<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pengganti susu &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/pengganti-susu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Dec 2023 05:25:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>pengganti susu &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sering Kembung Setelah Minum Susu? Cari Tahu Penyebabnya!</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/sering-kembung-setelah-minum-susu-cari-tahu-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2023 04:40:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Intoleransi Laktosa]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti susu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61142</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Baru-baru ini penulis menemukan sebuah cuplikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Baru-baru ini penulis menemukan sebuah cuplikan konten di Tiktok. Dalam konten tersebut, seseorang memesan kopi dengan susu, lalu beberapa saat kemudian dia merasakan keinginan buang air besar. Banyaknya orang yang menyukai konten tersebut dan menyatakan bahwa mereka merasakan hal yang sama membuat penulis bertanya-tanya. Mengapa fenomena ini tidak lebih sering diulas secara masif?</p>
<p><strong>Manusia, Gula, dan Ketidakmampuan Mencerna</strong></p>
<p>Untuk dapat beraktivitas, tubuh manusia memerlukan gula dalam bentuk glukosa sebagai bahan bakar. Gula dalam bentuk lain dapat dipakai, tetapi perlu diubah menjadi glukosa. Salah satunya laktosa, yaitu gula yang umumnya ditemukan di susu. Sebagai gabungan dari glukosa dan galaktosa, tubuh perlu mencerna laktosa untuk memisahkan dua bentuk gula ini dan mendapatkan glukosa yang dapat dimanfaatkan. Pencernaan laktosa dilakukan utamanya oleh enzim laktase di usus halus.</p>
<p>Banyak orang tidak mampu mencerna laktosa secara optimal. Angka ini lebih tinggi pada penduduk asli benua Amerika dan benua Asia. Tidak terlepas Indonesia yang diperkirakan dua dari tiga penduduknya mengalami hal tersebut.</p>
<p>Fenomena ini kerap disebut intoleransi laktosa. Hal ini terjadi karena usus halus tidak menghasilkan enzim laktase dalam jumlah yang cukup. Makanan di dalam perut melewati usus halus dengan kadar laktosa yang tinggi sehingga menarik air dari tubuh. Alhasil, tinja yang dikeluarkan tubuh juga akan lebih cair dari biasanya. Selain itu, kadar laktosa yang tinggi juga dapat dikonsumsi bakteri di dalam usus besar sehingga menghasilkan gas berlebih.</p>
<p>Walaupun diturunkan secara genetik, intoleransi laktosa umumnya tidak langsung terjadi sejak saat seseorang dilahirkan. Saat masih menyusu sampai anak-anak, kebanyakan orang masih dapat mencerna laktosa. Penurunan kemampuan mencerna laktosa ini berlangsung perlahan sampai dewasa. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pada sebagian kecil orang, intoleransi laktosa terjadi dari awal kehidupan.</p>
<p><strong>Mengenal Tanda Intoleransi Laktosa</strong></p>
<p>Kondisi ini dapat ditandai rasa mual, kembung, dan/atau begah karena gas di dalam usus yang berlebih. Gas ini akan dikeluarkan tubuh melalui kentut yang lebih sering dan bau. Rasa mual juga diiringi dengan keinginan untuk buang air besar. Kerap hal tersebut membuat orang merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Tanda-tanda intoleransi laktosa bervariasi berdasarkan ringan-beratnya pada individu. Terdapat pula berbagai kondisi lain dengan gejala dan pemicu yang tidak berbeda jauh, seperti alergi atau keracunan. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya dan telah mengganggu aktivitas sehari-hari, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rekomendasi terkait kondisi tersebut..</p>
<p><strong>Alternatif minuman pengganti susu</strong></p>
<p>Segudang manfaat, rasanya yang nikmat, dan kemampuannya dipadupadankan dengan bahan lain membuat susu menjadi kegemaran masyarakat. Selain sebagai sumber energi, susu juga mengandung zat kalsium dan fosfor yang baik untuk tulang. Kelebihan ini membuat susu sulit digantikan dalam konsumsi orang sehari-hari.</p>
<p>Sulit, tetapi tidak mustahil karena di berbagai tempat saat ini telah tersedia berbagai bahan yang dapat Anda gunakan sebagai pengganti susu. Diproduksi dari hasil tumbuhan, susu nabati menjadi pilihan karena tekstur dan rasanya yang serupa dengan susu yang diambil dari hewan. Terdapat berbagai jenis susu nabati yang kian ramai dikonsumsi masyarakat, seperti susu almond, oatmilk, dan susu kedelai. Beberapa pilihan ini dinilai lebih rendah kalori dan lemak serta bisa dicampurkan dengan minuman kesukaan Anda. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang tidak terkandung pada bahan-bahan tersebut, Anda dapat pula mengonsumsi suplemen kalsium yang dapat dibeli di apotek-apotek terdekat.</p>
<p><em>Melvin Ezekiel, Savira Zain Laeli</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
