<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mudik &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/mudik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 08:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Bocoran KPK: Ada Pejabat Pakai Mobil Dinas untuk Mudik</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/bocoran-kpk-ada-pejabat-pakai-mobil-dinas-untuk-mudik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 08:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pejabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98468</guid>

					<description><![CDATA[KPK pun meminta setiap instansi melakukan evaluasi terkait penyalahgunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/usai-cuti-lebaran-yaqut-kembali-jadi-tahanan-rutan-kpk/">KPK</a> mendapat informasi masih adanya pejabat menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi saat momen Hari Raya <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/idulfitri-usai-silaturahim-ikut-selesai/">Idul Fitri</a> 1447 H. KPK pun meminta setiap instansi melakukan evaluasi terkait penyalahgunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>&#8220;KPK menerima informasi masih adanya penyalahgunaan kendaraan dinas di sejumlah instansi untuk kepentingan pribadi dan di luar kedinasan. Untuk itu kami mengimbau agar kepala daerah dan inspektorat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyalahgunaan kendaraan dinas di lingkungannya,&#8221; kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p>Budi menyebut evaluasi penting untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan <a href="https://www.depokpos.com/2026/01/ade-firmansyah-pejabat-negara-harus-jadi-tauladan-menjaga-keakuratan-informasi/">fasilitas negara</a> untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam aktivitas mudik Lebaran. Evaluasi ini juga menjadi bagian dalam menjaga akuntabilitas dan integritas penyelenggara negara.</p>
<p>&#8220;Evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan integritas Penyelenggara Negara (PN) maupun Aparatur Sipil Negara (<a href="https://www.depokpos.com/2025/04/asn-mudik-pakai-mobil-dinas-bakal-kena-sanksi-meski-dapat-izin-supian-suri/">ASN</a>),&#8221; ucapnya.</p>
<p>Budi mengatakan kendaraan dinas, baik yang disewa maupun berstatus barang milik negara atau daerah, merupakan fasilitas jabatan. Penggunaannya pun diatur hanya untuk kepentingan operasional kantor atau kedinasan.</p>
<p>Menurut Budi, penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi merupakan penyimpangan dan berpotensi menjadi pintu masuk terjadinya praktik korupsi. Dia menyebut risiko korupsi tidak hanya muncul dari penyalahgunaan kewenangan atau jabatan, tetapi juga lahir dari penyalahgunaan fasilitas negara.</p>
<p>&#8220;Praktik yang kerap dianggap sederhana, seperti penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, sejatinya mencerminkan benturan kepentingan dan dapat berdampak pada kerugian keuangan negara serta menurunkan kepercayaan publik,&#8221; ujar Budi.</p>
<p>Untuk itu, KPK mendorong peran aktif inspektorat daerah dalam melakukan pengawasan dan audit internal, termasuk penelusuran penggunaan kendaraan dinas selama periode libur Lebaran. Penguatan fungsi pengawasan menjadi kunci dalam memastikan kepatuhan serta mencegah potensi pelanggaran berulang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Mudik Tak Lagi Aman, Tragedi Tahunan yang Terus Berulang</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/saat-mudik-tak-lagi-aman-tragedi-tahunan-yang-terus-berulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 06:54:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98460</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Siti Aisyah S.Sos, Koordinator Kepenulisan Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Siti Aisyah S.Sos, Koordinator Kepenulisan Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok</strong></em></p>
<p>Di Hari Raya Idulfitri, tentunya momen mudik merupakan hari yang dinanti-nanti saat rindu terobati dan keluarga kembali berkumpul dalam kehangatan. Namun, yang seharusnya menjadi perjalanan penuh rindu dan kebahagiaan justru berubah menjadi kisah pilu. Jalanan yang padat merayap, kemacetan panjang yang sangat melelahkan, hingga kecelakaan tragis yang merenggut nyawa. Sungguh memilukan.</p>
<p>Memang, fenomena kecelakaan dan kemacetan saat mudik bukan hal baru. Setiap tahun, berita serupa selalu menghiasi media. Pada arus mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, angka korban jiwa justru menurun sebesar 13,50%. Sementara itu, jumlah korban luka berat naik 9,42% dan luka ringan meningkat 19,63%. Sebanyak 22 kecelakaan terjadi di ruas tol, dengan kasus terbanyak di wilayah Subang, Jawa Barat. Kecelakaan juga tercatat di Bogor (Tol Jagorawi), Cimahi, dan Batang (kumparannews, 19/3/2028).</p>
<p>Bahkan, arus balik Lebaran 2026 diprediksi mengalami kepadatan tinggi, terutama pada 22-24 Maret dan akhir Maret. Titik rawan macet tersebar di ruas tol utama seperti Jakarta-Cikampek, gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama), Tol Semarang-Solo hingga Batang, Tol Jagorawi (Arah Jakarta). Kemacetan diprediksi terjadi di ruas KM 21 hingga KM 8, terutama saat sistem contraflow diberlakukan untuk mengurai kepadatan. Bahkan, jalur arteri dan non-tol juga berisiko. Beberapa titik yang perlu diwaspadai antara lain, jalur Pantura (Pantai Utara Jawa), Nagreg-Garut dan Malangbong (Jawa Barat) dan jalan utama di wilayah Bekasi dan akses masuk Jakarta yang menjadi titik temu kendaraan dari berbagai arah (id.medanaktual.com, 27/3/2026).</p>
<p>Masalah klasik mudik di hari Lebaran terus berulang setiap tahun tanpa perubahan signifikan, khususnya di tahun 2026, berakar pada lonjakan volume kendaraan yang ekstrem dalam waktu bersamaan. Diperparah dengan keterbatasan infrastruktur dan perilaku pengguna jalan yang menambah semakin kompleks masalahnya. Jika dilihat, semuanya seperti rutinitas tahunan yang tak pernah benar-benar terselesaikan. Sampai kapan kondisi ini dibiarkan berulang dan banyak korban melayang? Entahlah.</p>
<p>Dari data dan fakta ini menunjukkan persoalan mudik bukan sekadar insiden insidental, tetapi masalah sistemik yang belum terselesaikan. Bahkan, solusi yang diambil selama ini cenderung bersifat teknis dan sementara, seperti rekayasa lalu lintas, sistem satu arah (one way), atau pembatasan kendaraan. Nyatanya, langkah-langkah tersebut tidak menyentuh akar persoalan.</p>
<p>Masalah itu terjadi karena minimnya transportasi massal yang nyaman, aman, dan terjangkau membuat masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi. Akibatnya, jumlah kendaraan meningkat drastis dan melampaui kapasitas jalan. Ditambah, kondisi infrastruktur belum merata dan masih banyak jalan rusak turut memperbesar risiko kecelakaan. Jalan yang sempit, berlubang, atau kurang penerangan menjadi faktor pemicu kecelakaan fatal.</p>
<p>Itulah yang terjadi dalam sistem kapitalis yang diterapkan di negeri ini. Dalam sistem kapitalis, negara cenderung berperan sebagai regulator, bukan pengurus penuh (raa’in) bagi rakyat. Akibatnya, pelayanan publik seperti transportasi sering kali tidak menjadi prioritas utama, melainkan diserahkan pada mekanisme pasar yang berorientasi keuntungan. Sehingga keselamatan masyarakat tidak diperhatikan lagi, yang penting para pebisnis, para kapitalis mendapatkan cuan yang banyak.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan sistem Islam? Tentunya berbeda dengan sistem kapitalis. Islam memandang negara sebagai raa’in (pengurus rakyat) yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Setiap kalian adalah ra&#8217;in (pemimpin/penggembala) dan setiap kalian bertanggung jawab atas ra’iyyah-nya (rakyatnya/yang dipimpinnya)”.</p>
<p>Oleh karena itu, negara dalam sistem Islam (Khilafah) akan memastikan penyediaan transportasi massal yang aman, nyaman, dan murah dalam jumlah yang memadai. Dengan demikian, ketergantungan pada kendaraan pribadi dapat ditekan secara signifikan.</p>
<p>Negara juga akan membangun dan merawat infrastruktur jalan secara optimal. Jalan tidak hanya dibangun, tetapi juga dijaga kualitasnya agar aman digunakan oleh seluruh rakyat. Bahkan, kebijakan transportasi akan dirancang berdasarkan kebutuhan rakyat, bukan kepentingan bisnis. Dengan orientasi pelayanan, negara akan mengutamakan keselamatan jiwa sebagai hal yang utama.</p>
<p>Seperti halnya dalam masa khilafah, pembangunan jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga bagian dari tanggung jawab negara dalam mengurus kebutuhan publik (ri’ayah syu’un al-ummah). Pasalnya, jalan sebagai fasilitas umum yang wajib disediakan negara untuk kemaslahatan rakyat. Negara bertanggung jawab membangun, memperbaiki, dan menjaga jalan. Tidak boleh diprivatisasi atau diserahkan kepada individu/korporasi untuk keuntungan pribadi.</p>
<p>Oleh karena itu, pembangunan jalan akan dilakukan secara serius dan terencana. Seperti pada masa Khalifah Umar bin Khattab, beliau dikenal sangat peduli terhadap akses jalan. Umar pernah berkata (makna): “Seandainya seekor keledai tergelincir di Irak, aku khawatir Allah akan menanyakannya kepadaku…” Jalan pun diperbaiki agar aman bagi manusia dan hewan.</p>
<p>Pada masa Khalifah Harun al-Rashid, dibangun jalan dari Baghdad ke Makkah untuk jamaah haji, dilengkapi dengan sumur, tempat istirahat, dan penunjuk arah. Bahkan, jalan tidak dibiarkan kosong, namun dilengkapi sumur air di jalur-jalur panjang (terutama gurun), caravanserai (penginapan musafir), pos keamanan serta penunjuk arah (milestone). Intinya negara menjamin keamanan dan keselamatan rakyatnya sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan atau kemacetan yang sering terjadi di negara yang menerapkan sistem kapitalis buatan manusia.</p>
<p>Untuk menjalankan semua itu tentunya membutuhkan biaya yang sangat banyak. Di negara yang menerapkan sistem Islam (khilafah) masalah biaya tidak perlu khawatir karena akan mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk dana baitul mal sebagai instrumen keuangan negara yang digunakan untuk kepentingan umat.</p>
<p>Baitul mal pun memiliki tiga pos pemasukan utama, pos fa’i dan kharaj (meliputi ghanimah, anfal, jizyah, dan lainnya); pos kepemilikan umum (seperti minyak dan gas, listrik, tambang, laut, sungai, hutan, dan lainnya); dan pos shadaqah (meliputi shadaqah wajib seperti zakat harta dan zakat perdagangan dan lainnya). Apabila dana baitul mal tidak mencukupi, negara diperbolehkan menarik kewajiban temporer (dharibah) dari kaum Muslim yang mampu demi menyelamatkan rakyat.</p>
<p>Pembangunan infrastruktur tentunya akan dibiayai dari baitul mal, khususnya dari, Pos fa’i dan kharaj serta kepemilikan umum. Rakyat pun tidak dibebani pajak khusus untuk jalan (kecuali kondisi darurat), karena infrastruktur adalah hak rakyat, bukan komoditas bisnis.[]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik 29 Maret</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/jasa-marga-prediksi-puncak-arus-balik-29-maret/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 22:52:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Marga]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98385</guid>

					<description><![CDATA[Untuk mengurangi penumpukan kendaraan pada hari puncak, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan potongan tarif tol sebesar 30 persen]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan puncak <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/arus-balik-lebaran-tol-trans-jawa-mulai-berlakukan-satu-arah/">arus balik</a> Lebaran 2026 akan terjadi pada Minggu (29/3) dengan jumlah kendaraan yang melintas diprediksi mencapai sekitar 250 ribu unit.</p>
<p>Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menyampaikan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada pemantauan <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/investasi-untuk-gen-z-tren-atau-kesadaran-finansial/">tren</a> pergerakan kendaraan selama periode arus balik yang terus berlangsung.</p>
<p>&#8220;Prediksi sementara sesuai dengan tren saat ini ya sekitar 250.000-an lah di tanggal 29 yang akan datang,&#8221; kata Rivan usai peninjauan arus balik di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Bekasi, Rabu.</p>
<p>Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat muncul perkiraan lonjakan kendaraan hingga 285 ribu unit. Namun, sebaran arus kendaraan kini dinilai lebih merata setelah pemerintah mencatat puncak harian arus balik sebesar 256.338 kendaraan pada Selasa (24/3).</p>
<p>Untuk mengurangi penumpukan kendaraan pada hari puncak, <a href="https://www.depokpos.com/2026/01/oposisi-formalitas-mengapa-sema-uin-jakarta-sulit-menjadi-pemerintah-sungguhan/">pemerintah</a> mendorong masyarakat memanfaatkan potongan tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026.</p>
<p>&#8220;Kenapa dari awal juga diskon tarif tol ditempatkan di tanggal 26 dan 27? Karena itu adalah untuk mengurai atau mendistribusikan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rivan juga menjelaskan bahwa kepadatan arus balik umumnya terjadi pada rentang siang hingga malam hari. Oleh karena itu, pemudik diminta mengatur waktu perjalanan dengan baik agar terhindar dari kemacetan.</p>
<p>&#8220;Pilih waktu yang tepat, pilih kondisi yang tepat, dan kemudian dengarkan informasi yang disampaikan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dalam pengelolaan lalu lintas, Jasa Marga memanfaatkan teknologi pemantauan seperti traffic counting serta indikator volume to capacity ratio (V/C ratio). Data tersebut digunakan sebagai dasar dalam penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow secara fleksibel.</p>
<p>Selain itu, Jasa Marga juga terus mengintensifkan penyampaian informasi kepada masyarakat agar pengguna jalan dapat mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari kondisi kendaraan hingga kesiapan fisik pengemudi.</p>
<p>&#8220;Yang penting selain kesiapan kendaraan dan pengemudi, kesiapan terhadap memilih waktu berangkat atau melakukan perjalanan itu juga penting,&#8221; ucap Rivan.</p>
<p>Sebagai bagian dari evaluasi, perusahaan turut melakukan peninjauan terhadap fasilitas pendukung seperti rest area guna memastikan layanan tetap optimal selama periode arus balik Lebaran berlangsung.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mudik Lebih Aman dan Nyaman, Wamenaker: Pekerja/Buruh Layak Dapat Apresiasi Nyata</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/mudik-lebih-aman-dan-nyaman-wamenaker-pekerja-buruh-layak-dapat-apresiasi-nyata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 06:04:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98218</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS, JAKARTA &#8211; Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a>, <strong>JAKARTA</strong> &#8211; Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, melepas keberangkatan mudik gratis bagi 295 pekerja/buruh beserta keluarga mereka di halaman Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Minggu (15/3/2026).</p>
<p>Program yang diselenggarakan oleh Paguyuban Jambi, Ikatan Keluarga Minang (IKM), dan berbagai perusahaan ini dihadirkan sebagai bentuk penghargaan nyata kepada pekerja, sekaligus membantu mereka pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan selamat.</p>
<p>Afriansyah Noor menegaskan, penyelenggaraan mudik gratis bukan sekadar fasilitas perjalanan, tetapi wujud perhatian at as dedikasi dan kerja keras para pekerja/buruh yang selama ini berkontribusi bagi perusahaan.</p>
<p>“Penyelenggaraan mudik gratis bagi pekerja/buruh ini adalah bentuk penghargaan perusahaan terhadap pekerja. Ini adalah komitmen bersama dalam memberikan apresiasi kepada pekerja yang telah berkontribusi bagi perusahaan,” ujar Afriansyah.</p>
<p>Menurutnya, perhatian seperti ini penting karena kesejahteraan pekerja tidak hanya berbicara soal pekerjaan di tempat kerja, tetapi juga menyangkut rasa aman, kenyamanan, dan ketenangan saat mereka kembali berkumpul dengan keluarga pada momentum hari raya. Oleh karena itu, Wamenaker menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja. Ia menilai, kerja sama yang sehat dan saling menghargai akan memberi manfaat yang dapat dirasakan bersama, baik oleh pekerja maupun perusahaan.</p>
<p>“Pekerja dan pengusaha wajib bekerja sama serta saling membantu dalam meningkatkan kesejahteraan sehingga dapat dinik mati bersama secara proporsional sesuai dengan kontribusi dan prestasi kerja,” kata Afriansyah.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tujuh armada bus diberangkatkan untuk mengangkut 295 pekerja bersama keluarga mereka menuju Jambi dan Padang. Keberangkatan ini menjadi bukti bahwa dukungan konkret kepada pekerja dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang memberi manfaat langsung bagi kehidupan mereka.</p>
<p>Wamenaker berharap, melalui fasilitas mudik gratis ini, para pekerja/buruh dan keluarganya dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman dan nyaman, sehingga dapat merayakan hari raya serta bersilaturahmi dengan keluarga tercinta dengan penuh ketenangan.</p>
<p>“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan melepas keberangkatan Mudik bagi Pekerja/Buruh Tahun 2026 secara resmi. Doa kami menyertai Bapak dan Ibu sekalian, semoga selamat sampai tujuan dan dapat bersilaturahmi dengan keluarga tercinta,” ujar Wamenaker.</p>
<p>Afriansyah menambahkan, mudik bagi pekerja/ buruh tahun 2026 ini juga menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta di tengah tantangan ekonomi yang ada. Ia mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian sosial dan menjadikan kesejahteraan pekerja sebagai perhatian bersama.</p>
<p>“Kemnaker sangat menghargai peran serta perusahaan yang telah bersinergi dengan Pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk mudik bagi pekerja ini. Hal ini merupakan perwujudan bentuk kepedulian sosial terhadap seluruh pemangku kepentingan, terutama pekerja/buruh dan keluarganya,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/ribuan-pemudik-bersiap-berangkat-mudik-bareng-pertamina-dorong-perjalanan-aman-dan-hemat-bbm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 13:37:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98177</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; PT Pertamina (Persero) segera memberangkatkan peserta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; PT Pertamina (Persero) segera memberangkatkan peserta program Mudik Bareng Pertamina 2026 ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa pada 15 Maret 2026 di Jakarta.</p>
<p>Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H sekaligus mendorong perjalanan yang lebih aman, efisien, dan hemat BBM.</p>
<p>Melalui program mudik gratis ini, ribuan pemudik akan diberangkatkan secara bersama-sama menggunakan moda transportasi bus menuju 23 kota tujuan.</p>
<p>Selain memberikan kenyamanan dan keamanan perjalanan, program ini juga diharapkan mampu membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik secara lebih hemat.</p>
<p>Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan bahwa Mudik Bareng Pertamina tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keamanan masyarakat saat kembali ke kampung halaman, dibandingkan menggunakan kendaraan roda dua dengan muatan berlebih, serta mendukung efisiensi penggunaan energi.</p>
<p>“Dengan mudik secara bersama-sama menggunakan transportasi massal, perjalanan menjadi lebih efisien, aman, nyaman, sekaligus membantu menghemat penggunaan BBM,” ujar Baron.</p>
<p>Kegiatan ini juga bagian dari mendukung arahan Pemerintah untuk hemat BBM dalam menghadapi situasi dinamika energi global. “Perjalanan mudik dengan kendaraan bersama dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan, sehingga berkontribusi pada penghematan konsumsi bahan bakar serta membantu mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode mudik Lebaran,” terang Baron lagi.</p>
<p>Selain menyediakan fasilitas transportasi yang aman dan nyaman, Pertamina juga memastikan seluruh rangkaian program Mudik Bareng Pertamina berjalan dengan tertib dan terorganisir. Para peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung agar perjalanan menuju kampung halaman dapat berlangsung lancar.</p>
<p>Program Mudik Bareng Pertamina menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi kebaikan bagi masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan dan Idulfitri. Melalui inisiatif ini, Pertamina berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan efisien.</p>
<p>Pertamina juga terus memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman selama periode Ramadan dan Idulfitri melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026 yang bertugas menjaga keandalan pasokan serta pelayanan energi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.</p>
<p>Keberangkatan mudik dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret 2026 dari Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan tujuan berbagai kota seperti Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Purwokerto, Banyumas, Kebumen, Wonosobo, Purworejo, Brebes, Tegal Pemalang, Cilacap, Pekalongan, Kendal, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Wonogiri, Surabaya, Malang, Ngawi, Madiun, dan Banyuwangi.</p>
<p>“Kami memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Seluruh armada telah melalui pemeriksaan kelayakan operasional agar perjalanan peserta berlangsung aman dan lancar,” tambah Baron.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Kecelakaan saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/cegah-kecelakaan-saat-mudik-kemnaker-periksa-kesehatan-dan-kelelahan-pengemudi-di-6-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 12:46:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kemnaker]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98139</guid>

					<description><![CDATA[Kemnaker bergerak untuk membantu menjamin keselamatan masyarakat selama mudik Lebaran 2026]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>Jakarta</strong></a> — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bergerak untuk membantu menjamin keselamatan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 dengan menurunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memeriksa kondisi kesehatan fisik dan risiko kelelahan para pengemudi bus serta mobil travel di enam titik pemantauan mudik utama. Adapun enam titik lokasi pemeriksaan berada di terminal dan pool bus, travel, serta perusahaan yang menyelenggarakan mudik bersama di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.</p>
<p>Langkah ini dilakukan karena keselamatan pemudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan dan kelancaran jalur, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan kewaspadaan pengemudi. Dalam perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang, kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Dirjen Binwasnaker &amp; K3), Ismail Pakaya, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum dan selama bertugas mengantarkan penumpang.</p>
<p>“Penilaian ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima. Hal ini penting karena faktor pengemudi atau manusia (human error) akibat kelelahan perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujar Ismail Pakaya dalam Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (13/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, Tim Penguji K3 melakukan penilaian langsung kepada pengemudi, mulai dari identifikasi pola kerja dan waktu istirahat, pemeriks aan kesehatan fisik dasar, hingga evaluasi berbagai faktor yang berpotensi memicu kelelahan selama perjalanan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan dini untuk menekan risiko di jalan.</p>
<p>Selain pemeriksaan fisik, Kemnaker juga memberikan edukasi kepada pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya manajemen kelelahan kerja. Edukasi ini menekankan bahwa tubuh manusia memiliki batas kemampuan fisiologis dalam mempertahankan kewaspadaan, terutama saat berkendara dalam waktu lama dan di tengah kepadatan arus mudik.</p>
<p>“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan K3 di sektor transportasi darat, dengan menekankan pentingnya pengendalian faktor manusia dalam sistem keselamatan transportasi,” kata Ismail.</p>
<p>Menurutnya, upaya ini bukan semata pemeriksaan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat. Sebab, pengemudi yang sehat dan tidak kelelahan akan sangat menentukan kesela matan penumpang hingga tiba di tujuan.</p>
<p>Ismail menambahkan, langkah proaktif tersebut merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kemnaker, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah. “Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran para pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya pengelolaan kelelahan kerja dalam mendukung perjalanan mudik yang aman, selamat, dan nyaman,” kata Ismail.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumat Malam, Jalur Nagreg Dipadati Arus Balik Pemudik</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/04/jumat-malam-jalur-nagreg-dipadati-arus-balik-pemudik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2025 00:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85170</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung, Jawa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung, Jawa Barat menyampaikan bahwa sudah mulai terjadi kepadatan arus balik kendaraan di Jalur Nagreg yang mengarah menuju Bandung mulai H+3 Lebaran atau Jumat (4/4).</p>
<p>Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono mengatakan saat ini masyarakat yang melaksanakan arus balik sudah mulai terlihat. Para pengendara tersebut mengarah dari timur menuju Bandung hingga Jakarta.</p>
<p>&#8220;Sampai hari ini, kita melihat arus dari Bandung ke arah Limbangan Garut ini ramai lancar dan sebaliknya,&#8221; kata Aldi di Kabupaten Bandung, Jumat.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung hingga pukul 18.00 WIB tercatat volume kendaraan yang menuju Bandung melalui Jalur Nagreg mencapai 47.721 unit kendaraan.</p>
<p>Aldi menjelaskan polisi sempat memberlakukan cara bertindak (CB) untuk mengurai kepadatan. Salah satunya adalah dengan skema one way sepenggal.</p>
<p>&#8220;Iya jadi karena terjadi kepadatan arus, kami lakukan CB one way sepenggal mengarah ke Bandung tiga kali, kemudian dari Bandung ke Leles ini satu kali,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengaku arus lalu lintas yang mengarah ke jalur Limbangan, Kabupaten Bandung kondisinya ramai lancar. Namun polisi terus berjaga dan melakukan penguraian arus jika mengalami kepadatan.</p>
<p>Aldi memprediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan saat ini. Dirinya berharap para pemudik yang telah menyelesaikan tujuannya untuk segera kembali ke kotanya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Kami memprediksi ini di hari Jumat sampai dengan Minggu. Mudah-mudahan saya berharap masyarakat sudah bisa mencicil pulang. Apabila sudah selesai mudiknya, liburannya, silahkan dicicil kembali ke tempat awal berangkat,” kata dia.</p>
<p>Ia mengimbau para pemudik yang melintas Nagreg untuk tetap berhati-hati. Pasalnya saat ini kondisi cuaca dalam keadaan hujan dengan intensitas ringan.</p>
<p>&#8220;Saya imbau kepada masyarakat karena kondisinya hujan, jadi silahkan berhati-hati dalam berkendara. Apabila lelah dan letih bisa beristirahat di pos-pos pengamanan dan pelayanan yang sudah kami siapkan yang tersebar disepanjang jalan,&#8221; kata Aldi. []</p>
<p>Sumber: Antaranews</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari Macet, 3 Mobil Malah Masuk Sawah Ikuti Google Maps</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/04/hindari-macet-3-mobil-malah-masuk-sawah-ikuti-google-maps/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 04:25:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Macet]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85140</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Viral 3 mobil masuk sawah gegara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Viral 3 mobil masuk sawah gegara ikuti Google Maps ketika mudik. 3 Mobil ini awalnya berniat cari jalan pintas demi hindari macet saat mudik malah justru berakhir sial.</p>
<p>Kejadian tersebut terjadi di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) Kabupaten Semarang.</p>
<p>Alih-alih menemukan jalan alternatif,  mereka malah diarahkan masuk ke tengah sawah.</p>
<p>Beruntung, ketiga mobil tersebut tidak tersesat semakin jauh. Pasalnya anggota Polsek Ambarawa Polres Semarang yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberi pertolongan.</p>
<p>Alhasil ketiga mobil tersebut diminta untuk mundur dan kembali ke jalan utama.</p>
<p>Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti mengatakan, pada Rabu (2/4/2025), arus lalu lintas di JLA terhitung padat karena banyak kendaraan yang melintas.&#8217;</p>
<p>&#8220;Itu kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB, saat kendaraan dari kedua arah ramai,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kemudian, mobil berwarna hitam masuk ke jalan yang ada di tengah persawahan di pinggiran JLA. Mobil hitam tersebut ternyata diikuti dua mobil lain berwarna putih.</p>
<p>&#8220;Mereka tidak rombongan, tapi sendiri-sendiri. Mungkin bermaksud menghindari kepadatan arus lalu lintas dan mencari jalan pintas,&#8221; kata Ririh.</p>
<p>&#8220;Mobil hitam yang paling depan dari Semarang dengan tujuan Yogyakarta, mereka menggunakan Google Maps,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Memang dari ujung jalan utama mobil bisa masuk, tapi semakin ke tengah jalan semakin sempit dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Sudah masuk sekira 300 meter,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Mengetahui kejadian tersebut, anggota Polsek Ambarawa yang bertugas di JLA langsung menuju ke persawahan. Ketiga mobil pun berhasil mundur kembali ke jalan.</p>
<p>&#8220;Anggota memberitahu untuk berhenti dan segera mundur, karena kan jalan buntu untuk mobil, ketiga mobil diberi aba-aba agar mundur dan kembali ke jalan, lancar dan tidak ada kejadian menonjol,&#8221; kata Ririh.</p>
<p>Secara umum, lanjut Ririh, meski mengalami peningkatan kendaraan yang melintas di wilayah Ambarawa, arus terhitung terkendali dan lancar.</p>
<p>&#8220;Tadi ada juga mobil yang mengalami pecah ban, sudah ditolong anggota Polsek Ambarawa untuk diganti,&#8221; paparnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumat Pagi, Tol Jagorawi Arah Puncak Berlakukan Contraflow</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/04/jumat-pagi-tol-jagorawi-arah-puncak-berlakukan-contraflow/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 03:01:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak]]></category>
		<category><![CDATA[Tol Gaorawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85114</guid>

					<description><![CDATA[BOGOR &#8211; Jasa Marga mendukung diskresi kepolisian memberlakukan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BOGOR</strong> </a>&#8211; Jasa Marga mendukung diskresi kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di Tol Jagorawi arah Puncak pada Jumat pagi ini.</p>
<p>&#8220;Untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi yang terjadi di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak pada H+3 Lebaran 2025/1446H atau 4 April 2025, atas diskresi kepolisian, Jasa Marga berlakukan contraflow mulai dari KM 44+500 s.d. KM 46+500 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak sejak pukul 06.20 WIB,&#8221; ujar Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Alvin Andituahta Singarimbun di Jakarta, Jumat.</p>
<p>Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi rute perjalanan agar dapat mengoptimalkan rekayasa lalu lintas yang sedang berlaku.</p>
<p>Pengguna jalan juga diimbau untuk dapat memastikan kecukupan saldo kartu elektronik sebelum memulai perjalanan untuk menghindari kepadatan ketika bertransaksi di gerbang tol. Selalu patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan.</p>
<p>Sebagai informasi, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat peningkatan volume lalu lintas di ruas tol wilayah Jabodetabek pada H+1 Lebaran atau Rabu 2 April 2025.</p>
<p>Untuk lalu lintas Jabotabek, tercatat masih ada peningkatan volume lalu lintas transaksi yang signifikan menuju arah Puncak melalui Gerbang Tol (GT) Ciawi 1. Tercatat sebanyak 46.338 kendaraan atau naik 35,63 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yaitu 31.215 kendaraan.</p>
<p>Sedangkan volume lalu lintas yang kembali ke Jabodetabek dari arah Cikampek dan Puncak yang terdistribusi melalui Gerbang Tol (GT) Halim, GT Cikunir 6 dan GT Ciawi 2 Total tercatat sebanyak 118.504 kendaraan atau naik 28,61persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yaitu 92.145 kendaraan transaksi.</p>
<p>Pantauan volume lalu lintas transaksi di GT Halim arah Jakarta sebanyak 58.273 kendaraan atau naik sebesar 5,40 persen terhadap lalu lintas transaksi normal 55.285 kendaraan.</p>
<p>Volume lalu lintas transaksi di GT Cikunir 6 arah Jakarta melalui Jalan Tol MBZ sebanyak 16.003 kendaraan atau naik signifikan sebesar 186,07 persen dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 5.590 kendaraan.</p>
<p>Kemudian volume lalu lintas transaksi di GT Ciawi 2 arah Jakarta tercatat sebanyak 44.228 kendaraan atau naik sebesar 41,44 persen dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 31.270 kendaraan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Keluarga Asal Depok Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bandung</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/04/satu-keluarga-asal-depok-tewas-dalam-kecelakaan-maut-di-bandung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 02:11:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85107</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Musibah kecelakaan maut dialami satu keluarga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Musibah kecelakaan maut dialami satu keluarga asal Kota Depok pengendara motor di jalur Ibun &#8211; Kamojang, Kabupaten Bandung, Kamis (3/4/2025).</p>
<p>Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Bandung Kompol Danu Raditya Atmadja mengatakan kecelakaan terjadi pada Kamis (3/4) pukul 13.15 WIB.</p>
<p>Korban terdiri atas pasangan suami dan istri serta keponakan keduanya.</p>
<p>&#8220;Kami belum bisa memastikan apakah rem blong. Namun, dari keterangan saksi, kendaraan tidak terlihat melakukan pengereman sebelum menabrak, jadi kemungkinan besar pengendara kelelahan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Danu mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau wisata untuk memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara.</p>
<p>Diduga, sang pengemudi motor kehilangan konsentrasi saat jalanan menurun, sehingga kendaraan motor yang ditunggangi mereka oleng dan menabrak pohon dengan cukup keras.</p>
<p>Polresta Bandung mengimbau pemudik dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.</p>
<p>&#8220;Pastikan juga kendaraan dalam kondisi baik dengan melakukan pengecekan rem, tekanan angin ban, dan bahan bakar,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Selain itu, dia menyarankan kepada pemudik untuk membawa obat-obatan ringan guna mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan.</p>
<p>&#8220;Jangan memaksakan diri jika merasa lelah. Istirahat yang cukup sangat penting demi keselamatan bersama,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Mudik Menjelang Hari Raya: Momen Penting Silaturrahim dan Berkumpul Bersama Keluarga</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/03/tradisi-mudik-menjelang-hari-raya-momen-penting-silaturrahim-dan-berkumpul-bersama-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 00:01:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=84681</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Murodi al-Batawi Tradisi mudik adalah tradisi yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi al-Batawi</strong></em></p>
<p>Tradisi mudik adalah tradisi yang sudah sangat melekat di Indonesia, terutama menjelang hari raya Idul Fitri. Mudik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perjalanan pulang ke kampung halaman, terutama menjelang hari raya, seperti Idul Fitri dan Natal. Tradisi ini sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari budaya Indonesia. Tujuan utama dari tradisi mudik adalah untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Selain itu, mudik juga menjadi kesempatan untuk melepas rindu dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tercinta.</p>
<h3>Sejarah Tradisi Mudik</h3>
<p>Tradisi mudik menjelang Idul Fitri memiliki sejarah yang panjang dan mendalam di Indonesia. Istilah &#8220;mudik&#8221; sendiri berasal dari kata &#8220;udik&#8221; dalam bahasa Melayu, yang berarti &#8220;hulu&#8221; atau &#8220;ujung&#8221;. Pada zaman dahulu, masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk, dan kemudian kembali ke hulu pada sore hari.</p>
<p>Tradisi mudik sendiri telah ada sejak zaman kerajaan, di mana para petani Jawa akan pulang ke kampung halaman mereka untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sanak saudara. Namun, istilah &#8220;mudik&#8221; mulai dikenal luas di era tahun 1970-an, ketika banyak orang melakukan urbanisasi dan pindah ke kota untuk mencari pekerjaan.</p>
<p>Tradisi mudik di Indonesia memiliki sejarah yang panjang, terutama selama masa kesultanan di Indonesia.</p>
<p>Selama masa kesultanan Mataram (1587-1755), tradisi mudik belum terlalu populer. Namun, ada beberapa catatan yang menunjukkan bahwa masyarakat Jawa telah melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka untuk merayakan hari-hari besar seperti Idul Fitri. Kemudian pada masa kesultanan Yogyakarta, tradisi mudik mulai menjadi lebih populer. Masyarakat Jawa yang tinggal di kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Surakarta mulai melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sanak saudara.</p>
<p>Selanjutnya, pada masa kesultanan Surakarta, tradisi mudik juga menjadi lebih populer. Masyarakat Jawa yang tinggal di kota-kota besar seperti Surakarta dan Yogyakarta mulai melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sanak saudara.</p>
<p>Dan pada saat Belanda datang dan menjajah (1596-1945), di Indonesia, tradisi mudik tetap terjadi, terutama menjelang perayaan Iedul fitri. Para urban yang datang dan bekerja di kota besar atau perkebunan Belanda, mendapat cuti libur untuk berkumpul bersama keluarga untuk merayakan lebaran bersama.</p>
<p>Kemudian, pada kemerdekaan hingga kini, masyarakat Indonesia tetap melestarikan tradisi mudik menjelang hari lebaran untuk berkumpul bersama keluarga. Meski saat itu, istilah mudik belum sepopuler sekang, dan baru populer sekitar tahun 1970-an, ketika banyak orang Jawa yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, ingin kembali ke kampung halaman untuk kumpul bersama merayakan Iedul fitri. Sejak saat itu hingga kini, istilah mudik dan tradisi mudik menjadi sebuah tradisi yang dilskukan dan dipertahankan.</p>
<h3>Faktor yang Mempengaruhi Tradisi Mudik di Indonesia</h3>
<p>Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tradisi mudik di Indonesia, antara lain:</p>
<p>1. Pengaruh Agama Islam: Agama Islam memiliki pengaruh yang besar terhadap tradisi mudik di Indonesia. Perintah untuk melakukan ibadah Idul Fitri dan berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara membuat masyarakat Jawa melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka.<br />
2. Pengaruh Budaya Jawa: Budaya Jawa juga memiliki pengaruh yang besar terhadap tradisi mudik di Indonesia. Masyarakat Jawa memiliki tradisi untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara pada hari-hari besar seperti Idul Fitri.<br />
3. Pengaruh Ekonomi: Faktor ekonomi juga mempengaruhi tradisi mudik di Indonesia. Masyarakat Jawa yang tinggal di kota-kota besar memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka.</p>
<p>Saat ini, tradisi mudik telah menjadi bagian integral dari budaya Indonesia, di mana jutaan orang memilih untuk pulang ke kampung halaman mereka menjelang Idul Fitri. Meskipun tradisi ini memiliki makna yang mendalam, namun juga memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.</p>
<h4><strong>Tradisi dan Kegiatan Mudik</strong></h4>
<p>Berikut adalah beberapa tradisi dan kegiatan yang biasanya dilakukan selama mudik:</p>
<p>1. Pulang ke Kampung Halaman: Masyarakat akan kembali ke kampung halaman mereka untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara.<br />
2. Makan Bersama: Keluarga dan sanak saudara akan berkumpul untuk makan bersama dan berbagi kebahagiaan.<br />
3. Ziarah ke Makam: Masyarakat juga akan melakukan ziarah ke makam leluhur dan sanak saudara yang telah meninggal.<br />
4. Berbagi Hadiah: Masyarakat juga akan berbagi hadiah dan barang-barang lainnya sebagai tanda kasih sayang dan kebahagiaan.</p>
<h3>Dampak Tradisi Mudik</h3>
<p>Tradisi mudik di Indonesia yang sudah berlangsung ratusan tahun, selain berdaampak positif, ada juga dampak negatifnya. Dampak positif dari tradisi mudik, antara lain;</p>
<p>Meningkatkan Keharmonisan Keluarga. Meningkatkan Aktivitas Ekonomi daerah asal kampung mereka. Meningkatkan Kebanggaan terhadap Budaya dan tradisi di Indonesia.</p>
<p>Kemudian, meski banyak dampak positif dari tradidi mudik, juga ada pengatuh negatifnya, antara lain;</p>
<h4>Dampak Negatif Mudik</h4>
<p>Namun, tradisi mudik juga memiliki beberapa dampak negatif, antara lain: Kemacetan Lalu Lintas dan risiko rawan kecelakaan dan penyebaran penyakit menular. Dan itulah risiko yang dihadapi para pemudik.</p>
<h3>Makna Tradisi Mudik</h3>
<p>Tradisi mudik lebaran memiliki makna yang sangat mendalam dan beragam, antara lain:</p>
<p><strong>Makna Spiritual</strong><br />
1. Pulang ke Asal: Mudik lebaran dapat diartikan sebagai pulang ke asal, yaitu kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara.<br />
2. Mencari Berkah: Tradisi mudik lebaran juga memiliki makna spiritual, yaitu mencari berkah dan ridha Allah SWT.<br />
3. Meningkatkan Ketaqwaan: Mudik lebaran juga dapat meningkatkan ketaqwaan dan kesadaran akan pentingnya beribadah dan menjalankan ajaran agama.</p>
<p><strong>Makna Sosial</strong><br />
1. Meningkatkan Keharmonisan Keluarga: Mudik lebaran dapat meningkatkan keharmonisan keluarga dan memperkuat ikatan antara anggota keluarga.<br />
2. Meningkatkan Kebanggaan terhadap Budaya: Tradisi mudik lebaran juga dapat meningkatkan kebanggaan terhadap budaya dan tradisi Indonesia.<br />
3. Meningkatkan Kesadaran Sosial: Mudik lebaran juga dapat meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap sesama.</p>
<p><strong>Makna Ekonomi</strong><br />
1. Meningkatkan Aktivitas Ekonomi: Mudik lebaran dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah-daerah yang dikunjungi.<br />
2. Meningkatkan Pendapatan: Tradisi mudik lebaran juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi.<br />
3. Meningkatkan Kesejahteraan: Mudik lebaran juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.</p>
<p><strong>Makna Filosofis</strong><br />
1. Pulang ke Diri Sendiri: Mudik lebaran dapat diartikan sebagai pulang ke diri sendiri, yaitu kembali ke akar dan identitas diri.<br />
2. Mencari Makna Hidup: Tradisi mudik lebaran juga dapat diartikan sebagai mencari makna hidup dan tujuan hidup.<br />
3. Meningkatkan Kesadaran Diri: Mudik lebaran juga dapat meningkatkan kesadaran diri dan kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.</p>
<p>Menjelang perayaan iedul fitri dan hari besar di Indonesia, ada satu aktifitas masyarakat di Indonesia, yaitu mudik atau pulang kampung yang sudah menjadi tradisi dan menjadi bagian integral dari budaya Indonesia. Tradisi tersebut terus dilaksanakan dan dipertahankan hingga kini. Tradisi tersebut membawa dampak positif secara ekonomi bagi daerah tujuan para pemudik, roda perekonomian berputar dengan baik, karena biasanya para pemudik ketika mudik membaws uang hadil kerjs mereka selama beberapa bulan atau tahun.</p>
<p>Selamat mudik bagi para pemudik setia. InsyaAllah selamat dalam perjalanan menuju kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besar di kampung. Dan selamst berlebaran.</p>
<p>Demikian dan insyaAllah bermanfaat(Odie).</p>
<p><em>Pamulang, 22 Maret 2025</em><br />
<em>Murodi sl-Batawi</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengendara Roda Dua Wajib Kenali Tiga Penyebab Kecelakaan saat Mudik</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/04/pengendara-roda-dua-wajib-kenali-tiga-penyebab-kecelakaan-saat-mudik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 06:57:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Info Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67622</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Pemudik dengan sepeda motor pada momen...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Pemudik dengan sepeda motor pada momen Lebaran 2024 (Idul Fitri 1445 Hijriah) diprediksi mencapai 16,07% atau 31,12 juta orang dari total penduduk Indonesia. Hal tersebut didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Maret lalu. Meski pemerintah telah mengimbau masyarakat agar menghindari mudik dengan sepeda motor, jumlah pemudik dengan kendaraan roda dua ini tetap tinggi.</p>
<p>Guru Besar Bidang Transportasi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M.Eng., menyebut, banyak masyarakat yang memilih sepeda motor untuk mudik karena kendaraan ini bersifat fleksibel, door to door, dan hemat. Pengendara sepeda motor merasa lebih bebas untuk menentukan jadwal mudik tanpa perlu bergantung pada ketersediaan armada transportasi publik. Sepeda motor bersifat door to door karena pemudik dapat memanfaatkannya untuk kepentingan lain, misalnya berkunjung ke sanak saudara atau berlibur ke tempat wisata. Selain itu, kendaraan ini juga lebih hemat biaya.</p>
<figure id="attachment_67623" aria-describedby="caption-attachment-67623" style="width: 472px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-post-67622 wp-image-67623" src="https://res.cloudinary.com/dpqg36bu1/images/v1713509791/Guru-Besar-Bidang-Transportasi-Universitas-Indonesia-UI-Prof.-Dr.-Ir.-Sutanto-Soehodho-M.Eng_/Guru-Besar-Bidang-Transportasi-Universitas-Indonesia-UI-Prof.-Dr.-Ir.-Sutanto-Soehodho-M.Eng_.jpg?_i=AA" alt="Guru Besar Bidang Transportasi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M.Eng." width="472" height="709" /><figcaption id="caption-attachment-67623" class="wp-caption-text">Guru Besar Bidang Transportasi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M.Eng.</figcaption></figure>
<p>Meski demikian, Prof. Sutanto menilai adanya risiko yang tinggi bagi pemudik dengan sepeda motor jika melakukan perjalanan jarak jauh. “Perjalanan mudik kadang-kadang satu motor memuat suamiistri dan anaknya, ditambah dengan beban muatan barang yang dibawa. Ini tentu sangat berbahaya. Apalagi badan motor tidak bisa melindungi penggunanya, justru badan kita yang melindungi motor, sehingga jika terjatuh, pengendara berisiko terluka parah,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, terdapat tiga faktor penyebab terjadinya kecelakaan sepeda motor, yakni manusia (pengendara), kendaraan, dan lingkungan. Mereka yang sakit atau kurang fit saat berkendara memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi. Fatigue atau kelelahan adalah faktor utama seseorang mengalami kecelakaan. Kelelahan ini dapat muncul karena waktu berkendara yang terlalu lama tanpa istirahat, bisa disebabkan oleh jarak yang jauh atau kondisi macet.</p>
<p>“Jika seseorang menempuh jarak yang tidak terlalu jauh, tetapi kondisi lalu lintas macet, sehingga menghabiskan waktu lama, itu dapat menimbulkan kelelahan, baik secara fisik maupun emosional. Hal ini dapat memengaruhi behavior dan kemampuan motorik seseorang saat berkendara,” kata Prof. Sutanto.</p>
<p>Faktor kendaraan juga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Rem yang aus, ban yang botak, sistem penerangan yang tidak berfungsi, atau masalah lainnya dapat menyebabkan terjadinya hilang kendali saat mengemudi. Selain itu, masalah lingkungan juga menjadi faktor penyebab kecelakaan. Masalah lingkungan ini tidak hanya meliputi kondisi alam dan cuaca, tetapi juga infrastruktur jalan. Kondisi jalan yang tidak rata, berlubang, atau licin, serta penerangan jalan yang tidak memadai dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendara motor.</p>
<p>Prof. Sutanto menyarankan kepada para pengendara motor untuk menghindari rute yang tidak dikenali. Selain kondisi alamnya yang tidak familiar, keamanan dan keselamatan pengendara juga berisiko, misalnya daerah yang dilewati ternyata memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi. Mereka sebaiknya mencari informasi seputar rute, cuaca, titik rawan kecelakaan (black spot), fasilitas kesehatan, rest area, dan informasi penting lainnya sebelum melakukan perjalanan.</p>
<p>Pengendara motor juga diimbau untuk menghindari jalur yang dipenuhi kendaraan logistik dan komersil, seperti truk, karena saat momen Lebaran, permintaan logistik juga tinggi. Mereka yang melakukan perjalanan dengan jarak lebih dari 50–60 km sebaiknya tidak membawa penumpang tambahan karena faktor fatigue akan sangat luar biasa. Upayakan pengendara untuk beristirahat secara berkala.</p>
<p>Meski begitu, Prof. Sutanto mengimbau pemudik agar memilih moda transportasi yang tepat. “Dalam sistem transportasi, kondisi yang mestinya standar adalah pilihan kendaraan berdasarkan jarak. Jika menempuh jarak jauh, sebaiknya pengendara melakukan perjalanan dengan kendaraan yang aman. Apalagi jika pemudik lebih dari satu orang, alangkah baiknya mereka menggunakan kendaraan umum, dan mengirimkan sepeda motornya melalui jasa pengiriman, misalnya melalui kereta api atau kapal laut, sehingga pemudik selamat sampai tujuan,” kata Prof. Sutanto.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemacetan Mudik Lebih Horor dari Film Horor</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/04/kemacetan-mudik-lebih-horor-dari-film-horor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2024 11:35:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67499</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Bella Lutfiyya, Aktivis Muslimah Macet, sepertinya sudah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Bella Lutfiyya, Aktivis Muslimah</strong></em></p>
<p>Macet, sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Seakan hal ini sudah wajar terjadi di kehidupan sehari-hari, terutama di hari-hari istimewa seperti hari libur nasional atau perayaan hari raya seperti yang terjadi saat ini. Mudik adalah salah satu budaya masyarakat di Indonesia. Biasanya, masyarakat akan pulang ke kampung masing-masing untuk merayakan hari raya bersama sanak saudara. Tradisi mudik yang biasanya membludak terjadi di hari-hari akhir Ramadhan yang dikabarkan melalui berbagai media. Kendaraan merayap di jalanan, ramainya antrean di pelabuhan, hiruk-pikuk orang di stasiun dan bandara juga tak kalah menjadi pemberitaan.</p>
<p>Seperti yang terjadi di Pelabuhan Merak, Banten dengan waktu tempuh perjalanan dari Jakarta dan sekitarnya ke Merak naik signifikan selama periode mudik lebaran 2024. Bahkan, berdasarkan waktu tempuh hingga dapat naik ke atas kapas tembus sampai 7 jam (CNBC Indonesia, 2024). Layanan kelancaran transportasi selalu menjadi problem setiap saat-saat istimewa termasuk saat mendekati Hari Lebaran. Hal itu menunjukkan bahwa mitigasi tidak berjalan dengan baik, sehingga tidak menyelesaikan persoalan termasuk membuat langkah antisipasi. Di sisi lain, masyarakat seolah memaklumi kelalaian negara tersebut, bahkan membuat negara berlindung dalam kata ‘maklum’ yang menjadikan ketidaktepatan dalam mengambil langkah. Ingkatkah dengan kejadian ‘Tol Brexit’ 2016 silam?</p>
<p>Kejadian yang terjadi akibat melonjaknya volume kendaraan di pertemuan dua arus yang menimbulkan kemacetan hebat. Mengutip DetikX, panjang kemacetan di jalur Pantura lebih dari 20 km. Sedangkan kemacetan yang terjadi di jalan tol terbentang sepanjang 25 km, yang mengular mulai exit Tol Brebes hingga Kanci, Cirebon. Selain karena pertemuan dua arus, faktor lain yang membuat kemacetan parah di Brexit dikarenakan kegagalan pihak kepolisian dalam mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Alhasil, sepanjang jalur kemacetan itu banyak pengendara yang lelah dan mobil-mobil pun banyak yang mogok. Tercatat ada 17 orang tewas dalam kemacetan ini dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit (CNBC Indonesia, 2023).</p>
<p>Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan terkadang membuat beberapa pemudik kewalahan saat dalam perjalanan. Kondisi yang macet dan panas juga kadang membuat pemudik kehilangan kesabaran dan cenderung sulit mengelola emosi. Selain itu, tidak jarang juga pemudik yang lalai dalam melaksanakan shalat. Hal ini yang dikatakan bahwa perjalanan mudik yang ‘horor’ di sisi umat karena mengorbankan hari-hari terakhir Ramadhan yang seharusnya diisi dengan kekhusyukkan dan memperbanyak ibadah.</p>
<p>Inilah yang terjadi di negeri yang menerapkan sistem kapitalis dengan segala permasalahannya termasuk masalah mitigasi yang tidak berjalan dengan baik. Lain halnya dengan sistem Islam. Islam menetapkan negara sebagai pengurus rakyat sesuai hukum Allah termasuk melakukan mitigasi optimal sebagai bentuk periayahan negara atas rakyat khususnya dalam hal transportasi mudik dengan menjamin kenyamanan dan keselamatan para pemudik, di antaranya memperbaiki jalan secara totalitas. Tidak hanya perbaikan di jalan utama, melainkan hingga jalan di pelosok di pedesaan.</p>
<p>Selain itu, menambah lampu penerang yang seringkali diabaikan sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya tindak kejahatan dan hal lain yang dapat mengancam keselamatan. Negara juga akan menyiapkan moda transportasi dengan harga terjangkau bahkan gratis, aman, dan nyaman sehingga tidak ada yang merasa terbebani dan rakyat tetap mendapatkan haknya sebagai warga negara yang mudik. Hal tersebut tidak akan terjadi jika negara menerapkan sistem kapitalisme yang selalu bergantung pada materi dengan mengabaikan kepentingan rakyat.</p>
<p>Pelayanan publik adalah hak rakyat yang seharusnya dapat diakses oleh semua orang, namun sistem kapitalisme justru mempersulit rakyat dan pelayanan publik dijadikan ladang bisnis semata. Tak heran, rakyat sampai melakukan berbagai cara agar dapat mudik, salah satunya dengan melakukan pinjaman online (pinjol) yang mana merupakan keharaman dalam Islam karena bersifat riba. Dikutip dari Katadata, para peminjam gagal membayar tepat waktu, sehingga menyebabkan melonjaknya utang pinjol yang menyebabkan industri teknologi finansial pembiayaan atau fintech lending mengalami kerugian (Katadata, 2024).</p>
<p>Negara dengan penerapan sistem Islam akan memberikan jaminan agar rakyat dapat melaksanakan Ramadhan optimal penuh khusyuk, sehingga buah takwa bisa diraih. Ingatlah, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan lipatan pahala. Malam Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan, berada di 10 hari terakhir Ramadhan. Jadikan momentum Ramadhan sebagai peluang untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT dengan memaksimalkan ibadah. Mudik, tidak hanya sekadar pulang ke kampung halaman. Mudik adalah momen silaturahmi, momen berbagi rezeki, dan berbagi kebahagiaan dengan sanak saudara dan seluruh umat Muslim untuk menyambut hari kemenangan. Jangan sia-siakan momen mudik dengan lalai terhadap aturan Allah. Jangan paksakan kalau belum mampu. Ingat, ridha Allah nomor satu.[]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Evakuasi 12 Jenazah dalam Kecelakaan Maut di KM 58 Tol Cikampek</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/04/polisi-evakuasi-12-jenazah-dalam-kecelakaan-di-km-58-tol-cikampek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 04:45:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67339</guid>

					<description><![CDATA[Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni bus, Grand Max dan Daihatsu Terios]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kecelakaan lalu lintas di jalur contraflow KM 58 jalan Tol Jakarta-Cikampek, wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin, mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya terjadi di jalur contraflow,&#8221; kata Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono, di Karawang, Senin.</p>
<p>Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni bus, Grand Max dan Daihatsu Terios. Dua kendaraan yakni Daihatsu Terios dan Gran Max hangus terbakar dalam peristiwa itu.</p>
<p>Ia menyampaikan, peristiwa kecelakaan maut itu terjadi pada Senin pagi saat diterapkan contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek dari arah Jakarta-menuju Cikampek.</p>
<p>Ketika itu, mobil Gran Max yang berada di jalur contraflow hendak menepi di bahu jalan, masuk ke jalur berlawanan yang mengarah ke Jakarta.</p>
<p>Kemudian sebuah bus dari arah Cikampek tak bisa menghindari kendaraan Gran Max itu, hingga akhirnya terjadi kebakaran hebat sampai mobil Gran Max itu terbakar. Kemudian kendaraan Terios menabrak bus dan Gran Max hingga mobil itu ikut terbakar.</p>
<p>Total, terdapat 12 kantong jenazah berisi korban meninggal dunia dan sedang diidentifikasi.</p>
<p>Lajur contra flow saat ini masih dihentikan sementara karena sedang dievaluasi. Kakorlantas Polri Brigjen Aan Suhanan yang ada di lokasi sempat memberikan keterangan mengenai insiden tersebut.</p>
<p>Petugas saat ini sedang melakukan berbagai upaya normalisasi jalur yang kini terjadi kemacetan panjang.</p>
<p>&#8220;Tentu akan kita lakukan evaluasi. Sementara, akan kita hentikan dulu selama masa evaluasi,&#8221; kata Brigjen Aan Suhanan.</p>
<p>Selain korban meninggal, ada dua korban yang mengalami luka berat. Melihat barang bawaan para korban, diduga seluruh korban meninggal merupakan pemudik yang ingin menuju kampung halaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wahai Pemudik! Waspada Gelapnya Tol Trans Jawa Ruas Brebes-Semarang</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/04/wahai-pemudik-waspada-gelapnya-tol-trans-jawa-ruas-brebes-semarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 04:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Info Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67336</guid>

					<description><![CDATA[Kondisi jalan yang sebagian besar gelap seperti itu menjadi perhatian dari para pemudik yang mengendarai mobil pribadi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pemudik Lebaran untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalan Tol Trans Jawa ruas Brebes &#8211; Semarang, Jawa Tengah yang gelap tanpa lampu penerangan pada sejumlah lokasi.</p>
<p>Berdasarkan pantauan, Minggu malam, suasana gelap tanpa sinar penerangan lampu itu didapati sesaat setelah melintas masuk melewati Gerbang Tol (GT) Brebes Timur hingga kilometer 277.</p>
<p>Selanjutnya, suasana gelap gulita akan kembali didapati pemudik saat melintas mulai dari kilometer 281 &#8211; kilometer 282, dan kilometer 288 hingga seterusnya sampai pintu ke luar Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.</p>
<p>Tampak hanya sinar pantulan &#8220;mata kucing&#8221; marka jalan yang jadi pemandu utama para pemudik yang sebagian besar didominasi kendaraan minibus pribadi dan bus AKAP.</p>
<p>Sementara lampu penerang jalan akan banyak ditemui di sejumlah kawasan rest area, atau pun gerbang tol yang ada di sepanjang jalan tol Trans Jawa ruas Brebes-Semarang ini.</p>
<p>Kondisi jalan yang sebagian besar gelap seperti itu menjadi perhatian dari para pemudik yang mengendarai mobil pribadi.</p>
<p>Salah satunya Agus (46), pemudik asal Bandung, Jawa Barat itu saat ditemui di rest area 338A mengaku dengan kondisi demikian membuat dirinya beberapa kali dikejutkan dengan kendaraan di depan yang berhenti ataupun memperlampat laju secara tiba-tiba.</p>
<p>Hal demikian terjadi, menurut dia, karena jarak pandang ke mobil di depan menjadi terbatas sehingga membuat para sopir harus benar-benar menjaga konsentrasi.</p>
<p>&#8220;Ya kalau mobil itu stop lamp nya menyala kita bisa lihat, tak sedikit lampu belakangnya mati, kalo enggak hati-hati betul bisa ketabrak,&#8221; kata dia sembari mengelap kaca depan mobilnya.</p>
<p>Namun secara umum, Agus menyatakan perjalanannya melintasi jalan tol Trans Jawa via GT Brebes Timur berlangsung lancar seiring diberlakukan nya sistem satu arah atau one way, dan aman karena banyak menemukan petugas kepolisian bersama jasa marga yang bersiaga di bahu-bahu jalan tol.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Posko Pengamanan Terpadu Kalikangkung AKP Sujid mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi terkait kondisi sejumlah ruas jalan yang tidak memiliki lampu penerangan jalan itu dengan menyiagakan petugas tim penyisir dari kepolisian dan jasa marga.</p>
<p>Ia memastikan tim penyisir tersebut akan memandu atau menolong dan memindahkan kendaraan yang mengalami kendala sesegera mungkin ke bahu jalan sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.</p>
<p>&#8220;Semua potensi yang ada sejauh ini sudah diantisipasi secara maksimal, apalagi saat ini diberlakukan one way,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Otoritas jalan tol Trans Jawa berdasarkan diskresi dari Korps Lalu Lintas Polri sebelumnya telah menerapkan skema satu arah mulai dari Jumat (5/4) malam dan akan berlangsung hingga Minggu (7/4) malam pukul 24.00 WIB.</p>
<p>Sistem pengaturan arus lalu lintas itu diberlakukan secara efektif mulai dari ruas tol kilometer 72 Cikampek (Jalan Tol Cipali), termasuk GT Brebes Timur hingga kilometer 414 GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.</p>
<p>Kondisi di GT Kalikangkung saat ini terpantau ramai lancar. Berdasarkan data dari petugas Jasamarga Transjawa tol GT Kalikangkung tercatat pada Minggu sejak pukul 06.00 WIB &#8211; 22.00 WIB sudah sebanyak 47.109 unit kendaraan yang tiba dari arah barat (Jakarta dan sekitarnya).</p>
<p>Sumber: Antaranews</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
