<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menu MBG &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/menu-mbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Oct 2025 00:35:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>BGN Sidak MBG Menu Pangsit yang Viral di Depok</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/10/bgn-sidak-mbg-menu-pangsit-yang-viral-di-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 00:35:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Menu MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92444</guid>

					<description><![CDATA[Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mampang, Kota Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mampang, Kota Depok, Jawa Barat, penyaji menu pangsit yang viral di media sosial dan memberi rekomendasi.</p>
<p>&#8220;Perlu evaluasi menu dan porsi makanan, serta perbaikan dan kelengkapan infrastruktur SPPG sesuai dengan Juknis (petunjuk teknis) MBG,&#8221; kata Anggota Tim Investigasi Independen BGN, Raniah Salsabila, dalam siaran pers BGN, Selasa (7/9/2025).</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, menu pangsit, kentang, wortel, jeruk, dan saus kemasan saset ini diterima murid SDN Mampang 1 Depok.</p>
<p>Raniah dari Tim BGN itu mengungkap isi dari pangsit itu. Kata dia, pangsit itu bukan sekadar pangsit, tapi pangsit berisi bahan berkandungan protein.</p>
<p>&#8220;Pangsit goreng itu sesungguhnya tidak hanya kulit pangsit, namun juga berisi tahu, telur, dan ayam,&#8221; kata Raniah.</p>
<p>Berdasarkan temuan tim, penggunaan kentang sebagai menu pengganti dilakukan untuk mengurangi sisa makanan terbuang yang sebelumnya banyak berasal dari nasi dan sayur.</p>
<p>&#8220;Sementara, menu di hari lain sudah cukup sesuai dengan standar kelayakan dan ketentuan,&#8221; ujar Raniah.</p>
<p>&#8220;SPPG harus menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu layanan gizi. Setiap dapur wajib memastikan menu yang disajikan tidak hanya aman dan higienis, tetapi juga memenuhi komposisi gizi yang cukup bagi penerima manfaat,&#8221; kata Hida.</p>
<p>BGN memastikan akan terus memantau dan membina seluruh SPPG agar pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar dan tujuan nasional peningkatan kualitas gizi masyarakat.</p>
<h3>Orang Tua Murid: Mirip Menu Diet</h3>
<p>Orangtua murid prihatin melihat menu pangsit MBG ini. Mereka merasa kandungan protein dari menu Senin (6/10/2025) pagi itu kurang.</p>
<p>“Memprihatinkan (lihatnya), karena anak-anak butuh asupan protein lebih banyak, tapi lihat menu hari ini seperti itu (jadi ragu),” kata Etha kepada awak media.</p>
<p>Hal senada diungkapkan Nia (bukan nama sebenarnya), orangtua murid lainnya. Ia menilai menu MBG yang disajikan hari ini justru lebih mirip menu diet.</p>
<p>“Bukan menu MBG sih itu, lebih cocok menu diet ibu-ibu,” tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ombudsman: Sosis, Burger dan Nugget Tak Boleh Ada di MBG</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/10/ombudsman-termasuk-junkfood-sosis-burger-dan-nugget-tak-boleh-ada-di-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 22:12:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Menu MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92164</guid>

					<description><![CDATA[Penggunaan makanan olahan semacam itu tidak sejalan dengan tujuan utama program MBG,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menyatakan seharusnya sosis, nugget, hingga burger dan makanan lain yang tergolong dalam ultra-processed foods (UPF) atau makanan ultra-olahan tidak boleh ada dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>“Kalau diharapkan, BGN tidak lagi memaksakan membeli sosis, nugget di dalam menunya, burger gitu. Harusnya nggak boleh lah, namanya aja junk food, benar kan?” kata Yeka di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, penggunaan makanan olahan semacam itu tidak sejalan dengan tujuan utama program MBG, yakni memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang berkualitas.</p>
<p>“Karena ini kan makan bergizi, ya berarti unsur gizinya itu harus benar-benar dipenuhi,” ujar Yeka.</p>
<p>Ia menegaskan, program MBG tidak boleh mengandalkan makanan instan atau kemasan pabrik, sebab nilai gizinya rendah dan tidak mendukung peningkatan kesehatan anak-anak.</p>
<p>Menurut Yeka, pemerintah harus lebih selektif dalam menetapkan standar bahan baku dan menu MBG, termasuk memastikan setiap makanan yang diberikan mengandung gizi seimbang dan aman dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak.</p>
<p>Sebelumnya, BGN melarang penggunaan makanan kemasan pabrik atau UPF sebagai menu makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menjelaskan, pelarangan ini untuk memastikan peserta MBG mendapatkan gizi yang tepat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
