<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Osteoporosis &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/osteoporosis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Dec 2024 12:54:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1787875280/cropped-depokpos/cropped-depokpos.jpg?_i=AA</url>
	<title>Osteoporosis &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Faktor Terjadinya Pengeroposan Tulang, Umum Dialami Lansia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/12/faktor-terjadinya-pengeroposan-tulang-umum-dialami-lansia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 12:54:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=80709</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Osteoporosis adalah salah satu penyakit yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Osteoporosis adalah salah satu penyakit yang banyak di alami lansia. Osteoporosis atau pengeroposan tulang ini terjadi Ketika kepadatan tulang mengalami penurunan karena usia, sehingga menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Osteoporosis dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat, seperti sering berolhraga dan menjaga asupan makanan.</p>
<p>Orang yang terkena osteoporosis biasanya tidak menyadari gejala yang timbul sampai terjadinya patah tulang. Gejala yang timbul biasanya, nyeri punggung hebat, tinggi badan menurun, atau pembungkukan pada tulang belakang.</p>
<p>Osteopororsis dapat terjadi karena beberapa faktor seperti:</p>
<p>1. Jenis Kelamin<br />
Wanita lebih berisiko terkena osteoporosis terutama yang sudah menopause, biasanya penyakit tersebut mulai berkembang satu atau dua tahun sebelum menopause. Tetapi pria juga memiliki risiko yang tinggi terutama pada lansia diatas 70 tahun.</p>
<p>2. Usia<br />
Osteoporosis merupakan penyaki degenerative, semakin berjalannya waktu masa kepadatan tulang mulai melemah dan risiko meningkat.</p>
<p>3. Genetik<br />
Riwayat keluarga yang mengalami osteoporosis menjadi salah satu risiko terjadinya osteoporosis dan patah tulang.</p>
<p>4. Perubahan Hormon<br />
Rendahnya kadar beberapa hormon dalam tubuh dapat meningkatkan risiko osteopororsis, seperti kurangnya hormon esterogen pada Wanita setelah menopause.</p>
<p>5. Pola makan<br />
Kurang atau bahkan tidak menkonsumsi kalsium dan vitamin D serta pola makan berlebih dan asupan protein yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.</p>
<p>6. Gaya hidup<br />
Rendahnya aktivitas fisik, mengkosumsi alcohol dan merokok dapat meningkatkan risiko osteoporosis.</p>
<p>Rizkya Pratami<br />
Prodi Fisioterapi Universitas Binawan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.sariasih.id/media/library/lg/osteoporosis.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lindungi Tulang dari Osteoporosis</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2018/01/lindungi-tulang-dari-osteoporosis/</link>
					<comments>https://www.depokpos.com/2018/01/lindungi-tulang-dari-osteoporosis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2018 11:31:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Lindungi Tulang dari Osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16509</guid>

					<description><![CDATA[Osteoporosis tidak bisa diremehkan. Osteoporosis dapat dijumpai diseluruh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com/arsip/2018/01/faktor-faktor-penyebab-osteoporosis/bone_spurs_rq2yix/" rel="attachment wp-att-16506"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-16509 wp-image-16506" src="https://res.cloudinary.com/dexapr9a3/image/upload/v1515756254/Bone_Spurs_rq2yix.jpg" alt="" width="767" height="306" data-wp-pid="16506" /></a>Osteoporosis tidak bisa diremehkan. Osteoporosis dapat dijumpai diseluruh dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Osteoporosis merupakan kondisi di mana kualitas tulang menjadi lemah dan rapuh.</p>
<p>Menurut salah satu dokter spesialis ortopedi di RSUD ULIN Banjarmasin, dr Essy Dwi Damayanthi mengatakan, “osteoporosis itu adalah suatu keadaan dimana kondisi kepadatan tulang menurun,” ia melanjutkan,” osteoporosis umunya terjadi pada lansia dan jarang terjadi pada usia muda.”</p>
<p>Hal itu menjelaskan bahwa para penderitanya juga tidak lagi hanya lanjut usia, namun juga anak muda atau remaja. Osteoporosis pada anak biasanya juga disebut osteoporosis pada remaja. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kondisi medis, seperti penggunaan obat obatan yang membuat tulang keropos atau faktor gaya hidup seperti pola makan yang buruk dan kurangnya berolahraga.</p>
<p>Masyarakat Eropa dan Asia memiliki densitas tulang yang rendah sehingga rentan terhadap osteoporosis. Osteoporosis ini paling sering terjadi pada pergelangan tangan, tulang belakang dan tulang pinggul tetapi tidak menutup kemungkikan terjadi pada bagian tulang yang lain.</p>
<p>Penyebab terjadinya osteoporosis yaitu gangguan pada metabolisme tulang. Pada keadaan normal sel pembangun dan sel pembongkar pada tulang bekerja terus menerus, saling mengisi, seimbang sehingga tulang menjadi utuh. Apabila kerja sel pembangun dan sel pembongkar tidak seimbang, maka kondisi tulang menurun dan mengalami pengeroposan. Selain itu rendahnya kesadaran masyarakat akan osteoporosi merupakan faktor lain yang menyebabkan keadaan semakin parah.</p>
<p>Menurut dr Essy Apabila kita terkena osteoporosis maka akan menimbulkan kepatahan dan kerapuhan pada tulang. Gejala osteoporosis sering tidak dihiraukan oleh masyarakat karena tidak adanya gejala yang spesifik. “osteoporosis adalah silent disease atau penyakit tidak bergejala,” ujar dr Essy.</p>
<p>Namun ada beberapa hal yang dapat di sebut sebagai gejala umum osteoporosis yaitu seperti patah tulang, tulang punggung yang semakin membungkuk, menurunnya tinggi badan, dan nyeri punggung.Pada masa kanak kanak tulang akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Pertumbuhan tulang tersebut harus di tunjang dengan gaya hidup, pola makan dan aktifitas yang baik. Mencegah osteoporosis perlu dilakukan sedini mungkin untuk menghasilkan massa tulang yang maksimal bahkan sejak dalam kandungan, bayi, anak anak, dan remaja.</p>
<p>Seperti yang dikatakan dr Essy Dwi Damayanthi, dokter spesialis orthopedi di RSUD ULIN, Banjarmasin, “biasanya di usia 45 tahun sudah ada gejala osteoporosis,” ia melanjutkan, ” Pertumbuhan tulang akan berhenti pada usia 16-17 tahun bagi laki laki dan lebih cepat pada perempuan, pada usia 40 tahun lebih, kepadatan tulang mulai berkurang.”</p>
<p>Semakin seseorang bertambah usia, maka kondisi tulang dan otot pun menurun dan akan mengalami kerapuhan. Pada umumnya usia yang sering terkena osteoporosis ialah usia lanjut usia tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa usia muda pun juga dapat terkena osteoporosis. Departemen kesehatan RI memperkirakan pada tahun 2050 hampir 38% masyarakat Indonesia akan terkena osteoporosis.</p>
<p>Salah satu faktor penyebabnya ialah meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia. Tetapi saat ini hal tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang osteoporosis. Ini terlihat dari rendahnya masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi kalsium hanya 254 mg per hari (2002). Menurut pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan departemen kesehatan RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1142/2008.</p>
<p>Diperkirakan 2 dari 5 orang Indonesia beresiko mengalami penyakit osteoporosis. Pencegahan osteoporosis sedini mungkin merupakan hal penting yang perlu di lakukan oleh seluruh masyarakat. “Upaya preventif yang penting untuk dilakukan guna mencegah osteoporosis saat ini yaitu dengan menerapkan pola hidup yang sehat.” Kata dr Essy, dalam keterangannya, Selasa (02/01/2018).</p>
<p>Oleh: Muhammad Ridwan</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.depokpos.com/2018/01/lindungi-tulang-dari-osteoporosis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Faktor Faktor Penyebab Osteoporosis</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2018/01/faktor-faktor-penyebab-osteoporosis/</link>
					<comments>https://www.depokpos.com/2018/01/faktor-faktor-penyebab-osteoporosis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2018 11:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor Faktor Penyebab Osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Osteoporosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16504</guid>

					<description><![CDATA[Osteoporosis semata mata tidak terjadi tanpa adanya sebab,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_16506" aria-describedby="caption-attachment-16506" style="width: 767px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-post-16504 wp-image-16506" src="https://res.cloudinary.com/dexapr9a3/image/upload/v1515756254/Bone_Spurs_rq2yix.jpg" alt="" width="767" height="306" /><figcaption id="caption-attachment-16506" class="wp-caption-text">(Image: luminhealth.com)</figcaption></figure>
<p><strong>Osteoporosis</strong> semata mata tidak terjadi tanpa adanya sebab, berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit osteoporosis pada tulang:</p>
<h2>Faktor yang dapat diubah</h2>
<p><strong>Kurangnya aktivitas fisik</strong></p>
<p>Minimnya pergerakan tubuh akan menghambat proses osteoblasnya (proses pembentukan massa tulang). Selain itu kepadatan masa tulang berkurang . Apabila pergerkana tubuh sering terjadi maka otot akan memacu tulang untuk membentuk masa. Orang Indonesia menganggap bergerak (move) sebagai salah satu kesibukan mereka sehari hari. Padahal dalam ilmu kesehatan, seseorang dapat dikatakan bergerak secara aktif pada saat ia berolahraga secara rutin selama kurang lebih 30 menit perhari. Seseorang yang memiliki gaya hidup sibuk bukan berarti bergerak secara aktif karena dalam gaya hidup sibuk tersebut banyak dihabiskan untuk duduk statis. Pasalnya orang yang aktif dapat mempertahankan kalsium agar tetap tersimpan di dalam tulang. Sementara itu, orang yang tidak aktif sangat gampang untuk kehilangan kalsium.</p>
<p><strong>Asupan kalsium yang rendah</strong></p>
<p>Apabila kalsium dalam tubuh kurang maka akan menimbulkan hormon yang akan mengambil kalsium yang dimiliki oleh bagian tubuh lain seperti tulang.</p>
<p>Menurut kementrian kesehatan Indonesia pada tahun 2015 menyatakan bahwa kebutuhan akan kalsium sebanyak 210 mg/hari untuk usia 0-6 bulan, 270 mg/hari untuk usia 7-12 bulan, 500 mg/hari yntuk usia 1-3 tahun, 800 mg/hari untuk usia 4-8 tahun, 1000 mg/hari untuk usia 19-50 tahun, 1200 mg/hari untuk usia lebih dari 50 tahun.</p>
<p><strong>Kurangnya protein</strong></p>
<p>Makanan yang banyak mengandung protein untuk kesehatan tulang antara lain yogurt, susu, keju, Ikan laut, telur, sayuran hijau dan biji bijian seperti gandum dan sereal.</p>
<p><strong>Konsumsi makanan yang terlalu manis</strong></p>
<p>Gula yang berlebihan dapat mencegah penyerapan kalsium dan fosfor, serta mineral penting dalam memfasilitasi penyerapan kalsium.</p>
<p><strong>Kurangnya vitamin D</strong></p>
<p>Mencukupi asupan vitamin D dapat diperoleh melaluin paparan sinar matahari pagi dan sore.</p>
<p><strong>Konsumsi minuman mengandung akohol dan kafein</strong></p>
<p>Kopi dan alkohol dapat menimbulkan pengeroposan pada tulang karena alkohol dan kafein menghambat proses pembentukan massa tulang. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi maka semakin banyak pula kalsium yang terbuang melalui air seni. Tetapi, dampak negatif tersebut akan semakin berkurang bila pola makan anda kaya akan kalsium.</p>
<p><strong>Kebiasaan Merokok</strong></p>
<p>Rokok dapat menyebabkan tulang keropos karena mengandung radikal bebas, nikotin, dan zat berbahaya lainnya. Radikal bebas itu sendiri menyebabkan kerusakan sel dan gangguan hormon, yang berdampak pada gangguan pembentukan tulang. Sedangkan nikotin menyebabkan kerusakan pada sel yang bertugas membentuk sel tulang (osteoblas). Kondisi osteoporosis akan semakin parah, karena rokok juga terbukti dapat meningkatkan kadar hormon kortisol di dalam tubuh, sehingga proses penghancuran tulang akan berlangsung lebih cepat.</p>
<p><strong>Beberapa jenis obat</strong></p>
<p>Obat kortikosteroid yang dikonsumsi sebagai anti peradangan pada penyakit asma dan alergi dapat menyebabkan osteoporosis. Apabila dikonsumsi berlebihan maka menyebabkan massa tulang menurun. Selain kortikosteroid, obat heparin dan antikejang juga dapat menyebabkan osteoporosis.</p>
<h2>Faktor yang tidak dapat diubah</h2>
<p><strong>Riwayat keluarga</strong></p>
<p>Dimana kesehatan tulang tergantung dari gen yang diturunkan dari orang tua. Apabila salah satu orang tua mengalami patah tulang panggul, besar kemungkinan osteoporosis dapat terjadi pada keturunannya.</p>
<p><strong>Jenis kelamin perempuan</strong></p>
<p>Osteoporosis sering terjadi pada perempuan. dr Essy mengatakan, “ dari data epidemologi Hal yang menyebabkan wanita rentan terkena osteoporosis disebabkan oleh hormonal.” Menurunnya hormon esterogen yang mulai turun kadarnya sejak usia 35 tahun, menopause, dan hamil. Pertumbuhan tulang pada wanita mencapai titik tertingginya pada usia 18 tahun. Setelah usia tersebut , tulang wanita sebenarnya masih melakukan perkembangan, tetapi dalam jumlah yang relatif lebih rendah dari sebelumnya</p>
<p><strong>Usia</strong></p>
<p>Hilangnya kepadatan tulang akan meningkat pada saat usia 75 tahun, setengah dari populasi manusia akan mengalami osteoporosis. Semakin bertambah usia, tulang akan semakin bertambah rapuh. Hal tersebut akan meningkatkan resiko terjadinya fraktur. Kementrian kesehatan Indonesia menyatakan bahwa pada usia 75-85 tahun, wanita memiliki resiko 2 kali lipat dibandingkan dengan pria dan mengalami kehilangan trabekular karena proses penuaan sehingga penyerapan kalsium menururn dan hormon paratiroid meningkat.</p>
<p><strong>Ras Asia dan Kaukasia</strong></p>
<p>Secara umum wanita asia masih rendah dalam mengkonsumsi kalsium. Karena 90 % intoleransi dan menghindari produk dari hewan seperti susu.</p>
<p><strong>Menopause</strong></p>
<p><strong>Ukuran badan</strong></p>
<p>Semakin besarnya ukuran badan seseorang maka akan mengakibatkan beban yang harus ditompang oleh tulang semakin berat sehingga memicu patahnya tulang.</p>
<p><em>Oleh: Muhammad Ridwan</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.depokpos.com/2018/01/faktor-faktor-penyebab-osteoporosis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
