<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Manajemen Bisnis &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/manajemen-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2026 06:18:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Dari Jualan Online sampai Skala Besar: Tantangan Manajemen bagi UMKM yang Tumbuh</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/dari-jualan-online-sampai-skala-besar-tantangan-manajemen-bagi-umkm-yang-tumbuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 06:18:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104701</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Desvira Nurya Putri
Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="x_1587152133s5"><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Banyak usaha kecil bermula dari hal sederhana: satu produk, satu akun toko online, dan satu orang yang mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari memotret barang, membalas pesan pelanggan, mengemas, sampai mencatat uang masuk. Saat pesanan mulai ramai, tentu ada rasa bangga. Namun justru di titik inilah banyak usaha mulai kewalahan. Ternyata, tumbuh membutuhkan keterampilan yang berbeda dari sekadar memulai.</p>
<p class="x_1587152133s5"><strong><span class="x_1587152133s6">Ketika cara lama tidak cukup lagi</span></strong></p>
<p class="x_1587152133s5">Pada tahap awal, pemilik usaha biasanya mengandalkan insting, ingatan, dan tenaga sendiri. Cara ini efektif ketika pesanan hanya belasan per bulan. Setelah pesanan menjadi puluhan per hari, masalah mulai bermunculan: pesanan terlewat, stok tidak cocok dengan catatan, pelanggan menunggu terlalu lama, dan pemilik usaha kelelahan.</p>
<p class="x_1587152133s5">Di sinilah ilmu manajemen berperan. Empat fungsi dasarnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, yang sering terdengar teoretis di bangku kuliah, ternyata sangat praktis ketika usaha mulai membesar.</p>
<p class="x_1587152133s5"><strong><span class="x_1587152133s6">Lima tantangan yang paling sering muncul</span></strong></p>
<p class="x_1587152133s5"><span class="x_1587152133s6">1. Tercampurnya uang pribadi dan uang usaha.</span> Ini kesalahan paling umum. Selama keuangan tidak dipisah, pemilik sulit tahu apakah usahanya benar-benar untung. Pencatatan sederhana yang rutin sering lebih berguna daripada laporan rumit yang jarang diisi.</p>
<p class="x_1587152133s5"><span class="x_1587152133s6">2. Untung di atas kertas, kas menipis di kenyataan.</span>Penjualan naik belum tentu berarti uang tunai cukup. Modal bisa tertahan di stok yang menumpuk atau di pembayaran yang belum cair. Banyak usaha yang tampak ramai justru kehabisan kas karena tidak mengelola arus uang masuk dan keluar.</p>
<p class="x_1587152133s5"><span class="x_1587152133s6">3. Semua masih bergantung pada pemilik.</span> Jika setiap keputusan kecil harus menunggu pemilik, usaha akan macet ketika pemilik sibuk atau sakit. Tantangannya adalah belajar mendelegasikan: menyerahkan tugas dan wewenang, bukan sekadar menyuruh.</p>
<p class="x_1587152133s5"><span class="x_1587152133s6">4. Merekrut dan mengelola orang.</span> Dari bekerja sendiri, pemilik kini harus memimpin tim. Ini keterampilan baru. Pembagian tugas yang jelas, aturan kerja yang disepakati, dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar tim tidak berjalan sendiri-sendiri.</p>
<p class="x_1587152133s5"><span class="x_1587152133s6">5. Mutu yang tidak konsisten.</span> Pelanggan datang kembali karena kualitas yang bisa diandalkan. Saat jumlah pesanan melonjak, mutu produk dan layanan sering turun. Karena itu usaha perlu punya standar kerja yang tertulis, sehingga hasilnya sama siapa pun yang mengerjakan.</p>
<p class="x_1587152133s5"><strong><span class="x_1587152133s6">Langkah praktis yang bisa dimulai sekarang</span></strong></p>
<p class="x_1587152133s5">Pertumbuhan tidak harus menunggu modal besar. Beberapa langkah berikut bisa dimulai sedikit demi sedikit:</p>
<div class="x_1587152133s8"><span class="x_1587152133s7">• </span><span class="x_1587152133s6">Pisahkan keuangan</span> pribadi dan usaha, lalu catat setiap transaksi secara rutin</div>
<div class="x_1587152133s8"><span class="x_1587152133s7">• </span><span class="x_1587152133s6">Tulis prosedur sederhana</span>, misalnya alur dari pesanan masuk sampai barang dikirim</div>
<div class="x_1587152133s8"><span class="x_1587152133s7">• </span><span class="x_1587152133s6">Bagi peran</span> dengan jelas, siapa mengurus stok, siapa melayani pelanggan, siapa mengatur keuangan</div>
<div class="x_1587152133s8"><span class="x_1587152133s7">• </span><span class="x_1587152133s6">Pantau angka kunci</span> secara berkala, seperti penjualan, stok, dan sisa kas</div>
<div class="x_1587152133s8"><span class="x_1587152133s7">• </span><span class="x_1587152133s6">Dengarkan pelanggan</span>, karena keluhan dan saran mereka adalah masukan gratis untuk memperbaiki usaha</div>
<div class="x_1587152133s8"><span class="x_1587152133s7">• </span><span class="x_1587152133s6">Tumbuh bertahap</span>, tambah kapasitas ketika permintaan sudah stabil, jangan sekadar mengejar ramainya sesaat</div>
<p class="x_1587152133s5"><strong><span class="x_1587152133s6">Tumbuh itu soal sistem, bukan hanya semangat</span></strong></p>
<p class="x_1587152133s5">Semangat dan kerja keras memang membawa usaha sampai ke titik awal yang baik. Tetapi untuk naik ke skala yang lebih besar, usaha membutuhkan sistem: keuangan yang tertib, pembagian tugas yang jelas, dan pemilik yang berani berubah dari “pekerja serba bisa” menjadi pengelola. Perubahan peran ini tidak mudah, tetapi inilah yang membedakan usaha yang sekadar ramai dengan usaha yang benar-benar bertahan lama.</p>
<p class="x_1587152133s5">Bagi pelaku UMKM, kabar baiknya, ilmu manajemen bukan hanya milik perusahaan besar. Prinsip-prinsipnya bisa diterapkan sejak dini, bahkan dari meja makan di rumah. Semakin awal dipelajari, semakin siap usaha menghadapi pertumbuhan.</p>
<p class="x_1587152133s4"><em><span class="x_1587152133s9">Penulis:</span><span class="x_1587152133s9"> Desvira Nurya Putri</span></em><br />
<em><span class="x_1587152133s10">Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamula</span><span class="x_1587152133s10">ng.</span></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqVrLSdZNKAEgB8_ytTvAMOiTuZ0Hs2363IM6YHt1AaVTYFtD2UeknGergGggmSG6EODhoYUNEiD2ELFX7BMu3rA-nKtsil7OSOmYGwP_54E9gSJ1kPNNVyOd1IOIhjXXsRWfX6fEhV5RaImOFOBr1QFAsUsKHR7KkCxcDKSdynwDOiy40Y10D3Pfl-w/s720/Manajemen%20UMKM.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Bisnis Modern: Proses, Pengoperasian dan Pengembangan Strategis</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/manajemen-bisnis-modern-proses-pengoperasian-dan-pengembangan-strategis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 12:41:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104632</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Riznaini Zulyesa Syafila Program Studi Ekonomi dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh Riznaini Zulyesa Syafila Program Studi Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Manajemen, Universitas Pamulang</em></p>
<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Manajemen bisnis modern merupakan aspek krusial dalam keberlangsungan dan daya saing organisasi di tengah perubahan lingkungan global yang dinamis. Pengelolaan bisnis saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan operasional harian, melainkan mencakup pengintegrasian proses bisnis, pengoperasian secara efisien, serta perumusan pengembangan strategis jangka panjang. Artikel ini membahas secara komprehensif mengenai konsep dasar manajemen bisnis modern, proses-proses inti yang terlibat, tata cara pengoperasian yang efektif, serta langkah-langkah pengembangan strategis, melalui pemahaman yang mendalam terhadap ketiga elemen ini, organisasi dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, beradaptasi dengan kemajuan teknologi, serta mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.</p>
<p>Dunia bisnis modern mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar, kemajuan teknologi informasi, serta arus globalisasi yang serba cepat. Kondisi ini menuntut setiap organisasi maupun perusahaan untuk meninggalkan pola manajemen tradisional dan beralih ke pendekatan manajemen bisnis modern yang lebih fleksibel, responsif, dan terintegrasi. Manajemen bisnis modern bertugas mengoordinasikan seluruh elemen dan sumber daya dalam perusahaan, mulai dari sumber daya manusia, modal, teknologi, hingga informasi agar dapat bekerja secara efisien dalam mencapai tujuan bersama dan di dalam pelaksanaannya, perusahaan harus mampu merancang proses kerja yang terstruktur, menjalankan operasional harian secara efektif, serta memformulasi pengembangan strategis agar tidak tertinggal oleh pesaing.</p>
<p>Kesalahan dalam mengelola proses operasional maupun kegagalan dalam membaca arah perkembangan strategis dapat berakibat fatal, seperti penurunan daya saing, inefisiensi biaya, hingga kerugian finansial. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai integrasi antara proses bisnis, pengoperasian, dan pengembangan strategis sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan oleh pelaku bisnis maupun akademisi.</p>
<p>Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, metode studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber pustaka sekunder yang berkaitan dengan manajemen bisnis modern, mencakup buku teks, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan lainnya, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, serta menjelaskan konsep-konsep utama mengenai proses bisnis, sistem pengoperasian, dan strategi pengembangan bisnis modern, penelitian ini tidak melibatkan pengumpulan data lapangan primer secara langsung seperti wawancara atau penyebaran kuesioner, melainkan menitikberatkan pada kajian teoritis dan konseptual yang komprehensif.</p>
<p>Tahapan penelitian dilaksanakan mulai dari penentuan topik kajian, pengumpulan referensi literatur yang relevan, analisis serta sintesis materi, hingga penyusunan artikel ilmiah yang sistematis.</p>
<p>Berdasarkan hasil studi literatur, manajemen bisnis modern memiliki cakupan yang luas dan berfokus pada integrasi antar-fungsi organisasi, pengelolaan bisnis modern tidak hanya menekankan pada pencapaian target jangka pendek, melainkan pada penciptaan nilai (value creation) secara berkelanjutan., hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam pembahasan manajemen bisnis modern</p>
<p><b>Proses </b><b>Bisnis </b><b>Modern: </b>Rangkaian aktivitas terstruktur yang saling terhubung untuk menghasilkan produk atau jasa yang bernilai bagi konsumen.</p>
<p><b>Pengoperasian</b><b> </b><b>Bisnis</b><b> (</b><b>Operasional</b><b>)</b>: Mekanisme eksekusi dan pengelolaan arus kerja (workflow) harian agar berjalan secara efisien dan efektif.</p>
<p><b>Pengembangan</b><b> </b><b>Strategis</b>: Perencanaan berjangka panjang yang melibatkan analisis lingkungan internal dan eksternal guna memenangkan persaingan pasar.</p>
<p><b>Proses </b><b>dalam </b><b>Manajemen </b><b>Bisnis </b><b>Modern</b></p>
<p>Proses bisnis adalah inti dari bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsinya, dalam manajemen bisnis modern, proses bisnis ditata secara sistematis agar menghilangkan hambatan (bottleneck) serta meningkatkan nilai efisiensi. Proses ini dapat dikategorikan menjadi tiga bagian utama</p>
<p><b>Proses Utama (Primary Processes)</b>: Mencakup rangkaian kegiatan yang secara langsung menciptakan nilai bagi pelanggan akhir, mulai dari penerimaan bahan baku/input, produksi, distribusi, hingga layanan purnajual.</p>
<p><b>Proses </b><b>Pendukung</b><b> (Support Processes)</b>: Berfungsi untuk menyediakan infrastruktur dan sumber daya yang dibutuhkan oleh proses utama. Ini mencakup manajemen sumber daya manusia, pengelolaan TI, akuntansi, dan pengadaan barang/jasa.</p>
<p><b>Proses </b><b>Manajemen </b><b>(Management Processes)</b>: Mencakup fungsi tata kelola, perencanaan strategis, pengawasan, dan evaluasi terhadap operasional bisnis agar tetap sejalan dengan visi dan misi organisasi</p>
<p><b>Pengoperasian </b><b>Bisnis </b><b>Modern (Business Operations) </b><b> </b></p>
<p>Pengoperasian bisnis mencakup pelaksanaan konkrit dari rencana dan proses yang telah ditetapkan. Dalam era modern, pengoperasian bisnis dituntut untuk berbasis data (data-driven) dan memanfaatkan teknologi digital.</p>
<p><b>Digitalisasi </b><b>dan </b><b>Otomatisasi </b><b>Operasional</b>: Penggunaan sistem perangkat lunak seperti Enterprise Resource Planning (ERP) dan Customer Relationship Management (CRM) memungkinkan pengintegrasian arus data secara real-time, mempercepat pembuatan keputusan, dan mengurangi kesalahan manusia (human error).</p>
<p><b>Manajemen </b><b>Rantai </b><b>Pasok </b><b>(Supply Chain Management)</b>: Pengoperasian yang efisien memerlukan pengelolaan rantai pasok yang tangguh (resilient), mulai dari pemasok hingga ke tangan konsumen akhir, untuk meminimalkan biaya logistik dan menjaga ketersediaan barang.</p>
<p><b>Pengendalian</b><b> Mutu dan </b><b>Efisiensi</b>: Penerapan metodologi operasional modern seperti Lean Management atau Six Sigma digunakan untuk meminimalkan pemborosan (waste), meningkatkan kualitas produk/layanan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan</p>
<p><b>Pengembangan </b><b>Strategis </b><b>Bisnis </b><b>Modern </b><b> </b></p>
<p>Pengembangan strategis merupakan pemikiran jangka panjang yang mengarahkan organisasi ke mana akan melangkah dan bagaimana cara memenangkan kompetisi di pasar.</p>
<p><b>Analisis</b><b> </b><b>Lingkungan</b><b> Strategis</b>: Sebelum merumuskan strategi, organisasi wajib melakukan analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) serta eksternal (peluang dan ancaman) menggunakan alat bantu seperti Analisis SWOT atau Porter’s Five Forces.</p>
<p><b>Formulasi</b><b> dan </b><b>Orientasi</b><b> Inovasi</b>: Pengembangan strategis modern menempatkan inovasi sebagai prioritas utama. Hal ini melibatkan pengembangan produk baru, eksplorasi model bisnis baru (seperti model berlangganan atau platform digital), serta penciptaan pengalaman pelanggan (customer experience) yang lebih baik.</p>
<p><b>Eksekusi</b><b> dan </b><b>Evaluasi</b><b> Strategi</b>: Strategi yang dirumuskan harus diterjemahkan ke dalam target-target operasional yang terukur, misalnya menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Evaluasi berkala perlu dilakukan agar perusahaan dapat melakukan penyesuaian (pivoting) jika terjadi perubahan kondisi pasar yang drastis <b> </b><b> </b></p>
<p>Manajemen bisnis modern merupakan pendekatan holistik yang memadukan proses bisnis yang terstruktur, pengoperasian berbasis teknologi dan efisiensi, serta pengembangan strategis berorientasi jangka panjang. Keberhasilan organisasi di era kompetisi global sangat bergantung pada sejauh mana ketiga elemen ini terintegrasi secara harmonis, proses bisnis menyediakan kerangka kerja, pengoperasian memastikan eksekusi harian berjalan secara efisien, sedangkan pengembangan strategis memberikan arah pertumbuhan di masa depan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten dan adaptif, perusahaan dapat membangun ketahanan bisnis (business resilience) dan meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.</p>
<p>Setiap organisasi hendaknya terus mendorong transformasi digital dalam pengoperasian bisnis harian untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data, selain itu pihak manajemen perlu melakukan peninjauan strategis (strategic review) secara berkala untuk mengidentifikasi peluang baru dan merespons risiko eksternal sejak dini, pPelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus terus ditingkatkan agar sejalan dengan tuntutan perkembangan bisnis modern.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://mm.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/Management-images-libres-de-droit-photos-de-Management-_-Depositphotos.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
