<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FIK UI &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/fik-ui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Nov 2025 02:29:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Mahasiswi FIK UI Raih Prestasi Internasional: Publikasi Q1 dan Penghargaan Editor’s Choice di Jurnal “International Journal of Medical Informatics”</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/11/mahasiswi-fik-ui-raih-prestasi-internasional-publikasi-q1-dan-penghargaan-editors-choice-di-jurnal-international-journal-of-medical-informatics/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 02:29:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIK UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=93155</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.depokpos.com"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melalui Eka Putri Yulianti, mahasiswa Magister Keperawatan Jiwa angkatan 2024 , berhasil menorehkan prestasi akademik luar biasa di tingkat internasional. Eka menjadi penulis utama (first author) dalam publikasi ilmiah berjudul “Feelings Behind Words: A Systematic Review on How Effective is NLP-Based Assessment for Mental Health Diagnosis in Human Studies” yang terbit di International Journal of Medical Informatics (Elsevier, Volume 205, Januari 2026) jurnal bereputasi Q1 dengan Impact Factor 4.1.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan bersama Yossie Susanti Eka Putri, S.Kp., M.N., Ph.D., Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc., dan Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, S.Kom., M.Kom. ini tidak hanya berhasil menembus jurnal bergengsi, tetapi juga mendapat pengakuan spesial “Editor’s Choice” dari dewan editor Elsevier pada 16 Oktober 2025. Penghargaan ini hanya diberikan kepada publikasi yang dinilai memiliki significant scientific contribution serta relevansi tinggi terhadap isu global di bidang kesehatan digital dan kesehatan mental.</p>
<p>Artikel tersebut merupakan systematic review yang mengkaji efektivitas penggunaan Natural Language Processing (NLP) teknologi kecerdasan buatan yang menganalisis bahasa manusia dalam membantu diagnosis gangguan kesehatan mental. Kajian ini menilai berbagai studi internasional menggunakan pendekatan PICO dan panduan PRISMA framework, untuk memastikan kualitas dan transparansi hasil telaah.</p>
<p>Hasilnya menunjukkan bahwa model NLP memiliki tingkat akurasi diagnostik yang tinggi dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan mental, termasuk depresi. Selain itu, Large Language Models (LLM) terbukti unggul dalam mendeteksi gejala depresi melalui analisis teks, seperti tulisan dan percakapan. Namun, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan antara lain keterbatasan teks non-Inggris dan ketidaksinkronan data yang masih perlu diatasi dalam penerapan global teknologi ini.</p>
<p>Dalam artikelnya, para penulis menekankan pentingnya penggunaan AI yang etis dan berkelanjutan, dengan dukungan kebijakan regulatif dan evaluasi berkelanjutan. Editor jurnal pun menulis, “Ethical and sustainable implementation will depend on regulatory support for rigorous trials, continuous monitoring, and frameworks that ensure AI tools are accessible and responsive to global mental health needs.”</p>
<p>Keberhasilan Eka Putri Yulianti menembus jurnal bereputasi internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi FIK UI dalam mendorong riset lintas disiplin antara keperawatan, psikologi, dan teknologi informasi kesehatan. Prestasi ini memperkuat posisi FIK UI sebagai salah satu fakultas keperawatan terkemuka di Asia Tenggara yang aktif melahirkan inovasi berbasis riset dan teknologi digital untuk peningkatan pelayanan kesehatan mental.</p>
<p>Pihak fakultas menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Sebagai alumni dan mahasiswa aktif program magister, Eka dianggap berhasil menunjukkan semangat “Nurse as Scientist” yang menjadi ciri khas lulusan FIK UI perawat yang tak hanya peduli pada praktik klinik, tetapi juga menggerakkan perubahan melalui penelitian dan inovasi. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FIK UI lainnya untuk terus mengembangkan riset yang berdampak global dan berkontribusi pada sustainable healthcare transformation.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FIK UI Kaji Peran Keperawatan Hadapi Perubahan Iklim</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/fik-ui-kaji-peran-keperawatan-hadapi-perubahan-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2024 12:44:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIK UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66465</guid>

					<description><![CDATA[FIK UI berpartisipasi dalam Hong Kong International Nursing Forum 13th]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Tim riset Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) turut berpartisipasi dalam Hong Kong International Nursing Forum 13th bertema “Nurses Impact of a Planetary Health”. Di ajang tersebut FIK UI memamerkan hasil risetnya di bidang pendidikan yang dilakukan bersama Monash University dan University of Melbourne dalam bentuk poster ilmiah. Ketujuh poster tersebut merupakan hasil abstrak yang lolos seleksi pada akhir 2023. Konferensi ini berlangsung di Hong Kong University Med LKS Faculty of Medicine, School of Nursing (5 Maret 2024) dengan menggandeng 47 universitas terbaik dari berbagai negara menjadi co-organizers.</p>
<p>“Perawat memainkan peran yang sangat diperlukan dalam membentuk kesehatan planet melalui keterlibatan mereka dalam berbagai aspek di berbagai bidang, seperti perawatan pasien, pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebijakan kesehatan,” ujar Profesor Chia-Chin Lin, Director of Nursing School, The University of Hong Kong dalam sambutannya.</p>
<p>Salah satu poster ilmiah yang dipresentasikan adalah “Knowledge towards Climate Change and Its Impact on Reproductive Health among Indonesian Women&#8221;. Ia seakan merangkum studi terhadap perempuan Indonesia berusia di atas 18 tahun. Studi tersebut bertujuan untuk menilai pengetahuan mereka tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi dan gangguan menstruasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 75,51% responden tidak mengetahui hubungan antara perubahan iklim dan gangguan menstruasi.</p>
<p>“Hal ini menyoroti kurangnya pengetahuan di kalangan perempuan Indonesia, terutama mereka yang berada di usia reproduksi, tentang kesehatan reproduksi dan hubungannya dengan perubahan iklim. Poster ini diakhiri dengan penekanan pada pentingnya meningkatkan pemahaman perempuan untuk mencegah gangguan reproduksi yang tidak diharapkan,” kata Ajeng Pribadi Salam, salah seorang anggota tim riset FIK UI.</p>
<p>Sementara itu, poster lain yang ikut dipresentasikan adalah “Can Spirituality be Used in Mitigating Climate Change?”. Poster ini mendeskripsikan peran spiritualitas terhadap pandangan, sikap, dan praktik dalam menghadapi perubahan iklim. Survei dilakukan terhadap 727 responden perempuan di Indonesia dan hasilnya mengungkapkan bahwa sebagian besar responden memiliki nilai-nilai spiritual, dengan 58,26% menyatakan perubahan iklim terjadi secara alamiah dan memiliki hubungan yang erat dengan alam.</p>
<p>Dalam hal sumber informasi terkait perubahan iklim, responden menjawab adalah internet (91,32%), televisi (49,59%), dan rumah ibadah. Ns. Qurrata Aini, S.Kep. menyimpulkan bahwa mencegah dampak buruk akibat adanya perubahan iklim membutuhkan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, diperlukan penelitian kualitatif eksploratif lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh positif spiritualitas terhadap mitigasi perubahan iklim di Indonesia, serta bagaimana lingkungan religius dan religiusitas dapat berperan sebagai mitigator untuk menghadapi perubahan iklim.</p>
<p>Pada konferensi tersebut, poster lain yang juga dipresentasikan di antaranya berjudul &#8220;The Palliative Care Needs of Women with Systemic Lupus Erythematosus (SLE): A Case Study&#8221; oleh penulis pertama Ns. Rona Cahyantari Merduaty, S.Kep., M.AdvN. Kategori Health Care Systems and Policy dipresentasikan oleh Rendi Saputra dengan judul Climate Change Impacts on Genital Herpes Recurrence. Kategori Planetary Health dengan judul Influence of Religious Leaders on the Incidence of Eco-Anxiety among Women in Indonesia oleh Latifah Fajri Nur Azizah; dan Indonesian Women’s Awareness of Malnutrition Among Children due to Climate Change oleh Holivia Almira Jacinta, S.Kep.</p>
<p>Dalam melakukan penelitian pada tujuh poster tersebut, tim riset diketuai oleh Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kep., M.A., PhD (FIK UI) yang juga sebagai Principal Investigator. Tim terdiri atas Prof. Zerina Tomkins (Monash University), Prof. Ann Borda (University of Melbourne), dan dari FIK UI, yaitu Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D.; Ns. Indah Permata Sari, Sp.Kep.Kom.; Ns. Rona Cahyantari Merduaty, S.Kep., M.AdvN.; dan sejumlah mahasiswa FIK UI, yakni Ns. Qurrata Aini, S.Kep.; Holivia Almira Jacinta, S.Kep.; Ajeng Pribadi Salam; Rendi Saputra; dan Latifah Fajri Nur Azizah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Sampah jadi Berkah, Daur Ulang Sampah di Kaki Gunung Rinjani</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2022/10/dari-sampah-jadi-berkah-daur-ulang-sampah-di-kaki-gunung-rinjani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 01:56:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FIK UI]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=45178</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK POS &#8211; Banyaknya sampah di tempat wisata...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK POS</strong></a> &#8211; Banyaknya sampah di tempat wisata sampai saat ini masih menjadi salah satu permasalahan terbesar bagi daerah pariwisata di Indonesia. Penumpukan sampah di area wisata akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Mulai dari pencemaran ekosistem gunung, pencemaran udara, hingga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan wisatawan hingga bisa berujung pada penurunan angka pengunjung.</p>
<p>Salah satu destinasi wisata yang memiliki permasalahan dalam pengelolaan sampah, yaitu Kecamatan Sembalun, Lombok Timur yang berada di wilayah kaki Gunung Rinjani (3.726 mdpl). Daerah ini meliputi enam desa dengan udara sejuk, berketinggian 800 mdpl–1.250 mdpl. Kecamatan ini berkembang menjadi agrowisata yang mengundang wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara untuk menikmati panorama alam dan udara segar pegunungan. Sayangnya, di sana masih banyak sampah yang berserakan dan bertumpuk, baik sampah domestik maupun nondomestik.</p>
<p>Untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan wisata Kecamatan Sembalun, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melaksanakan kegiatan pemberdayaan dengan tema kegiatan “Empowering Community in Health Literacy for Sustainable Tourism in Sembalun Village, East Lombok, NTB” melalui pemberian edukasi dan pelatihan pemilahan dan pengelolaan sampah kepada ibu-ibu kader di Desa Sajang, Sembalun, pada Sabtu (26/08).</p>
<p>Pengmas ini dilakukan di Desa Sajang dengan melibatkan 25 peserta. Keterlibatan kader dalam program ini diharapkan dapat mengatasi masalah sampah setempat secara berkelanjutan melalui dua kegiatan utama, yaitu edukasi dan pelatihan. Sebelum diberikan edukasi, para kader mengerjakan pre-test sebagai alat ukur pengetahuan para kader oleh Tim Pengmas FIK UI.</p>
<p>“Sampah memang menjadi masalah yang kompleks di Desa Sajang. Jumlah sampah di desa ini cukup tinggi dan sulit untuk didaur ulang karena pengelolaannya masih belum optimal. Kami berharap dengan adanya pengabdian masyarakat ini bisa membantu para kader untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemilahan dan pengelolaan sampah untuk dipraktikkan secara berkelanjutan,” ujar Kepala Desa Sajang, Lalu Kanahan.</p>
<p>Ns. Rona Cahyantari Merduaty, S.Kep., M.AdvN., selaku perwakilan dari dosen FIK UI, menyampaikan materi mengenai definisi sampah, pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah, cara memilah dan mengelola sampah, serta dampak pengelolaan dan pemilahan sampah yang buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Setelah itu, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk diberikan pelatihan cara mengelola sampah menjadi barang yang berguna dan bernilai jual dengan didampingi oleh fasilitator. Setiap kelompok peserta berhasil membuat tempat pensil, tas, dan gantungan pintu dari sampah rumah tangga. Setelah selesai, peserta kembali diberikan post-test untuk melihat perkembangan kemampuan kognitif para kader setelah diberikan edukasi.</p>
<p>FIK UI mengangkat isu sampah dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini agar setiap orang memiliki perhatian yang serius dalam menyelesaikan masalah sampah. Hal ini tidak hanya berdampak kepada lingkungan, tetapi juga kesehatan. Perawat memiliki peran penting dalam memberikan edukasi mengenai literasi kesehatan, salah satunya mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Perawat berperan dalam mencegah meningkatnya angka kejadian penyakit dengan memberi asuhan keperawatan, edukasi atau penyuluhan, pengelola pelayanan keperawatan, dan peneliti.</p>
<p>Tim Pengmas FIK UI terdiri atas Hening Pujasari, S.Kp., M.Biomed., MANP., Ph.D., (Ketua tim pengmas); Ns. Rona Cahyantari Merduaty, S.Kep., M.AdvN.; Ns. Silvia Elki Putri, M.Kep.; Ns. Edian Fitriana, S.Kep.; dan lima mahasiswa FIK UI, yaitu Alfisyah Salwa, Hanifa Zahrah Shalihah, Jihan Rahayu Marion, Septia Eka Ilhami, dan Risya Fitri Salsabilla.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
