<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Muslimah Menulis &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/komunitas-muslimah-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Mar 2025 00:04:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Tiga Fungsi Utama Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/03/tiga-fungsi-utama-al-quran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 00:04:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Muslimah Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=84684</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Setidaknya ada tiga fungsi pokok Al-Qur&#8217;an...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Setidaknya ada tiga fungsi pokok Al-Qur&#8217;an yang harus dipahami. Hal itu disampaikan Mubalighah Kota Depok, Santi Fawrita dalam Forum Komunitas Keluarga Sakinah, Ramadhan Bulan Al-Qur&#8217;an, Amalkan Seluruhnya, Ahad (15/03/2025) di Depok.</p>
<p>Adapun ketiga fungsi pokok tersebut yakni: Pertama, sebagai petunjuk dan penjelas bagi umat manusia, serta pembeda yang haq dan yang bathil.</p>
<p>“Sebagaimana yang dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 185 yang artinya, Al-Qur&#8217;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan -penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda( antara yang haq dan yang bathil,” jelasnya di hadapan puluhan peserta sambil membacakan ayat tersebut.</p>
<p>Kedua, sebagai ways of life bagi kaum Muslim. “Sebagai jalan hidup bagi kaum Muslimin, Allah kasih petunjuk dalam hidup kita agar menjadi Muslim yang benar, apa jalan hidupnya, ialah Islam. Al-Quran menjelaskan di dalamnya segala aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan keyakinan (akidah), dan hukum-hukum syariah,” ujarnya.</p>
<p>“Jadi seorang Muslim itu sudah dibuat manual book-nya, Jika barang-barang elektronik saja ada manual book-nya, ada aturannya dijelaskan pula di dalamnya cara perawatannya. Manusia pun juga Allah ciptakan dengan tata caranya sudah ada aturannya,” tambahnya.</p>
<p>Ketiga, sebagai penawar hati dan rahmat bagi kaum Mukmin. “Ada masalah apa pun, tenang, dalam keadaan lapang maupun sempit, tenang. Hal itu akan bisa kita rasakan kalau kita yakin Al-Qur;an itu sebagai As-Syifa (obat). Sebagai rahmat, kita akan mendapatkan ampunan dari sisi Allah, apalagi bulan Ramadhan ini Allah akan memberikan curahan ampunan pada kita semua,” terangnya.</p>
<p>“Maka dari itu, sayang sekali, rugi. Sebagaimana kata Rasulullah, rugi yang dia di bulan Ramadhan tidak mendapatkan ampunan dari Allah,” pungkasnya. []Sari Liswantini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Islam Membangun Generasi Emas</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/01/cara-islam-membangun-generasi-emas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 03:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Muslimah Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=82603</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Untuk membangun generasi emas, Islam punya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Untuk membangun generasi emas, Islam punya caranya. Hal tersebut diungkap Mubalighah, Kota Depok, Ustadzah Dra. Hj. Nurjanah Zeyn dalam Kajian Tematik, Membangun Generasi Emas: Pelajaran dari Perjalanan Isra&#8217; Mikraj, Ahad, (19/1/2025) di Depok.</p>
<p>Menurutnya, adapun cara Islam membangun generasi emas, yaitu memiliki visi dan landasan hidup dengan akidah Islam, senantiasa berpegang pada tuntunan hidup sesuai dengan prinsip Islam,” terangnya di hadapan puluhan peserta.</p>
<p>“Ditambah pula dengan melengkapi diri dengan tsaqafah (pengetahuan) dan pemahaman Islam, memiliki kesadaran politik yang peduli terhadap umat, dan keberadaan negara yang memelihara urusan rakyatnya sesuai yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya,” jelasnya.</p>
<p>Maka, lanjutnya, dengan keimanan yang kokoh dan beramal shalih juga menerapkan seluruh aturan yang dibawa Allah dan Rasul-Nya menjadi dasar untuk membangun generasi emas.</p>
<p>Ia pun bertanya di hadapan puluhan peserta terkait alasannya disebut generasi emas. “Kenapa disebut generasi emas?”</p>
<p>“Karena para sahabat dan tabiin meneladani dan mengikuti jejak Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjuangan dakwah dengan tuntunan iman,” jawabnya.</p>
<p>Ia pun menambahkan, generasi penakluk pada masa Islam menjadi pemimpin pada usia muda, juga banyak ilmuwan yang menemukan penemuan pada usia muda.[Ayyuhanna Widowati]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pajak dan Sistem Kapitalis Gagal Menyejahterakan Rakyat</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/01/pajak-dan-sistem-kapitalis-gagal-menyejahterakan-rakyat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 03:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Muslimah Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=82209</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Mustikawati Tamher, Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Mustikawati Tamher, Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok</strong></em></p>
<p>Belakangan ini masyarakat sedang ramai membicarakan isu kenaikan PPN. Pemerintah resmi menerapkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen per 1 Januari 2025 sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Bahkan kalangan Mahasiswa melakukan aksi demo atas kebijakan ini.</p>
<p>Sebagaimana yang dilansir kontan.co.id (30/12/2024), sejumlah elemen masyarakat mulai turun ke jalan menolak kenaikan tarif Pajak pertambahan Nilai (PPN) 12% yang berlaku pada 1 Januari 2025. Barang apa saja yang akan dipungut PPN 12%? Lalu apa dampak PPN 12% bagi masyarakat?</p>
<p>Penolakan PPN 12% salah satunya dilakukan oleh mahasiswa, yakni aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan PPN 12% di samping Patung Arjuna Wijaya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Desember 202 (Kompas.com, 27/12/2024).</p>
<p>Reaksi tersebut menunjukkan kebijakan pemerintah sangat berat karena gagal menyejahterakan rakyat, yang ada malah menambah beban bagi rakyat. Pasalnya, dalam sistem yang diterapkan saat ini, yaitu kapitalisme, pajak merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Karena itu, pajak merupakan sesuatu yang pasti akan dibebankan pada rakyat, begitu pula kenaikan dan beragam jenis pungutan pajak akan selalu terjadi dalam sistem ini.</p>
<p>Dalam kata lain rakyat membiayai sendiri akan berbagai layanan yang dibutuhkannya. Artinya, negara tidak berperan sebagai pengurus rakyat. Dan dalam sistem kapitalisme negara hanya berperan sebagai fasilitator dan regulator, melayani kepentingan para pemilik modal. Rakyat biasa akan terabaikan. Rakyat pun menjadi sasaran berbagai pungutan negara yang bersifat ‘wajib’ sebagai konsekuensi posisinya sebagai warga negara‎.</p>
<p>Pungutan pajak jelas menyengsarakan, karena pungutan itu tidak memandang kondisi rakyat. Mirisnya, banyak kebijakan pajak yang memberi keringanan pada para pengusaha dengan alasan untuk meningkatkan investasi pengusaha bermodal besar. Asumsinya investasi akan membuka lapangan kerja dan bermanfaaat untuk rakyat. Padahal faktanya tidak seperti itu. Faktanya sampai saat ini rakyat masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.</p>
<p>Wajib pajak akan menambah beban pengeluaran rumah tangga. Kenaikan pajak tidak diimbangi dengan kenaikan upah minimum. Biaya Produksi bagi para UMKM akan menjadi lebih tinggi, dan harga jual pun otomatis akan naik. Daya beli masyarakat pun akan sangat berkurang‎. Masyarakat tentu akan mendahulukan penghasilannya untuk kebutuhan pokok, yang mana terkadang penghasilannya pun tidak bisa memenuhi segala kebutuhan. Artinya hal tersebut akan memengaruhi perputaran ekonomi di negara ini. ‎</p>
<p>Padahal dalam Islam pemerintah berperan sebagai pengurus rakyat. Tak hanya itu, penguasa juga harus memiliki sifat amanah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surah an-Nisa ayat 58 yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menunaikan amanat kepada pemiliknya. Dan Dia menyuruh kalian, apabila kalian memutuskan perkara di antara manusia dalam semua urusan mereka, maka putuskanlah perkara mereka dengan adil, jangan memihak atau zalim dalam memutuskan. Sesungguhnya Allah mengingatkan dan memberi bimbingan yang sebaik-baiknya ke arahnya (menjaga amanat) dalam setiap kondisi kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar ucapan-ucapan kalian dan Maha Melihat perbuatan-perbuatan kalian.</p>
<p>Sebenarnya, persolan PPN ini sangat berkaitan dengan sistem ekonomi. Dalam sistem ekonomi Islam ada asas kepemilikan negara. Kepemilikan negara, yaitu harta yang merupakan hak seluruh kaum muslim. Pengaturan distribusi dari harta kekayaan diserahkan kepada kepala negara. Yang termasuk kepemilikan negara yaitu zakat, pajak dari kafir dzimmi (jizyah), pajak dari tanah taklukan (kharaz), ghanimah, harta orang-orang murtad, serta harta orang orang yang tidak memiliki ahli waris. Dari sini sangat jelas bahwa dalam islam tidak ada pungutan wajib pajak kepada rakyat.</p>
<p>Islam memandang pajak sebagai alternatif terakhir sumber pendapatan negara, itu pun hanya dalam kondisi tertentu, dan hanya pada kalangan tertentu. Islam memiliki sumber pendapatan yang banyak dan beragam. Dan dengan pengaturan sistem politik dan ekonomi Islam, khilafah akan mampu menjamin kesejahteraan rakyat individu per individu.</p>
<p>Islam adalah metode kehidupan yang sempurna. Islam bukan saja agama yang mengurusi urusan ruhiah, namun juga masalah politik. Politik Islam bermakna pengaturan urusan umat dengan aturan-aturan Islam. Politik adalah unsur terpenting dalam Islam. Peduli dan sibuk terhadap kepentingan umat merupakan kewajiban terbesar kaum Muslim.</p>
<p>Dalam ekonomi Islam juga ada kepemilikan umum, yaitu benda-benda yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti barang tambang dan hasil hutan. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Kaum Muslim bersekutu dalam hal: yaitu air,padang rumput dan api (HR. Abu Dawud dan Ibn Majah).</p>
<p>Dalam kepemilikan umum ini, negara boleh mengelola dan mengatur pemanfaatannya. Hasil pengelolaan ini harus dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas umum seperti pembangunan jalan raya, pembiayaan sekolah dan rumah sakit.</p>
<p>Hal ini akan terwujud dalam naungan Khilafah yang akan menerapkan sistem Islam. Dengan demikian kebutuhan rakyat akan sangat terjamin, dan tidak akan terbebankan dengan berbagai pungutan. Karena Islam juga menetapkan penguasa sebagai ra’iin dan junnah, dan mengharamkan penguasa untuk menyentuh harta rakyat‎. Penguasa yang adil dan amanah akan memberikan pelayanan terbaik yang akan memudahkan hidup rakyat. []</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Balik FOMO, Hedonisme dan Konsumerisme pada Gen Z</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/10/di-balik-fomo-hedonisme-dan-konsumerisme-pada-gen-z/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 00:43:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[FOMO]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Muslimah Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=77106</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Anisa Bella Fathia, S.Si., Anggota Komunitas Muslimah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh: Anisa Bella Fathia, S.Si., Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok</em></strong></p>
<p>FOMO singkatan dari Fear of Missing Out yang artinya takut ketinggalan. Istilah ini sering terdengar di media sosial akhir-akhir ini. FOMO juga dapat diartikan sebagai perasaan cemas atau khawatir bila melewatkan pengalaman, acara atau aktivitas yang sedang terjadi di sekitar. Generasi Z yang terlahir antara pertengahan 1990an sampai awal 2010 an adalah generasi yang rentan mengalami FOMO. Hal itu karena generasi ini tumbuh di era teknologi digital yang berkembang pesat, yang membuka akses mereka ke berbagai platform media sosial, aplikasi berbagi gambar, dan komunikasi online. </p>
<p>Ternyata, keterlibatan yang intens di dunia maya telah menciptakan tekanan sosial baru yang sangat berpengaruh pada kehidupan mereka. Gen Z dibesarkan dengan tren yang bisa berubah-ubah dengan sangat cepat di media sosial sehingga mereka merasa perlu untuk selalu up to date agar tidak melewatkan hal yang sedang tren. </p>
<p>Contoh FOMO yang baru-baru ini terjadi adalah banyaknya masyarakat yang rela antre ber jam-jam di depan Pop Mart, Gandaria City Mall untuk bisa mendapatkan boneka Labubu seharga 1.5 juta rupiah yang viral usai dipegang oleh Lisa Blackpink. Boneka Labubu ini adalah boneka karakter monster kelinci berbulu yang dibuat oleh seniman Jepang, Kasing Lung. </p>
<p>Awalnya Boneka Labubu tidak seviral sekarang. Hanya beberapa kolektor mainan saja yang mengoleksinya. Namun, ketika Lisa BlackPink menggunakan gantungan kunci Boneka Labubu, benda tersebut menjadi viral. Para fans pun ramai-ramai memburu Boneka Labubu dan rela antre 7 sampai 17 jam (TribunCirebon.com,17/9/2024).</p>
<p>Gaya hidup FOMO yang seperti ini tentu akan membuat dampak negatif pada kesehatan mental dan emosional di kalangan gen Z. Gen Z akan merasa terjebak dalam siklus memeriksa media sosial sehingga membuat tegang dan cemas. Gen Z sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial sehingga merasa tidak sukses dan berarti. Gen Z terlalu fokus pada gadget sehingga sulit berkonsentrasi dalam bekerja dan belajar di dunia nyata. </p>
<p>Akar munculnya gaya hidup FOMO adalah sistem liberal kapitalisme demokrasi. Sistem ini melahirkan generasi yang hedon, bebas dan konsumtif. Semua kesenangan dunia sesaat menjadi tujuan hidup dan prioritas. Regulasi sistem hari ini tidak memberi perlindungan justru membiarkan generasi jatuh dalam gaya hidup sesat. Selama itu tidak merugikan negara, negara berlepas tangan dalam fenomena FOMO. Namun terkadang FOMO juga bisa pada ranah kebaikan, seperti yang terjadi kemarin, viral postingan &#8220;Peringatan Darurat Garuda Biru&#8221;. Gen Z ramai-ramai ikut memviralkan, bersuara mengkritik penguasa hingga aksi turun ke jalan. Hal FOMO seperti itulah yang ditakuti oleh sistem sekuler. </p>
<p>Sedangkan Islam memandang generasi Z atau pemuda-pemuda usia produktif adalah aset negara yang memiliki potensi dan kekuatan sebagai agen perubahan untuk kebangkitan Islam. Islam memiliki sistem terbaik untuk melejitkan potensi generasi muda, membekali mereka dengan akidah yang kuat tentang tujuan penciptaan dan keberadaan mereka di dunia. Sehingga setiap pemuda dalam sistem Islam tidak akan hidup dalam kesia-siaan. Mereka akan menghiasi hari-hari mereka dengan ilmu dan kontribusi terbaik untuk Islam. </p>
<p>Mereka juga akan paham tujuan hidup sebenarnya sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Sehingga tidak akan terlena dengan kesenangan dunia yang sesaat, tidak akan hedon dan konsumtif karena paham segala aktivitas kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Sehingga bisa kita lihat lahirnya generasi emas para ilmuan dan penghafal Al Qur&#8217; an hanya lahir dari rahim sistem Islam. </p>
<p>FOMO yang terjadi adalah FOMO dalam hal-hal amal shalih. Bagaimana perasaan cemas itu selalu menghantui bila tidak bersegera menjalankan syariat, berlomba-lomba bukan dalam hal yang sedang tren, namun berlomba-lomba untuk akhirat. Seperti yang kita tahu bagaimana kisah perlombaan sedekah antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar ra terjadi pada peristiwa Perang Tabuk. Waktu itu Rasulullah SAW menyeru kepada para sahabatnya untuk memberikan sedekah sesuai dengan kemampuannya masing-masing.  FOMO dalam hal kebaikan dan amal shalih lah yang akan menghiasi masyarakat dalam sistem Islam. Bukan FOMO seperti saat ini, FOMO belanja boneka, FOMO jalan-jalan ke luar negeri, FOMO membeli tiket konser musik, dan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya. </p>
<p>Sebagai umat Muslim, khususnya generasi Z di sistem yang tidak islami ini marilah berpikir lebih jernih, untuk tidak terbawa arus FOMO di media sosial yang tidak bermanfaat, sibukkan dengan mengisi ilmu agama karena peradaban ini kelak ada di pundakmu. Peradaban ini bergantung pada generasimu, sambutlah dan gapailah janji Allah bahwa kekuasaan Islam akan kembali lagi.[]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Peran Membentuk Generasi Tangguh Anti Bullying</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/12/empat-peran-membentuk-generasi-tangguh-anti-bullying/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 01:44:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Muslimah Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61446</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Di hadapan sekitar puluhan peserta, Founder...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Di hadapan sekitar puluhan peserta, Founder Lembaga Pendidikan Al Hamra, Ustadzah Dina Marlisa, S.Pd mengungkapkan setidaknya ada empat peran dalam membentuk generasi tangguh anti bullying.</p>
<p>“Ada empat peran dalam membentuk generasi tangguh anti bullying,” terangnya dalam Kajian Muslimah: Kiat Orang Tua Membentuk Generasi Anti Bullying, Ahad (3/12/2023) di Masjid Darul Arqom, Sawangan, Depok.</p>
<p>Pertama, peran orang tua atau keluarga. “Orang tua atau keluarga adalah model contoh teladan bagi anak-anaknya,” jelasnya.</p>
<p>Kedua, peran sekolah. Peran sekolah dalam penanaman nilai-nilai akidah dan sosial karakter di lingkungan sekolah,” ujarnya.</p>
<p>Ketiga, peran masyarakat. “Peran masyarakat yang peduli dan mengupayakan terwujudnya kesamaan perasaan dan makna kebahagiaan,” imbuhnya.</p>
<p>Keempat, sistem aturan. “Adanya sistem aturan yang memahami kebutuhan manusia dan selarasnya dengan fitrahnya,” terangnya.</p>
<p>Ia pun menambahkan ada beberapa hal untuk membentuk generasi kuat anti bullying, yaitu penanaman akidah yang kuat, berkepribadian Islam, sebagai Muslim harus percaya diri atau yakin Allah menilai bukan dari fisik, kekuatan, kekayaan. Juga harus tahu bagaimana bersikap jika menghadapi bullying, dan tahu memanfaatkan teknologi.</p>
<p>“Semua hal di atas dapat terlaksana dengan baik jika adanya ketakwaan individu yang kuat, adanya kontrol masyarakat saling beramar ma&#8217;ruf nahi mungkar, dan adanya penerapan hukum oleh negara jika terjadi bullying,” pungkasnya. [Ayyuhanna Widowati]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Temuan Jasad Tinggal Kerangka, Cerminan Masyarakat Individualistik</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/09/temuan-jasad-tinggal-kerangka-cerminan-masyarakat-individualistik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2023 01:20:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Muslimah Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=58494</guid>

					<description><![CDATA[Rentetan kejadian ini, mencerminkan masyarakat yang abai dan tidak peduli dengan lingkungannya]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Ummul Fiqri, Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok</strong></em></p>
<p>Baru-baru ini warga Depok dikejutkan dengan ditemukannya jasad seorang ibu berusia 68 tahun beserta anaknya yang berusia 38 tahun di kediamannya, Perumahan Bukit Cinere Depok. Sebagaimana yang diberitakan Kompas.com, Kamis 7 September 2023, kepolisian menduga, jasad yang ditemukan di kamar mandi rumah itu sudah meninggal selama satu bulan. Namun hingga kini, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan apa penyebab dari kematian ibu-anak tersebut.</p>
<p>Hal tersebut tentunya mengingatkan kita akan kejadian serupa yang pernah terjadi juga di akhir tahun 2022, yakni satu keluarga di Kalideres tewas dan baru ditemukan warga setelah beberapa hari meninggal.</p>
<p>Rentetan kejadian ini, mencerminkan masyarakat yang abai dan tidak peduli dengan lingkungannya. Juga sikap individualisme yang sudah akut di masyarakat saat ini. Sehingga, dalam suatu lingkungan akan sering didapati sesama warga jarang berkomunikasi apalagi mengetahui kabar satu sama lain.</p>
<p>Jika ditelaah, sikap individualisme ini lahir dari pemikiran liberal yang sengaja ditumbuhsuburkan dalam sistem kapitalis. Pemikiran inilah yang mendorong setiap orang bebas melakukan apa saja, termasuk salah satunya mengasingkan diri dari lingkungan, serta abai terhadap tetangga.</p>
<p>Hal ini mengakibatkan ada rasa segan dalam diri masyarakat untuk sekadar menegur atau mengingatkan sesama masyarakat karena tak mau dianggap mencampuri urusan orang lain. Sehingga masing-masing individu akhirnya akan sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing dan abai terhadap kondisi tetangga di sekitarnya.</p>
<p>Padahal bagi seorang Muslim, pemikiran seperti ini sangat bertentangan dengan pemikiran Islam. Islam sebagai pedoman hidup memberikan pandangan kepada Muslim untuk selalu berbuat baik kepada tetangga termasuk peduli akan kondisi mereka. Bagaimanakah kemampuan ekonominya? Apakah ada kesulitan yang sedang mereka alami sebagai Muslim? Tentunya kita wajib memerhatikan hal tersebut.</p>
<p>Karena Rasulullah SAW pernah menyampaikan dalam hadits riwayat Bukhari, “Tidaklah Mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya lapar sampai ke lambungnya” (HR Bukhari).</p>
<p>Maka, sebagai seorang yang beriman kita wajib peduli terhadap tetangga. Dalam hadits lain Rasulullah SAW pun pernah menyampaikan untuk menambah jumlah kuah saat kita memasak sayur, agar kita dapat berbagi kepada tetangga, meskipun sedikit. Terlebih jika kita memang memiliki kelebihan rezeki, maka kita bisa berbagi lebih banyak kepada tetangga. Dari Abu Dzar ra berkata : Kekasihku SAW berwasiat kepadaku, “Kalau kamu memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya. Kemudian lihatlah keluarga dari tetanggamu. Dan berilah mereka daripadanya dengan baik” (HR Muslim).</p>
<p>Dari sini jelas sekali Islam adalah agama yang tidak hanya mengatur urusan individu dengan penciptanya saja dalam ranah ibadah, melainkan juga mengatur dalam ranah hubungan bermasyarakat seperti ini. Sehingga apabila setiap individu mau peduli dan menjalankan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, niscaya kasus-kasus semacam ini tidak akan ditemukan lagi dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Karena Islam menjadikan kepedulian kepada tetangga sebagai suatu kewajiban yang perlu dilakukan oleh setiap individu Muslim, yang apabila melalaikannya akan mendatangkan dosa. Sehingga gambaran masyarakat yang saling peduli, damai dan saling berhubungan baik akan terwujud apabila umat Muslim mau kembali pada Islam dengan menerapkan syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan. []</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
