Islam</strong></p>
<p>Perang Badar adalah perang besar pertama umat Islam melawan musuh selama kehidupan Rasulullah SAW. Bagaimanapun juga, tak banyak orang yang mengetahui bahwa terjadi 8 pertempuran yang dilakukan umat Islam sebelum Perang Badar.</p>
<p><strong>3. Badar adalah Nama Sebuah Tempat</strong></p>
<p>Badar terletak di sebelah barat daya Madinah. Daerah tersebut biasa digunakan sebagai titik pertemuan orang-orang yang datang dari Madinah dan kafilah menuju Makkah dari Suriah.</p>
<p>Badar, pada masa itu, digunakan sebagai tempat singgah dan pemberhentian kafilah agar unta mereka dapat minum air. Bahkan setiap tahunnya di Badar juga terdapat sebuah pasar.</p>
<p><strong>4. Penyerangan Kafilah Quraisy</strong></p>
<p>Setelah 13 tahun mengalami penindasan dari kaum Quraisy, Nabi Muhammad ﷺ dan kaum Muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah.</p>
<p>Ketika kaum muslimin meninggalkan rumah mereka, kaum Quraisy mengambil semua harta benda yang ditinggalkan.</p>
<p>Abū Sufyān, salah satu pemimpin Quraisy, membawa harta tersebut ke Suriah. Dia membeli senjata dan barang-barang lainnya, yang ia rencanakan untuk menyerang kaum Muslimin.</p>
<p>Saat kaum Muslimin mendengar kabar kembali kafilah tersebut. Nabi Muhammad meminta kedua sahabatnya untuk mencari tahu informasi tentang kafilah Quraisy tersebut.</p>
<p>Kedua sahabat tersebut mengikuti instruksi dan sampai di sebuah lokasi bernama Alhawra. Ketika mereka melihat kafilah telah tiba di bawah pimpinan Abu Sufyan ibnu Harb, mereka bergegas kembali ke Madinah untuk memberitahukan kabar tersebut kepada Nabi Muhammad.</p>
<p>Ketika Nabi Muhammad akan berangkat ke Perang Badar, beliau singgah sebentar di Masjid Suqya dan menunaikan shalat setelah berwudhu dari sumur Suqya.</p>
<p><strong>5. Umat Islam Kalah Jumlah</strong></p>
<p>Pasukan muslimin berjumlah 313 orang sementara tentara Quraisy mencapai 1.000 orang lebih.</p>
<p>Ini adalah fakta yang patut dicatat bahwa dalam Perang Badar, umat Islam hanya memiliki 2 kuda dan 70 unta. Pasukan tersebut terdiri dari orang-orang dari kaum Muhajirin dan Anshar.</p>
<p>Kaum Muhajirin berjumlah 86 orang, sementara sisanya adalah pendukung dari suku-suku bernama Awas dan Khazraj.</p>
<p><strong>6. Umat Islam Tak Siap Perang</strong></p>
<p>Ini juga merupakan fakta yang kurang diketahui tentang perang Badar bahwa umat Islam tidak siap untuk berperang. Mereka akan menyerang kafilah dagang Quraisy yang tidak membutuhkan pasukan yang besar.</p>
<p>Pasukan Muslim dibagi menjadi dua oleh Nabi Muhammad. Kelompok pertama adalah kaum Muhajirin yang dipimpin oleh Hazrat Ali RA dan kelompok kedua adalah para pendukung yang dipimpin oleh Saad bin Muadh.</p>
<p>Kedua kelompok tersebut berangkat dari Madinah dan sampai di Safra. Nabi Muhammad mengutus dua orang sahabatnya untuk mencari informasi tentang musuh. Namun, Abu Sufyan mencapai Makkah dengan selamat bersama kafilahnya.</p>
<p>Dia telah mengubah rute dan meminta bantuan ke Makkah. Suku Quraisy, atas panggilan Abu Sufyan, menyiapkan pasukan yang terdiri dari 1300 orang, 100 kuda, dan sejumlah besar unta. Abu Jahal memimpin pasukan tersebut.</p>
<p><strong>7. Abu Jahal Jadi Pemimpin Pasukan Quraisy</strong></p>
<p>Fakta lain yang kurang diketahui tentang Perang Badar adalah bahwa bahkan kaum Quraisy tidak ingin berperang. Abu Sufyan mengirim pesan bahwa kafilahnya telah kembali dengan selamat, namun Abu Jahal tidak mengajak pasukannya kembali.</p>
<p>Suku Bani Zahrah menolak untuk mematuhinya dan 300 orang dari suku tersebut pergi. Sisanya, 1000 orang, termotivasi untuk berperang.</p>
<p>Suku Bani Hasyim ingin kembali karena mereka tidak ingin menjadi bagian dari perang yang tidak perlu, namun mereka tidak diberi izin oleh Abu Jahal dan tetap bersama pasukan Quraisy.</p>
<p>Pasukan tersebut sampai di bukit Adwa’. Bukit ini berbatasan dengan Lembah Badar.</p>
<p><strong>8. Berita Kemenangan dari Allah</strong></p>
<p>Banyak Muslim tidak mengetahui fakta bahwa Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad bahwa kaum Muslimin akan muncul sebagai pemenang dalam Perang Badar.</p>
<p>Hal ini memberikan kekuatan kepada pasukan Muslim yang jumlahnya sedikit. Kemudian Nabi Muhammad menyampaikan berita bahwa Allah telah menjanjikan kemenangan bagi mereka.</p>
<p>Ketika suku Quraisy datang dengan pasukan yang besar, Allah SWT meyakinkan Nabi Muhammad bahwa hati orang-orang kafir akan dipenuhi rasa takut dan Allah akan menolong kaum Muslimin dengan mengirimkan ribuan malaikat.</p>
<p><strong>9. Duel</strong></p>
<p>Perang memanas ketika kaum Quraisy kalah dalam duel pedang. Tiga orang bangsawan Quraisy yang bernama Utbah bin Rabiah, Shaibah dan Al Walib bin Utbah kalah dalam duel pedang di tangan Hamzah RA, Ali RA, dan Ubaidah bin Harits RA.</p>
<p><strong>10. Kemenangan Umat Islam</strong></p>
<p>Pasukan Quraisy yang berjumlah 1000 orang tidak mampu mengalahkan pasukan Muslimin berjumlah 300 orang. Ini semua karena pertolongan Allah. Pasukan malaikat, iman yang kuat dan tahun-tahun yang penuh kesulitan membuka jalan menuju kemenangan.</p>
<p>Sekitar 70 pejuang Quraisy terbaik termasuk Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf, Al-As bin Al-Mughira dan Abu Albahtari bin Hisyam terbunuh dalam perang tersebut. 70 orang lainnya dibawa oleh Muslim sebagai tawanan perang.</p>
<p>14 orang dari kaum Muslimin Syahid dalam perang tersebut.</p>
<p>Ke-14 Sahabat Rasulullah SAW tersebut ialah:</p>
<p>-Umar bin Abi Waqas<br />
-Safwan bin Wahb<br />
-Dhu-Shimalayn bin ‘Abdi<br />
-Mihja bin Salih<br />
-Aqil bin al-Bukayr<br />
-Ubaydah bin al-Harith<br />
-Sa’ad bin Khaythama<br />
-Mubashir bin Abdul Mundhir<br />
-Harithat bin Suraqah<br />
-Rafi bin Mu’ala<br />
-Umayr bin Humam<br />
-Yazid bin al-Harith<br />
-Mu’awidh bin al-Harith<br />
-Awf bin Al-Harith</p>
<p>Kaum Muslimin keluar sebagai pemenang dalam perang yang merupakan sebuah keajaiban.</p>
<p><em>Sumber: Hidayatullah</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Will Smith Hatam 30 Juz Al-Qur&#8217;an Selama Ramadan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/will-smith-hatam-30-juz-al-quran-selama-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 02:31:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Will Smith]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66684</guid>

					<description><![CDATA[Will Smith merasa kagum akan kesederhanaan Al-Quran dan bercerita bagaimana kisah Nabi Musa menggetarkan hatinya]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Will Smith merasa kagum akan kesederhanaan Al-Quran dan bercerita bagaimana kisah Nabi Musa menggetarkan hatinya</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Aktor Hollywood Will Smith mengaku bahwa dirinya kagum kepada ayat-ayat Al-Quran di mana dia telah membaca kita suci tersebut sampai khatam 30 juz selama bulan Ramadhan.</p>
<p>Smith mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Big Time Podcast. Di sana dia bercerita membaca semua kitab suci, termasuk Al-Quran, demi mencari ketenangan batin ketika melewati masa sulit hidupnya dalam dua tahun terakhir.</p>
<p>&#8220;Itu adalah sebuah periode dalam hidup saya ketika saya ingin memperluas hati saya seluas mungkin sehingga saya dapat merangkul banyak orang,&#8221; kata Smith dalam wawancara itu dikutip dari Saudi Gazette pada Jumat.</p>
<p>Will Smith merasa kagum akan kesederhanaan Al-Quran dan bercerita bagaimana kisah Nabi Musa menggetarkan hatinya.</p>
<p>&#8220;Saya takjub menemukan banyak referensi tentang Nabi Musa dalam kitab suci Al-Quran,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Saya menyukai kesederhanaan Al-Quran, itu sangat sederhana dan isinya sangat jelas sehingga sangat mudah untuk membacanya sampai selesai tanpa ada kesalahpahaman,&#8221; kata Smith menambahkan.</p>
<p>Pemeran tokoh Muhammad Ali dalam film &#8220;Ali&#8221; itu juga merasa terkejut saat menyadari bahwa kisah dalam kitab suci mulai dari Taurat, Alkitab, dan Al-Quran terhubung seperti satu kesatuan.</p>
<p>Dalam wawancara itu, Smith juga mengaku senang tinggal di Arab Saudi. Smith bercerita dalam kunjungannya yang ketiga kali ke negara tersebut, dia singgah ke kota Jeddah, melakukan tur di proyek NEOM, dan mengunjungi Riyadh sebanyak dua kali.</p>
<p>&#8220;Saya seperti mempunyai rasa memiliki dan saya menyukai kehidupan di sini,&#8221; ucapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syiar Ramadan di Kampus UI, Rajut Nilai Kebangsaan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/syiar-ramadan-di-kampus-ui-rajut-nilai-kebangsaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 11:56:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66655</guid>

					<description><![CDATA[Syiar Ramadhan Kampus UI diselenggarakan pada 21 Februari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Syiar Ramadhan Kampus UI diselenggarakan pada 21 Februari hingga 28 Maret 2024</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, Universitas Indonesia (UI) kembali mengadakan program tahunan Syiar Ramadhan Kampus UI 2024. Tahun ini, program tersebut diinisiasi oleh Makara Art Center (MAC) bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Karier dan Hubungan Alumni (DPKHA), dan Komunitas Bakul Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB).</p>
<p>Syiar Ramadhan Kampus UI diselenggarakan pada 21 Februari hingga 28 Maret 2024. Program ini menampilkan berbagai kegiatan, di antaranya Pameran Kaligrafi, Al-Qur&#8217;an, dan Golok Ciomas; Lomba Cipta Puisi Religi dan Lomba Kaligrafi Arab; Workshop Kaligrafi; Ngabuburit Budaya; Tadarus Seni; dan Sarasehan Budaya.</p>
<p>Lomba Cipta Puisi Religi dan Lomba Kaligrafi Arab diadakan pada 21 Februari–20 Maret 2024. Lomba ini dibuka untuk mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Selain Lomba Kaligrafi, diselenggarakan pula Workshop Kaligrafi pada 18–20 Maret 2024, di Galeri MAC UI. Kegiatan ini juga diadakan secara daring karena diikuti oleh peserta dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.</p>
<p>Selama dua hari, yakni 21–22 Maret 2024, Syiar Ramadhan Kampus UI menghadirkan Ngabuburit Budaya dengan tema berbeda. Pada hari pertama, tema “Penanaman Nilai Kebangsaan Melalui Kebudayaan di Kalangan Mahasiswa” disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Ketua Liga Tari UI, dan Alumni UI. Pada hari kedua, kegiatan dengan tema “Penanaman Nilai Kebangsaan Melalui Kebudayaan” dibawakan oleh para pakar budaya. Acara ini dimeriahkan dengan penampilan hadrah dari PLK, Komunitas Bakul Budaya, Sekar Widya Makara, dan Krida Budaya UI.</p>
<p>Untuk Tadarus Seni, kegiatan diadakan pada Maret 2024 dengan mengusung nuansa Ramadhan dalam kebudayaan yang dimeriahkan oleh Ki Ageng Ganjur, Salawat Jawi Emprak, Budi Cilok, Kyai Abdullah Wong, dan Sarah Saputri. Sementara itu, sebagai penutup seluruh rangkaian Syiar Ramadhan Kampus UI 2024, kegiatan Sarasehan Budaya bertajuk “Menggali Jejak Peradaban Nusantara” dilaksanakan pada 25 Maret 2024.</p>
<p>Kepala MAC UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, mengatakan bahwa Syiar Ramadhan UI 2024 merupakan bentuk ibadah ghairu mahdhah, yaitu ibadah yang tidak ada petunjuk pelaksanaan dan teknis secara jelas dalam nash (teks). “Event ini bukan hanya untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan yang indah dan penuh makna, namun juga menanamkan dan meningkatkan sensitivitas seni dan budaya sivitas akademika,” ujar Dr. Zastrouw.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Zakat Salurkan Fidyah untuk Lansia dan Masyarakat Pra Sejahtera di Ratu Jaya</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/rumah-zakat-salurkan-fidyah-untuk-lansia-dan-masyarakat-pra-sejahtera-di-ratu-jaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 01:51:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Fidyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66483</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Kegiatan berlokasi di Jalan Raya Citayam,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kegiatan berlokasi di Jalan Raya Citayam, Gandaria I, sebanyak 4 kader lansia berkumpul di RM Shinta.</p>
<p>Tim Rumah Zakat, kali ini merupakan Kader Lansia yang mendampingi setiap bulannya lansia binaan Rumah Zakat.</p>
<p>100 box makanan lengkap disalurkan melalui kunjungan ke rumah rumah lansia dan masyarakat pra sejahtera.</p>
<p>Waktu menunjukan pukul 16.00 wib, para kader dengan sigap membawa makanan untuk diantarkan langsung kerumah.</p>
<p>Tampak Wajah bahagia dari para lansia dan masyarakat pra sejahtera, setelah menerima paket makanan lengkap.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah terima kasih Donatur rumah zakat sudah terus perhatian dengan kami, saya sangat senang mendapatkan perhatian ini. Semoga donatur di berikan kesehatan dan bertambah rizkinya, ujar Oma Sami.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan pemberian makanan tambahan lengkap dan sehat. Menunya ada Ayam bakar, tumis kentang ati, urap, oseng oseng cumi, kerupuk udang, salad buah dan air mineral.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Kita Diperintahkan Perbanyak Baca Al-Qur&#8217;an di Bulan Ramadhan?</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/kenapa-kita-diperintahkan-perbanyak-baca-al-quran-di-bulan-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2024 06:19:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66366</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas lainnya mulai fajar hingga matahari terbenam. Namun, selain menjalankan puasa, ada satu amalan lain yang dianjurkan untuk diperbanyak, yaitu membaca Al-Quran. Pertanyaannya, mengapa kita diperintahkan untuk memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan?</p>
<p>Pertama-tama, bulan Ramadhan adalah waktu yang istimewa di mana Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi umat Islam, dan membacanya adalah cara untuk memahami ajaran Islam secara lebih dalam. Dengan membaca Al-Quran, umat Islam dapat memperoleh petunjuk-petunjuk yang diperlukan untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Selain itu, Ramadhan adalah bulan di mana pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup, serta setan-setan dibelenggu. Dalam suasana yang penuh berkah ini, membaca Al-Quran dapat membantu kita memperkuat iman, memperbaiki hubungan kita dengan Allah, dan membersihkan hati serta jiwa dari dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran, maka dia akan mendapat satu pahala dan satu pahala tersebut akan dilipat gandakan. Aku tidak mengatakan bahwa &#8216;Alif Laam Miim&#8217; itu satu huruf, tetapi &#8216;Alif&#8217; satu huruf, &#8216;Laam&#8217; satu huruf, dan &#8216;Miim&#8217; satu huruf.&#8221; (HR. Tirmidzi).</p>
<p>Selain mendatangkan pahala yang berlipat ganda, membaca Al-Quran di bulan Ramadhan juga memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT. Di tengah kesibukan dunia modern, seringkali kita lupa untuk menyempatkan diri berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Ramadhan memberikan kesempatan berharga untuk memperdalam hubungan tersebut melalui tilawah Al-Quran, introspeksi diri, dan doa-doa yang khusyuk.</p>
<p>Namun, tidak hanya sekedar membaca, yang lebih penting lagi untuk memahami dan menghayati makna ayat-ayat Al-Quran yang kita baca. Dengan memahami pesan-pesan yang terkandung dalam Al-Quran, kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi manusia yang lebih baik.</p>
<p>Dengan demikian, membaca Al-Quran di bulan Ramadhan bukan sekedar kewajiban atau tugas rutin semata, tetapi juga merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Oleh karena itu, mari manfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak membaca Al-Quran dan meraih berbagai keberkahan yang Allah berikan bagi umat-Nya. <strong>[Fira Azkiya Fikriyah]</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puasa Ramadhan untuk Meraih Derajat Takwa</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/puasa-ramadhan-untuk-meraih-derajat-takwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 12:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66314</guid>

					<description><![CDATA["...Allah mewajibkan kalian berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup..."]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>&#8220;&#8230;Allah mewajibkan kalian berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup&#8230;&#8221;</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan dengan Rahmat Allah SWT kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan, bulan yang sangat mulia, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan yang istimewa berlimpah keutamaan dan keberkahan. Oleh karena itu, kehadiran bulan Ramadhan harus disambut dengan gembira penuh suka cita dan bahagia oleh setiap keluarga Muslim.</p>
<p>Apalagi Rasulullah SAW telah menjelaskan terkait kabar gembira datangnya bulan Ramadhan di dalam sebuah hadits, “Telah datang bulan Ramadhan bulan penuh berkah, Allah mewajibkan kalian berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan” (HR Ahmad)</p>
<p>Begitu juga Allah SWT telah menjelaskan terkait kewajiban puasa Ramadhan di dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”</p>
<p>Secara fiqih, shaum atau berpuasa dimaknai dengan menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya, seperti perbuatan yang keji atau sia-sia dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Shaum juga bertujuan melahirkan manusia-manusia yang bertakwa seperti yang disyariatkan atau diwajibkan di dalam surah al-Baqarah tersebut, yaitu la &#8216;allakum tattaquun yang artinya agar kalian bertakwa.</p>
<p>Dan takwa tersebut sebagai tujuan atau hikmah disyariatkan atau diwajibkannya berpuasa. Kata tersebut digunakan untuk menunjukan sikap dan tindakan melindungi diri dari azab Allah SWT atau perasaan takut terjatuh ke dalam keharaman didasarkan dengan keimanan. Dan harus diingat, orang-orang yang bertakwalah yang mampu menahan diri dari tidak makan dan minum serta mampu menghindari dari perbuatan keji dan mungkar.</p>
<p>Semoga ibadah puasa Ramadhan kita diridhai Allah SWT. Allah SWT pun memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita dan keluarga kita. Dan semoga Allah SWT memudahkan kita untuk meraih berbagai amalan istimewa di bulan Ramadhan sehingga kita bisa meraih derajat takwa yang sempurna seperti tujuan disyariatkan atau diwajibkannya berpuasa Ramadhan. []</p>
<p>Oleh: Hayati Surya, Aktivis Muslimah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendapatkan Keberkahan di Bulan Ramadhan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/mendapatkan-keberkahan-di-bulan-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2024 02:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66084</guid>

					<description><![CDATA[Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan ampunan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan ampunan, di mana umat Islam berkesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui puasa, ibadah, dan amal kebaikan.</p>
<p>Berikut adalah beberapa tips untuk memaksimalkan keberkahan di bulan yang mulia ini:</p>
<p><strong>Bertaubat dan Memperbanyak Istighfar</strong><br />
Sebelum memasuki bulan Ramadhan, mulailah dengan membersihkan diri dari dosa-dosa yang lalu dengan bertaubat dan memperbanyak istighfar. Bersihkan hati dan jiwa dari segala beban dan kesalahan agar dapat meraih keberkahan yang lebih besar di bulan suci ini.</p>
<p><strong>Memperdalam Ibadah</strong><br />
Manfaatkan bulan Ramadhan untuk memperdalam ibadah, baik shalat, membaca Al-Quran, dzikir, maupun amal kebaikan lainnya. Luangkan waktu untuk beribadah lebih intensif dan berkualitas, sehingga mendapatkan lebih banyak pahala dan berkah dari Allah SWT.</p>
<p><strong>Memperbanyak Sedekah dan Zakat</strong><br />
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kebaikan dan kemurahan hati. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak sedekah dan zakat kepada sesama yang membutuhkan. Memberikan bantuan kepada yang kurang mampu akan membawa berkah bagi diri sendiri serta membantu meringankan beban orang lain.</p>
<p><strong>Menjaga Lisan dan Perilaku</strong><br />
Selama Ramadhan, jagalah lisan dan perilaku agar tetap terjaga dari perbuatan yang tidak baik. Hindari ghibah, fitnah, dan perilaku buruk lainnya. Jaga kebersihan hati dan pikiran agar tetap dalam keadaan yang bersih dan baik.</p>
<p><strong>Menjaga Silaturahmi</strong><br />
Berusaha untuk menjaga dan mempererat silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman. Berbagi kebahagiaan dan keberkahan Ramadhan dengan orang-orang terdekat akan memberikan rasa kedekatan yang lebih dalam serta mendatangkan berkah bagi hubungan sosial.</p>
<p><strong>Berdoa dengan Istiqomah</strong><br />
Selalu berdoa dengan istiqomah dan penuh keyakinan kepada Allah SWT. Memohon ampunan, rahmat, dan berkah-Nya di setiap kesempatan akan menjadikan hati lebih dekat kepada-Nya dan membuka pintu rezeki serta keberkahan yang melimpah.</p>
<p>Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan kita semua dapat meraih berkah dan keberkahan yang melimpah di bulan Ramadhan ini. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik di dunia dan di akhirat.<br />
Amin.</p>
<p><em>Oleh: Hayati Mahmudah</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dompet Dhuafa Gelar Welcoming Ramadan Ajak Masyarakat Bersama Gaungkan Kebaikan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/02/dompet-dhuafa-gelar-welcoming-ramadan-ajak-masyarakat-bersama-gaungkan-kebaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 03:56:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=65839</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Ramadan semakin dekat, umat muslim akan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ramadan semakin dekat, umat muslim akan merayakan sekaligus menjadikan bulan penuh pahala. Beragam kebaikan dan kebersamaan akan melekat dalam Ramadan. Setelah ‘panas’dalam pemilihan umum, Dompet Dhuafa dengan mengangkat tema #RamadanMendekatkan mengajak dan mendorong masyarakat untuk bersama-sama kembali dalam meraih kebaikan.</p>
<p>Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa beralasan Gen Z mengingat jumlahnya cukup besar dan berpotensi berpengaruh di Indonesia. Hal ini kami sadar bahwa saat ini generasi milenial sangat besar dan juga generasi yang pada waktunya menjadi dominan di beberapa tahun yang akan datang.&#8221;</p>
<p>“Beranjak #RamadanMendekatkan, Dompet Dhuafa mendekatkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi dalam kebaikan Ramadan. Dengan begitu, kita dapat memberikan dampak yang signifikan bagi mereka yang membutuhkan. Kita jadikan Ramadan ini sebagai ajang saling mendekatkan,” ujar Rina Fatimah selaku Ketua Ramadan Dompet Dhuafa 1445 H.</p>
<p>Beragam program akan bergulir pada Ramadan nanti, seperti Grebek Kampung, Tebar Zakat Fitrah, Fidyah, Berbagi Paket Sahur dan Berbuka Puasa, Sedekah Qur’an, Muliakan Anak Yatim, Parsel Ramadan, THR Pejuang Keluarga, Borong Takjil, Sedekah alat ibadah dan Ramadan di Palestina. Selain itu pra ramadan, Dompet Dhuafa juga menggelar 1445 donor darah bersama Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan bersih-bersih puluhan masjid di Jabodetabek. Tidak hanya itu Dompet Dhuafa mendukung dakwah di berbagai dunia melalui Dai Ambassador dan Dai Pelosok Negeri melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa).</p>
<p>“Alhamdulillah dengan acara welcoming ramadan 1445 H dengan berkolaboraksi bersama seniman, musisi dan rekan-rekan super voluenteer seperti penampilan di sore ini ada Rampak Bedug, Vocafarabi, Pitu Band, Panji Sakti, J-Rocks, sampai Trashic Band, binaan Dompet Dhuafa. Kami bersama untuk terus mendorong, mengajak berkolaboraksi dari beragam unsur masyarakat tanpa terhalang sekat-sekat dalam aksi kebaikan selama ramadan 1445 H”, ujar Rina Fatimah.</p>
<p>Selain itu Dompet Dhuafa juga mengajak masyarakat terutama pengguna gawai untuk mengunduh atau men-download aplikasi digital Dompet Dhuafa atau DD Apps. Dengan mengunduh atau men-download aplikasi DD Apps, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah berpartisipasi meraih kebaikan khususnya di bulan Ramadan. Beragam fitur akan banyak menarik masyarakat untuk berbuat kebaikan.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dengan adanya kolaborasi bersama Dompet Dhuafa dapat menghadirkan antusiasme, suka cita, dan kebersamaan bagi masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadan di Taman Literasi Martha C. Tiahahu. Tak hanya menjadi hiburan semata, harapannya Tarhib #RamadanMendekatkan ini memberikan pengalaman transit yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh elemen masyarakat.&#8221; ujar Ferdiansyah Roestam, Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tradisi Orang Betawi Sebelum Ramadan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/02/5-tradisi-orang-betawi-sebelum-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 02:45:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=65819</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Masyarakat Betawi memiliki sejumlah tradisi sebelum...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Masyarakat Betawi memiliki sejumlah tradisi sebelum puasa atau Ramadhan. Tradisi tersebut menjadi kearifan lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini.</p>
<p>Biasanya, masyarakat Betawi melaksanakan tradisi sebelum puasa itu bersama keluarga. Tradisi itu pada umumnya dilaksanakan seminggu hingga satu hari sebelum Ramadhan.</p>
<h3><strong>1. Nyorog</strong></h3>
<p>Nyorog merupakan tradisi Betawi sebelum puasa yang diperkirakan sudah ada sejak 1800-an, seperti dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.</p>
<p>Tradisi ini dilakukan dengan cara berbagi bingkisan makanan ke sanak saudara dan keluarga yang tinggalnya berjauhan, sebab, masyarakat Betawi pada zaman dulu memiliki tempat tinggal yang berjauhan antara satu dengan yang lainnya karena dibatasi hutan dan kebun.</p>
<p>Tradisi ini mulanya diperkenalkan para wali saat menyebarkan ajaran Islam. Selain menyambut puasa, tradisi nyorog juga dilakukan saat Idul Fitri dan upacara pernikahan.</p>
<h3>2. Munggahan</h3>
<p>Dalam tradisi munggahan, biasanya seluruh anggota keluarga yang berada di luar kota akan berkumpul di tempat orang tuanya.</p>
<p>Ini dilakukan untuk menjalin keharmonisan hubungan keluarga, menikmati saat santap sahur bersama yang sangat jarang dilakukan.</p>
<p>Kegiatan “munggah” umumnya dilakukan oleh individu, keluarga, dan kelompok masyarakat. Biasanya menonjolkan berupa kegiatan bersuci atau mandi besar  yang dulu dilakukan di sungai, kemudian tabuhan-tabuhan bedug setelah salat subuh hingga menjelang malam pertama Ramadhan, dan acara membersihkan makam, serta makan bersama.</p>
<h3>3. Ruwahan</h3>
<p>Tradisi Betawi sebelum puasa selanjutnya adalah ruwahan atau rowahan.</p>
<p>Mengutip laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bekasi, tradisi ruwahan berupa penutupan pengajian dan persiapan menuju Ramadhan.</p>
<p>Dalam ruwahan, biasanya satu keluarga berkumpul lalu membaca surat Yasin bersama ditambah tahlil dan shalawat kepada Nabi Muhamad SAW. S</p>
<p>etelah itu, acara ditutup dengan makan bersama dengan makanan khas Betawi, seperti ketupat sayur, semur, asinan, dan kue-kue kecil. Sebagian masyarakat Betawi juga mengartikan ruwahan sebagai kegiatan sedekah.</p>
<p>Misalnya, dalam ruwahan, masyarakat Betawi mengundang tetangga-tetangga terdekat, lalu memberikan sembako untuk persiapan Ramadhan. Ruwahan bermakna bentuk rasa syukur atas rezeki dari Allah SWT sekaligus momentum untuk mendoakan keluarga atau sanak saudara yang telah meninggal.</p>
<h3>4. Nyekar</h3>
<p>Tradisi nyekar merupakan kegiatan ziarah, mendoakan orang tua, keluarga, atau sanak saudara yang telah wafat, seperti dikutip dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta.</p>
<p>Tak hanya masyarakat Betawi, budaya nyekar juga dilakukan mayoritas umat muslim di Indonesia sebelum memasuki Ramadhan.</p>
<p>Di berbagai daerah, tradisi ini disebut dengan sadranan atau nyadran. Selain berdoa, peziarah juga datang membawa bunga melati, mawar, air mawar untuk ditaburkan ke tanah makam. Baca juga: Cerita WNI Berpuasa di New York AS, Durasi Puasa Bisa Berubah-ubah</p>
<h3>5. Merang</h3>
<p>Tradisi ini telah populer sejak 1950-an, seperti dikutip dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta. Dalam tradisi ini, masyarakat Betawi akan memadati bantaran sungai menjelang Ramadhan untuk melakukan keramas massal menggunakan merang.</p>
<p>Merang merupakan bekas tangkai padi kering yang dibakar, lalu direndam. Bahan tradisional tersebut digunakan sebagai pengganti sabun dan sampo.</p>
<p>Tradisi merang dilakukan oleh berbagai kalangan dan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Tradisi merang bermakna membersihkan diri dan hati menjelang Ramadhan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
