<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IKM &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/ikm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2024 02:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Pemerintah Pacu Kualitas SDM Industri Kerajinan dan Batik Lewat Pemberdayaan IKM</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/05/pemerintah-pacu-kualitas-sdm-industri-kerajinan-dan-batik-lewat-pemberdayaan-ikm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 02:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68779</guid>

					<description><![CDATA[Upaya strategis yang dilaksanakan antara lain meningkatkan kompetensi para pengrajin]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><b>DEPOKPOS </b></a>&#8211; Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri kerajinan dan batik nasional agar semakin produktif dan inovatif sehingga bisa berdaya saing hingga kancah global. Upaya strategis yang dilaksanakan antara lain meningkatkan kompetensi para pengrajin di sektor tersebut, apalagi industri batik dan kerajinan termasuk sektor padat karya.</p>
<p>“Pemerintah bertekad untuk mengakselerasi perekonomian daerah dan nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan sektor industri kecil dan menengah merupakan salah satu jalannya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/5).</p>
<p>Andi mengemukakan, industri kerajinan dan batikmerupakan salah satu sektor yang terbukti tangguh dan telah teruji memiliki resiliensi maupun kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap kondisi krisis. Kelebihan dari sektor kerajinan dan batik ini dibandingkan dengan sektor lainnya adalah tingkat sebaran industri yang merata di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Di samping itu didukung dengan potensi sumber daya yang melimpah, serta ditopang dari para pekerjanya yang cukup banyak,” ujarnya. Kemenperin mencatat, jumlah tenaga kerja di sektor industri kerajinan dan batik mencapai 1,52 juta orang dengan jumlah unit usaha lebih dari 47.700 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Sehingga untuk memacu pengembangan di sektor ini diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, agar kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kerajinan dan batik ini bisa meningkat secara signifikan,” tutur Andi.</p>
<p>Sinergi itu direalisasikan oleh BBSPJIKBdengan menggandeng berbagai pihak,seperti instansi pusat atau daerahmaupun BUMN dan pihak swasta, untuk meningkatkan kualitas SDM industri di bidang kerajinan dan batik.“Diharapkan dari kolaborasi ini, dapat tercipta IKM tangguh dan produktif yang masif dan merata di seluruh daerah Indonesia,” terang Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik(BBSPJIKB) Budi Setiawan.</p>
<p>Salah satu pemerintah daerah di luar Jawa yang berkomitmen untuk dapat mengembangkan industri kerajinan dan batik adalah Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Beberapa waktu lalu, Penjabat (Pj) Bupati Seruyan, Djainuddin Noor didampingi pengurus Dekranasda berkunjung ke BBSPJIKB Yogyakarta. Djainuddin mengungkapkan, banyak potensi sumber daya alam di Kabupaten Seruyan yang dapat dijadikan bahan baku industri kerajinan, seperti purun, eceng gondok, dan rotan yang perlu diolah dan dikembangkan sehinggamenjadi produk yangmemiliki nilai tambah tinggi.</p>
<p>Pada April 2024,terdapat 13 pihak yang menjalin kerjasama dengan BBSPJIKB untuk mengembangkan SDM industri kerajinan dan batik di wilayahnya. Beberapa pihak tersebut di antaranya adalah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Petrochina International Jabung Ltd, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit,serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Prov. Kalimantan Timur.</p>
<p>Selanjutnya, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka,Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I. Yogyakarta, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Bontang,Disperindag Kabupaten Sleman, Pemerintah Kelurahan Bokoharjo, Pemerintah Kelurahan Tirtomartani, MI Husnayain Sleman,serta Paguyuban Batik Mukti Manunggal.</p>
<p>Budi menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup pelatihan untuk SDM industri di bidang pewarnaan dan perancangan motif batik, ecoprint, tenun, anyaman dengan serat alam non-tekstil (SANT) yang berorientasi ekspor hingga pelatihan terkait sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).</p>
<p>“Kami juga berkolaborasi dengan pihak internal Kemenperin,seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) untuk terus mendorong kompetensi para pembatik di Sleman dan Kota Yogyakarta dengan berbagai skema yang tersedia,” paparnya.</p>
<p>Melalui kerja sama tersebut, sepanjang April 2024, telah dilatih sebanyak 420 orang dari berbagai daerah di Indonesia yang bahkan sebagiannya adalah pelatihan berbasis SKKNI, sehingga para peserta yang lulus akan mendapatkan predikat kompeten dengan diperolehnya sertifikat profesi di bidang batik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>
<p>“Kami menargetkan untuk memberikan pelatihan secara intensif kepada lebih dari 662 orang. Harapannya, dengan membangun SDM industri, akan lebih mudah untuk meningkatkan kapasitas industri kerajinan dan batik dalam negeri agar bisa lebih tangguh dan mampu bersaing dengan produk luar negeri,” pungkas Budi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Pemkot Depok dan PHRI Buka Peluang IKM Pasarkan Produknya di Hotel dan Restoran</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/01/kolaborasi-pemkot-depok-dan-phri-buka-peluang-ikm-pasarkan-produknya-di-hotel-dan-restoran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2024 01:35:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=64238</guid>

					<description><![CDATA[Dengan terobosan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk IKM Kota Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Depok membuka peluang bagi Industri Kecil Menengah (IKM) agar bisa memasarkan produknya di hotel dan restoran.</p>
<p>Dengan terobosan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk IKM Kota Depok.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan salah satu kolaborasi antara komunitas dengan PHRI Depok, menjadi peluang bagi IKM untuk difasilitasi berjualan di hotel dan restoran yang ada di Kota Depok,&#8221; tutur Analis Madya, Disdagin Kota Depok, Matinho Vaz dilansir situs resmi Pemkot Depok, Selasa (23/01/24).</p>
<p>Ia mengungkapkan, salah satu contoh yang sudah memiliki pojok IKM yaitu di Hotel Savero. Maka dari itu, hotel lainnya di Depok diharapkan juga memberikan kesempatan seperti itu.</p>
<p>&#8220;Demikian juga dengan restoran, sehingga ketika orang makan di restoran juga dapat menemukan produk lain dari IKM Depok,&#8221; kata Martin.</p>
<p>Pemkot Depok selalu mendorong terobosan ini agar cakupannya lebih luas lagi. Upaya yang sudah dilakukan dengan memberikan imbauan kepada hotel dan restoran agar menyediakan Pojok IKM.</p>
<p>&#8220;Kita juga terus memberikan informasi kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, sehingga dapat di pasarkan di hotel dan restoran,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Semantara itu, Ketua PHRI Kota Depok, Fajar Prawinto menambahkan, pihaknya mengundang para pelaku usaha untuk berkerja sama dengan PHRI. Jika berminat PHRI akan menjembatani antara pelaku usaha dengan pihak hotel dan restoran.</p>
<p>&#8220;Silakan hubungi saya atau PHRI Depok, nanti akan saya koordinasikan dengan general manager di hotel-hotel tersebut agar bisa direalisasikan segera,&#8221; tutup dia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produk Lokal Go Internasional, Puluhan IKM Diberi Pemahaman Tata Cara Ekspor</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/produk-lokal-go-internasional-puluhan-ikm-diberi-pemahaman-tata-cara-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 11:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Go Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60384</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan menggelar pelatihan memulai ekspor bagi puluhan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), 6 hingga 8 November 2023.</p>
<p>Kepala Disdagin Kota Depok, Dudi Mi&#8217;raz Imaduddin menjelaskan, 30 peserta akan diberikan pemahaman tentang tata cara ekspor produk. Agar pelaku IKM Depok menjadi para eksportir di masa yang akan datang.</p>
<p>&#8220;Pelatihan ini melibatkan pelaku usaha bidang fasyen, tujuannya agar fasyen brand lokal Depok bisa merambah ke mancanegara,&#8221; jelasnya di Aula BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok, Selasa (07/11/23).</p>
<p>Dudi menuturkan, pihaknya ingin brand lokal Depok kembali eksis di luar negeri. Sebab baru satu IKM fasyen yang sudah bisa tembus yaitu Ning Santoso dengan Brand Dhecantique sudah melakukan Fashion Show di Amerika Serikat.</p>
<p>Lanjutnya, berdasarkan pendataan Desember 2022 terdapat 2.240 IKM yang tersebar di Kota Depok dengan berbagai jenis produk. Mulai dari olahan makanan dan minuman, kimia, fasyen, kerajinan tangan, alat kesehatan dan lainnya.</p>
<p>Dari jumlah yang cukup banyak tersebut melalui kegiatan pembinaan, monitoring. Serta promosi produk di lingkup nasional yang telah dilakukan oleh Disdagin Kota Depok, terdapat sekitar 176 IKM berorientasi ekspor.</p>
<p>Sedangkan untuk industri menengah dan besar yang sudah ekspor sejumlah 38 industri.</p>
<p>&#8220;Apabila melihat perbandingan jumlah IKM yang belum ekspor dan yang berorientasi ekspor tentunya perlu mendapat perhatian, khususnya berupa upaya promosi dan pembinaan yang terus menerus dalam hal pengetahuan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Selain juga pelatihan dan informasi tentang kegiatan ekspor perdagangan luar negeri,&#8221; ujar Dudi.</p>
<p>&#8220;Dengan harapan agar IKM dapat semakin berkembang usahanya dan produknya dapat memasuki pasar ekspor ke luar negeri, hal ini maka perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong perdagangan ke luar negeri bagi IKM,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dikatakannya, kerja sama dengan PPEJP sudah dilakukan sejak 2022 melibatkan pelaku usaha fashion. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan pemahaman tentang tata cara ekspor dan memberikan peluang pasar bagi para IKM.</p>
<p>&#8220;Kami harap peserta agar dapat mengikuti kegiatan dengan aktif sehingga memahami kebijakan dan tata cara tentang ekspor,&#8221; ujarnya</p>
<p>&#8220;Tentunya agar menjadi bekal dalam pengembangan produk usaha IKM-nya, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan secara tidak langsung memberikan sumbangsih terhadap devisa bagi negara,&#8221; pungkas Dudi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampanye Indonesia Melangkah Genjot Kemampuan IKM</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/08/kampanye-indonesia-melangkah-genjot-kemampuan-ikm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 12:50:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=57305</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri alas kaki, terutama di level industri kecil dan menengah (IKM). Potensi pertumbuhan industri alas kaki sangat dipengaruhi oleh sumbangsih generasi muda pelaku IKM yang berhasil mengangkat tren mode dan gaya terbaru alas kaki, dengan memanfaatkan atau mengadopsi teknologi terkini.</p>
<p>Untuk itu, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bersama Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Sidoarjo proaktif menggaungkan kampanye #Indonesiamelangkah untuk mendorong kreativitas generasi muda pelaku industri alas kaki, agar dapat berkarya mengangkat potensi lokal dan memperkuat kolaborasi.</p>
<p>“Kami memahami bahwa industri alas kaki memiliki hubungan yang erat dengan kalangan anak muda sebagai salah satu segmen pasar utama di industri ini. Kami berharap kegiatan Indonesia Footwear Creative Competition, yang merupakan kompetisi berskala nasional yang digelar oleh BPIPI, mampu mendongkrak perkembangan industri alas kaki di Indonesia,” kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Minggu (20/8).</p>
<p>Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC) merupakan kompetisi fotografi, videografi dan desain, yang karyanya dapat dimanfaatkan oleh industri alas kaki.Kompetisi IFCC tahun ini kembali menjadi rebutan para pelaku industri kreatif di bidang alas kaki. Sebanyak 482 total karya yang masuk melalui websiteifcc.bpipi.id, dan dari ratusan karya tersebut, terpilih 28 nominasi hingga menjadi tiga besar finalis dari masing-masing kategori yaitu desain, fotografi, dan videografi.</p>
<p>Kepala BPIPI Syukur Idayati mengungkapkan para pemenang desain kompetisi alas kaki di antaranya adalah Carolline Devina dengan desain bertajuk La Farfalla, Whenny Halim dengan desain berjudul Underwater Magical, dan Diva Aprilliani dengan desain bertajuk Blue Heizle. Sementara pemenang kompetisi videografi, yaitu Rizki Putra dengan judul video The Spirit of Raja Ali Haji, Fazlur Rahman dengan judul video Everything Begin Here, dan Belgi Apriliandy dengan judul video Start to The Next Level.</p>
<p>Ida menambahkan, hasil karya juara terpilih akan dikolaborasikan dengan industri alas kaki, seperti fasilitasi pembuatan visual foto &amp; video dari karya desain outsole terpilihuntuk mempromosikan produk alas kaki lokal.“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya pintu kolaborasi, pertukaran ide, dan memberikan pemahaman pergeseran dan peluang industri alas kaki saat ini,” ungkapnya.</p>
<p>Rangkaian IFCC tahun 2023 ditutup dengan Next Level Makers Talk dan Grand Final IFCC yang bekerja sama dengan Petra Christian University, serta beragam pelaku industri alas kaki.</p>
<p>Dalam talkshow ini, para pembicara seperti Dato Lewre, Founder Lewre Bespoke dari Malaysia, dan Alfonsus Ivan, Founder Sepatu Kanky Indonesia membagikan pandangan dan pengalamannya mengenai perkembangan industri alas kaki, inovasi terbaru, tren, desain, serta strategi memperluas jejaring dan peluang bisnis di industri alas kaki.</p>
<p><strong>Potensi Besar Industri Alas Kaki</strong></p>
<p>Perkembangan pelaku industri alas kaki di Indonesia, khususnya yang berskala IKM berpotensi meningkat dari tahun ke tahun, sebab selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen alas kaki terbesar dunia.</p>
<p>Berdasarkan data World Footwear Yearbook 2023, Indonesia merupakan eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia setelah China dan Vietnam sepanjang tahun 2022. Kuantitas ekspor produk alas kaki Indonesia mencapai angka 535 juta pasang, atau 3,5% dari total produk alas kaki yang diekspor ke seluruh dunia.</p>
<p>Sementara itu, prospek perkembangan industri alas kaki di pasar lokal juga terbilang cerah. Dari laporan World Footwear Yearbook 2023, Indonesia tercatat sebagai konsumen produk alas kaki terbesar kelima di dunia dengan total konsumsi sebesar 702 juta pasang sepatu atau 3,2% dari total konsumsi produk alas kaki dunia.</p>
<p>“Kondisi ini harus dimaksimalkan dengan baik oleh industri alas kaki dalam negeri,” ucap Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Ni Nyoman Ambareny.</p>
<p>Upaya peningkatan pemanfaatan potensi pasar dalam negeri, lanjut Ambareny, harus dilakukan secara serius, mengingat laporan Pusdatin Kementerian Perindustrian menunjukkan nilai investasi PMDN industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki pada triwulan I 2023 mencapai Rp 344,467 juta dan investasi PMA mencapai US$ 190 juta. “Hal ini meningkatkan optimisme kita terhadap pertumbuhan industri alas kaki dalam negeri,” lanjut Ambareny.</p>
<p>Tak hanya itu, industri alas kaki juga tercatat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Data Kemenperin menunjukkan kontribusi sektor industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, yang melingkupi industri alas kaki terhadap PDB tahun 2022 mencapai angka Rp30,80 triliun atau tumbuh sebesar 9,36% dari tahun 2021. Sedangkan pada triwulan I 2023, kontribusi PDB sektor tersebut telah mencapai Rp7,57 triliun atau telah menyumbang 1,42% terhadap PDB nonmigas.</p>
<p>Kinerja ekspor sektor tersebut semester I tahun 2023 sebesar US$ 3,21 miliar. Adapun nilai ekspor komoditi sepatu olahraga menempati delapan besar komoditi dari nilai ekspor industri pengolahan nonmigas.</p>
<p>Namun di sisi lain, industri alas kaki saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti menurunnya permintaan dari pasar ekspor Indonesia (Amerika Serikat dan Eropa) dan persaingan dengan produk harga rendah.</p>
<p>“Oleh sebab itu, Ditjen IKMA melalui BPIPI konsisten mendorong pengembangan pelaku IKM alas kaki ini melalui program peningkatan kapasitas SDM, bimbingan teknis produksi, sertifikasi, fasilitasi dan restrukturisasi mesin, inkubator bisnis, serta fasilitasi partisipasi pameran di dalam maupun luar negeri,” tutur Ambareny.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
