<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemenkes &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/kemenkes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Aug 2025 01:41:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>Kemenkes &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK Usut Aliran Dana Korupsi Proyek Rumah Sakit ke Pejabat Kemenkes</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/kpk-usut-aliran-dana-korupsi-proyek-rumah-sakit-ke-pejabat-kemenkes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 01:35:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90703</guid>

					<description><![CDATA[KPK sedang mengusut aliran uang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut aliran uang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, kepada pejabat Kementerian Kesehatan.</p>
<p>“Kami tentunya mencari dan mengumpulkan informasi apakah hanya terbatas pada orang yang kemarin kami amankan, atau kami tangkap kemarin, atau juga ada uang yang mengalir ke orang lainnya di Kemenkes, atau ada perintah-perintah lainnya,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (12/8) malam.</p>
<p>Selain itu, Asep mengatakan KPK juga sedang mencari dalang kasus tindak pidana korupsi tersebut.</p>
<p>“Jadi, siapa yang memberikan perintah dan lain-lain, kemudian terkait juga dengan aliran uangnya. Desain-desain ini kan juga dimenangkan oleh beberapa perusahaan, dan ini ada aliran dana atau tidak, dan lain-lainnya,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, dia menegaskan ada keterlibatan pemerintah pusat di kasus tersebut.</p>
<p>“Tentu, karena yang tadi itu, terkait dengan desain dan lain-lain, itu yang membuat dari Kementerian Kesehatan, dan salah satu yang diamankan kemarin juga, kami tahan, kami tersangkakan adalah dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya.</p>
<p>Sebelumnya, KPK pada 9 Agustus 2025, mengumumkan lima tersangka kasus dugaan korupsi dalam pembangunan RSUD di Kolaka Timur.</p>
<p>Lima tersangka tersebut adalah Bupati Kolaka Timur periode 2024–2029 Abdul Azis (ABZ), penanggung jawab Kementerian Kesehatan untuk pembangunan RSUD Andi Lukman Hakim (ALH), pejabat pembuat komitmen proyek pembangunan RSUD di Kolaka Timur Ageng Dermanto (AGD), serta dua pegawai PT Pilar Cerdas Putra atas nama Deddy Karnady (DK) dan Arif Rahman (AR).</p>
<p>Deddy Karnady dan Arif Rahman berperan sebagai tersangka pemberi suap. Sementara Abdul Azis, Andi Lukman Hakim, dan Ageng Dermanto merupakan tersangka penerima suap.</p>
<p>Adapun kasus dugaan korupsi terkait pembangunan RSUD di Kolaka Timur merupakan peningkatan fasilitas RSUD Kelas D menjadi Kelas C dengan nilai proyek sebesar Rp126,3 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).</p>
<p>Proyek tersebut menjadi bagian dari program Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kualitas 12 RSUD dengan menggunakan dana Kemenkes, dan 20 RSUD yang memakai DAK bidang kesehatan. Untuk program tersebut, Kemenkes pada tahun 2025 mengalokasikan dana sebanyak Rp4,5 triliun.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Stunting, Gerakan Anak Sehat Diluncurkan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/cegah-stunting-gerakan-anak-sehat-diluncurkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 10:16:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Anak Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[menkes]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60089</guid>

					<description><![CDATA[Gerakan Anak Sehat merupakan inisiatif dan kontribusi nyata dari masyarakat untuk masyarakat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Gerakan Anak Sehat merupakan inisiatif dan kontribusi nyata dari masyarakat untuk masyarakat</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meluncurkan Gerakan Anak Sehat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utama Jakarta, Selasa (31/10) dengan tujuan memicu gerakan masyarakat untuk turut serta mencegah anak-anak mengalami stunting (gangguan pertumbuhan yang dapat menurunkan kecerdasan).</p>
<p>“Gerakan ini bertujuan untuk memicu masyarakat lebih peduli untuk mencegah stunting dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadi relawan,” kata Menkes.</p>
<p>Gerakan Anak Sehat merupakan inisiatif dan kontribusi nyata dari masyarakat untuk masyarakat. Peran Kementerian Kesehatan adalah memastikan intervensi dan pemantau pertumbuhan.</p>
<p>Pencegahan stunting menjadi salah satu faktor utama agar Indonesia mendapatkan bonus demografi pada 2030. Bonus demografi adalah masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih banyak dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia.</p>
<p>Jika di Indonesia masih banyak stunting, kemungkinan akan gagal mendapatkan bonus demografi karena banyak usia produktif nantinya yang sakit atau mengalami penurunan kecerdasan.</p>
<p>“Kita harus fokus ke sumber daya manusia (SDM). SDM nya mesti produktif. Itu sebabnya dalam tujuh tahun ke depan kita harus pastikan anak-anak kita sehat dan pintar,” ujar Menkes.</p>
<p>Gerakan Anak Sehat dicanangkan untuk meningkatkan kolaborasi lintas sektor dan multipihak (lembaga non pemerintah) dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.</p>
<p>Pilot kegiatan dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta dan selanjutnya akan diperluas pada 85 kabupaten/kota di 10 provinsi yang tidak mendapatkan alokasi anggaran DAK Non Fisik 2023 untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal.</p>
<p>Gerakan Anak Sehat mengusung tema ‘Bersama Cegah Stunting’ dengan upaya utama dilakukan dengan memberikan makan tambahan bagi Balita dengan berat badan yang tidak ada kenaikan pada penimbangan 2 kali berturut-turut (balita T), balita berat badan kurang (underweight) dan balita gizi kurang yang mendapatkan makanan tambahan berbahan pangan lokal yang kaya protein seperti telur, daging dan ikan.</p>
<p>Pencegahan juga dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam praktik pemberian makan bergizi seimbang serta pemantauan tumbuh kembang balita.</p>
<p>Gerakan Anak Sehat tidak bisa dilakukan eksklusif oleh pemerintah, tapi inklusif oleh semua pihak.</p>
<p>Berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam Gerakan Anak Sehat diantaranya dilakukan oleh APINDO di 3 lokasi, yaitu Kota Serang, Kab. Bogor dan Kab. Purbalingga. Kemudian OASE KIM yang telah melaksanakan GAS di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.</p>
<p>Selanjutnya, Benih Baik bersama PP Aisyiyah, Save The Children, Persagi DKI Jakarta, IAKMI, PP Muhammadiyah, Rumah Sigap Tanoto Foundation dan Fatayat NU yang didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Implementasi di 8 kecamatan dan 12 kelurahan di DKI Jakarta.</p>
<p>Menkes berharap muncul gerakan yang langsung menyentuh masyarakat dengan intervensi, pencatatan dan pemantauan sesuai dengan kebijakan Kemenkes.</p>
<p>“Melalui BenihBaik kami berharap akan semakin banyak relawan dan donatur yang dapat mendukung pencegahan stunting,” lanjut Menkes.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi, MPH mengatakan Kemenkes sering kali mendapatkan masyarakat yang ingin berkontribusi mengatasi stunting.</p>
<p>“Kami sangat menyambut baik seluruh keinginan-keinginan untuk sama-sama berkontribusi menurunkan stunting. Dari semua yang menghubungi Kemenkes kami mendapati yang ingin berkontribusi banyak dari dunia usaha dan organisasi,” ucap Dirjen dr. Maria.</p>
<p>Kemenkes mengapresiasi siapapun yang ingin berkontribusi, termasuk BenihBaik yang akan menjadi wadah jika ada perseorangan yang ingin berkontribusi.</p>
<p>Pendiri BenihBaik Andi F Noya mengatakan Gerakan Anak Sehat adalah gerakan untuk kita semua. Ia menilai awalnya stunting itu belum banyak orang yang tahu dan hari ini kita sudah tahu apa dampaknya.</p>
<p>“Kita beri kesempatan kepada orang perorangan, masyarakat, atau komunitas yang ingin berpartisipasi mengatasi stunting tapi tidak punya kesempatan karena tidak tahu caranya, karena itu BenihBaik adalah sebuah platform digital untuk mempertemukan orang-orang, saudara-saudara kita yang membutuhkan dukungan bertemu dengan orang-orang baik yang punya hati baik,” ucap Andi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Festival Cuci Tangan Pakai Sabun 2023, Pemkot Depok Gandeng Kemenkes</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/10/gelar-festival-cuci-tangan-pakai-sabun-2023-pemkot-depok-gandeng-kemenkes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 01:59:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[CTPS]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Cuci Tangan Pakai Sabun 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=59969</guid>

					<description><![CDATA[Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) turut berperan serta memberikan edukasi seputar CTPS]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) turut berperan serta memberikan edukasi seputar CTPS</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Festival Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Tahun 2023 di Alun-alun Kota Depok, Minggu (29/10/23).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) turut berperan serta memberikan edukasi seputar CTPS.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Pemkot Depok terus mengampanyekan CTPS melalui berbagai sosialisasi atau ajakan.</p>
<p>Bahkan, untuk puncak acara atau Festival CTPS ini diadakan dengan level nasional karena didukung Kemenkes, juga dunia yang ikut mencanangkan.</p>
<p>&#8220;Kegiatan Festival CTPS ini mendapat perhatian khusus dari Kemenkes RI, bahkan hadir juga perwakilan dari United States Agency for International Development (USAID) yang berkomitmen mendukung kampanye CTPS,&#8221; katanya, saat kegiatan Festival CTPS 2023.</p>
<p>Dia menjelaskan, cuci tangan merupakan hal yang paling sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar untuk kesehatan.</p>
<p>Untuk itu, dirinya terus mengajak kader di wilayah khususnya Kepala Sekolah, agar terus ingatkan siswa untuk CTPS baik sebelum atau setelah makan, setelah memegang hewan peliharaan atau sebelum dan setelah berkegiatan.</p>
<p>&#8220;Untuk meningkatkan derajat kesehatan di Kota Depok, perlu dukungan dan pembiasaan dari kita semua,&#8221; ujar Bang SS, sapaan akrab Sekda Depok, Supian Suri.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan upaya ini, kami mampu wujudkan generasi sehat dan hebat Indonesia Emas 2045,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Anas Ma&#8217;ruf menuturkan, Festival CTPS diselenggarakan dalam rangka Bakti Sosial (baksos) Hari Kesehatan Nasional Ke-59.</p>
<p>Ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan seperti baksos dan bantuan untuk beberapa Pondok Pesantren di Kota Depok.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid tingkat provinsi hingga kota di Indonesia. Dengan tujuan menjaring upaya untuk dukung kesenjangan dalam pencapaian kebersihan tangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Kemudian, kami juga ingin sosialisasikan dan mendorong masyarakat untuk mau membiasakan diri dengan CTPS. Semoga kesadaran masyarakat pentingnya cuci tangan, dapat tertanam sejak dini,&#8221; katanya.</p>
<p>Perlu diketahui, Festival CTPS ini dimeriahkan dengan story telling dari Ria Enes dan Susan, booth edukasi, gerai kuliner dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Depok, games corner, dan area play ground.</p>
<p>Selain itu juga ada lorong edukasi yang menghadirkan narasumber dari Kemenkes RI.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
