<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Longsor &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/longsor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Jul 2025 11:45:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1787875280/cropped-depokpos/cropped-depokpos.jpg?_i=AA</url>
	<title>Longsor &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Longsor Timbun Aliran Kali Baru Tapos</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/longsor-timbun-aliran-kali-baru-tapos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 11:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89459</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tapos, Jarkasih,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tapos, Jarkasih, mengimbau warga di wilayahnya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti longsor, banjir, maupun angin puting beliung, menyusul cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Kota Depok.</p>
<p>Imbauan ini disampaikan setelah peristiwa longsor di wilayah Nyencle, RT 02 RW 01, Kelurahan Cilangkap, yang terjadi baru-baru ini dan menimbun aliran Kali Baru di sisi Jalan Raya Jakarta-Bogor.</p>
<p>“Longsoran tersebut jatuh ke Kalibaru dan menimbun aliran sungai, sehingga sempat menyebabkan penyumbatan. Alhamdulillah, segera ditangani oleh Pak Lurah, Pak RW, dan Pak RT yang langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), khususnya Bidang Sumber Daya Air (SDA),” kata Jarkasih, Selasa (09/07/25).</p>
<p>Ia menambahkan, respons cepat dari aparatur kelurahan sangat membantu dalam mencegah kerusakan lebih lanjut.</p>
<p>Penanganan juga telah dilakukan di lokasi longsor lain di Kelurahan Jatijajar, dengan menurunkan personel dari Dinas PUPR.</p>
<p>Menghadapi fenomena cuaca ekstrem, Jarkasih meminta warga untuk siaga dan mengetahui langkah penyelamatan dini.</p>
<p>“Kami mengimbau warga untuk antisipasi bencana, baik itu longsor, banjir, atau puting beliung. Masyarakat harus siap melakukan evakuasi dan tindakan penyelamatan jika sewaktu-waktu bencana terjadi,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana di kawasan rawan, terutama di wilayah dengan topografi yang rentan seperti bantaran kali dan perbukitan.</p>
<p>Sementara itu, Lurah Cilangkap, Galih Catur Prasatya, mengungkapkan bahwa laporan awal diterima dari Ketua RW 01 Kelurahan Cilangkap, Heri, yang menyampaikan adanya longsor di wilayah tersebut.</p>
<p>“Saya menindaklanjuti laporan dari Ketua RW 01, Bang Heri, terkait longsor di RT 02 RW 01. Lokasinya berada di Kampung Nyencle. Penyebabnya karena hujan yang cukup lama, sehingga tanah terkikis dan akhirnya longsor,” ungkap Galih.</p>
<p>Ia memastikan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan dinas teknis dan saat ini masih menunggu tindak lanjut penanganan dari pihak terkait.</p>
<p>“Kami bersama Pak RW sudah melaporkan ke dinas-dinas terkait. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada update penanganan lebih lanjut,” tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://berita.depok.go.id/storage/posts//0zDnhIhCIWZaesZHq6gFKYO5Wdijn03H5FyzkpaT.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Usai Longsor dan Banyak Korban, Dedi Mulyadi Cabut Izin Tambang di Cirebon</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/05/usai-longsor-dan-banyak-korban-dedi-mulyadi-cabut-izin-tambang-di-cirebon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 09:28:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87354</guid>

					<description><![CDATA[Pencabutan izin dilakukan sebagai sanksi administratif karena pengelola tambang dinilai tidak memiliki standar keamanan kerja yang memadai]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Pencabutan izin dilakukan sebagai sanksi administratif karena pengelola tambang dinilai tidak memiliki standar keamanan kerja yang memadai</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya resmi mencabut izin operasional tambang galin C di kawasan Gunung Kuda Cirebon, Jabar, menyusul insiden longsor yang terjadi pada Jumat, (30/5).</p>
<p>Dedi mengatakan tambang yang dikelola Koperasi Pondok Pesantren Al-Azhariyah itu, sudah beberapa kali mendapat peringatan dari Pemprov Jabar terkait risiko keselamatan kerja.</p>
<p>“Dinas ESDM Jabar sudah beberapa kali memberikan surat peringatan tentang bahaya pengelolaan tambang ini,” katanya di Cirebon, Sabtu.</p>
<p>Ia menegaskan pencabutan izin dilakukan, sebagai sanksi administratif karena pengelola tambang dinilai tidak memiliki standar keamanan kerja yang memadai.</p>
<p>Selain tambang Al-Azhariyah, kata dia, Pemprov Jabar juga menghentikan operasional dua tambang lain di sekitar lokasi yang dikelola yayasan.</p>
<p>“Tiga-tiganya sudah kami tutup tadi malam,” ujar Dedi.</p>
<p>Dedi mengatakan kalau izin tambang di kawasan Gunung Kuda, diterbitkan pada 2020 dan akan habis pada Oktober 2025.</p>
<p>Namun, karena izin diterbitkan sebelum ia menjabat gubernur, maka pihaknya tidak bisa membatalkan izin secara langsung.</p>
<p>Ia menyebutkan Pemprov Jabar juga sedang menjalankan moratorium perizinan tambang, sebagai langkah evaluasi terhadap seluruh aktivitas pertambangan di wilayahnya.</p>
<p>Dedi menuturkan, penertiban tambang ilegal pun sudah dilakukan di berbagai daerah di Jabar seperti Karawang, Subang, dan tambang emas milik pengusaha asing asal Korea Selatan.</p>
<p>“Seminggu lalu, kami juga menutup tambang di Tasikmalaya, dan sekarang sedang memproses kasus pidana tambang ilegal di sana,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, langkah tegas ini diambil demi mencegah kerusakan lingkungan sekaligus melindungi keselamatan pekerja tambang.</p>
<p>Ia memastikan, Pemprov Jabar akan terus konsisten menindak tambang yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat.</p>
<p>“Kapolda juga relatif tegas (soal proses hukum), jadi sudah banyak langkah yang kita lakukan bersama-sama,” ucap dia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.bitvonline.com/uploads/images/2025/05/_5_13-Pekerja--T3w4s-Akibat-Salah-Metode-Penambangan-Penyebab-Longsor-Tambang-Gunung-Kuda-Cirebon.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polda Jabar Kerahkan Anjing Pelacak Cari Korban Longsor Tambang Cirebon yang Masih Tertimbun</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/05/polda-jabar-kerahkan-anjing-pelacak-cari-korban-longsor-tambang-cirebon-yang-masih-tertimbun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 06:04:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87344</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Polda Jabar mengerahkan anjing pelacak dari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Polda Jabar mengerahkan anjing pelacak dari unit K9 demi mempermudah pencarian terhadap korban yang masih tertimbun material longsoran galian C Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (31/5).</p>
<p>Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengungkapkan tiga ekor anjing pelacak dari unit K9 diturunkan, dibantu tiga pembimbing dan dua instruktur yang saat ini mengawasi untuk menemukan 11 orang yang masih tertimbun.</p>
<p>Penambahan jumlah korban tertimbun, terungkap usai pihak BPBD mendapat laporan dari warga yang kehilangan keluarganya di galian C Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.</p>
<p>&#8220;Sejak pagi, Unit K9 mulai melakukan penyisiran di area-area yang telah dipetakan sebagai zona rawan,&#8221; ungkap Hendra Rochmawan, Sabtu (31/5).</p>
<p>&#8220;Lokasi saat ini sedang di evakuasi dengan satu alat excavator. Aksi k9 ini adalah atensi dari Bapak Kapolda Jabar dari tadi malam beliau sudah ada di lokasi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi reruntuhan ini kita tidak bisa menebak, maka dengan bantuan K9 ini kita bisa mencari jenazah pekerja dengan jarak penciuman 10 meter kurang lebih,&#8221; ia menjelaskan.</p>
<p>Pengerahan K9 dilakukan setelah Sekda Jabar Herman Suryatman mengungkapkan 14 orang meninggal dunia dan sudah dapat di evakuasi dalam insiden longsor di galian C yang ada di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/5).</p>
<p>&#8220;Meninggal dunia 14 dan empat orang menjalani rawat jalan,&#8221; kata Herman, kepada wartawan.</p>
<p>Herman mengatakan petugas gabungan dari beberapa instansi bakalan kembali melakukan pencarian terhadap korban lainnya yang masih tertimbun pada Sabtu (31/5).</p>
<p>Namun pencarian akan dilakukan setelah lokasi kejadian dianggap aman untuk dilakukan evakuasi kembali.</p>
<p>&#8220;Informasi awal itu kan ada delapan gitu ya, tetapi ada yang lapor lagi ke BPBD itu, keluarganya itu katanya ada tiga lagi. Jadi 11 orang, ini menjadi fokus utama kami untuk pencarian,&#8221; ujar Hendra saat dikonfirmasi, Sabtu (31/5).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn01.metrotvnews.com/dynamic/content/2025/05/30/kpLCaOyG/a_68396d232e449.jpeg?w=720" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Kesaksian Pekerja di Longsor Tambang Cirebon</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/05/ini-kesaksian-pekerja-di-longsor-tambang-cirebon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87332</guid>

					<description><![CDATA[Para pekerja mengetahui tanda-tanda jika akan terjadi longsor]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Para pekerja mengetahui tanda-tanda jika akan terjadi longsor</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Longsor areal tambang di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon bukan longsoran baru. Kesaksian dari salah satu pekerja tambang mengatakan longsor hari ini sisa material dari longsor sebelumnya.</p>
<p>Salah satu pekerja Uci Sanusi mengatakan, areal tersebut sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu. Namun materialnya masih banyak tertahan dan belum jatuh sepenuhnya ke bawah. Diduga karena pengerukan terus menerus yang dilakukan oleh para penambang, membuat sisa longsoran tersebut jatuh dan menimpa para pekerja.</p>
<p>“Itu sebelumnya udah longsor, tapi karena terus dikeruk, jadi longsorannya jatuh,” ujar Uci di Cirebon, Jumat, 30 mei 2029.</p>
<p>Menurut pengalaman Uci, selama bekerja di pertambangan Gunung Kuda, ketika longsor akan terjadi dari atas gunung, para pekerja masih memungkinkan bisa menyelamatkan diri.</p>
<h3>Para pekerja mengetahui tanda-tanda jika akan terjadi longsor</h3>
<p>Kata Uci, sebelum longsor terjadi ditandai seperti batu-batu kecil yang berjatuhan. Jika melihat tanda tersebut, para pekerja akan secepat mungkin menyelamatkan diri.</p>
<p>“Kalau longsor dari atas, pasti ada ciri-cirinya dan para pekerja bisa menyelamatkan diiri,” ujar Uci.</p>
<p>Sebelumnya, Gunung Kuda di Desa Cipanas Dukupuntang Cirebon, mengalami longsor dan menimpa sejumlah pelerja serta kendaraan yang ada dilokasi. Enam korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan belasan lainnya masih dalam pencarian petugas gabungan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/05/30/penampakan-tambang-batu-yang-dedi-mulyadi-minta-tutup-selamanya-1748606955649_169.jpeg?w=600&#038;q=90" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta-fakta Longsor Tambang di Cirebon yang Tewaskan 13 Orang</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/05/fakta-fakta-longsor-tambang-di-cirebon-yang-tewaskan-13-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87329</guid>

					<description><![CDATA[Petaka terjadi di kawasan tambang batu galian C...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Petaka terjadi di kawasan tambang batu galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon pada Jumat (30/5). Bencana longsor menewaskan belasan orang di sana.</p>
<p>Sejauh ini, dilaporkan sudah tiga kali longsor susulan terjadi. Hal ini menghambat proses evakuasi yang dilakukan.</p>
<p>Berikut hal yang sejauh ini diketahui terkait bencana tersebut:</p>
<h3>13 Orang Tewas</h3>
<p>Setelah longsor terjadi, evakuasi dilakukan. Sebab, dilaporkan ada puluhan pekerja yang terdampak longsoran itu. Longsor juga menyebabkan tujuh unit mobil dump truk dan tiga unit ekskavator terkubur oleh material longsoran.</p>
<p>Hingga Jumat malam, saat proses evakuasi dihentikan pukul 18.00 WIB, 13 orang ditemukan dalam kondisi tewas.</p>
<p>&#8220;Insyaallah, besok pagi evakuasi akan dilanjutkan,&#8221; kata Kapolsek Arjawinangun, Kompol Sumairi, kemarin.</p>
<p>Seluruh jenazah dibawa ke Rumah Sakit Arjawinangun dan berhasil diidentifikasi.<br />
9 Orang Dievakuasi dalam Kondisi Selamat</p>
<p>Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan sebanyak sembilan korban yang sempat tertimbun longsoran berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. mereka dirawat di Rumah Sakit Sumber Hurip.</p>
<h3>Sembilan korban selamat:</h3>
<p>Rion Firmansyah-Warga Gunung Santri, Kepuh, Palimanan;<br />
Rio-Warga Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang;<br />
Rino-Warga Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang;<br />
Siswanto-Warga Leuwimunding, Majalengka;<br />
Suwadi-Warga Girinata, Kecamatan Dukupuntang;<br />
Ervan Hardiansyah-Warga Blok Silih Asih, Kecamatan pabedilan;<br />
Aji-Warga Desa Beberan, Kecamatan Palimanan;<br />
Safitri-Warga Kertajati, Majalengka;<br />
Abdul Rohim-Warga Kertajati, Majalengka.</p>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; “Pendataan dan proses evakuasi masih terus berlangsung, pihak kepolisian bersama unsur TNI, BPBD, dan Relawan tengah melakukan pencarian lanjutan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal,” tutur Hendra dalam keterangannya, Jumat (30/5).</p>
<h3>Salah Metode Pertambangan</h3>
<p>Kepala Dinas ESDM Jawa Barat Bambang Tirto Yuliono mengatakan, penyebab longsor berasal dari kesalahan dalam metode penambangan. Seharusnya metode penambangan dilakukan dari atas, dan membentuknya seperti terasering.</p>
<p>“Ini ada sebuah kesalahan dalam metode penambangannya. Seharusnya dengan jenis batuan seperti ini dilakukan dari atas. Lakukan ke arah terasering. Bukan dari bawah. Ini sudah diperingatkan oleh inspektur tambang,” tutur Bambang kemarin.</p>
<p>ESDM Jabar juga sudah melakukan peringatan secara berulang kali kepada para penambang, tetapi diabaikan. Bambang mengatakan, garis polisi juga telah dipasang untuk mencegah kegiatan penambangan sebelum longsor terjadi.</p>
<p>“Poinnya adalah memperingati berkali-kali dan kemudian sudah bahkan diperingatkan agak keras. Bahkan Ibu Kapolres sudah melakukan police line sebelum kejadian longsor ini,” ujarnya.</p>
<h3>Kesaksian Pekerja</h3>
<p>Salah seorang pekerja, Saripudin (57), menceritakan mengenai aktivitas dan kondisi di area galian tersebut. Ia mengaku telah bekerja di lokasi sejak 2006.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah penghasilan di sini cukup, bahkan lebih untuk kebutuhan keluarga,&#8221; kata Saripudin kepada wartawan.</p>
<p>Saripudin yang berprofesi sebagai sopir menuturkan, kegiatan utama di area tersebut adalah pengambilan material untuk urugan dan semen.</p>
<p>&#8220;Saya hanya menunggu muatan Beko, lalu mengangkutnya ke truk,&#8221; katanya.</p>
<p>Waktu kerja di lokasi galian, biasanya berlangsung dari pukul 07.00 pagi hingga 17.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Dulu pernah sampai malam, tapi sekarang tidak lagi. Kalau sudah jam 6 sore, itu istilahnya ‘gantungan’ untuk besok pagi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saripudin menyebut, pengambilan material selalu dilakukan dengan Beko, tanpa menggunakan bahan peledak. &#8220;Alhamdulillah tidak ada yang pakai bahan peledak,&#8221; tegasnya.</p>
<h3>Tambang Akan Ditutup Permanen</h3>
<p>Bambang Tirto Yuliono mengatakan pihaknya akan menutup permanen tambang tersebut.</p>
<p>“Sore hari ini saya tutup sementara dan nanti mungkin malam oleh Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) akan ditutup permanen. Kira-kira begitu ya,” kata Bambang, kepala Dinas ESDM Jabar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn01.metrotvnews.com/dynamic/content/2025/05/30/kpLCaOyG/a_68396d232e449.jpeg?w=720" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Longsor Tambang di Cirebon, Pemprov Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/05/longsor-tambang-di-cirebon-pemprov-jabar-tetapkan-status-tanggap-darurat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 04:33:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87326</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari untuk mempercepat penanganan pasca bencana longsor di tambang batu galian C, Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (30/5).</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan penanganan korban, evakuasi, serta pemulihan aspek ekonomi dan sosial warga terdampak.</p>
<p>&#8220;Status tanggap darurat mulai hari ini diproses oleh Bupati Cirebon selama tujuh hari untuk memastikan penanganan secara menyeluruh,&#8221; ujar Herman saat meninjau lokasi bencana pada Jumat (30/5) malam.</p>
<p>Selain menetapkan status darurat, Pemprov Jabar juga menghentikan sementara operasional empat yayasan yang terlibat dalam pengelolaan tambang di Gunung Kuda.</p>
<p>Tiga yayasan itu bergerak di bidang eksploitasi tambang, sedangkan satu yayasan lainnya melakukan eksplorasi.</p>
<p>Herman menegaskan bahwa penghentian sementara ini dilakukan demi keselamatan masyarakat, sesuai prinsip &#8220;salus populis suprema lex esto” (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi).</p>
<p>Meski begitu, proses hukum juga tengah disusun berdasar standar operasional prosedur sebelum keputusan final dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat.</p>
<h3>Korban Didominasi Pekerja Tambang</h3>
<p>Tim SAR yang mengevakuasi korban di lokasi menyebut ada 14 orang tewas, dan 6 orang luka-luka pada peristiwa ini. Sementara itu, mereka masih mencari 8 orang yang dikabarkan tertimbun.</p>
<p>Sebagian besar korban merupakan pekerja tambang yang sedang bertugas saat longsor terjadi.</p>
<p>Kepala Dinas ESDM Jawa Barat Bambang Tirto Yuliono mengatakan, penyebab longsor berasal dari kesalahan dalam metode penambangan. Seharusnya metode penambangan dilakukan dari atas, dan membentuknya seperti terasering.</p>
<p>“Ini ada sebuah kesalahan dalam metode penambangannya. Seharusnya dengan jenis batuan seperti ini dilakukan dari atas. Lakukan ke arah terasering. Bukan dari bawah. Ini sudah diperingatkan oleh inspektur tambang,” tutur Bambang kemarin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.bitvonline.com/uploads/images/2025/05/_8858_Terkini--Longsor-Tambang-Gunung-Kuda-Cirebon-Telan-9-Korban-Jiwa--Belasan-Masih-Tertimbun.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Picu Longsor di Pasir Putih Sawangan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/04/hujan-deras-picu-longsor-di-pasir-putih-sawangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2025 02:25:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Pasir Putih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85231</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Sebuah rumah rusak parah usai longsor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sebuah rumah rusak parah usai longsor di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (6/4). Rumah milik warga bernama Eko Nurcahyo itu mengalami rusak berat.</p>
<p>Kabid Penanggulangan Bencana Damkar Depok, Denny Romulo mengatakan longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Depok, Minggu sore.</p>
<p>&#8220;Alamat rumah roboh: Raffa Residence 5 Blok G 4, RT 05/05, Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok,&#8221; kata Denny dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/4).</p>
<p>Longsor akibat hujan deras di Depok juga membuat turap perbatasan antara RW 16 dan RW 14 Perumahan Regensi Bedahan juga ambruk.</p>
<p>Selain itu, hujan deras juga menyebabkan Sungai Angsana meluap. Beruntung bencana tanah longsor dan sungai meluap ini tidak menelan korban jiwa maupun korban luka.</p>
<p>&#8220;Nihil korban,&#8221; ucap Denny.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2018/12/08/4c2b49ed-14fb-4630-ad8c-97ec6e66cb3c_169.jpeg?w=650&#038;q=90" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lurah Jatijajar Tinjau Sejumlah Titik Longsor di Wilayahnya</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/lurah-jatijajar-tinjau-sejumlah-titik-longsor-di-wilayahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 02:17:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[jatijajar]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60407</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Lurah Jatijajar, Mujahidin meninjau langsung tiga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Lurah Jatijajar, Mujahidin meninjau langsung tiga titik longsor di wilayahnya, akibat hujan deras yang terjadi pada Sabtu (04/11) hingga Minggu (05/11) di Depok.</p>
<p>&#8220;Kami sudah merekap dan meninjau semua lokasi longsor yang berada di kelurahan Jatijajar. Total ada tiga titik yaitu di RW 06 yang berbatasan dengan RW 11 RW 09 dan RW 10 Jatijajar,&#8221; tutur Mujahidin, Selasa (07/11/23).</p>
<p>Mujahidin mengatakan, pihaknya sudah membuat laporan ke perangkat daerah terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok. Agar segera dilakukan penanganan, minimal pengangkatan material longsor maupun bantuan bahan pokok.</p>
<p>“Pertama kami sudah bersurat ke dinas terkait, meminta tindak lanjut. Dan kami sudah memberikan bantuan kepada rumah yang terdampak,” ucapnya.</p>
<p>Longsor yang terjadi, lanjut Mujahidin, memiliki tinggi yang bervariatif. Dampak dari longsor ini terdapat sebagian jalan warga yang tertutup longsoran tanah.</p>
<p>Selain itu, juga ada beberapa tiga rumah yang terdampak. Ia memastikan, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>&#8220;Penyebab longsor, karena intensitas hujan tinggi, sehingga struktur tanah dan bebatuan bergerak ke tempat yang lebih rendah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Guna mengantisipasi kejadian serupa Mujahidin mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah.</p>
<p>Di antaranya, membuang sampah pada tempatnya, rajin membersihkan selokan dan saluran air, menjaga kelestarian alam dan membuat sumur resapan.</p>
<p>“Selain itu, memperbanyak ruang terbuka hijau, membuat lubang biopori, serta membuat saluran air yang baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan langkah yang dilakukan dapat meminimalisir dampak dari cuaca ekstrem ini,&#8221; tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2016/06/20160606LONGSOR.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspada! Ini 21 Titik Banjir dan Longsor di Depok</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/waspada-ini-21-titik-banjir-dan-longsor-di-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 11:36:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Citra Indah Yulianty]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPR]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60390</guid>

					<description><![CDATA[Puluhan titik tersebut telah dilakukan penanganan dan hingga saat ini masih terus berjalan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Puluhan titik tersebut telah dilakukan penanganan dan hingga saat ini masih terus berjalan</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah memetakan 21 titik banjir, longsor dan tanggul jebol yang terjadi akibat hujan deras pada Sabtu (04/11).</p>
<p>Puluhan titik tersebut telah dilakukan penanganan dan hingga saat ini masih terus berjalan.</p>
<p>“Setelah kami petakan, ada 21 titik yang butuh penanganan lebih lanjut, longsor yang paling dominan. Mengingat pada sabtu lalu seluruh wilayah Kota Depok dilanda hujan lebat dengan durasi yang cukup lama,&#8221; ujar Kepala DPUPR Kota Depok Citra Indah Yulianty, Selasa (07/11/23).</p>
<p>Dikatakannya, terdapat 12 titik longsor, diantaranya di Jalan Sadar Kelurahan Tugu, Jalan Dipo Kelurahan Cipayung, Jalan Getabo Kelurahan Mekarsari, Makam Keramat Kelurahan Ratujaya. Kemudian, Jalan Lingkar Situ Kedaung Kelurahan Cinangka, Komplek RRI Kelurahan Cisalak dan lain-lain.</p>
<p>&#8220;Untuk lokasi banjir ada enam titik, diantaranya ada di Perumahan Tirta Mandala Kelurahan Sukamaju, Jalan Ridwan Rais Kelurahan Beji, Jalan menuju Pondok Pesantren Qotrun Nada Kelurahan Cipayung, RW 03 Kali Cipinang Kelurahan Sukamaju Baru, RW 09 Kelurahan Sukamaju Baru dan Perumahan Taman Duta Kelurahan Bakti Jaya,” ungkapnya.</p>
<p>“Ada juga jalan amblas di Kampung Bedeng Kelurahan Limo dan tanggul jebol di RW 25 Kelurahan Mekarjaya serta RW 10 Kelurahan Jatijajar,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Pemeliharaan Sumber Daya Air DPUPR Kota Depok, Doddy Sadikin menyebut, pihaknya mengerahkan seluruh personel satuan tugas (satgas) untuk melakukan penanganan. Penanganan sudah dilakukan sejak sabtu malam dan masih berlanjut sampai hari ini.</p>
<p>&#8220;Sudah kami perintahkan satgas untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Rata-rata banjir terjadi akibat saluran yang tersumbat oleh sampah. Sampai saat ini, kami terus melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut. Proses pengerjaan bergantian dan menggunakan skala prioritas,” tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/banjir-dan-longsor-di-depok-senin_211108155756-528.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
