<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kajian &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/kajian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 07:06:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1787875280/cropped-depokpos/cropped-depokpos.jpg?_i=AA</url>
	<title>Kajian &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenangan Hakiki: Terbebas dari Penjajahan dan Aturan yang Salahi Syariat</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/04/kemenangan-hakiki-terbebas-dari-penjajahan-dan-aturan-yang-salahi-syariat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 07:06:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=98985</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Kemenangan Idul Fitri yang hakiki adalah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kemenangan Idul Fitri yang hakiki adalah hari raya ketika umat Islam terbebas dari penjajahan fisik maupun aturan yang menyalahi syariat.</p>
<p>Hal itu dinyatakan Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Uswatun Hasanah dalam acara Liqo Syawal dan Halal Bihalal, Menyempurnakan Taman Takwa, Menjemput Nashrullah, Ahad (12/4/2026) di Depok.</p>
<p><img width="639" height="359" data-public-id="WhatsAppImage2026-04-12at22.05.27_copy_639x359/WhatsAppImage2026-04-12at22.05.27_copy_639x359.jpg" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-98985 wp-image-98986" src="data:image/svg+xml;base64,PHN2ZyB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciIHdpZHRoPSI2MzkiIGhlaWdodD0iMzU5Ij48cmVjdCB3aWR0aD0iMTAwJSIgaGVpZ2h0PSIxMDAlIj48YW5pbWF0ZSBhdHRyaWJ1dGVOYW1lPSJmaWxsIiB2YWx1ZXM9InJnYmEoMTUzLDE1MywxNTMsMC41KTtyZ2JhKDE1MywxNTMsMTUzLDAuMSk7cmdiYSgxNTMsMTUzLDE1MywwLjUpIiBkdXI9IjJzIiByZXBlYXRDb3VudD0iaW5kZWZpbml0ZSIgLz48L3JlY3Q+PC9zdmc+" alt="" data-format="webp" data-transformations="f_webp,q_auto:low" data-version="1776063947" data-seo="1" data-responsive="1" data-size="639 359" data-delivery="upload" onload=";window.CLDBind?CLDBind(this):null;" data-cloudinary="lazy" /></p>
<p>Kemenangan hakiki tersebut, menurut Uswatun, mensyaratkan dua kemenangan sekaligus.</p>
<p>Pertama, kemenangan internal yakni menundukkan hawa nafsu salah satunya dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan.</p>
<p>“Puasa kita, melatih diri menjadi pribadi bertakwa sebenar-benarnya,” ungkapnya di hadapan 52 peserta.</p>
<p>Kedua, kemenangan eksternal yakni meraih nashrullah (pertolongan Allah). Untuk itu, jelasnya, kaum Muslim harus berjuang mencabut akar kezaliman sistemik dan menolak pada koalisi Barat (Ahzab).</p>
<p>“Keberanian kita bersuara, menasihati penguasa, dan menolak hegemoni asin adalah jalan mengundang nashrullah,” tegasnya.</p>
<p>Karena, jelasnya, siapa saja yang menolong agama-Nya, pasti Allah menolong-Nya.</p>
<p>Sebaliknya, sebut Uswatun, siapa saja yang menzalimi umat Islam dan menentang agama-Nya, Allah pasti menyiksanya dengan azab yang pedih.</p>
<p>“Rezim penjajah dan penyokongnya pada akhirnya akan binasa,” pungkas Uswatun. [Siti Aisyah]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://ahmadiyah.org/wp-content/uploads/2023/10/pexels-photo-2236674.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Manfaat Memiliki Ilmu dalam Islam</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/01/lima-manfaat-memiliki-ilmu-dalam-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 22:47:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=96726</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Di hadapan sekitar 60 siswi, Aktivis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di hadapan sekitar 60 siswi, Aktivis Muslimah, Khoeriyah Apendi menyampaikan lima manfaat memiliki ilmu dalam Islam.</p>
<p>“Setidaknya ada lima manfaat memiliki ilmu dalam Islam,” ujarnya dalam Kajian Remaja, Redesign Your Life In A Day!, Jum’at (23/01/2026), di salah satu SMK di Depok.</p>
<p>Pertama, meningkatkan derajat di sisi Allah. “Hal ini tertuang dalam Al-Qur’an surah al-Mujadilah ayat 11 yang artinya, ‘Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat’,” terangnya.</p>
<p>Kedua, membimbing ibadah agar benar. “Ibadah tidak asal, akidah terjaga, amal sesuai tuntunan. Tanpa ilmu, amal bisa tertolak meski niatnya baik,” kata Kak Riyah sapaan akrabnya.</p>
<p>Ketiga, menjadi cahaya kehidupan. “Ilmu bisa menerangi keputusan, menghindarkan dari kesesatan, serta membantu membedakan yang benar dan yang salah,” ucapnya.</p>
<p>Keempat, dapat membawa manfaat bagi orang lain, dan yang ke lima menjadi bekal dunia dan akhirat.</p>
<p>“Imam syafi’i berkata, ilmu adalah teman di kesendirian dan penunjuk jalan dalam kegelapan,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan ini juga, Kak Riyah menerangkan, kuliah itu bukanlah scam, bukan jaminan sukses, tapi sebagai alat menuju kesuksesan. “Jadi adik-adik, kuliah itu bukan scam ya, bukan juga jaminan sukses. Tetapi kuliah itu adalah salah satu alat, karna kesuksesan hari ini membutuhkan pendidikan, skill, pengalaman dan adaptasi,” terangnya.</p>
<p>Lanjutnya, kuliah itu berperan sebagai pondasi berpikir kritis, pembentukan etika dan disiplin ilmu, ruang belajar jejaring dan kolaborasi, serta dasar untuk profesi tertentu,” tambahnya.</p>
<p>Ia pun berpesan kepada para siswi. “Nah adik-adik, kesimpulannya, apa pun langkah yang diambil setelah lulus sekolah, baik melanjutkan kuliah maupun langsung bekerja, menuntut ilmu tetap menjadi kewajiban, yaitu dengan mengkaji Islam Kaffah,” pungkasnya. [Mustikawati]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.alislamu.com/images/2024/05/Ilmu-Pengetahuan.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahayanya Buruk Sangka</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/01/bahayanya-buruk-sangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 04:04:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Buruk Sangka]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=96446</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Di hadapan sekitar 21 peserta, Mubalighah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di hadapan sekitar 21 peserta, Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Rizka Ummu Fatimah mengungkapkan bahayanya sifat buruk sangka.</p>
<p>“Sebisa mungkin hindarilah sifat buruk sangka. Bisa jadi kita salah sangka dan itu bahaya tentunya. Apalagi salah sangka kepada saudara Muslim sendiri. Rasulullah SAW pun dalam sejumlah riwayat mengingatkan bahayanya buruk sangka,” ujarnya dalam Kajian Muslimah Shalihah Rutin, Buruk Sangka, Berujung Dosa. Jauhilah!, Sabtu, (10/1/2026) di Depok.</p>
<p>Ia pun mengutif hadits, “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR Bukhari No 6064, Muslim No 2563).</p>
<p>“Bahkan, berburuk sangka itu bisa berujung dosa, maka jauhilah! Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”,” tegasnya sambil membacakan ayat tersebut.</p>
<p>“Ngeri juga ya sifat buruk sangka itu. Oleh karenanya setiap Muslim harus berusaha menghindar dari buruk sangka, karena bisa menjadikan manusia tersebut hina di hadapan Allah SWT,” sebutnya.</p>
<p>Tak hanya itu, lanjutnya, jika selalu berburuk sangka dan mencari-cari kesalahan orang lain serta mengumbarnya, dan tidak mengklarifikasi dulu kebenarannya, lama kelamaan akan mudah memandang orang dengan pandangan yang negatif, selalu saja curiga terhadap orang lain.</p>
<p>“Ingatlah, jika kita selalu mencari-cari kesalahan orang lain serta mengumbarnya, maka Allah akan mempermalukan, merendahkan dan akan membongkar kesalahan kita di hadapan orang lain. Naudzubillahi mindzalik,” terangnya.</p>
<p>“Oleh karenanya, mumpung masih hidup, masih bisa bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT, marilah kita sama-sama melawan kebiasaan berburuk sangka (suuzan) menjadi kebiasaan berbaik sangka (husnuzan). Mulailah dari diri sendiri untuk tidak selalu ingin tahu kesalahan atau kekurangan orang lain,” pungkasnya.[]Siti Aisyah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://mirror.mui.or.id/wp-content/uploads/2021/12/man-g646a7413e_640.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Muslimah: Tiga Alasan Harus Bersegera Melaksanakan Syariat</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/11/kajian-muslimah-tiga-alasan-harus-bersegera-melaksanakan-syariat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 03:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=93128</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Aktivis Dakwah, Ustadzah Mega Marlina mengungkapkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Aktivis Dakwah, Ustadzah Mega Marlina mengungkapkan setidaknya ada tiga alasan mengapa kita harus bersegera melaksanakan syariat.</p>
<p>Hal tersebut diungkapnya dalam Kajian Muslimah Rutin, Bersegera Melaksanakan Syariat, Sabtu (4/10/2025) di Cipayung Depok.</p>
<p>Adapun ketiga alasan tersebut yakni: Pertama, perintah Allah SWT. “Kalau kita mendapat panggilan telepon dari Presiden Indonesia, kemudian diminta segera melakukan sesuatu, apakah kita, bersegera memenuhi permintaannya, atau mengabaikannya? Nah, bagaimana sikap kita, jika yang memanggil dan menyuruh Allah SWT Pencipta dan Penguasa alam semesta?” tanyanya pada sekitar enam belas jemaah yang hadir.</p>
<p>“Kalau diperintah oleh kepala negara saja kita akan meresponsnya dengan sigap, mestinya kita lebih sigap jika yang meminta adalah Allah Pencipta dan Penguasa alam semesta,” tambahnya.</p>
<p>Lalu, menurutnya, Mukmin yang baik itu, sami&#8217;na wa atho&#8217;na (kami dengar dan kami taat) terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Bukan sami&#8217;na wa pikir-pikir (kami dengar lalu kami pikir-pikir dulu).</p>
<p>“Kalau cocok sama pemikiran (logika dan nurani) baru dijalanin, kalau bertentangan enggak usah diikutin dan bikin aturan hidup sendiri saja, kalau keliatannya ga mampu (males) ngejalanin, ya pura-pura ga tau aja,” ujarnya.</p>
<p>Kedua, mendapat ampunan. “Kalau kita punya kesalahan kepada guru, orang tua atau pasangan, apa yang akan kita lakukan? Minta maaf, memperbaiki kesalahan dan bersegera melakukan apa yang diminta. Agar apa? Agar dapat ampunan (pemaafan),” terangnya.</p>
<p>Hal tersebut lanjutnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits, “Semua anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik baik yang berbuat salah adalah yang bertaubat” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan ad-Darimi).</p>
<p>“Ampunan berarti terbebasnya manusia dari siksa. Menurut Wahbah al-Zuhaili, kata ampunan didahulukan daripada surga karena orang yang belum bersih dari dosa tidak berhak masuk surga. Sehingga sebelum masuk surga, seorang hamba harus terlebih dahulu memperoleh ampunan-Nya. Maksudnya adalah bersegera kepada segala sesuatu yang meniscayakan teraihnya ampunan. Bahkan, Al-Qurthubi dan al-Qinuji menyebutnya, itu adalah dengan ketaatan, Al-Khazin menyatakan itu adalah amal shalih yang diperintahkan untuk dikerjakan,” bebernya.</p>
<p>Ketiga, meraih surga. “Kalau ada orang yang mau memberikan istana megah berharga miliaran rupiah; ditambah pasangan yang rupawan, sebaya dan penuh cinta; berbagai perabotan mewah; makanan dan minuman berlimpah; juga ratusan pelayan yang siap melayani apa pun yang diminta, apakah kita akan bersemangat dan bersegera memenuhi apa yang diminta oleh orang yang akan memberikan hal-hal di atas?” tanyanya kepada hadirin yang hadir.</p>
<p>Ia pun membacakan sebuah hadits, “Demi Tuhan Ka&#8217;bah (Allah), surga adalah cahaya yang memancar, harum semerbak, istana megah, sungai yang tersusun, buah yang masak, istri yang cantik, perhiasan berlimpah, tempat yang abadi, bumi kesentausaan, camilan dan sayuran hijau, kesenangan dan kenikmatan, dan tempat yang tinggi menjulang” (HR. Ibnu Majah).</p>
<p>“Surga jauh lebih bernilai surga penuh kenikmatan. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadit Ibnu Abu Dunya yang artinya, “Tanah surga berwarna putih, halamannya berupa batuan marmer. la dikelilingi kesturi seperti tuangan pasir. Didalamnya terdapat sungai-sungai yang tersusun. Di sana penghuni surga dari tingkatan yang rendah dan tinggi bersua lalu saling berkenalan. Allah lalu menghembuskan angin rahmat, lalu tersebarlah wangi kesturi. Seorang laki-laki pulang menemui istrinya dalam keadaan yang semakin anggun dan wangi,” pungkasnya. [Siti Aisyah]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://tajdeed.id/wp-content/uploads/2022/11/WhatsApp-Image-2022-02-16-at-14.20.44.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Solusi Solutif Mengatasi Zina Ala Islam</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/enam-solusi-solutif-mengatasi-zina-ala-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 11:45:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90945</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Di hadapan sekitar 66 jemaah Muslimah,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Di hadapan sekitar 66 jemaah Muslimah, Mubalighah Kota Depok, DRH. Iin Ummu Nayla, M.pd., menyatakan ada enam solusi solutif mengatasi zina ala islam.</p>
<p>“Setidaknya ada enam solusi solutif mengatasi zina ala Islam,” ungkapnya dalam Kajian Bulanan Muslimah Depok, Zina Kian Marak, Bencana Makin Banyak, Sabtu (9/8/2025) di Depok.</p>
<p>Adapun enam solusi solutif mengatasi zina ala Islam antara lain: Pertama, negara membentuk aqidah masyarakat, sehingga pria dan wanita wajib menjauhi perzinaan. “Masyarakat dibina, enggak hanya sekolah formal. Manusia dididik negara agar menjadi masyarakat yang baik sesuai syariat Islam,” terangnya.</p>
<p>Kedua, negara mendorong pemuda untuk segera menikah agar tersalur kebutuhan seksual lewat pernikahan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah ar-Rum ayat 21 yang artinya, &#8216;Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”</p>
<p>Ketiga, negara membekali umat dengan ilmu pernikahan. Keempat, negara menerapkan sistem pergaulan Islam. &#8220;Sistem pergaulan dalam Islam, mengatur interaksi sosial antara laki-laki dan perempuan, juga memberikan sanksi tegas pada pelaku zina dan penyimpangan seksual,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kelima, negara menerapkan sanksi terhadap pelaku zina dan penyimpangan seksual sesuai syariah Islam. &#8220;Sanksi yang diberikan untuk pezina adalah seratus kali cambukan untuk yang belum menikah, dan hukum rajam bagi yang telah menikah yaitu dilempari batu sampai mati,” tegasnya.</p>
<p>Keenam, negara mengobati penderita penyakit menular seksual. &#8220;Dalam Islam perzinaan itu termasuk dosa besar, dan menyebabkan mudahnya penularan penyakit kelamin. Bahkan ada yang bilang HIV itu tidak ada. Sedangkan ada ataupun tidaknya HIV zina itu tetap haram,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Namun solusi yang solutif terangnya, membutuhkan sistem pemerintahan Islam (khilafah) yang menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh). Karena penerapan sistem Islam kaffah mencakup pergaulan dan sistem sosial.</p>
<p>Ia pun menegaskan, selain itu, khilafah menjadi solusi utama dalam menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat. Islam adalah agama dengan peraturan yang memiliki syariat (hukum yang dibuat Allah).</p>
<p>&#8220;Allah menciptakan kita jadi yang tahu kebutuhan kita hanya Allah. Syariat Islam harus diterapkan secara menyeluruh melalui sistem pemerintahan khilafah, jadi negara sekuler tidak bisa menerapkan hukum Allah,” pungkasnya. []Ambarwati</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.depokpos.com/site/wp-content/uploads/2025/08/Cimanggis-FILEminimizer.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Kekuatan Muslim</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/empat-kekuatan-muslim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 04:38:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90001</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Di hadapan sekitar 40 peserta, Analis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Di hadapan sekitar 40 peserta, Analis Kebijakan Politik, Ade Rahayu Aprilia, S.IP., mengungkapkan, bahwa kaum Muslim disatukan dengan empat kekuatan.</p>
<p>Hal tersebut diungkap Alumnus Ilmu Politik FISIP UI dalam forum Activist Talk #6, Back to Muslim Identity Community chapter Depok (BMI Depok), One Ummah One Voice: Break the Siege, End the Genocide, Sabtu (19/7/2025) di Depok.</p>
<p>Adapun empat kekuatan tersebut yaitu: Pertama, kekuatan ruhiyah. “Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah al-Fath ayat 1 yang artinya, ‘Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata’. Dan dalam Al-Qur’an surah at-Taubah ayat 111, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjemput kemenangan itu,” ujarnya.</p>
<p>Kedua, kekuatan ukhuwah. “Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya Al-Qur’an surah al-Hujurat ayat 10 bahwa setiap orang beriman itu bersaudara. Rasulullah SAW juga menyampaikan hal senada yang mengibaratkan persaudaraan kaum Muslimin bagaikan satu tubuh (saling peka dan peduli),” terangnya.</p>
<p>Ketiga, kekuatan ekonomi. “Negeri kaum Muslim memiliki SDA yang sangat kaya, salah satunya minyak bumi, sehingga AS bergantung minyak pada negeri-negeri Muslim (Januari, 2024), di antaranya: Saudi sebesar 9,03 juta barel/hari senilai USD 743,5 juta; Irak sebesar 4,89 juta barel/hari senilai USD 370,2 juta; Kuwait sebesar 0,77 juta barel/hari senilai USD 66,5 juta; belum termasuk negara-negara muslim lainnya (Sumber: Energy Research Unit),” sebutnya.</p>
<p>Keempat, Kekuatan militer. “Berdasarkan data dari Global Fire Power tercatat kekuatan militer negeri-negeri Muslim, di antaranya: Turki, peringkat 9 dunia (personel aktif: 883 ribu orang, pesawat tempur: 1000, Tank: 2.200, Kekuatan laut super memadai); Pakistan peringkat 12 dunia (Personel Aktif 654 ribu orang, pesawat tempur: 1.400, Hulu ledak Nuklir: 170 (mengalahkan Israel dan Korea Utara); Mesir peringkat 19 dunia (personel aktif 440 ribu orang (terkuat di Timteng), pesawat tempur: 695, Tank 3.000); dan masih banyak lagi kekuatan militer negeri-negeri kaum Muslim lainnya,” bebernya.</p>
<p>Tak hanya itu, lanjutnya, dalam syariat Islam pun terdapat kewajiban untuk membela saudaranya jika sedang diserang secara fisik dengan cara jihad difa’i (perlawanan defensif). Namun, kewajiban ini sulit untuk direalisasikan karena para penguasa negeri Muslim terjangkit al-wahn (penyakit cinta dunia takut mati). Al Quds bukan hanya isu Palestina tapi harga diri seluruh umat Islam.</p>
<p>“Kekuatan kaum Muslim yang sangat potensial itu tidak dikerahkan karena tidak ada yang menggerakkan potensi kekuatan kaum Muslimin hari ini. Maka, umat Islam harus berupaya untuk mewujudkan kekuatan global yang mampu membebaskan Palestina,” pungkasnya. <strong>[Anggi Angraini]</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1753591109/WhatsApp-Image-2025-07-26-at-08.59.15-FILEminimizer/WhatsApp-Image-2025-07-26-at-08.59.15-FILEminimizer.jpeg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksistensi Remaja Tergantung Ilmu dan Ketakwaan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/eksistensi-remaja-tergantung-ilmu-dan-ketakwaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 23:40:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89778</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; “Eksistensi remaja tergantung dengan ilmu dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong> </a>&#8211; “Eksistensi remaja tergantung dengan ilmu dan ketakwaannya,” ungkap Pemerhati Remaja, Weny Triana dalam kajian Remaja Muslimah, Reset Diri, Revisi Diri, Move On, Move Up, Sabtu, (12/7/2025) di Depok.</p>
<p>Menurutnya, ilmu akan mengantarkan seseorang pada kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Ilmu dapat mengangkat derajat seseorang. “Artinya, orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya beberapa tingkat daripada orang yang tidak berilmu,” ujarnya di hadapan sekitar 40 remaja putri.</p>
<p>Ia pun mengutip tulisan dalam kitab Diwan Imam Syafi’i yang berkata, “Belajarlah! Karena tak seorang pun yang terlahir sebagai ilmuwan. Seorang yang berilmu, tak sama dengan orang yang bodoh. Pembesar suatu kaum jika bodoh, akan menjadi kecil saat pembesar berkumpul. Orang kecil jika pandai, akan tampak besar saat berada dalam perkumpulan.</p>
<p>Sementara ketakwaan yang menjadikan hidup kita mulia, jelasnya. Imam al-Ghazali menyebutkan ada 40 keutamaan yang didapatkan orang yang bertakwa. Di antaranya, dihilangkan kesulitannya, selalu diberi jalan keluar bagi masalahnya, dan diberi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka. Ketakwaan itu lahir dari hasil menimba ilmu.</p>
<p>“Karena itu, jangan pernah lelah untuk terus belajar dan mengenal Islam lebih dalam. Ikut ngaji tanpa tapi tanpa nanti,” pungkasnya. [] Anisa Salsabila</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1752970117/WhatsApp-Image-2025-07-14-at-06.07.02-FILEminimizer_89779d0a21/WhatsApp-Image-2025-07-14-at-06.07.02-FILEminimizer_89779d0a21.jpeg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Fiqh Tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Menggunakan Dana Zakat : Perspektif Fiqh Kontemporer</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/01/kajian-fiqh-tentang-program-makan-bergizi-gratis-mbg-menggunakan-dana-zakat-perspektif-fiqh-kontemporer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jan 2025 15:10:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Program Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=82444</guid>

					<description><![CDATA[Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki aturan ketat mengenai penggunaannya. Dalam Al-Qur'an terdapat delapan asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi publik, terutama terkait dengan sumber pendanaannya. Salah satu usulan yang muncul adalah penggunaan dana zakat untuk mendukung program ini. Namun, hal ini menimbulkan perdebatan di kalangan para ulama dan pemangku kepentingan zakat mengenai kesesuaian dan keabsahan penggunaan zakat dalam konteks ini.</p>
<p>Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki aturan ketat mengenai penggunaannya. Dalam Al-Qur&#8217;an terdapat delapan asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat, yaitu :</p>
<p>1. Fakir: Mereka yang tidak memiliki apa-apa.<br />
2. Miskin: Mereka yang memiliki sedikit harta tetapi tidak mencukupi kebutuhan.<br />
3. Amil: Orang-orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.<br />
4. Mualaf: Orang baru masuk Islam yang membutuhkan dukungan.<br />
5. Riqab: Budak yang ingin memerdekakan diri.<br />
6. Gharim: Orang yang berutang dan tidak mampu membayar.<br />
7. Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah.<br />
8. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan biaya dalam perjalanan.</p>
<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa program makan bergizi gratis tidak termasuk dalam delapan asnaf tersebut, sehingga penggunaan dana zakat untuk program ini dianggap tidak tepat. MUI menyarankan agar pemerintah mencari sumber pendanaan lain, seperti dari perusahaan-perusahaan besar, daripada menggunakan zakat.</p>
<p>Sementara itu, Baznas mengemukakan bahwa penggunaan dana zakat untuk program MBG bisa dipertimbangkan asalkan sasarannya adalah fakir miskin. Ketua Baznas, Noor Achmad, menyatakan bahwa verifikasi harus dilakukan untuk memastikan bahwa penerima manfaat adalah mereka yang berhak. Namun, hal ini tetap menuai kritik karena banyak pihak berpendapat bahwa dana zakat seharusnya tidak dicampurkan dengan program pemerintah yang dibiayai oleh APBN.</p>
<p>Beberapa anggota DPR dan pakar kebijakan publik menilai bahwa usulan penggunaan dana zakat untuk MBG adalah salah kaprah dan melenceng dari tujuan awal zakat. Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI, menegaskan pentingnya memaksimalkan anggaran APBN untuk program tersebut tanpa melibatkan dana zakat. Dia juga menyatakan bahwa setiap jenis dana memiliki peruntukan masing-masing sesuai dengan syariat Islam.</p>
<p>Dalam kajian fiqh kontemporer, penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis berbasis pada pertimbangan syariat dan keadilan sosial sangatlah kompleks. Meskipun niatan untuk memberikan makan bergizi kepada anak sekolah adalah baik, namun pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam agama. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan sumber pendanaan lain yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip fiqh dan tidak melanggar ketentuan Al-Qur&#8217;an mengenai pengelolaan zakat.</p>
<p>Dalil dan Bukti Pendukung sebagai bahan pertimbangan :</p>
<p><strong>1. Ketentuan Penerima Zakat dalam Al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu&#8217;allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&#8221;</em><br />
(QS. At-Taubah: 60)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan secara tegas bahwa zakat memiliki delapan golongan penerima (mustahiq). Program seperti Makan Bergizi Gratis harus memastikan bahwa sasaran utamanya adalah golongan yang termasuk dalam kategori ini, misalnya anak-anak dari keluarga fakir atau miskin.</p>
<p><strong>2. Pandangan Ulama tentang Penggunaan Zakat untuk Kemaslahatan Umum</strong></p>
<p>Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu&#8217;, zakat wajib diserahkan langsung kepada golongan yang berhak dan tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang bersifat umum kecuali dalam keadaan darurat yang benar-benar mendesak.</p>
<p>Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dalam Fiqh Az-Zakah menyebutkan bahwa dana zakat dapat digunakan untuk kebutuhan sosial selama sesuai dengan prinsip maslahat dan penerimanya adalah mustahiq.</p>
<p><strong>3. Hadits Rasulullah SAW tentang Amanah dalam Zakat</strong></p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Barang siapa yang mengelola harta zakat, hendaklah ia berhati-hati, karena itu adalah amanah yang besar dari Allah.&#8221;</em> (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Ini mengingatkan bahwa zakat adalah amanah yang harus dikelola sesuai aturan syariat, tanpa menyalahi peruntukannya.</p>
<p><strong>4. Keadilan dalam Pengelolaan Zakat</strong></p>
<p>Keadilan dalam Islam berarti memberikan hak kepada yang berhak. Jika ada sumber pendanaan lain, seperti wakaf, infaq, atau dana sosial lainnya, maka lebih baik program seperti Makan Bergizi Gratis menggunakan dana tersebut agar zakat tetap fokus pada delapan golongan yang disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Dengan demikian, kebijakan penggunaan dana zakat harus mempertimbangkan maslahat yang jelas dan memastikan bahwa penerimanya termasuk dalam golongan mustahiq. Sumber pendanaan alternatif, seperti infaq, sedekah, atau wakaf, bisa menjadi pilihan untuk mendukung program-program sosial yang lebih luas.</p>
<p>Wallahu&#8217;alam</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Monari</em><br />
<em>Mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1737213964/monari-4/monari-4.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian: Dua Faktor Penyebab Maraknya Gangguan Mental dalam Keluarga</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/10/kajian-dua-faktor-penyebab-maraknya-gangguan-mental-dalam-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 02:45:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Keluarga Sakinah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=77550</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Mubalighah Kota Depok, Nurjannah Zein mengatakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Mubalighah Kota Depok, Nurjannah Zein mengatakan setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan semakin maraknya gangguan mental dalam keluarga.</p>
<p>“Semakin maraknya gangguan mental yang terjadi saat ini. Setidaknya ada dua faktor penyebabnya,” ungkapnya dalam Forum Kajian Komunitas Keluarga Sakinah, Kesehatan Mental Keluarga, Tanggung Jawab siapa?, Ahad (20/10/2024) di Depok.</p>
<p>Menurutnya, adapun kedua faktor tersebut yakni: Pertama, karena diterapkan sistem sekuler kapitalis. “Hari ini aturan yang digunakan dalam kehidupan tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Berarti kalau tidak menggunakan keduanya itulah sekuler (memisahkan kehidupan diri dari agama),” terangnya.</p>
<p>Jadi, tambahnya, agama itu digunakannya hanya di masjid saja. Kalau di masjid boleh ngomongin agama, kalau ngomongin shalat, zakat, haji, boleh pakai agama. Tapi kalau ngomongin ekonomi, pendidikan, sosial, politik tidak usahlah bawa-bawa agama. Repot amat, dikit-dikit neraka, dikit-dikit dosa, dikit-dikit surga. Nah saat ini begitu, aturannya yang digunakan sesuai dengan keinginan manusia, bukan memakai agama.</p>
<p>Kemudian lanjutnya, ada kata kapitalis. Kalau tadi aturan yang digunakan itu dipisahkan dari agama. Lalu ada sistem sekuler kapitalis, artinya segala sesuatu atau kebahagiannya itu dihitung dengan materi. Dalam keluarga misalnya, terkenal dengan pepatah, ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang, begitu pula dalam masyarakat, egala sesuatunya akan dinilai dengan uang.</p>
<p>“Termasuk di negeri yang menerapkan sistem sekuler kapitalis ini, tidak ada itu aturan yang dikembalikan kepada agama, semua hitungannya uang. Itulah kenapa saat ini semua kebutuhan mulai dari biaya pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya kian mahal karena kita tidak diatur dengan aturan Islam. Maka negara ini hanya mengatur kepada rakyatnya sekadar keuntungan, kalau ada untungnya aku urusin, kalau tidak ada untungnya aku jualin,” bebernya di hadapan para peserta.</p>
<p>Bahkan menurutnya, selain diterapkannya sistem sekuler yang menyebabkan stres, depresi, karena biaya pendidikan yang tinggi, maka wajar kalau akhirnya tidak mampu menciptakan anak-anak yang berkualitas, anak-anak yang taat kepada Allah, tapi anak-anak yang stres, karena terlalu banyak pelajarannya namun tidak dimengerti.</p>
<p>Kedua, lemahnya imunitas keluarga di dalam kehidupan, fungsi keluarga tidak tercapai, peran ayah, ibu dan anak itu tidak berjalan. “Seharusnya seorang ayah, ia sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas urusan keluarga. Nafkahnya, pendidikan istri dan anaknya. Kemudian rumah ini merupakan madrasah/sekolah yang pertama bagi seluruh anggota keluarganya,” ujarnya.</p>
<p>Tapi faktanya, lanjutnya, saat ini tugas ayah hanya mencari nafkah, pergi sebelum anaknya bangun, pulang anaknya sudah tidur. “Lalu kapan mendidik anaknya?” tanyanya kepada para peserta yang hadir.</p>
<p>“Namun inilah yang terjadi, tidak terjalin komunikasi, sebab yang dikejar bagaimana caranya mendapat uang, walaupun uangnya tidak cukup,” tambahnya.</p>
<p>Lalu, lanjutnya, fungsi ibu sebagai pendidik pertama, madrasatul‘ ula, itu pun tidak tercapai, tidak berfungsi dalam keluarga karena kesulitan ekonomi tadi yang tidak dengan aturan Allah hingga akhirnya ibu-ibu pun keluar rumah membantu mencari nafkah. “Tidak ada pendidikan kepada anaknya, akhirnya anaknya di rumah tidak ada pendidikan, di sekolah tidak mendapatkan apa-apa, hingga pada akhirnya stres lah anak ini,” pungkasnya. [Sari Liswantini]</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1730169871/gambar1-1/gambar1-1.jpeg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stop Mager! Yuk jadi Agen Pendobrak</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/08/stop-mager-yuk-jadi-agen-pendobrak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 04:11:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=57485</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Di hadapan sekitar 64 remaja Shalihah,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Di hadapan sekitar 64 remaja Shalihah, Ustadzah Weny Triana, Praktisi Remaja mengungkapkan bahwa saat ini banyak remaja yang malas gerak (mager) akibat diterapkannya sistem sekuler.</p>
<p>“Banyak remaja mager akibat diterapkan sistem sekuler, sistem yang memisahkan aturan agama dengan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah (Kamus) Shalihah: Semangat Hijrah, Generasi Lillah, Ahad, (27/08/2023) di Mushola Al-Maulaniyah, Depok.</p>
<p>Ia pun menegaskan, yang membuat remaja mager karena sistem ini memperjuangkan hak untuk bebas dari berbagai aturan-aturan dari ajaran agama. Mereka berkeyakinan semua kegiatan keputusan yang keseluruhannya berada dan dibuat oleh manusia, tidak boleh ada peran dan campur tangan agama di dalamnya.</p>
<p>“Sehingga generasi saat ini jauh dari pemahaman Islam kaffah dan aktivitas yang dilakukannya tanpa arah dan tujuan,” lanjutnya.</p>
<p>Lantas menurutnya yang terjadi remaja akan malas melaksanakan segala perintah Allah SWT seperti, malas shalat, malas baca Al-Qur’an, malas mengaji Islam kafah, malas dakwah, dan malas mengerjakan amal shalih lainnya.</p>
<p>“Jika sudah begini, remaja akan rugi dunia akhirat jika masa remaja dihabiskan dengan banyak rebahan. Apalagi disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw. bersabda, “Manfaatkan lima perkara, sebelum lima perkara. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Hidupmu sebelum datang kematianmu,” bebernya sambil membacakan hadits riwayat Al-Hakim dalam Al Mustadrak-nya, dikatakan oleh Adz-Dzahabiy dalam At–Talkhish berdasarkan syarah Bukhari-Muslim.</p>
<p>Ditambah lagi menurutnya mager itu berbahaya. “Bahaya mager (istilah dunia medis yakni sedentary lifestyle) menurut World Health Organization (WHO) yakni, 10 penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di dunia (www.who.int), meningkatkan risiko hingga dua kali lipat seseorang dapat terkena penyakit jantung, diabetes, obesitas, kanker usus besar, tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan kolesterol tinggi, membuat seseorang jatuh pada depresi dan gangguan kecemasan,” bebernya.</p>
<p>Menurutnya, jika remaja terus mager, maka nasib generasi mendatang akan kehilangan arah dan tidak memiliki peran dalam kehidupannya. Padahal, remaja harus menjadi agent of change atau agen perubahan. Harusnya bisa merubah dari kondisi yang buruk menjadi kondisi yang baik. Karena remaja sebagai ujung tombak, penerus dan garda terdepan dalam melakukan perubahan.</p>
<p>“Sebelum terlambat, marilah melakukan perubahan. Setop Malas Gerak, Yuk jadi Agen Pendobrak,” pungkasnya.<em><strong>[Siti Aisyah]</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1703698427/WhatsApp-Image-2023-08-27-at-09.12.42-FILEminimizer_5748664487/WhatsApp-Image-2023-08-27-at-09.12.42-FILEminimizer_5748664487.jpeg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
