<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Google &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/google/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Nov 2024 05:13:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Google Vids Bantu Pengguna Buat Presentasi Pakai AI Gemini</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/11/google-vids-bantu-pengguna-buat-presentasi-pakai-ai-gemini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 05:13:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Gemini]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=78177</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Google baru-baru ini mengumumkan kehadiran AI...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Google baru-baru ini mengumumkan kehadiran AI kecerdasan artifisial generatif Gemini pada dalam aplikasi Google Vids sehingga pengguna membuat presentasi dengan mudah melalui dukungan AI.</p>
<p>Google Vids merupakan aplikasi yang baru dikenalkan Google pada awal 2024 dan menjadi bagian dari ekosistem produktivitas Google Workspace.</p>
<p>Ada banyak kemampuan AI yang bisa dimanfaatkan pengguna mulai dari membuat video, membuat naskah, bahkan membuat seluruh rangkaian presentasi komplit yang telah tersusun dengan gambar, suara latar, hingga teks sesuai bahan yang disediakan pengguna.</p>
<p>&#8220;Dengan Vids pengguna bisa membuat video dengan mudah dengan memanfaatkan Gemini membuat draf lebih cepat berkat kemampuan AI generatifnya. Fitur Help me create juga dapat membuat storyboard yang dapat diedit menggunakan prompt (perintah) dan dokumen yang disediakan dari Google Drive pengguna,&#8221; demikian pernyataan Google menjelaskan kemampuan baru Gemini di Google Vids, dikutip, Minggu.</p>
<p>Kemampuan memproduksi Google Vids yang ditenagai AI ini termasuk fitur-fitur untuk membuat voice over atau suara latar dengan perintah &#8220;Generate a voiceover&#8221;, kemampuan menghilangkan latar gambar dengan perintah &#8220;Remove image backgrounds&#8221;, membuat gambar ilustrasi dengan perintah &#8220;Generate an image&#8221;, serta kemampuan membaca teleprompter lewat &#8220;Recording studio read-along teleprompter&#8221;.</p>
<p>Fitur-fitur itu akan tersedia secara penuh untuk pengguna hingga 31 Desember 2025 dan mungkin akan ada pembatasan penggunaan di awal 2026.</p>
<p>Kecanggihan Gemini dalam Google Vids tersebut bisa dijajal oleh pengguna yang berlangganan paket Google Workspacetertentu seperti versi Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, Essentials, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, hingga Education Plus.</p>
<p>Pelanggan Gemini Bussiness, Enterprise, hingga Education Premium juga bisa memanfaatkan layanan ini. Pembaruan fitur-fitur bertenaga AI generatif ini sudah dirilis secara bertahap mulai 7 November 2024.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Didenda Rusia Sebesar US$20.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/11/google-didenda-rusia-sebesar-us20-000-000-000-000-000-000-000-000-000-000-000/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 00:48:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=77771</guid>

					<description><![CDATA[Denda tersebut adalah hasil dari akumulasi denda selama empat tahun. Angka ini berlipat ganda setiap pekan di bawah hukum Rusia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Denda tersebut adalah hasil dari akumulasi denda selama empat tahun. Angka ini berlipat ganda setiap pekan di bawah hukum Rusia</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Rusia menjatuhkan denda kepada raksasa teknologi Google sebesar US$20.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 atau US$2 desiliun karena dituding memblokir propaganda pro-Rusia di YouTube.</p>
<p>Nominal tersebut sangat besar sampai-sampai membutuhkan 34 angka nol di belakang angka 2 untuk menuliskannya.</p>
<p>Denda yang hampir tidak dapat diucapkan ini mencapai sekitar US$20 miliar triliun. Jumlah tersebut jauh melebihi dengan ukuran ekonomi global.</p>
<p>Melansir CNN, angka tersebut bahkan terlihat jauh lebih besar jika dibandingkan dengan angka produk domestik bruto dunia, yang menurut Dana Moneter International (IMF), hanya mencapai angka US$110 triliun. Sementara itu, induk Google, Alphabet, hanya memiliki nilai pasar sekitar US$2 triliun.</p>
<p>Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, ketika ditanya tentang gugatan tersebut mengaku bahwa ia &#8220;bahkan tidak dapat mengucapkan angka ini dengan benar&#8221;.</p>
<p>Namun, ia mengatakan jumlah bombastis tersebut &#8220;penuh dengan sikap&#8221; bahwa seharusnya Google tidak membatasi siaran broadcaster mereka Rusia di platformnya.</p>
<p>Lantas, kenapa Rusia menjatuhkan denda sebesar itu?</p>
<p>Denda tersebut adalah hasil dari akumulasi denda selama empat tahun. Angka ini berlipat ganda setiap pekan di bawah hukum Rusia.</p>
<p>Denda awalnya cuma 100.000 rubel (atau sekitar US$16.186) ketika dijatuhkan kepada raksasa teknologi AS tersebut pada 2020, setelah outlet media Tsargrad dan RIA FAN memenangkan tuntutan hukum terkait pembatasan pada saluran YouTube mereka.</p>
<p>Situs berita milik pemerintah RBC, yang pertama kali melaporkan denda besar-besaran pada Selasa (29/10), mengatakan Google juga melarang outlet media lain pada 2022 karena dukungan mereka terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Pelarangan tersebut membuat Google mendapatkan denda lebih lanjut.</p>
<p>Google membatasi pembuatan akun baru untuk pengguna Rusia pada bulan lalu dan juga menonaktifkan akun AdSense di negara tersebut pada Agustus.</p>
<p>Iklan online juga tidak ditayangkan kepada pengguna Google di Rusia sejak Maret 2022 sebagai bagian dari sanksi yang lebih luas terhadap negara tersebut.</p>
<p>Pembatasan ini mendorong pihak berwenang Rusia untuk menyita rekening bank Google, sehingga memaksa anak perusahaan Google di Rusia untuk mengajukan pailit. Meski demikian, layanan gratis Google, termasuk YouTube dan Search, tetap beroperasi di Rusia.</p>
<p>Google mengakui masalah hukum yang sedang berlangsung di Rusia dalam laporan keuangan triwulan terbarunya.</p>
<p>&#8220;Kami memiliki masalah hukum yang sedang berlangsung yang berkaitan dengan Rusia,&#8221; kata perusahaan itu dalam laporannya, dikutip dari The Independent.</p>
<p>&#8220;Sebagai contoh, keputusan perdata yang mencakup hukuman yang diperberat telah dijatuhkan kepada kami sehubungan dengan perselisihan mengenai penghentian akun, termasuk akun-akun dari pihak-pihak yang terkena sanksi,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Namun, Google yakin masalah hukum yang tengah terjadi ini akan terlalu berdampak secara material.</p>
<p>&#8220;Kami tidak yakin bahwa masalah-masalah hukum yang sedang berlangsung ini akan memberikan dampak negatif yang material,&#8221; tulis mereka.</p>
<p>Denda ini tampaknya tidak berdampak pada induk perusahaan Google, Alphabet, yang mengalami peningkatan lebih dari 5 persen pada perdagangan after-market di hari Selasa (29/10) setelah melampaui ekspektasi pendapatan di kuartal ketiga.</p>
<p>Sumber: CNN</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Kasih Produk Gratis untuk Warga RI</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/07/google-kasih-produk-gratis-untuk-warga-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 03:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Gemini Flash 1.5]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72926</guid>

					<description><![CDATA[Semua aksesnya dihadirkan raksasa teknologi itu secara gratis]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOKPOS</strong> &#8211; Google mengumumkan peluncuran Gemini Flash 1.5 di 230 negara dan 40 bahasa, termasuk Indonesia. Semua aksesnya dihadirkan raksasa teknologi itu secara gratis.</p>
<p>&#8220;Gemini 1.5 Flash kini tersedia untuk semua pengguna Gemini, baik web dan seluler, lebih dari 40 bahasa dan lebih dari 230 negara serta wilayah,&#8221; kata Vice President Engineering Gemini Experiences, Amar Subramanya, dalam blog resmi perusahaan, dikutip Senin (29/7/2024).</p>
<p>Laman Support Google memberikan daftar seluruh 230 negara yang bisa mengakses Gemini 1.5 flash. Perusahaan juga menjanjikan akan memperluas ketersediaannya bagi banyak wilayah secara bertahap.</p>
<p>&#8220;Serta memastikan agar sesuai dengan peraturan setempat dan prinsip AI kami,&#8221; tulis Google.</p>
<p>Subramanya menuliskan Gemini 1.5 Flash mendapatkan beberapa peningkatan. Termasuk dalam kualitas dan latensi saat merespon, khususnya pada penalaran serta pemahaman gambar.</p>
<p>Google juga menambahkan link ke konten terkait yakni terkait pencarian fakta pada sebuah konten.</p>
<p>Cara tersebut jadi upaya Google mengurangi kemungkinan kesalahan fakta. Selain itu, juga mempermudah pengguna melakukan penjelajahan dan membantu mempelajari sebuah konten lebih lanjut.</p>
<p>Fitur pemeriksaan ulang Google akan menyoroti pernyataan mana yang didukung atau bertentangan di web menggunakan Google Search. Pengguna bisa mempelajari lebih lanjut terkait informasi yang bertentangan untuk melakukan verifikasi mandiri.</p>
<p>Google juga memperluas penggunaannya pada remaja secara global untuk lebih dari 40 bahasa. Mereka yang telah memenuhi persyaratan usia minimum menggunakan akun Google bisa mengakses Gemini.</p>
<p>Para remaja itu bisa menggunakannya untuk mengakses seperti memahami mata pelajaran sekolah, belajar untuk mempersiapkan ujian masuk universitas atau membantu saat proyek kreatif. Remaja jadi sorotan penting, karena Google mengingatkan pentingnya AI di masa depan.</p>
<p>Google memastikan keamanan para remaja saat mengakses Gemini. Termasuk bekerja sama dengan pakar keselamatan dan perkembangan anak.</p>
<p>&#8220;Kami menerapkan kebijakan dan perlindungan tambahan, mengenalkan proses orientasi khusus remaja dan panduan literasi AI untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Perkenalkan NotebookLM Berbasis AI</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/06/google-perkenalkan-notebooklm-berbasis-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 00:51:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[NotebookLM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=69373</guid>

					<description><![CDATA[Google secara resmi memperkenalkan NotebookLM, sebuah model penelitian dan penulisan berbasis kecerdasan buatan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Google secara resmi memperkenalkan NotebookLM, sebuah model penelitian dan penulisan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan peningkatan fitur dan perluasan penggunaan di sejumlah negara.</p>
<p>“Musim panas lalu kami memperkenalkan NotebookLM, asisten penelitian dan penulisan bertenaga artificial intelligence (AI). Kami bersemangat untuk berbagi bahwa kami membawa versi NotebookLM yang ditingkatkan,” kata Editorial Director Google Labs Steven Johnson dalam konferensi pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Kamis.</p>
<p>Steven menjelaskan, NotebookLM sebelumnya dikenal sebagai Project Tailwind, sebuah buku catatan jenis baru yang dirancang untuk membantu orang belajar lebih cepat.</p>
<p>Seiring pengembangan produk berbasis AI tersebut, NotebookLM saat ini telah menggunakan perangkat lunak Google yang paling canggih yaitu Gemini 1.5 Pro.</p>
<p>Menurut dia, NotebookLM membantu seseorang membuat buku catatan dan mengunggah dokumen untuk proyek atau kiriman tertentu.</p>
<p>Selain itu, model tersebut memungkinkan pengguna untuk membaca, membuat catatan, mengajukan pertanyaan atau meminta NotebookLM untuk membuat ikhtisar otomatis dari semua sumber studi, termasuk daftar isi.</p>
<p>“NotebookLM telah memberi pengguna alat yang kuat untuk membuat koneksi dan menghasilkan wawasan dari koleksi dokumen yang besar. Baik itu digunakan untuk membangun dunia imajiner, menulis biografi terlaris, atau membantu tenaga penjualan menemukan pelanggan baru,” katanya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Product Manager Google Labs Raiza Martin mengatakan bahwa produk ini bertujuan membantu pengguna melakukan pemikiran terbaik mereka dengan memberikan Al yang dipersonalisasi, berdasarkan informasi yang terpercaya.</p>
<p>“Tim yang bereksperimen dengan Al generatif memungkinkan pengguna untuk menciptakan bersama dengan aplikasi Al baru,” katanya.</p>
<p>Raiza menyampaikan, ketersediaan secara umum NotebookLM awalnya diperuntukkan bagi pengguna di Amerika Serikat dan sekitarnya.</p>
<p>Namun demikian, saat ini ketersediaannya diperluas ke lebih dari 180 negara termasuk Australia, Kanada, Jepang, India, dan lainnya.</p>
<p>Selain itu, terdapat integrasi baru yang mendukung sumber baru, termasuk Google Slides dan URL Web.</p>
<p>Kemudian, kutipan sebaris yang menampilkan kutipan paling relevan dari sumber asli, serta menghasilkan panduan belajar dan ringkasan, serta menyarankan pertanyaan berdasarkan sumber.</p>
<p>Terakhir, kemampuan multimodal yang memungkinkan pengguna untuk dapat mengajukan pertanyaan tentang gambar, grafik, dan diagram dalam slides atau Docs.</p>
<p>“NotebookLM bahkan akan menyertakan kutip ke gambar sebagai bukti pendukung jika relevan,” ujar Raiza.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demi PHK Karyawan, Google Rela Buang Duit Rp 33 Trilyun</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/02/demi-phk-karyawan-google-rela-buang-duit-rp-33-trilyun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Feb 2024 02:55:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=64629</guid>

					<description><![CDATA[Google dilaporkan merogoh US$ 2,1 miliar (Rp 33 triliun) untuk pesangon dan pengeluaran lainnya karena mem-PHK lebih dari 12.000 karyawan selama tahun 2023]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Alphabet, perusahaan induk Google, mengungkapkan angka tersebut bersamaan dengan rilis pendapatan kuartal keempatnya.</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Google dilaporkan merogoh US$ 2,1 miliar (Rp 33 triliun) untuk pesangon dan pengeluaran lainnya karena mem-PHK lebih dari 12.000 karyawan selama tahun 2023.</p>
<p>Baru satu bulan di tahun 2024 sejauh ini, perusahaan telah menghabiskan US$ 700 juta (Rp 11 triliun) untuk pesangon karyawan sebagai bagian dari PHK yang menargetkan lebih dari 1.000 karyawan.</p>
<p>Alphabet, perusahaan induk Google, mengungkapkan angka tersebut bersamaan dengan rilis pendapatan kuartal keempatnya.</p>
<p>Meskipun ada pemotongan, Google mengakhiri tahun 2023 dengan pertumbuhan di sebagian besar lini bisnis intinya.</p>
<p>Google membukukan pendapatan US$ 86 miliar untuk kuartal keempat tahun 2023, meningkat 13 persen dari tahun ke tahun.</p>
<p>Sementara, bisnis periklanan digital dan komputasi awan inti raksasa pencarian ini juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil, hal ini dipuji oleh CEO Sundar Pichai atas investasi Google dalam AI generatif.</p>
<p>Penghasil pendapatan utama Google, bisnis mesin pencarinya, menghasilkan US$ 48 miliar, meningkat hampir 13 persen dari tahun ke tahun.</p>
<p>Segmen layanan dan perangkat berlangganan perusahaan menghasilkan US$ 10,7 miliar, terutama berkat langganan YouTube Premium dan Musik, YouTube TV, dan Google One.</p>
<p>Sedangkan pendapatan iklan YouTube adalah US$ 9,2 miliar, meningkat 15 persen dari tahun lalu, demikian dikutip dari The Verge, Kamis (1/2/2024).</p>
<p>Meskipun PHK membuat Google mengeluarkan biaya yang cukup besar, begitu pula pengurangan real estate akibat PHK tersebut, termasuk di lokasi seperti Bay Area yang mahal.</p>
<p>Menghentikan ruang kantor fisik menyebabkan Google mengeluarkan biaya total US$ 1,8 miliar sepanjang tahun 2023.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langgar Privasi Pengguna, Google Bayar Ganti Rugi Rp77 Triliun</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/01/langgar-privasi-pengguna-google-bayar-ganti-rugi-rp77-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 05:41:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Incognito]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62944</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Google setuju menyelesaikan tuntutan soal pelacakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Google setuju menyelesaikan tuntutan soal pelacakan pengguna saat menggunakan aplikasi browser. Raksasa teknologi itu diharuskan membayar denda setidaknya US$5 miliar (Rp 77 triliun).</p>
<p>Sebelumnya penggugat menuding bahwa analitik cookie dan aplikasi Google melacak mereka saat menggunakan browser. Padahal para pengguna telah menyetel ke mode Incognito untuk Chrome dan browser lain dengan mode Private.</p>
<p>Tindakan itu membuat Google mengetahui beberapa informasi soal pengguna. Mulai dari teman, hobi, makanan favorit, kebiasaan belanja dan hal lain secara online.</p>
<p>Tuntutan itu diajukan pada 2020 lalu. Dengan periode penggunaan platform sejak 1 Juni 2016.</p>
<p>Google setuju menyelesaikan tuntutan soal pelacakan pengguna saat menggunakan aplikasi browser. Raksasa teknologi itu diharuskan membayar denda setidaknya US$5 miliar (Rp 77 triliun).</p>
<p>Sebelumnya penggugat menuding bahwa analitik cookie dan aplikasi Google melacak mereka saat menggunakan browser. Padahal para pengguna telah menyetel ke mode <strong>Incognito</strong> untuk chrome dan browser lain dengan mode Private.</p>
<p>Tindakan itu membuat Google mengetahui beberapa informasi soal pengguna. Mulai dari teman, hobi, makanan favorit, kebiasaan belanja dan hal lain secara online.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan di Google, Gen Z Cari Berita dan Informasi di TikTok</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/bukan-di-google-gen-z-cari-berita-dan-informasi-di-tiktok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 10:37:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60674</guid>

					<description><![CDATA[Era keemasan Google mungkin akan segera berakhir dan  tidak berjaya lagi di masa depan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Era keemasan Google mungkin akan segera berakhir dan  tidak berjaya lagi di masa depan</em></h3>
</blockquote>
<p>DEPOKPOS &#8211; Kajian dari Pew Research Center menunjukkan TikTok makin populer sebagai menjadi sumber informasi dan berita untuk Gen Z.</p>
<p>Posisi Google sebagai tempat mencari berita dan informasi makin merosot. Berdasarkan yang dikutip dari Reuters pada Kamis (16/11/2023), setengah dari penduduk Amerika Serikat usia dewasa mendapatkan berita dari media sosial.</p>
<p>Survei yang dilakukan atas 8.842 penduduk AS memang menunjukan bahwa 67 persen dari populasi AS masih menggunakan website atau aplikasi media berita untuk mencari informasi.</p>
<p>Namun, peran media sosial makin sentral sebagai sumber informasi. Facebook adalah platform media sosial paling populer sebagai sumber berita, yaitu digunakan oleh 30 persen penduduk AS. Platform terbesar kedua adalah YouTube (26 persen), Instagram (16 persen), dan TikTok (14 persen).</p>
<p>Peran TikTok sebagai sumber berita, berdasarkan penelitian Pew, makin dominan. Dari semua pengguna TikTok yang disurvei, 43 persen mengaku secara rutin mencari informasi dan berita dari TikTok.</p>
<p>Survei serupa pada 2022, padahal, menunjukan bahwa hanya 22 persen dari pengguna TikTok yang menggunakan media sosial video pendek tersebut sebagai tempat mencari berita.</p>
<p>Posisi Facebook sebagai media sosial utama untuk mencari berita juga berlawanan dengan upaya perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut menghapus peredaran berita.</p>
<p>Di bawah tekanan untuk bekerja sama dan membayar perusahaan berita, Facebook mengambil langkah untuk mengurangi bahkan menghilangkan fitur berita di beberapa negara.</p>
<p>Kecenderungan gen Z untuk mencari berita lewat TikTok dan media sosial lain sebelumnya telah terungkap dalam penelitian oleh Morning Consult.</p>
<p>Laporan dari firma riset Morning Consult menyebutkan adanya pertumbuhan signifikan pada TikTok. Meski angkanya belum terlalu besar dibandingkan Google, namun TikTok bukan platform mesin pencarian.</p>
<p>Hingga Februari 2023, 14 persen gen Z mengaku mencari informasi melalui TikTok. Pengguna Google pada anak muda tercatat mencapai 39 persen.</p>
<p>Untuk rentang umur lain, yakni baby boomers (1946-1964), Gen X (1965-1976), dan milenial (1977-1994), masih menjadikan Google sebagai tempatnya mencari informasi.</p>
<p>Google bukan tidak tahu ancaman tersebut. Dalam riset internal Google juga terlihat 40 persen gen Z mencari informasi dari TikTok dibandingkan Google Search. Kebanyakan dari mereka mencari informasi terkait rencana liburan, produk skincare, restoran, tempat nongkrong, hingga makanan.</p>
<p>Setengah dari obyek penelitian juga memiliki menggunakan TikTok dan media sosial Instagram dibandingkan produk Google yakni Search dan Maps.</p>
<p>Salah satu anak muda yang menggunakan TikTok, Anne-Christine (21) menjelaskan generasinya suka melihat informasi dengan format visual. Anak muda lainnya Talia Magee (24) mengatakan informasi di TikTok lebih mudah dicari.</p>
<p>TikTok juga punya fitur ‘predictive text’, dengan begit pengguna tidak perlu mengetik lengkap. Sebab nanti akan dibantu algoritma untuk memberikan rekomendasi.</p>
<p>“Saya dan teman-teman lainnya yang seumuran lebih gampang belajar dan memahami sesuatu dari visual. Dengan TikTok, sangat cepat dan gampang mencari informasi yang saya minati lewat video,” jelas Magee.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
