<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kampus &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2026 13:05:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1787875280/cropped-depokpos/cropped-depokpos.jpg?_i=AA</url>
	<title>Kampus &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kamu Maba Sasing? Yuk Intip 7 Fakta Kuliah Sastra Inggris!</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/08/kamu-maba-sasing-yuk-intip-7-fakta-kuliah-sastra-inggris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 13:04:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Inggris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=102911</guid>

					<description><![CDATA["Ngapain kuliah Sastra Inggris? Kan bisa les."]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Ngapain kuliah Sastra Inggris? Kan bisa les.&#8221;</em></p>
<p>Kalimat ini mungkin sudah akrab di telinga mahasiswa Sastra Inggris. Sekilas memang terdengar masuk akal. Kalau tujuannya hanya belajar grammar atau speaking, kursus terasa lebih cepat dan praktis.</p>
<p>Masalahnya, kuliah Sastra Inggris ternyata jauh lebih luas daripada sekadar belajar bahasa. Mahasiswa diajak memahami sastra, film, musik, media, hingga cara manusia membangun makna lewat bahasa. Jadi, sebenarnya apa saja yang dipelajari?</p>
<p><strong>1. Bahasa bukan fokus utamanya</strong></p>
<p>Tentu saja mahasiswa tetap belajar grammar, speaking, listening, reading, writing, hingga translation. Namun, bahasa bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memahami manusia.<br />
Di kelas, pertanyaan yang sering muncul justru bukan lagi &#8220;Ini pakai Present Perfect atau Past Perfect?&#8221;, melainkan kenapa dua orang bisa mengucapkan kalimat yang sama tetapi menghasilkan makna yang berbeda. Dari sini mahasiswa mulai mengenal bagaimana bahasa dipengaruhi oleh konteks, budaya, dan hubungan sosial.</p>
<p><strong>2. Film favorit ternyata penuh makna tersembunyi, loh!</strong></p>
<p>Setelah belajar semiotika, rasanya sulit menonton film seperti dulu.<br />
Warna pakaian tokoh, sudut kamera, pencahayaan, hingga properti di dalam adegan ternyata bisa menjadi simbol yang menyampaikan pesan tertentu. Hal yang sebelumnya hanya dianggap estetika, berubah menjadi sesuatu yang bisa dianalisis.</p>
<p>Bahkan video musik K-pop atau film Marvel kesukaan kamu pun bisa jadi bahan diskusi di kelas.</p>
<p><strong>3. Lagu Gak Cuma Didengar, Tapi Juga Bisa Dianalisis</strong></p>
<p>Kuliah Sastra Inggris juga mengajak mahasiswa membaca lirik lagu seperti membaca puisi.</p>
<p>Kenapa penyanyi memilih metafora tertentu? Kenapa satu frasa diulang berkali-kali? Kenapa lirik sederhana justru terasa paling menyakitkan?<br />
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini membuat lagu favorit terasa punya lapisan makna yang sebelumnya mungkin tidak pernah disadari.</p>
<p><strong>4. Sastra bisa jadi cara memahami isu sosial</strong></p>
<p>Kalau mendengar kata sastra, banyak orang langsung membayangkan novel klasik yang tebal atau puisi yang sulit dipahami.</p>
<p>Padahal, karya sastra sering menjadi media untuk mengkritik isu sosial, mulai dari kolonialisme, diskriminasi, gender, politik, hingga identitas.</p>
<p>Menariknya, kritik tersebut jarang disampaikan secara langsung. Pembaca justru diajak menemukan maknanya sendiri lewat cerita.</p>
<p><strong>5. Komentar receh di TikTok pun bisa jadi bahan analisis kuliah!</strong></p>
<p>Percaya atau tidak, percakapan receh di media sosial juga bisa dianalisis.<br />
Salah satu contohnya adalah komentar viral ketika seseorang menulis &#8220;Damn&#8221;, tetapi dibalas &#8220;Tangerang&#8221;.</p>
<p>Kesalahpahaman sederhana itu ternyata menarik jika dilihat dari sudut pandang sosiolinguistik dan analisis wacana.<br />
Dari situ terlihat bagaimana latar belakang bahasa, budaya, dan pengalaman memengaruhi cara seseorang memahami sebuah kata.</p>
<p><strong>6. Drama Performance bikin mahasiswa merasakan industri kreatif</strong></p>
<p>Drama Performance bukan sekadar menghafal dialog lalu tampil di panggung.</p>
<p>Di balik satu pementasan, mahasiswa belajar menyusun naskah, membangun karakter, mengatur artistik, memilih musik, mengelola pencahayaan, hingga bekerja sama dengan berbagai divisi agar pertunjukan bisa berjalan dengan baik.</p>
<p>Pengalaman ini memberi gambaran tentang bagaimana proses produksi di balik layar sebuah pertunjukan.</p>
<p><strong>7. Dunia Terasa Berbeda Setelah Kuliah Sastra Inggris</strong></p>
<p>Setelah beberapa semester, banyak mahasiswa mulai menyadari satu hal.</p>
<p>Film tidak lagi terasa sekadar film.</p>
<p>Lagu tidak lagi sekadar lagu.</p>
<p>Komentar media sosial tidak lagi sekadar komentar.</p>
<p>Bahasa tidak lagi dipandang sebagai kumpulan kata, melainkan sesuatu yang membentuk cara manusia berpikir, berkomunikasi, dan memaknai dunia.</p>
<p>Kalau masih ada yang bertanya, &#8220;Ngapain kuliah Sastra Inggris? Kan bisa les,&#8221; mungkin jawabannya sederhana.<br />
Les membantu seseorang menguasai bahasa. Sementara itu, kuliah Sastra Inggris mengajak mahasiswa memahami bagaimana bahasa bekerja dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari novel, film, lagu, berita, media sosial, hingga percakapan sederhana yang sering luput dari perhatian.</p>
<p>Karena pada akhirnya, setelah belajar sastra Inggris, rasanya sulit melihat kata-kata sebagai… sekadar kata-kata. [Fatma Az Zahra]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2024/01/25/ilustrasi-belajar-bahasa-inggris.jpeg?w=600&#038;q=90" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kampus Tak Lagi Aman dari Krisis Moral</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/06/ketika-kampus-tak-lagi-aman-dari-krisis-moral/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 08:14:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100823</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Retnaning Putri, S.S]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Retnaning Putri, S.S</strong></em></p>
<p>Belum lama ini publik dihebohkan oleh pelecehan seksual verbal dalam grup percakapan yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Di saat yang hampir bersamaan, masyarakat juga dibuat terkejut oleh viralnya tindakan asusila sesama jenis di lingkungan Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Sebelumnya, berbagai kampus di Indonesia juga berkali-kali terseret kasus dosen predator seksual, pelecehan seksual, hingga kekerasan seksual yang melibatkan relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa. Meski berbeda bentuk, mulai dari pelecehan verbal, penyimpangan seksual, hingga kekerasan seksual, semuanya mengarah pada persoalan yang sama: rusaknya cara pandang terhadap kehormatan manusia dan kaburnya batasan perilaku. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar. Mengapa berbagai penyimpangan justru muncul di lingkungan pendidikan yang selama ini dianggap sebagai tempat lahirnya generasi intelektual dan calon pemimpin bangsa?</p>
<p>Di tengah perkembangan zaman, salah satu gagasan yang paling dominan dalam kehidupan modern adalah kebebasan individu. Kebebasan dipandang sebagai nilai yang harus dijaga dan diperluas, sementara pilihan hidup setiap orang dianggap sebagai wilayah privat yang tidak boleh terlalu banyak diatur. Namun realitas menunjukkan bahwa kampus-kampus yang paling terbuka, modern, dan progresif tidak otomatis terbebas dari pelecehan seksual, kekerasan seksual, maupun berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Di sinilah tampak kontradiksi yang patut direnungkan. Liberalisme menjanjikan kebebasan, kesetaraan, dan keamanan individu, tetapi yang sering muncul justru eksploitasi seksual, objektifikasi tubuh, pelecehan, dan penyalahgunaan relasi kuasa. Fakta ini menunjukkan bahwa kebebasan tidak otomatis menghasilkan keamanan. Ketika kebebasan dijadikan standar utama tanpa batasan moral yang jelas, ruang untuk penyimpangan justru semakin terbuka.</p>
<p>Konsep consent atau persetujuan dalam paradigma liberal juga sering dijadikan standar utama dalam menilai suatu relasi. Selama ada persetujuan, suatu hubungan dianggap sah dan tidak bermasalah. Akan tetapi, realitas menunjukkan bahwa banyak &#8220;persetujuan&#8221; lahir dalam situasi yang tidak setara. Mahasiswa bisa merasa terpaksa menyetujui karena takut kehilangan nilai. Bawahan bisa tunduk karena takut kehilangan pekerjaan. Korban bisa memilih diam karena takut stigma sosial. Jika demikian, apakah persetujuan yang lahir dari tekanan dan ketimpangan kekuasaan benar-benar dapat dijadikan standar moral yang kokoh? Pertanyaan ini menunjukkan bahwa standar yang dibangun manusia sering kali tidak mampu menjawab seluruh persoalan yang muncul dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Di balik berbagai kasus tersebut, terdapat persoalan yang lebih mendasar, yaitu sejauh mana pendidikan saat ini berhasil membentuk kepribadian generasi. Kasus di UI maupun PNJ menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik, kecanggihan fasilitas, atau tingginya angka kelulusan. Seseorang dapat menempuh pendidikan selama bertahun-tahun, menguasai berbagai disiplin ilmu, bahkan berhasil masuk ke kampus terbaik, tetapi tetap gagal menghormati martabat dirinya maupun orang lain. Kasus di UI memperlihatkan bagaimana penghinaan dan pelecehan dapat dianggap sebagai candaan. Sementara itu, kasus di PNJ menunjukkan adanya perilaku yang melanggar norma dan dilakukan di lingkungan yang semestinya dijaga kehormatannya. Keduanya mengisyaratkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sekadar berkaitan dengan pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter dan pengendalian diri.</p>
<p>Fenomena ini menunjukkan adanya jarak antara kecerdasan intelektual dan kualitas kepribadian. Pendidikan modern mampu menghasilkan individu yang terampil, kritis, dan kompetitif, tetapi tidak otomatis melahirkan manusia yang memiliki standar moral yang kuat. Hal ini tidak terlepas dari corak pendidikan yang lahir dari sistem sekuler, yaitu sistem yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga keberhasilan lebih sering diukur dari aspek akademik dan keterampilan daripada ketakwaan serta kualitas akhlak. Akibatnya, ketika dihadapkan pada kesempatan untuk merendahkan orang lain, melanggar batas pergaulan, atau mengikuti dorongan hawa nafsu, tidak sedikit yang gagal mengendalikan diri.</p>
<p>Di sinilah tampak bahwa persoalan yang dihadapi bukan semata-mata kesalahan individu, melainkan juga kegagalan sistem pendidikan dalam membentuk pola pikir, karakter, dan kepribadian yang kokoh. Ketika pendidikan lebih menekankan pencapaian akademik daripada pembinaan akhlak dan ketakwaan, yang lahir adalah generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi belum tentu kuat secara moral. Sebagian pihak menjelaskan maraknya kekerasan seksual melalui konsep patriarki, dominasi laki-laki, atau relasi kuasa. Analisis tersebut memang dapat menjelaskan sebagian kasus, tetapi tidak cukup untuk menjelaskan seluruh fakta yang ada. Pelecehan dan kekerasan seksual juga dapat terjadi antara sesama laki-laki, sesama perempuan, dalam hubungan sesama jenis, bahkan dilakukan oleh perempuan terhadap laki-laki. Artinya, akar persoalan tidak sesederhana dominasi satu gender atas gender lainnya. Persoalan yang lebih mendasar adalah manusia semakin jauh dari aturan yang mampu mengendalikan naluri seksual dan hawa nafsunya.</p>
<p>Fenomena ini juga tidak dapat dilepaskan dari perubahan pola interaksi masyarakat di era digital. Perkembangan teknologi komunikasi memungkinkan setiap orang terhubung dan berinteraksi dengan lebih leluasa melalui berbagai platform. Di satu sisi, teknologi memudahkan pertukaran informasi. Namun di sisi lain, banyak orang merasa lebih bebas berkata atau bertindak tidak pantas karena berada dalam ruang yang dianggap aman dan tertutup. Meski demikian, teknologi hanyalah sarana, bukan akar masalah. Jika seseorang memiliki kepribadian yang kuat dan standar moral yang kokoh, sebesar apa pun peluang untuk berbuat menyimpang, ia tetap mampu mengendalikan diri dan menjaga kehormatan orang lain.</p>
<p>Masalah lain yang turut memperparah keadaan adalah hilangnya standar moral yang tetap. Apa yang dahulu dianggap tabu kini dipandang sebagai hiburan. Apa yang dahulu dianggap menyimpang kini diposisikan sebagai hak pribadi. Bahkan, hal-hal yang dulu ditolak perlahan didorong untuk diterima dan dinormalisasi. Ketika standar benar dan salah terus berubah mengikuti opini manusia, batasan perilaku menjadi semakin kabur. Masyarakat akhirnya kehilangan patokan yang kokoh untuk membedakan mana yang harus dijaga dan mana yang harus dicegah. Kondisi ini menjelaskan mengapa berbagai kasus serupa terus berulang meski kampus telah memiliki aturan, kode etik, satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, serta berbagai program edukasi. Persoalannya bukan sekadar kurangnya regulasi atau lemahnya penindakan, melainkan cara pandang dan standar hidup yang dianut masyarakat. Karena itu, persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan menghukum pelaku setiap kali kasus muncul. Langkah tersebut memang penting untuk menegakkan keadilan dan memberikan efek jera, tetapi belum menyentuh sumber persoalan. Selama standar moral terus berubah, batasan perilaku semakin kabur, dan kebebasan dijadikan ukuran utama tanpa pijakan yang tetap, berbagai penyimpangan akan terus menemukan ruang untuk tumbuh. Dengan kata lain, selama akar persoalannya tidak disentuh, kasus serupa akan terus berulang dalam bentuk dan pelaku yang berbeda. Di sinilah letak persoalan mendasarnya. Banyak solusi yang ditawarkan baru bekerja setelah kerusakan terjadi, sementara sedikit yang benar-benar berupaya menutup jalan menuju kerusakan sejak awal.</p>
<p>Berbeda dengan Islam, Islam memulai penyelesaian persoalan dari pencegahan. Islam memahami bahwa penyimpangan besar tidak muncul secara tiba-tiba. Pelecehan seksual sering berawal dari candaan yang merendahkan, sedangkan kekerasan seksual kerap bermula dari interaksi yang melampaui batas. Sementara penyimpangan seksual berkembang ketika pagar-pagar moral runtuh satu demi satu. Karena itu, Islam membangun sistem perlindungan sejak awal melalui penjagaan pandangan, kewajiban menutup aurat, pengaturan interaksi laki-laki dan perempuan, pendidikan berbasis akidah, amar makruf nahi mungkar, serta peran negara dalam menjaga moral publik.</p>
<p>Islam juga menanamkan kesadaran bahwa setiap ucapan dan perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” Prinsip ini berlaku baik dalam interaksi langsung maupun komunikasi digital. Kesadaran bahwa setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan mendorong seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara, menulis, dan berinteraksi. Karena itu, Islam tidak hanya mengatur perilaku lahiriah, tetapi juga membangun kontrol internal berupa ketakwaan yang mendorong seseorang menjaga kehormatan dirinya dan orang lain, bahkan ketika tidak ada pengawasan manusia.</p>
<p>Tujuan seluruh aturan tersebut bukan untuk membatasi manusia secara zalim, melainkan menjaga kehormatan individu dan masyarakat sebelum kerusakan terjadi. Islam memandang kehormatan manusia sebagai sesuatu yang harus dilindungi. Karena itu, syariat hadir bukan hanya untuk menghukum pelanggaran yang telah terjadi, tetapi juga menutup berbagai pintu yang dapat mengantarkan manusia kepada penyimpangan. Pada akhirnya, kasus UI, PNJ, dan berbagai kasus kekerasan seksual di kampus tidak boleh dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Semua itu merupakan gejala dari krisis yang lebih besar, yaitu krisis standar moral dan kegagalan pembentukan kepribadian. Selama akar persoalan tidak disentuh, kebebasan terus dijadikan nilai tertinggi tanpa batasan yang jelas, dan pendidikan hanya berfokus pada kecerdasan tanpa membangun ketakwaan, kasus-kasus serupa akan terus bermunculan dalam bentuk yang berbeda. Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar sanksi bagi pelaku, tetapi juga evaluasi mendasar terhadap sistem nilai dan sistem pendidikan yang selama ini membentuk cara berpikir dan perilaku generasi. Hanya dengan kembali kepada aturan yang berasal dari Sang Pencipta, kehormatan manusia dapat benar-benar dijaga dan dilindungi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.wixstatic.com/media/dad847_7b4b6f49fb614914827e02449dfd3bbe~mv2.png/v1/fill/w_1024,h_761,al_c,q_90,enc_avif,quality_auto/dad847_7b4b6f49fb614914827e02449dfd3bbe~mv2.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat dan Cara Daftar Beasiswa SEHAT 2026 Kemenkes</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/06/syarat-dan-cara-daftar-beasiswa-sehat-2026-kemenkes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 22:52:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Info Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100602</guid>

					<description><![CDATA[Beasiswa ini menyasar mahasiswi aktif di lingkungan Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Yayasan Khouw Kalbe resmi membuka pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026 atau Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan.</p>
<p>Program ini menyasar mahasiswi aktif di lingkungan Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia, dengan fokus mencetak tenaga kesehatan yang siap memperkuat layanan, terutama di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).</p>
<p>Selain bantuan biaya pendidikan, penerima juga akan masuk dalam program pengembangan kapasitas, mentoring, hingga jejaring nasional dan internasional.</p>
<h2>Dukungan Biaya hingga Program Pengembangan</h2>
<p>Beasiswa SEHAT 2026 tidak hanya menutup kebutuhan kuliah, tetapi juga memberi dukungan pengembangan diri.</p>
<p>Berikut manfaatnya:</p>
<ul>
<li>Bantuan pendidikan hingga Rp 10.000.000 per semester (UKT, SKS, praktik, hingga uji kompetensi)</li>
<li>Bantuan penelitian maksimal Rp 3.000.000 untuk mahasiswa diploma pada tahun akhir</li>
<li>Dana penunjang kapasitas Rp 1.200.000 per semester untuk jenjang profesi</li>
<li>Pelatihan, mentoring, dan akses ekosistem pembelajaran</li>
<li>Kesempatan menjadi mentor serta menjalankan proyek sosial (jenjang profesi)</li>
</ul>
<h3>Program Studi yang Bisa Mendaftar</h3>
<p>Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswi pada program studi kesehatan berikut:</p>
<ul>
<li>Keperawatan (D3 dan Profesi)</li>
<li>Kebidanan (D3 dan Profesi)</li>
<li>Gizi dan Dietetika (D3 dan Profesi)</li>
<li>Farmasi (D3)</li>
<li>Sanitasi Lingkungan (D3)</li>
<li>Teknik Laboratorium Medik (D3)</li>
<li>Kesehatan Gigi (D3)</li>
<li>Promosi Kesehatan (D3)</li>
<li>Fisioterapi (D3 dan Profesi)</li>
<li>Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (D3)</li>
</ul>
<h4>Syarat Pendaftaran</h4>
<p>Ada sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi pendaftar:</p>
<p>1. WNI, perempuan, dan belum menikah<br />
2. Usia 17-24 tahun (D3/D4), maksimal 27 tahun (profesi)<br />
3. Mahasiswi aktif Poltekkes Kemenkes:</p>
<ul>
<li>Semester 1 (D3/D4)</li>
<li>Semester 3 (D4 lanjutan)</li>
<li>Semester 1 (profesi)</li>
<li>Semester 1 (D3/D4)</li>
<li>Semester 3 (D4 lanjutan)</li>
<li>Semester 1 (profesi)</li>
</ul>
<p>4. Aktif di organisasi atau kegiatan sosial<br />
5. Tidak menerima beasiswa lain dengan komponen serupa<br />
6. Bersedia menjadi YKK Ambassador</p>
<p><strong>Ketentuan akademik:</strong></p>
<ul>
<li>Nilai rata-rata minimal 80 (D3 semester awal)</li>
<li>IPK minimal 3,30 (D4 semester 3)</li>
<li>IPK minimal 3,75 (profesi)</li>
</ul>
<p>Pendaftar juga wajib membuat esai refleksi diri 250-450 kata tulisan tangan. Khusus jenjang profesi, peserta diminta mengunggah video 60 detik di media sosial tentang motivasi pengabdian di wilayah DTPK.</p>
<h5>Dokumen yang Harus Disiapkan</h5>
<ul>
<li>KTP dan KK</li>
<li>Pas foto 4&#215;6 (JPG)</li>
<li>Rapor kelas 10-12</li>
<li>KHS semester 1 (D4 semester 3)</li>
<li>Ijazah dan transkrip nilai (profesi)</li>
<li>Surat keterangan mahasiswa aktif</li>
<li>Surat rekomendasi</li>
<li>Scan esai tulisan tangan</li>
</ul>
<h5>Jadwal Beasiswa SEHAT 2026</h5>
<ul>
<li>Pendaftaran: 8-30 Juni 2026</li>
<li>Seleksi administrasi: 1-27 Juli 2026</li>
<li>Pengumuman administrasi: 28 Juli 2026</li>
<li>Tes esai online: 1 Agustus 2026</li>
<li>Wawancara online: 21 Agustus-14 September 2026</li>
<li>Pengumuman akhir: 16 September 2026</li>
<li>Registrasi ulang dan orientasi: September-Oktober 2026</li>
</ul>
<h6>Cara Daftar</h6>
<p>Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi SIBK Kemenkes. Peserta cukup mengisi formulir dan mengunggah seluruh dokumen yang dipersyaratkan.</p>
<p>Informasi lengkap juga dapat diakses melalui sosialisasi daring pada 2-5 Juni 2026 serta panduan resmi Beasiswa SEHAT 2026.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.scholarsofficial.com/wp-content/uploads/2022/11/schol.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Kuliah Karena FOMO Pilih Jurusan Data Science Biar Relevan dan Siap Kerja</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/05/jangan-kuliah-karena-fomo-pilih-jurusan-data-science-biar-relevan-dan-siap-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 06:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan Data Science]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Memilih jurusan kuliah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=100345</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Fenomena fear of missing out (FOMO)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Fenomena fear of missing out (FOMO) kian memengaruhi cara siswa, terutama dari kalangan Gen Z, memilih jurusan kuliah. Banyak yang mengambil keputusan hanya karena tren di media sosial atau mengikuti pilihan teman, tanpa mempertimbangkan minat, potensi, serta kebutuhan dunia kerja. Menjawab fenomena ini, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi” mengingatkan pentingnya memilih jurusan secara bijak dan strategis.</p>
<p>Di tengah derasnya arus informasi, memilih jurusan berbasis tren memang terlihat aman. Namun, keputusan tersebut justru berisiko menimbulkan masalah di masa depan, mulai dari salah jurusan, kehilangan motivasi belajar, hingga kesulitan bersaing di dunia kerja.</p>
<p>Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menegaskan bahwa pemilihan jurusan harus didasarkan pada pemahaman yang matang terhadap perkembangan industri.</p>
<p>“Memilih jurusan tidak cukup hanya karena tren atau ikut-ikutan. Yang lebih penting adalah memahami arah perkembangan industri dan menyesuaikannya dengan potensi diri,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada rabu (20/5) di Kampus UNM margonda, depok.</p>
<p>Ia menambahkan, di era transformasi digital saat ini, kemampuan di bidang data menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan.</p>
<p>“Kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga pemerintahan,” jelasnya.</p>
<p>Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data mendorong meningkatnya kebutuhan talenta di bidang Sains Data. Bidang ini mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan di berbagai industri, termasuk e-commerce, kesehatan, keuangan, hingga sektor publik.</p>
<p>Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menghadirkan Program Studi Sains Data dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1. Dalam program ini, mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di industri melalui magang, proyek profesional, atau riset kolaboratif.</p>
<p>“Pendekatan ini memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.</p>
<p>Memilih jurusan kuliah sejatinya bukan tentang mengikuti tren, melainkan menentukan arah masa depan. Keputusan yang tepat akan membuka peluang karier yang lebih luas dan berkelanjutan.</p>
<p>Bagi generasi muda yang ingin tetap relevan di era digital, memilih jurusan berbasis data dan teknologi menjadi langkah strategis. Saatnya berhenti ikut-ikutan dan mulai menentukan masa depan dengan pilihan yang tepat bersama Universitas Nusa Mandiri. Ubah mimpi jadi prestasi mulai sekarang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1779343157/IMG-20260519-WA0020/IMG-20260519-WA0020.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toleransi Mahasiswa: Kunci Harmoni di Tengah Keberagaman Kampus</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/04/toleransi-mahasiswa-kunci-harmoni-di-tengah-keberagaman-kampus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 03:06:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=99325</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Siti Aisyah, mahasiswa Universitas Mulawarman]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Siti Aisyah, mahasiswa Universitas Mulawarman</strong></em></p>
<p>Keberagaman budaya merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki berbagai suku, bahasa, adat istiadat, serta tradisi yang berbeda-beda.</p>
<p>Keberagaman tersebut menjadi kekayaan budaya sekaligus kekuatan bagi bangsa dalam membangun masyarakat yang multikultural. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan budaya masing-masing yang kemudian memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan berperilaku.</p>
<p>Proses pembentukan budaya seseorang tidak terlepas dari pengaruh keluarga, pendidikan, serta lingkungan sosial. Orang tua, guru, dan masyarakat di sekitar secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengajaran mengenai nilai-nilai budaya yang dianut.</p>
<p>Akibatnya, seseorang sering kali menganggap bahwa cara berpikir dan berperilaku dalam budayanya merupakan sesuatu yang paling benar dan wajar. Padahal, ketika berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang budaya berbeda, perbedaan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik apabila tidak disertai dengan sikap saling menghargai.</p>
<p>Lingkungan kampus merupakan salah satu tempat dengan tingkat keberagaman budaya yang tinggi. Mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar belakang suku, budaya, dan adat istiadat yang berbeda berkumpul dalam satu lingkungan akademik. Kondisi ini menjadikan kampus sebagai ruang pertemuan berbagai budaya yang dapat memperkaya wawasan mahasiswa.</p>
<p>Namun, di sisi lain, keberagaman tersebut juga berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan yang dapat memengaruhi hubungan antar mahasiswa.</p>
<p>Dalam kehidupan kampus, keberagaman budaya seharusnya tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang harmonis. Justru keberagaman tersebut dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman terhadap orang lain.</p>
<p>Oleh karena itu, sikap toleransi sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan mahasiswa. Toleransi dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menghargai, serta tidak memaksakan nilai budaya sendiri kepada orang lain.</p>
<p>Pentingnya toleransi juga sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Nilai tersebut menekankan bahwa perbedaan yang ada di masyarakat bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan harus dijadikan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan.</p>
<p>Jika mahasiswa mampu menerapkan sikap toleransi dalam kehidupan kampus, maka rasa nasionalisme dan solidaritas antar mahasiswa juga akan semakin kuat.</p>
<p>Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberagaman budaya di lingkungan kampus merupakan suatu realitas yang tidak dapat dihindari.</p>
<p>Oleh karena itu, sikap toleransi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga keharmonisan hubungan antar mahasiswa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.depokpos.com/site/wp-content/uploads/2026/04/1.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SNBP dan SNBT: Antara Mimpi dan Realitas Siswa Kelas 12</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/04/snbp-dan-snbt-antara-mimpi-dan-realitas-siswa-kelas-12/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 00:40:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[SNBT]]></category>
		<category><![CDATA[SNPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98723</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Sabrina Mardatilah, mahasiswa Akuntansi Universitas Mulawarman.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Sabrina Mardatilah, mahasiswa Akuntansi Universitas Mulawarman.</strong></em></p>
<p>Pada seleksi perguruan tinggi negeri tahun 2025, sekitar 860 ribu peserta mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (<a href="https://www.depokpos.com/2026/03/pendaftaran-utbk-snbt-2026-dibuka-selasa-simak-syaratnya/">SNBT</a>), tetapi hanya sekitar tiga dari sepuluh orang yang berhasil lolos seleksi.</p>
<p>Angka ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan yang harus dihadapi siswa kelas 12 di Indonesia. Menjelang kelulusan, mereka dihadapkan pada salah satu keputusan penting dalam hidup: memilih perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun <a href="https://www.depokpos.com/2026/03/pendaftaran-utbk-snbt-2026-dibuka-selasa-simak-syaratnya/">SNBT</a>.</p>
<h3>Persaingan Ketat Masuk Perguruan Tinggi Negeri</h3>
<p>Di balik proses tersebut, muncul dilema yang kerap dirasakan siswa: apakah berani mengejar kampus impian atau memilih secara realistis demi peluang diterima yang lebih besar. Persaingan masuk perguruan tinggi negeri setiap tahun semakin ketat. Jumlah peserta seleksi mencapai ratusan ribu orang, sementara daya tampung perguruan tinggi negeri jauh lebih terbatas. Kondisi ini membuat banyak siswa merasa harus berhitung secara matang sebelum menentukan pilihan.</p>
<h4>Antara Kampus Impian dan Pilihan Realistis</h4>
<p>Di satu sisi, memilih kampus impian merupakan bentuk keberanian untuk mengejar cita-cita. Banyak siswa telah lama membayangkan diri mereka belajar di universitas tertentu yang dianggap memiliki reputasi baik, lingkungan akademik yang mendukung, serta peluang pengembangan diri yang lebih luas. Tidak sedikit pula siswa yang mempersiapkan diri secara serius melalui belajar tambahan, mengikuti bimbingan belajar, hingga mencari informasi dari alumni untuk meningkatkan peluang diterima.</p>
<p>Namun di sisi lain, realitas persaingan membuat sebagian siswa mulai mempertimbangkan pendekatan yang lebih realistis. Mereka mencoba menilai kemampuan akademik, tingkat persaingan program studi, serta peluang penerimaan yang lebih memungkinkan. Pendekatan ini sering dianggap sebagai langkah “bermain aman” agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri.</p>
<h5>Menyeimbangkan Mimpi dan Realitas</h5>
<p>Di sinilah dilema itu muncul. Terlalu fokus mengejar kampus impian dapat menimbulkan tekanan besar jika peluangnya sangat kecil. Sebaliknya, memilih terlalu realistis tanpa mempertimbangkan aspirasi pribadi dapat membuat siswa merasa tidak sepenuhnya memperjuangkan mimpi mereka. Dalam kondisi seperti ini, siswa sebenarnya sedang belajar menghadapi salah satu keputusan penting dalam hidup: menyeimbangkan antara harapan dan realitas.</p>
<p>Pendekatan yang lebih bijak adalah memadukan keduanya. Siswa tetap dapat mencoba meraih kampus impian, tetapi juga menyiapkan pilihan alternatif yang masih sesuai dengan minat dan potensi mereka. Strategi semacam ini tidak hanya meningkatkan peluang diterima, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir lebih rasional dan terencana dalam menghadapi berbagai kemungkinan.</p>
<h5>Tekanan Sosial dalam Menentukan Pilihan</h5>
<p>Selain strategi akademik, proses memilih perguruan tinggi juga memiliki dimensi psikologis yang tidak kalah penting. Tekanan dari keluarga, guru, maupun lingkungan pertemanan sering membuat siswa merasa harus segera menentukan pilihan yang “paling benar”. Padahal, setiap siswa memiliki kemampuan, minat, dan kondisi yang berbeda.</p>
<p>Pada akhirnya, memilih perguruan tinggi melalui jalur SNBP maupun SNBT bukan sekadar tentang menentukan tempat kuliah. Proses ini juga menjadi pembelajaran penting bagi siswa untuk mengenal potensi diri, mempertimbangkan risiko, serta menyusun strategi dalam merencanakan masa depan. Kemampuan menyeimbangkan antara keberanian bermimpi dan sikap realistis akan menjadi bekal berharga, tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam berbagai keputusan hidup di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://skuling.id/wp-content/uploads/2024/12/cara-daftar-snbt.png" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UHAMKA Gelar KKS di Desa Ciburayut, Fokus Pendidikan dan Literasi Keuangan Syariah</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/03/mahasiswa-uhamka-gelar-kks-di-desa-ciburayut-fokus-pendidikan-dan-literasi-keuangan-syariah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 07:57:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Uhamka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98588</guid>

					<description><![CDATA[Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) melaksanakan program Kuliah Kerja Sosial (KKS) di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> – Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) melaksanakan program Kuliah Kerja Sosial (KKS) di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada 14 Januari hingga 16 Februari 2026. Program ini mengusung tema “Pengembangan Desa Ciburayut melalui Optimalisasi Sektor Pendidikan dan Perbankan Syariah.”</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berupaya memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keilmuannya.</p>
<p>Fokus Penguatan Pendidikan dan Literasi Syariah</p>
<p>Berdasarkan hasil observasi awal, Desa Ciburayut memiliki potensi sosial dan keagamaan yang kuat, namun masih menghadapi tantangan pada sektor pendidikan dan literasi keuangan syariah. Oleh karena itu, mahasiswa KKS Kelompok 6 merancang berbagai program edukatif.</p>
<p>Kegiatan pendidikan difokuskan pada proses belajar mengajar di SDN Selaawi 01 dan TPQ setempat. Mahasiswa mengajar berbagai mata pelajaran seperti Matematika, IPAS, PPKN, Bahasa Indonesia, hingga Pendidikan Agama. Selain itu, diselenggarakan pula kelas mufrodat (Bahasa Arab) untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab siswa.</p>
<p>Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengadakan perlombaan Islami dalam rangka memperingati Isra Mi’raj serta turut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan desa seperti peringatan Nisfu Sya’ban.</p>
<p>Talkshow Perbankan Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi</p>
<p>Sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, mahasiswa menyelenggarakan talkshow perbankan syariah pada 5 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai sistem keuangan berbasis syariah, prinsip bagi hasil, serta peluang pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.</p>
<p>Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi keuangan syariah sekaligus membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam.</p>
<p>Inovasi Lingkungan: Rocket Stove Minim Asap</p>
<p>Selain bidang pendidikan dan ekonomi, mahasiswa juga menghadirkan inovasi teknologi sederhana berupa pembuatan alat pembakaran sampah minim asap (Rocket Stove). Proses pembuatan dilakukan pada 9–11 Februari 2026 dan diresmikan pada 14 Februari 2026.</p>
<p>Rocket Stove ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus mengurangi asap pembakaran. Program ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan kesadaran lingkungan di desa.</p>
<p>Seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara terstruktur, mulai dari pembukaan pada 15 Januari 2026 hingga penutupan pada 16 Februari 2026. Program ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa, pihak sekolah, dan masyarakat setempat.</p>
<p>Kegiatan KKS ini dinilai berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat literasi keuangan syariah, serta menumbuhkan kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.</p>
<p>Mahasiswa berharap program-program yang telah dirintis, seperti kelas tambahan, pembelajaran bahasa Arab, dan pemanfaatan Rocket Stove, dapat terus dilanjutkan oleh pihak desa dan sekolah. Selain itu, pelaksanaan KKS di masa mendatang diharapkan dapat menjangkau aspek kebutuhan masyarakat yang lebih luas melalui perencanaan yang semakin matang.</p>
<p>Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan edukatif-partisipatif, program KKS UHAMKA di Desa Ciburayut menjadi lentera pengabdian yang membawa harapan bagi pembangunan desa yang lebih maju, religius, dan berdaya saing.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1774857399/Screenshot_2026-03-30-14-54-54-76_c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062_copy_1049x737/Screenshot_2026-03-30-14-54-54-76_c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062_copy_1049x737.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Magister Ilmu Komputer Berakreditasi Unggul di Depok Kian Diminati</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/01/magister-ilmu-komputer-berakreditasi-unggul-di-depok-kian-diminati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 22:24:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=95848</guid>

					<description><![CDATA[Sejumlah perguruan tinggi di Kota Depok terus memperkuat kualitas pendidikan pascasarjana]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> – Sejumlah perguruan tinggi di Kota Depok terus memperkuat kualitas pendidikan pascasarjana, khususnya pada Program Studi Magister Ilmu Komputer yang telah meraih akreditasi Unggul. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya mutu pendidikan tinggi sekaligus komitmen kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri digital.</p>
<p>Salah satu perguruan tinggi yang memiliki Program Magister Ilmu Komputer berakreditasi Unggul adalah Universitas Indonesia (UI). Sebagai kampus rujukan nasional, UI dikenal aktif mengembangkan riset di bidang komputasi, kecerdasan buatan, dan sistem informasi yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, serta inovasi industri.</p>
<p>Selain UI, Universitas Nusa Mandiri (UNM) juga mencatatkan capaian serupa melalui Program Studi Magister Ilmu Komputer yang terakreditasi Unggul. Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri menekankan penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pengembangan riset terapan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi informasi, data science, dan transformasi digital.</p>
<p>Keberadaan Universitas Nusa Mandiri di Depok dinilai strategis karena berada di wilayah penyangga Jabodetabek yang dekat dengan pusat bisnis, industri teknologi, dan institusi profesional. Kondisi ini membuka peluang luas bagi mahasiswa magister untuk terlibat dalam kolaborasi riset, proyek industri, hingga pengembangan solusi teknologi yang aplikatif.</p>
<p>Koordinator Marketing dan Komunikasi Universitas Nusa Mandiri, Wawan Kurniawan, menyampaikan bahwa akreditasi Unggul menjadi bukti keseriusan UNM dalam menghadirkan pendidikan magister yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.</p>
<p>“Akreditasi Unggul pada Program Magister Ilmu Komputer Universitas Nusa Mandiri menunjukkan komitmen kami sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan industri digital. Kurikulum kami dirancang aplikatif, berbasis riset terapan, dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (5/1).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa lingkungan akademik di Depok yang kompetitif menjadi nilai tambah bagi calon mahasiswa.</p>
<p>“Depok berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan dan teknologi. Ini menjadi ekosistem yang ideal bagi mahasiswa magister untuk mengembangkan kompetensi, jejaring profesional, dan inovasi,” tambahnya.</p>
<p>Selain UI dan Universitas Nusa Mandiri, sejumlah perguruan tinggi lain di Depok juga terus mengembangkan program magister di bidang ilmu komputer dengan menitikberatkan pada kolaborasi riset, peningkatan kualitas dosen, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Persaingan sehat antar perguruan tinggi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus siap bersaing di dunia kerja.</p>
<p>“Dengan semakin banyaknya Program Magister Ilmu Komputer berakreditasi Unggul di Depok, calon mahasiswa kini memiliki lebih banyak pilihan pendidikan berkualitas. Kampus-kampus tersebut diharapkan dapat menjadi pusat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia yang mendukung kemajuan teknologi dan transformasi digital nasional,” tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.marketing91.com/wp-content/uploads/2022/05/What-is-a-University.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Program Studi Teknik Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/01/inovasi-program-studi-teknik-lingkungan-dalam-mewujudkan-pembangunan-yang-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 02:48:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tirta Wiyata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=95753</guid>

					<description><![CDATA[OLEH ATA ELYSIA EVANA PUTRI DEPOKPOS &#8211; Akatirta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OLEH ATA ELYSIA EVANA PUTRI</strong></p>
<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Akatirta atau Akademi Teknik Tirta Wiyata merupakan kampus air satu-satunya yang terletak di Indonesia, lebih tepatnya berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.</p>
<p>Kampus Akatirta ini memiliki 1 program studi yaitu prodi Teknik Lingkungan. Di tersebut kita sebagai mahasiswa difokuskan untuk mempelajari konsentrasi di bidang dan peminimalan pencemaran air.</p>
<p>Dalam proses pembelajaran materi prodi mengenai ini mahasiswa dan dosen terkadang melakukan aksi nyata dengan berkolaborasi dengan salah satu kantor PDAM.</p>
<p>Program studi teknik lingkungan ini selain kita mempelajari mengenai polusi dan pencemaran air, mahasiswa juga mempelajari tentang perancangan pipa,pompa, dan sistem untuk mendistribusikan air minum secara efisien dan aman ke pelangggan.</p>
<p>Dalam pengelolaan kualitas air, akan berfokus pada pengujian laboratorium agar air minum selalu memenuhi standar baku mutu. Tak lupa pengolahan limba juga termasuk dalam materi pembelajaran di prodi ini.</p>
<p>Pengelolaan limbah terkait dengan penanganan sisa pengolahan air dan limbah di lingkungan PDAM. Maka kesimpulan dalam prodi ini adalah setiap materi atau bahan belajar satu sama lain saling terikat dan berhubungan.</p>
<p>Materi dan bahan yang berhubungan dengan teknik lingkungan mencakup berbagai aspek yang penting untuk pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.</p>
<p>Ada berbagai materi mengenai siklus air, salah satunya adalah HIDROLOGI. Proses pada materi ini adalah seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, infitrasi, dan aliran permukaan. Yang terpenting adalah memahami distribusi dan ketersediaan air.</p>
<p>Selain materi HIDROLOGI, di program studi ini juga mempelajari mengenai kualitas air. Secara spesifik dan lebih detail, materi ini mencakup berbagai sumber fisik seperti; suhu, kekeruhan, bau, rasa. Dan bahan kimia seperti; pH, BOD, COD, TSS, logam berat, dan nutrien. Serta juga mempelajari standar kualitas air minum melalui pengelolaan air bersih (SNI,WHO) dan standar air limbah (peraturan pemerintah, misalnya PP No. 22 Tahun 2021 di Indonesia.</p>
<p>Pengelolaan air bersih juga menjadi materi yang paling banyak diminati. Tujuan ini yaitu menyediakan air yang aman untuk dikonsumsi masyarakat. Tahapan pengelolaan meliputi koagulasi, sendimentasi, filtrasi, disinfeksi (klorinasasi, ozonisasi, UV).</p>
<p>Selain pengelolaan air bersih, terdapat juga pengelolaan air limbah. Tujuannya mengurangi pencemaran sebelum dibuang kebadan air. Jenis limbah dapat berasal dari domestik, industri, maupun pertanian. Pengelolaan air ini tentunya akan dapat berjalan dengan lancar apabila sumber daya air dan manajemen air berkelanjutan dapat seimbang.</p>
<p>Sumber daya air dapat berasal dari air permukaan, air tanah, dan air hujan. Pengelolaannya dapat melalui konservasi air, pengelolaan DAS, ataupun pengendalian banjir dan kekeringan. Diimbangi dengan manajemen air berkelanjutan seperti pengaturan tata guna lahan dan partisipasi masyarakat.</p>
<p>Terakhir, mengenai isu dan tantangan air. Polusi air yang disebabkan oleh iklim atau limbah industri, domestik, dan pertanian masih kerap menjadi perbincangan di lingkungan sekitar sehingga berdampak menjadi krisis air bersih.</p>
<p>Permasalahan banjir dan kekeringan juga kerap melanda negara ini di berbagai daerah. Salah satu penyebab terjadinya banjir adalah pembuangan sambah di sungai, penyumbatan yang disebabkan oleh limbah pabrik, dan banyak masalah yang disebabkan oleh penduduk itu sendiri.</p>
<p>Langkah menangulangi banjir adalah dengan mengupayakan penanaman hutan kembali dan penghijauan sehingga dapat meninjau pula pada masalah kekeringan. Jika kita tidak segera melakukan perubahan pada pola kerja menjaga lingkungan, krisis air bersih pun akan sulit untuk diatasi.</p>
<p><em>Tentang Penulis:</em><br />
<em>Mahasiswa Aktif Akademi Teknik Tirta Wiyata Semester 1 Prodi Teknik Lingkungan</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://akatirta.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/web3-scaled.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Kampus untuk Bumi: Kolaborasi Sivitas Akademika SHSI Prasmul dalam Memperkuat Kebijakan Energi Bersih Indonesia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/11/dari-kampus-untuk-bumi-kolaborasi-sivitas-akademika-shsi-prasmul-dalam-memperkuat-kebijakan-energi-bersih-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 05:06:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=93529</guid>

					<description><![CDATA[Kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam mempercepat pemanfaatan energi bersih berbasis pengetahuan dan inovasi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di dunia. Dilansir dari laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi energi baru terbarukan (EBT) Indonesia — mulai dari energi surya, bayu, hidro, bioenergi, panas bumi, hingga energi laut — totalnya mencapai 3.686 gigawatt (GW). Namun hingga kini, pemanfaatannya baru sekitar 15,2 gigawatt, atau hanya 0,4% dari total potensi yang ada.</p>
<p>Kesenjangan besar antara potensi dan pemanfaatan ini menunjukkan bahwa<br />
peluang untuk mengembangkan inovasi dan kebijakan yang mempercepat transisi energi bersih di tanah air masih sangat terbuka. Sayangnya, berbagai tantangan seperti keterbatasan investasi, infrastruktur yang belum merata, serta minimnya riset aplikatif membuat potensi besar tersebut belum termanfaatkan secara optimal.</p>
<p>Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, energi terbarukan dapat menjadi pilar<br />
penting bagi kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja hijau, serta<br />
mendukung komitmen Indonesia terhadap target Net Zero Emission 206.</p>
<p>Melihat kondisi ini, kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam mempercepat pemanfaatan energi bersih berbasis pengetahuan dan inovasi. Hal inilah yang mendorong tiga mahasiswi penerima Beasiswa Bakti Indonesia, Dewi Elvani Lumban Gaol, Aprilia Eukarista Paskaria, Lusia Marselina Mbu Pake, serta Ulya Yasmine Prisandani, Wakil Dekan dan Faculty Member Sekolah Hukum dan Studi Internasional Universitas Prasetiya Mulya (SHSI Prasmul) — untuk berpartisipasi dalam ajang Call for Paper yang diselenggarakan oleh Domus Legalis Cogigatio Journal, Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pada 1 Agustus – 5<br />
September 2025.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, tim SHSI Prasmul mengirimkan karya ilmiah berjudul “Strengthening the Role of Indonesian Stakeholders in Energy Incentive: A Comparative Study with UK Law.” Paper ini membahas peran dan tanggung jawab pemerintah Indonesia sebagai pemangku kepentingan utama dalam merancang serta mengimplementasikan kebijakan insentif energi terbarukan.</p>
<p>Melalui studi komparatif dengan praktik yang dilakukan di Inggris, para peneliti<br />
menyoroti pentingnya pembentukan badan regulator energi independen di<br />
Indonesia untuk meningkatkan koordinasi, transparansi, dan efektivitas kebijakan insentif energi. Pemberian insentif energi terbarukan bukan hanya langkah strategis untuk menekan emisi karbon nasional, tetapi juga cara efektif untuk menarik lebih banyak investasi ramah lingkungan dan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau.</p>
<p>Wakil Dekan SHSI Prasmul sekaligus anggota tim penulis, Ulya Yasmine<br />
Prisandani, menyampaikan bahwa isu ini menjadi krusial untuk dikaji karena<br />
berkaitan langsung dengan masa depan kebijakan energi Indonesia.</p>
<p>“Peran hukum sangat penting dalam memastikan transisi energi berjalan adil,<br />
transparan, dan berkelanjutan. Melalui studi komparatif dengan Inggris, kami ingin menunjukkan bagaimana Indonesia dapat memperkuat kerangka hukumnya agar insentif energi benar-benar mampu mendorong perubahan nyata di sektor energi nasional,” ujar Yasmine.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Dewi Elvani Lumban Gaol, mahasiswa SHSI Prasmul sekaligus penulis pertama, menambahkan bahwa penelitian ini juga<br />
mencerminkan komitmen Universitas Prasetiya Mulya terhadap isu sustainability.</p>
<p>“Di Prasmul, kami tidak hanya belajar teori hukum, tapi juga diarahkan untuk melihat dampak nyata kebijakan terhadap pembangunan berkelanjutan. Energi terbarukan adalah bagian dari masa depan yang harus diperjuangkan, dan hukum memiliki peran strategis dalam mewujudkannya,” ungkap Dewi.</p>
<p>Melalui riset mendalam dan penyusunan data yang komprehensif, tim SHSI Prasmul berhasil meraih predikat “Elaborasi Data Terbaik” dalam kompetisi tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan konkret bagi pembuat kebijakan dalam merancang regulasi yang lebih efektif dan adaptif terhadap tantangan transisi energi.</p>
<p>“Kami berharap penelitian ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa menjadi referensi nyata bagi pembuat kebijakan dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat komitmen menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tambah Dewi.</p>
<p>Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Prasetiya Mulya,<br />
khususnya Sekolah Hukum dan Studi Internasional, dalam menumbuhkan<br />
kepekaan mahasiswa terhadap isu global dan peran strategis hukum dalam<br />
menjawab tantangan keberlanjutan. Melalui riset dan kolaborasi lintas disiplin, Prasmul terus mendorong sivitas akademikanya untuk menjadi bagian dari solusi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkeadilan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1763356038/Screenshot_2025-11-17-12-03-03-29_e2d5b3f32b79de1d45acd1fad96fbb0f_copy_1146x644/Screenshot_2025-11-17-12-03-03-29_e2d5b3f32b79de1d45acd1fad96fbb0f_copy_1146x644.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliah Sambil Berkarya: Jalan Menuju Sukses di Era Digital</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/kuliah-sambil-berkarya-jalan-menuju-sukses-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 00:04:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Sambil Berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=91014</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Rizqita Octavia Ramadhani, Mahasiswi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam SEBI]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh Rizqita Octavia Ramadhani, Mahasiswi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam SEBI</strong></em></p>
<p>Di era digital saat ini, mahasiswa tidak lagi hanya dituntut untuk berfokus pada bangku kuliah. Dunia digital membuka ruang yang luas bagi siapa saja yang ingin berkarya, bahkan tanpa harus menunggu gelar sarjana di tangan. Kuliah sambil berkarya menjadi pilihan cerdas bagi generasi muda yang ingin menyiapkan masa depan dengan lebih matang.</p>
<h3>Mengapa Harus Kuliah Sambil Berkarya?</h3>
<p>Kuliah memberikan fondasi ilmu pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis, sementara berkarya melatih keterampilan praktis serta membangun jejaring. Keduanya adalah kombinasi ideal untuk menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.</p>
<p>Beberapa alasan penting mengapa kuliah sambil berkarya relevan di era digital, antara lain:</p>
<p>1. Pengalaman Nyata – Mahasiswa dapat langsung mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus ke dalam karya nyata.<br />
2. Membangun Portofolio – Di dunia digital, karya adalah identitas. Portofolio menjadi nilai lebih yang seringkali lebih berharga dibanding sekadar ijazah.<br />
3. Kemandirian Finansial – Dengan berkarya, mahasiswa bisa membuka peluang mendapatkan penghasilan sejak dini.<br />
4. Melatih Soft Skill – Kerja sama tim, manajemen waktu, hingga komunikasi publik akan terasah secara alami.</p>
<h3>Peluang Berkarya di Era Digital</h3>
<p>Teknologi telah membuka pintu besar bagi mahasiswa untuk berkarya tanpa batasan ruang dan waktu. Beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan antara lain;</p>
<p>• Content Creator: Menjadi penulis blog, podcaster, atau YouTuber.<br />
• Freelancer Digital: Menyediakan jasa desain grafis, penerjemahan, atau coding.<br />
• Bisnis Online: Membuka toko daring, menjual produk handmade, atau menjadi reseller.<br />
• Startup &amp; Inovasi: Mengembangkan aplikasi atau platform berbasis digital yang menjawab kebutuhan masyarakat.</p>
<h4>Kunci Sukses Menjalani Keduanya</h4>
<p>Agar kuliah sambil berkarya berjalan seimbang, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:</p>
<p>1. Manajemen Waktu – Buat jadwal prioritas antara kuliah, tugas, dan aktivitas berkarya.<br />
2. Disiplin dan Konsistensi – Jangan menunda pekerjaan, karena konsistensi adalah kunci keberhasilan.<br />
3. Fokus pada Tujuan – Ingat bahwa kuliah adalah investasi jangka panjang, sedangkan berkarya adalah langkah membangun masa depan.<br />
4. Networking – Manfaatkan komunitas, dosen, dan teman untuk memperluas relasi serta peluang.</p>
<h4>Menjadi Generasi Emas Digital</h4>
<p>Kuliah sambil berkarya bukanlah beban, melainkan kesempatan. Generasi muda yang mampu mengintegrasikan keduanya akan tumbuh sebagai pribadi yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi persaingan global.</p>
<p>Era digital bukan hanya menuntut gelar, tetapi juga bukti nyata berupa karya, inovasi, dan kontribusi. Jadi, jangan ragu untuk memulai langkah kecil sejak di bangku kuliah, karena dari situlah pintu kesuksesan terbuka lebar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://imgcdn.espos.id/@espos/images/2025/06/20250617092121-kuliah-sambil-kerja.jpg?width=500&#038;height=300&#038;quality=60" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontribusi Tim UPN Veteran Jakarta dalam Penyuluhan Kesehatan Lansia Melalui Program Edukasi Peningkatan Kebugaran Lansia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/kontribusi-tim-upn-veteran-jakarta-dalam-penyuluhan-kesehatan-lansia-melalui-program-edukasi-peningkatan-kebugaran-lansia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 08:04:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UPN Veteran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90876</guid>

					<description><![CDATA[Tim PKM UPN Veteran Jakarta melakukan penyuluhan di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, dengan topik “Edukasi Peningkatan Kebugaran Lansia Dalam Keterbatasan Ekonomi Di Wilayah Kel. Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan”]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Data BPS 2023 menunjukkan populasi lansia di Indonesia meningkat sebesar 1,27%, dan memengaruhi rasio ketergantungan dan kondisi sosial-ekonomi. Lansia rentan mengalami penurunan fisik, psikis, dan penyakit degeneratif, sehingga perlu edukasi kesehatan mencakup konsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>Lansia termasuk kelompok rentan penyakit dan menjadi prioritas dalam upaya hidup sehat. Mereka memerlukan pemahaman tentang olahraga rutin yang teratur, ringan, sehat, aman, mudah dilakukan, dan murah, sesuai keterbatasan ekonomi.</p>
<p>Di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, jumlah lansia meningkat, sebagian besar pensiunan. Beberapa kasus, termasuk kematian mendadak saat olahraga, menunjukkan pentingnya pengetahuan tentang olahraga yang aman, ringan, murah, dan sesuai kemampuan fisik. Lansia rentan terhadap penyakit sehingga perlu dukungan agar tetap sehat dan bugar meski terbatas fisik maupun ekonomi.</p>
<p>Tim PKM UPN Veteran Jakarta melakukan penyuluhan di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, dengan topik “Edukasi Peningkatan Kebugaran Lansia Dalam Keterbatasan Ekonomi Di Wilayah Kel. Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan”. Program berkelanjutan ini fokus pada olahraga ringan, aman, murah, dan teratur untuk menjaga kebugaran lansia.</p>
<p>Pada hari Rabu, 4 Juni 2025, tim dosen dan mahasiswa/i PKM UPN Veteran Jakarta, yang berjumlah 4 dosen (1 ketua, 3 anggota), dibantu 4 mahasiswa (2 Ekonomi &amp; Bisnis, 2 Fisioterapi), melaksanakan penyuluhan bertema “Edukasi Peningkatan Kebugaran Lansia Dalam Keterbatasan Ekonomi Di Wilayah Kel. Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan”, sebagai program berkelanjutan. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman lansia agar mampu menjaga kesehatan dan kebugaran dengan aktivitas yang aman dan terjangkau.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat bermanfaat untuk mengoptimalkan kesehatan lansia agar tetap produktif dan mencegah risiko kesehatan akibat aktivitas fisik berlebihan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian IKU 5 Kampus Merdeka melalui luaran penelitian dosen yang bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Target kegiatan itu sendiri, yakni memberikan materi tentang kiat-kiat olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing lansia sehingga mereka tetap sehat, bugar, dan aman. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasi lansia untuk berolahraga secara rutin, ringan, dan aman demi menjaga kebugaran fisik meskipun usia bertambah.</p>
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars UPNVJ, kemudian diikuti oleh kata sambutan dari ketua pelaksana serta jajaran pemimpin Kelurahan Benda Baru, dan sesi foto bersama kemudian memasuki acara inti.</p>
<p>Peserta dibagikan dan diminta untuk mengerjakan Pre-test berupa selembar kertas yang berisi pertanyaan seputar topik pada hari ini, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan mengenai kesehatan para peserta. Pre-test ini kemudian akan dibandingkan dengan hasil Post-test yang dikerjakan diakhir sesi setelah paparan materi diberikan oleh narasumber, berisi pertanyaan yang sama dengan Pre-test.</p>
<p>Paparan dilakukan oleh narasumber melalui ceramah/penyuluhan luring kepada 30 peserta lansia (usia 50+) di Kelurahan Benda Baru, Pamulang. Materi dengan judul “Kiat-Kiat Aktivitas Fisik Rutin dan Aman bagi Lansia”, berfokus pada kiat olahraga yang tepat bagi lansia dengan keterbatasan fisik dan ekonomi, untuk menjaga kesehatan, kebugaran, semangat, dan jiwa muda.</p>
<p>Jenis gerakan utama yang dibahas kali ini mengenai keseimbangan dinamik dan statis dinamik menggunakan botol air 250 ml sebagai beban. Terdapat pula demonstrasi peregangan (posisi berbaring, duduk, berdiri) dan latihan kekuatan sederhana (shoulder press, bicep curl, chest opened, sit-to-stand) untuk para lansia.</p>
<p>Kegiatan ditutup oleh sesi tanya jawab yang membahas nyeri lutut, cedera tulang belakang, dan kombinasi latihan oleh para peserta. Tak lupa terdapat pembagian doorprize kepada peserta hadir yang aktif dan bertanya kepada narasumber selama sesi berlangsung, diikuti oleh penutupan dari MC.</p>
<p>Program ini berjalan dengan lancar dari awal hingga selesai, Peserta yang datang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan dapat menjadi awal yang baik untuk para lansia dalam hidup sehat. Video demonstrasi dan penjelasan mengenai materi ini, juga dibagikan kepada para peserta, agar peserta dapat melatih dan mengingat gerakan-gerakan yang sudah diajarkan oleh narasumber.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1755590606/UPN-FILEminimizer_90877053cc/UPN-FILEminimizer_90877053cc.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Magang vs Organisasi Kampus: Mana yang Lebih Berdampak untuk Karir?</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/magang-vs-organisasi-kampus-mana-yang-lebih-berdampak-untuk-karir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 23:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Magang]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90385</guid>

					<description><![CDATA[Magang dan organisasi kampus bukan untuk dibandingkan secara mutlak, tapi untuk dijalani sesuai kebutuhan dan tujuan hidupmu]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Magang dan organisasi kampus bukan untuk dibandingkan secara mutlak, tapi untuk dijalani sesuai kebutuhan dan tujuan hidupmu</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, mahasiswa kerap dihadapkan pada dua pilihan strategis untuk memperkaya pengalaman: magang atau organisasi kampus. Keduanya dianggap sebagai &#8220;batu loncatan&#8221; menuju dunia profesional. Namun, pertanyaannya: mana yang lebih berdampak terhadap karier jangka panjang mahasiswa? Jawabannya tidak hitam-putih, sebab keduanya memiliki kekuatan masing-masing yang bisa jadi sangat personal—tergantung arah karier yang dituju.</p>
<p>Magang (internship) adalah kesempatan emas untuk mencicipi dunia kerja sebelum benar-benar terjun ke dalamnya. Menurut LinkedIn (2023), 85% perekrut lebih tertarik pada fresh graduate yang pernah memiliki pengalaman magang karena dianggap lebih siap secara teknis dan mental. Bahkan, data dari NACE (National Association of Colleges and Employers) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 56% lulusan yang pernah magang cenderung langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus, dibandingkan hanya 36% dari mereka yang tidak punya pengalaman tersebut.</p>
<p><strong>Magang memberikan banyak manfaat seperti:</strong></p>
<p>&#8211; Koneksi profesional yang bisa menjadi jalan rezeki kelak.<br />
&#8211; Pemahaman budaya kerja, mulai dari etika kantor hingga ritme kerja harian.<br />
&#8211; Peluang karier lebih cepat, karena banyak perusahaan membuka rekrutmen dari talent magang mereka sendiri.<br />
&#8211; Skill kerja nyata yang sering kali tidak diajarkan di bangku kuliah.</p>
<p>Namun, tidak semua magang ideal. Ada juga yang hanya diberi tugas-tugas menoton, atau lebih parah: dijadikan &#8220;tukang fotokopi premium&#8221;. Oleh karena itu, memilih tempat magang juga butuh riset, bukan sekadar ikut-ikutan.</p>
<p>Sementara itu, organisasi kampus adalah ruang latihan untuk menjadi pemimpin masa depan. Dalam struktur organisasi, mahasiswa belajar negosiasi, kepemimpinan, kerja tim, komunikasi publik, manajemen konflik, dan pengambilan keputusan. Skill-skill ini yang sering kali disebut sebagai soft skill—dan justru paling dicari oleh perusahaan!</p>
<p>Menurut World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2023, soft skill seperti pemecahan masalah, adaptabilitas, dan kolaborasi menjadi kompetensi kunci yang dibutuhkan di era pasca-pandemi.</p>
<p>Beberapa alumni organisasi besar di kampus, seperti BEM, Himpunan Mahasiswa, UKM, hingga komunitas volunteer, kini sukses meniti karier sebagai:</p>
<p>&#8211; Public Relations<br />
&#8211; Manajer proyek sosial<br />
&#8211; Founder startup<br />
&#8211; Politisi muda<br />
&#8211; Konsultan CSR, dan sebagainya.</p>
<p>Organisasi juga memberi pengalaman &#8220;belajar dari chaos&#8221; yang berharga. Belajar sabar menghadapi teman yang tidak komitmen, menyusun acara di tengah keterbatasan dana, hingga menyatukan visi tim—semua itu adalah ujian karakter.</p>
<p>Idealnya, mahasiswa tidak memilih salah satu saja, tapi memadukan keduanya secara strategis. Misalnya, mengikuti organisasi kampus di awal perkuliahan untuk membangun jaringan dan melatih soft skill, kemudian mulai aktif magang di tahun ketiga untuk menguatkan kesiapan karier.</p>
<p>Contohnya, seorang mahasiswa jurusan komunikasi bisa aktif di UKM Jurnalistik selama dua tahun, lalu lanjut magang di media atau agensi kreatif. Kombinasi seperti ini bukan hanya membuat CV lebih menarik, tapi juga membentuk jati diri profesional yang lebih matang.</p>
<p>“Pengalaman saya jadi Ketua Himpunan membuat saya terbiasa memimpin tim. Tapi pengalaman magang di startup juga yang bikin saya tahu dunia kerja itu tidak seperti kampus. Keduanya saling melengkapi.” — Nisa, alumni Psikologi dan sekarang HRD di perusahaan multinasional.</p>
<p>“Dari organisasi saya belajar komunikasi publik dan jadi percaya diri. Dari magang saya belajar deadline dan tanggung jawab profesional. Kalau bisa pilih keduanya, kenapa harus satu?” — Reza, alumni Manajemen, sekarang Brand Executive.</p>
<p>Magang dan organisasi kampus bukan untuk dibandingkan secara mutlak, tapi untuk dijalani sesuai kebutuhan dan tujuan hidupmu. Jika kamu ingin langsung terjun ke dunia profesional dengan spesialisasi tertentu, magang adalah batu loncatan yang efektif. Namun jika kamu tertarik membentuk karakter kepemimpinan, membangun jaringan sosial, atau bahkan terjun ke dunia sosial-politik, organisasi kampus bisa menjadi &#8220;universitas kedua&#8221;.</p>
<p>Yang paling penting: jangan pasif di masa kuliahmu. Karena kampus bukan hanya tempat mencari IPK, tapi juga tempat membentuk masa depan.</p>
<p>PENULIS<br />
FIRA ALIANI<br />
MAHASISWA INSTITUt AGAMA ISLAM SEBI</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://campusnet.news/wp-content/uploads/2025/04/multiracial-group-young-creative-people-smart-casual-wear-discussing-business-brainstorming-meeting-ideas-mobile-application-software-design-project-modern-office-1024x576.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rektor UI: UKT Mahasiswa Reguler Bisa Gratis</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/rektor-ui-ukt-mahasiswa-reguler-bisa-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 23:28:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90031</guid>

					<description><![CDATA[Heri Hermansyah menyatakan pihaknya bisa menggratiskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa reguler jika bisa menghasilkan pendapatan Rp700 miliar dari aset]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Rektor <a href="https://www.depokpos.com/2024/12/ui-satu-satunya-universitas-di-indonesia-yang-raih-5-star-plus-pada-hurs-2023/">Universitas Indonesia</a> (UI) Heri Hermansyah menyatakan pihaknya bisa menggratiskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa reguler jika bisa menghasilkan pendapatan Rp700 miliar dari aset yang dimiliki kampus.</p>
<p>&#8220;Jika kami bisa menghasilkan pendapatan dari aset-aset yang ada ini, maka dengan Rp 700 miliar, tentunya bisa menggratiskan UKT mahasiswa reguler,&#8221; kata Heri Hermansyah di Felfest <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/membangun-kreativitas-siswa-sdn-04-kebobang-melalui-warna-kelompok-69-fisip-bakti-desa-universitas-brawijaya-mengadakan-lomba-mewarnai-di-hari-anak-nasional/">UI</a>, di Depok, Minggu (27/7).</p>
<p>Heri menyebutkan UI memiliki sekitar 320 hektare lahan di Depok, belum termasuk aset lain di Jakarta, seperti Salemba, Ciputat, dan Otista.</p>
<p>&#8220;UI memiliki aset strategis yang dapat dikelola untuk menopang pendanaan pendidikan tinggi tanpa membebani mahasiswa,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk itu, kata Heri, UI merencanakan pengembangan kawasan yang meliputi pembukaan akses tol hingga kawasan komersial.</p>
<p>Heri mengatakan ada lahan sepanjang dua kilometer yang menghadap langsung ke jalan tol, yang direncanakan menjadi kawasan komersial, seperti SCBD, di <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/dprd-dki-dukung-penjajakan-sister-city-jakarta-new-york/">Jakarta</a> Selatan.</p>
<p>Pihaknya sedang mengajukan izin kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk membuka akses langsung dari jalan tol lingkar selatan ke kawasan kampus dan rumah sakit UI.</p>
<p>&#8220;Tidak ada lahan masyarakat yang terdampak karena seluruhnya merupakan aset milik UI. Saat ini kami sedang mengajukan izin ke Kementerian PU untuk membuka exit tol dari lingkaran selatan masuk ke kampus dan ke rumah sakit,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain aset-aset fisik tersebut, UI juga mempunyai SDM yang mumpuni, saat ini ada 700 profesor dari berbagai disiplin ilmu dan ribuan gelar doktor.</p>
<p>Menurutnya, jika semua ini diberdayakan maka akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://berita.depok.go.id/storage/posts//CbVY7hI4REa7ZbbOmpSKxD6NOuGhEPqeEfCjB87X.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tren Bisnis Mahasiswa, dari Online Shop hingga Startup</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/tren-bisnis-mahasiswa-dari-online-shop-hingga-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 02:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89437</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Di era digital saat ini, bisnis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di era digital saat ini, bisnis tak lagi dimulai dari modal besar, toko fisik, atau surat izin usaha yang berbelit. Cukup ponsel pintar, akun media sosial, dan ide kreatif baik yang berusia lanjut maupun mahasiswa bisa langsung berbisnis, baik menjual produk ataupun menawarkan jasa dan membuat brand. Inilah wajah baru kewirausahaan muda: cepat, fleksibel, dan berbasis komunitas.</p>
<h2>Bisnis Jadi Lifestyle Baru Mahasiswa</h2>
<p>Tren ini sudah terlihat jelas. Banyak <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/pertamina-kembali-gelar-pgtc-2025-ajak-mahasiswa-berinovasi-soal-keberlanjutan/">mahasiswa</a> kini memilih berbisnis sambil kuliah. Mulai dari jualan makanan ringan, jasa desain, hingga membuat startup berbasis teknologi. Kampus pun ikut mendukung lewat program seperti Merdeka Belajar <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/banyak-yang-bikin-event-tapi-gagal-evaluasi-apakah-organisasi-kampus-cuma-cari-seru/">Kampus</a> Merdeka (MBKM), inkubasi bisnis, atau kelas. Bagi sebagian mahasiswa, <a href="https://www.depokpos.com/2025/07/negosiasi-kolaboratif-strategi-kunci-dalam-pengambilan-keputusan-bisnis-digital/">bisnis</a> bukan lagi “rencana setelah lulus”, tapi bagian dari gaya hidup.</p>
<p>Cuan sambil kuliah dianggap lebih realistis ketimbang sekadar mengejar IPK tinggi tanpa jaminan pekerjaan di akhir masa studi. Dunia kerja yang makin kompetitif, isu overwork di dunia korporat, dan keinginan hidup lebih merdeka mendorong mahasiswa untuk mulai usaha sedini mungkin.</p>
<h3>Tidak Semua Seindah Feeds Instagram</h3>
<p>Meskipun terlihat keren, berbisnis saat kuliah punya tantangan nyata. Banyak mahasiswa terjebak dalam glorifikasi “jadi bos sejak muda” tanpa memahami risiko dan tanggung jawabnya. Banyak pula yang terjun tanpa pengetahuan dasar soal manajemen, keuangan, atau pemasaran alhasil usahanya pun cepat redup. Tak jarang pula bisnis yang dijalankan karena tren, bukan karena visi dan tujuan jangka panjang. Akibatnya, saat cuan yang di dapatkan tak sesuai dengan ekspektasi ataupun tugas kuliah yang akhirnya terbengkalai dan menumpuk, pada akhirnya bisnisnya ditinggal begitu saja.</p>
<p>Di sisi lain, masih banyak kampus yang belum memiliki ekosistem pendukung yang kuat. Kampus memang mulai membuka ruang, tapi terkadang belum cukup. Inkubasi bisnis sebatas formalitas, inkubator bisnis hanya aktif saat lomba yang dipandang menaikan nama Perguruan Tinggi. Bimbingan bisnis pun masih teoritis, dan pendampingannya pun lemah. Bahkan mahasiswa dibiarkan trial and error sendirian.</p>
<h4>Mahasiswa Butuh Ruang dan Bimbingan</h4>
<p>Kampus, pemerintah, hingga platform digital perlu bekerja sama menyediakan pendampingan yang real, bukan sekadar pelatihan di atas kertas. Mahasiswa butuh bimbingan legalitas, pengelolaan keuangan, hingga mindset bertahan dalam jangka panjang sehingga ide-ide bisnis yang dimiliki bisa tersalurkan dengan maksimal. Lebih penting lagi, mahasiswa juga perlu belajar bahwa bisnis tidak hanya tentang bagaimana menghasilkan keuntungan dengan cepat, tapi soal membangun nilai dan dampak yang berkelanjutan sehingga bisnis tidak cepat surut atau gulung tikar.</p>
<p>Bisnis mahasiswa tak seharusnya dimaknai sebagai tren musiman. Justru ini bisa jadi titik tolak transformasi ekonomi kreatif Indonesia jika saja didukung dengan ekosistem yang sehat. Dunia bisnis bukan jalan pintas, tapi jalan panjang. Jika mahasiswa hari ini memilih untuk memulai langkah itu lebih awal, maka tugas semua pihak baik sebagai fasilitator pelatihan bisnis maupun narasumber yang memandu untuk memastikan agar para mahasiswa dapat menajlankan bisnis di jalur yang tepat, bukan sekadar ikut tren, tapi benar-benar menciptakan perubahan.</p>
<p><em><strong>Adinda Salma</strong></em><br />
<em>Mahasiswi Manajemen, UIN Jakarta</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://p3k.uma.ac.id/wp-content/uploads/2023/05/Bagaimana-Cara-Memulai-Bisnis-untuk-Mahasiswa-1-733x385.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
