<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>motivasi &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2026 22:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>motivasi &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Disiplin Lebih Penting daripada Motivasi</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/disiplin-lebih-penting-daripada-motivasi-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 22:35:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104997</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Muhammad Lathif Adityawan. Mahasiswa Universitas Pamulang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang memiliki keinginan untuk mencapai kesuksesan. Ada yang ingin meraih prestasi akademik, membangun usaha, mengembangkan karier, atau menjalani hidup yang lebih sehat. Namun, keinginan tersebut tidak selalu diikuti dengan tindakan yang konsisten. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan terlalu mengandalkan motivasi, padahal motivasi tidak selalu hadir setiap saat.</p>
<p>Motivasi memang penting sebagai dorongan awal untuk melakukan sesuatu. Ketika seseorang memiliki semangat yang tinggi, pekerjaan terasa lebih mudah dan tujuan tampak lebih dekat. Akan tetapi, semangat dapat berubah karena kelelahan, suasana hati, tekanan pekerjaan, maupun berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan. Jika seseorang hanya bergerak ketika merasa termotivasi, proses mencapai tujuannya akan mudah terhenti.</p>
<p>Di sinilah disiplin memiliki peran yang lebih besar. Disiplin merupakan kemampuan untuk menjalankan tanggung jawab dan mempertahankan kebiasaan meskipun keadaan tidak selalu mendukung. Orang yang disiplin tidak harus selalu merasa bersemangat. Ia memahami apa yang perlu dilakukan dan berusaha tetap melakukannya sesuai rencana.</p>
<p><strong>Disiplin sebagai Kunci Keberhasilan </strong></p>
<p>Perbedaan antara motivasi dan disiplin dapat dilihat melalui contoh sederhana. Seorang mahasiswa mungkin memiliki motivasi tinggi untuk mendapatkan nilai yang baik. Namun, jika ia hanya belajar ketika mendekati ujian, hasilnya belum tentu maksimal. Sebaliknya, mahasiswa yang membiasakan diri belajar secara teratur, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan aktif memahami materi memiliki peluang lebih besar untuk mencapai hasil yang baik.</p>
<p>Hal serupa berlaku dalam dunia kerja dan bisnis. Sebuah perusahaan tidak cukup hanya memiliki karyawan yang bersemangat atau pemimpin dengan banyak ide. Keberhasilan juga membutuhkan perencanaan yang jelas, pembagian tugas, ketepatan waktu, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Tanpa disiplin, rencana yang baik berisiko berhenti sebagai sekadar wacana.</p>
<p>Oleh karena itu, disiplin bukan hanya persoalan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kemampuan mengelola diri dan menjalankan tanggung jawab. Kebiasaan sederhana seperti membuat jadwal, menentukan prioritas, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat, dan mengevaluasi hasil dapat membantu seseorang bekerja lebih terarah.</p>
<p><strong>Hubungannya dengan Prinsip Manajemen </strong></p>
<p>Dalam prinsip manajemen, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyusun rencana, tetapi juga oleh pelaksanaan dan pengawasan yang konsisten. Perencanaan membantu menentukan tujuan dan langkah yang harus diambil, sedangkan pengorganisasian memastikan sumber daya dan tugas tersusun dengan baik. Selanjutnya, pengarahan dan pengawasan membantu menjaga agar pelaksanaan tetap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Disiplin mendukung seluruh proses tersebut. Rencana kerja yang disusun dengan baik tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak dilaksanakan. Pembagian tugas juga tidak akan efektif apabila setiap anggota mengabaikan tanggung jawabnya. Dengan demikian, disiplin menjadi salah satu unsur penting dalam menerapkan manajemen secara efektif, baik dalam organisasi, perusahaan, maupun kehidupan pribadi.</p>
<p>Meski demikian, disiplin bukan berarti seseorang harus bekerja tanpa istirahat atau memaksakan diri dalam segala keadaan. Disiplin yang baik justru mencakup kemampuan mengatur waktu, menjaga kesehatan, menetapkan prioritas, dan mengetahui kapan harus beristirahat. Tujuannya bukan sekadar terus bekerja, melainkan memastikan bahwa usaha yang dilakukan tetap terarah dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Membangun Disiplin dari Hal Kecil</strong></p>
<p>Membangun disiplin tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Seseorang dapat memulainya dengan menetapkan target harian yang realistis, mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan, dan menyelesaikan satu tanggung jawab sebelum beralih ke pekerjaan berikutnya. Evaluasi rutin juga diperlukan agar seseorang dapat mengetahui perkembangan sekaligus memperbaiki kekurangannya.</p>
<p>Konsistensi dalam menjalankan kebiasaan kecil dapat membentuk pola kerja yang lebih teratur. Ketika kebiasaan tersebut dilakukan secara berulang, seseorang tidak lagi harus menunggu semangat datang untuk mulai bertindak. Ia belajar bahwa kemajuan sering kali terbentuk dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.</p>
<p>Pada akhirnya, motivasi tetap dibutuhkan karena dapat memberikan arah dan dorongan untuk memulai. Namun, disiplinlah yang membantu seseorang mempertahankan langkah ketika semangat mulai berkurang. Keduanya saling melengkapi, tetapi tidak seharusnya motivasi menjadi satu-satunya alasan untuk bertindak.</p>
<p>Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa besar keinginan seseorang untuk mencapai tujuan, melainkan juga seberapa konsisten ia berusaha mewujudkannya. Sebab, tujuan yang besar tidak akan tercapai hanya dengan semangat sesaat. Dibutuhkan komitmen, tanggung jawab, dan disiplin yang dijalankan setiap hari.</p>
<p><em>Muhammad Lathif Adityawan</em><br />
<em>Mahasiswa Universitas Pamulang</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:2000/1*Z5zzAnZ7JPEraqqCppBsUw.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Generasi Z Mogok Kerja? Saatnya Meninjau Ulang Strategi Motivasi Tim</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/generasi-z-mogok-kerja-saatnya-meninjau-ulang-strategi-motivasi-tim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 07:18:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104793</guid>

					<description><![CDATA[Penulis: Dwi Nova Ariyanti – Mahasiswa Manajemen]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), khususnya area Bintaro, BSD, dan Serpong, telah berkembang pesat menjadi pusat industri kreatif, teknologi, dan jasa modern. Denyut ekonomi di Tangsel sangat dipengaruhi oleh keberadaan tenaga kerja muda dari Generasi Z yang kini mulai mendominasi pasar kerja lokal. Namun, di tengah pesatnya pertumbuhan ini, sebuah keluhan seragam sering kali terdengar dari para pengelola bisnis dan manajer senior: “Mengapa anak-anak muda sekarang gampang bosan, cepat putus asa, dan sulit dimotivasi?”</p>
<p>Sebagian lingkaran manajemen terburu-buru menyimpulkan fenomena ini sebagai tanda bahwa Generasi Z adalah generasi yang manja atau kurang memiliki etos kerja. Namun, sebagai mahasiswa yang mendalami ilmu manajemen, saya melihat isu ini dari sudut pandang yang berbeda. Fenomena ini bukan indikasi malasnya angkatan kerja muda, melainkan sinyal jelas bahwa gaya manajemen dan strategi komunikasi organisasi kita sudah usang dan tertinggal zaman.</p>
<p>Untuk memahami dinamika ini, kita perlu melihat kembali Teori Motivasi Dua Faktor yang dirumuskan oleh Frederick Herzberg. Herzberg membagi faktor tempat kerja menjadi dua kategori yakni hygiene factors dan motivators. Faktor higiene mencakup gaji, jaminan kesehatan, dan kondisi fisik kantor. Jika faktor-faktor ini tidak terpenuhi, karyawan akan merasa tidak puas. Namun, terpenuhinya faktor higiene hanya menghilangkan rasa tidak puas, bukan secara otomatis menciptakan motivasi kerja yang tinggi.</p>
<p>Hal yang benar-benar memicu motivasi adalah faktor intrinsik, seperti pengakuan atas prestasi, tanggung jawab yang bermakna, rasa memiliki tujuan, dan peluang untuk tumbuh secara pribadi maupun profesional.</p>
<p>Generasi Z yang tumbuh di era keterbukaan informasi dan konektivitas digital memiliki ekspektasi yang sangat berbeda terhadap dunia kerja dibanding generasi sebelumnya. Bagi mereka, pekerjaan bukan lagi sekadar alat untuk bertahan hidup atau mengumpulkan aset finansial. Pekerjaan adalah bagian dari identitas dan sarana untuk memberikan dampak positif. Mereka tidak akan termotivasi jika hanya diperintah untuk mengerjakan tugas-tugas rutin tanpa memahami mengapa tugas tersebut penting bagi tujuan besar perusahaan.</p>
<p>Di sinilah letak kegagalan komunikasi yang sering terjadi di banyak organisasi. Banyak manajer masih menerapkan pola komunikasi instruktif dan tertutup. Mereka memberi perintah, menetapkan deadline, lalu bereaksi hanya ketika hasil kerja tidak sesuai harapan. Pola komunikasi reaktif ini menciptakan iklim kerja yang dipenuhi kecemasan dan ketidakpastian.</p>
<p>Untuk memicu motivasi terbaik dari tenaga kerja muda saat ini, dunia manajemen memerlukan transformasi menyeluruh dalam dua aspek utama:</p>
<p>Pertama, Transformasi Pola Komunikasi Menjadi Transparan dan Berkelanjutan<br />
Manajer tidak bisa lagi bersembunyi di balik instruksi singkat. Komunikasi harus dilakukan secara dua arah dan transparan. Generasi muda membutuhkan umpan balik yang berkala, spesifik, dan konstruktif. Mereka ingin tahu secara jelas di mana posisi mereka, apa kontribusi mereka terhadap kemajuan tim, dan bagaimana mereka bisa memperbaiki diri. Evaluasi tahunan yang kaku sudah tidak relevan lagi. Saat ini yang dibutuhkan adalah dialog harian atau mingguan yang sifatnya membina.</p>
<p>Kedua, Pergeseran dari Pengawasan Ketat ke Pemberian Kepercayaan<br />
Strategi motivasi kuno yang mengandalkan pengawasan melekat justru akan membunuh kreativitas dan semangat Generasi Z. Ketika karyawan diberi kepercayaan untuk menyelesaikan tugas dengan cara mereka sendiri, tentu tetap dalam koridor target yang disepakati akan menumbuhkan rasa dihargai sebagai individu yang kompeten. Rasa dipercaya ini memicu tanggung jawab moral untuk memberikan hasil kerja yang maksimal.</p>
<p>Selain itu, bentuk pengakuan di tempat kerja tidak selalu harus berwujud kenaikan jabatan atau bonus finansial yang besar. Apresiasi sederhana yang disampaikan secara tulus di depan tim atas ide kreatif atau kerja keras harian memiliki dampak psikologis yang luar biasa besar dalam menjaga tingkat energi dan motivasi harian mereka.</p>
<p>Pertumbuhan pesat Tangerang Selatan sebagai pusat ekonomi baru harus diimbangi dengan kedewasaan praktik manajemen di dalam organisasi-organisasinya. Menuding Generasi Z sebagai kelompok yang sulit diatur hanya akan memperlebar jarak antara pimpinan dan tim. Kunci keberhasilan manajemen masa kini tidak terletak pada seberapa kuat pimpinan memegang kendali, melainkan pada seberapa efektif pimpinan mampu berkomunikasi untuk menginspirasi, memberdayakan, dan menyalakan motivasi terbaik dari setiap anggota timnya.</p>
<p><em>Penulis: Dwi Nova Ariyanti – Mahasiswa Manajemen</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://theeducationhub.org.nz/wp-content/uploads/2020/03/10-strategies-that-promote-motivation-scaled.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlunya Mengenali Potensi Diri</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2017/01/perlunya-mengenali-potensi-diri/</link>
					<comments>https://www.depokpos.com/2017/01/perlunya-mengenali-potensi-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2017 05:52:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=10089</guid>

					<description><![CDATA[Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10090" aria-describedby="caption-attachment-10090" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/1002bcara2bmeningkatkan2btrafik2bsitus2bdan2bblog2banda-jpg/"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-post-10089 wp-image-10090" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcATmU2SlNYbGhMMUE.jpg" alt="" width="500" height="350" /></a><figcaption id="caption-attachment-10090" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p>Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Allah lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.</p>
<p>Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Allah pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Tidak ada yang Allah ciptakan itu sia-sia. Maka dari itulah Allah membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi yang akan menjadi arahan dan tolak ukur kemampuan seseorang dalam mengemban kemampuan yang mereka miliki.</p>
<p>Setiap manusia yang terlahir memiliki sebongkah berlian yang akan membimbing jiwa-jiwa kepada jendela dunia. Sebongkah berlian yang menghantar kepada kesuksesan. Apabila bongkahan itu diasah, memberikan pantulan cahaya yang sinarannya keseluruh sisi. Namun apa bila bongkahan itu dibubuhi debu, ia menjadi usang bahkan bisa lapuk dan musnah. Ceritanya kini adalah, sebongkah berlian yang siap dipungut dan diesakan denagn kekuatan jiwa kita.<br />
Bongkahan berlian yang membawa kita kepada pribadi yang luar biasa. Setiap orang memiliki peluang untuk menjadi bibit unggul, dalam porsi yang berbeda sesuai dengan usaha yang kita berikan. Namun hanya sebagian yang mau mengenali dan mengembangkan kemampuan diri.</p>
<p>Perlunya kita mengenali diri untuk mengetahui sejauh apa kemampuan kita, apa saja minat dan bakat yang bisa kita kembangkan. Potensi itu harus digali, ibarat minyak bumi, tidak ada minyak yang berada diatas tanah, kita harus mencari tempat yang tepat , kedalamannyapun tidak selalu sama, Semakin dalam galian tanah, maka semakin ditemukan minyak yang kita butuhkan.</p>
<p>Begitulah hakikatnya dengan kemampuan yang kita miliki, semakin kita gali kemampuan itu, kita kan menemukan titik terang berlian yang kita cari. Namun sbaliknya bila tidak digali ia akan terbenam dan tidak akan muncul. Setiap orang punya kemampuan, tentunya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda.</p>
<p>Banyak sekali orang yang salah dalam mengartikan kesuksesan. Bagi mereka adalah kaya adalah sukses dan sukses adalah kaya. Padahal kekayaan tidak diukur dari skala rupiah yang kita miliki tapi bagaimana kita bisa mencapai target kita yang miliki. Target kecil yang kita wujudkan tentu akan menjadi peluang yang besar untuk mewujudkan target yang lebih besar lagi.</p>
<p>Potensi setiap orang itu meliputi: potensi jasmani (fisik), rohani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.</p>
<p>Potensi secara jasmani adalah bagaimana setiap individu diberikan kekuatan secara fisik, seperti kemampuan fisik yang mampu dalam bela diri. Ada pula individu lain yang tidak memiliki kemampuan dalam ilmu bela diri, segala hal yang dapat diberdayakan sesuai dengan fungsinya.</p>
<p>Potensi Raohani adalah bagaimana kita terus memuhasabah kerohanian kita, ruhiyah kita yang senantiasa terjaga, spiritual antara kita dengan Nya, Merupakan potensi kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan jiwa sadar atau kearifan di luar ego. Secara umum Spiritual Quotient merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan keimanan dan akhlak mulia.</p>
<p>Manusia diberikan potensi akal oleh Sang Pencipta untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Serta untuk melakukan sesuatu hal yang positif dan mampu membuat hal yang lebih baik. Maka dari itu Allah bersumpah pada akal manusia, karena dari akal manusia mampu menciptakan banyak hal. Akal yang menjadikan zaman beralih ke masa modern dengan segala kecanggihan sebagai penunjang hidup manusia kedepannya.</p>
<p>Seseorang pasti memiliki potensi diri. Potensi mencangkup sesuatuyang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam berprestasi.</p>
<p>Banyak orang yang mengeluh ketika dikaruniai fisik yang kurang sempurna. Mereka merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal dan spiritual yang dikaruniakan Allah. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fisik, tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk meraih prestasi tinggi. Karena sejatinya prestasi bukan diukur dari nilai fisik yang kita miliki tapi dari sebagaimana kita mampu memanfaatkan situasi untuk terus mengembangkan ide dan bakat yang kita miliki.</p>
<p>Ketika kita berbicara tentang potensi. Acap kali orang-orang bingung. Terkadang menilai orang lain kita bisa cepat menilai, dan lebih sulit lagi adalah ketika kita menilai diri kita sendiri. Cobalah untuk mengenali diri kita sendiri, hal ini perlu. Mengapa? Agar kita tau sejauh apa potensi yang kita miliki. Untuk mengenali diri tentu kita harus memiliki tujuan hidup, tujuan dalam jangka pendek ataupun panjang secara realistis sesuai dengan kemmapuan dan kompetensi yang kita miliki. Jangan sampai berbeda jalur, karena itu nantinya akan menyusahkan anda.</p>
<p>Perlunya kita memiliki motivasi hidup. Setiap orang memiliki caranya untuk mengembangkan potensi yang ia miliki. Setiap motivasi yang datang kepadakita adalah bagian dari pertimbangan kita untuk melangkah kedepannya, motivasi dijadikan pembangkit emosional kita. Motivasi bisa kita peroleh dari penilaian orang lain terhadap kemampuan kita, cita cita yang ingin kita wujudkan. Banyak hal yang bisa menjadi motivasi untuk kita. Tergantung bagaimana hati kita mampu membuka untuk itu semua. Semua akan terasa berat kita lalui jika tiada terbesit dihati kita keikhlasan.</p>
<p>Perlunya menghilangkan pemikiran negatif tentang diri kita dan sekitar. Percayalah bahwa anda memiliki kemampuan yang telah Allah anugerahi kepada anda, anda adalah seorang pemenang. Kuatkn dalam hati, bahwa anda tidak hanya ingin menjadi orang yang mengenal dunia tetapi orang-orang yang akan berbalik mengenali anda. Mengukir sejarah untuk kehidupan sendiri itu penting. Orang hebat tidak pernah tidak merasakan masa masa sulit. Jadi apapun kesulitan yang menghadangi anda kini, itu adalah bagain dari titian kesuksesan yang akan anda tempuh,</p>
<p>Ketika anda berusaha namun mendapati kegagalan, jangan pernah sekalipun menyalahkan diri yang tidak mampu, bisa jadi anda diberi peluang oleh Allah untuk belajar lebih giat lagi, husnudzhon kepada diri sendiri itu tidak semua orang mampu mengamalkannya. jadilah satu dari banyaknya orang yang mampu mengamalkan ini. Karena prioritas tertinggi kita adalah Allah bukan hanya kasat mata manusia. Kualitas kita tidak hanya dihadapan manusia, tetapi juga dihadapan Allah. Percaya bahwa Allah akan menempatkan hamba Nya, pada kemampuan hamba Nya. Allah jauh lebih tau tentang diri kita berbanding diri kita sendiri.</p>
<p>Jika kita telah mengenali potensi yang ada dalam diri kita, maka kita bisa dengan mudah mengembangkannya. Untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita, kita bisa melakukan hal-hal positif dari yang paling mudah. Yaitu melakukan hobby yang kita sukai</p>
<p>Apapun adanya diri kita sekarang, selama kita masih mempunyai impian yang kuat, semangat membara, kebiasaan bertindak, dan ketekunan, kita pasti akan memperoleh apa yang kita inginkan. Jadikan hal-hal positif yang terlihat jelas diluar sana sebagai motivasi bagi kita untuk menjalani hidup ini ke tingkat yang lebih baik lagi. Karena manusia diciptakan memang untuk berusaha dan berdoa.</p>
<p>Setiap manusia dijadikan pemennag untuk dirinya sendiri. Yang akan ia bawa untuk dimanfaatkan didalam keluarga, masyarakat dan negara. Jadilah pribadi yang langka bukan pribadi kebanyakan dalam masa yang penuh dengan kedzaliman yang tak terhingga jumlahnya. Raih potensi yang anda miliki. Genggam dunia ditangan kita dan simpan akhirat didalam hati kita. Insya Allah kesuksesan menanti kita didepan sana. (Afra Nadilla/STEI SEBI)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.depokpos.com/2017/01/perlunya-mengenali-potensi-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
