<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FTUI &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/ftui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jul 2024 05:34:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Doktor UI Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Menjaga Keamanan Pipa Minyak dan Gas di Indonesia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/07/doktor-ui-manfaatkan-teknologi-kecerdasan-buatan-untuk-menjaga-keamanan-pipa-minyak-dan-gas-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 05:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72958</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Industri minyak dan gas bumi di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Industri minyak dan gas bumi di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keselamatan dan efisiensi sistem perpipaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Taufik Aditiyawarman, Mahasiswa Program Doktor Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) mengusulkan ide terkait penggunaan metode inspeksi berbasis risiko yang didukung oleh teknologi machine learning dan deep learning. Masalah tersebut menjadi topik disertasinya yang berjudul “Screening dan Asesmen RBI (Risk Based Inspection) pada Sistem Perpipaan Minyak dan Gas di Indonesia untuk Menunjang Keamanan Produksi Menggunakan Machine Learning dan Deep Learning”.</p>
<p>Taufik mengkaji pemanaaatan teknologi canggih untuk memprediksi kegagalan pipa dan memberikan solusi pemeliharaan yang lebih eaektia dan ekonomis. Dalam penelitiannya, Taufik menggunakan sampel ex-spool berdiameter 16 inci yang diuji melalui berbagai metode seperti metalografi, Optical Emission Spectrometry (OES), Tensile Test, Hardness Test, Scanning Electron Microscope (SEM), dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS). Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi material dan penyebab utama dari kegagalan pipa.</p>
<p>Untuk menganalisis data yang kompleks, ia menerapkan algoritma machine learning seperti AdaBoost, Random Forests, dan Gradient Boosting. Teknik K- Means Clustering dan Gaussian Mixture Model digunakan untuk mengklasifikasikan risiko kegagalan pipa ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat risikonya, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian ini juga divalidasi dengan metode k-fold cross-validation untuk memastikan keakuratan dan konsistensi model yang dikembangkan.</p>
<p>“Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah kemampuan teknologi Artificial Intelligence atau AI untuk mengidentifikasi jenis-jenis kegagalan pipa dengan cepat dan akurat. Model machine learning yang kami kembangkan dapat memprediksi tingkat korosi dan lokasi kerusakan pada pipa, yang memungkinkan tim pemeliharaan untuk mengambil tindakan pencegahan sebelum kegagalan terjadi. Teknologi ini juga memberikan rekomendasi pemeliharaan yang lebih efisien, seperti penggunaan bahan pelindung yang tepat dan jadwal inspeksi yang lebih optimal,” ujar Taufik.</p>
<p>Selain mengidentifikasi jenis kegagalan pipa, penelitian ini juga menemukan bahwa metode inspeksi berbasis risiko yang didukung oleh AI dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan risiko kegagalan pipa yang mengakibatkan kerugian besar. Dengan penerapan teknologi ini, industri minyak dan gas di Indonesia dapat meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional mereka, serta memastikan keberlanjutan produksi energi di masa depan.</p>
<p>“Ke depannya saya berharap disertasi ini dapat menjadi acuan bagi industri minyak dan gas di Indonesia dalam mengadopsi teknologi AI untuk manajemen risiko dan pemeliharaan pipa. Penerapan metode ini tidak hanya meningkatkan keselamatan operasional, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi perusahaan,” kata Taufik, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional.</p>
<p>Ia berhasil meraih gelar doktor di Bidang Ilmu Teknik Metalurgi dan Material dengan yudisium Summa Cumlaude dan Indek Prestasi Kumulatia (IPK) 4,00. Taufik merupakan doktor ke-71 di Program Studi Metalurgi dan Material dan ke-564 di FTUI. Sidang promosi doktornya berlangsung pada Rabu (10/7) lalu di Ruang Smart Meeting Room, Gedung Dekanat FTUI.</p>
<p>&#8220;Penelitian ini tidak hanya relevan secara akademis tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi industri minyak dan gas di Indonesia. Penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam manajemen risiko dan pemeliharaan pipa merupakan terobosan penting yang dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional. Kami berharap hasil penelitian ini dapat diadopsi secara luas oleh industri terkait, mengingat potensi besar yang dimiliki dalam meminimalisir risiko kegagalan dan mengoptimalkan biaya pemeliharaan,” ujar Dekan FTUI, Proa. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. “</p>
<p>Sidang tersebut dipimpin oleh Dekan FTUI, Proa. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., dengan Proa. Dr. Ir. Johny Wahyuadi Soedarsono DEA sebagai Promotor dan Proa. Dr. Ir. Rini Riastuti, M.Sc. sebagai Ko-promotor, serta penguji yang terdiri atas Proa. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA.; Dr. Deni Ferdian, S.T., M.Sc.; Dr. Badrul Munir, S.T., M.Eng.Sc.; Dr. Ahmad Zakiyuddin, S.T., M.Eng.; dan Dr. Ir. M. Yudi M. Sholihin, M.Sc.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dies Natalis ke-60, FTUI Luncurkan Departemen Interdisiplin Keteknikan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/07/dies-natalis-ke-60-ftui-luncurkan-departemen-interdisiplin-keteknikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 10:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72559</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) merayakan Dies Natalis yang ke60 dengan mengusung tema “Interdisciplinary Engineering untuk Indonesia Emas 2045”, pada Rabu (17/7). Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghadapi tantangan teknologi dan pembangunan Indonesia ke depan.</p>
<p>“Tema yang kami angkat kali ini, Interdisciplinary Engineering, mencerminkan komitmen FTUI untuk terus berinovasi dan berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan Indonesia. Kami yakin bahwa dengan kolaborasi antar disiplin ilmu, kita dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Heri.</p>
<p>Salah satu acara puncak dalam perayaan Dies Natalis kali ini adalah peluncuran Departemen Interdisiplin Keteknikan. Departemen baru tersebut ke depannya akan menjadi wadah bagi pengembangan teknologi dan inovasi yang melibatkan berbagai bidang ilmu teknik.</p>
<p>Selain itu, departemen ini juga akan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu teknik untuk menciptakan solusi komprehensif bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Departemen Interdisiplin Keteknikan akan bertempat di Gedung InterDisciplinary Engineering (IDE) dan ke depannya akan berjalan beriringan dengan pusat-pusat riset interdisiplin FTUI, menjalin kolaborasi untuk menghasilkan inovasi yang unggul dan berdampak bagi Indonesia.</p>
<p>“Kehadiran Departemen Interdisiplin Keteknikan merupakan langkah strategis FTUI dalam menjawab kebutuhan industri dan masyarakat akan solusi yang lebih terintegrasi dan inovatif. Kami berharap departemen ini dapat menghasilkan penelitian dan inovasi yang berdaya saing tinggi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia,” kata Prof. Heri.</p>
<p>Lebih lanjut, Departemen Interdisiplin Keteknikan saat ini menaungi tiga program studi pascasarjana, yaitu Program Profesi Insinyur (PPI), Program Magister Teknik Sistem Energi (TSE), dan Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Ke depannya akan ada tiga institut penelitian interdisiplin yang juga akan dikelola oleh departemen ke-8 FTUI ini, yakni Institute for Urban Planning and Smart Cities, Institute for Energy Transition, dan Institute for Biosystem and Bioengineering.</p>
<p>FTUI telah menghasilkan berbagai inovasi interdisiplin keteknikan yang signifikan. Mulai dari ventilator COVENT-20 yang pertama kali diluncurkan untuk mengatasi kekurangan ventilator di Indonesia saat pandemi Covid-19 hingga konversi bus konvensional diesel menjadi bus listrik, yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Konversi bus listrik merupakan hasil kolaborasi Pusat Riset RCAVe (Research Center for Advanced Vehicle), P2M Departemen Teknik Mesin dan PT. Petrosea. Dalam waktu dekat, FTUI juga bersiap meluncurkan kapal ikan bertenaga listrik dengan sumber tenaga matahari dengan biaya operasional rendah.</p>
<p>Inovasi-inovasi ini tidak hanya mencerminkan kemampuan FTUI dalam menghasilkan teknologi mutakhir, tetapi juga komitmen FTUI dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Selama dua tahun terakhir, FTUI juga berhasil menyandang predikat sebagai kampus teknik terbaik di Indonesia berdasarkan THE World University Ranking 2023 dan 2024. Prestasi ini dicapai berkat kolaborasi dan kinerja luar biasa dari seluruh sivitas akademika FTUI.</p>
<p>“Pengakuan internasional ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi dari seluruh sivitas akademika FTUI. Kami berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Prof. Heri.</p>
<p>Ia berharap, melalui perayaan Dies Natalis ini, semangat kolaborasi dan inovasi dapat semakin mengakar di kalangan sivitas akademika dan para pemangku kepentingan. Dengan demikian, FTUI akan terus berperan sebagai motor penggerak dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan teknologi dan rekayasa yang berkelanjutan.</p>
<p>Acara Dies Natalis ini diadakan di pelataran Gedung IDE, yang merupakan fasilitas baru FTUI. Gedung ini juga menjadi rumah bagi pusat riset dan penelitian lintas bidang keteknikan. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Majelis Wakil Amanat (MWA) UI, Prof. Dr. Ir. Praswasti PDK Wulan; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K); Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA.; Director &amp; Chief Business Officer PT Indosat Tbk, Muhammad Buldansyah; dan Direktur Operasi dan Marketing PT Pertamina Training and Consulting, Yudi Somantri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI Buka Prodi Kelas Internasional Teknik Komputer dan Lingkungan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/ui-buka-prodi-kelas-internasional-teknik-komputer-dan-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 11:52:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66652</guid>

					<description><![CDATA[Saat ini FTUI menyediakan 11 program studi Kelas Internasional yang dapat dipilih para calon mahasiswa baru UI]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Saat ini FTUI menyediakan 11 program studi Kelas Internasional yang dapat dipilih para calon mahasiswa baru UI</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) membuka dua program studi (prodi) baru pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2024 untuk jenjang pendidikan Sarjana Kelas Internasional, yaitu Teknik Komputer dan Teknik Lingkungan. Adanya penambahan ini, saat ini FTUI menyediakan 11 program studi Kelas Internasional yang dapat dipilih para calon mahasiswa baru UI untuk tahun akademik 2024/2025.</p>
<p>Dekan FTUI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., mengatakan bahwa dibukanya program studi Kelas Internasional Teknik Komputer dan Teknik Lingkungan, hal ini menegaskan komitmen FTUI untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta menawarkan pengalaman belajar yang berstandar internasional. “Dengan fokus pada kurikulum yang terus berkembang, kolaborasi internasional, dan penekanan pada inovasi teknologi, kedua prodi ini tidak hanya akan memperkuat reputasi FTUI sebagai institusi pendidikan yang berkualitas tetapi juga membuka pintu bagi pengakuan internasional yang lebih luas bagi alumni kami di dunia industri dan akademik global,” ujar Prof. Heri.</p>
<p>Program studi Teknik Komputer dan Teknik Lingkungan telah dibuka sejak 2006 untuk jenjang pendidikan Sarjana Reguler dan telah terakreditasi Unggul dari LAM Teknik. Kedua program studi ini juga telah memiliki akreditasi internasional dari The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Program Studi Teknik Komputer adalah disiplin khusus yang mengombinasikan pengetahuan dan kompetensi mengenai perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan perangkat elektronik digital lainnya serta konektifitas jaringan yang terkait dengan perekayasaan sistem komputer dan keamanan siber.</p>
<p>Ketua Program Studi Teknik Komputer, Dr. lr. Muhammad Salman, S.T., M.I.T., menyampaikan harapannya terkait dibukanya program ini. “Lulusan sarjana program studi Kelas Internasional Teknik Komputer diharapkan mampu merancang jaringan informasi dan sistem berbasis komputer secara sistematis sesuai dengan etika profesional. Banyak lulusan program studi Teknik Komputer yang kini mengembangkan karier sebagai embedded system/IoT engineer, AI and application developer, big data analyst, network engineer, termasuk yang terkait cybersecurity,” kata Dr. Muhammad Salman.</p>
<p>Sementara itu, program studi Teknik Lingkungan menekankan pada bidang rekayasa melalui pendekatan disiplin ilmu Teknik Lingkungan, yang melingkupi aspek-aspek perekayasaan pada tahap perencanaan, perancangan, pelaksanaan konstruksi, dan pengelolaan sarana/prasarana. Penguasaan ilmu Teknik Lingkungan merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi berwawasan lingkungan yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>“Perubahan global menuju sistem ekonomi sirkular dari model ekonomi linear mengakibatkan transformasi signifikan dalam struktur ketenagakerjaan, di mana diperkirakan pekerjaan di sektor Energi Terbarukan dan Pengelolaan Limbah akan meningkat hingga 70% pada tahun 2030, pertumbuhan yang pesat dibandingkan dengan sektor lainnya. Dalam menghadapi tantangan tersebut, kami mempersiapkan program studi ini dengan dukungan dari para pengajar yang berpengalaman di bidangnya, fasilitas laboratorium lingkungan yang lengkap, dan infrastruktur TI yang andal,” ujar Dr. Cindy Rianti Priadi, S.T., M.Sc., Ketua Program Studi Teknik Lingkungan FTUI.</p>
<p>Sejak tahun 1999, FTUI telah menyelenggarakan Program Sarjana Kelas Internasional Joint/Double Degree. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa FTUI untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi di kampus teknik terbaik di Indonesia dan luar negeri. Kemudian, pada tahun 2011, FTUI memperluas pendidikan internasionalnya dengan membuka program Single Degree, di mana mahasiswa memiliki peluang untuk belajar di universitas mitra luar negeri selama setidaknya satu semester dan lulus dengan satu gelar sarjana dari UI.</p>
<p>Pada tahun ini, kemitraan Joint Degree FTUI dengan Monash University dibuka untuk Teknik Komputer dan Teknik Lingkungan dengan skema 2+2 tahun. Kepala Kantor Internasional FTUI Fadhilah Muslim S.T., M.Sc., Ph.D., DIC., mengatakan, pada skema ini mahasiswa akan menjalankan perkuliahan dua tahun di FTUI dan dua tahun di Monash University. Nantinya, mahasiswa program joint degree ini akan mendapatkan dua gelar sarjana dari UI dan Monash University. Batas usia pendaftar untuk program kelas internasional adalah lima tahun setelah lulus SMA serta menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahannya.</p>
<p>Selain itu, sebagai wujud kerja sama yang erat dengan FTUI, Monash University juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa FTUI. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk potongan biaya kuliah sebesar AUD $20.000 untuk dua tahun pertama mahasiswa menjalani studi di Monash University. Adanya beasiswa ini menjadi salah satu bentuk akomodasi bagi mahasiswa FTUI untuk dapat mengakses pengalaman akademik dan profesional di lingkup internasional.</p>
<p>Lahirnya dua prodi baru ini melengkapi sembilan program studi sarjana kelas internasional yang telah ada sebelumnya, yaitu Prodi Teknik Sipil, Prodi Teknik Mesin, Prodi Teknik Elektro, Prodi Teknik Metalurgi dan Material, Prodi Arsitektur, Prodi Teknik Kimia, Prodi Teknik Industri, Prodi Teknik Perkapalan, dan Prodi Teknik Bioproses.</p>
<p>Untuk pendaftaran program kelas internasional dapat melalui jalur prestasi – Talent Scouting, maupun melalui jalur tes tertulis – SIMAK UI KI. Jalur Talent Scouting mulai dibuka pada 28 Februari – 22 Maret 2024, sementara jalur SIMAK UI KI akan mulai dibuka pada 19 Juni – 3 Juli 2024 dan ujian tes pada 8 Juli mendatang. Informasi lengkap terkait program ini dapat diakses melalui www.eng.ui.ac.id, www.international.eng.ui.ac.id, dan situs SIMAK UI (https://simak.ui.ac.id). Sementara pendaftaran dapat dilakukan melalui situs http://penerimaan.ui.ac.id.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FTUI Bangun Gedung Baru IDE, Digadang jadi Rumah Pekerja Teknik di Masa Depan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/01/ftui-bangun-gedung-baru-ide-digadang-jadi-rumah-pekerja-teknik-di-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2024 05:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=63870</guid>

					<description><![CDATA[Dekan FTUI Heri Hermansyah mengatakan bahwa gedung IDE memang disiapkan menjadi rumah bagi pekerja teknik di masa depan ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) membangun gedung baru Interdisciplinary Engineering (IDE) sebagai simbol kolaborasi dan inovasi dalam lingkungan belajar.</p>
<p>&#8220;Gedung IDE bukan hanya sebagai struktur fisik bangunan baru, tetapi simbol kolaborasi dan inovasi,&#8221; kata Rektor UI Ari Kuncoro, Rabu.</p>
<p>Ari menilai gedung ini sebagai langkah besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran interdisiplin.</p>
<p>Kegiatan akademik interdisiplin itu diharapkan mampu melahirkan lulusan berwawasan luas, kritis, inovatif, kolaboratif dan luaran penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah bereputasi tinggi, dan produk inovasi yang unggul, berdampak serta dapat bersaing secara global.</p>
<p>Sementara, Dekan FTUI Heri Hermansyah mengatakan bahwa gedung IDE memang disiapkan menjadi rumah bagi pekerja teknik di masa depan (home for future engineers).</p>
<p>Heri menuturkan tahun 2023 yang lalu, FTUI meresmikan pembentukan tiga institut interdisiplin keteknikan, yaitu Institute for Urban Planning and Smart Cities (IUS), Institute for Energy Transition (IET), dan Institute for Biosystems and Bioengineering (IBB).</p>
<p>Ketiga institut tersebut, kata dia, berperan dalam menyinergikan kegiatan pendidikan dan penelitian interdisiplin pada tema tertentu, perencanaan wilayah dan kota, transisi energi, dan rekayasa biologi.</p>
<p>&#8220;Gedung IDE akan menjadi rumah bagi ketiga institut interdisiplin ini serta advanced lab dan pusat-pusat riset di bawah ketiga institut ini nantinya,&#8221; ujar Heri.</p>
<p>Ditargetkan pembangunan gedung setinggi 8 lantai dengan luas 6.958 meter persegi (m2) ini selesai pada Maret 2024.</p>
<p>Adapun gedung IDE FTUI menerapkan konsep bangunan hijau (green building) yang efisien dalam penggunaan energi terutama pencahayaan dan pendinginan, air dan sirkulasi udara serta bahan bangunan.</p>
<p>Penerapan konsep green building ini diwujudkan dengan penggunaan material bangunan yang sebagian berasal dari bahan daur ulang dan kayu ramah lingkungan.</p>
<p>&#8220;Bangunan ini mengaplikasikan teknologi water harvesting, panel sel surya, dan pengolahan limbah yang sesuai dengan kebijakan zero waste,&#8221; cakapnya.</p>
<p>Gedung ini juga menerapkan green recovery sebesar 45 persen dari luas lantai dasar yaitu 355,90 meter persegi (m2) yang akan dijadikan taman dan plaza.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UI Kembangkan Produk Inovasi Pelumas Mesin</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/ui-kembangkan-produk-inovasi-pelumas-mesin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 04:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60240</guid>

					<description><![CDATA[Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan produk inovasi diberi nama X-PELBO Waste Plastic to Eco-Lubricant Base Oil untuk pelumas mesin dari limbah plastik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Sebanyak empat mahasiswa Departemen Teknik Kimia (DTK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan produk inovasi diberi nama X-PELBO Waste Plastic to Eco-Lubricant Base Oil untuk pelumas mesin dari limbah plastik.</p>
<p>Mereka yang tergabung dalam Tim Lubritech ini terdiri atas Ariadne Jasmine, Fionna Aurell, Farrel Hakim, dan Ni Putu Xyieloveeda Sequioa, di bawah bimbingan guru besar DTK FTUI Prof Dijan Supramono.</p>
<p>Dekan FTUI Prof Heri Hermansyah di Depok, Sabtu, mengatakan inovasi Tim Lubritech bukti mahasiswa FTUI memiliki daya kritis yang kuat dan mampu memberikan alternatif inovatif yang mendukung keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Tim Lubritech tidak hanya menghadirkan solusi yang brilian, tetapi juga memberikan inspirasi tentang potensi besar generasi muda Indonesia dalam mengatasi tantangan energi dan lingkungan.</p>
<p>Inovasi tersebut hasil pengolahan limbah plastik polypropylene (PP) menjadi base oil yang merupakan minyak dasar penyusun pelumas.</p>
<p>Berkat ide inovatif ini, tim berhasil meraih juara 1 kategori Tribology pada kompetisi Think Efficiency 2023 diselenggarakan Shell Indonesia dan Society Renewable Energy (SRE) Indonesia.</p>
<p>Tim Lubritech berhasil menyisihkan 50 tim mahasiswa dari universitas lain di Indonesia.</p>
<p>Ide inovatif tersebut didasari dari fakta penggunaan plastik yang meroket di berbagai industri dan rumah tangga. Plastik PP berkontribusi besar dalam permasalahan akumulasi sampah plastik di seluruh dunia.</p>
<p>Selain itu, katanya, Indonesia negara penyumbang limbah sampah plastik terbesar kedua di dunia dengan jumlah 64 juta ton sampah plastik setiap tahun.</p>
<p>&#8220;Untuk menangani masalah serius ini, mendaur ulang plastik menjadi kunci untuk mengurangi polusi plastik. Tim Lubritech telah menjawab tantangan ini dengan inovasi yang mereka wujudkan dalam produk bernama X-PELBO,” kata Fionna Aurell.</p>
<p>Umumnya, pelumas mesin menggunakan base oil bermutu tinggi yang berasal dari minyak bumi yang dimurnikan. Inovasi Tim Lubritech merupakan gebrakan baru sebagai solusi dan inovasi untuk mendukung lingkungan yang berkelanjutan dengan menciptakan X-PELBO.</p>
<p>Hal penting lain yang menjadi keunggulan, kata Ariadne Jasmine, harga pasar X-PELBO yang 76 persen lebih murah daripada produk kompetitor dengan harga Rp11.999 per liter.</p>
<p>Ia menjelaskan proses produksi X-PELBO melibatkan tiga tahapan, yaitu pirolisis, hydrocracking, dan distilasi. Pada tahap pirolisis, pertama-tama limbah plastik PP dipanaskan tanpa oksigen pada suhu 524 derajat Celsius selama 10 menit, proses ini memutus rantai panjang plastik PP.</p>
<p>Pada proses hydrocracking, rantai karbon C30 dipecah menjadi C16. Hal ini rantai karbon penyusun base oil yang diinginkan.</p>
<p>Tahap terakhir berupa distilasi atmosferik yang dilakukan dua kali untuk memisahkan produk utama (C16) dari produk samping (C3 dan C8).</p>
<p>Hasil pengujian menunjukkan Viscosity Index dari X-PELBO mencapai angka 120 dengan kadar sulfur di bawah 0,2 persen sehingga termasuk dalam Base Oil grup III yang salah satu base oil kelas unggul.</p>
<p>Think Efficiency 2023 merupakan ajang kompetisi hasil kolaborasi antara Shell Indonesia dan SRE Indonesia. Kompetisi ini untuk mendorong mahasiswa aktif yang memiliki minat dalam bidang energi, tribologi, dan digitalisasi untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang efisien dan berdampak positif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UI Gagas Bahan Bakar dari Air Laut</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/08/mahasiswa-ui-gagas-bahan-bakar-dari-air-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 12:58:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=57311</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Hidrogen atau hydrogen merupakan unsur paling...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Hidrogen atau hydrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta, yang ditemukan di banyak senyawa kimia. Hidrogen saat ini sudah dimasukkan ke dalam draf pembaruan Kebijakan Energi Nasional (KEN). Pemanfaatan hidrogen yang masuk ke dalam skenario transisi energi di Indonesia salah satunya adalah untuk bahan bakar pembangkitan bagi industri.</p>
<p>Melihat potensi tersebut, tiga mahasiswa Departemen Teknik Kimia (DTK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) angkatan 2022 menawarkan solusi alternatif untuk bahan bakar bernama Green Hydrogen. Tergabung dalam tim Grandione, Shady Haura Fathin, Ghina Athahillah Said Kamilah Rozanov, dan Muhammad Daffa Al-Rasyid mengagas solusi alternatif ramah lingkungan untuk kebutuhan bahan bakar.</p>
<p>&#8220;Ide ini kami gagas sebagai bentuk perwujudan energi baru terbarukan di Indonesia. Kami melihat bahwa air adalah salah satu potensi besar yang dapat menjadi sumber bahan bakar yang bersih dan terjangkau. Bumi sendiri 71 persennya tertutup oleh air dan 97 persennya adalah air laut. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan air laut yang melimpah dapat mensuplai pasokan air yang tidak terbatas jika air laut dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai sumber energi bersih,&#8221; ungkap Shady Haura.</p>
<p>Dalam upaya mencapai target Net-Zero Emission pada tahun 2050, The International Renewable Energy Agency 2021 World Energy Transition Outlook memperkirakan bahwa hidrogen dan turunannya akan menyumbang 12% dari konsumsi energi akhir, yang dua pertiganya adalah green hydrogen. Green hydrogen diproduksi dengan bahan baku berupa energi terbarukan yang menggunakan elektrolisis.</p>
<p>“Green Hydrogen diproduksi dengan memanfaatkan elektrolisis pada air murni dan air laut. Meskipun keduanya dapat menghasilkan hidrogen, air laut diyakini dapat mencapai tujuan tersebut dengan biaya yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi jika dapat digunakan dengan elektrolisis air laut secara langsung tanpa melalui pemurnian terlebih dahulu,” kata Athahillah.</p>
<p>Penggunaan metode elektrolisis yaitu proses penguraian senyawa air menjadi oksigen dan hidrogen gas dengan menggunakan arus listrik melalui air. Digunakan metode elektrolisis air alkali dengan elektrolit yang dapat bekerja pada pH basa. Elektroliser air alkali memiliki mekanisme yang bekerja pada elektrolit yang bersifat basa. Dalam metode teknologi ini, elektroliser air alkali digunakan untuk elektrolisis air secara langsung.</p>
<p>Proses elektrolit akan dilapisi platina yang akan ditempatkan dalam elektrolit dengan suhu dan pH yang berbeda. Salah satu percobaan elektrolisis air laut menggunakan elektroda grafit (C) dapat membantu dalam menentukan nilai batas tegangan dan kuat arus berdasarkan jumlah hidrogen yang dihasilkan untuk digunakan lebih lanjut. Selain itu, platina juga digunakan untuk menekan biaya.</p>
<p>&#8220;Melalui pemanfaatan air laut ini, diharapkan akan menjadi sumbangsih dalam perwujudan energi bersih dan terjangkau di Indonesia. Penggunaan air laut sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan karena bersumber dari dalam bumi adalah bentuk pemanfaatan kekayaan sumber daya. Solusi ini adalah bentuk pemikiran kritis para mahasiswa FTUI sebagai mahasiswa yang unggul dan mampu untuk bersaing baik di kancah nasional atau pun internasional,&#8221; ungkap Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.</p>
<p>Gagasan soal bahan bakar ramah lingkungan ini telah membawa Tim Grandione meraih juara 2 Karya Tulis Ilmiah Petroleum Integrated Days yang diumumkan akhir Mei lalu, dan diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) ITS Java Section. Kompetisi ini menantang mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan penelitian ilmiah dan membawa inovasi baru dan menarik ke industri minyak dan gas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FTUI Tambah 7 Ruang Kelas Pintar</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/06/ftui-tambah-7-ruang-kelas-pintar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 11:57:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=55751</guid>

					<description><![CDATA[Penambahan fasilitas pendidikan modern ini, diharapkan ke depannya dapat menjadi landasan baru]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Penambahan fasilitas pendidikan modern di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) semakin meningkat pesat dengan peresmian tujuh kelas pintar terbaru yang merupakan donasi dari mitra-mitra FTUI yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juni lalu. Penambahan fasilitas pendidikan modern ini, diharapkan ke depannya dapat menjadi landasan baru untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan teknologi terkini bagi mahasiswa FTUI.</p>
<p>Serah terima tujuh ruang kelas pintar tersebut dilaksanakan oleh Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU., Dekan Fakultas Teknik UI dan para mitra donatur, yaitu Sehat Maulana, Ketua Golfers Alumni FT UI (GIFT) dan Vincent, Indonesia Enterprise, Government and Public Utility Development Department Director PT Huawei Tech Investment (2 ruang kelas); Mulyanto SVP Corporate Secretary PT. Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (1 ruang kelas); Heri Fahmi, Direktur Utama PT Total Tanjung Indah (1 ruang kelas); Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI (1 ruang kelas) dan perwakilan dari para orang tua mahasiswa yang menyumbangkan 2 ruang kelas. Seluruh ruang kelas pintar ini ditempatkan di Gedung Kuliah Bersama S FTUI.</p>
<p>”Modernisasi fasilitas pendidikan merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh institusi pendidikan untuk menjaga kualitas pendidikan dan menjamin daya saing lulusan kita agar mampu berkompetisi secara global di bidang keteknikan. FTUI mulai melakukan revitalisasi ruang-ruang kelas kami dari yang tadinya kelas tradisional menjadi ruang kelas pintar sejak tahun 2019. Dengan peresmian ini, kini FTUI telah memiliki 15 kelas pintar yang dimanfaatkan untuk kegiatan belajar. Target kami adalah modernisasi 50 ruang kuliah FTUI menjadi ruang kelas pintar selesai sebelum 2025,” ungkap Prof. Heri.</p>
<p>Smart Classroom FTUI bukan hanya ruang belajar yang dilengkapi dengan perangkat keras modern, tetapi juga merupakan ruang interaktif di mana mahasiswa dan dosen dapat berkolaborasi dalam proses pembelajaran. Melalui integrasi teknologi, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengakses sumber daya digital, berpartisipasi dalam diskusi aktif secara interaktif, serta mengembangkan kemampuan kritis dan kreatifitas mereka.</p>
<p>Ruang kelas pintar FTUI dapat menampung 40-60 mahasiswa. Formasi meja dan kursi di ruangan tersebut dapat diubah sesuai dengan model perkuliahan yang dibutuhkan. Ruang kelas pintar ini dilengkapi dengan smart board interaktif, smart TV, fasilitas poly studio, dan smart projector yang memiliki berbagai fitur canggih untuk mendukung berbagai model pembelajaran luring maupun hybrid.</p>
<p>Prof. Heri mengungkapkan bahwa Smart Classroom FTUI menjadi wujud komitmen FTUI dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang modern, interaktif, dan melibatkan teknologi dan perwujudan strategi Modernization of Engineering Education. ”Smart Classroom FTUI akan menjadi tempat di mana pengetahuan dan teknologi bertemu, memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja. Dengan menggabungkan teknologi dan pendidikan, smart classrooms memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, kolaboratif, dan adaptif. Modernisasi fasilitas pendidikan di FTUI ini akan memperkaya proses belajar dan mengajar serta mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tuntutan dunia digital yang terus berkembang.”</p>
<p>Keberadaan ruang kelas pintar ini diharapkan dapat mendukung mahasiswa serta dosen dalam hal kegiatan pembelajaran. Keberadaan smart classroom juga menjadi bentuk realisasi fisik salah satu dari kesebelas program unggulan Dekan FTUI 2022-2026, yaitu pengembangan fasilitas pendidikan yang dapat mengakomodasi keperluan mahasiswa teknik.</p>
<p>Acara serah terima turut dihadiri oleh Komisaris Utama PT Telkom Indonesia, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D.; Ibu Corina DS Riantoputra, M.Com., PhD., Psikolog, Sekretaris Majelis Wali Amanat UI; Bapak Bakhtiyar Efendi, Senior Vice President Corporate Secretary PT PP Persero Tbk.; Bapak Dian Adi Cahyono, Direktur Operasi PT PP Urban; Bapak Hery Gunardi, Direktur Utama Bank BSI; Bapak Cindar Hari Prabowo, Direktur Kamata Foundation; Nanang Sugianto, Ketua Iluni FTUI; dan jajaran pimpinan Universitas Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FTUI Bangun Fasilitas Baru</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/06/ftui-bangun-fasilitas-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 01:53:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=55652</guid>

					<description><![CDATA[FTUI melaksanakan groundbreaking ceremony pembangunan Gedung Interdisciplinary Engineering]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melaksanakan groundbreaking ceremony pembangunan Gedung Interdisciplinary Engineering (IDE) pada Selasa (6/6), di area pembangunan Gedung IDE, FTUI, Kampus Depok. Prosesi groundbreaking tersebut diwakili oleh Sekretaris Majelis Wali Amanat (Corina DS Riantoputra, M.Com., Ph.D., Psikolog), Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI (Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris), Dekan FTUI (Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng. IPU.), dan Direktur Operasi PT PP Urban (Dian Adi Cahyono).</p>
<p>FTUI dihadapkan pada tantangan bagaimana dapat menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi kompetisi global. Kedepannya, permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks dan memerlukan pendekatan multi serta interdisiplin untuk menjawabnya. Pengembangan produk teknologi dari suatu disiplin ilmu tidak dapat lagi dilakukan sendirian, namun memerlukan pendekatan kolaboratif multidisiplin.</p>
<p>Prof. Heri menuturkan bahwa untuk mengembangkan hasil pendidikan dan penelitian keteknikan interdisiplin yang mampu bersaing baik secara regional dan global, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. “Pembangunan infrastruktur yang menunjang pendidikan dan penelitian interdisiplin di FTUI dimulai dengan didirikannya gedung laboratorium pendidikan terintegrasi, i-CELL FTUI. Gedung IDE ini akan menjadi rumah bagi pengembangan keilmuan, riset inovasi, dan juga pendidikan keteknikan yang sifatnya interdisiplin. Nantinya, tidak hanya program studi pascasarjana FTUI yang sifatnya interdisiplin, laboratorium penelitian advanced dan juga pusat-pusat riset interdisiplin FTUI akan ditempatkan di gedung ini.”</p>
<p>Saat ini FTUI telah memiliki tiga program studi interdisiplin, yaitu program studi magister interdisiplin Teknik Sistem Energi, Perencanaan Wilayah dan Kota serta Program Profesi Insinyur. Kedepannya, FTUI akan terus mengembangkan program studi interdisiplin keteknikan lainnya sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan dunia. FTUI juga telah meluncurkan tiga institut interdisiplin keteknikan pada 2022 lalu, yaitu Institute for Energy Studies (IES), Institute for Biosystems and Bioengineering (IBB), dan Institute for Urban Planning and Smart City (IUS) dengan rencana penambahan lima institut interdisiplin keteknikan.</p>
<p>“Gedung IDE FTUI merupakan perwujudan dari dua strategi utama FTUI yang saya canangkan saat terpilih sebagai Dekan FTUI tahun lalu, Peningkatan Kualitas Riset Inovasi, Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat Berdampak Tinggi (Impactful Research and Innovation) dan Modernisasi Pendidikan Keteknikan yang Berdampak Tinggi (Modernization of Engineering Education). Gedung ini akan menjadi arena bagi hampir dari 8.000 mahasiswa serta 300 dosen dan peneliti FTUI untuk dapat mengembangkan keilmuan, belajar, riset inovasi, maupun mengerjakan pengabdian masyarakat lainnya untuk mewujudkan FTUI yang Unggul dan Berdampak serta mampu sejajar dengan universitas terkemuka di dunia,” kata Prof. Heri.</p>
<p>Gedung IDE FTUI akan dibangun setinggi 8 lantai dengan luas 6.958 m2. Gedung ini akan menerapkan konsep green building yang efisien dalam penggunaan energi, udara, pencahayaan, dan sirkulasi udara. Penerapan konsep green building ini akan diwujudkan dengan penggunaan material bangunan yang sebagian berasal dari bahan daur ulang dan kayu ramah lingkungan bersertifikat. Bangunan ini memiliki fitur teknologi water harvesting, panel sel surya, dan pengolahan limbah yang sesuai dengan kebijakan zero waste. Gedung ini juga menerapkan green recovery sebesar 45% dari luas lantai dasar 355.90 m2 yang akan dijadikan taman dan plaza.</p>
<p>Pembangunan gedung ini selain bertujuan untuk pengembangan advanced research interdisiplin, juga merupakan implementasi beberapa program unggulan Dekan FTUI. Selain perwujudan pengembangan organisasi keteknikan yang bersifat multidisiplin, Gedung IDE FTUI juga akan membantu percepatan hilirisasi produk-produk riset FTUI, meningkatkan pendapatan keteknikan melalui kerjasama dengan mitra industri, pengembangan pendidikan strategis keteknikan sesuai kebutuhan dunia, pengembangan fasilitas pendidikan yang dapat mengakomodasi keperluan mahasiswa, pengembangan program profesional pendidikan keteknikan dan meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dalam hal pengembangan riset antara FTUI sebagai institusi pendidikan dan mitra-mitra industri.</p>
<p>Gedung IDE FTUI akan dilengkapi dengan ruang ekshibisi, studio capstone design, auditorium, ruang kelas, dan kantor program studi interdisiplin. Beberapa laboratorium penelitian interdisiplin juga akan ditempatkan di sini, seperti Urban Nexus and Smart City Lab (laboratorium pengembangan kota cerdas), Sustainable Energy Systems Lab (laboratorium pemodelan sistem energi baru dan terbarukan), Energy Transition Lab (laboratorium terkait transisi energi), Biological Systems Engineering Lab (laboratorium pemodelan interaksi sistem biologi), serta Advanced BioEngineering Lab (laboratorium maju rekayasa biologi).</p>
<p>Groundbreaking ceremony pembangunan Gedung IDE turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi UI (Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si.), Direktur Kemahasiswaan UI (Dr. Badrul Munir, S.T., M.Eng.Sc.), Senior Vice President Corporate Secretary PT PP Persero Tbk. (Bakhtiyar Efendi), Corporate Secretary PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mulyanto SVP), Direktur Utama Bank BSI (Hery Gunardi), Direktur Utama PT Luas Birus Utama (Yamin Achmad Nurdiyaman), Ketua Golfers Alumni FTUI (Sehat Maulana), Direktur Utama PT Total Tanjung Indah (Heri Fahmi), Indonesia Enterprise, Government and Public Utility Development Department Director PT Huawei Tech Investment (Vincent), Ketua Yayasan Fusi Talenta Unggul Indonesia dan Sekjen ILUNI UI (Ahmad Fitrianto, S.T., M.Si.), Direktur Kamata Foundation (Cindar Hari Prabowo), dan Ketua ILUNI FTUI (Nanang Sugianto).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alat Sortir Telur Otomatis dari FTUI Tingkatkan Produktivitas UMKM Peternakan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/01/alat-sortir-telus-otomatis-dari-ftui-tingkatkan-produktivitas-umkm-peternakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2023 02:32:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=49203</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) peternakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) peternakan telur di Indonesia memiliki tantangan dalam optimalisasi dan efisiensi kerja. Para pekerja rata-rata memerlukan waktu 2–3 jam per hari untuk memanen telur, menghitung jumlahnya, dan menimbang total berat telur. Banyaknya tahapan yang ditangani mengakibatkan berkurangnya produktivitas peternak. Setiap orang hanya mampu menangani populasi 3.000–4.000 ekor. Angka ini jauh di bawah rata-rata produktivitas peternak ayam petelur di negara pesaing, seperti Cina, Amerika, dan India.</p>
<p>Kondisi ini membuat tim dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) merancang alat sortir telur otomatis yang dapat memproses 6.000 telur per jam atau dua kali lebih banyak dari cara konvensional. Alat produksi FTUI ini berukuran lebih kecil dari alat serupa hasil produksi luar negeri dan dibandrol dengan harga terjangkau, yaitu Rp30.000.000,00. Pembuatan alat ini terwujud berkat pengabdian kepada masyarakat (pengmas) yang didanai oleh Program Matching Fund Batch 3 Kedaireka Tahun 2022.</p>
<p>“Alhamdulillah, kegiatan yang digagas Tim FTUI berhasil menjadi 1 dari 12 pengmas yang disetujui dalam Program Kedaireka. Kami melihat kondisi UMKM peternak telur di lapangan masih bersifat labor-intensive. Oleh karena itu, bersama Yayasan Edu Farmers International, kami merancang alat ini untuk meningkatkan produktivitas UMKM peternak telur ayam dan meningkatkan value telur ayam yang diproduksi dengan skema pelabelan otomatis,” kata Dr. Jaka Fajar Fatriansyah, M.Sc., IPM. selaku Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI.</p>
<p>Alat pencacah telur otomatis ini bekerja dengan cara menyortir telur berdasarkan beratnya menggunakan prinsip magnet. Alat ini dapat menyortir telur dengan tiga grade yang berbeda. Penyortiran telur secara otomatis diharapkan dapat membantu UMKM Peternak Telur di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan menaikkan nilai jual telur berdasarkan grade telur yang disortir.</p>
<p>“Semoga hasil inovasi Tim Pengmas DTMM FTUI dapat menumbuhkan kesejahteraan peternak melalui keterampilan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan. Industri peternakan Indonesia sudah saatnya mengadopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Inovasi ini juga diharapkan dapat membangun semangat generasi muda terhadap dunia agrikultur Indonesia ke depannya,” kata Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.</p>
<p>Alat pencacah telur otomatis ini diujicobakan di Peternakan Agrova Farm, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Desember 2022. Uji coba ini dilakukan untuk melihat kondisi alat di lapangan dan untuk mendapat masukan dari calon user/costumer, yaitu Agrova Farm. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI bersama para anggota, yakni Muhammad Joshua YB, Agrin F Pradana, Fernanda H., dan Andreas F., M. Riza; perwakilan dari Yayasan Edu Farmers International, Ignatius Egan; Supervisor Lapangan Agrova Farm, A. Ilyadi; serta para peternak Agrova Farm, khususnya yang ada di bagian penyortiran dan pengepakan telur.</p>
<p>“Alat grading dan pencacah telur otomatis inovasi Tim Pengmas FTUI ini merupakan produk lokal yang belum banyak tersedia di pasar. Sebelumnya, apabila peternak menginginkan alat pencacah telur, rata-rata mereka harus impor dan itu mahal, sulit terjangkau bagi peternak UMKM. Hasil inovasi FTUI ini kami rasa bisa memenuhi gap yang ada di pasar,” kata Ignatius.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa FTUI Kenalkan Panel Surya Roll dari Limbah Plastik</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2022/11/mahasiswa-ftui-kenalkan-panel-surya-roll-dari-limbah-plastik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2022 06:08:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://majalahjakarta.id/?p=46511</guid>

					<description><![CDATA[MAJALAH JAKARTA &#8211;  Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://majalahjakarta.id/">MAJALAH JAKARTA</a> &#8211; </b> Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggagas panel surya roll dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya, dan mereka beri nama Printable Alternative Solar Roll (PARASOL). Ketiga mahasiswa tersebut adalah Afra Moedya Abadi, Tiffany Liuvinia, dan Yosep Dhimas Sinaga dari Departemen Teknik Kimia FTUI, angkatan 2020.</p>
<p>Berkat desain PARASOL, tim UI berhasil menjuarai kompetisi ESG Symposium 2022 &#8220;Hacks to Heal Our Planet: ESG Idea Pitching&#8221; Regional Competition yang diselenggarakan oleh PT Siam Cement Group (SCG). Pada tingkat nasional, tim UI terlebih dahulu mengalahkan 230 tim dari Indonesia sebelum melaju ke tingkat regional. Pada kompetisi ESG 2022 di tingkat regional, Tim UI kembali berjaya setelah mengalahkan lima tim lain dari beberapa negara Asia Tenggara yang mewakili negaranya masing-masing.</p>
<p>Menurut Yosep Dhimas, mereka membuat PARASOL dilatarbelakangi beberapa hal, pertama karena Indonesia menjadi penyumbang limbah plastik terbesar di dunia. Kedua, berkaitan dengan krisis energi terutama dengan panel surya silikon yang beredar di Indonesia masih ada kekurangan. “Dari kedua latar belakang tersebut, akhirnya kami tergerak untuk membuat PARASOL. Inovasi panel surya alternatif ini kami rancang dalam bentuk plastik rol yang praktis, fleksibel, dan semi transparan. PARASOL memanfaatkan prinsip perovskite solar cell dengan nilai efisiensi yang mampu bersaing dengan panel surya konvensional,” kata Yosep.</p>
<p>Pemilihan sampah plastik PET (polyethylene terephthalate) dilakukan sebab plastik jenis ini yang paling mudah ditemukan serta didaur ulang dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Hal ini juga selaras dengan prinsip PARASOL yang fleksibel.</p>
<p>PARASOL memiliki cara kerja yang mirip seperti panel surya silikon pada umumnya, yaitu memanfaatkan sinar matahari. Ia memiliki bentuk yang praktis dan dapat bekerja pada kondisi minim cahaya matahari.</p>
<p>Manufakturnya yang lebih sederhana membuat Parasol memiliki harga jauh lebih terjangkau dibandingkan panel surya konvensional. Selain itu, PARASOL merupakan panel surya yang lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah plastik PET sebagai salah satu komponennya.</p>
<p>Selain itu, sampah PET pun merupakan sumber pencemaran tertinggi dari semua jenis sampah plastik. Maka, potensi untuk dimanfaatkan kembali menjadi lebih besar.</p>
<p>“Dengan desain tersebut, PARASOL mampu menghasilkan efisiensi konversi listrik 15-20%, masa pakai sekitar 20 tahun, dan temperatur kerja maksimum lebih dari 100℃. Hal ini membuktikan PARASOL memiliki performa yang mampu bersaing dengan panel surya silikon. Saat ini tim tengah mengembangkan prototipe PARASOL dengan tujuan komersialisasi. Semoga kedepannya, PARASOL dapat menjadi salah satu inovasi yang tepat untuk memberikan keseteraan bagi seluruh warga negara di Indonesia dalam menyediakan akses energi bersih dan terjangkau,” ungkap Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telaah Sejarah, Konteks dan Budaya dalam Wacana Perancangan Kampung Kota</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2022/10/telaah-sejarah-konteks-dan-budaya-dalam-wacana-perancangan-kampung-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2022 02:03:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=45476</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK POS &#8211; Perancangan kota di Indonesia belakangan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK POS</strong></a> &#8211; Perancangan kota di Indonesia belakangan ini menjadi “hot topic” terutama sejak rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ramai diperbincangkan. Jika perancangan kota di Barat dan negara maju telah selesai ataupun memasuki era “senjakala”, di Indonesia ia masih menunjukkan potensi yang sangat besar untuk mengubah lingkungan binaan. Salah satu pemicu munculnya perancangan kota sebagai bidang profesional adalah perhatian terhadap tampilan kota secara tiga dimensi sehingga diperlukan sebuah pendekatan untuk menjembatani gap antara perencanaan dan arsitektur.</p>
<p>Walaupun praktik rancang kota kini sudah menjangkau kota-kota sedang dan kecil, sebagai bidang ilmu, perancangan kota masih belum sematang ilmu perencanaan kota atau studi perkotaan lain. Hal ini karena bidang ini memiliki cakupan yang begitu lebar, mulai dari pendekatan analisis spasial yang sifatnya sangat matematis; diskursus sosio-kultural ruang publik yang sangat kualitatif; hingga interpretasi terhadap kualitas rancangan atau nilai-nilai estetika yang selalu menyertai karya rancang kota, namun sulit dianalisis secara objektif.</p>
<p>Prof. Ir. Evawani Ellisa, M.Eng., Ph.D. dalam naskah pidatonya yang berjudul “Telaah Sejarah, Konteks, dan Budaya dalam Wacana Perancangan Kota: Refleksi dan Introspeksi” membagi manuskrip tersebut menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi telaah perancangan kota dari sisi sejarah, konteks, dan budaya; yang diawali dengan diskusi tentang lahirnya perancangan kota dengan melihat kota di Eropa dan Amerika. Kemudian, dilanjutkan dengan kajian tentang sosok perancang kota yang tidak terlepas dari pengaruh kekuasaan politik dan paradigma kapitalisme neoliberal.</p>
<p>Pada bagian kedua, manuskrip ini berfokus pada refleksi atas tragedi kehidupan perkotaan, yaitu peristiwa jatuh bangun yang dialami kota-kota besar di dunia dengan mengambil kasus Kota London. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan melihat kota di Indonesia, yang difokuskan pada wilayah permukiman informal, yaitu tentang ketahanan warga kampung kota. Baik kasus Kota London maupun kampung kota, masing-masing menggambarkan proses aksi-reaksi yang selalu terjadi menyusul setiap peristiwa yang menimpa keduanya. Terakhir, manuskrip ini juga membahas wacana kota pascapandemi untuk mengajak pembaca berintrospeksi dan bersiap diri menghadapi tantangan di masa depan.</p>
<p>Menurut Prof. Evawani Jakarta tidak bisa terlepas dari belenggu kekuatan kapitalisme yang telah mengubah wajah kota secara sosio-spasial, dalam proses akumulasi kapital yang diwujudkan ke dalam ruang-ruang baru. Mengutip pernyataan penyair sekaligus pengarang Seno Gumira Ajidarma, ada istilah “Homo Jakartanensis” yang disematkan bagi warga yang digambarkan sebagai orang-orang yang datang dari daerah dan beradu nasib di kota yang nampak megah dari luar namun ringkih di dalam.</p>
<p>“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pension tidak seberapa.” (Kentut Kosmopolitan, 2004:205).</p>
<p>Permukiman informal merupakan wilayah yang berkembang tanpa kontrol formal dari otorita kota, hidup berdampingan tetapi tidak selalu sinonim dengan permukiman illegal, seperti squatter dan slum. Catatan UN-Habitat (2006) menunjukkan lebih dari 1 milyar populasi dunia tinggal di wilayah permukiman informal dan diperkirakan meningkat menjadi 1,4 miliar di tahun 2020. Penyebaran sekaligus ketahanan permukiman informal terutama di negara Global South berlangsung secara fenomenal walaupun dalam 50 tahun terakhir ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan pertumbuhannya.</p>
<p>Kampung Cikini RW 01, Kelurahan Pegangsaan merupakan kantong permukiman di tengah-tengah Jakarta Pusat. Daerah ini dipilih sebagai salah satu laboratorium bagi klaster perancangan perkotaan di Departemen Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (FT UI). “Dari 10 tahun kolaborasi yang telah kami lakukan dengan kampung tersebut, disimpulkan dua premis. Pertama, keguyuban adalah katup pengaman yang menjaga warga tidak terperosok dalam kubangan kehidupan metropolitan yang merana. Kedua, cara mengekspresikan perasaan bahagia sangat kentara ditunjukkan oleh warga dalam perayaan-perayaan yang melibatkan orang luar dan spontanitas adalah bagian dari kekuatan mereka,” Prof. Evawani.</p>
<p>Dalam pidatonya, Prof. Evawani menambahkan, kota-kota adalah karya manusia yang tidak sempurna. Mereka berada di antara dua pendulum; antara bangkit dan terpuruk. Kota merupakan amplifikasi dari kesuksesan sekaligus kegagalan besar umat manusia. Manuskrip ini adalah rangkaian fragmen tentang wacana perancangan kota yang terus-menerus bertransformasi. Oleh sebab itu, manusia dan lingkungan binaan akan terus beradaptasi tanpa pernah mencapai titik paripurna.</p>
<p>Pendekatan outward looking perlu dilakukan untuk memahami wujud kota secara holistik, sedangkan pendekatan inward looking mendorong untuk bisa berempati terhadap kota. Kedua pendekatan ini yang membawa penelitian pada kesimpulan bahwa temporalitas kota bersifat permanen. Turbulensi oleh tekanan pasar, pandemi, teknologi baru, penyakit sosial, bencana dan seribu satu tantangan kota akan mendorong perubahan tata kelola kota dan akan terus menjadi faktor yang harus diwaspadai oleh aktor-aktor perancangan kota.</p>
<p>Setelah pidato tersebut, Prof. Evawani resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Perancangan Kota, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pengukuhan guru besar dipimpin Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D., di Makara Art Center dan disiarkan langsung secara virtual melalui kanal Youtube UI Teve.</p>
<p>Acara yang diadakan Sabtu (15/10) ini dihadiri tamu undangan, antara lain Guru Besar Teknik Sipil ITB dan Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia, Prof. Ir. Iswandi Imran MASc, Ph.D.; Direktur Utama PT JOSO, Thoat Fauzi, IAI; Direktur PT Pratama Daya Cahya Manunggal &#8211; Konsultan Perancangan dan Konstruksi Jembatan Baja, Ir. Budi Santoso, M.T.; Wakil Direktur Bid Akademik Politeknik Negeri Jakarta, Ibu Nunung Martina, S.T., M.Si.; Kepala Balai Jembatan Kemen PUPR, Pandji Krisna Wardana S.T., M.T.; Presiden Direktur PT Arkonin, Achmad Noerzaman; CEO The Wisemen &amp; Company, Jennifer Heryanto; perwakilan dari PT Wiratman, Tantri Heryantina; dan Associate Professor Bioengineering, New York University, Dr.-Ing Azhar Zam, S.Si., M.Sc.</p>
<p>Prof. Evawani merupakan Dosen di Departemen Arsitektur, FT UI. Ia menamatkan pendidikan Engineer, Department of Architecture, Faculty of Engineering, Gadjah Mada University, pada 1986; Master of Environmental Engineering, Graduate School of Environmental Engineering, Urban Planning Laboratory, Osaka University, 1994–1996, sponsored by Monbusho; dan Doctor Philosophy of Environmental Engineering, Graduate School of Environmental Engineering, Urban Planning Laboratory, Osaka University, 1996–1999, sponsored by Monbusho.</p>
<p>Beberapa karya ilmiah terbaru yang dipublikasikan, antara lain “Perubahan morfologi Pahandut Kota Palangkaraya sebagai Respons terhadap Pergeseran Budaya Masyarakat Tepi Sungai: Program Publikasi Terindeks Internasional (PUTI) Pascasarjana 2022”, “Smart and Green City: Utopia/Dystopia? Perspektif Milenial Indonesia tentang Pemindahan IKN Nusantara: PUTI Pascasarjana 2022”, “Dibalik Covid-19: Eksplorasi Arsitektur Balai Warga Kampung Cikini Kramat sebagai Penyangga Kehidupan di Masa Pandemi 2021”, dan “The Living Laboratory of Kampung Cikini in Eco City Live Projects 2019”.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa FRUI Raih Penghargaan Frederick W. Mowrer Global Scholar Award</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2022/10/mahasiswa-frui-raih-penghargaan-frederick-w-mowrer-global-scholar-award/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 01:53:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FTUI]]></category>
		<category><![CDATA[Hafizha Mulyasih]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=45172</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK POS &#8211; Hafizha Mulyasih, mahasiswa Program Doktor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK POS</strong> </a>&#8211; Hafizha Mulyasih, mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dinobatkan sebagai penerima penghargaan Frederick W. Mowrer Global Scholar Award dari Society of Fire Protection Engineers (SFPE) atas kontribusinya dalam pengembangan pengetahuan terkait sains kebakaran di wilayah negara berkembang. Penghargaan ini diumumkan melalui akun media sosial resmi SFPE pada 2 Agustus 2022. Hafizha terpilih berkat penelitiannya yang berjudul “Study of Peat Smoldering Combustion and Suppression Methods using an Integrated Experimental Rig at Laboratory-Scaled” di bawah bimbingan Guru Besar Departemen Teknik Mesin FTUI, Prof. Ir. Yulianto Sulistyo Nugroho, M.Sc., Ph.D.</p>
<p>Prof. Yulianto menjelaskan bahwa sistem terintegrasi yang telah dikembangkan memungkinkan analisis komprehensif terhadap sifat pembakaran membara gambut, perhitungan faktor emisi yang dilepaskan gambut saat terbakar membara, serta telaah beberapa metode pemadaman kebakaran yang dapat dilakukan. Sejauh ini, sampel gambut yang berasal dari Riau, Kalimantan Tengah dan Papua telah diteliti dengan mempergunakan sistem terintegrasi.</p>
<p>Peristiwa kebakaran membara gambut di musim kemarau, apabila tidak dikendalikan dan dipadamkan dengan cepat dan saksama, dapat terus berlangsung cukup lama dan menyebar ke area yang luas. Rendahnya intensitas hujan di musim kemarau dan terbatasnya sumber air merupakan tantangan besar untuk mengatasi kebakaran membara dalam skala yang luas. Sulitnya pemadaman kebakaran gambut juga disebabkan oleh potensi terjadinya penjalaran bara api (hotspots) di lapisan bawah permukaan gambut. Oleh karena itu, penelitian Hafizha juga difokuskan pada pengujian skala laboratorium pemadaman kebakaran gambut, dengan metode injeksi air langsung ke lokasi hotspots di bawah permukaan gambut.</p>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-post-45172 wp-image-45173" src="https://res.cloudinary.com/dmjvznbtg/images/v1665366677/SFPE-Hafizha-Mulyasih-FILEminimizer/SFPE-Hafizha-Mulyasih-FILEminimizer.jpeg?_i=AA" alt="" width="720" height="994" /></a></p>
<p>“Metode injeksi air dapat diterapkan untuk respons awal kebakaran membara lahan gambut di daerah yang dekat dengan permukiman penduduk. Melalui kegiatan eksperimental ini diperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang penanganan kebakaran gambut dengan mencermati efektivitas waktu pemadaman dan jumlah air yang dibutuhkan untuk pemadaman. Metode injeksi dapat menjadi salah satu solusi yang efektif untuk upaya pemadaman awal langsung di titik panas lapisan dalam gambut terutama pada saat musim kemarau,” kata Hafizha.</p>
<p>Ia menambahkan, “Efektivitas metode injeksi air dalam pemadaman awal kebakaran membara gambut di Indonesia, dapat lebih ditingkatkan dengan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi drone yang dilengkapi dengan kamera visual dan kamera termal, untuk secara lebih tepat mengidentifikasi lokasi titik hotspots di lahan gambut yang terbakar.”</p>
<p>“Identifikasi dini penting untuk mitigasi kebakaran gambut. Saya berharap hasil penelitian Prof. Yulianto dan Hafizha dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang teknologi injeksi air untuk mitigasi awal kebakaran gambut. Semoga kedepannya teknologi ini dapat membawa manfaat yang luas dan dapat melibatkan lebih banyak pihak dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut, khususnya di wilayah yang memiliki risiko kebakaran hutan dan lahan,” kata Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.</p>
<p>SFPE merupakan organisasi internasional yang berkecimpung dalam bidang teknik proteksi kebakaran. SPFE mendirikan SPFE Foundation yang bergerak di bidang pendidikan dan penelitian pada 1979 di Amerika Serikat. Penganugerahan sekaligus pemberian plakat kepada para penerima SFPE Awards akan dilaksanakan bersamaan dengan acara SFPE Annual Conference and Expo pada 12–14 Oktober 2022 di Detroit Marriott, the Renaissance Center, Michigan, USA. Pada saat berita ini ditulis, Dr. Hafizha Mulyasih, S.T., M.T., telah dapat mempertahankan disertasi pada Ujian Promosi Doktor, dan telah mengikuti Wisuda UI, pada 11 September 2022, sebagai salah satu Wisudawan terbaik dari Program Studi Doktor Teknik Mesin FTUI. []</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
