<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keracunan &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/keracunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Sep 2025 10:14:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>Keracunan &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wartawan jadi Korban Penganiayaan Saat Liput Siswa Keracunan MBG di Pasar Rebo</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/wartawan-jadi-korban-penganiayaan-saat-liput-siswa-keracunan-mbg-di-pasar-rebo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 10:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan terhadap Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92152</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Seorang wartawan diduga mengalami penganiayaan dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Seorang wartawan diduga mengalami penganiayaan dan menjadi korban kekerasan saat meliput keracunan 20 siswa SDN di Pasar Rebo, Jakarta Timur.</p>
<p>Para siswa SDN tersebut diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Wartawan diduga dianiaya oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat mau meliput kasus tersebut.</p>
<p>Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya. Korban saat ini sudah membuat laporan ke Polsek Pasar Rebo.</p>
<p>&#8220;Betul, ini barusan merapat ke Polsek buat laporan,&#8221; kata Wayan seperti dilansir detik, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Polisi sudah mengarahkan korban untuk menjalani visum. Polisi juga akan mengecek lokasi kejadian tempat wartawan itu dianiaya.</p>
<p>&#8220;Sudah diantar untuk visum. Laporan kita tindak lanjuti,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Wartawan bernama Munir menjelaskan dia dan rekannya datang ke SPPG Gedong 2, Jakarta Timur, pada pukul 12.20 WIB siang tadi. Munir mengatakan pihak SPPG Gedong 2 mengaku pihak yang menyediakan MBG itu bukan mereka, melainkan SPPG Gedong 1.</p>
<p>&#8220;Jadi saya cek Google itu, cuma ada SPPG Gedong 2, ternyata penyedia MBG yang keracunan tadi itu SPPG Gedong 1. Saya salah tempat tapi malah dianiaya, bukan dikasih penjelasan,&#8221; kata Munir saat dihubungi.</p>
<p>Munir mengatakan diusir oleh pelaku saat menanyakan soal keracunan itu. Saat hendak pergi dari lokasi, Munir dan rekannya tiba-tiba dicekik dan dipukul oleh pelaku.</p>
<p>&#8220;Saya lihat ada mobil SPPG Gedong 2 datang, saya ambil video dan si bapak tua itu ngelarang. Saya bilang, ini di luar area publik nggak bisa larang-larang. Terus salah satu pegawai SPPG samperin saya ngejelasin bahwa bukan di situ penyedia MBG yang sebabkan siswa keracunan, tapi di pinggir jalan dekat samping air biru,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Pas sudah dijelasin, saya mau pergi ke SPPG Gedong 1 tapi tiba-tiba bapak yang tadi sudah kepalkan tangannya mau pukul saya, terus tiba-tiba malah cekik saya dan Kiki (rekan korban). Pegawai SPPG lain langsung memisahkan dan si bapak keamanan tadi dipegangin oleh rekan-rekannya,&#8221; imbuhnya.</p>
<h3>Peristiwa Keracunan</h3>
<p>Sebelumnya, siswa di SDN 01 Gedong Pasar Rebo, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Total ada 20 siswa yang diduga mengalami keracunan.</p>
<p>&#8220;Jadi kurang lebih terakhir 20 yang keracunan,&#8221; kata Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya, saat dihubungi, Selasa (30/9).</p>
<p>Sebanyak 240 kotak MBG disantap siswa pada pagi tadi. Puluhan siswa itu sempat muntah-muntah usai menyantap MBG setelah berolahraga.</p>
<p>&#8220;Anak-anak itu habis olahraga selesai jam 7 mengonsumsi menu yang hari ini yang pagi diantar. Setelah makan, ada anak sekolah yang muntah. Selanjutnya guru menyetop makan keseluruhan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihak kepolisian bersama pemangku kebijakan (stakeholders) terkait sudah mengecek sampel MBG yang disantap siswa. Berdasarkan pengamatan sementara, mi goreng dalam menu MBG mengeluarkan bau tak sedap.</p>
<p>&#8220;Untuk pagi hari ini menunya mi goreng, telur goreng dadar, sayur capcai sama wortelnya, sama buah stroberi. (Mi goreng) ada yang agak pucat warnanya, ada yang cokelat. Kita sempat mencium juga minya yang agak kering, nggak bau, yang lembek itu bau,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lima siswa sempat dilarikan ke rumah sakit (RS) usai diduga keracunan. Saat ini mereka sudah kembali dipulangkan ke rumah masing-masing.</p>
<p>&#8220;Ada yang pusing, kemudian dipulangkan setelah itu dari puskesmas datang. Kalau ada keracunan diminta memberitahukan. Lima dibawa ke RS Pasar Rebo saat ini sudah dipulangkan,&#8221; tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Marak Keracunan, BGN Nonaktifkan 56 Dapur MBG</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/marak-keracunan-bgn-nonaktifkan-56-dapur-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 22:38:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92110</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Badan Gizi Nasional menonaktifkan sementara 56...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Badan Gizi Nasional menonaktifkan sementara 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan, BGN tidak akan kompromi dengan persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Setiap SPPG wajib mematuhi standar keamanan pangan yang sudah ditetapkan. Nonaktif sementara ini adalah bagian dari proses evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak penerima MBG jadi prioritas utama,&#8221; ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Makanan dari puluhan SPPG yang dinonaktifkan itu kini tengah diuji lab oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).</p>
<p>Hasil uji lab itu akan menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG tersebut. Nanik berharap upaya ini dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.</p>
<p>&#8220;BGN berkomitmen penuh agar insiden serupa tidak terulang kembali. Dengan langkah penguatan pengawasan, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG tetap terjaga,&#8221; tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikan Hiu jadi Menu MBG, 20 Siswa dan Guru Keracunan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/ikan-hiu-jadi-menu-mbg-20-siswa-dan-guru-keracunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 11:31:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92030</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan penyebab sehingga ikan hiu menjadi menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.</p>
<p>Diketahui, pemanfaatkan ikan hiu sebagai menu MBG itu terungkap setelah terjadi keracunan pada 20 murid dan guru di Sekolah Dasar Negeri 12 Benua Kayong, Ketapang.</p>
<p>Nanik mengatakan lembaganya belum dapat memastikan penyebab keracunan MBG di Ketapang tersebut. Meski begitu, ia berdalih bahwa pemilihan ikan hiu sebagai menu MBG merujuk pada anjuran agar menyediakan makanan sesuai dengan kearifan lokal masing-masing daerah.</p>
<p>“Jadi, kenapa ada menu hiu, karena kan judulnya kearifan lokal. Kalau misalnya di wilayah ini paling banyak adalah tongkol, yang kami gunakan,” kata Nanik dalam konferensi pers soal Verifikasi Calon Mitra Program MBG di Artotel Kota Wisata Cibubur, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 25 September 2025.</p>
<p>Ia menegaskan, BGN akan meminta agar daging hiu tidak dijadikan menu MBG jika penyebab keracunan anak di Ketapang dipastikan akibat mengkonsumsi ikan hiu tersebut.</p>
<p>“Kalau sudah terbukti dan diidentifikasi sebagai hal yang membuat keracunan, kami enggak akan pakai (ikan hiu) di wilayah itu,” ujar Nanik.</p>
<p>Nanik juga menjelaskan bahwa ada perbedaan pemahamaan antara dugaan kasus keracunan dan alergi makanan. Sehingga efek yang terjadi setelah makan tidak selamanya disebut sebagai keracunan makanan.</p>
<p>“Misalkan udang, ada anak-anak yang alergi udang. Bahkan ada (anak) yang alergi mayonaise,” katanya.</p>
<p>Komisaris Independen PT Pertaminan ini mengatakan sekolah maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sudah mempunyai daftar anak yang alergi terhadap makanan tertentu. Sebab mereka sudah mendata anak yang akan menerima MBG terlebih dahulu sebelum makanan didistribusikan.</p>
<p>“Sudah ada (datanya). Bisa ditanyakan ke guru-gurunya, anak ini siapa yang punya alergi. Tetapi ternyata ada sekolah yang lewat begitu,” kata Nanik.</p>
<p>Keracunan MBG puluhan murid dan guru di SDN 12 Benua Kayong, Ketapang terjadi dua hari lalu. Mereka diduga keracunan akibat mengkonsumsi ikan hiu yang terdapat dalam menu MBG tersebut. Mitra MBG di sekolah ini adalah Dapur Mitra Mandiri 2.</p>
<p>Kasus keracunan MBG ini semakin meningkat selama September 2025.</p>
<p>Sumber: Tempo</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>842 Siswa Keracunan, Orang Tua di Cipongkor Kapok Berat dengan MBG</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/842-siswa-keracunan-orang-tua-di-cipongkor-kapok-berat-dengan-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 00:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91975</guid>

					<description><![CDATA[Korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, dalam dua hari terakhir mencapai 842 siswa dari sejumlah sekolah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, dalam dua hari terakhir mencapai 842 siswa dari sejumlah sekolah.</p>
<p>Rincian jumlah tersebut terdiri dari 393 siswa di Cipongkor pada Senin (22/9) hingga Selasa (23/9). Kemudian 449 siswa di Cipongkor dan Cihampelas pada Rabu (24/9).</p>
<p>Sejumlah orang tua siswa yang menjadi korban keracunan massal MBG pun buka suara tentang apa yang dialami anak-anak mereka.</p>
<p>Maman (55), warga Cilimus yang anaknya bersekolah di MTS Muslimah, Cipongkor, mengaku sempat mewanti-wanti buah hatinya agar tak mengonsumsi MBG setelah terjadi peristiwa keracunan massal sebelumnya di daerah itu.</p>
<p>Tapi, katanya, anaknya malah ikut mengonsumsi MBG yang dibagikan.</p>
<p>&#8220;Kemarin teh udah diingetin jangan mau dimakan. Yah, sekarang dimakan,&#8221; kata Maman saat ditemui di Posko Kecamatan Cipongkor, Rabu.</p>
<p>Lebih lanjut, dia menilai anggaran untuk MBG itu sebaiknya diserahkan Badan Gizi Nasional (BGN) kepada orangtua siswa. Menurutnya apabila diolah orang tua sendiri, makanan untuk anak tentu lebih terjamin.</p>
<p>&#8220;Mending ditutup saja, kasih uangnya,&#8221; kata Maman.</p>
<p>&#8220;Kalau dimasak sama orang tua, jelas dan pasti sehat,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Orang tua siswa lainnya, Titin Marlina (40) yang merupakan warga Kampung Baranangsiang, Cipongkor, juga mengaku sudah mewanti-wanti anaknya agar tak mengonsumsi MBG. Namun, anaknya yang bersekolah di SMK Karya Perjuangan justru mengonsumsinya, dan menjadi salah satu korban.</p>
<p>Dia mengatakan setelah anaknya berangkat, sekira pukul 10.00 WIB, dirinya mendapat informasi soal keracunan MBG di sekolah tersebut. Ia pun langsung menghubungi ponsel anaknya, namun tidak mendapat jawaban.</p>
<p>Kemudian, pada pukul 11.00 WIB siang, dia ditelepon pihak sekolah untuk ke Posko Kantor Kecamatan Cipongkor. Dia mendapatkan informasi bahwa anaknya menjadi salah satu korban keracunan MBG.</p>
<p>&#8220;Mending diberhentikan, mending diganti sama uang. Untuk sekarang saya tegas sama anak, ke depannya untuk tolak [makan MBG],&#8221; kata Titin di Posko Kecamatan Cipongkor.</p>
<p>Titin menyebutkan anaknya saat ini mengalami pusing, mual, dan sesak nafas.</p>
<p>&#8220;Anak teh mau muntah tapi enggak keluar. Jadi sakit ke perutnya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Di tempat yang sama, buah hati Titin, Lisa (16) mengaku enggan untuk menyantap makan dari program MBG.</p>
<p>&#8220;Udah enggak mau ah, kapok,&#8221; katanya singkat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siswa SMP Diduga Keracunan MBG di Jonggol</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/siswa-smp-diduga-keracunan-mbg-di-jonggol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 22:19:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91962</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Sedikitnya empat siswa SMPN 1 Jonggol,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sedikitnya empat siswa SMPN 1 Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Tiga siswa diantaranya sudah pulang, sementara satu lainnya masih dirawat di Puskesmas Jonggol.</p>
<p>Camat Jonggol Andri Rahmat mengungkapkan pihaknya bersama unsur Muspika, Kapolsek, Danramil, Dinas Kesehatan, serta ahli gizi, langsung melakukan investigasi ke sekolah tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami periksa anak-anak yang makan menu MBG hari ini, semua dalam kondisi aman,&#8221; ujar Andri di Jonggol, seperti dikutip Antara, Rabu (25/9).</p>
<p>Menurut Andri, dugaan keracunan belum dapat dipastikan karena gejala yang muncul tidak berlangsung cepat setelah konsumsi makanan.</p>
<p>&#8220;Keracunan itu ada tenggat waktu inkubasi 2-8 jam. Kalau memang benar keracunan, pasti akan ada laporan tambahan hingga tengah malam, tapi tidak ada, bahkan tiga siswa sudah pulang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Adapun gejala yang dialami empat siswa berupa mual, muntah, dan pusing. Namun, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tiga siswa memiliki riwayat kondisi kesehatan lain, sementara satu siswa terindikasi mengalami tifus.</p>
<p>&#8220;Keputusannya, setelah investigasi belum bisa dipastikan itu keracunan. Kita menunggu hasil lab dan gejala-gejala yang muncul. Dari informasi orang tua, ada yang sebelumnya sudah sakit atau kelelahan perjalanan jauh,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sampel makanan yang dikonsumsi sendiri telah dibawa ke laboratorium milik Pemkab Bogor untuk diuji lebih lanjut. Hasil uji laboratorium tersebut akan menentukan ada tidaknya kandungan berbahaya dalam makanan.</p>
<p>Pada hari kejadian, Selasa (23/9), menu terdiri dari nasi, telur balado, dan capcay. Sementara pada Rabu siang, menu MBG berupa nasi dengan lauk ikan berbumbu.</p>
<p>Menurut ahli gizi yang terlibat dalam pemeriksaan, bahan capcay yang dianggap mengandung lendir sebenarnya hanya kuah kental alami dari sayuran.</p>
<p>&#8220;Mekanisme dapur sudah sesuai standar, sayuran direbus dulu baru kuah dibuat terpisah,&#8221; ujar Andri.</p>
<p>Meski belum ada kepastian terkait dugaan keracunan, lanjut dia, pihak Muspika tetap mengingatkan pengelola dapur MBG agar menjaga higienitas, baik dari bahan, peralatan, maupun pengolahannya.</p>
<p>&#8220;Ini sebagai antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, mengingat makanan disiapkan untuk ribuan siswa,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>75 Pelajar Cipongkor Bandung Barat Diduga Keracunan MBG</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/75-pelajar-cipongkor-bandung-barat-diduga-keracunan-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 00:37:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91900</guid>

					<description><![CDATA[Dugaan keracunan massal itu berawal dari belasan siswa SMK Pembangunan yang mengeluhkan gejala khas keracunan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDUNG BARAT</strong> &#8211; Sekitar 75 pelajar jenjang SD hingga SMA di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelajar dirawat di puskesmas dan rumah sakit (RS).</p>
<p>&#8220;Kita catat tadi itu sudah 75 anak. 50 anak dirawat di Poned Puskesmas Cipongkor dan di GOR Kecamatan Cipongkor, 25 anak dirujuk ke RSUD Cililin,&#8221; kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, dilansir detikJabar, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Dugaan keracunan massal itu berawal dari belasan siswa SMK Pembangunan yang mengeluhkan gejala khas keracunan. Pelajar yang dirujuk ke RSUD Cililin rata-rata mengalami gejala muntah-muntah, demam, hingga sesak napas. Mereka harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Rata sesak napas terus muntah-muntah, sehingga kita rujuk ke RSUD Cililin. Yang di sini juga ada yang harus kita berikan oksigen karena kondisinya,&#8221; kata Yuyun.</p>
<p>Yuyun menyebut, anak yang mengalami keracunan kemungkinan akan terus bertambah. Tak semua pasien merasakan gejala khas keracunan di waktu yang bersamaan.</p>
<p>&#8220;Seperti yang SMK itu kan langsung, yang SMP setelah beberapa jam. Jadi berbeda-beda, jumlahnya kemungkinan akan terus bertambah kalau melihat kondisi seperti ini,&#8221; kata Yuyun.</p>
<p>Kepanikan terlihat jelas dari GOR Kecamatan Cililin. Pasien terus berdatangan, mereka digotong lalu ditempatkan pada velbed yang sudah disediakan.</p>
<p>Mereka terkulai lemas dan ada beberapa pasien yang belum sadarkan diri karena banyak memuntahkan isi perutnya. Orang tua pasien berdatangan dengan wajah panik, memijat tubuh anaknya seraya berusaha menenangkan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program MBG Kembali Makan Korban! 90 Siswa di Sleman Keracunan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/program-mbg-kembali-makan-korban-90-siswa-di-sleman-keracunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 23:49:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90746</guid>

					<description><![CDATA[Para siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG yang dihidangkan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Para siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG yang dihidangkan</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Puluhan siswa dari sejumlah SMP di Sleman, DIY dilarikan ke beberapa fasilitas pelayanan kesehatan karena diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG), Rabu (13/8)</p>
<p>Para siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG yang dihidangkan, Selasa (12/8) kemarin pagi.</p>
<p>Puluhan siswa itu dirujuk salah satunya ke Puskemas Mlati II. Situasi di lokasi, pasien terus berdatangan menggunakan ambulans. Sebagian terlihat lemas atau nampak pucat. Ada yang sampai harus digendong.</p>
<p>&#8220;Berita awal, jadi ada beberapa siswa yang datang ke Puskesmas Mlati II yang memang diduga, patut diduga, diakibatkan oleh keracunan makanan, patut diduga,&#8221; kata Deddy Aprianto, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman ditemui di puskesmas, Rabu (13/8).</p>
<p>Menurutnya, terhitung 90 siswa yang dibawa ke Puskesmas Mlati II sejak pukul 10.00 WIB. Sebagian sudah diperkenankan pulang hingga siang ini. Tapi, ada juga tujuh murid lainnya yang harus dirujuk ke RSUD Sleman.</p>
<p>&#8220;(Keluhannya) ada diare, ada mual, ada pusing,&#8221; ungkap Deddy sambil memastikan tak ada siswa yang mengalami gejala keracunan berat.</p>
<p>Meski belum bisa memastikan pemicu gejala keracunan ini, Deddy tak menyangkal soal petugas dari jajarannya termasuk kepolisian yang mengambil sampel makanan hidangan MBG kemarin pagi untuk diperiksa.</p>
<p>&#8220;Informasinya (hidangan MBG kemarin) itu kemarin rawon, daging sapi,&#8221; ujar Evita Setyaningrum, Kepala Puskesmas Mlati II menambahkan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi sementara itu memperoleh informasi jika siswa yang dibawa ke Puskesmas Mlati II adalah murid-murid dari tiga sekolah berbeda, yakni: SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.</p>
<p>Kendati, Mustadi belum banyak menerima informasi mengenai sumber makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyuplai MBG yang diduga memicu keracunan massal ini.</p>
<p>Hanafi Hasan, salah seorang wali siswa di SMP Muhammadiyah 1 Mlati membeberkan, anaknya sempat mengalami gejala perut mulas hingga perih dan mual pukul 06.00 WIB pagi tadi. Namun, buah hatinya itu tetap melanjutkan sekolah hari ini.</p>
<p>&#8220;Bangun tidur tadi dia nangis-nangis, perutnya sakit. Kemarin kalau kata ibunya (anak) makan siang gratis di sekolah,&#8221; kata Hasan ditemui di SMP Muhammadiyah 1 Mlati.</p>
<p>Hasan masih mengkhawatirkan kondisi anaknya, hingga ia harus &#8216;standby&#8217; di depan sekolah untuk berjaga-jaga mengantisipasi hal yang tak diinginkan.</p>
<p>&#8220;Saya ke sini karena takut kalau anak saya ada apa-apa, saya juga bawa ambulans,&#8221; kata Hasan yang juga anggota relawan SAR Mlati ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/04/puluhan-siswa-di-cianjur-keracunan-usai-santap-makan-bergizi-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 00:40:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=85911</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu siswa yang keracunan mengatakan sempat mencium bau tidak sedap dari daging ayam suwir yang menjadi salah satu menu dalam paket]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Salah satu siswa yang keracunan mengatakan sempat mencium bau tidak sedap dari daging ayam suwir yang menjadi salah satu menu dalam paket</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Cianjur alami keracunan massal dengan keluhan pusing, mual, dan muntah, usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) Senin (21/4).</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur Frida Laila Yahya di Cianjur Senin, mengatakan baru mendapat laporan sekitar 21 siswa yang mengalami keracunan massal usai menyantap MBG yang disajikan dan sudah mendapat perawatan medis.</p>
<p>&#8220;Baru 21 orang yang dilaporkan dibawa ke rumah sakit, sehingga kami masih melakukan pendataan karena seluruh siswa menyantap hidangan MBG pada hari ini, informasinya seluruh siswa MAN Cianjur sekitar 800,&#8221; katanya mengutip Antara.</p>
<p>Dia menjelaskan sebagian besar siswa yang mengeluhkan pusing, mual, dan muntah, menjalani perawatan di rumah, sehingga pihaknya akan melengkapi data total siswa yang mengalami keracunan setelah menyantap MBG yang disajikan.</p>
<p>Pihaknya segera mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium di Bandung, guna mengetahui penyebab pasti keracunan massal yang menimpa puluhan siswa MAN I Cianjur itu, termasuk mendatangi dapur yang memproduksi MBG.</p>
<p>&#8220;Kami akan mengambil sampel makanan atau sisa makanan guna memastikan penyebab keracunan yang menimpa puluhan siswa MAN I Cianjur,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Sekolah MAN I Cianjur Erma Sopiah mengatakan total siswa yang mendapat perawatan di RSUD Cianjur dan RS Bhayangkara sekitar 21 orang, namun pihaknya masih melakukan pendataan karena sebagian besar siswa menjalani perawatan di rumah dan puskesmas.</p>
<p>Bahkan pihaknya hingga Senin malam, masih melakukan pendataan berapa total siswa yang mengalami keracunan dari 800 orang yang menyantap hidangan MBG pada pukul 12.00 WIB, namun tercatat yang sempat mengeluhkan pusing, mual, dan muntah, sempat menjalani perawatan di sekolah.</p>
<p>&#8220;Menjelang petang sekitar sembilan siswa mengeluhkan pusing, mual, dan muntah, menjalani perawatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum akhirnya dijemput orang tua, hingga Senin malam sekitar 21 orang mendapat penanganan medis di dua rumah sakit,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara siswa yang mengalami keracunan M Raihan (16) menjalani perawatan di rumah, mengatakan sempat mencium bau tidak sedap dari daging ayam suwir yang menjadi salah satu menu dalam paket MBG yang dihidangkan.</p>
<p>&#8220;Satu kelas 36 orang mendapat jatah MBG pada siang hari, saya sempat mencium bau tidak sedap dari ayam suwir yang menjadi lauk, selang beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut, saya merasa pusing, mual dan muntah,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
