<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kekerasan terhadap Jurnalis &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/kekerasan-terhadap-jurnalis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Sep 2025 10:14:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Wartawan jadi Korban Penganiayaan Saat Liput Siswa Keracunan MBG di Pasar Rebo</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/wartawan-jadi-korban-penganiayaan-saat-liput-siswa-keracunan-mbg-di-pasar-rebo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 10:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan terhadap Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92152</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Seorang wartawan diduga mengalami penganiayaan dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Seorang wartawan diduga mengalami penganiayaan dan menjadi korban kekerasan saat meliput keracunan 20 siswa SDN di Pasar Rebo, Jakarta Timur.</p>
<p>Para siswa SDN tersebut diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Wartawan diduga dianiaya oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat mau meliput kasus tersebut.</p>
<p>Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya. Korban saat ini sudah membuat laporan ke Polsek Pasar Rebo.</p>
<p>&#8220;Betul, ini barusan merapat ke Polsek buat laporan,&#8221; kata Wayan seperti dilansir detik, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Polisi sudah mengarahkan korban untuk menjalani visum. Polisi juga akan mengecek lokasi kejadian tempat wartawan itu dianiaya.</p>
<p>&#8220;Sudah diantar untuk visum. Laporan kita tindak lanjuti,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Wartawan bernama Munir menjelaskan dia dan rekannya datang ke SPPG Gedong 2, Jakarta Timur, pada pukul 12.20 WIB siang tadi. Munir mengatakan pihak SPPG Gedong 2 mengaku pihak yang menyediakan MBG itu bukan mereka, melainkan SPPG Gedong 1.</p>
<p>&#8220;Jadi saya cek Google itu, cuma ada SPPG Gedong 2, ternyata penyedia MBG yang keracunan tadi itu SPPG Gedong 1. Saya salah tempat tapi malah dianiaya, bukan dikasih penjelasan,&#8221; kata Munir saat dihubungi.</p>
<p>Munir mengatakan diusir oleh pelaku saat menanyakan soal keracunan itu. Saat hendak pergi dari lokasi, Munir dan rekannya tiba-tiba dicekik dan dipukul oleh pelaku.</p>
<p>&#8220;Saya lihat ada mobil SPPG Gedong 2 datang, saya ambil video dan si bapak tua itu ngelarang. Saya bilang, ini di luar area publik nggak bisa larang-larang. Terus salah satu pegawai SPPG samperin saya ngejelasin bahwa bukan di situ penyedia MBG yang sebabkan siswa keracunan, tapi di pinggir jalan dekat samping air biru,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Pas sudah dijelasin, saya mau pergi ke SPPG Gedong 1 tapi tiba-tiba bapak yang tadi sudah kepalkan tangannya mau pukul saya, terus tiba-tiba malah cekik saya dan Kiki (rekan korban). Pegawai SPPG lain langsung memisahkan dan si bapak keamanan tadi dipegangin oleh rekan-rekannya,&#8221; imbuhnya.</p>
<h3>Peristiwa Keracunan</h3>
<p>Sebelumnya, siswa di SDN 01 Gedong Pasar Rebo, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Total ada 20 siswa yang diduga mengalami keracunan.</p>
<p>&#8220;Jadi kurang lebih terakhir 20 yang keracunan,&#8221; kata Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya, saat dihubungi, Selasa (30/9).</p>
<p>Sebanyak 240 kotak MBG disantap siswa pada pagi tadi. Puluhan siswa itu sempat muntah-muntah usai menyantap MBG setelah berolahraga.</p>
<p>&#8220;Anak-anak itu habis olahraga selesai jam 7 mengonsumsi menu yang hari ini yang pagi diantar. Setelah makan, ada anak sekolah yang muntah. Selanjutnya guru menyetop makan keseluruhan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihak kepolisian bersama pemangku kebijakan (stakeholders) terkait sudah mengecek sampel MBG yang disantap siswa. Berdasarkan pengamatan sementara, mi goreng dalam menu MBG mengeluarkan bau tak sedap.</p>
<p>&#8220;Untuk pagi hari ini menunya mi goreng, telur goreng dadar, sayur capcai sama wortelnya, sama buah stroberi. (Mi goreng) ada yang agak pucat warnanya, ada yang cokelat. Kita sempat mencium juga minya yang agak kering, nggak bau, yang lembek itu bau,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lima siswa sempat dilarikan ke rumah sakit (RS) usai diduga keracunan. Saat ini mereka sudah kembali dipulangkan ke rumah masing-masing.</p>
<p>&#8220;Ada yang pusing, kemudian dipulangkan setelah itu dari puskesmas datang. Kalau ada keracunan diminta memberitahukan. Lima dibawa ke RS Pasar Rebo saat ini sudah dipulangkan,&#8221; tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Ambarita Resmi Laporkan 10 Pelaku Tindak Kekerasan Terhadap Dirinya ke Polda Metro Jaya</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/09/jurnalis-ambarita-resmi-laporkan-10-pelaku-tindak-kekerasan-terhadap-dirinya-ke-polda-metro-jaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 14:50:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan terhadap Jurnalis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=92103</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Sejumlah wartawan dan LSM mendampingi Diori...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Sejumlah wartawan dan LSM mendampingi Diori Parulian Ambarita yang akrab disapa Ambar. Sosok Ambar belakangan ini santer menjadi perbincangan publik. Dia adalah seorang jurnalis yang memang menyandang predikat wartawan berani tanpa aling-aling dalam mengungkap fakta kebenaran dilapangan.</p>
<p>Namun na&#8217;as bagi Ambar, peristiwa tindak kekerasan kini mendera dirinya. Pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpanya terjadi pada jum&#8217;at sekitar pukul 15.30 WIB tanggal 26 September 2025. Insiden itu merupakan rentetan kejadian yang dialami wartawan. Hal itu dikatakan Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan dalam keterangan pers nya di Jakarta, Senin (29/9/2025).</p>
<p>&#8220;Kami bersama kawan-kawan jurnalis dan organisasi Pers AWIBB serta LBH Harimau Raya telah mendampingi Ambar untuk pembuatan laporan kepolisian di Polda Metro Jaya, Sabtu kemaren, tepatnya tanggal 27 September 2025. &#8220;Ucap Opan.</p>
<p>Selain buat LP di Polda Metro Jaya, lanjutnya Ambar dibawa ke RS Polri oleh penyidik untuk dilakukan visum. Visum pun malam itu sudah dilakukan sesuai dengan LP Nomor STTLP/B/6885/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.</p>
<p>&#8220;Itu pengeroyokan lebih dari 10 orang ya. Indikasinya pemilik usaha dengan panggilan Ali juga terlibat dalam insiden itu, sehingga Ambar menjadi bulan-bulanan para pelaku dan mengalami kondisi luka berat di kelopak mata kirinya dan itu bisa cacat bahkan sampai mengalami kebutaan. Selain itu ada memar di kepalanya dan beberapa lebam dibagian badan dia. Jelas itu kriminal berat. &#8220;Tegas Opan.</p>
<p>Dia juga menyebut berselang satu hari diterbitkannya LP, satuan jatranras Polda Metro Jaya lakukan lidik dengan mendatangi Ambar yang dirawat intensif di RSUD Bekasi Kabupaten untuk dimintai keterangan yang lebih detail. Bahkan sat jatranras juga telah datangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni Home Industri Pengepakan Makanan Kucing Merk &#8220;Me-O&#8221; yang terletak di Jalan Kp. Siluman RT.001/RW.23 Dusun 1, Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>&#8220;Informasi yang kami terima dari FWJI Korwil Bekasi semalam itu benar adanya Sat Jatranras Polda Metro Jaya telah datangi Ambar di RSUD Bekasi Kabupaten dan ke TKP, namun tempat kejadian perkara yang juga usaha diduga ilegal memproduksi makanan kadarluasa tersebut tidak dilakukan Policeline, bahkan ketua RT 001 setempat tidak dapat dikonfirmasi. &#8220;Beber Opan.</p>
<p>Insiden yang dilakukan 10 orang lebih ini menurut Opan ada indikasi dan dugaan kuat keterlibatan oknum Ketua RT setempat, oknum karangtaruna desa Mangun Jaya, bahkan sampai seorang oknum pengacara yang mengaku dari lembaga Kongres Advokat Indonesia (KAI). keterlibatan oknum pengacara itu diceritakan Ambar bahwa dirinya mendapatkan intimidasi kuat untuk menandatangani mediasi perdamaian yang menguntungkan pemilik usaha ilegal dan para pelaku.</p>
<p>&#8220;Benar, saya mendapatkan aduan langsung dari Ambar bahwa diduga kuat adanya keterlibatan sejumlah pihak, termasuk dugaan ketua RT setempat, beberapa orang karangtaruna desa Mangun Jaya, oknum pengacara dan lainnya yang akan menjadi catatan penting kami dalam mengungkap kejadian sesunggugnya bersama kawan-kawan Polda Metro Jaya. &#8220;Tegas Opan.</p>
<p>Berdasarkan rentetan kejadian yang dialami Ambar, kata Opan jelas adanya upaya menghalangi tupoksi profesi, intimidasi, diskriminasi dan kriminalisasi terhadap jurnalis dalam peristiwa itu.</p>
<p>&#8220;Kami merinci ada beberapa hal yang harus disikapi dengan tegas Polda Metro Jaya, mata kiri Ambar akan mengalami kebutaan, dan mata sebelah kanan menjadi kabur, serta luka-luka di tulang hidung korban (Ambar) dan pusing yang berlebihan. &#8220;Ulasnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut Opan kondisi fisik Ambar terkulai lemah karena efek dari syaraf tengguk belakang mengalami kekerasan atau menerima pukulan bertubi-tubi sehingga berpengaruh pada alat pencernaan korban dan mengakibatkan mual secara berlebihan.</p>
<p>&#8220;Penderitaan saudara kita Ambar sangat kumplit. Bahkan dilapangan pada saat kejadian telah terjadi percobaan pengrusakan alat untuk mendukung dalam pekerjaan jurnalistik, sehingga fungsi alat-alat pendukung kerja tersebut kurang berfungsi secara optimal. &#8220;Jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan kejadian yang menimpa Diori Parulian Ambarita, Opan Mendesak untik segera menjadi prioritas kepolisian menangkap dan memproses para pelaku seberat-beratnya sesuai dengan Laporan Kepolisian dan tuntutan Pasal 170 KUHP dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.[]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum Ormas Keroyok 2 Jurnalis FWJI di Kuningan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/06/oknum-ormas-keroyok-2-jurnalis-di-kuningan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 06:48:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[FWJ Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[FWJI]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan terhadap Jurnalis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87651</guid>

					<description><![CDATA[Dua orang jurnalis yang juga pengurus FWJ Indonesia Korwil Kuningan Ddkeroyok 15 orang yang mengaku dari ormas Al Jabar]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi, dua orang jurnalis yang juga pengurus FWJ Indonesia Korwil Kuningan dikeroyok 15 orang yang mengaku dari ormas Al Jabar</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>KUNINGAN</strong></a> &#8211; Insiden pengeroyokan terhadap Ketua dan Wakil Ketua Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia korwil Kuningan Jawa Barat tengah mendapatkan sorotan publik. Pasalnya peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh sekolompok orang yang mengaku dari ormas Al Jabar terjadi pada saat takbir hari raya idul Adha 1446 H berkumandang.</p>
<p>Meski tidak terjadi hilangnya nyawa, peristiwa berdarah yang menyebabkan luka serius diwajah dan sekujur tubuh ketua serta wakil ketua FWJ Indonesia Korwil Kuningan di terminal Paniis Mandirancan Kuningan Jawa barat yang terjadi pada hari Kamis (5/6/2025) pukul 20.55 wib.</p>
<p>Pengeroyokan dan penganiayaan begitu cepat ketika Zaky (wakil ketua FWJ Indonesia) sedang menemui rekannya di terminal paniis. Tiba-tiba muncul seorang pria yang dikenal bernama Hadi alias Kokong dengan keadaan mabok dan terjadilah adu mulut sengit.</p>
<p>Tidak terima adu mulut, Hadi alias Kokong kembali kelokasi dengan membawa kawalan 15 orang teman-temannya.</p>
<p>&#8220;Mereka mengaku dari ormas Al Jabar dan XTC (Exalt To Coitus) ormas otomotif Kuningan. Tanpa basa-basi kawanan mereka langsung melakukan tindakan pengeroyokan hingga Zaky babak belur. &#8220;Kata Irwan Fauzi (ketua Korwil FWJ Indonesia) Kuningan yang melihat kejadian dilokasi.</p>
<p>Berdasarkan pengakuannya, Zaky dikeroyok Hadi cs dengan membabi buta, memukul, menendang, menginjak-injak hingga ada yang menggunakan senjata tumpul.</p>
<p>&#8220;Melihat wakil saya dikeroyok 15 an orang, saya langsung memisahkan dengan melerainya, namun saya yang memisahkan malah justru ikut diamuk dan dijadikan bola sehingga wajah, kepala dan badan saya pun berlumuran darah. &#8220;Jelas Irwan.</p>
<p>Gaya preman berkedok ormas dengan melakukan tindak kekerasan pengeroyokan ternyata tidak berhenti sampai disituh. Oknum ormas itu kembali merampas ID pers milik Irwan dan Zaky berikut KTP nya sambil teriak &#8216;gua dari Al Jabar, jangan macam-macam lo&#8230; gua bunuh kalian semua&#8217;.</p>
<p>Atas kejadian itu, Irwan dan Zaky bergegas ke Polsek pasawahan untuk melaporkan kejadian. &#8220;Kami diarahkan untuk membuat laporan ke Polres Kuningan, dan petugas Polsek mendampingi kami ke Polres untuk membuat LP dan visum. &#8220;Ucap Irwan.</p>
<p>Perlu diketahui, insiden berdarah yang terjadi berawal dari dendam pribadi antara Zaky dengan Hadi alias Kokong. Zaky pernah diminta warga paniis untuk menggrebek Kokong yang dikenal kerap mengedarkan obat terlarang dan obat jenis Tipe G sampai Hadi alias Kokong tutup total dan tidak menjalankan usaha ilegalnya lagi.</p>
<p>Sementara itu, di tempat berbeda, Ketua Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia DPD Provinsi Jawa Barat Tony Maulana mengecam keras perbuatan para pelaku. Menurutnya Pers adalah profesi pengabdian terhadap Bangsa dan Negara, dimana kedudukannya telah dijamin Undang Undang dan semestinya dihormati.</p>
<p>&#8220;Seharusnya, organisasi masyarakat apapun yang ada di NKRI harus dapat bersinergi dengan Pers untuk bersama-sama membangun bangsa bukan malah mengintimidasi bahkan sampai terjadinya insiden berdara. &#8220;Tegasnya.</p>
<p>Tony juga meminta kepada para pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian untuk segera menindak tegas para pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia, terlebih kini sedang digadang-gadang Gubernur Jawa Barat KDM terkait Satgas Anti Premanisme.[]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
