<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pimnas &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/pimnas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Nov 2023 04:31:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>Pimnas &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alat Pengasap Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa UGM Tampil di Pimnas ke-36</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/alat-pengasap-ramah-lingkungan-karya-mahasiswa-ugm-tampil-di-pimnas-ke-36/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 04:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Pengasap Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pimnas]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61098</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Setelah muncul di beberapa pemberitaan waktu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Setelah muncul di beberapa pemberitaan waktu lalu, Alat Pengasapan Lele Ramah Lingkungan karya mahasiswa UGM turut tampil memamerkan produknya secara langsung dalam ajang Pimnas ke-36 di Universitas Padjajaran, Jatinangor. Dinda Iffana Silma selaku ketua tim merasa bersyukur karena PKM Pengabdian kepada Masyarakat UGM lolos didanai sekaligus turut meramaikan ajang Pimnas tahun 2023.</p>
<p>“Senang rasanya bisa berpartisipasi meski bukan termasuk kategori non-Pimnas. Bisa mengenalkan produk secara langsung ke publik,” ucapnya, di ruang pamer Universitas Padjajaran, Selasa (28/11).</p>
<p>Memang tidak sedikit pengunjung penasaran melihat produk pengasapan ramah lingkungan ini. Tidak sedikit dari mereka mendekat dan bertanya-tanya kepada tim PKM UGM.</p>
<p>Dinda menjelaskan Alat Pengasapan Ramah Lingkungan karya mahasiswa UGM sesungguhnya alat dengan teknologi sederhana. Boleh dibilang sebagai teknologi tepat guna untuk UMKM.</p>
<p>“Secara teknologi sederhana. Hanya membutuhkan sabut kelapa, api, air, es batu dan gas elpiji. Kita tahu juga sabut kelapa ini mudah untuk didapatkan,” katanya.</p>
<p>Alat pengasapan ramah lingkungan ini satu rangkaian yang terdiri rangkaian satu berupa alat penghasil asap cair great 3, dan alat kedua alat penghasil asap cair great 1. Alat penghasil asap great 3, tim menilai masih kurang optimal karena cairan hanya bisa dimanfaatkan untuk tanaman, sedangkan great 1 sudah menghasilkan pemurnian yang bisa dimanfaatkan untuk pengawetan berbagai produk.</p>
<p>Untuk rangkaian satu wujud cairan yang dihasilkan berwarna hitam dan hanya dipergunakan untuk pestisida, sedangkan untuk rangkaian yang komplet cairan yang dihasilkan berwarna bening.</p>
<p>Dinda pun merasa cukup senang dengan antusias para pengunjung. Menurut penuturannya tercatat 5 pemerhati alat pengasapan ramah lingkungan ini menyatakan ketertarikannya. Sayang dari kelimanya ada yang tidak melanjutkan negosiasi untuk mendapatkan alat karena persoalan belum bertemunya soal harga.</p>
<p>“Memang tidak murah, untuk satu rangkaian harganya 12 – 15 juta. Sedang untuk rangkaian satu menghasilkan great 3 seharga 10 juta,” katanya.</p>
<p>Meski begitu, kata Dinda, bagaimanpun alat ini menguntungkan karena mampu menaikkan nilai tambah harga jual ikan khususnya ikan lele. Lele akan berharga lebih baik dalam bentuk sudah diasapi dibanding dijual tanpa proses pengasapan.</p>
<p>Diakuinya alat dibuat memang dilatarbelakangi rasa keprihatinan atas melimpahnya produksi ikan lele di dusun Wonosari Desa Banyusari Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang. Di lokasi tersebut tercatat mampu menghasilkan 600 kg lele setiap bulannya.</p>
<p>Untuk itu, ia bersama tim yang terdiri dari Ademas Alam Pangestu, Irvan Gibran (Teknik Kimia), dan Permana Cahya Kekar Adiputra mengkaji kembali soal harga alat. Alat seharga 15 juta saat ini memang untuk kapasitas 30 kg lele untuk proses pengasapan selama 2-4 jam.</p>
<p>“Kami akan kaji kembali harga ini, atau setidaknya kami akan membuat alat dengan kapasitas separonya yakni 15 kg agar harganya terjangkau,” terang Dinda.</p>
<p><em>Penulis : Agung Nugroho</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
